[FF/PG-13] Is it A love ? chap 2

Is it a Love ?

chap 2

Key ^^ ♥

Cast :

Kim Kibum SHINEE

Lee Donghae SUJU

Lee Hana

‘Kao tahu ? Kupikirkan yang kao rasakan itu bukan cinta, kao hanya terbiasa dengan keberadaan Donghae yang selalu ada di dekatmu. Saat Saera tiba-tiba muncul, kao merasa Donghae adalah belahan jiwamu yang hilang. Padahal sebenarnya tidak, yang kao rasakan sebenarnya hanya sekedar kehilangan seorang sahabat saja’

 

 

Previously~~~ 

“ANNYOOOONG~~~YOROBUNN !!!” aku menoleh ke arah Key yang berteriak keras. Semua orang melihat ke arahnya. Kenapa dia berteriak keras begitu ? “AKU INGIN MENGUMUMKAN SESUATUU” aku memandang bingung peri aneh di sebelahku. Wajahnyaa….tampak bahagia. “MULAI HARI INI….HANA ! LEE HANA ! ADALAH MILIKKU”

Aku terperangah cukup lebar, sementara yang lain mulai brtepuk tangan dan mengucapkan selamat padaku. Aishhh~~kenapa dia tersenyum riang begitu ? Apa maksudnya ? Omooo~~apa-apaan dia

_______________________________

-tamankota-

Bulan tampak besar malam ini. Cahayanya juga lebih terang daripada di malam-malam pada musim lainnya. Kao akan lebih mudah melihat sekitar taman walau tanpa lampu seperti sekarang ini. Aku tak menyangka kalau bulan di musim panas akan sehangat dan seindah ini. Hmmm……*trpesona*

Aishhh~~LEE HANA ! SADARLAH ! INI BUKAN SAATNYA TERPESONA DENGAN BULAN !

Aku kembali memasang muka cemberutku menunggu Key. Katanya pergi membeli es krim, kan ? Kenapa selama ini ?

“Jagiyaaa~~”, aku menoleh ke sebelahku yang ternyata sudah diduduki Key, ntah sejak kapan. “Ini es krimmu” ucapnya sambil menyodorkan es krim rasa tiramisu kepadaku.

Aku menjitak kepalanya sebelum menerima es krimku, “Jangan panggil aku jagiya”. Key meringis kesakitan akibat jitakanku, lalu mulai menjilati eskrimnya.

Sambil menjilati es krimku, diam-diam aku tersenyum sendiri. Karena ternyata aku sama saja sepertinya yang bertingkah seperti anak kecil. Aku tadi marah pada Key, tapi sekarang sudah padam karena hanya sebuah es krim ?

“Es krimnya enak, kan ?”, tanya Key tanpa berhenti menjilati es krimnya. Aku tak suka berbohong tanpa alasan, jadi aku mengangguk saja.

Tak lama setelah es krim kami habis, Key mendongak dan menatap bulan. “Huoohhh~~bulannya besar sekali !”, ucapnya riang dan kagum. Aku memandangnya sambil cekikan dalam hati, tadi di pesta dia bertingkah seperti orang dewasa yang penuh kharisma, sekarang dia malah tampak seperti anak kecil berumur tiga tahun.

Ahhh~~benar PESTA !! Pesta masih berlangsung kan di sana ? Hufftt…padahal kukira pesta pertamaku ini akan berakhir menyenangkan. Tapi belum sempat aku menyentuh makanan dan berdansa, aku malah menarik Key untuk pulang tadi !. Aishh~~seandainya tadi Key tidak membuatku malu, aku pasti sekarang masih berada di sana.

Tiba-tiba Key bangkit dari kursi taman, dan mengulurkan tangannya kepadaku, “Ayo kita selesaikan pesta kita !”

Selesaikan ? Maksudnya…kembali ke pesta ? “Anni~~aku tak mau kembali ke pesta itu”, jawabku malas. Kembali ke sana setelah Key mengumumkan yang tidak-tidak pada semua orang ? Huh, SHIROO !! Aku malu kembali ke sana >///<

“Phaboya ! Tentu saja tidak”, aku memandang Key tak mengerti. Kalau tidak, jadi maksudnya apa ?

Dalam sekejap, key berhasil membuatku bangkit dari kursi taman dengan sekali tarikan. Aku hampir berteriak marah, tapi Key segera memelukku. Kau tahu ?, memelukku seperti orang yang akan melakukan dansa.

“Kao sudah makan es krim tadi kan ? Sekarang tinggal melakukan dansa untuk menyelesaikan pesta kita”, katanya sambil meletakkan kedua tanganku di lehernya.

Jarak kami sangat dekat sekarang, dan wajar saja aku menundukkan wajahku malu. Lagipula aku sama sekali tak bisa berdansa ! Aku hanya pernah melihatnya di film-film, tapi tak pernah mempraktekkannya.

“Angkat wajahmu !”, ucap Key sambil mengangkat daguku.

“Key…”. Aku menelan ludahku saat mengatakan ini, “akuuu… tak bisa berdansaa…”, ucapku pelan dan hampir tak terdengar di akhir kata.

Kulihat Key hanya tersenyum miring, lalu mulai bergerak kesana kemari. Awalnya sangat sulit mengikuti gerakannya, tapi Key dengan sabarnya memelankan langkahnya, memberiku kesempatan untuk belajar. Hohoo..aku bisa juga

“Lumayan untuk seorang pemula”, ejeknya sambil tersenyum miring lagi. Karena kesal, kuinjak kakinya, “Aishh~~sakit Hana-yaa”

Aku hanya tersenyum puas dan menikmati lagi dansa kami. Ntah kenapa aku berharap, aku dan Donghae lah yang kini berdansa bersama. Huffttt…boleh kan aku berharap lebih padanya ? Sikapnya tadiiii… Omoo~~seperti menunjukkan kalo dia kaget aku menjadi yeojachingunya Key. Diaaa… Apa dia mencintaiku ?

“Jangan berharap lebih padanya..”, ucap key tiba-tiba yang lantas membuatku kaget. “itu akan menyakitimu”

Omooo~~bagaimana dia bisa tahu apa yang sedang kupikirkan ? Kenapa dia bersikap seolah-olah bisa membaca pikiranku ?

“Sudah kubilang jangan pasang muka bodohmu itu !”, kesal Key sambil memalingkan mukanya dariku. Kudengar dia menggerutu-gerutu tak jelas. Kenapa dia ?

“Key..boleh kutanya sesuatu ?” Key tak menoleh ke arahku, tapi dia berhenti menggerutu. Kuanggap itu jawaban ‘iya..boleh’ darinya. “Apa kao peri yang bisa membaca pikiran orang ?”

Key menoleh cepat ke arahku dan mulai tertawa keras. DEG ! Baru kali ini aku melihatnya tertawa lepas begini. Annii (tidak)~~ini pertama kalinya Key tertawa di depanku. Kao tahu ? Suaranya begitu renyahh dannnn..sexy ? Sejenak aku terpesona melihatnya tertawa. Omo~~ternyata seorang peri bisa terlihat tampan juga ya ?

YAAA~~LEE HANA ! SADARLAHHH !!!

“Kao ini phabo atau apa sih ?” tanya Key geli sambil mengusap air mata yang keluar karena menertawakan aku. “Memangnya ada peri seperti itu ? Tentu saja tidak ada”

“Lalu bagaimana kao bisa tahu apa yang kupikirkan ?”, tanyaku tak mengerti

Saat Key mulai tertawa lagi, segera kugembungkan pipiku padanya sampai dia diam. Lama-lama tawanya itu menjengkelkan juga. “Mukamu itu seperti monitor yang menggambarkan apa saja yang kao pikirkan. Semua orang akan tahu apa yang kao pikirkan dengan wajah bodohmu itu”

Semua orang ? Benarkah ? Apa Lee Donghae juga bisa membaca pikiranku ?

“Tapi kurasa Donghae tak pandai membacanya”

Benarkah ? Hmm~~yahh kurasa yang dikatakan Key benar. Tak mungkin Donghae pandai membacanya. Kalo dia pandai, dia pasti tahu kalau aku mencintainya, kan ?

“Nah..ayo kita pulang !” ujar Key sambil melepaskan tanganku yang melingkar di lehernya. “Besok kao harus bersiap-siap menjadi pacarku, arraso ?”

_________________________________________

-Esok pagi-

 

Berita tentang Key yang menjadi pacarku sudah merebak ke seluruh sekolah. Key dinilai sebagai murid baru yang keren, karena berani mengumumkan hal itu di pesta sekolah. Dia segera menjadi pujaan gadis-gadis di sekolah, setelah mereka tahu kalo Key juga jago menyanyi dan menari. Sementara aku ? Aku dinilai sebagai gadis beruntung yang mendapatkan hati Key hanya dalam waktu dua hari.

“Beruntung ?”, gumamku dengan nada ejek sambil memainkan pensil di tanganku. Aku sedang memangkukan dagu di tangan yang lain sambil memandang keluar jendela, tepatnya ke arah gerbang sekolah.

Hari ini Donghae tak berangkat ke sekolah bersamaku seperti biasa. Dan jam segeni dia juga belum datang, kemana dia ? Tidak biasanya dia telat begini. Apa sesuatu sudah terjadi padanya ?

‘Kao tahu ? Kupikirkan yang kao rasakan itu bukan cinta, kao hanya terbiasa dengan keberadaan Donghae yang selalu ada di dekatmu. Saat Saera tiba-tiba muncul, kao merasa Donghae adalah belahan jiwamu yang hilang. Padahal sebenarnya tidak, yang kao rasakan sebenarnya hanya sekedar kehilangan seorang sahabat saja…’

 

Aishhh~~Kenapa tiba-tiba aku teringat ucapan Key semalam ?

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan meyakinkan diri kalau ini bukan sekedar perasaan kehilangan sahabat saja. Ini perasaan kehilangan sebelah hatiku. Aku mencintai Donghae. Ne..aku mencintainya.

‘..karena itu.., kupikir dengan aku yang selalu berada di dekatmu, akan mengusir perasaan kehilanganmu itu. Tentu saja dengan aku menjadi namjachingumu (pacar), bukan sebagai sahabat. Ini akan lebih cepat dan lebih mudah menghilangkan perasaanmu pada Donghae. Karena perasaan itu akan tergantikan dengan perasaanmu padaku …’

 

Aku menggeleng-geleng lebih cepat karena takut kata-kata Key yang selanjutnyanya akan muncul di kepalaku. ‘… kao akan jatuh cinta pada perimuu, nonaaa !^^’.

Huweee~~aku merasakan mual yang amat sangat mengingat senyum Key semalam saat mengatakan kalimat itu. Dia percaya diri sekali kalau aku akan jatuh cinta padanya. Itu tak mungkin terjadi ! Tak mungkinnnn !! ><

“Hana-ssi ? Hana-ssi ?” tiba-tiba aku melihat bayangan telapak tangan yang terkibas-kibas di depan mukaku. Aku mengerjap-ngerjap dan melihat Saera yang melakukannya. “Gwenchanayo ?”, tanya Saera khawatir.

“Ne..gwenchanayo”, jawabku sambil tersenyum manis, berusaha membuatnya untuk tidak khawatir pada keadaanku. Hmm~~kenapa dia ada di sini ya, di kelasku ?. “Apa yang sedang kao lakukan disini, Saera ?” Ahh~~tntu saja untuk mencari donghae, kan ? Kenapa aku malah menanyakan pertanyaan bodoh ?. “Mencari donghae ?. Aku tak melihatnya sejak dari tadi”

“Geuraeyo ? Tapi bukannya kalian sering berangkat bersama ? Kenapa hari ini tidak ?”, tanya Saera dengan raut muka khawatir. “Apa dia sakit ?”

DEG ! Benar juga..mungkin dia sakit.

“Jangan panik dulu !” aku menoleh ke arah Key yang entah sejak kapan duduk di sebelahku. “Mungkin saja dia hanya terlambat bangun. Jangan berpikir yang tidak-tidak dulu”

Saera mengangguk-angguk setuju dengan peryataan Key. Tapi tidak denganku, karena aku tahu Donghae tak mungkin terlambat bangun. Donghae adalah orang yang sangat disiplin dengan waktu, jadi tak mungkin dia telat bangun. Sementara Saera dan Key mengobrol, diam-diam aku mengirimkan sms ke Donghae

To : Donghae Nae Chingu..chingu

Kao di mana ? Apa kao sakit

Key sempat curiga dengan tingkahku, tapi aku diselamatkan oleh bunyi bel dan pertanyaan Saera.

“Bagaimana ini ?, Donghae belum juga datang. Apa sebaiknya aku sms saja ya ?”, tanya Saera pada Key.

“Ne..sebaiknya begitu. Tapi kao kembalilah ke kelasmu sebelum seosangnim kembali”, ujar Key yang lalu disambut anggukan dari Saera. Aku menghela napasku saat Saera sudah pergi, tapi Key masih duduk disampingku, “Apa yang kao sembunyikan ?”

“O-oopseo..”, bohongku. Ya Tuhann..jangan sampai Key bisa membaca kebohonganku.

Key masih tak bergeming dari bangku di sebelahku. Dia masih menatapku curiga, sampai teman sebangkuku  mengusirnya dari bangku itu. Key akhirnya bangkit dari bangku di sebelahku sambil menggerutu-gerutu kesal. Huffttt…untung saja.

Ddrddrtt *bunyi hp bergetar* Aku membuka pesan masukku.

SENDER : Donghae Nae Chingu..chingu

Hanya kecelakaan sedikit.  Apa kao bisa menemaniku sekarang ?

Bagaimana ini ? Aku ingin sekali bolos pelajaran sekarang, tapi Key sedang mengawasiku sekarang. Kalau dia tahu aku akan menemui Donghae sekarang, dia pasti akan marah. Dia akan memarahiku karena aku mengingkari janjiku untuk melupakan Donghae. Tapi sekarang aku malah menemuinya, ini akan membuatku tambah susah melupakan Donghae.

Seosangnim (guru) terus memberikan materi pelajaran, sementara aku hanya gelisah tak menentu. Aku berpikir keras cara bolos tanpa diketahui Key. Tapi bagaimana caranya ?

“Lee Hana !”, suara seosangnim membuatku terkejut. “Kao kenapa ? Apa kao sakit ?” tanya seosangnim sambil berjalan mendekat ke arahku.

Sakit ? Hmm..aku tahu cara bolos dari sini. “Ne..”, jawabku dengan nada lemah. Aku memijat-mijat kepalaku, beraking seperti orang sakit kepala. “Pusing sekali”, desahku pura-pura. Aku melihat ekspresi khawatir seosangnim. Berhasil ! Seosangnim tertipu dengan aktingku.

“Kao istirahat saja di UKS ! Mintalah pada ibu dokter obat agar kao lekas sembuh”, aku mengangguk pada seosangnim (guru), tapi bukan dengan anggukan semangat yang sering kubuat. Ini adalah anggukan lemah seorang Lee Hana. Hoho..ternyata aku jago juga berakting.

Segera saja aku keluar dari kelas. Aku tak membawa serta tasku, karena ini hanya bolos sementara. Aku tak boleh lama-lama bolos, karena itu akan membuat Key curiga.

Saat aku melewati kelas Saera, tiba-tiba saja timbul rasa tidak enak padanya. Aku tak memberitahu Saera tentang kabar Donghae, itu tak baikkan ?. Segera saja kukirimkan sms padanya.

To : Saera-ssi^^

Donghae mengalami kecelakaan kecil. Tak usah khawatir karena aku akan menjenguknya sekarang. Aku akan kembali dengan cepat dan memberitahumu bagaimana keadaannya

Setelah smsku terkirim, aku segera mengendap-endap keluar sekolah dengan memanjati tembok pagarnya. Setelah berhasil keluar, aku menelpon Donghae untuk menanyakan keberadaannya.

“Yeobseo ?” terdengar suara Donghae dari seberang telepon.

“Gwenchana ? Kecelakaanmu tak parahkan ?”, tanyaku cemas.

“Gwenchanayo..aku tak kecelakaan. Hanya membohongimu saja”

“Mwo ??!!!” membohongiku ? KETERLALUAN !!

“Kao bisa menemaniku kan ?” aku hampir memarahinya, tapi Donghae lebih dulu memberitahuku, “Aku akan berziarah ke Mokpo hari ini. Kao mau menemaniku kan ?”

Aku menggigit bibirku, cemas. Mokpo ?. Itu kan jauh sekali dari Seoul, bagaimana ini ? Key bisa curiga kalau aku lama sekali kembali.

“Aku hanya rindu pada Appaku. Kalau kau tak mauu ak-..”

“Aku mau..”, potongku cepat. Sejenak kupandangi matahari yang cukup panas untuk menghilangkan rasa cemas karena takut dimarahi Key. Ini hanya ziarah, aku akan tetap pada pendirianku untuk melupakan Donghae. Aku hanya akan menemani Donghae sebagai sahabat, tak lebih “Ayo kita ke Mokpo !”

________________________________________________

-Laut Mokpo, sore hari-

 

“Kyaaa~~hentikan itu Donghae !”, teriakku pada Donghae yang sedang mencipratkan air ke mukaku. Donghae tak berhenti, dan malah semakin tertawa.

Hari ini cukup menyenangkan !. Setelah turun dari Bandara Mokpo, aku dan Donghae langsung berziarah ke makam Aboji (ayah)*Hana udah terbiasa manggil ayah Donghae ‘Aboji’ sejak mereka kecil* Setelah itu, kami jalan-jalan keliling Mokpo dan diakhiri dengan pergi ke lautnya. Walau tak seindah laut di pulau Jeju, tapi aku cukup senang melihat air laut yang biru dan burung-burung camarnya. Hmmm..aku sudah lama tak pergi ke laut sejak hari itu.

“YAA !! Kao tak mau ikut aku ke tengah ?”, teriak Donghae dari tengah  laut.

Aku yang mandi di pinggir, hanya memandanginya saja. “Aku tak mau !”

“Ya sudah kalau begitu”, ucap Donghae yang lalu mulai berenang lebih ke tengah.

Aku menatap sedih jauh ke tengah laut sambil berjalan keluar dari air. Rasanya ingin sekali berenang jauh ke sana, tapi aku tak bisa. Kakiku bisa kram kalau lama-lama berendam di air. Hari itu juga, saat aku dan keluargaku berlibur di laut pulau Jeju. Aku hampir tenggelam karena nekat masuk ke air. Umurku waktu itu adalah tujuh tahun, dan oemma cukup panik waktu itu. Jadi dia lah yang menyelamatkan aku.

Lama sekali kutunggu di tepi pantai, tapi Donghae tak muncul juga. Aku yang mulai khawatir dengan keadaannya, mulai berjalan ke tepi laut. “Donghae-yaa !! Ayo kita pulang~~”, teriakku. Tapi tak ada jawaban, dan tak ada bayangan orang yang mandi di tengah kecuali perahu-perahu nelayan. “Donghaeee !!!!!”, teriakku lebih keras, karena ketakutan.

 

———-

Annyong~ (^___^)/~

Makasi buat yg uda komen d chap sblum nya. Tnyata xan org2 bae smua, hohoho xDD *ngrayu*

Buat skedar informasi aj..

Ini ff emang uda pernah d kluarin d grup fb

Maka nya mungkin banyak yang udah pernah baca (.___.)

Sekali lagi.. Mian yaa~ ngasih ff lama *bow*

Semoga kalian menikmati ff lama ini ^^~

Keep komen, ok ?

Yang bae silahkan komen, yang merasa bukan org bae, yaa~ gak usah komen uga gak apa-apa. Itukan urusan anda dgn hati dan Tuhan semata🙂

 

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 4 Juni 2011, in Admin Post, AUTHOR, Mia Mentari and tagged , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. oyaa ?? boleh tau ga nama group di FBnya apa?? ^^

  2. @kokoma
    annyong~ in author flowbloom^^
    lho ? kmu blom tahu ya ?
    nama grup kita d fb sma kyk nama blog kita. ‘SHINee Super Shinki Fanfiction Indonesia’
    kmu krim p’mintaan p’temanan k sna. ntar kmu bkal sering dpet PM yg isi na ff smua🙂

  3. Hya, kok udh tbc lagi..
    Next part y chingu🙂

  4. walaupun dah prnh baca tapi gg bosen koq thor,,mumpung smw inboxq kehapus#curcol bisa baca lagi deh.hehe

  5. wooo donghe ga tenggelam kan ya?
    hhahai penasaran euy
    next part asap yay🙂

  6. hae y bener2 tenggelam tuh? Gawat. . . .
    Hae sebener y suka ma hana ya?
    Lanjut. . .

  7. donghae knpa??
    Tenggelem??
    Aigoo..
    Lanjut yah author..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: