[FF/S/5/PG-17] We Got Baby (last chapter)

Title : We Got Baby

Author : Mithaa Charinyoung a.k.a Min Soo Jin @S3FFi

Genre : Romance

Length : Series (chapter 5-ENDING)

Rating : PG-17

Main Cast : Lee Jin Ki (Onew-SHINee) , Min Soo Jin (YOU-readers)

Supported Cast : Other SHINee member, Park Seong Rin, Jung Yu Ri and other ^^

—————————————————————————-

Previous chapter : Chapter 1 Chapter 2 Chapter 3 Chapter 4

Ia berjalan tegap bahkan nyaris berlari menyusuri setiap koridor rumah sakit. Wajahnya yang cemas nan pucat pasi membuat setiap orang yang berpapasan dengannya hampir tidak mengenalinya, padahal ia sedang dalam wajah polosnya tanpa penyamaran sama sekali. Setelah bertanya pada resepsionis, ia segara berlari menuju lift untuk segera ke kamar pasien yang ditujunya.

Ia, Lee Jin Ki, sekarang sedang berdiri di depan sebuah pintu kamar yang di depannya terpampang sebuah papan bertuliskan sebuah nama yang dikenalnya, ‘Min Soo Jin’

Jin Ki berusaha untuk mengatur nafasnya. Ia memperbaiki penampilannya sebentar kemudian masuk ke kamar itu tanpa suara sama sekali.

Kamar VIP yang cukup luas itu terkesan sangat suram di mata Jin Ki. Entah karena suasana hati seorang wanita yang menjadi penghuni kamar itu atau ada perasaan lainnya yang mengganggunya. Ia mendekati wanita itu dengan langkah yang sangat pelan. Tatapannya tidak pernah beralih dari wajah wanita itu. Wanita itu, Soo Jin, sedang duduk dengan bersandar pada bantal yang disusun di bagian kepala tempat tidur. Tatapannya lurus ke depan dan kosong. Wajahnya pucat, matanya sembap, rambutnya yang panjang dibiarkan terurai kusut. Soo Jin bahkan belum menyadari kehadiran Jin Ki sebelum pria itu yang mulai mengajaknya bicara.

“Tidak baik melamun di tempat seperti ini”, Jin Ki akhirnya mengeluarkan suaranya. Ia duduk di tepi tempat tidur yang berlawanan dengan arah tatapan Soo Jin. Soo Jin yang akhirnya menyadari seseorang telah mengusiknya mengerjapkan matanya pelan dan menoleh ke sumber suara. Ia menatap Jin Ki yang tengah tersenyum tulus padanya, senyum yang sudah lama tidak dilihatnya. Senyum yang bisa dikatakan dirindukannya.

“Mau apa kau kesini”, tanya Soo Jin datar dengan sorot mata yang tajam.

“Menjenguk istriku tentu saja”, jawab Jin Ki setenang mungkin. Ia mendekatkan posisinya dengan Soo Jin dan hendak membelai rambut wanita itu. Namun tangannya segera ditepis secara kasar oleh Soo Jin.

“I’m not your wife, Sir!”, ucap Soo Jin ketus.

“Soo Jin-ah, kumohon kita bisa…”

“AKU PEMBUNUH! AKU MEMBUNUH BAYI YANG TAK BERDOSA! APA KAU MASIH MAU MENGAKUI ISTRIMU YANG SEORANG PEMBUNUH, HAH?”, sahut Soo Jin setengah teriak. Air matanya mulai menggenangi pelupuk matanya. Badannya bergetar hebat.

Jin Ki merengkuhnya dalam pelukannya. Soo Jin hanya bisa pasrah, ia tidak punya kekuatan untuk melawan. Wanita itu semakin menangis dalam pelukan Jin Ki. Jin Ki membelai kepalanya lembut dan semakin mengeratkan pelukannya. Ia mencoba menenangkan wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.

Soo Jin mengendurkan pelukan Jin Ki. Ia mendorong tubuh Jin Ki dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Ia kemudian menatap ke arah luar lagi tanpa menoleh sedikitpun pada pria yang duduk di dekatnya.

“Go away!”, sahut Soo Jin lirih.

“Soo Jin, aku minta maaf atas semuanya. Aku bisa jelaskan apa…”

“Dan apa aku butuh penjelasan?”, potong Soo Jin. Jin Ki masih menatap istrinya itu lekat.

“Aku memang tidak pantas untukmu”

“Soo Jin, please.. Don’t do this to me”, ucap Jin Ki lirih. Ia menggenggam tangan Soo Jin namun kembali ditepis oleh wanita itu.

“Pergilah dengan wanita itu”

“Soo Jin, kumohon berikan aku kesempatan untuk…”,

“Ceraikan aku, Lee Jin Ki!”, potong Soo Jin cepat. Ia menoleh ke arah Jin Ki yang sejak tadi menatapnya.

“What? It won’t be. Aku tidak bisa, Soo Jin”

“Kenapa? Seharusnya kau senang kan? Sejak awal, pernikahan kita hanya karena orang tua. Dan sekarang, aku juga telah menghilangkan bayiku sendiri. Bukankah kau memang tidak menyukai anak-anak?”, terang Soo Jin lirih. Matanya semakin merah karena menangis. Suaranya pun semakin serak.

“Bisakah kau berhenti mengungkit hal itu. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu, Min Soo Jin”, Jin Ki menyentuh pipi Soo Jin yang berlumuran air mata. Sebelah tangannya menggenggam tangan Soo Jin lembut. Namun Soo Jin tetap menepis semua perlakuan Jin Ki terhadapnya.

“Aku muak mendengar itu, Jin Ki. Kumohon pergilah dari sini. Tinggalkan aku”, pinta Soo Jin. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Soo Jin….”,

“Pengacaraku akan segera mengurus berkas-berkas perceraian kita, Lee Jin Ki”, ujar Soo Jin segera. Mendengar hal itu Jin Ki hanya menatap istrinya nanar. Ia tidak menyangka akan semua hal yang terjadi akibat dari perbuatan cerobohnya.

***

“Hyung, Soo Jin noona baik-baik saja? Kudengar katanya ia masuk rumah sakit ya? Ada apa?”, seru Tae Min saat Jin Ki baru saja merebahkan tubuhnya di sofa ruang tengah dorm SHINee. Min Ho, Jong Hyun dan Key pun ikut mendekati Jin Ki mendengar jawaban atas pertanyaan Tae Min tadi.

“Ia keguguran”, jawab Jin Ki pelan tanpa menoleh pada dongsaeng-dongsaengnya itu. Tae Min terlonjak kaget mendengar jawaban yang dikeluarkan oleh Jin Ki tadi. Begitu juga dengan Jong Hyun. Key hanya dapat menutup mulutnya dengan tangannya refleks. Sedangkan Min Ho yang paling tenang diantara mereka.

“Lalu bagaimana dengan kondisinya, Hyung?”, tanya Min Ho datar.

“Buruk. Sangat buruk kurasa”

“Sudah kuduga akan begini jadinya. Ini semua karena ulahmu. Dasar ayam bodoh. Tidak seharusnya kau berkencan dengan wanita lain di saat istrimu tengah menghadapi masa kehamilannya”, seru Key sambil memukul-mukul lengan Jin Ki dengan sofa bantal yang ada. Tae Min menghalangi perbuatan Key itu dengan menarik semua bantal yang digunakan Key.

“Stop, Key. Tidak seharusnya kau menyalahkannya disaat begini”, ucap Min Ho pelan.

“Cih! Menyalahkan? Dia terlalu salah, Min Ho. Don’t you realize it? Bahkan jika Soo Jin tidak keguguran pun laki-laki ini sudah sangat salah. Kencan dengan wanita lain di saat istri sedang hamil, demi Tuhan kau sangat jahat, Hyung”

“KEY! Berhentilah me….”

“Key benar, Min Ho. Aku terlalu salah”, ujar Jin Ki kemudian. Min Ho, Tae Min dan Jong Hyun menatapnya iba. Sedangkan Key hanya mencibir. “Aku ke kamar dulu. Aku butuh waktu sendiri saat ini”, lanjutnya kemudian berlalu meninggalkan keempat sahabatnya itu.

***

Setelah pembicaraan mereka yang malah melahirkan sebuah perdebatan antara ia dan Key, Jin Ki memilih untuk kembali ke apartmentnya pribadinya saja. Lagipula apartment SHINee dan apartment hanya berada dalam 1 gedung, jadi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai kesana.

Jin Ki mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruang tamu apartment. Sebuah foto terpajang sempurna di salah satu spot yang cukup bagus di ruangan itu. Foto mereka berdua, Jin Ki dan Soo Jin saat mereka menikah. Jin Ki tersenyum tipis memandang foto itu. Saat itu mereka belum saling mengenal, sehingga dapat terlihat jelas bahwa mereka berdua masih sangat canggung satu sama lain. Jin Ki masih menatap foto itu kemudian berkata pelan, “Akankah ini berakhir?”

Entah sudah ke berapa kalinya Jin Ki mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa. Perasaan yang berkecamuk dalam hatinya ternyata mampu mengalahkan rasa lelahnya. Ia menghadapkan badannya ke samping dan menatap bagian tempat tidur yang kosong di sampingnya.

“Aku mencintaimu, dan aku tidak akan mungkin bisa mengabulkan permintaanmu untuk pisah denganku”

“Aku terlalu ceroboh untuk menyia-nyiakanmu. Aku begitu bodoh. Terlalu bodoh. Meninggalkanmu bahkan berbohong kepadamu hanya karena wanita lain”

“Bisakah kebodohanku ini termaafkan?”

***

Jin Ki menatap nanar pemandangan Kota Seoul yang terbentang luas di hadapannya saat ini. Langit masih agak gelap. Matahari seolah-olah masih malu untuk menampakkan dirinya. Yaa, ini memang masih terlalu dini bagi sang matahari untuk memamerkan keindahan dan kehangatannya. Hanya ada suara kicauan burung yang menghiasi pagi itu. Bau basah yang khas serta suasana dingin yang sedikit menusuk kulit menemani seorang pria muda. Jin Ki.

Ia mendesah dan menatap jam tangannya pelan. Pukul 5 pagi. Sudah hampir sejam lebih ia berdiri disitu. Rupanya matanya tidak bisa diajak berkompromi. Semalam ia nyaris terjaga sepanjang waktu. Perasaan bersalah masih saja menyelimuti dirinya.

Ia mengambil ponsel dari saku celananya dan mendial sebuah nomor.

“Maaf mengganggu, Hyung. Kumohon semua scheduleku hari ini di cancel saja. Ada urusan yang lebih penting. Gamsahae”

***

Jin Ki melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju Rumah Sakit Internasional Seoul. Seong Rin mengirimkan sebuah pesan singkat kepadanya yang berisikan bahwa hari ini Soo Jin akan keluar dari rumah sakit dan akan segera menurus perceraian mereka. Jalanan memang masih sepi, kendaraan yang lalu-lalang masih sangat sedikit. Perjalanan dari apartment ke rumah sakit membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam. Jin Ki semakin menambah kecepatan mobilnya demi mencegah perbuatan Soo Jin untuk segera mengurus perceraian mereka. Bahkan Jin Ki juga tidak tahu, kenapa sepagi ini Soo Jin mau keluar dari rumah sakit dan mengurus semuanya.

Di sebuah perempatan yang berjarak 100 meter dari rumah sakit, sebuah hal yang tidak diharapkan akhirnya terjadi. Setelah terhadang lampu merah di traffic light, Jin Ki segera melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Namun tanpa dilihatnya sebuah truk besar berjalan dengan kecepatan yang hampir sama dengannya datang dari arah kirinya, dan kecelakaan pun tak terelakkan. Mobilnya tergeser sejauh 10 meter, tubuhnya terlempar keluar dan terpelanting ke aspal dengan keras. Sebuah ledakan kecil terjadi di mesin bagian depan mobilnya. Dan untung saja, ledakan itu tidak sampai mengenai Jin Ki yang telah terlempar cukup jauh dari mobilnya. Darah segar mengucur deras dari kepala serta organ-organ lainnya. Ia masih bisa melihat beberapa orang yang berkerumun mengelilinginya dengan ekspresi simpati. Ia bergumam sebentar, ‘Maafkan aku, Soo Jin’. Detik kemudian, ia memejamkan matanya.

***

“Argghhh..”, erang Soo Jin saat memasukkan beberapa helai baju ke dalam kopernya. Ia berencana pulang hari ini dan segera menemui pengacaranya untuk mengurus perceraiannya dengan Lee Jin Ki suaminya.

“Wae geurae?”, tanya Seong Rin yang membantunya menyiapkan barang-barangnya.

“Ada silet di koper ini. Siapa yang menaruhnya? Aiss.. Tanganku berdarah banyak sekali”, ia mengisap darah yang keluar dari jari telunjuk kanannya. Seong Rin mendekatinya dan menyodorkan sebuah plaster obat yang kebetulan dibawanya.

“Thanks”, Soo Jin menerima plaster itu dan menyunggingkan sebuah senyum.

Tiba-tiba ponselnya bergetar menandakan sebuah panggilan masuk. Ia menatapnya sebentar dan segera meletakkan handphonenya kembali ke tempat tidur.

“Siapa? Kenapa tidak kau angkat?”, tanya Seong Rin.

“Laki-laki itu lagi”

“Who? Jin Ki?”, Soo Jin hanya mengangguk pelan. Seong Rin mencibir sebentar dan mengambil handphone Soo Jin yang ada di tempat tidur.

“YYA! WHAT ARE YOU DOING?”, teriak Soo Jin mencegah Seong Rin. Namun terlambat, Seong Rin sudah meraih handphonenya dan menerima telepon dari Jin Ki.

“Soo Jin-ah”, panggil Seong Rin setelah berbicara dengan Jin Ki.

“What’s up? Apa lagi yang dikatakan laki-laki itu?”

“Bukan. Bukan dia. Bukan Jin Ki yang menelepon”, Soo Jin mengerutkan keningnya mendengar pernyataan sahabatnya itu. Ia menunggu hingga Seong Rin melanjutkan kata-katanya.

“Tapi orang yang telah menolongnya”

“Menolongnya?”

“He’s got an accident, Soo Jin. Lukanya parah dan ia dalam keadaan sangat kritis. Ia dilarikan di rumah sakit ini juga”

Soo Jin menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Jarinya yang tadi berdarah kini tidak dirasakan lagi perihnya. Hatinya sekarang jauh lebih perih mendengar kabar yang begitu buruk yang menimpa seseorang yang selalu ada dihatinya. Seseorang yang sebenarnya sulit untuk dilepasnya. Seseorang yang….dicintainya?

***

Soo Jin menelungkupkan tangannya menutupi wajahnya. Ia duduk di depan sebuah ruangan operasi ditemani sahabatnya, Seong Rin. Otaknya penuh. Terlalu banyak masalah yang mengisi otaknya itu. Masalah berserta penyelesaiannya.

“Apa yang harus kulakukan?”, sahut Soo Jin akhirnya dengan suara parau. Seong Rin yang berada di sampingnya membelai lembut punggungnya. Soo Jin kembali menangis.

“Kau benar-benar ingin bercerai dengannya?”, tanya Seong Rin lembut. Soo Jin menggelengkan kepalanya lemah.

“Kalau begitu, jangan bercerai. Ini sudah kedua kalinya kau bersikeras untuk berpisah dengannya. Kumohon untuk kali ini, ikuti kata hatimu, Soo”

“Maaf, apa anda istri Tuan Lee yang sedang dioperasi di dalam”, seorang pria muda tiba-tiba menghampiri dua wanita itu. Soo Jin mengangkat kepalanya perlahan dan menggumam mengiyakan pertanyaan pria tadi.

“Namaku Shin Hye Sung, boss dari pengendara truk yang bertabrakan dengan suami anda”, jelasnya. Soo Jin berdiri menyamakan posisi.

“Aku minta maaf atas semuanya. Kuharap anda tidak salah paham. Mereka bertabrakan, dan bukan karyawanku yang menabrak. Hanya karena perbedaan ukuran antar mobil dan truk sehingga mobil suami anda terlempar”, ujar pria itu dengan ekspresi menyesal yang tersirat di wajahnya.

“Aku mengerti, Pak. Itu memang sebuah kecelakaan murni”

“Aku sudah membayar semua biaya perawatan suami anda, Nyonya. Anggap saja sebagai permintaan maafku”

“Kalau begitu aku permisi. Jika terjadi sesuatu, hubungi aku saja”, ia menyodorkan sebuah kartu nama pada Soo Jin. “Aku yakin suamimu pasti sembuh. Dan..oh ya, ada sesuatu yang dikatakannya sebelum ia tak sadarkan diri. Sebuah permintaan maaf untuk… Soo Jin”

***

“Kecelakaan yang menimpanya membuat beberapa akibat fatal bagi fungsi organ-organnya, terutama bagian kakinya. Ia terancam…lumpuh”, terang sang dokter.

Soo Jin menatap pemandangan miris di hadapannya saat ini. Seorang pria yang terbaring lemah tak berdaya dan terpasang dengan beberapa peralatan medis yang membantu kinerja organ-organnya. Soo Jin memegang tangan pria itu dan menggenggamnya pelan.

“Harusnya hari ini kita bercerai, bodoh. Kenapa kau harus begini?”, ujarnya lemah dan ia kembali menangis. Ia menatap wajah pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu dan membelainya pelan. Ia semakin terisak bahkan suara isak tangisnya mulai membahana ke seluruh sudut kamar rumah sakit itu.

***

A month later..

Sebulan telah berlalu sejak kejadian kecelakaan yang menimpa Jin Ki, dan hingga sekarang ia masih belum sadar dari koma yang dialaminya. Kinerja organ2 dalamnya pun tidak menentu, kadang dapat berfungsi sebagaimana biasanya dan kadang berhenti untuk beberapa saat. Soo Jin, wanita yang berstatus sebagai istrinya masih setia menemani dan merawatnya. Ia bahkan kadang lupa dengan kesehatannya sendiri.

“Noona, kau semakin kurus. Jaga kesehatanmu”, tegur sang magnae Shinee-Taemin saat mereka berempat berkunjung. Kegiatan SHINee tetap berjalan seperti biasa tanpa kehadiran sang leader mereka.

“Jin Ki hyung tidak akan suka kalau ia melihatmu seperti ini”, sambung sang umma, Key.

Soo Jin hanya bisa tertawa renyah mendengar perkataan rekan suaminya itu. Ia menyunggingkan sebuah senyum terima kasih kepada mereka berempat.

“Aku tidak bisa berhenti menyalahkan diriku sendiri”, Soo Jin kembali menitikkan air matanya.

“Stop blame your self, noona. Hyung pasti sembuh. Kami yakin itu!”, sahut Min Ho wibawa.

Soo Jin kembali menggenggam tangan Jin Ki erat. “Sembuhlah! Aku membutuhkanmu. Aku…aku mencintaimu. Saranghae, Lee Jin Ki”

***

EPILOG

“Morning, world”, sapa Soo Jin saat ia membuka pintu menuju balkon apartmentnya. Ia menyentuh pagar pembatas yang masih dingin oleh embun dan memejamkan matanya sejenak menikmati udara pagi yang sangat sayang untuk dilewatkan. Ia membiarkan udara itu masuk melalui hidungnya dan diteruskan menuju paru-paru bahkan sampai di otaknya. Ia ingin membersihkan segala jenis bentuk stres, kejenuhan, kelelahan dan sebagainya yang telah tersarang selama hampir 3 bulan lamanya. Ia merentangkan kedua tangannya dan membiarkan udara pagi yang persediaannya tidak terbatas itu menyelimuti seluruh tubuhnya.

Detik berikutnya ia merasakan tangan lain yang terlingkar pelan di pinggangnya dari arah belakang. Pemilik tangan itu kemudian menyandarkan kepalanya di bahu sebelah kiri Soo Jin. Wanita itu tersenyum dan menurunkan kedua tangannya.

“Kau mengagetkanku, Jin Ki”

“We even more romantic than Jack and Rose in Titanic, right?”, tanya Jin Ki seraya mengecup pelan pipi istrinya. Soo Jin tertawa geli dan melepas pelukan suaminya itu. Ia berbalik sehingga berhadapan dengan Jin Ki. Ia hanya meletakkan tangannya di bahu Jin Ki sedangkan tangan Jin Ki masih terletak di pinggang Soo Jin.

“Kau tahu, kadang aku masih tidak percaya kalau kita masih bisa bertemu…yeah you know, kecelakaan itu bahkan membuatku kehilangan akal sehat”

“Apa kau begitu mengkhawatirkanku, sayang?”, goda Jin Ki.

“YA! Berhenti menggodaku!”

Jin Ki hanya tertawa sedangkan Soo Jin terus berusaha menutupi wajahnya yang semakin memerah. Lelaki itu memutar tubuh istrinya dan kembali mendekapnya dari belakang dengan lebih erat. Aroma parfum yang melekat di tubuh Soo Jin segera tercium oleh Jin Ki. Soo Jin hanya menerima perlakuan suaminya itu dengan pasrah (?????)

“Aku… Minta maaf”, ujar Soo Jin kemudian.

“Mmmmm?? Untuk apa?”

“I have killed our baby”

“Itu bukan kesengajaan, sayang. Itu sudah takdir dari Tuhan”, hibur Jin Ki. Ia membelai lembut rambut istrinya itu.

“Lagipula, kita masih bisa membuatnya kan?”

Soo Jin memiringkan kepalanya hingga ia bisa melihat wajah Jin Ki. Ia mengerutkan keningnya, “What do you mean?”

“Let’s do it, honey”

“Ya! Kau mau apa?”, tegur Soo Jin. Jin Ki mengangkat istrinya itu dan menggendongnya. Ia hanya tersenyum sumringah menanggapi teriakan-teriakan Soo Jin yang menyuruhnya untuk menurunkannya.

“Be silent, baby. Let’s have fun”, goda Jin Ki lagi. Soo Jin tersenyum malu dan mengalungkan kedua tangannya di leher Jin Ki.

***

3 year later….

(Soo Jin POV)

“YA! Jin Eunniiee, pelan-pelan saja makan biskuitnya sayang”, teriakku dari arah dapur seraya memotong wortel sebagai tambahan pada masakanku. Jin Eun kutinggal sendirian di ruang makan dengan beberapa potong biskuit di depan mejanya.

“Ayhayha yha yha laaaaa…”, seru anak itu diselingi tawanya yang khas. Setelah menyelesaikan masakanku, aku segera menghampiri anak perempuan itu.

“Hey, Mom is comiiinnnggggggg~ bagaimana biskuitnya sa… OMO.. Kau makan apa, Jin Eunniiee?”, ujarku sedikit panik. Tiba-tiba saja biskuit bayi yang tadi kuberikan padanya kini berubah menjadi sebuah kotak makanan yang berisikan ayam goreng tanpa tulang di dalamnya.

“Aigoo~ kau belum boleh makan ini sayang. Ini masih terlalu keras untuk kau kunyah”

“Cyahcyahhhnyayayayaa.. Umma umma poapoppaaa..”, celetuknya dengan ekspresi yang sungguh menggemaskan. Aku membelai pelan pipinya dan tersenyum padanya.

“Kenapa kalian berdua begitu mirip, he? Bahkan kalian sama-sama suka ayam? Astagaaaaa”

“Kalau kami tidak mirip, berarti kami bukan ayah dan anak kan?”, sahut sebuah suara dari arah belakangku. Jin Ki.

“Appaaa.. Appapapapappaaaa..”, teriak Jin Eun semangat.

“Hey, Jin Eunniiee. Kau suka ayamnya kan? Aigooo anak appa lucu sekali”, Jin Ki menggendong Jin Eun sambil sesekali menggelitik perutnya sehingga kembali menimbulkan tawa khas dari anak perempuan itu.

“Lihat eommamu, Jin Eunniiee. Ia masih tidak percaya kalau appa ada disini”, sahut Jin Ki pada Jin Eun. Anak perempuan itu hanya bergelayut manja pada ayahnya.

“Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau akan pulang?”, tanyaku. Jin Ki berjalan mendekatiku dan mengecup keningku pelan.

“Kegiatan SHINee baru selesai tadi malam. Dan aku sudah sangat rindu pada kau dan Jin Eun, makanya aku minta pulang duluan. Yang lain masih ingin tinggal berlibur katanya”, terang Jin Ki. Jin Eun kembali bergelayut manja di pelukan Jin Ki dan mengeluarkan celoteh-celotehnya.

“Kau mau main, Jin Eunniee? Okee. Ayo kita main barbie”, Jin Ki mengangkat tubuh Jin Eun tinggi-tinggi dan sekali lagi anak itu hanya tertawa menerima perlakuan ayahnya.

Anak itu, Lee Jin Eun, adalah anakku dan Jin Ki. Usianya baru menginjak 2 tahun. Entahlah. Aku juga tidak bisa menyimpulkan semua yang kualami ini terlalu cepat atau malah sebaliknya. Sebuah pernikahan yang terkesan terpaksa, kehamilanku, keguguranku, kecelakaan Jin Ki yang nyaris membuatku gila, hingga sekarang si kecil Jin Eun telah menjadi buah cintaku dan pria bermata sipit itu. Meski terkadang aku masih trauma dengan memiliki seorang bayi, mengingat aku pernah mengalami keguguran, tapi Jin Ki selalu berusaha menjadi suami yang baik untukku. Support serta sugesti-sugesti positifnya terus tertuju padaku. Meski ia sibuk dengan dunia kerja yang ia jalani, tapi ia tetap tidak pernah lupa dengan kehadiranku dalam hidupnya.

Pernikahan kami pun lambat-laun akhirnya diterima oleh publik, terutama para fangirl. Awalnya, kontroversi dari penyebarluasan kabar ini tidak terelakkan. Namun seiring berjalannya waktu, semua itu dapat teratasi dengan baik. Aku resmi menjadi seorang istri dari Lee Jin Ki (Onew SHINee). Dan inilah hidupku bersama keluarga kecilku.

END…

*solat tobat (?)*

ALHAMDULILLAHHHHHH..

Ga nyangka bisa juga kelar nih fanfic. wahahahahaa *ngakak kesetanan*

Big sorry for all readers m(__)m *bow* maaf udah dua bulan fanfic ini ketunda. Ga jelas juga sih alesannya😀 saking banyaknya alesan, jadi saya diem aja deh *ditimpuk pake ulekan*

Also big thanks buat semua yang udah support rilisnya (?) fanfic ini *berasa kayak udah sutradarain pilem aja*

Buat Jin Ki suamiku, makasih udah bersedia jadi tokoh disini tanpa bayaran *APAAN INIIII??????*

Buat readers setia WGB yang dari kemaren2 udah pada nanyain. Hihihihii maap yah beibeh baru sempet.

Buat adekku, Orin a.k.a Park SeongRin, makasih udah kasih nama buat anakku ma Jinki. Ahihihihiii😀

Buat semua admin di blog, makasih juga *ga tau juga sih makasih buat apa* Hahahahahaa..

Okedeh sekian. FF Scandal masih pending –a Doaian cepet kelar 8D

Please appreciate this FF by comment or like it. kamsahamnida ^^

Love you all, LoReSSSFics ^^

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Posted on 20 Mei 2011, in Mithaa Charinyoung, SHINee Fanfiction and tagged , . Bookmark the permalink. 39 Komentar.

  1. Lama bgt lanjutannya hhu kirain onyu bakal mati terus sad ending taunya nggak. Nice FF author ditunggu lanjutannya yaaaaa😀

  2. Akhirnya, setelah penantian panjang.
    puas sama endingnya.
    Jadi penantian pun tak sia sia.
    Good job thor…

  3. nyahahaha~ akhirnya keluar juga sambungannya~ kukira tadi endnya bakalan sad,soalnya si soo jin minta cerai ampe segitunya,ehh pas lagi kayak gitu,si ayam tabrakan T.T
    jadi tadi(?) awalnya sempet ngira-ngira,paling nggak onewnya cacad,atau meninggal *plakk*
    eh ternyata oh ternyata,kisah ini ditutup oleh akhir yg bahagia~ seneng(?) dehh😀

  4. akhirnya… ff ni tamat jugaaa,,, wahh good job buat author ^^

  5. End? Whoaaa, masih pengen baca ff ini lg..
    Akhirnya mereka hidup bahagia.. Yeey!
    Itu Key omma ngeri ngomel2, untung Jinki-nya kagak ikutan emosi..

  6. huaaa,,,,😀
    muncul jg ini epep thor saya mnantikah lho??
    *kgak ada yg nanya,,,wkwk

    eyeyeyeye,,,🙂
    sneng’ny g jd cerai,,,,

    jinki koma’ny lma bngt yax 1bln,,,
    yg pnting happy ending+d’tmbah aegya yg luchu kyak appa’ny lee jinki,,,😉
    sukaaaaaaaaa,,,,

  7. daebak
    akhir’a happy ending juga . .
    nice ff author🙂

  8. Ak suka bnget sm ff in ^^
    maf bru komen skrng soalnya ak reader bru d sni *ApaHubungannyCoba*
    komen ku skrng mewakili chapter-chapter yg lain aj yaa..
    Intinya ak suka sm ceritanya .
    ~nice ff~
    ditunggu karya2 selanjutnya🙂

  9. Akhirnya port juga. . . . .suka bgd ma ending nya,,,

    hadeuh. . .jadi pengen punya baby juga . . .

    oppa,,,,,

  10. noviantisitorus

    omooo akhirnya ada jugaaa😀
    Happy ending😀

  11. sadiyatuz zahra

    wahh ffnya bagus oennie, keren, awal sedih, akhir bahagia
    hahahha

    lanjut bikin ff onew nya yaaa

  12. aaah seeruu! Eonn SCANDAL nya dong ih sebel aku udah nunggu tp gak nongol ayo dong. Pkok’y author daebak!

  13. Huahhh, akhirnya nongol juga tuh ayam setelah ga keluar”🙂 chingu lama bgt nih post’a *ngambek* eh cepet terusin yg scandal, dan aku akan mencoba membaca yg scandal🙂

  14. Wow ending juga and happy… Dlu komen d grup skrg d blog…

  15. Waah, aku baca ff ini dr part smpe part ini (end)
    jjur baca’a aku smpt nangis lho author.. pas soo Jin’a keguguran, apalagi itu gara2 liat onew jln br 2 sma cwek lain…
    aishh, cii ayam jahat !! #dicincang onew
    tp aku seneng sama ending’a ^^
    akhir’a happy ending, mereka hdp bahagia dh…
    keren thor^^

  16. Wow!😄
    Luckily, Jinki tdk apa2~🙂
    Nice ending! ^^

  17. missnandaa 최민호

    Kyaaaa, author ini demi romantis banget, daebak~!!
    *jambak rambut onew* /PLAK

  18. aku reader baru di blog ini, pertama kali aku baca ff ini. waaa sukaaa bgt alur ceritanya^^

  19. numpang promosi ya chingudeul..

    Kami sedang mengadakan kontes ff dgn tema “TASTE OF LOVE”.. Hadiahnya berupa :
    Pemenang I : Album bias peserta + Poster + Paket aksesoris + Strap HP + Kaos bias peserta
    Pemenang II : Album bias peserta + Poster + Paket aksesoris + Strap HP
    Pemenang III : Album bias peserta + Poster + Paket aksesoris

    Untuk info lebih lengkapnya silakan kunjungi http://fflovers.wordpress.com/, atau follow @fanficlovers, atau like page kami “Fanfiction Lovers”

    Ohh iyaa.. ada juga FF tentang Kyuhyun juga loh.. dijamin seru ceritanya.. search aja ‘evil couple’.. xD

    Gomawoo..😀

  20. Waa telat baca
    huaaaa T.T sumpah deh sempet nangis pas onew kecelakaan. Tapi akhirnya malah senyum2 sendiri pas onew ngajak jin eun main barbie haha
    eh, aku masih penasaran kok onew bisa sembuh ya?
    Author DAEBAK lah pokonya! aku suka banget sama ffnya. Beribu ribu jempol buat author🙂

  21. bru sempet bacaaa……..
    daebak….
    kerennn keren kerennn…..
    Jinki oppa, soo jin eonni kan udah oppa akuinn sebagai istri oppa…
    aku kapaann???? #PlaakkkK#

  22. aigoo~~ akhirnya di post jga!! huwaaa… terharu aku bcax thor!! untung aja happy end!! itu si jin eun ketularan appanya penggemar ayam ckckck… pas bagian key marah2 jdi kasian deh bayangin mukax si jinki(?) daebak thor!! =)

  23. wahahha:D akhrnya happy end jga😀 >,< aku kira onew nya lumpuh bneran.. untung engga,, tau2 sembuh aja😄 kata "cinta" itu ajaib ya XDD
    asikk dah c mitha eonn,, skarang lanjutin Scandal yaa eonn :3

  24. ni ff udah lama bgt baru ada lanjutan y lg, aku sempet lupa. . . .
    Untung ngak jd cerai n aku kira onew y bakal mati tau y happy ending

  25. akhr x end jga ni ff. mian ru k0men d part trakhr. ai9o . . . d sni krasa bgt keegoisan d pernkhn. untng az jinki x mau ngerti jd so0 jin lu2h jg hti x. hapy end. daebk! aq ska bgt ff x. terus brkry, fighting!

  26. Bagus bgt….
    aku suka ending’ny….
    so sweet=D

  27. happy ending..
    Yeaahhh..
    *plokk…plokkk…plokkk…*

    Nice FF author..😀

  28. woaaa… aku udah nunggu-nunggu FF ini dari kapan taun yah? akhirnya baca jugaaa ><
    dulu aq bacanya yg di fb.. cuma part ini aja yg baca di sini.. Fb skrg rada eror ya? kok aq ga pernah dapet PM dr sssfindo ya? ._.
    oke dah komen ceritanya sekarangg..
    aku suka banget sama WGB. td sempet sedih banget waktu Jinki kecelakaan, apalagi pas Soojin ga sengaja kena silet itu lhoo..
    aku kira Jinki bakal lumpuh, ternyata kembali seperti semula.. seneng deh akhirnya happy end..
    good job!
    nice FF :))
    yg scandal ditunggu ya🙂

  29. wow…
    akhirnya tamat jg…
    critanya bgus deh, wlaupun d last chapternya kurang panjang, tp bgus deh sumpah…
    hehehe
    ditunggu ff lainnya y chingu…

  30. SO SWEE5T!!!!>.<,
    qrain mreka bkl cerai,,untungx gg…:D
    huwaa,,pengen liat anaknya mreka..hehe
    daebak!!minta sequel dongg..hehe

  31. aku ketinggalan bgt >.<
    hhuhuhu

    keren keren

  32. omoooooonaaaaaaaaaaaa!!!!
    aku baru baca..>.<

    aku kasih berpuluh2 jempol bwt author.! belum tentu aku bisa bikin cerita begini. Daebak author!!!😀

  33. Huwaaaah! Jjang! Daebak thor! (≧ω≦)/
    Maap ya saya baru komen sekarang, abis mau baca dr awal smp akhir dulu sih kkk :p

    Aaaah :’) akhirnya terbentuklah keluarga yg bahagia ^o^ nice ff!

    Buat dong sequelnya/after story~ *ngarep*

    Buat juga FF NC (!?) Onew (lagi) dong thor 8D hihihihihihi /dor

    Like it! ^o^v

  34. wuahhhh, baru dibaca sekarang ==
    tau gak mitha unn, saeng nunggunya ampe lumutan *??*
    wahhh, akhirnya happy ending😄
    aku suka unn, itu adegan pas jinki angkat2 si soo jin😄 ahhahaha
    jinki romantis amat yak unn😄

  35. hehehe, yaampun thor awal bc pdhl uda mw nyiapin comentar protes, kenapa soo jin bnran kguguran, knpa jinki kecelakaan, n knp mrka hampir bercerai??
    Hehehee,,, but, finally i really like this fanfic..
    Soo good !!🙂

  36. Hiks. . .hiks. . .hiks. . .
    Ntah ni ff yg kbrpa yg dah bkin aq nangs…

    Daebak wat author’a..
    Alur crta’a aq ska n nymbung.
    D jdiin ftv kyk’a kren th..
    #ngimpi.!!
    Wkwkwk
    aq tggu ff slnjt’a.!?

  37. annyeong.. aku reader baru d sini..
    uummm. aku baru baca bagian part ini aja. yg sebelum.a blm aku baca.. hehe..
    nanti deh aq baca..

    keren cerita.a.. onew sangat romantis. aq kira dia bakal lumpuh akibat kcelakaan itu. ternyata engga..

    akhir yg bahagia..

    daebak ff.a thor..

  38. awalnya nyari ff pake keyword “ff nc onew yadong” -_-
    yang keluar ini,biasanya 17+ masih ada yadongannya ._.
    pas dibaca dari part1 dengan malesnya, nunggu adegan “itu” trnyata gak ada, tapi malah nagih sama alur cerita..
    ffnya berhasil buat nangis juga chingu,unni,saeng(?) T.T
    gomawo (?)

  39. Akhirnya selese juga…
    Dan mereka udah punya anak^^
    Pasti unyuuu. Kyaaaaa ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: