[FF/PG-13] Special One -Prolog

Title : Special One

Written By : MIVP

Length : Series [Prolog/5+epilog]

Type : Angst, Friendship

Rating : PG-13

Mian Cast : Kim Jonghyun

Supported Cast : (for this prolog) Lee Sooman

A/N: Annyeooong~ aku author baru disini. dan ini FF pertamaku di S3FFI. hope you guys enjoy it😀

PROLOG

“Aku mengerti,” jawab seorang lelaki tua yang duduk di belakang meja besar dengan setetes air mata mengalir dari sudut mata lelahnya. “Aku akan melakukan apa yang aku bisa. Sungguh, aku sangat menyesalkan hal ini.” Ia berkata sesaat sebelum ia menutup sambungan telepon dan menyembunyikan wajahnya dalam tangannya. Seharusnya hal ini tak pernah terjadi. Lelaki muda itu seharusnya kembali.

Ia tahu kalau hari ini akan tiba. Ia seharusnya mendengar permintaan si lelaki muda untuk beristirahat. Tetapi ia tidak melakukannya. Ia hanya berpikir bahwa akan menyia-nyiakan sebuah talenta luar biasa jika bocah lelaki itu tidak tampil. Ia hanya memikirkan penghargaan apa yang akan si bocah berikan untuknya. Dan bocah itu sendirilah penghargaan untuknya karena ia adalah seseorang yang takkan kau temukan selama ratusan tahun. Ah tidak, kau takkan menemukan Kim Jonghyun lain di dunia ini. Ia unik—sebuah berlian yang sangat langka yang lelaki tua itu ambil untuk uang.

Jika si lelaki tua itu lebih memberi perhatian pada si bocah, hal ini takkan terjadi. Tetapi ia masih sangat terpaku pada kejayaan yang akan ia dapat dari waktu yang tiada habisnya yang bocah itu gunakan untuk bekerja padanya. Bocah itu gampang dijual, masih sangat muda, tampan, bersinar dan penuh dengan kepribadian. Ia lupa kalau si bocah juga manusia biasa yang juga butuh istirahat. Ia lupa kalau Jonghyun hanyalah seorang bocah 22 tahun.

Kini penyesalan memenuhi hati si lelaki tua ketika ia menatap sebuah foto yang terdapat pada berkas di mejanya. Bagaimana ia akan hidup setelah kejadian memalukan ini? Bagaimana ia bisa menjelaskan kejadian ini pada dunia? Bagaimana cara ia memberitahu orang-orang yang menyayangi bocah itu? Ini semua adalah kesalahannya. Ia membunuh seorang malaikat. Ia telah memadamkan cahaya seorang bintang.

Ia ingat saat pertama kali ia bertemu dengan si bocah. Ia hanyalah seorang bocah kecil dari Seoul yang ia pikir takkan pernah sukses. Ia terlihat rapuh sesaat, namun si lelaki tua mengakui bahwa ia sangat terkagum dengan pesona dan suara bocah itu. Ia tidak tahu pada saat itu apa yang membuat bocah itu menarik, namun ia tahu bahwa si bocah adalah seseorang yang spesial dan ia benar. Hanya butuh beberapa tahun untuk membuat bocah itu terkenal. Segera, seorang Kim Jonghyun akan menjadi ikon dari SM Entertaiment.

Itu adalah awal mula si lelaki tua mengira bahwa ia telah mendapatkan seguci emas. Apakah Jonghyun adalah jawaban dari doa-doanya? Setelah kegagagalan akan DBSK dan keluarnya Hangeng dari Super Junior, apakah ia yang akan menggantikan mereka bersinar? Ia tahu dari lubuk hatinya bahwa Jonghyun akan semakin mengejutkannya bahkan pada saat ia terlalu menekannya. Ia memberi segala peluang kepada bocah itu untuk bersinar. Ia menekan bocah itu untuk bekerja lebih keras dan lebih keras. Tetapi ia tidak pernah menyadari betapa lelahnya Jonghyun, dan karena suatu alasan, Jonghyun tidak pernah menunjukkannya.

Ialah tipe orang yang seperti itu. Orang yang tak pernah menunjukkan rasa sakit di wajahnya. Ia tetap bekerja, karena ia sudah menetapkan bahwa ia akan sukses seperti yang dijanjikan tuan besarnya bahwa ia akan membuatnya bersinar. Ia bekerja hingga tiba pada titik di mana ia sangatlah lelah. Ia bekerja dengan rasa sakit. Dan tanpa seorang pun tahu, karena Jonghyun tak pernah membiarkan seorangpun tahu—kecuali Lee Sooman.

Jika ia tidak pingsan saat konser, takkan ada yang tahu betapa lelahnya ia. Jika ia tidak memaksa untuk menemui dokter, Sooman takkan pernah tahu bahwa Jonghyun sedang bertarung dengan dirinya sendiri. Namun bocah itu bukanlah pecundang. Ia tidak mengenal kata kalah. Tidak dengan dirinya sendiri, tidak dengan orang lain.

Sooman lalu mengirimnya ke luar negeri, berpura-pura seolah si bocah sedang menjalani pertemuan internasional atau akan debut internasional atau internasional apalah itu asal ia bisa menyembunyikan Jonghyun. Karena dirinyalah yang paling khawatir dengan kondisi bocah itu. Salah satu bocahnya sekarat dan itu salahnya. Ia sudah melakukan semua yang ia bisa untuknya. Mencari dokter terhebat di dunia, mengirim bocah itu ke rumah sakit terhebat yang bisa mengalahkan persebaran virus dalam tubuh si bocah yang semakin lama semakin memakan hidupnya. Ia tahu bahwa Jonghyun melawan dan sangat berusaha keras melawan penyakitnya. Ia menelepon Sooman tiap hari, memberitahunya bahwa ia semakin membaik dan memberitahunya bahwa ia semakin kuat.

Tetapi ia tidak tahu bahwa semua yang dikatakan Jonghyun adalah bohong. Saat si bocah mengatakan bahwa ia semakin kuat, justru ia semakin lemah. Saat si bocah mengatakan ia bisa berjalan lagi, justru ia sudah tak lagi berkemampuan untuk melakukan banyak hal, hal mudah sekalipun. Namun ia tetap berusaha sangat keras untuk sembuh. Jonghyun takkan membiarkan seorangpun tahu penderitaannya. Bahkan dokter yang bertanggung jawab atasnya tidak bisa melihat betapa menderitanya ia. Mereka bilang Jonghyun tersenyum walau dalam rasa sakit yang amat sangat. Mereka bilang ia bahkan tersenyum di saat yang tak mungkin untuk tersenyum.

Hanya satu hal yang selalu Jonghyun tekankan pada Sooman agar tetap merahasiakan semua hal ini. Ia tidak ingin dunia tahu bahwa ia menderita. Ia tidak ingin dunia tahu di mana ia berada. Jonghyun semakin menutup diri sejak ia bertarung melawan penyakit. Tak boleh seorangpun tahu bahwa ia lemah. Termasuk teman-temannya. Jadi ia berpura-pura bahwa semua baik-baik saja saat ia menuliskan email yang ia kirimkan pada teman-temannya saat mereka menanyakan kabar.

Hasilnya, sekarang, bukannya dikhawatirkan akan keadaannya, satu entertaiment justru iri pada Jonghyun. Mereka juga ingin debut internasional. Mereka juga ingin menjadi seseorang yang spesial yang diperlakukan istimewa oleh Lee Sooman dan mereka akhirnya mulai bekerja lebih keras. Jonghyun, dengan cara yang tak pernah terpikirkan olehnya, telah menginspirasi orang-orang untuk menjadi lebih baik.

Lee Sooman menghapus air mata dari pipinya dan menatap pada layar komputer yang tiba-tiba menarik perhatiannya. Ada satu email yang tadi ia acuhkan kini meminta untuk dibaca hingga akhirnya lelaki tua itu membuka email tersebut. Sadarlah ia siapa pengirimnya. Kim Jonghyun. Si lelaki tua melihat waktu dikirimnya email itu dan menyadari bahwa si bocah mengirim email beberapa saat sebelum pergi menuju surga. Bocah itu ingin akhirnya mengucapkan selamat tinggal.

To : lee.sooman@sment.co.kr

From : kim.jonghyun@sment.co.kr

Subject : Terima kasih, untuk segalanya.


Dear
Sooman-i,

Ini adalah kata-kata terakhir dariku. Aku telah selesai menyanyikan lagu terakhirku dan aku sudah berusaha melawan sebisaku. Aku minta maaf karena aku telah kalah. Ini adalah kekalahan pertamaku. Aku minta maaf karena aku telah menjadi kelemahanmu. Aku menulis ini untuk mengatakan bahwa aku sama sekali tak menyesal. Aku puas dengan hidupku dan terima kasih kepadamu yang telah memberiku peluang untuk bersinar. Terima kasih telah mendorongku untuk menjadi lebih dari apa yang aku harapkan. Terima kasih telah menjadikanku bagian dari SHINee dan SM the Ballad, tempat aku menemukan sahabat-sahabat terkasihku. Terima kasih telah melatihku, telah merawatku dan telah menerimaku apa adanya.

Aku minta maaf karena tidak jujur padamu. Semua yang terjadi padaku sama sekali bukan salahmu, tetapi salahku. Aku yang memaksa untuk terus berkarya. Aku yang tidak pernah tahu batas tubuhku sendiri. Aku yang gagal. Kau tidak melakukan apa-apa yang membuat aku menjadi seperti ini karena kaulah yang membimbingku. Kau tertipu oleh akting sok kuatku. Aku tahu dari awal bahwa penyakit ini seharusnya membuat aku merubah perilakuku, atau jadwal kerjaku, tetapi aku tidak merubahnya. Kesalahan itulah yang mengalahkanku.

Ini bukan salahmu karena kau telah mencintaiku layaknya anakmu dan begitu menginginkanku untuk sukses. Keras kepalakulah yang menyebabkan ini. Jika aku menerima kenyataan bahwa aku bukanlah manusia super, bahwa aku punya banyak kelemahan dan batasan, maka semua ini takkan pernah terjadi. Aku tidak pernah mendengar nasihat orang-orang yang perhatian padaku dan mereka yang telah mengingatkan aku bahwa aku akan bunuh diri jika tetap bekerja. Yah, kurasa mereka benar, karena aku memang mati.

Terima kasih sudah menyimpan rahasiaku dan telah menjadi ayah kedua untukku. Namun kurasa untuk saat ini, aku ingin berterima kasih karena telah menjadi seseorang yang begitu percaya padaku. Terima kasih telah memilihku dari ratusan bocah lain yang ikut audisi di Seoul. Terima kasih karena tetap membimbingku. Kau tahu, hidupku adalah anugerah terindah yang pernah ada! Aku hidup dengan kepuasan yang amat sangat dan aku telah mencapai seluruh mimpiku karena dirimu. Terima kasih. Terima kasih banyak. Aku takkan pernah bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan betapa bersyukurnya aku karena dirimu. Kau telah membuat hidupku berwarna dan tak terlupakan. Aku bisa hidup tanpa penyesalan, dan jika aku diberi kesempatan untuk hidup sekali lagi, aku takkan merubah satu hal pun, karena kaulah Dream Maker, Sooman-i. Kau telah membuat mimpiku jadi nyata.

Satu hal lagi yang aku minta darimu. Aku tak lagi punya kekuatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada yang lain. Tetapi jika kau sempat, kirimkanlah pada mereka email yang sudah aku lampirkan, dan aku akan sangat bersyukur jika kau melakukannya. Bimbinglah mereka seperti kau membimbingku. Jaga mereka demi aku, cintai mereka seperti kau mencintaiku.

Ini adalah salam perpisahan terakhirku. Aku akan beristirahat bersama bintang-bintang tempat kau menuntunku. Dan tolong beritahu mereka bahwa aku akan selalu bersama mereka, mengawasi mereka dari tempatku di sudut surga.

Tak ada lagi waktu yang tersisa untukku. Tolong jaga dirimu baik-baik. Aku sangat amat berterima kasih padamu dan akan tetap mengingat SM Entertaiment dalam hatiku. Aku sangat bahagia sekarang. Aku punya hidup yang sangat indah dan bisa melaluinya tanpa satupun penyesalan. Aku tak mau siapapun menitikkan air mata kesedihan, tapi kumohon rayakanlah bersamaku karena aku telah mendapatkan kehidupan baru.

Terima kasih.

Kim Jonghyun.

Lee Sooman bergeming di bangkunya dan membiarkan air matanya yang semakin membasahi pipinya. Ia menutup matanya dan membayangkan wajah damai dan bahagia Jonghyun saat ia menyadari bahwa bintang ini—Kim Jonghyun—tidak berhenti bersinar dan tidak akan pernah berhenti bersinar.

TBC

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. OKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Posted on 31 Mei 2011, in MIVP, SHINee Fanfiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 19 Komentar.

  1. First,
    Ehhhh jjong gak meninggalkan? *Gak percaya*
    Huuaaaaaaaaaaa,,, jjong jangan meninggal doongg, ntar shinee gimana? *Lebe
    Oke, semangat ! Ditunggu lanjutannya

  2. aku nangis baca nya, banjir air mata nih *ini beneran loh*

    gak mau jong mati~ gak relaaaaa~

    sukses buat saya galau. hahaha😄 daebak daebak! ditunggu next part nya. asap!

  3. Andwaeeee!!! T.T Our beautiful voice has gone.. Kenapa hrs Jonghyun?? Bukan yg lain? #abaikan
    Sekali lagi kau membuat air mataku mengalir, nak. Keep the good work!😀

    Eh, ini hanya prolog aja toh? Ada lanjutannya dong?
    Ku kan sabar menunggu episode 1 (kayak sinetron) #nagih🙂

    • karena…. Jonghyun yang palinv nge-bling? /apa hubungannya XDD
      maafkan aku eonn sudah membuatmu menitikkan air mata lagi >~<

      yup, ini berchapter kok.
      nantikan chap 1 nya yaaaa🙂

  4. hik’s knpa jonghyun oppa hrus mti,,,hwaaaaa,,,,(?)
    ff’ny keren bngt…sukses bkin banjir air mata,,,
    tk tunggu klnjutnya,,,,^^

  5. myjungsoo4ever

    annyeong queen of angst~XD /lambaikan tangan

    prolognya mantep mi.. seakan nyata klo Jjong udh pergi beneran..😄 /ditabok blingers

    itu ngomong2 sharusnya Sooman-ssi, bukan Sooman-i.. ^^

    dtunggu lanjutannya..😀

  6. raisa widiastari

    Kak, kakak bikin suami kita meninggal???!?!?
    Aku belum siap jadi janda kak sumpah ._.v
    BTW prolog yang keren! buat aku mewek yaa ehem.. ONNIE
    *plakk*
    hahahaha

  7. prolognya bner2 bkin penasaran,,,,

    kenapa dgn jonghyun,dia sakit apa trus koq jjongnya mati sih,hiks g rela….

    dtggu part1nya y🙂

  8. Ini ff bakal jadi sad ending ya, jjong sakit pa sampe mematikan gitu. . . .

  9. huaaa kakaaaaakk. di prolog aja aku udah mau nangis. tadi abis galau-in kangin han kibum, skarang malah baca ginian astagaa Dx aku lanjut part 1 nya deh

  10. Siapa yang buat?!?! Siapa yang buat?!?!?! aku ampe nangis tauk bacanya,,, T__________T

  1. Ping-balik: [FF/PG-13] Special One -Part 2 « SHINee Super Shinki FF Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: