[FF/PG-13] Special One -Part 1

Title : Special One

Written By : MIVP

Length : Series [Part 1/Prolog+5+epilog]

Type : Angst, Friendship

Rating : PG-13

Mian Cast : Kim Jonghyun

Supported Cast : (for this part) Lee Taemin

A/N: jangan lupa komennya yaaa😀

PART 1 – TAEMIN

Lee Taemin menatap kembali ruang latihan yang kosong. Ia orang terakhir yang tinggal—lagi, seperti biasa. Ia kembali menatap seisi ruangan untuk terakhir kalinya sebelum mematikan lampu dan menutup pintu lalu berjalan pulang. Minho sudah pergi dari tadi, tepat sesudah photoshoot. Onew sudah hilang untuk latihan opera atau rekaman entah apa dan Key bilang ia pulang lebih cepat agar bisa memasak di dorm, jangan lagi makan makanan instan katanya.

Malam-malam seperti inilah waktu dimana ia sangat merindukan seorang Kim Jonghyun. Malam-malam seperti inilah mereka akan mengobrol ringan, atau makan malam yang tidak sehat, atau saling mengganggu satu sama lain, atau hanya duduk diam saja, menikmati kehadiran masing-masing. Sudah lumayan lama sejak Jonghyun pergi ke Amerika dalam rangka projek yang diberikan SM padanya. Kepergian yang tiba-tiba itulah yang membuatnya marah. Jonghyun yang tiba-tiba pergi meninggalkannya lah yang membuatnya marah. Bahkan, ia mengabaikan semua email yang dikirim padanya. Tapi kalau dipikir-pikir, siapa yang akan menolak kesempatan seperti itu? Taemin tahu, kalau ia yang diberi kesempatan itu, ia pasti akan mengambilnya.

Mungkin ia hanya marah karena bukan ia yang dipilih untuk projek itu, dan dengan pikiran itu di kepalanya, Taemin tahu ia telah memaafkan Jonghyun. Ia sangat rindu pada hyung-nya. Semua sangat berbeda tanpa Jonghyun. Rasanya seperti SHINee telah bubar, karena mereka melewati semua masa-masa sulit disaat tak ada Jonghyun diantara mereka.

Kini ia mengerti bagaimana rasanya menjadi para member Super Junior saat Hangeng meninggalkan mereka. Sangat sakit memang, tapi Taemin bisa melaluinya sekarang. Memang telah terbuat sebuah lubang yang teramat besar di hatinya tempat Jonghyun tadinya berada. Taemin sangat merindukan pemilik suara emas itu. Bahkan sang magnae lebih sering tidur di ranjang Jonghyun daripada ranjangnya sendiri. Tidur di ranjang itu membuatnya lebih merasa nyaman. Ia bahkan masih dapat mencium wangi tubuh hyung-nya. Ia suka memeluk bantal Jonghyun, membuatnya merasa bahwa lelaki itu selalu ada disampingnya. Membuatnya merasa bahwa hyung-nya itu tak pernah mengingkari janjinya, janji bahwa akan selalu ada di saat Taemin membutuhkannya.

“Aku butuh kau sekarang, hyung,” ucap Taemin. Perlahan, ia terisak. Dalam bayangannya, Jonghyun hadir dan mengelus pucuk kepalanya, memperlakukannya seperti bocah tujuh tahun yang sedang menangis karena tak dibelikan gulali. Tapi itu hanya dalam bayangannya. Jonghyun takkan lagi berada di sana.

Mungkin ini saatnya membalas email-email Jonghyun-hyung, pikir Taemin. Ia menyenderkan tubuhnya pada dinding dan duduk di lantai lorong yang sepi. Taemin merogoh sakunya, mengeluarkan ponselnya dan membuka inbox email yang penuh dengan pesan-pesan belum terbaca dari Jonghyun.

Ia membaca email-email panjang yang telah lama ia abaikan. Membaca bagaimana kehidupan Jonghyun di Amerika membuatnya sangat ingin pergi ke sana dan berbicara langsung pada orang itu. Walaupun kata-kata Jonghyun terbaca sangat menyenangkan, sang magnae tahu, Jonghyun kesepian. Seperti hyung-nya itu mencoba berpura-pura bahagia. Ia tertawa saat membaca kalimat permohonan Jonghyun agar dirinya membalas email yang tak terhitung itu. Tapi ia lebih ingin bertemu langsung dengannya, berbicara langsung dengannya, menatap wajahnya. Ia sangat ingin mengatakan kata-kata yang sudah ia pendam selama ini pada Jonghyun, saat ini juga. Tapi mungkin bila ia benar-benar bertemu Jonghyun, ia hanya bisa memasang muka datar dan terdiam tanpa mengucap sepatah kata, terlebih lagi karena waktu lama yang memisahkan mereka.

“Jonghyun-hyung, Taeminnie rindu. Kembalilah, jebal…” Taemin mengakhiri email yang baru saja ia ketik untuk membalas email-email Jonghyun. Ia tak percaya akan sesakit ini rasanya saat tak ada Jonghyun bersamanya. Jonghyun adalah hyung yang paling ia hormati, sayangi, dan sangat ia kagumi karena keteguhan hati dan talentanya. Bagaimana jika Jonghyun memutuskan untuk tinggal selamanya di Amerika? Pertanyaan itulah yang selalu Taemin hindari. Ia tak peduli dengan jawabannya. Ia tak mau tahu dengan jawabannya. Ia terlalu takut untuk tahu apa jawabannya.

Email-email Jonghyun memberitahunya bahwa ia akan kembali secepatnya. Syuting berjalan lancar, tetapi lelaki itu bosan dengan makanan Amerika dan ia sangat merindukan SHINee. Namun Taemin merasakan perasaan aneh di hatinya, perasaan aneh bahwa ia takkan pernah lagi bertemu dengan hyung tersayangnya. Ia mengenang saat-saat terakhir bersamanya, di airport. Saat dimana Jonghyun melambai selagi berteriak selamat tinggal dan ia akan sangat merindukan mereka dan akan segera kembali secepat yang ia bisa. Benarkah ia akan kembali? Kalau iya, mengapa banyak sekali email?

Taemin telah selesai membaca email terakhir dari Jonghyun dan ia me-refresh browser-nya. Ada email baru dan itu dari Jonghyun. Eh? Cepat sekali. Apakah ia sedang online? Hyung, sebegitu kesepiannya kah kau disana?

 

To : lee.taemin@sment.co.kr

From : kim.jonghyun@sment.co.kr

Subject : TAEMINNIE! BACA EMAIL INI ATAU KUBUNUH KAU!

 

Taemin-ah,

Kenapa kau tidak membalas email-email ku, hei bocah sialan? Kau menghindariku? Tapi kuharap kau membaca email ini karena ini adalah yang terakhir. Taemin-ah, aku takkan bisa menebak seperti apa raut wajahmu nanti setelah membaca ini jadi sebaiknya kau tetap membaca email ini baik-baik sampai habis.

Aku percaya kau itu bintang dari pertama kali aku melihatmu. Dari pertama kali aku mendengarmu bernyanyi, melihatmu menari, aku tahu SM telah menemukan seseorang yang sangat berbakat, yang akan membuat semua kekurangan SM Entertaiment menjadi kelebihan. Dan kau memang melakukannya. Kau telah membangun karirmu dengan hebat dan kau tidak jadi sombong, atau egois, dan kau tetap rendah hati dan tetap imut. Aku bangga padamu.

Kau adalah orang termanis dan yang paling pantas kukagumi yang pernah aku kenal. Kau bahkan bisa menenangkanku di saat-saat terburukku. Kekuatan apa yang telah kau berikan padaku, aku tak tahu, tetapi aku sangat senang aku bisa bertemu denganmu dan berteman denganmu. Aku bahagia bisa bernyanyi denganmu, dan maafkan aku karena kita tidak bisa berduet seperti yang waktu itu kita rencanakan. Sepertinya tak ada lagi waktu atau kesempatan untuk melakukannya walau aku sangat amat menginginkannya.

Aku rindu kekonyolanmu, imut wajahmu yang selalu buatku iri, aegyo-mu yang terkadang mengesalkan yang aku tidak tahu cara menghentikannya. Kau membuat hari-hariku bersama SHINee lebih manis. Aku rindu panggilanmu tiap pagi dan malam. Hari-hariku serasa tak lengkap tanpa panggilan-panggilan manjamu itu. Aku sangat merindukanmu.

Aku tak percaya aku mengatakan ini, tetapi aku benar-benar merindukan semua tentangmu. Semua hal aneh yang kau lakukan. Tingkah keperempuananmu (apakah kau yakin kau bukan yeoja? Oke, aku hanya bercanda!) dan kegilaanmu. Itulah yang aku rindukan akanmu. Jadi jangan pernah berpikir bahwa aku membencimu atau telah melupakanmu, karena aku memikirkanmu setiap saat. Kau dan yang lainnya, sangat penting bagiku.

Ingatlah selalu bahwa Jonghyunnie mencintaimu. Tak peduli apapun yang terjadi, tak peduli seberapa sulitnya waktu yang kita lalui. Aku ingin kau berusaha sekeras yang kau bisa untuk menjadi penyanyi terhebat. Aku mau kau merubah segalanya. Namun satu yang aku tak mau, aku tak mau kau menangis. Karena tak peduli apapun yang terjadi, aku akan selalu disini untuk menemanimu.

Aku berharap aku punya waktu untuk melihat semuanya, melihat kau tumbuh, melihat kau sukses. Tapi aku tak punya. Aku hanya bisa melihatmu dari jauh dan tetap berdoa kau akan berhasil. Jika aku diberi kesempatan untuk mengubah sesuatu, aku akan pergi ke tempatmu berada sekarang dan menemanimu menjalankan segalanya. Itu karena aku mau selalu berada di sisimu, karena kau sudah seperti adik kandungku sendiri, seseorang yang selalu aku jaga beberapa tahun ini. Lee Taemin, aku tak pernah ingin meninggalkanmu.

Aku merindukanmu dan aku berharap untuk melihatmu lagi suatu hari nanti. Jaga dirimu baik-baik dan kumohon, tetaplah berusaha keras untuk menggapai semua harapanmu. Aku ingin kau menjadi bintang yang lebih bersinar daripada aku. Mungkin kau tak melihatku, tetapi aku selalu, akan selalu berada di sampingmu, menemanimu, memelukmu tiap saat kau butuh aku.

Hyung-mu yang selalu menyayangimu,

Kim Jonghyun.

Air mata membasahi pipi Lee Taemin sesudah ia selesai membaca email itu. Ia tak begitu mengerti apa yang diucapkan Jonghyun. Mengapa ia mengucapkan hal-hal ini? Mengapa ia mengucapkan selamat tinggal? Hatinya sakit dan ia sangat bingung namun ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia melirik file yang Jonghyun lampirkan pada emailnya. Ia sangat senang Jonghyun menulis email yang penuh perhatian padanya, namun ia sangat bingung tentang isinya. Dan kata-kata itu seperti ucapan selamat tinggal. Hyung tidak sekarat dan akan meninggal, kan? Seandainya ia bisa pergi ke Amerika…

Tetapi Taemin tidak mau memikirkan hal itu dan ia membiarkan matanya menatap file yang Jonghyun lampirkan. Sebuah foto. Ia tertawa saat melihat foto tersebut, saat dimana mereka berpura-pura seperti sepasang kekasih. Taemin ingat saat-saat mereka bertengkar, tertawa, menangis. Saat mereka pertama kali debut bersama SHINee, semua photo shoots, semua interview dan hal-hal kecil yang mereka lakukan. Jonghyun benar, semua itu sangat menyenangkan. Ia berharap hari-hari itu kan berulang, karena hari-hari itu adalah hari dimana mereka membuat memori untuk diingat seumur hidup.

Sang magnae menutup browser dari ponselnya dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku selagi ia membuang jauh-jauh perasaan tak enak yang mengganjal hatinya. Ia percaya Jonghyun akan kembali secepatnya. Ia harus percaya pada dirinya sendiri bahwa Jonghyun hanya kesepian di Amerika sehingga ia menulis kalimat seperti itu. Ia harus percaya itu, karena ia tidak bisa membayangkan dunia tanpa seorang Kim Jonghyun.

TBC

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. OKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalian, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0

Posted on 2 Juni 2011, in MIVP, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. First,
    Aku bacanya ntar dulu ya thor
    Aku komen dulu. Ntar malem biar dapet feelnya. Gomawo🙂

  2. Ah, T.T (kali ini mataku berkaca-kaca)
    Aku pernah merasakan hal yg sama, merindukan saudara/teman dan cuma bisa email2an..
    Yang aku suka dr ff kali ini adalah perasaan Taemin ngambek yg mengalir dan bgmn Jonghyun mengungkapkan isi hatinya dlm email. Walau awalnya sedikit marah, tp tetap saja ke-sensitif-an Jonghyun terkuak. Love it!!!
    Duh, pengen banget ada duet mereka bareng. X)
    Semangat MIVP!! \(´▽`)/

  3. mii… kamu sukses membuat mataku berkaca-kaca..😥

    beneran itu si taeminnie kangen banget sama si jonghyun.. ><

    ditunggu lanjutannya.. ^^

  4. mit,ff lo + so goodbye nya jjong pas banget yoo~
    kereeenn miittttt, lanjutkan lanjutkan !

  5. nah kan kak, aku nangis kan nih -_-
    ayo kita lihat, jongho juga bikin nangis ga hahaha

  6. udah baca dari kemaren, tapi baru sempet komen sekarang. mian ya mi ToT

    pas baca lagi di rumah wichan dan pake hape wican. hahah *gak modal*

    selamat ya mi~ kamu udah buat aku nangis. sumpah itu email yang dari jong astajim~ ToT

    daebak daebak!

  7. haduh haduh ini telat banget sebenarnya baca ff nya, ini udah 2014 woey… Sumpah ini sedih banget bacanya thor TT…

  1. Ping-balik: [FF/PG-13] Special One -Part 2 « SHINee Super Shinki FF Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: