Dead Friendship

Dead Friendship

Author: Kim Ryechul a.k.a Raisa Widiastari

Cast:

Kim Kibum (SHINee)

Kim Jonghyun

Suppor cast:

Choi Minho

Lee Taemin

Lee Jinki

Rating: G

Length: oneshot

Genre: Friendship

A/N: Annyeong! FF pertama bergenre ONLY FRIENDSHIP. Tidak ada Romance-nya sama sekali *akhirnya*. Okay, just enjoy this FanFic. Don’t forget to RCL okay? Kamsahamnida! GO AWAY PLAGIATORS!!

***

Key’s POV

Angin yang berhembus kencang menerpa wajahku dengan keras. Aku menyadari angin itu merupakan tamparan dari tuhan untuk menegurku karena aku masih saja terbayang-bayang oleh masalah yang sudah terjadi satu setengah tahun yang lalu. Masalah yang membuat boyband ternama asuhan dari tuan kau-tau-siapa bubar dan lenyap dari dunia permusikan Korea. Ya, siapa lagi kalau bukan SHINee? SHINee yang beranggotakan lima orang – termasuk aku – sudah tidak ada lagi sekarang. Mengapa? Karena masalah yang menimpaku dan menimpa teman-temanku yang lain. Terlebih lagi Jonghyun.

Sungguh, hidup tanpa keempat namja itu sangat aneh dan membuat diriku selalu bertanya-tanya dalam hati. Ada sesuatu yang hilang. Namun, apa itu? Itulah kata-kata yang selalu terbayang-bayang didalam benakku. Aku tahu aku sangat merasakan kehilangan ketika aku tidak bisa bersama dengan SHINee lagi. Namun, ada suatu hal yang sampai sekarang tidak bisa kumengerti sama sekali. Aku selalu merasa bahwa ada sesuatu yang kulupakan sehingga hal itu membuat benakku selalu bertanya-tanya. Namun, aku sudah tahu jawabannya sekarang. Ya, aku sangat kehilangan namja itu, Jonghyun.

Sudah tidak asing lagi bukan nama couple JongKey di dunia Kpop? Ya, siapa yang tidak mengetahui kedekatanku dengan Jonghyun. Semua orang mengetahuinya sampai-sampai aku dan Jonghyun dikira sepasang kekasih. Tidak heran banyak orang yang sangat marah ketika Jonghyun digossipkan pacaran dengan Shin Sekyung. Bahkan banyak Blingers – sebutan untuk penggemar Jonghyun – yang membencinya. Saat itu juga, Jonghyun sangat sedih dan selalu menangis karena ia telah mengecewakan SHINee World dengan gossip yang sebenarnya masih dipertanyakan itu. Tetapi, karena semangat yang diberikan kepadanya dari member SHINee terutama aku, dia menjadi semangat lagi dan mulai berkarya lagi dengan keras agar SHAWOL yang sudah tidak menjadi SHAWOL menjadi SHAWOL kembali.

Begitu banyak hal yang sudah kulalui bersama Jonghyun selama hidupku. Walaupun baru saja bertemu sejak tahun 2006 silam, aku bisa merasakan bahwa aku dan dia sudah bertemu semenjak pertama kali kami lahir ke dunia ini. Aku bisa merasakan bahwa kami memang ditakdirkan untuk bersama. Bersama dalam hal persahabatan. Bukan dalam arti kekasih sesama jenis. Dan ternyata, hal itu juga dirasakan namja itu saat aku menceritakan hal konyol seperti ini kepadanya. Akupun makin mempercayai bahwa aku dan dia memang ditakdirkan untuk hidup bersama selamanya di dunia ini.

Namun, hal itu ternyata sangat salah. Mengapa? Karena Jonghyun pergi meninggalkanku sendirian sekarang. Ia sudah pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu kepadaku. Dia sudah pergi dan tidak akan pernah kembali lagi ke Seoul. Tidak akan pernah karena kejadian itu…

-FLASHBACK-

“AGHRR!!! SIALAN! SUNGGUH! AKU BENCI NERAKA INI!” ucap Jonghyun ketika baru saja masuk kedalam Dorm SHINee sambil membanting pintu dengan keras. Hal itu membuat seluruh member SHINee menatap heran dan takut kearahnya. Jonghyun yang terkenal sebagai Crying King sekarang berubah menjadi singa yang sedang mengamuk. Tidak ada yang berani merespon namja itu. Minho dan Taemin yang sedang bermain PS saja tidak bergeming sedikitpun. Aku yang sedang mencuci beras hanya bisa melihat takut kearaah namja itu. Bahkan, Onew hyung saja tidak berani untuk mengeluarkan sepatah kata apapun.

Jonghyun segera melepaskan sepatu Nike Air-nya dan meletakannya sembarangan. Lalu, ia segera masuk kedalam kamar tidur kami berlima tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada kami – SHINee. Bahkan, sekedar melihat atau merasakan kehadiran kami saja tidak. Apa yang terjadi dengan namja itu? Sungguh, aku belum pernah melihat Jonghyun semarah ini. Apakah ia ada masalah dengan preman yang baru saja ia temui di jalanan? Namun, sudah beberapa kali namja itu diganggu oleh beberapa preman. Namun, ia selalu menghadapi mereka dengan kepala dingin. Jadi, tidak mungkin kalau ia menghadapi masalah dengan orang-orang rendah macam preman-preman itu.

“Onew hyung. Ada apa dengan Jonghyun hyung?” ucap Taemin yang lebih menyerupai bisikan.

“Entahlah. Aku juga tidak tahu. Minho-ah, bagaimana kalau….” Ucap Onew hyung yang langsung dipotong oleh Minho.

“Aniyo, hyungie. Aku terlalu takut untuk menangani Jonghyun hyung yang sedang marah.”

Semuanya – termasuk aku – hanya bisa terdiam ditempat masing-masing ketika mendengar berbagai macam bunyi-bunyi aneh yang berasal dari dalam kamar. Bunyi yang menyerupai barang-barang yang dibanting, pecah, dan lainnya. Entah apa yang dilakukan Jonghyun didalam kamar sendirian. Aku sendiri takut untuk membayanginya. Dari kami berempat, tidak ada satupun yang bersuara sedikitpun. Bahkan ketika Taemin ingin berbicara yang sepertinya ingin menanyakan hal tidak penting, bibirnya segera ditutup oleh telapak tangan Minho yang besar. Tidak ada satupun yang berani bersuara saat ini.

Tetapi, aku risi melihat tingkah laku Jonghyun yang berubah menjadi seperti itu. Jonghyun yang biasanya pulang dengan canda dan tawanya yang menggelegar sekarang sudah berubah menjadi Jonghyun yang pulang dengan kata-kata yang menyeramkan. Sungguh, aku takut akan terjadi sesuatu dengannya karena entah mengapa, aku mempunyai firasat buruk. Dan biasanya, firasat ini selalu benar. Contohnya saat SHINee sedang menghadiri konser di Indonesia, aku mendapat firasat buruk tentang Jonghyun. Dan ternyata benar! Jonghyun dan aku terjatuh diatas jalanan dan membuat dirinya harus beristirahat beberapa saat dari acara-acara SHINee. Dan aku takut hal itu terjadi lagi. Jadi, kuputuskan untuk bergerak dari tempatku berdiri sekarang dan masuk kedalam kamar.

Kubuka pintu kamar dengan perlahan. Bisa kulihat ketiga member yang lain sedang mengatupkan kedua tangannya sambil mengucapkan sesuatu yang tidak bisa ditangkap oleh kedua telingaku. Yang jelas, aku tahu mereka sedang berdoa. Kemudian, mereka sedikit mencuri pandang kearah dalam kamar yang sedang kubuka lebar. Disitulah aku melihat Jonghyun yang sedang terduduk diatas kasur sambil menjambak rambutnya dalam keadaan tubuh yang tegang. Sungguh, ini bukan Jonghyun yang biasanya.

“Jonghyun hyung, waeyo?” ucapku seraya duduk tepat disebelahnya. Yang ditanya hanya diam saja.

“Ada yang bisa kubantu, hyung?” ucapku sekali lagi.

Tiba-tiba saja suasana kamar menjadi mencengkam dan menakutkan. Sungguh, aku mendapatkan sebuah tekanan dari dirinya. Tuhan, apa sebenarnya yang terjadi dengan namja ini? Apakah ada suatu masalah yang mengganggu pikirannya? Mengapa bisa sampai seperti ini? Apa masalah itu tuhan? OOH!! Dia mentap mataku. Didalam maniknya terlihat sekali berbagai perasaan yang bercampur aduk…

“Tinggalkan aku sendiri, Key. Jebal.” Ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Sungguh, aku tidak bisa meninggalkannya dalam keadaan seperti ini. Aku harus menghiburnya dengan cara apapun. Apakah perlu kupanggil member yang lain untuk bergabung dengan kami?

Tanpa banyak kata, aku langsung menggambil langkah panjang menuju kearah luar ruangan, membuka pintu, dan menutupnya lagi. Di luar ruangan, aku bisa mendengar isakan berat yang dikeluarkan oleh namja itu. Otomatis, air mataku bergulir pelan dari pelupuk mataku. Seorang Jonghyun yang begitu kuat diantara kami semua apabila mendapatkan masalah sepertinya sudah tidak ada lagi. Sejurus kemudian, Onew hyung datang menghampiriku dan menarikku kedalam pelukannya. Sosok Onew yang biasanya selengean berubah menjadi seorang bapak bagi kami semua. Kemudian, Minho dan Taemin segera mendekati kami berdua dan merangkul tubuhku.

“Ada apa, Key?” Ucap Onew dengan tenang.

“Jonghyun hyung… sepertinya masalah yang dialaminya sekarang sangat berat.”

“Ya, aku bisa mendengar isakan tangisnya. Sudah kau tanyakan, hyung?”

“Sudah. Tapi, dia malah menyuruhku pergi.”

Semua yang berada disana hanya bisa terdiam. Ya, aku tahu bahwa mereka sendiri bingung mengapa Jonghyun tega melakukan itu. Aku yang biasanya menjadi tempat curahan hatinya selama ini tiba-tiba ditolak seperti itu. Jujur, kami semua tidak tahu apa yang bisa dilakukan lagi karena pikiran kami sudah buntu. Akhirnya, kami memutuskan untuk masuk kedalam kamar beramai-ramai untuk menghibur namja itu. Semoga saja ini berhasil.

“Hyungie~ jangan menangis. Jebal..” ucap Taemin kepada Jonghyun. Namun, yang diajak bicara hanya diam dan menunduk kebawah.”

“Jjong-ah. Gwenchanayo?” Bahkan Onew hyung saja tidak ditanggapinya.

“Jonghyun hyung! Angkat kepalamu dan lihatlah! Key sedang menangis karenamu.”

Ucapan Minho memang selalu berhasil karena kharismanya yang bersinar dengan terang disetiap kata-kata yang mengalir dari bibirnya. Jonghyun mendongakan kepalanya dan melihat tepat kearah mataku yang sedari tadi hanya mengalirkan air mata saja. Bibir bawahnya yang tebal bergemetar kencang seperti sedang berusaha keras untuk menahan tangisan yang lebih kencang kelak. Aku tahu ia ingin menangis karena melihatku menangis. Dari semua member yang ada, dialah yang mempunyai perasaan yang paling sensitif. Apalagi bila hal itu menyangkut diriku.

“Aku..” ucapnya seraya menelan ludah,  “– aku pergi dulu.”

Kemudian, ia menerobos dinding yang terdiri dari tubuh  Minho dan Taemin. Mengambil handphone dan dompetnya, lalu keluar dari kamar. Kami berempat otomatis mengikutinya. Saat kami menengok kearah ruang tamu, sosok namja itu sudah menghilang dengan tertutupnya pintu Dorm kami secara dibanting. Dengan cekatan, Onew hyung segera masuk kedalam kamar dan mengganti bajunya. Lalu, ia segera mengambil kunci mobil kemudian diberikan kepadaku dan turun kearah arena parkiran diikuti Taemin, Minho, dan aku. Kunyalakan mobil Onew hyung dan segera membawanya meluncur kearah jalan raya untuk mencari keberadaan Jonghyun.

***

Jonghyun’s POV

Sungguh, aku sangat merasa bersalah saat ini juga. Bagaimana bisa aku membuat orang yang sangat kucintai menangis karena diriku. Bagaimana bisa aku membiarkan keempat orang yang sangat berarti untukku di dunia ini khawatir denganku. Setan macam apa aku? Atau bisa dibilang, setan apa yang hari ini merasukiku dan aku membiarkan setan itu menetap didalam tubuhku hingga aku sendiri mengacuhkan keempat sahabatku yang sudah kuanggap sebagai keluarga sendiri?

Angin musim gugur kali ini benar-benar menampar wajahku dengan keras. Ah! Seharusnya tadi aku memakai mantel yang lebih tebal. Sudah tahu bahwa hari sudah malam. Ya, aku keluar dari Dorm dengan terburu-buru karena aku tidak tahan melihat Key menangis. Dan aku takut dengan perasaanku yang sedang dihantui oleh amarah yang sangat hebat ini akan membuat sebuah kekacauan yang sangat parah dan bisa membawa masalah baru di SHINee. Ya, sekarang saja aku sudah mendapat masalah berat seperti ini. Bagaimana kalau keempat namja itu mendapatkan masalah macam ini? Tidak tidak! Cukup aku saja yang mendapat masalah ini.

Kacau! Semuanya kacau! Perasaanku, pikiranku, semuanya kacau balau. Bagaimana tidak? Tadi, saat aku bertemu dengan tuan kau-tahu-siapa untuk meminta ijin untuk pulang kerumah saja tidak boleh. Padahal, sebuah masalah berat yang terjadi dirumahku harus diselesaikan minggu ini juga. Aku juga khawatir dengan kesehatan ummaku yang kian memburuk. Sementara itu, nunaku, Kim Song Dan, sedang berada di Amerika untuk mendapatkan pelatihan dari kantornya. Jadi, siapa yang bisa menyelesaikan masalah di keluargaku selain aku yang masih satu Negara dengan keluargaku sendiri?

Kujambak rambutku keras-keras untuk menghilangkan penat yang bersarang didalam otakku. Apa yang bisa menenagkanku sekarang? Hot Chocolate? Chocolate cake? Entahlah. Tidak ada yang bisa menenangkanku selain Key sekarang. Yaah, hanya Key. Namun, tadi aku malah mengusirnya dari hadapanku. Aku malah meninggalkannya. Kim Jonghyun! Sungguh kau adalah namja terbodoh di dunia ini karena membiarkan sahabatmu yang ingin menghiburmu. Paboya Jonghyun! Ucapku dalam hati sambil menghantamkan kepalaku ke dinding.

Sekarang, aku tidak bisa melakukan apapun lagi. Sahabatku sudah kucampakan begitu saja, keluargaku tidak bisa kukunjungi, jadwalku padat. Tidak ada waktu untuk menyegarkan pikiran lagi. Jadi, hari ini harus kumanfaatkan sebaik-baiknya. Namun, apa arti sebuah perjalanan apabila tidak ada Key disampingku? Apa arti sebuah liburan yang sangat langka apabila tidak ada keempat namja itu bersamaku? Paboya Jonghyun!

Kuputuskan untuk membeli dua buah kalung. Kalung yang pertama adalah sebuah rantai kecil berwarna silver dengan bandul berbentuk gembok. Satunya lagi merupakan kalung dengan rantai kecil berwarna silver dengan bandul berbentuk kunci. Kupakai kalung berbentuk gembok itu dan segera berjalan kearah toko  hadiah untuk membungkus kalung itu dengan kertas kado yang indah dan sebuah kartu ucapan permintaan maaf yang akan kuhadiahkan untuk Key. Setelah itu, aku memutuskan untuk pulang kembali ke Dorm untuk menemui keempat namja itu terutama Key.

Ah! Gerimis! Aku tidak mungkin membiarkan kado untuk Key ini basah. Kudekap dengan sangat erat kado itu dibalik mantelku. Kusebrangi jalan raya yang sedang sepi tanpa memandang rambu lalu lintas yang sudah berubah menjadi warna hijau yang artinya jalan. Aku jalan dengan menunduk kearah aspal yang sedang kuinjak. Lalu, tiba-tiba saja aku melihat cahaya yang sangat menyilaukan dari arah kanan tubuhku. Lalu, terdengar juga bunyi klakson yang sangat nyaring sehingga membuat diriku menoleh kearah suara itu. Sedetik kemudian aku melihat sebuah kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi yang menabrak lututku sehingga aku terhempas kebelakang. Kira-kira, aku melayang sekitar tiga meter dan jatuh ketanah. Bisa kurasakan tulang punggungku patah dan darah mengalir dari belakang kepalaku. Sebuah cahaya putih meledak dimataku. Dan disaat itulah aku memikirkan Key. Aku berpikir bahwa aku belum bertemu dengan namja itu. Aku belum meminta maaf kepadanya. Dan aku belum memberikan hadiah ini untuknya…

***

Key’s POV

Kusetir mobil Onew hyung dengan kecepatan tinggi sambil terus menerus memasang mata. Semua yang berada didalam mobil ini tidak ada yang bersuara sedikitpun. Aku dan Taemin menengok kearah kiri, Minho dan Onew Hyung menengok kearah kanan. Kami fokus dengan jalanan yang kami lihat dengan seksama. Mencoba untuk mencari sebuah petunjuk saja yang bisa mempertemukan kami dengan Jonghyun lagi. Sungguh, aku sangat tahu bagaimana Seoul dimalam hari. Begitu banyak kejahatan yang bisa saja terjadi.

Atmosfir sendu menyerang otakku lagi. Air mataku sudah memburamkan pandanganku. Semua pikiran yang menyerang otakku adalah bagaimana kalau Jonghyun kenapa-kenapa? Bagaimana apabila Jonghyun menghilang karena diculik atau dibunuh seseorang? Jonghyun yang tadi keluar dari Dorm hanya memakai mantel tipi situ pasti kedinginan diluar sana. Bahkan untuk membawa sarung tangan saja tidak. Tuhan, tolong lindungi dia dimanapun ia berada.

“KEY! AWASSSS!!!” teriak Onew hyung sambil menekan tombol klakson.

BRUKK!!!

Aku, Onew, Taemin, dan Minho terselamatkan karena memakai sabuk pengaman. Namun, bagaimana dengan orang yang tadi kutabrak? Tadi, sempat kulihat bahwa ia terhempas sekitar tiga meter ke udara. Sejurus kemudian, Taemin dan Minho segera keluar dari mobil. Disusul oleh Onew hyung. Sementara aku? Aku masih shock dengan kejadian yang baru saja terjadi. Tuhan, aku sudah pasti dikirim ke penjara kan? Apabila aku dipenjara, bagaimana dengan Jonghyun?

“JONGHYUN HYUUUUUUNG!!!!!” teriak Taemin sambil terisak kencang.

“Jonghyun-ah! Bicaralah sesuatu!” ucap Onew hyung dengan suara yang sangat panik.

“Hyung, bertahanlah.” Kemudian Minho melakukan sesuatu dengan telepon genggamnya.

Aku tidak bergeming sedikitpun dari tempatku duduk. Tuhan, apa yang kudengar barusan itu kenyataan? Apakah nama yang diucapkan Taemin itu benar-benar nama namja yang sedang kucari-cari itu? Apakah benar itu adalah seorang Kim Jonghyun, lead vocal dari boyband bernama SHINee yang dijuluki sebagai Dino Bling-bling itu? Apakah benar itu adalah couple-ku yang sangat kusayang? Untuk keluar dari mobil saja memerlukan tenaga yang sangat besar. Karena, sejujurnya aku tidak kuat apabila aku harus menerima kenyataan yang terburuk.

Didepanku, terlihat sosok namja kekar dengan rambut berwarna hitam sedang terkapar dijalanan. Mata namja itu tertutup sempurna dipadukan dengan bercak-bercak darah yang terlukis secara abstrak diwajahnya. Aspal tempat kepalanya bertengger telah tercemar oleh darah. Lekukan wajahnya yang tampan basah karena gerimis yang menghiasi malam sunyi itu. Aku hanya bisa tercengang melihat sosok itu. Sosok namja yang sangat berarti didalam hidupku, Kim Jonghyun.

Kulangkahkan kakiku kearah tubuh yang sudah tidak bernyawa lagi itu. Kududukan tubuhku tepat disampingnya dan kuangkat kepalanya diatas lenganku. Gerimis pelan itu berubah menjadi hujan yang sangat deras. Air mataku yang bergulir dari pelupuk mataku tercampur dengan hujan yang makin lama makin deras. Aku, dengan tanganku, dengan tidak sadar membunuh seseorang yang telah menjadi nafas didalam hidupku. Aku yang menyebabkan kematiannya. Akulah yang menyebabkan dia pergi dari dunia ini. Kutarik tubuh itu kedalam dekapanku. Kubisikan kata maaf yang berasal dari hatiku yang paling dalam. Jeongmal mianhae, Jonghyun-ah. Mianhae…..

 

***

-END OF FLASHBACK-

Tidak terasa pipiku sudah basah karena membayangkan masa lalu yang terjadi diantara diriku dan Jonghyun. Kenangan pahit masa lalu itu terputar kembali ketika aku menemukan lagi sebuah kado yang belum sama sekali kubuka yang dipersembahkan secara tidak langsung dari Jonghyun. Ya, kado yang masih meninggalkan bercak darah kering disudut kertasnya. Sebuah barang yang didekap dengan sangat erat ketika kecelakaan laknat itu terjadi. Sebuah kado dengan kartu ucapan yang ditulis tangan oleh namja itu sendiri. Sebuah kartu ucapan yang ditujukan kepadaku. Kubaca kartu ucapan itu berkali-kali selama ini dan berkali-kali juga aku menangis karena hal tersebut.

Dear, Kim Kibum.

 

Annyeong Kibum-ah. Aku tahu aku merasa pengecut karena menaruh kado ini di lemari bajumu tanpa memberimu secara langsung. Yak Kibum-ah, aku merasa sangat malu karena aku mengusirmu dari hadapanku. Padahal, aku tahu bahwa aku sangat membutuhkanmu saat itu. Aku memintamu untuk pergi dari hadapanku bukan karena aku membencimu, Kibum-ah. Namun, karena aku tidak ingin menyakiti dirimu apabila kemarahanku saat itu sedang memuncak. Sungguh, aku tidak ada niat sedikitpun untuk mengabaikanmu.

Aku juga merasa sangat bersalah saat Minho mengucapkan kalimat dengan kharismanya itu bahwa kau menangis. Saat itu juga aku merasa aku adalah orang terbrengsek yang pernah ada karena membiarkan kedua bola matamu mengalirkan air mata yang sangat berharga itu hanya karena diriku. Makanya, aku memutuskan untuk menenangkan diriku sendiri diluar untuk menghirup udara segar dan kembali ke Dorm dengan senyumku yang biasanya bertengger di bibirku.

Jadi, maafkan aku ya? Hehehe. Aduh aku merasa sangat pengecut kalau caranya seperti ini >.<

Oh ya, aku mempunyai sebuah kado. Kau pasti sangat suka. Sebenarnya ini adalah kado yang dimiliki kiita berdua. Satu milikku dan satu milikmu. Clue dari kado ini adalah: aku memakainya saat aku pulang dari luar. Dan kau harus membuka kado ini DENGANKU! TIDAK BOLEH DENGAN ONEW HYUNG!! Pokoknya, setelah kau menemukan kado ini, setelah kau membaca kartu ini, segera temui aku dan tetaplah disampingku selamanya. Semoga kau suka dengan kadonya~

 

Saranghae,

Kim Jonghyun

 

Jonghyun-ah, pada kenyataannya aku tidak pernah mengucapkan langsung kepadamu bahwa aku memaafkanmu. Pada kenyataannya aku tidak pulang ke Dorm malam itu. Kau tidak pernah menunjukan clue apapun yang kau tuliskan didalam kertas ini. Sama sekali tidak ada petunjuk sedikitpun tentang kado ini. Aku sendiri tidak berani membukanya karena kau mengucapkan bahwa aku harus membukanya dengan dirimu. Namun, sekarang aku akan membukanya. Membukanya denganmu. Dihadapan batu nisan yang mengukir namamu dengan sangat halus dan indah…

Kurobek kertas kado yang sudah lusuh itu dengan perlahan. Lalu, kubuka kotak yang membungkus kado yang dihadiahkan dari Jonghyun kepadaku. Alangkah terkejutnya ketika aku mendapatkan mataku melihat sebuah kalung berbandul kunci yang sangat indah. Kuangkat pelan kalung tersebut dan kupakai ke leherku yang sebenarnya juga sudah terdapat kalung berbandul gembok yang dulu dipakai Jonghyun disaat terakhirnya ia hidup. Ternyata, maksud dari clue yang diberikan namja itu adalah kalung ini. Kuletakan kalung berbentuk gembok itu diatas batu nisan namja itu. Kuapandang dengan tatapan sendu kearah kombinasi batu nisan dan kalung tersebut.

Aku menghitung satu sampai tiga dalam hati. Dan dalam hitungan ketiga, kurasakan nyeri yang sangat menusuk dibagian lengan kiriku. Bisa kucium juga aroma amis yang mengudara. Kulihat kearah lengan kiriku yang sudah tersayat oleh pisau yang kubawa sendiri dari rumah. Dengan ini, rasa bersalahku terbalas sudah. Aku akan menyusul Jonghyun di surga dengan membawa kedua kalung yang mengikat kami berdua. Kalung yang mengikat persahabatan kami berdua yang ia bawa sampai mati. Persahabatan yang dibumbui oleh benih kasih sayang yang amat mendalam.

Sejurus kemudian, pandanganku mulai kabur. Kabur karena terlalu banyak darah yang mengalir, dank arena air mata yang sudah menggenang di pelupuk mataku. Kemudian, aku jatuh tergeletak diatas gundukan tanah yang berisikan tubuh seorang namja yang sangat kusayang itu. Dengan bisikan pelan, kututup seluruh hidupku dengan sebuah kalimat. Dengan bisikan pelan, kututup seluruh sejarah persahabatanku dengan SHINee dan SHINee World. Dengan bisikan pelan, kututup sejarah yang pernah terjadi antara diriku dan Jonghyun yang biasa disebut Jongkey. Dengan bisikan pelan, kuhembuskan nafas terakhirku diatas makam namja yang sangat kusayangi ini.

“Kim Jonghyun, aku akan menyusulmu.”

 

***

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. OKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About raisawidiastari

crooked.

Posted on 2 Juni 2011, in Kim Ryechul, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 28 Komentar.

  1. Tidak keypa kau jangan nyusul jongpa masih ada sebutan onkey mungkin untuk mu kau tidak boleh pergi ><

  2. HAH setelah aku yang membunuh suami kita sekarang kau yang melakukannya, Chullieeee!
    plus Key. huaaah

    kupikir si SK akan lebih banyak di sini, abis galau-mu semalam keterlaluan LOL

    JongKey till the end!

    • raisa widiastari

      iyaa soalnya kan aku benci banget sama dia makanya aku galau paraaah!! KILL HER!
      ._.v
      kita memang pembunuh suami kita eonn *plakk*
      JONGKEY TILL THE END!
      NO MORE JONGKYUNG!!

  3. Serem (•̯͡.•̯͡) bagus author bahasa nya rapi bgt tp mudah2an gakan pernah kejadian yg kaya gitu, amin..

  4. jadi sebenernya OnKey atau JongKey sech??? ckckckckckc . . .

    sedih bgt ceritanya. emang yang namanya persahabat itu gak ada duanya deh.

  5. terharu banget

  6. ANDWAEEEE!! Tidaaaak key umma!!! Huwaaaaa TTATT *seriusan aku nangis beneran .__.”*

    Huwaaa aku gak mau ini terjadi asli kepada mereka! Tidak tidak tidak tidak *ngamuk sendiri*

    Yg penting ini hanya FF… Hhh (╥﹏╥)

    SHINee JJANG! Hidup OnKey! /loh /ganyambung

  7. hah.. terharu banget… tp ga mau jd kenyataan..

  8. aigooo , aku nangis .
    itu smua gabole terjadi !!!!!!!!!!!!!

  9. huuaaa..
    mataku sembab !!
    debak..
    akhir’y sekian lama aku mencari ff yg bisa membuat cairan bening dri mata ku keluar (lagi) & kini aku menemukan’y..
    yaaah..
    *apan daah

  10. bagus .
    menyentuh bgd cerita.a .
    keep make the best story !

  11. andwee… key oppa jgn mati dulu… masih ada aq…
    #plakk… aq dimarahi sm junsu…

    mianhae bikin rusuh :p

  12. tragisnyaaaa, huhu.. jangan sampe jadi kenyataan😦

  13. huhuhu….. SHINee gx bleh bubar. huff untung cuma ff kalau beneran, bkalan demo dech….. ceritanya bagus bngt. jongkey couple keren abiss……..

  14. demi apa gua baca ini sampe nangis jangan sampe ini terjadi T.T *guling”😦

  15. kereeeennnn
    suka banget sama alurnya! sama konfliknya!!^^

  16. kereeeennnn
    suka pake banget sama alurnya! sama konfliknya!!^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: