(NC-17) With All My Heart – Chapter 3 (Fitting Day)

Preview 01 02 03 04 05

Hari Sabtu, satu-satunya hari dimana aku bisa bangun siang dan seharian bermalas-malasan. Tapi hari ini aku tidak bisa bangun telat karena aku ada janji dengan bridal untuk mengepas gaun pengiring pengantin wanita jadi aku segera bangun dari tempat tidurku. Benar sekali, mom bulan depan akan menikah dengan Kim ahjussi. Dan untuk pengiring pengantin pria, tidak lain Kim Jae Joong karena ia satu-satunya putra Kim ahjussi.

Sudah seminggu berlalu sejak pertemuanku dengannya. Kami belum jadi keluarga, tapi ia sudah membuatku kesal dengan sikapnya yang seperti bos. Aku tidak tahu bagaimana kami bisa hidup dengan akur dalam satu rumah jika ia terus bersikap seperti itu, benar-benar membuatku stres. Aku melihat jam di dinding sambil berjalan kearah pintu, pukul 8. Aku masih punya banyak waktu untuk bersiap-siap. Aku berjalan keluar, kututup pintu kamar di belakangku dan menguap sambil merenggangkan otot-otot tubuhku.

“Omma, aku lap—”

Aku berhenti karena kulihat seseorang memperhatikanku dari sofa. Mataku melebar dan berdiri membeku ditempatku selama beberapa menit sebelum aku kembali masuk ke dalam kamarku. Aku bersandar di belakang pintu, apa yang sedang ia lakukan disini? Aku berjalan menuju cermin untuk melihat penampilanku. Duh! Dari atas sampai bawah, rambutku, piyamaku, semuanya kacau. Kusisir rambutku dengan tangan dan mengikatnya lalu aku berjalan keluar. Ia masih duduk di tempat yang sama ketika ketika aku keluar.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” Dahiku mengerut.

Ia memandangku dan ingin menjawab tapi mom keluar dari dapur dan menjawab pertanyaanku.

“Omma yang memanggil Jae Joong untuk datang kemari. Omma minta bantuannya untuk mengantarmu ke bridal.”

“Tapi kukira kita akan pergi bersama.”

“Ada urusan mendadak jadi Omma harus pergi ke tempat lain. Lagipula, Jae Joong juga hari ini harus mengepas jasnya, jadi kalian bisa pergi bersama.”

“Bisakah kita mengatur ulang pertemuannya?” Aku tidak mau pergi berduaan saja dengannya.

“Kau kan tahu sangat sulit membuat janji dengan bridal ini. Omma percaya Jae Joong punya selera yang bagus, jadi ia akan membantumu memilih model yang cocok.” Mom menatapnya.

“Ye, ahjumma. Aku akan memilihkan gaun terbagus untuknya. Jangan khawatir.” Ia tersenyum pada mom.

Aku mendesah. Aku tidak mungkin mengatakan pada mom kalau aku tidak mau pergi dengannya jadi lebih baik aku pergi mandi. Aku berbalik dan berjalan ke kamar mandi, bisa kudengar Mom menawarkan sarapan padanya. Aku berdoa, berharap hari ini ia tidak membuatku kesal. Ketika aku berjalan ke arah meja makan untuk bergabung setelah selesai berdandan, mereka sedang menertawakan sesuatu.

“—dan ahjumma menariknya keluar. Bisa kau bayangkan betapa kotor dan lengket bajunya sehabis jatuh? Butuh waktu 1 jam untuk membuat baunya hilang dari tubuhnya. Ahjumma pikir ia akan menangis karena kaget tapi ternyata tidak.”

“Aku tidak bisa membayangkan seorang gadis kecil jatuh ke tempat seperti itu.” Ia tertawa.

Aku mengerutkan dahi pada mereka. “Apa yang sedang kalian tertawakan?”

“Omma menceritakan kepada Jae Joong insiden saat kau berumur 11 tahun dan jatuh ke selokan.”

“Omma!” Aku tidak percaya beliau menceritakan hal memalukan seperti itu padanya.

“Tidak apa-apa, Joo Yeon ah. Jae Joong sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga kita. Kita tidak boleh menyimpan rahasia diantara keluarga, benarkan?”

“Tapi tetap saja—”

“Oh iya, omma lupa menelpon gereja. Nikmatilah sarapan kalian berdua.”

Mom sengaja melarikan diri dari pembicaraan. Aku melihat kearah Jae Joong dan bingung dengan sikapnya yang aneh setelah mom meninggalkan kami di ruang makan. Ia tersenyum sendiri sambil menggelengkan kepala kemudian tersenyum kembali. Kusipitkan mataku dan melihatnya dengan curiga, aku rasa aku tahu kenapa ia tersenyum seperti itu.

“Masih menertawakan insiden masa kecilku?”

“Eh? Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu tapi saat aku membayangkan ekspresimu waktu jatuh, aku tidak bisa menahannya. Seluruh kotoran pasti menempel diseluruh tubuhmu mengingat kau masih sangat kecil saat itu.”

“Jadi sangat lucu untukmu? Sesenang itukah?” Kutatap ia dengan sinis.

“Maaf. Baiklah, aku berhenti sekarang. Jadi jam berapa kita berangkat?”

“Sekarang, aku janji pada bridal jam 11.” Aku menjawabnya sambil melihat jam tanganku.

“Okay, kita berangkat sekarang.”

Kami berdua bangkit berdiri dari kursi, kuletakkan piring kotor di bak cucian lalu berjalan ke pintu depan. Kuambil tas ku di sofa dan berseru pada mom, memberitahunya kami berangkat. Beliau berjalan keluar dari kamar dan mengantarkan kami ke pintu depan.

“Berhati-hatilah dan Jae Joong ah, karena Joo Yeon memiliki selera yang buruk terhadap mode jadi ahjumma percayakan padamu untuk membantunya memilih gaun yang terbaik.” Ia tersenyum padanya.

Aku cemberut. “Omma! Bagaimana bisa berkata seperti itu mengenai anakmu sendiri?”

Jae Joong tertawa. “Ye, ahjumma. Jangan khawatir, aku akan mengurusnya. Kami berangkat sekarang.”

Butuh waktu 45 menit perjalanan dari apartemen sampai ke bridal. Bridal ini adalah yang terpopuler diantara yang lain saat ini. Mereka terkenal karena desain gaunnya yang sederhana tapi tetap elegan, baik untuk gaun pengantin maupun gaun yang lain. Mereka selalu meluncurkan model terbaru setiap bulan jadi para pelanggan tidak pernah merasa bosan dengan model yang sama. Karena itulah bridal ini menjadi toko yang paling digemari di Korea. Aku merasa sangat beruntung karena aku bisa memakai model terbaru mereka.

Berjalan memasuki toko, kami disambut oleh staf di meja depan dan ia bertanya nama kami. Setelah memeriksa di komputer, ia memanggil 2 orang staf untuk mengantar kami ke ruang pamer. Karena jas Jae Joong dibuat berdasarkan pesanan dan ia sudah pernah diukur sebelumnya, jadi ia hanya perlu melihat sekali lagi apakah ukurannya sudah pas. Para staf bertanya apakah ia mau ikut ke ruang pamer. Kami menjawab dalam waktu bersamaan.

“Tidak.”

“Ya. Aku akan menemaninya ke ruang pamer. Jas ku bisa menunggu.”

Kuberi ia tatapan sengit tapi ia tidak perduli, ia tidak bergeming sedikitpun. Aku menarik napas dalam-dalam. Berhubung ini tempat umum, aku tidak mau sampai ada adegan yang bisa menarik perhatian orang-orang. Aku merasa terganggu dengan kepatuhannya pada perintah mom. Aku berjalan ke dalam ruang pamer, ingin berpura-pura seolah ia tidak ada tapi tidak bisa karena setiap kali aku memilih sebuah gaun ia akan langsung berkata tidak setelah melihatnya dan menyuruh mereka menyimpannya kembali.

“Jika kau terus menerus seperti ini, aku tidak akan pernah bisa mencoba satu gaun pun sampai malam. Bisakah kau duduk di sofa dan biarkan aku memilih? Kau bisa berkomentar setelah aku keluar dari ruang ganti, bagaimana?”

“Baiklah, tapi aku beri 3 kali kesempatan padamu untuk menunjukkan gaun pilihanmu dan jika aku tidak menyukainya, kau harus memakai gaun apapun yang kupilihkan untukmu. Setuju?”

Aku merenungkan tawarannya, aku tidak tahu apakah ini kesepakatan yang bagus atau tidak. Tapi karena aku sudah letih dengan campur tangannya, aku setuju.

“Baiklah.”

Ia langsung bergegas duduk di sofa yang berhadapan dengan ruang ganti dan menunggu sambil membaca majalah. Aku bernapas lega, akhirnya aku bisa memilih gaun dengan tenang. Para staf membawa 3 gaun pilihanku ke ruang ganti dan membantuku memakainya.

Gaun yang pertama terbuat dari satin dengan model satu bahu dikombinasikan dengan bahan sifon dibagian luarnya. Aku melihatnya seperti model pakaian Yunani jaman dahulu, gaun panjang semata kaki tanpa hiasan apapun kecuali dibagian bahu yang ditambahkan bros dihiasi Swarovski. Warnanya putih dan tidak ada potongan sedikitpun, benar-benar lurus mulai dari atas sampai bawah. Aku rasa model seperti ini lebih cocok dikenakan oleh wanita hamil tapi aku tak perduli. Pegawai toko memberikan aku gelang yang sesuai dengan gaun ini lalu mereka membuka tirai ruang ganti. Aku membalikkan badan, ia melihatku dari ujung kepala sampai ujung kaki kemudian menggelengkan kepala.

“Tidak bagus, gaun ini tidak ada potongannya dan itu membuat tubuhmu terlihat lebih besar. Ganti.”

Gaun kedua terbuat dari sifon. Gaun pendek selutut tanpa tali berwarna beige dengan sedikit hiasan dibagian pinggang yang dihiasi manik-manik warna warni, tersebar disekeliling pinggang. Bahan sifon membuat gaun ini terasa ringan. Aku melihat penampilanku di cermin, aku merasa seperti anak remaja yang hendak pergi ke pesta perpisahan sekolah. Pegawai toko kemudian memasangkan kalung dileherku dan membuka tirai untuk kedua kalinya. Aku berputar menghadapnya dan ia terlihat kaget.

“Pilihan yang buruk. Memangnya kau pikir kau mau kemana? Ke pesta perpisahan sekolah? Ini adalah pernikahan dan gaun itu tidak sesuai dengan umurmu. Ganti.”

Gaun ketiga terbuat dari satin juga tapi kali ini dikombinasikan dengan brukat. Model bagian atas seperti cheongsam, brukatnya menutupi bagian bahu dan bahan satinnya mulai dari bagian dada hingga ke mata kaki kemudian di bagian belakang dipotong sekitar 30 cm untuk memudahkan berjalan. Gaun ini memiliki potongan yang pas dibadanku. Tidak ada pernak-pernikahan yang ditambahkan di gaun ini, hanya 3 kancing model cina ditambahkan. Dua dibagian kiri atas dan satu lagi dibagian leher, hanya agar terlihat seperti model pakaian cina. Gaun ini berwarna putih gading dan aku menyukainya, gaun ini berbeda dari yang lainnya. Pegawai toko membuka tirai untuk kesekian kalinya. Aku menarik napas dalam-dalam sebelum berputar, ia melihatku dari atas hingga bawah.

“Ini bukan pernikahan dengan konsep cina tapi pernikahan dengan konsep barat.”

“Tapi aku menyukainya, gaun ini unik dan berbeda dari yang lain. Lagipula, tak akan ada yang menyadarinya.”

“Gaun itu tidak cocok dengan konsep pernikahannya. Kurasa kau sudah menggunakan semua kesempatan yang kuberikan. Sekarang saatnya untuk memakai apa yang kupilihkan untukmu dan kau tidak bisa menolak. Ingat, kita punya kesepakatan.”

“Kau menolak semua gaunku dengan sengaja.”

“Jika aku bilang tidak bagus maka memang tidak bagus. Aku tidak pernah mengatakan sesuatu yang bagus itu jelek atau sebaliknya.”

*****

Aku menggelengkan kepala tidak percaya, bagaimana ia bisa memilih gaun-gaun itu? Aku tidak keberatan dengan gaun yang terakhir tapi tidak dengan dua gaun yang pertama, mereka terlihat buruk sekali sewaktu dipakai. Ia memang memiliki selera yang buruk soal mode, tidak heran ibunya memintaku untuk menemaninya kesini. Jika ia memilih sendiri gaunnya, itu hanya akan membawa bencana di pernikahan nanti. Alasan aku menolak gaun yang terkakhir karena modelnya tidak sesuai dengan konsep pernikahan nanti.

Aku sudah memilihkannya sebuah gaun dan dengan keyakinan bahwa ia akan memakainya, aku pergi ke ruangan yang lain untuk mengambil jas ku dan mencobanya. Potongannya sudah pas dan tidak ada yang perlu diubah lagi. Dari segi model, terlihat seperti jas hitam biasa hanya bahannya terbuat dari sutera dan aku menambahkan rompi dibagian dalam. Aku meminta dibuatkan dasi kupu-kupu. Aku berjalan kembali ke ruang ganti Joo Yeon tapi ia masih belum selesai. Aku duduk kembali di sofa sambil menunggu ia keluar. Tak berapa lama kemudian, tirai dihadapanku terbuka dan ia berputar menghadapku.

Ini adalah gaun terbaik yang pernah kulihat, aku tak menyangka kalau gaun ini akan terlihat bagus dipakainya. Potongannya memperjelas lekuk tubuhnya tidak seperti gaun-gaun yang ia pilih. Gaun ini terbuat dari sutera yang panjangnya hingga menutupi kaki dan sedikit memanjang dibagian belakang. Dibagian depan dipotong berbentuk v hingga mencapai garis dada atas dan bagian punggungnya terbuka hingga batas pinggang. Ada manik-manik berwarna keemasan disekeliling garis bawah dada. Aku meminta pegawai toko untuk mengambil gelang berlian dari pajangan dan memasangkan di pergelangan tangannya. Aku berdiri dan melihatnya.

“Sempurna, ahjumma pasti senang jika beliau melihatmu seperti ini.”

“Tapi kurasa gaun ini terlalu terbuka. Aku lebih suka gaun yang sebelumnya.” Ia mengernyit.

“Itu hanya perasaanmu saja. Kau akan lihat banyak wanita yang mengenakan gaun terbuka seperti ini.”

Aku melangkah naik ke ruang ganti dan memutarnya, kupaksa ia untuk melihat dirinya sendiri di cermin.

“Lihat, ini terlihat lebih bagus dibandingkan gaun-gaunmu sebelumnya. Walaupun terlihat sederhana tapi gaun ini terlihat lebih elegan dibandingkan yang tiga sebelumnya.”

Ia tidak mengatakan apapun, hanya menatap ke cermin dan memperhatikan gaunnya. Kemudian salah satu pegawai toko memanggil namaku, aku menoleh.

“Permisi tuan. Bisakah saya mengambil foto anda berdua? Anda berdua terlihat sangat menawan dan saya tidak pernah melihat pasangan yang sangat serasi seperti ini.”

“Hanya kami berdua? Baiklah, tidak masalah.” Aku beralih ke Joo Yeon. “Mendekatlah.”

Aku menyuruhnya untuk mendekat ke sisiku tapi ia hanya bergerak sedikit. Masih ada jarak antara tubuh kami.

“Bisakah kalian merapat sedikit lagi?”

“Oh, baiklah.”

Aku meraih pinggangnya dan menariknya mendekat. Ia terlihat kaget dan tidak siap jadi tubuhnya menabrak tubuhku dan ia secara tidak sengaja meletakkan tangannya di dadaku. Sebelum ia sadar untuk menarik tangannya dari dadaku, terdengar suara dari kamera Polaroid. Foto kami sudah jadi, pegawai toko memberikannya padaku. Kami bergaya layaknya pasangan, aku melihat kearahnya dengan tanganku didalam kantong celana dan satunya lagi di pinggangnya dan ia melihat kearahku dengan tangannya di dadaku.

“Kau mau menyimpannya?” Aku bertanya padanya.

“Tidak, untuk apa?” Suaranya terdengar sedikit gemetar.

“Baiklah kalau begitu, aku yang akan menyimpannya.” Aku tersenyum kemudian memberitahu pegawai toko untuk membungkus pakaian kami.

Kami berjalan keluar dari toko sekitar jam 3. Perutku sudah marah karena aku tidak memberi mereka makanan. Aku bertanya padanya apakah ia mau ikut denganku untuk makan siang tapi ia lebih memilih pulang jadi kuantar ia sampai ke apartemen. Aku sedang menuju ke sebuah restoran ketika handphone ku berbunyi.

“Halo.”

“Oppa, sekarang oppa dimana?”

“Oh, Hye Rin ah. Aku sedang dalam perjalanan ke restoran. Kenapa?”

“Kita bertemu disana. Ada hal yang ingin kutanyakan padamu.”

“Baiklah.”

Aku sampai direstoran dalam 10 menit. Masuk kedalam, aku memperhatikan sekeliling, Hye Rin masih belum datang jadi aku duduk dan memesan duluan. Ia datang beberapa menit kemudian, aku melambaikan tanganku ke arahnya. Ia melihat dan bergegas menuju mejaku.

“Oppa, apakah itu benar?”

“Apa? Bisakah kau perjelas?”

“Kim ahjussi akan menikah bulan depan, apakah itu benar?”

“Ah…abuji? Benar, kenapa?”

“Kenapa oppa tidak pernah memberitahukan hal ini padaku? Jika ayahku tidak menyinggung tentang hal ini, aku tidak akan pernah tahu.” Ia cemberut.

“Aku ingin memberitahumu sejak semula tapi selalu lupa. Mianhae.” Aku tersenyum padanya.

“Oppa, bagaimana kau bisa melupakan hal sepenting ini?” Ia melipat tangannya. “Oh ya, bagaimana rupa ahjumma itu?”

“Beliau cantik dan tidak terlihat seperti ibu tiri yang kejam.”

“Dimana ahjussi bertemu dengannya? Apa beliau bekerja di perusahaan juga?”

“Tidak, beliau adalah junior abuji sewaktu kuliah dulu. Mereka bertemu kembali 2 tahun yang lalu sewaktu reuni.”

“Ah, juniornya ahjussi.” Ia mengangguk. “Lalu apakah beliau punya anak?”

“Beliau punya satu orang putri. Kau mengenalnya.”

Ia terlihat kaget. “Hah? Aku mengenalnya? Siapa?”

“Joo Yeon, gadis yang datang bersamamu ke klub minggu lalu.”

Matanya melebar tak percaya. “Joo Yeon? Sekertaris Chun oppa, Seo Joo Yeon?”

“Hm, kenapa memangnya?” Aku bingung dengan reaksi Hye Rin.

“Ia tidak pernah memberitahuku mengenai hal ini.”

“Ini seharusnya menjadi tugasku untuk memberitahumu karena ia merasa tidak berhak.”

“Aku tidak perduli tanggung jawab siapa. Kami bertemu hampir setiap hari dikantor dan ia tidak pernah menyinggung sedikitpun.” Hye Rin terlihat sangat marah.

Aku menaikkan alisku sebelah. “Kenapa reaksimu terhadap berita ini sangat keras? Kau tidak suka dengannya?”

“Aku tidak suka jika orang melihatku seperti idiot yang tidak tahu apapun. Tapi yang paling utama, aku tidak suka dengan kenyataan bahwa oppa akan hidup serumah dengannya.”

“Hey, tidak ada yang melihatmu seperti itu. Lagipula, ia akan menjadi adikku dan kami tinggal dengan orangtua jadi bukan hanya kami berdua.”

“Tetap saja aku tidak suka.”

Aku mengambil napas dalam-dalam, tampaknya Hye Rin benar-benar menganggap serius posisinya sebagai tunanganku. Ia khawatir kalau aku akan memiliki perasaan pada Joo Yeon karena kami tinggal serumah. Lagipula, bagaimana mungkin aku jatuh cinta dengan adik tiriku? Dad akan membunuhku terlebih dahulu kalau sampai hal itu terjadi. Beberapa jam selanjutnya, aku sibuk menenangkan Hye Rin dan berkata padanya bahwa semua akan baik-baik saja, tidak ada yang akan berubah. Aku mengantarnya sampai ke mobilnya, setelah itu aku mengambil mobilku dan pulang kerumah.

Posted on 23 Mei 2011, in AUTHOR and tagged , . Bookmark the permalink. 22 Komentar.

  1. ckckck… si hyerin cemburuan deh!! >< bkalan akur g itu si jaejoong ama jooyeon??? hmm… penasaran next part cepet di post ya thor???😉

  2. Hahaha milih gaun dicela semua -_- lanjutannya ditunggu ya authooooor

  3. yg d tnggu2 akhir’a dipublish jg lnjtn’a…

    tambah penasaran aj nih sama klnjtn crta’a, kira2 nnti jae suka ga sama Jooyeon? thor jgn lama2 y lnjtn’a…

    ditunggu c:

  4. Blum serumah aja udah gk akur ,gimana kalo serumah . . .wah . . .kyanya akan sperti anjing dan kucing , ,

  5. Waw lanjouttttttt..

  6. si hye rin vawel banget yaaahhh:/

  7. Q lupa crita part sblm.na atau Q emg blm bca part sblm.na ea ?

    Tp yg part ini seru jg . Ada kmgkinan skitar 45% mrk berdua bkal saling suka . Haha ,

  8. hisss,,,,itu si hye rin tipikal anak manja yg cemburuan bgt sih
    gimana nih kelanjutan hub jae ma joo yoen makin seru aja liat mereka,,
    stiap ada bagian jae ma joo yoen selalu bkin deg2an wkt baca🙂

    dtggu next partnya y,,,,

  9. yah masa tbc-nya dibagian situ…padahal lagi seru-serunya tuh…

    Aku gak suka nih sama sifatnya hyerin,aneh,kekanak2an,terlalu manja…

    Lanjutannya jangan lama2 ya thor..oh promosi blog nih kunjungin http://mundongkyu2326.wordpress.com gomawo

  10. ini ff yg aku tunggu2, udah lama br nongol. . . .
    Lanjutan y jgn lama2 dong author, penasaran bgt gmn cerita lanjutan y soal y jaepa ma jooyeon y masi biasa2 ja sikap y n aku dapet bgt bayangan jooyoen pake gaun yg d pilihin jaepa wow. . .

  11. missnandaa 최민호

    Lanjutanny cepat ya thor, penasaran…😄
    Ah itu, jooyeon aq ngbygn jooyeon eonni AS, sm jae oppa cocok deh, yeppo😀
    hye rin ah rese nih, jauh2 deh jae oppa bkal sm jooyeon ko,wkwkwkwk *dbakar hye rin*

  12. Daebak !!
    Aku bru nydr, trnyta kalau pov cwe ma cwo th hrus.y bda ..
    Keliatn bgt kalau pov cwe pasti perasaan.y ga karuan gtu, deg2an, malu, dkk . .
    Tp kalau pov cwo emng cuek *tp g tau jg sh, aku kn cwe..hehe

    bgus bgus.. Trusin ya..

  13. Lanjut yg cepet jangan bwt aku penasaran ya thor heheihe

  14. Ada yg salah ko ga ada lanjutanya lagi?
    Jiiiiaaaaa masa TBC lg T-T
    padahal lg asik2 tuh bacanya.
    Lanjutanya di tunggu

  15. masih asik baca sampe ga sangka udah tbc ^^
    di tunggu lanjutannya~

  16. Huaaa…. Nice ff. Kereen ahh. Penasaran sama lanjutanny author. Cepat2 di publish yyah. Gaag sabaar,,

  17. Keren FFnya.. Lanjut author. Pendeskripsian gaunnya jelas, kebayang bgt! cantik bgt pasti c joo yeon. Tpi masih cuek. Pnasaran gmn tar klo mreka jd sodara.
    Lanjuuuuttt..

  18. Donghae's Queen

    Ayooo next part lanjuuuut..
    Keren ceritanya!

  19. Hye rin mah ngerecokin aj,manja n nyebelin..T_T..aq pnsrn crt slnjutx,,,sy suka FFx,,konflikx g kebayg ntr gmn,bkin pnsrn.

  1. Ping-balik: (NC-17) With All My Heart (Preview) « SHINee Super Shinki FF Indo

  2. Ping-balik: (NC-17) With All My Heart – Chapter 2 (We Meet Again) « SHINee Super Shinki FF Indo

  3. Ping-balik: (NC-17) With All My Heart – Chapter 5 (New Home) « ミ SHINee Super Shinki FF Indo ♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: