[FF/S/6/PG-15/] Can You Love Me??? part 6

TITTLE : CAN YOU LOVE ME???

AUTHOR : aLma_cchu

CAST : Lee Taemin a.k.a Taemin/Taeminnie

Lee Donghae a.k.a Donghae/Hae

Myuu Ki

SUPORT CAST : All SHINee member

LENGTH : Series

GENRE : Family, Friendship, Romance

RATING : PG-15

adakah yg nunggu??? :p mianhae aku hiatus bgtu lama XPP klo bingung baca part2 sbelumnya🙂

part 1part 2, part 3part 4part 5

Happy reading~~

Pupus sudah,,

Harapku hanya satu…

Kembalilah padaku! Aku tak ingin sendiri

 

Salahku,, memang…

Ya,, betapa bodohnya aku

Sifat manja yang melekat padaku, kenapa tak kunjung hilang?

 

Gontai,, semua perasaan menyelimutiku

Ingin aku berteriak,, lampiaskan galau yang merajaiku

 

Author POV

Myuu pulang dengan gontainya, terlebih tanpa ‘hasil’. Hubungannya dengan Taemin tetap buruk. Membuat semangatnya buyar dengan seketika. Ia tak berniat untuk nangis, justru ia kesal. Sangat kesal hingga sepanjang jalan ia sibuk menghentak-hentak kakinya dan menggigit bibir bawahnya, menahan kesal.

Pikirannya kalut, seakan memaksanya berpikir keras.

“Aahh… menyebalkan >,<…” kalutnya mengacak-acak rambutnya sendiri. Sadar banyak mata memandangnya aneh, ia hanya memandang orang-orang itu tajam, seakan berkata apa-yang-kau-lihat?. Lebih mempercepat langkahnya pergi, karena ia tak mau dikira seperti orang gila atau orang stress. Padahal ya,, benar. Memang sedang stress.

~~~

Myuu POV

“aku pulang…” tak ada jawaban. Huft… aku lupa, umma sedang ada urusan mendadak jadi mungkin pulang terlambat.

Aku masih berjalan gontai menuju kamar, sangat-sangat tak bersemangat.

Ku rebahkan tubuhku di kasur, lepaskan penatku yang melekat akhir-akhir ini. Ku raih bingkai foto di atas meja sebelah tempat tidurku. Fotoku, taemin dan hae-oppa. Ku peluk erat bingkai foto yang tengah ku genggam.

“taemin… hae-oppa… jangan tinggalkan aku…” lirihku. Air mata mengalir seraya ku pejamkan mata sekedar melepas rindu akan keberadaan mereka,, hingga ku terlelap dalam keresahan yang tak terbendung.

“minnie,, oppa~ acungkan jari kelingking kalian!” seru Myuu kecil sambil mengacung-acungkan kedua kelingkingnya.

“seperti ini??” tanya Hae mengikuti Myuu mengacungkan kedua jari kelingkingnya seraya senyum manis yang tak pernah lepas menghiasi bibirnya.

“mau apa sih Myuu? Kau selalu saja aneh-aneh” taemin ikut mengacungkan jari kelingkingnya dengan malas.

“kita kaitkan dan saling berjanji…”

“ya,, baiklah aku berjanji…” selah taemin memotong pembicaraan.

“issh,, apa yang kau janjikan minnie>,<? Aku belum selesai bicara”

“kalian jangan bertengkar! Ayo Myuu lanjut, kamu mau kita berjanji apa?” hae menenangkan. Setidaknya senyum tulusnya bisa menenangkan keadaan taemin dan myuu yang sering bertengkar.

“berjanjilah, kalian akan selalu menjagaku dan bersamaku…” ucap myuu mempererat kaitan jari-jemari kelingking mereka yang saling bertautan.

“ya,, kita berjanji untuk selalu saling menjaga dan bersama selamanya…”

“setidaknya sampai aku menikah dengan Hae-oppa nanti…” celoteh Myuu pelan, tapi masih dapat terdengar jelas dengan pipinya yang merona merah.

“Yya~ apa-apaan kamu Myuu, kalau begitu aku tidak janji…” selah taemin, melepas paksa tautan jari kelingkingnya dari Myuu dan hae. Mengrucutkan bibirnya kesal.

“issh,, kenapa kamu marah minnie >,<? Hae-oppa saja setuju.. iya kan, oppa?” Myuu menoleh pada hae dan mengeluarkan jurus puppy eyesnya.

Hae hanya terkekeh melihat tingkah saeng-saengnya.

“jangan mau hyung! Myuu kan cerewet dan manja,, kau suka gadis yang dewasa dan tidak manja kan hyung” timpal taemin memanas-manasi.

“kau menyebalkan minnie! Lihat saja nanti,, aku akan memakai gaun cantik berjalan di altar gereja bersanding dengan hae-oppa sebagai istrinya …” khayal myuu sambil tersenyum-senyum sendiri.

“Yya~ khayalanmu ketinggian myuu,, hae-hyung tak akan mau menjadi suamimu…”  tambah taemin, mengibas kilat tangannya didepan wajah myuu seakan menghilangkan bayang-bayang khayalan Myuu.

“issh…” myuu semakin geram dengan taemin. Menghentak-hentakkan kakinya, mukanya memerah karena kesal.

“minnie kau menyebalkan! Kau tidak akan mendapat istri secantik aku,, aku akan menyumpahimu menikah dengan Ki Yeon anak perempuan dari kelas sebelah yang gendut seperti sapi >,<” kesal myuu asal bicara.

“yang mana ya~ yang mana ya~ aku tak kenal~~ tak kenal~~”

“minnie menyebalkan >,<… XP (mehrong)”

Semakin kesal dengan sikap taemin, yang bisa diharapkan hanya Hae. Dengan kesal myuu menginjak kaki taemin dan bergegas menghampiri hae. Meninggalkan taemin yang meringis kesakitan memegangi kakinya.

Hae hanya duduk memandangai adik-adiknya yang selalu saja bertengkar. Membuat hidupnya dipenuhi keramaian dan kebahagian. Berharap tak hilang dari hidupnya.

“oppa~ minnie menyebalkan…” rengek Myuu.

“sudahlah Myuu, taemin hanya bercanda” hae menenangkan, mengusap-usap halus pucuk kepala Myuu.

“kalau begitu berjanjilah ketika aku sudah dewasa kau akan menikahiku nanti…” rengek myuu seakan menuntut, sambil mengacungkan jari kelingking kanannya.

“E???”

***

Myuu POV

Blam…

Suara dobrakan pintu mengagetkanku yang baru saja mencoba terlelap. Aku keluar kamar masih dengan keadaan ‘kusut’. Berharap Taemin yang datang. Ya, aku jauh dalam hatiku berharap taemin yang datang, walau keadaanku masih setengah sadar.

“umma??”

“ahh, Myuu… sudah pulang rupanya,, umma pikir kau akan lama disana…” kaget umma sambil meletakkan beberapa bungkusan di atas meja.

“aku pikir umma yang akan lama, aku… baru saja… pulang…” sergahku gugup.

“bagaimana tadi taemin??? Kau jadi menonton performnya kan?” tanya umma sontak membuatku semakin gugup, bingung harus menjawab apa.

“taemin… bagus…” jawabku semakin gugup.

Umma menyerngit dahi, curiga.

“Kau yakin?” tanya umma menyelidik.

“iya umma… ahh, umma mau masak apa untuk makan malam? Aku yang masak ya!” selahku mengalihkan pembicaraan. Mempercepat langkah keruang dapur dengan mengambil beberapa kantong belanjaan yang ada di atas meja.

“Yya~ kau ini bisa saja mengalihkan pembicaraan…” gerutu umma pelan, tapi masih terdengar jelas olehku.

***

Hari ini adalah upacara kelulusan. Para siswa kelulusan berkumpul di aula yang biasanya di pakai untuk pertunjukan teater. Seperti biasa di awali dengan pidato. Tapi aku sama sekali tidak memperhatikan pidato kepala sekolah,, otakku tak fokus, mataku pun sibuk mencari sesosok yang akhir-akhir ini membuat ku insomnia. Ya,, Taemin.

Akhinya aku menemukan sosoknya, lumayan jauh jarak bangku kami. Disebelahnya Key fokus memperhatikan pidato guru. Tapi Taemin sepertinya tidak memperhatikan, sesekali ia menguap, lelah mungkin.

Akhirnya aku dapat melihatmu,,

Walau mulut ini enggan untuk menyapamu,,

Cukupkah tatapanku mewakili semua ragaku untuk menyampaikan rinduku padamu?

…rindu,, bahkan sangat Rindu.

Tiba-tiba Taemin mengalihkan pandangan ke arahku,, sontak membuatku kaget, buru-buru mengalihkan pandangan darinya sambil menundukan kepala menahan malu atas kebodohanku.

***

Usai upacara kelulusan ku edarkan pandanganku mencari sosok yang dari tadi menggangu pikiranku. Hilir mudik orang-orang berjalan di sekitarku. Lagi-lagi aku kehilangan jejaknya.

Hilang,, kau selalu saja hilang begitu saja

Dari segelintir orang-orang yang hilir mudik disekitarku

Aku tak melihat sosokmu

 

Muncullah,, tampakkan dirimu walau hanya kilasan-kilasan bayangan semu

Mungkin cukup walau hanya melihatmu,,

Bila kau tak mau bertemu denganmu,

Biarkan fatamorgana pancarkan semu bayangmu…

 

Semilir angin berhembus,,

Hempaskan daun-daun rapuh

Berguguran tinggalkan kokohnya sang pohon

Teriknya  mentari bersinar

Seakan ikut mengedarkan sinarnya mencari bayangmu

Di antara segelintir orang-orang yang hilir mudik

Adakah kehadiran dirimu???

“Myuu…”

Suara ini,, suara yang aku rindukan, bahkan sangat aku rindukan. Perlahan aku berbalik,, menghadap ke asal suara, berharap terkaanku benar,, bukan khayalan semuku semata. Sepasang mata coklat jernih menatapku dalam. Ya,, sepasang mata sahabatku yang sangatku rindukan. Beberapa lama kami hanya saling bertatapan, tanpa sepatah katapun yang terangkai dari bibir kami masing-masing. Berharap ini dapat mewakili perasaan rinduku padanya.

“Hei,, kamu mencariku, Myuu?” tanyanya membuyarkan kebisuan diantara kami.

“…eh..em..” aku hanya mendehem kecil, menggaruk tengkukku dan mengulum bibirku membentuk sebuah senyuman kecil, bingung harus menjawab apa.

“aku punya waktu dua jam sebelum kembali ke asrama,, ayo kita ke taman belakang sekolah!” ia mengenggam tanganku, membawaku pergi ke taman belakang sekolah.

***

“apa kau harus benar-benar pergi, taemin…nie…?” tanyaku menghentikan langkah kami. Terdiam menundukkan kepalaku.

“bukankah kau ingin aku pergi??” taemin malah balik bertanya. Nada bicaranya terdengar lirih.

Aku memberanikan diri menatapnya, tapi ia malah mengalihkan pandangannya dariku.

“Mianhae…” lirihku.

“gwenchana…” ia mengusap halus kepalaku dan kembali menggenggam tanganku, membuatku pasrah mengikuti langkah kakinya.

Taukah?? Taemin tak pernah memperlakukanku selembut ini. Bukan berarti ia memperlakukanku dengan kasar, hanya saja,, biasanya kami bertengkar.

“Myuu, mianhae. Aku tak menepati janjiku untuk selalu menjagamu. Jaga dirimu di SMP nanti ya!” jelasnya tanpa menghentikan langkah diantara kami, seraya tangannya yang menggenggam ku semakin erat. Sekilas senyuman tipis mengembang dari bibirnya.

Rasa kecewa tentu saja ku rasakan,, tapi aku yakin kau akan kembali. Senyum itu, teruntukkukah?. Maaf taemin, kau tak dapat membalas apapun perkataanmu. Aku sedih,, sekaligus bahagia. Setidaknya kau tidak meninggalkanku begitu saja. Aku berjanji akan menjaga diriku dengan baik sampai kita,, kau, aku dan hae-oppa bersama seperti dulu.

***

“hae-oppa~, minnie menyebalkan…” rengek Myuu kepada Hae yang sedang asyik membaca buku. Hae hanya menebarkan senyumnya, mengusap halus pucuk kepala Myuu. Dilihatnya Taemin yang hanya mengerucutkan bibirnya, mengalihkan perhatian dari Myuu dan Hae.

“tuh kan oppa~ dia sangat-sangat menyebalkan…”

Hae hanya menghela nafas kecil.

“apa yang kalian ributkan? Hemm??” hae mengerutkan alisnya bingung, bertanya pada kedua saengnya berharap ada yang dapat menjawab.

Taemin tetap mengalihkan pandangannya. Sedangkan Myuu merajuk kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.

“Yya~ minnie jelek>,< aku adukan hae-oppa ya!!”

“Adukan saja week XP (mehrong) aku kan hanya bilang khayalanmu ketinggian, Myuu…”

Jawab taemin meledek.

“issh… oppa lihat sendiri,, minnie sangat-sangat menyebalkan >,< sampai kapanpun kami takkan akur kalau dianya menyebalkan seperti itu…”

“husst… jangan bicara seperti itu, Myuu!” hae berusaha menenangkan.

“kalian ini, tiada hari tanpa bertengkar…” lanjut hae, menggaruk tengkuknya yang tak gatal, hanya bingung dengan sikap saaeng-saengnya.

Myuu dan Taemin hanya saling mengerucutkan bibirnya. Tidak ada yang mau mengalah.

“Minnie yang menyebalkan aku tidak akan mau minta maaf padanya apalagi mengalah >,<”

***

Pipp pipp pipp…

Bunyi alarm jam weker perlahan bangunkanku dari mimpi indahku. Tampak sinar mentari mencuri-curi pandang dari sela-sela tirai jendela kamar. Udara pagi berlomba-lomba masuk kamar melalui lubang-lubang ventilasi udara. Bau basah embun pagi menyerbak seraya ku buka perlahan jendela kamar. Cerahnya mentari pagi seakan menyemangatiku mengawali hari ini. Ya,, ini hari pertamaku masuk SMA. Di Chungdam high school.

Ku pandangi bingkai foto kami bertiga. Aku, Taemin, dan Hae-oppa.

“selamat pagi Hae-oppa…” sapaku. Yap, hampir setiap pagi ku sempatkan untuk menyapa mereka walau hanya dari foto.

“selamat pagi taeminnie,, haha… taukah?,, aku memimpikan kita sewaktu kecil, tapi anehnya, aku selalu memimpikan saat saat pertengkaran kita…” tawaku lirih.

“… apa kalian merasakan apa yang ku rasakan?? Aku… merindukan kalian… bahkan sangat sangat merindukan kalian…” aku tak sanggup membendung air mata yang menumpuk di pelupuk mataku. Mengalir begitu saja.

“hehe… mianhae… padahal aku sudah berjanji bahwa aku bisa menjaga diri,, tapi aku masih cengeng seperti ini…” tawaku lirih berusaha menghapus air mata yang masih mengalir di pipiku.

“minnie, hae-oppa… sekarang aku sudah tidak manja. Kalau kita bertemu kelak aku akan buktikan kalau aku sekarang sudah menjadi gadis dewasa yang mandiri!” tegasku memantapkan hati.

“jya~ bye oppa, minnie… hari ini hari pertama aku masuk SMA,, semoga menyenangkan! Doakan aku ya! Jya~ aku bersiap-siap ke sekolah dulu…”

***

Jantungku berdegup kencang, ratusan nama-nama tercantum di dinding pengumuman. Nama-nama pembagian kelas. Aku terus mencari namaku dari sekian nama yang ada. Yap,, ketemu aku masuk kelas 1B.

Eh,, sekilas aku seperti melihat nama yang ku kenal.

“lee taemin…” gumamku pelan. Diakah?? Taeminnie ku kah??

Sontak aku berlari menuju kelasku, berharap dugaanku benar. Hanya harapan kecil,, tapi feelingku mengatakan “Ya,, ini taeminnie ku” sahabat kecilku yang ku tunggu selama 3 tahun.

Blam…

Aku membuka pintu kencang, sehingga menimbulkan dentuman keras. Sontak membuat seisi kelas mengalihkan perhatiannya ke arahku.

Aku tak peduli,, ku edarkan pandanganku ke seisi kelas, mencari sosoknya yang mungkin ada diantara mereka semua. Nihil. Tak kutemukan sosoknya.

Harus pupus lagikan harapanku?

Aku mohon,, walau hanya kemungkinan kecil. Ya,, kemungkinan kecil datanglah!

“huft… mianhae…” ku hela nafas panjang seraya menunduk dalam meminta maaf pada seisi kelas karena membuat kegaduhan dipagi hari, terlebih dihari pertama masuk.

Sudahlah myuu, kau terlalu banyak berharap. Berhenti mengkhayal dan fokus sekolah!. Aku berusaha menenangkan hatiku yang sedikit kecewa.

Padahal hanya harapan kecil, tapi tetap tak terpenuhi.

Apa aku terlalu banyak berharap?? Mungkin…

Aku… lelah berjalan seorang diri…

 

Lihatlah,, ini aku yang tengah beranjak menjadi gadis dewasa…

Aku janji,, bila kelak kita dipertemukan

Aku… tak kan bersikap kekanak-kanakan

Karena kini,, aku tengah berusaha mandiri

Jadi,, aku mohon, datanglah!

“Hei,, Kalau kau diam seperti itu di depan pintu kau mengalangi siapapun yang ingin masuk…”

Apa tuhan tengah mengabulkan harapanku???

TBC…

tunggu part terakhirnya yaa~

Ini ga ngedit~.~ lagi haroream eung T.T mianhae~~

nikmati sajalah maaf kalau rada mengecewakan *udh lama baru muncul mengecewakan lagi T.T ckck mianhae~~~
Jangan lupa komentar!! ^^

About aLma_chuu 貴久

Aku ga polos,, tapi selalu dianggap kya anak kecil,, hm... mungkin karena sangat ceroboh T,T

Posted on 5 Juni 2011, in Alma_cchu, AUTHOR, KATEGORI, SHINee Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Annyeong …sy new readrs di sn !!gk ngecewa’in kok thor !mlh ikt terharu,Myu kita kompakan*curcolmodeon

  2. lanjutannya asap thoorr,, penasaran euuyyy🙂

  3. nggak mengecewakan kok cuman bikin penasarn..
    hwaaa~sprti.x itu yg di halangi myu taemin oppa deh?SOTTOY ku kambuh.ckck

  4. aigo~tu taem mo masuk shinee yah???.tu namja yang ngomong t’aqr taem kan??kasian amat sih si taem,,dari kecil dah ditolak,,kalo aq gg bakal aq tolak tu😀 #abaikan
    aq tgu next part.a..moga gg lama!!hehe

  5. woo penasaran sekali!

  6. udah pada gede. . . .
    Tu bener taemin kah. . .
    Makin penasaran, Lanjut. . .

  7. Uwoo~ ceritanya abis kelulusan, gaketemu Emin lagi??
    Pengen tau lanjutannyaaa…

  8. aku penasaraaaaaaaaaaan…….
    thor plis ngepos lnjutannya jangan lama2 yak,coz aku sangat2 pensaran,dan ini ff yg pling kutunggu-tunggu…mngkin krena castnya taemin yak…hehe

    smoga myuu menyesal karna udh jahatin oppa….. *kebawa emosi aku* hehe… ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: