[FF/PG-13] Special One -Part 3

Title : Special One

Written By : MIVP

Length : Series [Part 3/Prolog+5+epilog]

Type : Angst, Friendship

Rating : PG-13

Mian Cast : Kim Jonghyun

Supported Cast : (for this part) Kim Kibum aka Key

A/N: maaf telat sehari lagi >~< kali ini, jangan lupa RCLnya yaaaah🙂

Prolog || Part 1 – Taemin || Part 2 – Minho

PART 3 – KEY

Belanja untuk makan malam SHINee sangatlah sulit, bahkan untuk seorang Kim Kibum. Semua member ingin makanan yang berbeda, dengan bahan dasar yang juga berbeda. Makanan yang disukai Onew, ayam tentu saja, sudah masuk ke dalam keranjang belanjaan. Tadi Minho minta dibuatkan samgyetang, sementara Taemin ingin bulgogi. Jonghyun…

Key tersontak dengan pikirannya sendiri. Jonghyun sudah tidak disini, Key, batinnya. Betapa sangat ia merindukan sahabatnya itu. Bahkan seluruh saraf yang terbentang di sepanjang tubuhnya, seluruh darah yang mengalir dari jantungnya, seluruh sel yang melekat pada dirinya merindukan lelaki itu. Merindukan seorang Kim Jonghyun.

Kim Kibum bukan termasuk seseorang yang bisa dengan mudah melupakan suatu hal, terlebih lagi saat perasaannya ikut terganggu. Ia tahu ada yang salah dengan Jonghyun sejak awal. Ia punya perasaan yang sangat tidak mengenakkan tentang si suara emas. Jadi, ia mengintai, menyelidiki ada apa dengan sahabatnya itu dan menemukan bahwa apa yang ia duga tepat. Tidak ada yang namanya kerja atau syuting atau modeling internasional, namun ia menemukan hal-hal yang mengejutkan tentang kesehatan Jonghyun. Kesehatannya yang menurun.

Ia sudah menyelidiki sejak mereka berkumpul dari masa training, sejak ia mengetahui bahwa Jonghyun mempunyai virus langka yang memakan sistem imunnya dan tidak ada yang bisa menyembuhkannya. Ia menemukan kata-kata asing seperti acute, chemotherapy, dan lymphatic system, dan ia tahu semua kata itu berarti buruk. Sehingga saat ia pulang, ia mencari arti dari kata-kata tersebut di internet dan ia menemukan arti yang menusuk hatinya.

Lelaki dengan rambut coklat terang itu menemukan sebuah tempat duduk di dekat rak telur dan duduk di atasnya. Key memang tak pernah mengatakan pada sahabatnya si lead vokal itu tentang apa yang ia tahu, karena kalau boleh jujur, sebenarnya, Key sangat mengharapkan Jonghyun bercerita padanya tentang dirinya dan kesehatannya. Namun pada kenyataannya tidak. Jonghyun tak pernah bercerita. Key tahu, pasti sangatlah susah bagi lelaki itu untuk jujur dan mengatakan padanya apa yang sebenarnya terjadi. Key menghargai privasinya dan ia akan menunggu, selalu menunggu Jonghyun untuk bercerita. Ia pasti akan selalu berada di ada untuk Jonghyun.

Key mendesah dan mengingat akan hari sebelum Jonghyun pergi. Ia melihat Jonghyun keluar dari rumah sakit dan menanyakan apa yang ia lakukan di sana. Jonghyun mengatakan padanya bahwa ia hanya melakukan pemeriksaan medis untuk keberangkatan pesawat. Key tidak mau bertanya lebih jauh karena ia tahu walau Jonghyun berbohong, pasti ada alasan di baliknya. Ia yakin bahwa takdirlah yang membuatnya melangkah melewati rumah sakit waktu itu, sehingga ia bisa memastikan bahwa Jonghyun memang ada masalah dengan kesehatannya. Kini, bila saat ini ia diberi kesempatan untuk bertemu dengan sahabatnya, mungkin ia akan bercerita tentang semua yang ia tahu dan mungkin… Jonghyun akan bercerita padanya.

Ia ingat bagaimana penampilan Jonghyun saat itu. Wajahnya pucat. Rambutnya tidak tertata seperti biasanya. Dan matanya… matanya sangat berbeda hari itu. Key tak pernah melihat mata Jonghyun seperti itu. Tatapannya kosong, hanya terisi kematian di dalam sana. Sangat bukan Jonghyun. Mata seperti itulah yang membuat Key sangat takut.

Ponselnya bergetar dari dalam sakunya. Ia tahu ia menerima email baru dari Jonghyun karena ia memasang notification yang berbeda hanya pada sahabatnya itu. Key merogoh saku dan mengeluarkan ponselnya, lalu memencet tombol yang membuat email dari Jonghyun terbuka siap dibaca. Key mulai membacanya.

 

To: kim.keybum@sment.co.kr

From: kim.jonghyun@sment.co.kr

Subject: Mianhae, Eomma.

 

Eomma,

Aku tahu aku harus menjelaskan banyak hal padamu. Aku memang mengabaikan email-email darimu sejak aku sampai di sini. Aku minta maaf. Aku tak bisa berkata padamu yang sesungguhnya, dan terlalu sulit bagiku untuk mengirim email padamu berisi beribu kebohongan sehingga menurutku, mengacuhkan email-mu lah yang terbaik. Aku tahu kau khawatir dan insting eomma-mu sedang di luar batas. Jangan tanya kenapa aku tahu karena aku memang sangat mengenalmu.

Pertama-tama, aku ingin berterima kasih atas semua perhatianmu. Sangat menyenangkan rasanya ada seseorang yang sangat mengkhawatirkan aku. Aku sangat menghargainya. Terlebih lagi jika perhatian itu datang datang darimu, aku bisa merasakan cinta darimu tiap kali kau khawatir tentang aku. Aku merasa kita sudah sangat terikat, seperti kembar. Walau aku lebih sering memanggilmu Eomma.

Yang kedua, aku berhutang banyak maaf padamu. Maafkan aku yang tak mendengarkanmu dan mengabaikanmu saat kau menyuruhku beristirahat. Maafkan aku yang telah memanggilmu penggaggu saat kau merancang hari off untukku. Aku tahu yang kau inginkan hanyalah aku istirahat. Mungkin kau sudah melihat tanda-tanda penyakitku ini akan mematikanku lebih cepat daripada diriku sendiri.

Yang terakhir, aku ingin kau tahu bahwa aku sangat bahagia mempunyai sahabat sepertimu. Rasanya menyenangkan bisa menemukan sahabat yang sangat perhatian terhadap semua yang aku lakukan dan semua yang aku alami. Aku membaca semua emailmu, dan aku tahu dan mengerti bahwa kau sudah tahu apa yang terjadi padaku. Maaf aku tidak menceritakannya lebih cepat. Mungkin aku hanya ingin percaya bahwa aku bisa sembuh dan aku bisa memberitahumu bahwa tak ada lagi hal yang perlu kau khawatirkan karena di dunia ini, hal yang paling tak ingin aku lihat adalah air matamu, Eomma.

Tapi nyatanya aku tidak kunjung sembuh dan jarak antara aku dengan keabadian tinggallah beberapa hari lagi. Mungkin saat kau menerima email ini, aku sudah pergi.

Key, aku rindu saat di mana kau memarahiku yang selalu tidur larut malam. Marahmu saat aku tampak terlalu pucat untuk interview, saat pakaianku jelek dan bisa mengganggu reputasiku, saat aku makan begitu banyak fastfood, saat aku terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menulis lagu, bukan beristirahat. Aku rindu mendengar suaramu.

Kau ingat hari sebelum aku pergi? Aku memberitahumu bahwa aku habis melakukan pemeriksaan medis dari rumah sakit. Aku memberitahumu yang sejujurnya, janganlah berpikir aku berbohong. Dan kalau boleh jujur, aku sangat berharap kau menanyakan padaku lebih jauh. Pemeriksaan medis apa mungkin, atau mengapa aku harus diperiksa, atau apa keluhanku. Aku tahu saat itu kan sangat ingin tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu, aku melihatnya dari matamu.

Key, tatapan di matamu terpancar cinta dari seluruh dunia, termasuk cinta untukku, dan menurutku matamu sangatlah mengagumkan. Jika aku bisa bernyanyi sekarang, aku akan bernyanyi Best Place, karena hanya dengan menatap matamu lah aku menemukan ketenangan. Dan aku akan menyanyikannya hanya untukmu. Terima kasih untuk mata indahmu yang penuh dengan cinta.

Terima kasih untuk cintamu, Kibum-ah. Aku sangatlah beruntung mempunyai sahabat sepertimu. Tapi aku tak ingin kau menangis atau khawatir. Aku tahu aku egois karena aku di sini selalu menangis memikirkanmu. Aku tahu kau sangat ingin aku berbagi penderitaanku dan menghapusnya perlahan dengan cintamu. Aku tahu seharusnya aku tidak menyimpan hal ini sendirian. Maafkan kebodohan dan keegoisanku.

Aku sangat mencintaimu. Mencintai kalian semua. Katakan pada yang lain kalau aku sangat mencintai mereka. Aku akan selalu merindukanmu, Eomma. Selalu akan.

Ingat itu.

Karena kaulah kunci dari hidupku. Kaulah kunci dari hatiku. Kaulah kunci dari segala sesuatu tentang aku.

Love,

Jonghyun.

Mata Key sangat basah oleh air mata. Sudah orang ke seratus yang lewat di depannya dan memandang aneh padanya yang penuh dengan tangis. Ia tak peduli dengan itu. Yang ia peduli… ia tahu Jonghyun sudah tiada. Penyesalan memenuhi hati dan jiwanya, tapi ia tahu bahwa itu tak ada gunanya. Jonghyun sudah pergi dan ia takkan kembali lagi. Ia menutup email dari sahabatnya dan menatap layar ponselnya, lebih tepatnya, menatap foto yang ia jadikan background ponselnya. Foto dirinya bersama SHINee yang masih berlima, SHINee yang masih memiliki seorang member bernama Kim Jonghyun. Ia masih ada di sana, tersenyum dan tertawa bersama yang lainnya dengan mata yang terang dan bersinar indah yang tampak sangat hidup.

Itulah mata yang sangat dicintai Key dari Jonghyun, entah saat kedua mata bening itu memancarkan kebahagiaan, atau kesedihan, atau kegalauan, atau cinta—kedua mata itu hidup. Itulah mata indah Jonghyun yang Key sangat cintai. Ia mendekap ponselnya erat-erat, merasakan kehangatan dari Jonghyun agar sampai ke dalam hatinya. Membuatnya mengingat lebih banyak memori-memori bersama sahabat terbaik yang pernah ia miliki.

Jonghyun memiliki mata dan senyun yang memukau. Dengan satu tatapan atau senyuman, ia dapat membuat seluruh ruangan terdiam, terpaku padanya, dan jatuh cinta padanya. Itulah keindahan dari seorang Jonghyun, selain tentu saja yang takkan bisa semua orang pungkiri, suaranya.

Key menatap background ponselnya sekali lagi dan ia terpaku pada mata yang sangat ia rindukan, mata Jonghyun dan karenanya, senyum mengembang di wajahnya. Ia tahu Jonghyun takkan suka melihat dirinya menangis. Key mengusap pipinya yang basah dan tersenyum lagi. Ia akan selalu mengingat Jonghyun dengan mata yang kering yang bebas dari kesedihan dan air mata, seperti mata yang Jonghyun suka. Penuh dengan cinta.

Ia bangun dari duduknya dan berjalan ke rak daging, melanjutkan belanja bahan makanannya. Ia tak ingin Onew, Minho, dan Taemin menunggu terlalu lama dengan perut kosong. Sesaat, Key menutup kedua matanya dan menemukan Jonghyun sedang tersenyum di depannya. Dan saat itu juga, Best Place mengalun dalam imajinasinya, menemani waktu yang ia habiskan untuk berbelanja. Jonghyun menyanyikan lagu itu dan Key dapat merasakan lagu itu hanya untuknya.

Kim Kibum tahu, apapun yang terjadi, ia takkan bisa melupakan memori-memori akan Jonghyun yang ia punya. Mungkin karena ia memang sudah jatuh kepada lelaki itu. Jatuh pada tatapan matanya dan menemukan keindahan di dalam sana.

TBC

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. OKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalian, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Posted on 8 Juni 2011, in MIVP, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. TT.TT jong bukannya justru nggak suka ffood ya???
    *nggak usah dibahas, iya ajadah

    Tuh kaaaaannnn, jonghyun tuh huwaw banget omongannya

  2. hiks hiks mi.. aku sesenggukkan ini. gak pernah bisa ngebayangin kalo sampe ff kamu ini bener-bener terjadi. astaga aku gak tau lagi harus ngapain *nangis di pojokan*

    jujur, setiap ff kamu dari prolog sampe sekarang, yang aku paling tunggu adalah email dari jong buat semua nya. itu bagus banget, penggambaran kata nya enak banget deh, feelnya kerasa banget.

    aku tunggu next part nya😀 HWAITING!! hiks hiks *masih nangis sampe sekarang*

  3. Akhirnyaaa email buat key di post juga. Aku nunggu banget part ini sama part onew kak haha.

    Aku baca ff ini sambil denger lagu galau. Sengaja setel lagu semua tentang kita-nya peterpan lol. Abis ngena banget jadinya, akhirnya nangis kan hahahaha.

    Hueee, masa’ jjong tamat sih riwayatnya? Kesian amat shinee-nya T___T

    Post part onew-nya jangan lama2 ya kak, aku menunggu~ haha

  4. So goodbye, don’t cry and smile.. Hiks hiks.. #nangis
    Aku suka ff-nya Mii..
    Kali ini benar2 segentong air mataku.. (lebay)
    Benar2 menyentuh.. Menurutku part ini singkat tapi tepat sasaran.
    Saking sayangnya sama Key, Jonghyun ga tega mengatakan hal yg sebenarnya..
    Padahal Key sebegitu khawatirnya..
    Huhuhu… #nangislagi

    Ditunggu part ayamnya Onew. Eh, part-nya OnJong..🙂

  5. huwaaa….author hrus tnggung jwb,, q nangis gra” baca ffmu thor…*reader lebay*

    daebak….jjongkey couple emg lbih cocok ktimbang yg laen,,ahihihihii

  6. Tengah malem hampir nangis gara gara baca ff ini T^T
    Daebak !
    Ditunggu lanjutanya !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: