[FF/PG-13] Special One -Part 2

Title : Special One

Written By : MIVP

Length : Series [Part 2/Prolog+5+epilog]

Type : Angst, Friendship

Rating : PG-13

Mian Cast : Kim Jonghyun

Supported Cast : (for this part) Choi Minho

A/N: maaf kemarin ga sempet update karna kecapekan abis ke bandara mau liat SJ😄 jadi ini part 2 nya. btw, sekarang Special One punya soundtrack loh! So Goodbye-nya Jjong kekekeke XDD

Prolog || Part 1 – Taemin

PART 2 – MINHO

Choi Minho menatap poster lama SHINee di dinding ruang tengah yang sengaja mereka pasang saat baru pertama kali debut dan pindah ke dorm. Poster itu adalah poster favoritnya. Bukan hanya karena ia terlihat sangat tampan di sana, namun karena ada Kim Jonghyun. Kim Jonghyun adalah mentornya, idolanya, rekan dan temannya, yang tiba-tiba pindah dan meninggalkan mereka ke Amerika. Ia mengerti posisi Jonghyun, karena jika dirinyalah yang pergi, ia pasti pergi dengan ambisi teramat hebat. Ia juga percaya bahwa Jonghyun pasti punya alasan lain, alasan yang tak bisa ia katakan pada siapapun.

Minho sudah memikirkan tiga kemungkinan. Satu, mungkin Jonghyun butuh inspirasi untuk mengimbangi sebegitu banyaknya kerja yang dilakukan baik Korea maupun Jepang. Minho tahu, suasana yang berbeda, semua hal yang berbeda seperti di Amerika mampu memberikan inspirasi yang Jonghyun inginkan sehingga ia mampu menulis lagu luar biasa indah layaknya Juliette.

Dua, Minho berpikir bahwa itulah hadiah yang diberikan SM padanya, dan Jonghyun pantas mendapatkannya karena ia adalah seorang pekerja keras. Bayangkan, bekerja lebih dari 60 jam per minggu, dengan dua grup—SHINee dan SM the Ballad—dua jenis lagu yang berbeda, dua perform yang berbeda, dua interview, dua photoshoots, dua kali lipat dari semuanya. Pasti sangat melelahkan. Dalam opini Minho, hyung-nya itu pasti sangat lelah dan butuh istirahat. Pasti Sooman-ssi memberikannya liburan ke Amerika itu sebelum ia membunuh dirinya sendiri karena terlalu berlebihan bekerja.

Tiga, kemungkinan yang paling mungkin terjadi, yaitu Jonghyun BENAR-BENAR sakit dan harus menjalani terapi di Amerika. Minho tahu kalau modeling atau syuting sesuatu hanya butuh beberapa hari atau paling lama beberapa minggu karena ia sering melihat Onew atau para member Super Junior melakukannya juga. Tapi Jonghyun sudah menghilang berbulan-bulan dan jujur, ia sangat khawatir.

Ia bertanya-tanya seberapa lama Jonghyun harus tinggal di sana dan kapan ia akan kembali. Beberapa email yang lelaki itu kirimkan padanya tidak menjelaskan kapan ia akan kembali dan Jonghyun terlihat seperti takkan pernah melakukannya, memberitahu Minho atau yang lain kapan tepatnya ia akan kembali. Untuk seseorang yang jenius seperti Minho, ia tak percaya bahwa Jonghyun akan benar-benar kembali. Tapi, karena ia sangat mengenal Jonghyun, ia tahu bahwa sang lead vokal pasti mempunyai alasannya sendiri. Entah SHINee akan setuju dan menyukai alasan itu atau tidak adalah masalah yang berbeda. Ia hanya berharap bahwa Jonghyun tetap tegar dan hidup bahagia seperti yang ia katakan di email-emailnya.

Minho berdiri dari duduknya dan mengambil MP3 Player di atas meja yang penuh dengan trofi dan piagam penghargaan untuk SHINee lalu bersender di dinding dekat pintu kamar. Ia memainkan salah satu lagu ballad dari benda mungil yang ada dalam genggamannya dan mulai bernyanyi. Hal ini sudah menjadi rutinitas harian Minho sejak beberapa bulan yang lalu—tepatnya sejak Jonghyun pergi meninggalkan mereka.

Sebenarnya Minho sering berlatih bernyanyi seperti ini. Hanya saja tak sesering yang ia lakukan sejak hyung-nya pergi ke Amerika. Awalnya ia hanya berlatih karena memang ia dapat jatah line di beberapa lagu ballad, walau tak seberapa. Namun sekarang, sejak Jonghyun tak ada bersama mereka, mau tak mau, line-nya yang banyak sekali itu, harus dibagi-bagi ke member yang lain, termasuk Minho.

Terkadang lelaki jangkung itu ingin diperlakukan yang sama seperti Jonghyun. Ia ingin juga merasa spesial. Pasti sangat keren punya dua kehidupan seperti hyung-nya itu, SHINee dan SM the Ballad. Tapi Choi Minho takkan pernah mendapatkannya. Kehidupan seperti ini sudah teramat cocok dengannya. Ia tahu itu. Menyanyi saja tak terlalu bagus, apalagi mencoba menjadi seorang Kim Jonghyun, bukan? Oleh karena itu, Minho selalu mensyukuri kehidupannya sekarang. Tak tahu ia apa jadinya jika ia tidak memiliki pekerjaan.

Sebuah lagu dengan lirik yang tak dihafal otak Minho terputar. Minho mengerutkan dahinya sedetik, mencoba menebak judul lagu itu. Ingat apa judulnya, ia segera masuk ke dalam kamar internet—kamar di mana kelima member SHINee biasa menggunakan internet di kamar tersebut—dan langsung duduk di depan komputer yang menyala. Jemarinya yang lentik mengetikkan beberapa kata pada keyboard, mencoba mencari lirik lagu tersebut di Naver.

Mendadak, pikiran-pikiran aneh menyerbu pikiran Minho sehingga membuat lelaki itu sangat ingin membuka email dan mengecek apakah ada email baru dari Jonghyun. Batinnya menang, ia berujung dengan membuka inbox emailnya dan melihat email-email yang masuk. Masih penuh dengan email dari Jonghyun, namun tak ada yang baru.

Setelah me-refresh browser-nya, muncullah tanda itu. Tanda bahwa setidaknya Kim Jonghyun masih hidup. Ia dapat email baru dan ia sangat senang dengan email kali ini karena yang satu ini terlihat seperti personal email untuknya, bukan seperti email yang biasanya, yang dikirimkan padanya untuk dibaca bersama-sama dengan member yang lain. Sepertinya ada sesuatu yang ingin Jonghyun katakan padanya secara personal dan itu membuatnya senang.

Ia teringat waktu ia masih bocah, masih menjadi seorang trainee. Ia berpikir sangat beruntung dirinya bisa ditempatkan di grup yang sama dengan Lee Jinki dan Kim Jonghyun. Untuk beberapa bulan berikutnya, ia seperti sudah menjadi fanboy mereka, dan merasa sangat bangga saat pergi ke studio untuk latihan menyanyi atau menari. Saat itu, ia tak yakin akan berapa lama mereka terus bersama namun ia berharap mereka akan menjalin persahabatan yang berharga. Dan hal itu benar-benar terjadi.

Ia sangat bahagia dapat berbagi pengalaman dengan mereka. Terutama dengan Jonghyun, hyung yang mengajarinya banyak hal. Jonghyun lebih berpengalaman dari dirinya. Jauh lebih berpengalaman. Ia juga lebih bersinar, lebih tampan, dan Minho bersyukur bisa menghabiskan banyak waktu dengannya. Minho hanya berharap ia bisa menjadi bintang seperti Jonghyun, walau hanya setengahnya.

Minho menyeringai saat akhirnya ia membuka email yang dikirimkan Jonghyun. Sepertinya isinya adalah kabar baik.

 

To : choi.minho@sment.co.kr

From : kim.jonghyun@sment.co.kr

Subject : Yo, Flaming Charisma Minho!

 

Minho-ya,

Yo! Sudah lama ya kita tidak bertemu? Sudah berapa lagu yang kau kuasai sejak aku pergi? Aku tahu pasti kau jadi lebih sering berlatih bernyanyi sekarang. Aku benar kan? Aku masih ingat saat aku memergokimu sedang latihan sendiri di pojok ruangan malam hari karena kita akan perform dan saat itu kau ketakutan dengan suaramu sendiri. Haha. Sekarang tak lagi kan? Aku melihat perform-perform kalian kok, dan aku bangga padamu, suaramu sangat bagus sekarang. Oke, bukannya dulu suaramu tidak bagus, hanya saja itu rapp. Beda! Sekarang kan kau bisa bernyanyi, bukan rapp. Kekeke.

Aku tahu kau pasti sudah menduga-duga sebelumnya. Bahwa ada alasan khusus dibalik kepergianku. Kalau aku bilang iya, bagaimana?

Bukan, ini bukan lelucon. Aku serius. Aku yakin benar kau pasti sudah tahu aku bukan syuting film atau modeling di Amerika. Bahkan, aku juga yakin sekarang kau sudah punya beberapa hipotesis apa yang aku lakukan sekarang di sini. Dengan kejeniusanmu dan keingintahuanmu yang seperti itu, aku berani bertaruh satu diantaranya benar. Tapi aku takkan memberitahu apa yang sebenarnya aku lakukan di sini. Itu tugasmu untuk mencar itahu. Lagipula, tak ada sensasinya kan kalau kau tak mencari tahunya sendiri?

Minho-ya, aku berharap aku bisa lebih mengenalmu saat aku masih di sana. Aku berharap kita bisa berbagi lebih banyak pengalaman bersama, aku mengajarimu bernyanyi, kau mengajari aku cara rapp. Kita berdua memang tampan, berbakat dan kreatif, jadi sudah seharusnya kita mempunyai sebuah ikatan seperti ini. Atau mungkin seharusnya kita membuat grup baru berdua. Duet kita selalu maut bukan? Haha.

Aku yakin kau merindukanku, karena aku juga merindukanmu. Aku rindu saat-saat dimana aku merasa kau adalah hyung-ku. Aku rindu saat-saat dimana aku menangis, yah karena aku memang selalu menangis, kau yang menenangkanku. Kau bertanggung jawab atas apa-apa yang aku tinggalkan. Kau melakukan hal-hal yang seharusnya aku lakukan. Bahkan kau sudah benar-benar seperti appa sejati saat bersama Yoogeun!

Kau adalah seseorang yang sangat berbakat. Juga suaramu. Kalau aku pernah bilang suaramu itu seperti suara yang keluar dari kaki, itu bohong. Aku hanya iri. Aku sangat menyukai suaramu itu. Bahkan terkadang aku ingin bernyanyi dengan suaramu. Aku yakin kau akan menjadi orang yang sukses, bintang yang sangat dikenal, dipuja. Namun aku mengharapkan satu darimu. Mengingat dirimu yang kompetitif, aku minta, setelah kau mencapai cita-citamu, setelah kau menjadi seperti apa yang kau inginkan, tetaplah rendah hati. Jangan biarkan sombong memenangkan hatimu. Kau tak suka kalah bukan? Jangan biarkan kesombongan mengalahkanmu.

Aku berharap aku ada disebelahmu sekarang. Menemanimu berlatih bernyanyi, membantumu menemukan kunci nada yang tepat, mengurangi rasa gugupmu tiap akan melakukan perform, melihat senyum kepuasanmu saat kau selesai bernyanyi.

Aku berharap bisa melihatmu tumbuh menjadi bintang yang sangat terang—bahkan jika hanya sebentar. Sampai jumpa di waktu yang berbeda. Berbahagialah, aku akan selalu menjadi nada yang menemani rapp-mu. Aku akan selalu menjadi melodi yang mengalun bersama melodimu.

Aku akan selalu menjadi pesaingmu. Sekarang aku memintamu untuk mengalahkan aku.

Musik yang selalu bermain dengan suara rendahmu,

Jonghyun.

PS. Aku menulis beberapa lagu selama aku di sini. Aku mau kau menyanyikannya. Kau punya suara yang sangat pas untuk lagu-lagu ini. Sooman-ssi akan membicarakan hal ini padamu nanti.

Minho memejamkan matanya dan memaksa ingatannya—yang sudah agak kabur—tentang Jonghyun memenuhi kepalanya. Ia tahu. Kini, ia akan berusaha lebih untuk sukses. Ia lebih percaya diri sekarang, karena ia tahu ada seseorang yang selalu bersamanya. Ia tahu Jonghyun takkan pernah meninggalkannya. Jonghyun sendiri yang bilang. Jonghyun akan selalu menjadi nada yang menemani rapp-nya. Jonghyun akan selalu menjadi melodi yang mengalun bersama melodinya.

Rapper itu tersenyum saat ia mendengar suara merdu hyung-nya yang dimainkan MP3 playernya. Suara berat Minho perlahan memenuhi ruangan, ikut bernyanyi bersama Jonghyun.

Jonghyun lah iramanya.

TBC

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. OKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalian, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Posted on 5 Juni 2011, in MIVP, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. yang ini sedih, tapi aku biasa aja .__. ga kayak part taemin maksudnya hahaha. mungkin karna aku ga fokus bacanya hehe😀

    udah ada part 3 nya kah?? klo belom, cepet lanjut ya kak xD
    aku menunggumu (?)

  2. Mii.. Bagian yang ini.. ‘Kita berdua memang tampan, berbakat dan kreatif, jadi sudah seharusnya kita mempunyai sebuah ikatan seperti ini. Atau mungkin seharusnya kita membuat grup baru berdua. Duet kita selalu maut bukan? Haha.’ LOL

    Narasinya cukup menyentuh krn gw bacanya kecepetan. Klo lama2 pasti lbh menyentuh lagi. Trus yg bikin terharu bagian terakhir. Jong bener2 pamit sama Minho.

    Mii.. Picturenya sangat membantu mendalami chemistry JongHo. #ikutnangis T.T

    Pengen baca OnJong n JongKey!! Ditunggu yah🙂

  3. narasinya bener” nyentuh mi.. baguus.. ^^
    tp maaf nh aku gk bs nangis bacany..

    pnasaran sm reaksi memberdeul SHINee yg lain ps mrka tau Jonghyun bener” udh meninggal~😄

  4. Lanjutannya baguuss,
    Jujur awalnya aku udah kebawa sedih – eeehh, tiba tiba jjong ngelawak di emailnya terus nge galau lagi sedih – eehh, jjoong ngelawak lagi *kayak orang aneh nih senyum, sedih gantian gini*

    Ditunggu lanjutanya !

  5. sumpah mi, angst kamu sukses berat. email yang sikasih ke jong buat minho lebih dapet feelnya. ya~ walaupun, si jonghyun ngelawak-ngelawak dikit.
    oke.ini.daebak! sukses bikin hati makin galau~

  1. Ping-balik: [FF/PG-13] Special One -Part 3 « SHINee Super Shinki FF Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: