[FF/1S/PG-16] I Want You back

Title : I Want You back

Author : Mithaa Charinyoung a.k.a Min SooJin @S3FFIndo

Length : Oneshot (1S)

Genre : Romantic

Rating : PG-16

Cast :

Kim Ki Bum (Key-SHINee)

Song Seung Hee (or YOU-readers)

Damn! Aku tidak bisa berkonsentrasi penuh dengan mata kuliah yang sedang kuikuti sekarang. Pikiranku melayang. Ditambah dosen yang menjelaskan di hadapanku ini hanya mngeluarkan suara dengan volume paling minimum, bisa kuibaratkan dengan suara kentut anak kucing.

Kuedarkan pandangan ke sekelilingku dan melihat semua teman kelasku, mereka memperhatikan dengan seksama. Shit! Apa cuma aku yang begini?

“Kim Ki Bum, ada masalah?”, dosen menegurku ketika aku sedang menghadap ke belakang.

“Ahh tidak ada songsaenim. Emm aku hanya ingin minta ijin ke toilet sebentar”, ucapku pelan, dan beliau mempersilakanku.

Aku membasuh wajahku dengan air kran. Aku menatap pantulan diriku di depan cermin denan air yang masih menetes dari wajahku. Aku kembali teringat dengannya. Apa aku jahat? Ya, kau memang jahat Key! Ahh, aku kembali teringat padanya.

***

Song Seung Hee, seorang mahasiswi jurusan sastra inggris di universitas yang sama denganku. Tidak ada yang spesial darinya. Penampilannya sederhana, bahkan selera fashionnya buruk. Wajahnya pun tidak begitu cantik  serta tinggi badan yang menyedihkan. Tidak ada alasan baginya untuk menjadi gadis yang terkenal di kampus. Sedangkan aku? Bukannya sok membanggakan diri, tapi aku adalah salah satu bahkan satu-satunya pria yang seluruh penjuru kampus tau *sombong amet lu bang*. Aku juga tidak tau kenapa. Tapi setiap aku tidak sengaja bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi di kampusku, mereka pasti menyapaku dan kenyataannya aku bahkan tidak mengenal mereka. Aku hanya menanggapinya dengan tersenyum. Nah bisa kalian bandingkan status sosialku di kampus yang begitu berbeda dengan Seung Hee? Dan 2 minggu lalu, kami resmi menjadi sepasang kekasih. Sulit dipercaya, tapi itulah kenyataannya.

Proses jadian kami sebenarnya terlalu diluar dugaan. Ia yang menembakku. Memalukan bukan?

***

[FLASHBACK MODE : ON]

Pagi itu aku hendak mengambil beberapa buku yang telah kusimpan sebelumnya di lokerku. Ketika aku membukanya, aku mendapatkannya lagi. Sebuah surat, kali ini menggunakan amplop berwarna ungu muda. Bisa kutebak, surat ini pasti darinya, Song Seung Hee. Dan benar saja, untuk keberapa kalinya ia kembali mengirimiku surat, Surat Cinta!

Aku membaca setiap kata yang dituliskannya. Meski tidak begitu mengerti dengan tatanan bahasa tapi aku tau makna dari setiap kata-kata yng dituliskannya. Ia mencoba mengungkapkan perasaanya pada seseorang. Apa kepadaku?

“I LOVE YOU, KEY. WOULD YOU BE MINE?”

Mwo? Ia menembakku? Apa ia sudah gila? Maksudku, ia seorang wanita, dan menembak seorang pria? Crazy girl!

Aku membaca kembali surat itu dan meyakinkan diriku bahwa itu memang sebuah penembakan.

“NEED YOUR ANSWER. AT YARD, AFTER SCHOOL TIME”

Gosh! What the hell is it!

***

Entah sadar atau tidak sadar, aku berjalan menuju tempat yang dituliskan Seung Hee di suratnya. Kebetulan aku sedang kosong mata kuliah, sehingga aku berniat menemuinya. Kuedarkan pandanganku ke seluruh sudut taman kampus, dan ia sedang duduk sendirian di salah satu kursi dekat pohon. Aku menghampirinya. Sekarang jarakku hanya setengah meter darinya namun ia belum juga menyadari kehadiranku. Ia sibuk menunduk kebawah dan hanya menatap ujung sepatunya.

“YES!”, sahutku tiba-tiba. Ia mengangkat kepalanya dan menatapku sejenak. Dapat kulihat ia sedikit shock dengan kehadiranku yang tiba-tiba.

“We’re dating from now on”

***

Sudah seminggu. Ya, aku juga tidak menyadari hubunganku dengan Seung Hee sudah berjalan selama seminggu. Bosan? Entahlah. Tapi jujur, aku menerimanya bukan karena aku suka padanya. Aku hanya kasian pada semua usahanya yang rela mengirimi surat cinta setiap hari di lokerku. Selain itu, aku juga merasa lelah dengan semua wanita di kampusku yang tidak pernah berhenti mengusik kehidupanku. Dan akhirnya, aku memilih untuk menjadikan Seung Hee sebagai kekasihku, setidaknya mereka akan heran dengan seleraku yang tidak begitu bagus dalam memilih wanita. Well, karena Seung Hee bukanlah tipe gadis yang patut untuk dikejar.

Setiap hari ia mendatangi kelasku, baik itu sekedar menyapaku ataupun membawakan bekal makan siangnya untukku. Ia adalah gadis yang baik, bahkan terlalu polos untukku. Aku terkadang  muak dengan segala tingkahnya yang kekanak-kanakan. Memanggilku dengan sebutan ‘oppa’, menggandeng tanganku, berlagak bahwa kami adalah pasangan serasi. Owhh.. Such a damn things!

Aku sengaja meninggalkan kelas segera demi menghindari kedatangannya. Dan aku berhasil. Aku sudah sampai di bawah sebuah pohon, tempat teman-teman klub basketku berkumpul tanpa bertemu dengannya. Sepertinya aku terlalu jahat ya? Ahh masa bodoh.

***

Aku dan teman-temanku berjalan melewati koridor kampus yang sudah lumayan sepi.

“Hei, itu Seung Hee kan?”, salah satu temanku menyenggolku. Aku melihat kearah yang dimaksudkannya. Tepat di pinggir lapangan basket seorang gadis sedang duduk sendirian. Ya, dia Seung Hee. Dia belum pulang?

“Cepat sana dekati dia. Mungkin dia sedang menunggumu”

“Tidak perlu. Aku lelah, mau pulang. Dia bisa pulang sendiri kok”, jawabku seadanya.

“Wah wah wah.. kekasih macam apa kau Key. Mana ada seorang lelaki sejati membiarkan kekasihnya pulang sendirian. Sudahlah, antar dia pulang”, teman-temanku mulai mendorongku untuk mendekati Seung Hee. Cihh! Dasar.

Aku berjalan mendekatinya. Ia masih diam dan hanya menatap ujung sepatunya.

“Kenapa belum pulang?”

Ia mengangkat kepalanya dan menatap kearahku seraya menyunggingkan senyumnya.

“Oppa!”, serunya riang. Aku mendudukkan diriku di sampingnya.

“Aku dari tadi mencarimu”, sahutnya kemudian.

“Seharusnya kau pulang. Ini sudah hampir malam”

“Ah ne. Kurasa aku sudah harus pulang. Aku permisi, oppa”, ia memungut tas dan buku-bukunya dan bergegas berdiri meninggalkanku.

“Hei tunggu”, tegurku dan ia berbalik.

“Biar kuantar kau”

***

Meski aku tidak menyukainya, tapi aku tetap berstatus sebagai kekasihnya kan? Bagaimana pun aku juga harus bertanggung jawab padanya, setidaknya mengantarnya pulang sampai selamat.

“Gomawo oppa”, serunya sesaat setelah turun dari motorku. Aku hanya mengangguk.

“Sampai jumpa besok”, aku mengacak kecil rambutnya. Dan apa  yang terjadi? Ia terlalu senang. Awalnya ia diam, tapi saat aku mulai melajukan motorku, dapat kulihat ia melompat-lompat dan tersenyum sumringah melalui kaca spionku

***

Sapu tangan? So childish. Apa ia kebanyakan membaca komik? Apa ia pikir aku seperti tokoh-tokoh komik yang akan senang jika diberi sapu tangan? Oh come on!

Hari ini ia memberikanku sebuah sapu tangan berwarna biru muda dengan gambar kunci di salah satu ujungnya. Aku hanya terpaksa menerima pemberian gadis itu. Entahlah. Aku tidak ingin melihatnya kecewa setelah ia bersusah payah membuatnya untukku.

Hari ini, entah setan apa yang merasuki dan menguasai seluruh organ tubuhku hingga mau mengajak gadis itu berjalan-jalan. Kencan? Cih, kurasa bukan kata itu yang tepat. Itu terlalu berlebihan. Aku hanya menganggap ini hanya sebuah kegiatan ‘jalan-jalan’ biasa.

Aku mengajaknya ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Korea. Meski hanya ke pusat perbelanjaan, tapi tampaknya ia begitu senang. Senyum di wajahnya bahkan tak pernah pudar. Ckckck!

Bisa kuakui, ia bukan tipe gadis yang shopaholic yang akan meminta kekasihnya untuk membelikan semua barang yang diinginkannya. Ia hanya melihat-lihat barang yang disukainya, memberinya sedikit komentar dan berlalu. Entah ia sungkan padaku atau memang tidak ingin membelinya. Aku mengajaknya ke salah satu butik di pusat perbelanjaan itu. Aku pergi ke bagian busana pria, dan ia ke arah bagian busana wanita. Aku membeli 1 hoodie berwarna putih tulang dengan gambar kunci di tengahnya. Hehehee.. Setelah itu aku menghampiri Seung Hee. Ia sedang melihat-lihat beberapa dress baik yang panjang maupun selutut.

“Kau lihat apa?”, tanyaku saat ia mulai memeriksa setiap dress yang berjejeran disana.

“Oppa, bagaimana menurutmu?”, ia mengeluarkan sebuah dress panjang semata-kaki dengan motif bunga matahari. Oh God! Ternyata selera fashionnya buruk. Aku hanya menyeringai menanggapinya, tapi ia terus menerus memandangi pantulan dirinya di depan sebuah cermin dan tersenyum senang.

Aku berlalu meninggalkannya di depan cermin dan mencarikannya apa yang patut dikenakannya. Dan pilihanku jatuh pada sebuah dress selutut berlengan pendek dengan bahan sifon berwarna putih tulang. Sederhana memang, hanya sebuah dress polos tapi menurutku ini sangat manis. Aku memberikan dress itu padanya dan segera menyuruhnya untuk fitting.

“Bagaimana oppa?”, ia keluar dari ruang fitting baju dan segera berputar di hadapanku.

Aku terdiam. Bahkan nyaris ternganga melihat sosok gadis dihadapanku. Shit! Harus kuakui ia begitu cantik dengan dress pilihanku. Apa pilihanku yang cocok untuknya, atau memang ia yang cantik? Oh Key, pikiran macam apa itu?

“Oppa?”

“Ahh ya. Itu bagus”, ucapku setelah terdiam cukup lama. Aku kemudian mengisyaratkan kepada sang pramuniaga untuk mengambil dress yang saat ini dikenakan oleh Seung Hee dan hoodie yang tadi kupilih. Wait! Tadi hoodieku warna putih tulang kan? Dan dress Seung Hee… sama! Putih tulang. Haisss.. Kenapa bisa kebetulan begini. Kami benar-benar seperti sepasang kekasih yang kekanak-kanakan yang memiliki pakaian dengan warna senada.

***

Hubungan kami berjalan seiring waktu. Meski aku sering bertingkah cuek dan tidak peduli padanya, tapi ia tidak pernah marah padaku. Sesekali malah aku yang memarahinya jika ia mulai melakukan tingkah-tingkah konyol nan polosnya di hadapanku. Jujur, aku sedikit beruntung ia menjadi kekasihku. Ia bukanlah tipe wanita yang selalu menuntut kekasihnya untuk melakukan hal-hal yang disukainya. Cukup dengan menerima segala pemberiannya, ia sudah sangat senang.

Ia kembali datang ke kelasku dengan wajah sumringahnya.

“Oppa….”, serunya dan menghampiri mejaku. Aku hanya mengangkat sedikit kepalaku untuk menandakan bahwa aku menyadari kedatangannya.

“Lihat aku bawa apa… Tadaaaaaa…”, ia menunjukkan kotak bekalnya kepadaku. Beberapa cupcakes berwarna-warni berjejer disana.

“Ini untukmu. Makanlah. Kubuat sendiri loh”

“Ne. Gomawo”, sahutku dingin.

***

Hubunganku berjalan tepat 2 minggu. Dan perasaanku? Masih sama. Tidak berubah, STANDAR. Aku masih tidak merasakan apa-apa padanya. Jangankan mencintainya, untuk menatap matanya saja aku masih merasa risih. Sedangkan dia? Dia begitu mencintaiku. Aku memang tidak tahu apa yang dipikirkannya, tapi setiap aku tidak sengaja menatap matanya, dapat kulihat sebuah ketulusan disana. Ia menyayangiku, sangat! Ia selalu meluangkan waktunya untuk bertemu denganku, membuatkanku hadiah-hadiah kecil buatannya sendiri, dan masih banyak lagi yang tidak bisa kusebutkan. Dan ia masih saja betah menjadi kekasihku sampai sekarang. Kau terlalu polos Seung Hee.

Hari ini aku sangat sibuk. Dosen mata kuliah fisika dasar kembali memberikan tugas-tugas aneh yang harus diselesaikan sekarang juga. Dengan sangat terpaksa, waktu istirahat kami pergunakan hanya untuk menyelesaikan tugas mengerikan ini. Aku dan teman-temanku mulai berkutat dengan tugas masing-masing. Aku berkonsentrasi dengan soal-soal dihadapanku dan mulai mengerjakannya. Setengah jam kemudian, hampir seluruh teman-temanku selesai mengerjakan soal-soal itu. Sedangkan aku masih setengah dari soal-soal itu, dan waktunya tinggal setengah jam lagi. Aku mengebut kerja tugas itu.

“Oppaaaa….”, sahut sebuah suara yang kukenal. Siapa lagi kalau bukan Seung Hee. Aku tidak mempedulikannya. Aku tetap berkutat dengan kertas jawabanku.

“Sibuk yah oppa?”, ia duduk di sampingku. Aku sedikit menoleh padanya dan ternyata ia mengenakan dress yang kubelikan tempo hari.

“Aku sedang sibuk. Jangan ganggu aku”, sahutku dingin tanpa menatapnya. Ia hanya mengeluarkan suara sebagai tanda mengerti.

“Aku membawakanmu makan siang. Kali ini menunya adalah sup ayam. Ini bagus untuk staminamu”

“Ahh oppa, kertasmu yang itu ada coretannya. Sini biar kuhapuskan”, ia mengambil salah satu kertas yang ada di hadapanku.

“Jangan sentuh barang-barangku!”

“Nah, begini lebih bagus. Oppa, aku sudah menghapus coretannya”, serunya.

“Ahh kertas yang itu juga”, ia mulai mengambil kertas yang lain.

Sekarang aku benar-benar tidak bisa berkonsentrasi karena celotehannya. Aku menoleh padanya dan merampas kertas yang dipegangnya. Tiba-tiba ia menyenggol kotak bekal yang diletakkannya di mejaku yang berisi sup ayam. Dan alhasil, semua kertasku basah. Ya, BASAH!

Aku menatap lama kertas-kertas di hadapanku yang sudah basah karena tumpahan supnya. Aku menoleh padanya. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dan terlihat jelas di wajahnya ia panik luar biasa.

“Mi.. Mi.. Mianhaee..”, ucapnya lirih.

Aku menghela nafasku panjang. Emosiku sudah mulai naik. Aku benar-benar marah.

“Keluar”

“Oppa..”

“Keluar sekarang juga!”, ucapku setengah berteriak tanpa menatapnya

“Oppa, aku minta..”

“KELUAR!”

Ia menangis dan masih menunduk di hadapanku.

“Kau fikir aku mau menjadi kekasihmu karena aku menyukaimu? Mencintaimu? Tidak sama sekali Song Seung Hee. Aku hanya menjadikanmu tameng agar semua gadis-gadis di kampus ini berhenti mengejarku. Aku juga kasian atas semua usahamu dalam mendekatiku. Kau pikir akau akan luluh dan langsung menyukaimu? Kau terlalu polos”

“Dan untuk apa kau memakai dress itu? Kau sama sekali tidak cocok. Kau terlihat seperti anak TK yang ingin menghadiri ulang tahun temannya”

“Kau selalu menggangguku. Selau berlagak bahwa kita adalah pasangan serasi. Oh come on! Kita berbeda Song Seung Hee. Berhenti menggangguku. Menjauhlah dari hidupku”

“Oppa…”, sahutnya sambil menahan isaknya.

“KITA PUTUS! JANGAN PERNAH MENGGANGGUKU LAGI. KELUAR!”, teriakku. Ia berjalan meninggalkan kelasku.

Seluruh kelas menatapku bingung. Aku mencengkeram kepalaku kuat-kuat. Sudah terlalu terlambat untuk memikirkan tugasku. Dengan terpaksa aku harus menemui dosenku untuk meminta tugas pengganti yang tentu lebih berat. Semuanya gara-gara gadis itu. Arrggghhhh….

[FLASHBACK MODE : OFF]

***

Sudah seminggu berlalu sejak kejadian dimana aku bersikap kasar pada Seung Hee dan akhirnya kami putus. Aku selalu merasa bersalah setiap mengingat kejadian itu. Ia gadis yang terlalu baik, dan aku sudah melukainya. Kau jahat, Key!

Aku mencoba menemui Seung Hee untuk meminta maaf padanya. Aku mendatangi kelasnya dan temannya hanya mengatakan bahwa Seung Hee tidak masuk. Ada apa dengannya? Sakit? Apa ia sakit karena aku telah melukainya?

Aku merindukannya. Ya, aku rindu dengannya. Rindu dengan kepolosannya. Rindu dengan kekanak-kanakannya. Rindu dengan segala celotehannya yang sama sekali tidak penting. Rindu dengan segala hal bodoh yang dilakukannya. Ah wait! Apa aku menyukainya? Kenapa aku menyukainya saat ia sudah bukan milikku? Kau terlalu naif, Key. Stupid boy!

***

Aku menemukan Seung Hee sedang duduk di taman kampus. Ia terlihat sangat serius membaca buku. Aku ingin menghampirinya, menyapanya dan meminta maaf padanya. Tapi apa aku berani? Aku sudah melukainya terlalu dalam. Ia tidak mungkin memaafkanku.

Kuputuskan untuk menghampirinya. Namun ketika aku hanya berjarak beberapa meter darinya, ia berbalik dan menatapku sekilas. Ia segera membereskan bukunya dan meninggalkan tempat itu. Apa ia benar-benar marah padaku. Tapi well, itu wajar.

***

Aku menemukannya lagi, namun kali ini kami berpapasan di dekat toilet. Ia hendak berjalan keluar sedangkan aku baru akan masuk. Ia melewatiku tanpa sedikitpun menoleh padaku. Aku menghentikan langkahku dan membalikkan badan.

“Song Seung Hee”, panggilku. Ia menghentikan langkahnya menanggapi panggilanku. Namun ia tetap tidak bergeming.

Aku mendekatinya perlahan.

“Seung Hee-ah..”, panggilku lirih. Ia membalikkan badannya hingga kami akhirnya berhadapan.

“Ne op.. Ah Ki Bum-ssi”, jawabnya datar.

“Kenapa menghindariku?”

“Aku… Aku tidak menghindarimu. Aku hanya tidak ingin mengganggu kehidupanmu”, jawabnya. Aku tercekat. Ia benar melakukan apa yang kukatakan waktu itu.

“Maafkan aku, Seung Hee”

“Tidak ada yang perlu dimaafkan Ki Bum-ssi. Kau tidak salah. Akulah yang salah. Seharusnya dari awal aku menyadari perbedaan kita. Segi fisik, status sosial, dan masih banyak lagi”, dan ia pun berlalu kembali meninggalkanku sendiri.

***

Sakit?

Benarkah?

Apa aku merasa sakit? Kenapa sekarang aku merasa sakit? Bukannya aku yang duluan menyakitinya? Lalu apa yang ia rasa ketika aku menyakitinya? Seperti inikah?

‘Your letter all in a trash can’

Aku menatap kumpulan amplop berwarna-warni yang berisikan sebuah surat. Surat cinta lebih tepatnya, yang dikirimkan olehnya. Song Seung Hee.

Surat-surat itu kutemukan di keranjang sampahku. Aku pernah berniat untuk membuangnya. Namun entah kenapa hatiku mengatakan bahwa aku harus tetap membiarkannya hingga hari ini aku kembali membacanya.

‘Your present all in this room yeah’

Sapu tangan itu. Yaa, sebuah barang yang dengan senang hati kau memberikannya padaku. Barang itu masih tersimpan rapi di meja belajarku. Aku kembali mengambilnya dan menatapnya lama. Aku tersenyum pelan.

Kuedarkan kembali pandanganku menyapu seluruh sudut kamar. Sebuah hoodie berwarna putih tulang sedang tergantung di belakang pintu. Barang itu. Yaa, barang itu kembali mengingatkanku padamu.

‘Why didn’t I know back then? I didn’t know love’

Kupejamkan mataku perlahan dan mencoba memutar semua kenangan singkat namun sebenarnya bermakna. Aku merindukannya. Bukan sekedar merindukannya, tapi aku mencintainya.

I want you back -Song Seung Hee..

***

I want you back ~

You are so precious, I do love you

I’m so sorry I didn’t appreciate you

I want you back~

I was so cold, so selfish

Thank you for taking care of me

Kulipat kertas berisi tulisan tanganku itu dan memasukkannya ke dalam sebuah amplop. Kertas itu akan kuberikan padanya. Pada Seung Hee..

***

‘5 in the afternoon, come to the yard please. I’ll wait’

-Key-

Aku menuliskan kata-kata di sebuah kertas kecil dan memasukkannya kembali ke loker gadis itu. Jujur, aku bahkan terlalu gugup untuk sekedar memasukkan kertas itu ke lokernya. Apalagi jika harus bertatapan langsung dan berbicara padanya.

Sudah hampir sejam aku menunggunya disini, di bawah sebuah pohon beringin yang rindang. Memandang beberapa mahasiswa yang lalu lalang sibuk dengan urusan masing-masing. Menikmati sinar matahari melalui celah-celah dedaunan. Benarkah ia akan datang? Aku menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya. “Ia pasti datang”, kata-kata itu yang selalu kuucapkan untuk diriku sendiri, sekedar untuk menyemangatiku. Silly, right? Yeah, that was me.

Sembari tetap menunggunya, kukeluarkan ponselku dan menyetel 1 buah lagu yang akhir-akhir ini kusukai. Sebuah lagu dari girlband Secret-I want you back. Aku bahkan menertawakan diriku sendiri sebelum memutar lagu ini. Kenapa aku jadi sentimental begitu? Entahlah. Aku hanya merasa, lagu ini memang cocok untuk menggambarkan perasaanku saat ini.

“Cishh, kau bahkan seperti gadis yang sedang patah hati”, ujar sebuah suara dari arah sampingku. Aku menoleh dan mendapati sosok seorang gadis yang sudah kutunggui sejak tadi. Ia kembali mengenakan sebuah dress yang pernah kubelikan untuknya saat kami masih berstatus sepasang kekasih. Manis, sangat manis. Aku tersenyum melihat sosoknya yang tiba-tiba itu.

“Wah wah wah, kau bahkan mendengarkan lagu girlband. Kau manis sekali, Chagi”, serunya riang dan merebut ponselku.

“Ya! Mau kau apakan ponselku, he? Kem… hey kau tadi memanggilku apa?”, tanyaku ketika menyadari sesuatu tentang ucapannya barusan.

Ia mematikan playlist laguku dan menatapku dengan senyuman yang terbingkai indah di wajah cantiknya. “Chagi. Kenapa? Ada yang salah?”

“Chagi?”, aku menautkan alisku menanggapi gadis di hadapanku ini.

“Kau kekasihku kan? Apa salahnya aku memanggilmu Chagi?”, ia mencubit pelan pipiku dan itu membuat dadaku berdesir hangat. Aku benar-benar merindukan Seung Hee, sosok gadis dihapadanku ini. Aku menatapnya intens dengan tatapan bingung. Dan seperti biasa, ia hanya tersenyum manis.

“Kau…”

“Tidak usah bicara apa-apa lagi, tidak usah meminta maaf, ataupun membahas yang dulu lagi. Kau mencintaiku kan?”, tanyanya dengan manja.

“Ya, tapi aku…”, belum sempat kuselesaikan kata-kataku, Seung Hee telah membungkam bibirku dengan bibirnya. Ya, kami berciuman. Di bawah sebuah pohon beringin yang rindang dan suasana yang cukup romantis. Melupakan semua kenangan-kenangan masa lalu kami dan berusaha untuk kembali menatanya.

“Saranghae, Seung Hee-ah”, sahutku pelan saat ciuman kami terlepas. Aku membelai rambutnya pelan dan menatap bentuk wajahnya yang sangat kurindukan. Ia juga menatapku, dan memegang pipiku dengan jemarinya.

“Aku tahu”, jawabnya singkat. “I already back to you, Oppa, even before you ask me for it”, aku mendekapnya dan tersenyum dengan kelegaan yang kurasakan.

END…

Dung tak tak dung dung tak (?)

Lalalalalalalaaaa~ percaya ga, ini oneshot pertama  eike loh. Hihihi~ *cengengesan*

Jelek ya? Emang sih, wajar kok *apadeh* XDDD~

Sebenernya, nih fanfic mau kujadiin kado ulang taun buat chinguku, Sannia🙂 Dia ulang taun tanggal 11 Desember, dan baru sekarang bisa ngasih. Gahahahahahaaaaa udah bukan telat lagi namanya.

Tapi yahhh, semoga si Sannia sempet baca deh. maaf yah Sann, make nama kamu ga bilang2😀

Ah iya, yang belum denger lagunya Secret yang ada di ff diatas itu dengerin yah. keren loh BD *gue kudu dibayar nih ama agensinya secret udah promosiin girlband mreka*

Okelah, sekian cuap2nya. Selamat membaca. Smoga suka. Komen yaaaahhhhhhhhh

Love you all, LoReSSSFics ^^

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Posted on 31 Mei 2011, in Mithaa Charinyoung, SHINee Fanfiction and tagged . Bookmark the permalink. 23 Komentar.

  1. So sweet…^^

  2. Gyahahahahahahaha…….. Cengar-cengir aku baca FF ini……..
    Ceileh, si nyonya jinki [¿] udah sukses bikin oneshot… Makan2 ! Yes!
    eh itu karakternya Seung Hee *lirik sanni* : tidak terlalu cantik, tinggi menyedihkan, buahahahahahaha, kejam ni onnie bikinnya…. Si sanni ngedumel nanti, lol….

  3. annyong..
    Crita’a kren bgt author..
    Like..
    Hehe..
    Slam knal yah..
    ^^

  4. Uhm sweet ~
    jdi inget playfull kiss deh..
    Perjuangan seung hee ga sia2 buat dptin key,
    cinta datng kan karna slalu brsama ^^

  5. Key wlwpn cntany dtang trlmbt
    untng cew Msih mw blikan*yaiyala#
    kerennn

  6. Bgus say,

  7. wah.. akhirnya key juga suka ama Seung Hee..
    geregetan pas cara key mutusin seung hee..

  8. sweet~
    dalam menjalin suatu hubungan memang dibutuhkan kenyamanan, bukan penampilan.. *apedah*

    geregetan!!

  9. Hhuuuhhh..hmpr syok liat keyppa kejam kaiia gitu..tpi sykrlah..akhr.a dia jdi jga!!*bahagia*

  10. Enak banget kalo bener2 ada cwe kyk seung hee, baik bgt. . .
    Key keenakan udah nyakitin malah d maafin gt ja saking cinta y

  11. kereennn^^
    ampuun si keyy,, pingin tak jitak deh awal”nya
    , tp tak tarik lagi waktu tau endingnya kakaka

    telat deh bang nyadarnya,, untung seung hee beneran cinta noh, kalo ga uda ditinggal dari dulu kala kao bang #marahin si key critanya #plakk mian thor readers gjnya kumat hhehe

  12. so……..sweet…….
    Kirain key nya bakalan kyk g2 terus
    Eh….ternyata ketulusan seung hee bisa
    Menggugah hti mu yg di tutupin k’egoan mu
    keren ff nya,

  13. Eonni tega ga bilang” publish ff *nangis dipelukan onew#plakk* bagus eon.. Cepet lanjutin yg scandal *belum baca sama sekali sih sebenrnya* kekeke

  14. Eonni tega ga bilang” publish ff *nangis dipelukan onew#plakk* bagus eon.. Cepet lanjutin yg scandal *belum baca sama sekali sih sebenrnya* kekeke hwaiting ya eon..

  15. keren!!!!!

  16. Keren ending.a mrka bz blikan lg

  17. oaa~ soswiitttt x333
    jadi makin cinta ama key *apadeh*

  18. Soo swiitt banget dah ..
    Huhahuha ..
    Akhirnya, happy end .. kekeke~
    Mantap !

  19. uuaahhh maniisss,, suka sm crita.a, suka jg sm si key.a (?)😀

  20. Annyeong~~
    ff’a bgs bgt.
    Ad 1 hal yg dpt aq ambl dr crt d ats.
    Pnyslan mang sllu dtg blkngan.
    1 klmat yg ptt kt prcy..
    So sweet d akhr crt’a.
    Aq ska sosok seung hee yg plos,, tgar,, cntik n sllu ceria..
    Daebak thor,, aq tggu ff slnjt’a…

  21. Waah, bagus thor FF nya, sweet banget.. Alurnya juga ga kecepetan, pas deh! Aku baru nemu Wp ini, jadi aku reader baru, bangapta yo:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: