[FF/PG-15] CODE Part 3

Main Cast:
Lee Jinki
Sin Jeona (fiksi)
Luna F(x)
Choi Minho
Kim Jonghyun

Genre: Family Romance
Rating: PG 17
Leght: Sequel

Annyeooonnggggg~

Please jangan membenci Luna. Dia tidak salah apa-apa. Authornya yang salah..
Tapi kalo udah dr awalnya gak suka Luna sih gpp..kekeke

RCL Please~


Jeona POV

Jinki oppa tidak berbicara padaku sejak tadi siang. Dia pasti berfikir aku yang salah. Jika dia memang marah itu wajar. Aku memang salah karena sudah menampar Luna. Tapi Luna yang sudah memancingku.

‘Asal kau tahu Jeona.. aku pernah menjadi yeojachingu Jinki oppa’

Sial! Kata-kata itu terus terniang dikepalaku. Jinki oppa tidak pernah menyinggung akan hal itu.

“Apa yang terjadi tadi siang?”
Jinki oppa menghampiriku yang sedang membuat bubur sereal untuk Jongin. Sudah waktunya bagi Jongin untuk makan malam.
Akhirnya dia membuka mulutnya juga.

“Tidak kah kau lihat? Aku menamparnya.”
Kuaduk cepat bubur sereal yang sudah kuseduh sambil berjalan meninggalkan Jinki oppa.
“Kenapa kau menamparnya?”
Jinki oppa menarik tanganku mendekatkanku padanya.
“Aku tidak suka dengan yang dikatakannya.”
“Apa yang dikatakannya?”
“Dia bilang kalau kalian pernah menjalin suatu hubungan special!”
Aku menepis tanganku tapi Jinki oppa menangkap tanganku lagi.
“Kau cemburu?”
“Mwo? Aku hanya tidak suka kau bohongi.”
“Bohong?”
“Kau bilang Luna hanya teman!”
“Kau cemburu?”
Aisshhhh!! Sulit berurusan dengan namja ini.

“Sudah lupakah! Aku mau menyuapi Jongin!”
Jinki oppa semakin mengeratkan genggamannya. Matanya terus menatapku. Aku sedikit meronta agar Jinki oppa melepaskan tanganku.

Jinki oppa menarikku mendekat kepadanya. Dikecupnya bibirku, membuatku terbelalak. Kecupan itu semakin lama menjadi lumatan. Jinki oppa menekan bibirku kuat dan digigitnya bibirku. Mencoba menautkan lidahnya ke dalam mulutku.

Jinki oppa mendorongku hingga stuck discounter dapur. Diambilnya mangkut Jongin dari tangaku tanpa melepaskan ciumannya. Disimpannya mangkuk tersebut di meja counter. Entah sadar atau tidak, tanganku yang bebas judtru mengelus-elus dada bidang Jinki oppa. Kurasakan nafas kami semakin kencang berderu..
Tubuh Jinki oppa semakin menghimpitku. Melepas ciuman kami dan beralih menciumi leherku.
“Hhhhh..”
Rasanya sangat mengelitik saat bibir JInki oppa menyapu rahangku. Membuatku mengeluarkan suara seperti mendesah.

Sepertinya leherku akan basah dengan ciuman dan jilatannya. Perlahan tangan Jinki oppa merayap diperutku, semakin lama semakin ke atas.
“Aaahhh..oppa.. jangan..”
Tidak menghiraukanku. Tangannya terus meremas dadaku. Awalnya lembut, namun semakin lama remasannya semakin keras.
“Oppa.. aku sedang menyusui..”
Oppa melapaskan tangannya dari dadaku. Tapi ternyata aksinya semakin berani. JInki oppa membuka kancing blusku. Ciumannya kini turun dari leher kedadaku, tangannya meremas kuat bokongku.
“Oppaaa..aaahhhh..”
Jujur. Sepertinya aku mulai basah.

Jinki oppa menghentikan serangannya padaku saat mendengar tangisan Jongin.
Saved by Jongin.
“Kita belum selesai..”
Seerrrr… seperti adrenalin yang memuncak saat Jinki oppa berbisik lembut ditelingaku. Suara lembutnya terdengar begitu seksi. Kakiku lemas. Kurasa tubuhkuku sedikit bergetar. Rasanya ingin jatuh saja.

“Cepat.. sepertinya Jongin sudah kelaparan.”
Jinki oppa menyodorkanku mangkuk bubur sereal Jongin. Aku malu sekali karena ketahuan belum tersadar akibat serangan Jinki oppa barusan.
Aku mengambil kasar mangkuk dari tangannya. Untuk mengalihkan rasa maluku. Aku pergi dengan langkah yang sedikit cepat. Ingin cepat-cepat menghilang dari pandangan Jinki oppa.

Kenapa aku ingin terus tersenyum?
Bibirku tak bisa berhenti tersenyum. bukan karena tingkah Jongin yang menggemaskan saat kusuapi. Tapi karena mengingat serangan Jinki oppa. Apa aku suka? Jadi seperti ini rasanya? Tubuhku panas sekali.. gerahh..

Senyumku semakin menjadi-jadi saat kembali teringan perkataan Luna. Bukan tentang hubungan kemantanan mereka, aku sudah tidak peduli dengan itu. Mereka sudah putus kan?

Lagi pula, perkataan Luna justru sudah menegaskan kalau Jinki oppa mencintaiku. Hehe.. apa benar dia mencinataiku?

-aku benci kau karena Jinki oppa tidak pernah berniat untuk melepaskanmu! Aku benci Jinki oppa yang terus memekai cincin kawinnya! Aku benci setiap melihat poto pernikahan kalian yang terpajang dikantor dan dirumahnya! Aku benci setiap kali Jinki oppa menceritakan tentangmu! Aku benci saat kau datang dan Jinki oppa tersenyum lebih lebar!-

Hehe.. kata-kata luna terdengar indah ditelingaku. Lebih tepatnya, kata-kata itu terdengar seperti..

-Jinki oppa tidak pernah berniat untuk melepaskanku.. Jinki oppa yang terus memekai cincin kawin kami.. poto pernikahan kami terpajang dikantor dan dirumah kami.. Jinki oppa selalu menceritakan tentangku.. dan saat aku datang Jinki oppa tersenyum lebih lebar!-

Terdengar seperti senandung ditelingaku.. aigoo..

Aku sudah selesai menidurkan Jongin. Aku keluar dari kamar dan menemui Jinki oppa diruang keluarga.

Tapi yang kulihat.. Jinki oppa sudah tertidur.
Eoh? Kenapa aku kecewa? Kenapa aku ingin Jinki oppa bangun dan menyerangku lagi?
Aarrgghhhh!!! Ada system yang rusak dikepalaku!!
Lebih baik aku juga pergi tidur, kembali ke kamar.

“Chaggy~”

DEGH!

“Jongin sudah tidur?”
Aigoo eoddokhae? >//< Jinki oppa terbangaun dan menatapku sayu.

“Ne. baru saja Jongin tertidur.”
Dengan cepat aku membuka kenop pintu kamar. Aku masuk dan menutup pintu kamar. Aku menyenderkan punggungku dipintu. Kakiku mulai lemas.

DEGH!

Jangan GR dulu Jeona.. mungkin oppa hanya menanyakan Jongin saja. Tenangkan pikiranmu Jeona!!

Tok! Tok! Tok!

Omo! Oppa! Jangan susul aku ke kamar~

Ckleck~

Tubuhku terdorong pintu saat Jinki oppa membuka pintu kamar. Aku menyenderkan punggungku ditembok sebelah pintu. Bersembunyi dibalik pintu.

“Kenapa kau diam disitu?”
Jinki oppa menutup pintunya dan menemukanku dibalik pintu.
Eoddokhae? Kami berada didalam kamar.

“Kau sakit? Kenapa wajahmu aneh?”
Jinki oppa menyentuh punggung tangannya di keningku. Kutepis karena tidak mau mukaku terlihat semakin merah.
“Oppa kenapa masuk ke kamar? Bukankah seharusnya tidur di sofa?”
Aku menghindarinya. Berjalan menuju ranjangku.
Aku melirik ke belakang, Jinki oppa mengikutiku?

“Oppa kenapa mengikutiku!”
”Aku mau mengambil bantal dan selimut.”
Jawabnya ringan. Shhh*ttttt!!! Kenapa dia tidak gugup sepertikuuu??

Kubiarkan Jinki oppa mengambil bantal dan selimut dari ranjang.
Eh! Dia tidak mengambil bantal melainkan menjatuhkan tubuhnya di ranjang dan memejamkan matanya.
Baiklah! Malam ini aku yang tidur di sofa!

Tanpa mengambil bantal atau selimut aku pergi meninggalkan kamar. Aku mematikan lampu kamar sebelum menutup pintu kamar. Semoga mimpi indah!

Hhhaaaahhh~ kugunakan bantal kursi untuk menyangga kepalaku. Cukup nyaman juga tidur disofa ini. Sofanya besar dan empuk.
Whoaammm~ aku menguap lalu mataku perlahan menutup.

“Chaggy~”
Eoh! Aku membuka mataku dan mendapati Jinki oppa didepanku. Terjongkok mensejajarkan matanya dengan mataku. Tangannya membawa bantal dan selimut.

“Kenapa tidur disini? Cepat pindah ke kamarmu.”

Perlahan aku bangun dan beranjak dari sofa. Aku kembali menuju kamarku, aku lihat Jinki oppa sudah menutup seluruh tubuhnya dengan selimut di sofa.

“Oppa, mau kumatikan lampunya?”
“Ne..”
Jawabnya dari dalam selimut.
Aku menekan tombol off lampu ruang keluarga. Barulah aku masuk ke kamar dan tidur. Malam ini tidak jadi menyelesaikannya.

Jinki POV

“Oppa, mau kumatikan lampunya?”
Aku menutup seluruh tubuhku dengan selimut.
“Ne..”
Jawabku.
Masih belum siap. Jeona masih menghindariku. Bagaimana jika dia tidak mencintaiku?
Ahni! Aku yakin dia mencintaiku juga. Dia marah karena Luna diam-diam masih menyimpan hati untukku. Dia cemburu.
Lagipula, Jeona tidak menolak saat kucium. Bukankah itu awal yang baik?
Chagiya~ apa kau tahu ini hari apa?

//

Jeona POV

Hari ini pun otakku masih belum kembali normal..
Aku memikirkan Jinki oppa saat membuat sarapan..
Aku membayangkan Jinki oppa menciumku saat memandikan Jongin..
Dan aku masih membayangkan serangan Jinki oppa saat ini, saat aku akan mencuci pakaian.

Aku menaruh Jongin dikereta bayi. Membiarkannya bermain sambil sambil menontonku mencuci baju. Aku menaruh kereta bayinya di dekat pintu ruang cuci. Sehingga aku bisa mengawasinya sambil mencuci.

Satu persatu pakaian Jinki oppa kumasikan kedalam msin cuci. Aku memilahnya antara pakaian putih dan pakaian berwarna. Setipa saku aku cek agar tidak ada koin atau barang yang tergilas mesin cuci.

Apa ini? aku merasakan ada sebuak kotak didalam saku celana Jinki oppa. Aku merogoh saku celana Jinki oppa dan menemukan sebuah kado. Ukurannya kotaknya seperti kotak cincin.
Ahh.. ada kartu ucapan kecil tergantung dikadonya.

Saengil Chukkae~
From: Luna.

Degh!

Ulang tahun? Apa ini kado dari Luna untuk Jinki oppa?
Aku berlari meuju kamar Jinki oppa. Aku ingin memastikan sesuatu. Aku tahu passport nya ada dilemari.
Aku buka lemari pakaian Jinki oppa. Aku mencari passport nya defile-file dokumen Jinki oppa. Tergesa-gesa aku membuka lembaran passportnya.
Dan benar! Kemarin ulang hari ulang tahun Jinki oppa.

Gyut~
Rasanya sakit sekali. Ngilu. Aku tidak tahu hari ulang tahun Jinki oppa. Dan sudah melewatkannya begitu saja.
Kenapa Jinki oppa tidak memberitahuku?
Apa yang bisa kulakukan untuk menebusnya?

//

“Apa ini?”
Jinki oppa tidak membuka tutup mangkuk yang kuhidangkan didepannya.

“Sup rumput laut.”
Jawabku. Dan itu membuat Jinki oppa tertegun.

“Siapa yang ulang tahun?”
Huh! Tidak mau mengakui ulang tahunnya padaku?
Aku merogoh saku rokku. Aku menyodorkan kado dari Luna yang kutemukan disaku celananya.

“Kenapa tidak bilang kalau kemarin oppa ulang tahun?”
Jinki oppa tidak mengambil kado yang kutaruh dimeja makan. Hanya memandanginya, dan tidak menjawab pertanyaanku.
“Apa aku sebagai istrimu tidak boleh tahun ulang tahun suamiku sendiri?”
Sekuatnya aku mengatur nafasku agar tetap teratur. Menjaga agar air mataku tidak keluar. Sangat kecewa karena Jinki oppa menyembunyikan hari ulang tahunnya dariku.

“Masista!”
Mengalihkan pembicaraanku. Jinki oppa memakan sup rumput lautnya.
Aku justru kehilangan nafsu makanku.

“Ini sup rumput laut pertama yang kumakan untuk ulang tahunku..gomawo~”
Sup rumput laut pertama?
“Oppa tidak pernah makan sup rumput laut?”
Jinki oppa menggelengkan kepalanya dan terus melahap sup rumput laut.

Aku tahu mertuaku sangat sibuk. Dan mungkin terlalu sibuk untuk sekedar membuatkan sup rumput laut dihari ulang tahun anaknya.
“Apa Luna tidak pernah membuatkanmu sup rumput laut?”
Aku bertanya seperti ini karena aku tahu mereka pernah berpacaran. Seorang yeojachingu biasanya akan membuatkan sup ini.

“Luna juga terlalu sibuk dengan kuliahnya saat itu.. jadi tidak pernah membuatkanku sup rumput laut.”
Jinki oppa tersenyum padaku. Senyum yang menenagkan hatiku. Jadi aku orang pertama yang membuatkan sup rumput laut untuk oppa? Bukankah itu bagus?

“Walaupun telat satu hari, tapi ini sup rumput laut yang paling lezat!”
Aigoo~ itu karena ini sup rumput laut pertamamu.

Mataku tertarik pada kado yang yang masih terbungkus rapih diatas meja makan.
“Oppa, kenapa tidak membuka hadiah dari Luna?”
“Heumm?”
“Boleh aku bukakan?”
“Ne..”
Atas ijin Jinki oppa kemudian aku membuka pita yang menghiasi kotak ini. kuharap bukan cincin. Kubuka kotaknya dan ternyata hanya penjepit dasi. Syukurlah..

“Oppa.. aku tidak bisa memberimu apa-apa hari ini.. aku tidak sempat keluar rumah..”
“Kau sudah memberikan hadiah dihari ulang tahunku.”
“Eoh? Aku belum memberikan apa-apa.”
“Saat kau menciumku.. itu hadiah yang sangat aku inginkan..”
Blusshh~
aigoo~ mukaku menghangat.

//

“SUDAH SELESAI BELUM??”
“SEBENTAR LAGI!!”

Sudah setengah jam aku menunggu didepan pintu kamar mandi. Sudah kusiapkan handuk Jongin ditanganku.
Pagi-pagi sekali Jinki oppa membawa Jongin mandi bersama. Bagaimana jika Jinki oppa saalh memandikan? Tapi suara kekehan kencang Jongin dari kamar mandi menunjukan kalau Jongin baik-baik saja.

Cklek~

Akhirnya selesai juga.
Aku beranjak dari tempat tidur dan menghampiri pintu kamar mandi.
OMO!! OMO!! O.O
Reflek kututup mataku dengan handuk Jongin. Menghindari pemandangan yang bisa membuatku jantungan.

“Chaggy, cepat berikan handuk Jongin. Dia sudah kedinginan.”
Aku menutup mataku dengan tangan. Memberikan handuk Jongin pada Jinki oppa.

“Chaggiya~ Kau sudah pernah melihatnya kenapa sekarang malu-malu?”
Chu~

Degh!
Siall!!! Jinki oppa sukses menggodaku. Percaya dirinya sudah maksimal. Berani mencium pipiku dalam keadaan senonoh seperti itu?

“Siang ini temanku, Minho, akan mengirimkan kasur.”
“Kasur?”
“Aku akan membeli kasur dan menyimpannya di kamar tamu.”
“Mianhe oppa, karena aku kau jadi tidur disofa.”
“Eoh? Bukan karena itu. Tapi besok umma dan appa akan menginap disini.”
“Ohhokk! Ohhokk! Menginap? Mertuaku?”
“Ne.”
Mwoya? Kalau begitu Jinki oppa akan tidur sekamar denganku? Tidak mungkin jika membiarkan Jinki oppa tidur di sofa didepan mertuaku.
“Berapa hari?”
“Hanya dua hari. Mereka hanya tinggal disini untuk menghadiri seminar.”
Dua hari? Baiklah. Bertahan selama dua hari saja.

“Dan ini. kulkas kita kosong.”
Jinki oppa menyerahkan amplop kepadaku. Kubuka amplopnya dan.. Tuhan aku tidak pernah memegang uang sebanyak ini.
“Umma suka sekali buah, appa jangan diberi yang manis-manis, dia diabetes. Dan tolong penuhi kulkas kita.”
Berapa uang yang kupegang? Ini lebih banyak dari uang jajanku selama sebulan.

“Dan ini kartu kredit. Jaga-jaga kalau uang belanjanya kurang.”
Ditambah kartu kredit? Uangku banyak sekali..

//

Kenapa Jinki oppa melakukan ini padaku?

“Kita sudah berbaikan bukan? Kenapa kau masih tidak tersenyum Jeona?”
“Mian Luna. Aku hanya masih merasa canggung.”

Atas permintaan Jinki oppa, Luna mengantarku pergi belanja.
Walaupun Luna sudah meminta maaf padaku tapi.. aku masih dapat merasakan aura tidak bersahabatnya.

Aku menggendong Jongin dan Luna yang mendorong kereta belanja. Aku memasukan semua bahan makanan yang ada didalam list belanjaku.
“Jeona, lebih baik pilih yang sedang saja. Kau tidak akan banyak menggunakan gula bukan?”

Luna terus meniterupsiku agar mengatur belanjaanku. Tidak boleh terlalu boros. Begitulah katanya. Tapi uangku banyak, tidak masalah.

Dengan teliti aku memeriksa sekeiling permukaan setiap buah. Aku membeli semua jenis buah. Karena kau tidak tahu buah apa yang disukainya. Sementara aku memilah buah, Luna pergi mencari alat mandi.

Degh!
Jonghyun oppa?

Entah kenapa aku tidak mau dia melihatku. Aku memasukan beberapa buah yang dapat kujangkau. Dengan cepat menyudahinya.

Uughhh! Agak sulit saat harus mendorong kereta belanja dan disaat yang bersamaan tanganmu yang lain menggendong Jongin.

“Bisa saya bantu?”

Degh!

Sudah tertangkap basah.
“Jeona? Kau Jeona kan?”
“Ne. annyeong oppa.”
“Jadi ini anakmu?”
“Ne.”
Jonghyun oppa mencubit pipi Jongin. Matanya sedikit dikernyitkan.

“Sepertinya aku pernah melihat bayimu. Tapi dimana?”
Tangan Jonghyun oppa masih menggoyang-goyangkan jari Jongin, ditatapnya lekat-lekat.

“Siapa nama bayimu?”
“Jongin. Lee Jongin.”
Tubuhnya diam mematung. Matanya masih menatap Jongin lekat.
“Sepertinya aku kenal bayimu.”
“Mungkin hanya mirip saja.”
“Ya. Mungkin.”
Seperti masih menyimpan keraguan. Apakah Jongin mirip dengan bayi yang dikenalnya?

“Nampyeonmu, aku belum mengenalnya.”
“Maaf tidak mengundangmu ke pernikahanku oppa.”
”Gwenchana. Aku hanya ingin tahu siapa nama namja yang beruntung mengambilmu dariku.”
Kumohon jangan membuatku bimbang Jonghyun oppa. Jangan membuatku mengingkari keputusanku sendiri.

“Lee Jinki. namanya Lee Jinki.”

Hanya tersisa sepuluh ribu?
Ternyata sulit mengatur uang.
“Kau belanja terlalu banyak Jeona.”

Aku membantu Luna memasukan barang belanjaan kami kebagasi. Aku mulai menyesali beberapa barang tidak begitu penting yang kubeli.

“Jadi, siapa namja yang berbincang denganmu tadi?”
Aku memasang sabuk pengamanku. Dan menghela nafas panjang.

“Dia temanku.”
”Benarkah?”
“Ne.”
“Dia seorang manajer di supermarket ini? kenapa kau tidak bilang mempunyai teman seperti dia? Kenalkan padaku? Bagaimana?”
“Kami tidak dekat lagi.”
“Yahh. Sayang sekali.”

//

Ting~ Tong~

Ah! Mungkin kasurnya sudah tiba.

“Silahkan masuk.”
“Annyeonghaseyo.”
“Annyeonghaseyo, kau pasti Minho ssi.”
“Ne. kita pernah bertemu dipernikahanmu.”
“Benarkah? Maaf aku tidak ingat.”
“Gwenchana. Jadi, dimana aku harus menaruh kasurnya?”
“Ke kamar tamu.”
Aku menuntun Minho ssi dan beberapa orang yang mengantar Kasur. Ternyata bukan hanya kasur. Tapi perabotan kamar lengkap.

Minho ssi menata kamar tamu, karena dia adalah desain interior. Sementara aku membuatkan minuman untuk mereka.

Minho ssi menatap foto pernikahanku yang terpajang di ruang keluarga.
“Apa fotonya kurang bagus?”
Tanyaku sambil menyimpan minuman di meja tamu.

“Ahni, bagus. Kalian terlihat serasi.”
“Benarkah?”
“Ne. aku tidak bohong.”

“Jinki hyung, dia sangat menyayangimu.”
“Eoh?”
“Dia sangat bahagia saat menyebarkan berita pernikahannya. Berteriak diseluruh kantor. Seperti anak kecil.”
Degh! Sebahagia itukah?
“Hyung bilang padaku, kalau kau mencuri hatinya saat kau bilang ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik.”
Apa aku pernah mengatakannya? Kapan?
Ah! Saat Jinki oppa mengajakku menemui orangtuanya untuk meminta ijin menikah.
Ibu mertuaku bertanya apakah aku siap menikah? Padahal aku belum lulus sekolah? lalu dia bertanya apa cita-citaku dapat tercapai sementara aku sudah hamil?
Aku menjawab kalau aku ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik, yang berada dirumah untuk membesarkan anakku. Jawaban yang keluar dari mulutku karena kesal dengan kearoganan ibu mertuaku. Sikapnya yang meremehkanku karena aku berpendidikan rendah. Aku masih SMA.
“Dia juga bilang kau cantik saat menyusui.”
Blusshh~ jinjja??

“Apa kau punya foto yang lebih kecil?”
“Untuk apa?”
“Sepupuku, dia juga dekat dengan Jinki hyung. Dia belum pernah melihatmu. Maksudku melihat istri Jinki hyung.”
“Huh?”
“Aneh bukan? Aku juga tidak tahu mengapa dia menyuruhku untuk meminta foto kalian.”
“Kami punya. Sebentar aku ambilkan.”

//

Jinki POV

Siang tadi Jonghyun memintaku untuk menemuinya disini. Kenapa harus bertemu ditempat sesepi ini?
Padahal aku harus cepat pulang sebelum umma dan appa datang kerumah. Apa yang mau dibicarakannya? Terdengar serius sekali.

Ckkkiiitttt~

Mobil Jonghyun berhenti di depan mobilku. Aku melepas sabuk pengamanku dan menyusul Jonghyun diluar.

“Jonghyun ah~ apa kabar”

Buughhh!!

Aucchhh! Kenpa Jonghyun meninjuku? Apa salahku?

“Kau licik Lee Jinki! kau menyuruhku mengantar pulang Minho agar kau bisa bersama Jeona! Benarkan? JAWAB!”
Jeona? Mwo? Apa maksudnya?

Buughh!!

//

“Kalau sakit teriak saja oppa.”
Aakkhh. Perih.

“Jangan berkelahi oppa. Kau sudah bukan remaja lagi.”
Kulihat mata Jeona yang sembab. Tangannya halus membersihkan luka dan memarku.

“Jeona?”
“Ne?”
“Kenapa kau menangis?”
“Tentu saja aku menangis! Kau pulang dalam keadaan yang mengenaskan! Kukira kau akan mati!”
“Aku senang kau menghawatirkanku chaggy.”
“Jangan menggodaku!”
Hahaha! Terlihat lebih cantik saat marah.

“Jeona?”
“Eum?”
“Kau kenal Kim Jonghyun?”
Tangannya berhenti mengobati lukaku. Berarti Jonghyun benar. Jeona dan Jonghyun sudah kupisahkan.

-bersambung-

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 2 Juni 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 24 Komentar.

  1. Mian post-an yg sebelumnya aku hapus soalnya ga tau knp banyak kalimat yg kepotong disitu~ jd aku bikin post yg baru ^^

    Mian ya~ komen2 kalian jd ikut kehapus *bow*
    ini udah komplit, gak ada yg kepotong lg ^^

  2. ToT
    Onew oppa,suami idealQ…Pngen pux HB yg kyak gt,ganteng,pngertian,stia,baik ht,dwasa,mapang.Aargh,,.MAU…
    #pkirn lo kjauhan Dee,br kls 2SMA jg.Ckck
    next part’a,jgn lma” y chingu🙂

  3. Pantesan agak gak nyambung yg td T_T ditunggu part selanjutnya author

  4. aduhh oppadeul jgn brantemm ~
    next part.a d tggu ~

  5. onewonewonew aku padamu hahaha
    lanjutin thor, rada cepet okeeee😉

  6. Jinki… Kyaaaaa…… Jeona, kau mengambilnya dariku. Jdi kau hrus mnjaga Jinki~ku dengan baik (?)…

    Author lnjutny jgan lma2 ya, d tggu next part nya! xD

  7. hya,,,,part yg kemarin joena vs luna sekarang jinki vs jonghyun

    tapi seneng deh,sekarang joena uda perhatian ma jinki,arggg penasaran ma lanjutannya nih
    next partnya dtggu y,,,

  8. Waw jlan critany bguzzz
    sayya skaaaaa
    lanjouuutttt minnn…………………………..

  9. wah keren! Keren! Lanjut!

  10. houuuhhh,, daebak xp,,
    ga sabar lnjutannya

    asap yay thor lnjutanny kekekeke :p

  11. luna adalah ibu yg baik… lebih baik dr jeona… pria sebaik jinki pantas mendapat wanita seperti luna… (itu hanya pendapat q aja)…

  12. lagi seru”nya eh malah tbc…
    ayo chingu segera dpost klanjutannya!
    pnasaraaaaaaaaannn… >,<

  13. Lagi seru, tbc. . . . Akh. . . . .
    Ternyata jjong jg suka sm jeona, mudah2han jeona engak bimbang tetep ma jinki. . .
    Udah ngak sabar pengen baca part jeona sama mertua y bakal gmn nanti?
    Lanjut jgn lama2 ya?

  14. SERU. . .
    Aku baru baca ff yang ribet begini.
    Ayo lanjutkan.
    Itu Luna minta dikenalin sama Jjong kan?
    Ayo adain JongNa.

    Jeona cepat sadar,kalau dirimu juga mencintai Jinki.
    Ayoayo. .
    Ayo Lanjutkan.

  15. Mau nikah sama onew ….. *di geplak mvp!!!
    ga kebayang di cintai onew sampe kayak gitu… mauuuuu…

  16. Lnjut..
    Hehehe..
    ^^

  17. mkin cinta sma onew..
    ^<

  18. wew…
    onew oppa kau baik sangaaaaaaattttttt…
    makin cinta deh diriku.. ^_^

  19. missnandaa 최민호

    Jonghyun oppa andwae~ itu hyung mu loh. Aissh udah luna sm jong aja biar adil xD

  20. kyaaa.. envy bgd ma jeona..
    mr. chicken swami idaman..ahh

    tp pzt akn happy endng yah..<3

  21. jiahhh~ jjong kau telat nak, udah adi istri orang itu

  22. Pensaran….>,<..mf g bs lma2,,mesti lnjut ke next chaptrx…anneyong*lari smbil angkat sendal*..lebbey dech..T,T…

  23. Jonghyun cmbru.?
    #y lah,, it psti..
    Pie knp gk dr awl dy ktkan n mengntr jeona wkt it..
    Jd jgn slhkn jinki..
    Wkt it kan dy sndri yg mw ngntr minho..
    Kyaaaaa koq jd aq yg ngmel”.
    Lnjt akh.
    G seru nh.!!?

  24. shim hyun gi is aiu luph benedictbridgerton

    aigo~

    lee jinki kau benar-benar…
    ckckckck….

    apa seperti ini sifat aslimu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: