[FF/G] BROTHER COMPLEX (MINHO IS MINE) part 2

Main Cast:
Kim Kibum
Choi Minho
Lee Taemin
Kim Jonghyun
Lee Onew (?)

Support Cast:
Jo Kwon 2AM
Han Gain BEG
Park Jiyeon T-Ara
Kim Heechul SUJU
Lee Donghae SUJU
Nicole Kara

Genre: Comedy

Leght: Sequel

Rating: General

Author: GeGey

Annyeong!!!
Bagi yang tidak suka atau belum terbiasa dengan FF Switchgender, kenapa gak coba buat make it fun di FF comedy ini. Seru kan! Bayangkan Key dan Taemin pake rok dan rambutnya pake jepit.. LOL, sedikit lipgloss dan mascara mungkin?

HAPPY READING !!! ^^


Author POV

“Annyeong~..” sapa tamu tersebut. Senyumnya seakan-akan menggoda, tetapi tatapan matanya polos sekali seakan-akan tidak tahu kalau temannya si senyum sedang menggoda. Tapi bukan senyum dan tatapannya yang membuat Kibum shock, melainkan dengan apa yang dibawanya.
Tamu tersebut membawa ikebana, bukan sembarang ikebana. Ikebana tersebut terbuat dari bunga crysant kuning yang dibentuk menyerupai spongebob.
“An..annyeong~..” jawab Kibum tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Keluarga bapak Jokwon kah??” Tanya tamu tersebut sambil menyerahkan ikebana yang dibawanya kepada Kibum.
“Ne~..silahkan masuk..” Kibum membimbing tamu tersebut masuk keruang makan dan setelah itu pergi menaruh ikebana dikamarnya.
“Jonghyun!!” panggil Donghae appa. “Nah..ini anak sulung saya..Jonghyun..” Donghae appa mengenalkan Jonghyun kepada Jokwon family.
“Waahh..semuanya sudah kumpul..ayo kita mulai makan..” Ajak Jokwon appa.

Selama maka malam, Kibum terus memandangi Taemin dan sesekali melirik kearah Minho disampingnya. Banyak sekali hal yang dipikirkan Kibum saat ini. Kenapa bisa ada gadis semanis Taemin?? Apakah Minho oppa suka pada Taemin?? Apakah Taemin gadis baik-baik?? Bagaimana cara menyingkirkan Taemin apabila Taemin mulai mendekati Minho oppa?? Akkkhhhh kenapa saingan yang paling berat justru tinggal disamping rumah????. Kibum tidak bisa tenang selama makan malam, Kibum terus mencari kelemahan Taemin.
“Kibum?? Kenapa cuma makan nasi doang??” Tanya Minho kepada Kibum yang tidak pernah melepaskan pandangannya pada Taemin.
“Nasinya enak.. kayanya lebih enak kalau ditambah perkedel..he.he..” Kibum mengambil perkedel dan menaruhnya di piring kemudian lanjut menatap Taemin.
Merasa terancam otak iseng Kibum mulai bekerja, kaki Kibum menendang kaki Taemin, berharap Taemin menjerit kesakitan dan menumpahkan makanannya. Tetapi ternyata tidak sesuai rencana, taemin balas menendang dan membuat Kibum tersedak nasi.
“Ohok!!”
“Kenapa Kibum??” Tanya Gain umma.
“Keselek nasi..kayanya harus tambah sayur..” Kibum mengambil sayur dan menyiramkannya di atas nasinya. Kibum melirik Taemin, ekspresi Taemin sangat tenang.
Tidak mau menyerah, Kibum kemudian melempar perkedel kepiring Taemin, tetapi Taemin berhasil menangkapnya dengan sumpit dan memakan perkedel tersebut.
Kibum juga melemparkan tempe goreng dan melemparkannya kearah badan Taemin agar Taemin sulit menghindarinya. Taemin memang tidak menghindarinya, melainkan menangkapnya dengan sumpit dan memakan tempe tersebut.
Kibum semakin geram, kali ini Kibum melempar ayam balado kearah Jonghyun. Lagi-lagi Taemin berhasil menangkapnya dengan sumpit dan menyimpan ayam tersebut dipiring Jonghyun.
“Oppa..ayam baladonya..” Taemin tersenyum kepada Kibum.
“Gomawo~” jawab Jonghyun sambil memakan ayam baladonya.
Kibum menatap Taemin kesal. Kibum melirik kearah cumi asam manis yang tinggal satu, Taemin melirik kearah yang sama dengan Kibum dan tersenyum. Keduanya pun mengambil ancang-ancang untuk mengambil cumi asam manis yang tinggal satu tersebut. Tetapi saat kedua sumpit mereka mendekati cumi asam manis tersebut, sumpit Minho oppa sudah mendarat terlebih dahulu dan mengambil cumi tersebut.
“Gak usah rebutan makanan..Tuh masih ada iga bakar..” Minho menunjuk iga bakar yang tinggal satu sembari melahap cumi asam manis.
Kibum dan Taemin langsung banting setir menuju iga bakar, namun kali ini Jokwon appa mendapatkannya lebih dulu.

Kehabisan bahan makanan yang akan dilempar, keduanya pun bertatapan. Tatapan Kibum mengatakan ‘awas lo!! Lo pikir bisa selamat dari gw huh!!! Lo beruntung iga bakarnya diambil appa!!’, sedangkan tatapan balasan Taemin mengatakan ‘lo belum tau siapa gw!!! Sini kalo berani!! gak usah pake iga bakar!!’.

Sementara Kibum dan Taemin saling bertatapan, Jiyeon justru masih luntang-lantung disekitar komplek rumahnya. Sudah lima kali Jiyeon melewati rumahnya sendiri namun tidak berani masuk. Setiap kali menginjakan kaki di teras rumahnya, Jiyeon terbayang bayangan kakaknya Jinki yang akan menerkamnya bak ayam goreng. Tanpa disadari kaki Jiyeon berhenti di depan rumahnya untuk ke-enam kalinya. Jiyeon memandangi rumahnya dan berfikir dia tidak mau berkeliaran diluar malam-malam dan menjadi gelandangan, atau lebih parah lagi masuk angin karena tidak memakai jaket, atau bisa-bisa dikira pencuri yang sedang mengincar barang-barang dirumahnya sendiri. Jiyeon menarik nafas dalam-dalam dan menyemangati dirinya sendiri seraya memasuki rumahnya.
“Fiuh~!!! FIGHTING!!!” Jiyeon perlahan membuka pintu, dan seperti yang sudah diduganya Jinki oppa lah pertama kali menyambutnya.
“Jiyeon?? Jam segini kok baru pulang???” Tanya Jinki sambil melihat keluar rumah, memastikan tidak ada namja yang mengantar Jiyeon pulang.
“Kok berantakan?? Gak digangguin preman kan barusan??” Jinki menepuk-nepuk seragam Jiyeon yang kotor berlumurkan tanah merah.
“Digangguin kucing keracunan~..” jawab Jiyeon langsung pergi menuju kamarnya.

Jiyeon mengunci kamarnya dan memindahkan lemari dan meja belajarnya untuk menghalangi pintu berharap kakaknya Jinki tidak bisa menembus garis pertahanannya. Setelah yakin tidak akan ada orang yang bisa masuk kekamarnya, Jiyeon pergi mandi dan memasukan seragam kotornya ke keranjang baju kotor. Selama mandi Jiyeon terus berdoa semoga kakaknya memenangkan undian voucher makan ayam gratis seumur hidup dan moodnya menjadi baik atau sangat baik.
Selesai mandi dan memakai piyama, Jiyeon membuka pintu kamar mandi dengan perlahan. Jiyeon mengintip dan mengecek kiri-kanan kamarnya memastikan Jinki oppa memang tidak bisa masuk ke kamarnya. Merasa aman Jiyeon pun keluar kamar mandi dan terkejut mendapatkan kakaknya Jinki sudah berada diatas kasur Jiyeon.
“Kok oppa bisa masuk???” Tanya Jiyeon sembari memastikan lemari dan meja belajarnya kuat menahan pintu.
“Oppa lewat jendela..” jawab Jinki sambil membaca buku yang ditemukannya di atas kasur Jiyeon.
Aishhhh!! Sial..gw lupa ngunci jendela..batin Jiyeon.
“Ngomong-ngomong, gimana suratnya???” Tanya Jinki masih sambil membaca buku.
“Udah Jiyeon minta lagi..” Jiyeon segera menggeledah tasnya dan mengambil surat berwarna biru. “Ini..oppa..” Jiyeon menyerahkan surat kepada Jinki.
“Terus Kibumnya mana???” Tanya Jinki, kali ini menutup bukunya dan menatap Jiyeon.
“Kibum..pulang kerumahnya dengan selamat…” jawab Jiyeon sambil melangkah mundur untuk memperjauh jarak dengan kakaknya.
“Uang yang 350 ribu..” Jinki mengambil boneka beruang kesayangan Jiyeon yang berada disampingnya.
“Ampuuuunnn~…” Jiyeon segera bersujud didepan kakaknya memohon ampunan setelah sebelumnya dengan cepat berhasil mengambil boneka beruang kesayangannya dari tangan kakaknya.
Jinki hanya dapat menghela napas.
“Tadinya Jiyeon udah beli jepit yang diincer Kibum seharga 300 ribu..siapa tau bisa meluluhkan hati Kibum..tapi..jepitnya ilang..” Jiyeon menjelaskan kronologis singkat hilangnya jepit sambil memeluk boneka beruangnya.
“300 ribu??” Tanya Jinki skeptis.
“Nnngggggg…yang 50 ribunya ongkos jalan..he~..” jawab Jiyeon tersenyum pada Jinki.
Jinki membalas senyuman Jiyeon dan mengambil sesuatu dari saku piyamanya. “Nih surat aslinya..” kali ini surat cinta tersebut berwarna merah muda. “Oppa masih butuh kamu buat ngedeketin Kibum..hari ini Jiyeon selamat” setelah memberikan surat cinta untuk Kibum, Jinki kemudian keluar kamar Jiyeon melalui jendela kamar.

Jiyeon memastikan kakaknya benar-benar sudah menghilang dari kamarnya, kemudian memandang surat cinta berwarna merah muda tersebut.
Hari gini masih kirim surat???..pikir Jiyeon. Dan tiba-tiba sebuah bola seukuran bola golf yang terbuat dari kertas yang digulung-gulung kasar mengenai kening Jiyeon.
“Aww..” Jiyeon mengambil bola kertas tersebut dan membukanya. Dikertas tersebut terdapat tulisan yang membuat Jiyeon merinding, ‘suka-suka oppa dong!!! mau ngirim surat kek, mau ngirim merpati kek..!!’, Jiyeon segera menutup kunci rapat-rapat jendela kamarnya. Inilah alasan mengapa Jiyeon sangat takut kepada kakaknya. Bagi Jiyeon Jinki oppa lebih mengerikan dibanding Houdini. Jinki oppa dapat muncul tiba-tiba dan hilang tiba-tiba, dapat membaca pikiran Jiyeon, bahkan datang kealam mimpi Jiyeon dan menjadi monster yang mengejar-ngejar Jiyeon.

Keesokan harinya..
Hari ini hari sabtu, hari terakhir dalam minggu ini Kibum pergi kesekolah. Seperti biasa, Kibum sudah berada di kamar Minho dan memperhatikan kakaknya bersolek dari atas kasur.
“Oppa!!! malam ini malam minggu..” Kibum memberitahu Minho seolah-olah Minho tidak tahu kalau hari sabtu adalah malam minggu.
“Hhmmm..” jawab Minho sambil mengoleskan gel rambut kerambutnya.
“Kibum mau nonton Toy story 3..” Kibum diam-diam mengecek isi ransel Minho berharap menemukan Handphone kakaknya.
“Hapenya oppa taro di saku…” Minho mengambil blazer dan memakainya.
“Pulang sekolah jemput ya???” Kibum menyerahkan ransel kakanya dan melirik kearah saku tempat dimana handphone berada.
“Pulang sendiri gak apa-apa ya??” Minho mengusap-usap kepala Kibum sambil tersenyum. “Ayo sarapan!!” ajak Minho sambil merangkul adiknya menuju ruang makan.

Selagi sarapan Kibum terus mencari celah agar dapat mengambil handphone kakaknya.
“Kibum..udah minta ma’af sama umma??” Jokwon appa mengembalikan memori semalam. Makam malam yang berubah menjadi kerusuhan setelah Kibum melempar sendok kearah Taemin tetapi meleset dan malah mengenai vas bunga kesayangan Gain umma. Tidak terima sendoknya meleset, Kibum pun kembali melempar sumpit kearah Taemin. Sayangnya Taemin dapat menghindar dan sumpitnya mengenai figura photo yang dipajang dengan photo Gain umma didalamnya.
“Ne~..” jawab Kibum sambil mengunyah roti panggangnya.
“Uang jajan Kibum umma potong buat gantiin barang-barang yang pecah.” Gain umma mengoleskan selai srikaya diatas rotinya.
“Berapa persen??” Tanya Kibum memandang Gain umma dengan tatapan menyesal.
“50%” jawab Gain umma tidak termakan rayuan Kibum.
“Yaaahhh..oppa~..” Kibum memandang kearah Minho memohon bantuan. Tetapi Gain umma memblok pandangan Kibum menutupi wajah Minho dengan roti tawar.
Karena kesal Kibum meneguk susunya oneshoot, mengambil sisa roti panggannya, mengambil helm pinknya dan pergi menuju motor kakaknya.
Kibum melanjutkan sarapannya diatas motor Minho. Tidak sengaja Kibum melihat Taemin keluar dari rumah, kemudian disusul dengan Jonghyun. Taemin sangat cantik dengan rok mini kotak-kotaknya, ditambah lagi jepit berbentuk hati yang menghiasi rambut pendeknya menambah manis penampilan Taemin pagi itu. Dengan penampilan Taemin seperti itu, tidak akan ada yang menyangka kalau Taemin mengikuti les Ninja.
“Taemin ah~..” sapa Kibum kepada Taemin sambil tersenyum manis seolah-olah kejadian semalam tidak pernah terjadi.
Taemin membalas senyuman Kibum dan masuk kedalam mobil sejenis city car berwarna silver. Jonghyun yang melihat Kibum kemudian menyapanya.
“Kibum..pergi ke sekolah???” Tanya Jonghyun, Kibum pun mengangguk.
Melihat Jonghyun yang tidak memakai seragam Kibum langsung berfikir kalau Jonghyun sudah kuliah.
“Jonghyun oppa!! pergi kuliah??” Kibum balas bertanya.
“Ne~..” jawab Jonghyun sambil tersenyum manis.
Taemin kemudian keluar lagi dari dalam mobil, memberikan isyarat kepada kakaknya untuk segera menjalankan mobilnya.
“Oppa..nanti terlambat..” Taemin melirik Kibum dan tersenyum manis sekali, senyumannya seolah berkata ‘emang lo aja yang bisa pura-pura manis!!’. Tatapan Taemin berubah kearah samping Kibum, “Minho oppa~..annyeohaseo~..” sapa Taemin kepada Minho yang ternyata sudah ada disamping Kibum sejak tadi.
Kibum terkejut kakaknya sudah berada disampingnya bahkan lengkap dengan helmnya. Kibum seharusnya menyadari keberadaan Minho melalui aroma parfumnya, Kibum pasti sangat fokus kepada Taemin sampai-sampai parfum Minho yang menyengat pun tidak tercium olehnya.
Minho membuka kaca Helmnya dan balas menyapa Taemin dengan melambaikan tangan. Kibum segera menutup kaca helm Minho dan memberikan kunci motor kepada Minho. “Oppa~..ayo cepet pergi..” Kibum mendekap erat kakaknya, memamerkan kemesraan di depan Taemin. Sambil mendekap kakaknya, Kibum melihat kearah taemin dan memanyunkan bibirnya. Ekspresi Kibum seperti memberikan warning kepada Taemin, seperti ada tulisan ‘Kalo suka ama Minho oppa, langkahi dulu mayat gw!!!’. Ya..akhir-akhir ini Taemin dan Kibum memang lebih sering menggunakan bahasa tubuhnya.

Kedua pasang kakak beradik ini pun segera pergi ke sekolah masing-masing.
Setibanya di depan sekolah Kibum, bukan hanya fans Minho yang menunggu disana, hari ini Kibum pun mempunyai seseorang yang menunggunya di gerbang sekolah. Kibum memastikan kalau itu memang Jiyeon, kemudian menyerahkan helm pinknya kepada Kibum.
“Oppa..pulang sekolah jemput ya??” Kibum bertanya kepada Minho sekali lagi.
“Oppa ada urusan..Kibum pulang sendiri aja ya..??” Minho pun langsung tancap gas.
Kibum menghampiri Jiyeon yang sudah menunggunya, hari ini tidak ada lagi rambut kepang, Jiyeon hanya menguraikan rambutnya dan menahan poninya dengan menggunakan bando berwarna merah.
“Mana suratnya??” Tanya Kibum kepada Jiyeon, Kibum yakin sekali kalau tujuan Jiyeon menunggunya di gerbang hanya untuk memberikan surat cinta titipan kakaknya Jiyeon.
“Ini..” Jiyeon mengambil surat cinta dari sakunya. Surat cinta berwarna merah muda, dan hanya dilipat menjadi dua bagian, tidak seperti surat sebelumnya yang dilipat-lipat kecil bahkan hampir membentuk sebuah kapal-kapalan.
“Oke!! gw baca..tapi..sesuai perjanjian..gw gak usah betulin taman..” Kibum mengipas-ngipaskan suratnya.
“Jiyeon gak pernah ingkar janji” jawab Jiyeon. Kibum melipat suratnya dan memasukannya ke dalam saku.
“Gw ke kelas dulu..belum ngerjain PR..annyeong~..” Kibum berlari kecil menuju kelasnya. Jiyeon pun mulai melangkah menuju kelasnya.

Kibum berbohong kepada Jiyeon soal hendak mengerjakan PR, sesampainya dikelas Kibum langsung membaca surat cinta pertamanya. Kibum menarik nafas dan berharap semoga isinya bukan resep ayam goreng lagi, atau ayam rica-rica, atau ayam kecap, atau ayam-ayam lainnya.
“Ohh!!” Kibum terkejut melihat kertas surat yang bergambar spongebob. Yang nulis surat ini pasti tau banyak soal Kim Kibum..pikir Kibum.
Kibum mulai membaca isi surat tersebut, tulisannya terbilang sangat rapih untuk ukuran namja.

**
Dear Kim Kibum,
Sudah makan kah hari ini??
Apa tidurmu nyenyak??
Apakakah harimu menyenangkan??
Bagaimana dengan PRmu?? Sudahkah kau mengerjakannya??
Aku harap semuanya berjalan dengan lancar…

Masih ingatkah kau kepada Lee Jinki??
Apa Romeo masih bersamamu??
Maukah kau menceritakan kisah hidup Romeo??
**

“Cuma segini??” Kibum membolak-balikan kertas surat tersebut, namun tidak ada lagi tulisan lainnya.
Aissshhh!!! Ini surat apa soal ujian?? Isinya pertanyaan semua..mana gw tau siapa Lee Jinki? Kalau Romeo gw tau.. batin Kibum sambil memperhatikan kertas surat yang ditaruhnya di atas meja. Semakin lama Kibum memperhatikan surat tersebut, semakin Kibum ingin membalas suratnya. Tapi gengsinya terlalu tinggi hingga akhirnya Kibum melipat kembali kertas surat tersebut dan memasukannya kedalam amplop. Sekali lagi Kibum memperhatikan kertas surat yang kini sudah berada di dalam amplop berwarna merah muda. Kibum bertanya kepada dirinya sendiri apakah dia harus membalasnya atau tidak, bahkan sedikit terbesit untuk membuangnya ke tong sampah.
Tiba-tiba pertanyaannya terjawab dengan jatuhnya bolpoint dari langit, atau seperti itulah anggapan Kibum. Bolpoint gel dengan isi yang masih penuh terlihat karena transparan seakan-akan mengeluarkan sinar. Pulpen dari tangan Tuhan??.. pikir Kibum sambil melihat kekanan dan kiri sisinya mencari siapa pemilik bolpoint gel ini. Tidak tampak seperti ada orang yang mencari-cari sebuah bolpoint. Kibum mengambil bolpoint tersebut dan mulai menulis di bagian belakang kertas surat dari Jinki.
Sebenarnya bolpoint tersebut milik teman yang duduk dua bangku di belakang Kibum yang sedang bermain jelangkung-jelangkungan dengan menggunakan bolpoinnya. Roh jelangkung yang merasuki bolpoint itu pun tak dapat dikendalikan hingga akhirnya terbang berputar-putar di udara dan mendarat di meja Kibum. Temannya tidak berani mengambil bolpoint yang sudah berada ditangan Kibum, baginya lebih baik berhadapan dengan roh jelangkung daripada berhadapan dengan Kibum.

**
Ya!! Jinki!!
Lo pikir umma gw gak pernah ngasih makan!!
Lo pikir gw gak pernah baca doa sebelum tidur!!
Lo pikir gw gak pernah ngerjain PR!!
Dan lo pikir Romeo masih idup hari gini!!
Belum pernah nonton film Romeo and Juliet??

Dan gak perlu khawatir..hidup gw berjalan baik-baik saja..

Wassalam..
**

Kibum melipat kertas surat tersebut dan memasukannya kedalam amplop. Amplop tersebut dilipat dan dimasukan kedalam saku. Kibum berniat akan menitipkannya melalui Jiyeon sepulang sekolah nanti, Kibum yakin Jiyeon pasti akan menunggu didepan kelasnya sepulang sekolah.

Kibum terus melamunkan kakaknya Minho selama jam pelajaran, berfikir apakah kakaknya sudah dapat pacar baru?? Dan tidak bisa menjemput Kibum sepulang sekolah?? Bagaimana jika gadis tersebut adalah Taemin??. Seperti biasa, Kibum pun berencana untuk mencari kakaknya di food court tempat biasa sepulang sekolah.

Sepulang sekolah Kibum sudah menemukan Jiyeon berdiri di depan kelasnya. Tidak mau menyapa lebih dulu, Kibum pura-pura tidak menyadari keberadaan Jiyeon dan melewatinya begitu saja.
“Kibum eonni!!” panggil Jiyeon.
Kibum perlahan membalikan badannya dan pura-pura terkejut melihat Jiyeon yang menunggunya. “ahh!! Jiyeon??” Tanya Kibum.
“Eonni gak malam mingguan??” Jiyeon ingin memastikan Kibum tidak punya jadwal malam minggu ini.
“Eonni..mau ke mall..” jawab Kibum sambil merogoh sakunya dan memastikan kalau yang didapatkannya dari saku adalah surat cinta dari Jinki. “Ini..buat Jinki oppa..” Kibum menyerahkan surat kepada Jiyeon. Jiyeon hanya memandanginya, tidak mengerti mengapa suratnya dikembalikan lagi.
“Ini surat balasan..” Kibum menarik tangan Jiyeon dan menaruh surat tersebut ditangan Jiyeon.
“Surat balasan??”
“Gw gak ada waktu beli amplop ama kertas surat baru..jadi gw manfaatkan yang ada..” sebenarnya alasan Kibum tidak membeli amplop dan kertas surat baru dikarenakan Kibum sedang dalam program hemat akibat uang jajannya yang dipotong 50%. “Lagian..pasti Jinki oppa gak mau kan nunggu lama-lama balasannya..kita baru bisa ketemu lagi hari senin..” Kibum memberikan alasan yang lebih memuaskan Jiyeon.
“Eonni ke mall sama siapa??” Jiyeon memasukan suratnya kedalam tas.
“Emang kenapa?? Urusan gw dong..” Kibum pun pergi tanpa memberi salam perpisahan kepada Jiyeon. Sesekali Kibum menoleh kebelakang memastikan memastikan Jiyeon tidak mengikutinya. Kibum pun mempercepat langkahnya setelah melihat Jiyeon sibuk mengorek-orek isi tasnya.

Kibum sudah berada di mall sekarang, dan langsung menuju food court. Memang Minho tidak kreatif, Kibum lagi-lagi menemukannya dengan seorang gadis. Gadis yang berbeda dari kemarin, hari ini gadis yang dilihat Kibum berambut pendek. Kibum sangat berharap itu bukan Taemin, dan mulai mendekati perlahan. “Fiuhh~..” Kibum bernafas lega, gadis itu bukan Taemin, seragam yang dikenakannya berbeda dengan seragam yang dikenakan Taemin. Bukan Kibum namanya jika membiarkan kakaknya berkencan dengan tenang.
“Oppa~..” Kibum merangkul Minho erat dari belakang, Kibum melihat ekspresi wajah gadis tersebut tampak kaget.
“Ahh..Kibum..” Minho mencoba melepaskan rangkulan Kibum yang hampir membuatnya sesak nafas.
“Oppa..Kibum kangeeeeeeeeeeennn~ banget sama oppa..” Kibum melepaskan rangkulannya dan duduk disamping Minho.
“Yeobo~..kenapa gak ngenalin Kibum??” Tanya gadis tersebut manis.
Mendengar gadis itu memanggil Minho dengan sebutan ‘yeobo’, Kibum langsung berasumsi kalau gadis itu sebaya dengan Minho. Penampilan Nicole lebih dewasa dibandingkan Sekyung, caranya memandang Kibum pun berbeda, sepertinya lebih tulus.
“Kibum..ini..Nicole..” nada Minho seperti sudah bosan memperkenalkan setiap gadis yang dikencaninya kepada Kibum.
“Annyeong..” sapa Nicole tersenyum dan mengulurkan tangannya. Tapi sebuah senyuman saja tidak mampu membeli hati Kibum, Kibum tidak menggubrisnya dan hanya tersenyum kepada Minho.
“Ikat rambutnya gak matching..” Nicole menunjuk pada ikat rambut berwarna hijau terang yang digunakan Kibum untuk mengucir sedikit rambutnya agar memberikan kesan manis pada rambutnya. Tidak ada unsur warna hijau pada seragam Kibum, tas yang dipakai Kibum hari ini pun berwarna biru gelap serasi dengan blazernya.
Kibum memandangi Nicole, bertanya-tanya bagaimana Nicole bisa mengetahuinya. Sepanjang hari ini baru Nicole yang menyadari warna ikat rambut Kibum tidak sesuai dengan seragam Kibum.
“Oppa~..beliin iket rambut yang baru..Kibum belum punya yang warna biru..” Kibum merengek kepada Minho.
“Ayo eonni temenenin..eonni juga ada yang mau dibeli..” Ajak Nicole.
Kibum tetap tidak menanggapi Nicole, Kibum terus merengek kepada Minho.
“Oppaaaaa~…Oppaaaaaaaaa~…Oppaaaaaaaaaaaaaa~..” Kibum mengguncang-guncang tangan Minho dan memanggilnya tiga kali. Beginilah cara Kibum melelehkan hati Minho, Minho akhirnya mengabulkan permintaan Kibum dan segera menuju toko aksesories terdekat.

“Kibum..” Nicole memasangkan bando yang sudah dipilihnya ke kepala Kibum pelan-pelan. “Yeppona~..” Nicole kemudian memuji penampilan Kibum, namun Kibum tidak tersenyum sedikit pun wajahnya tanpa ekspresi, bahkan sedikit cemberut.
Ekspresi Kibum meyakinkan Nichole kalau Kibum tidak menyukai bandonya, Nicole melepas bandonya dan menyimpannya ketempat semula. Kini Nichole melihat-lihat jepit rambut dan mengambil jepit berbentuk pita berwarna merah. Nicole menjepitkannya dirambut Kibum, Kibum melepasnya dan menaruhnya sembarang. Nicole terdiam, Minho yang menyaksikannya segera mengambil jepit tersebut dan memasangkannya di rambut Nicole.
“Ahh..lebih cocok dirambut Nicole..” Minho merapihkan poni Nicole yang terbawa jepit rambut.
“Jinja??” Tanya Nicole sambil bercermin, tapi Nicole tidak puas dengan yang dilihatnya dicermin, Nicole sadar Minho hanya menghiburnya. Nicole melepas jepitnya dan menaruh kembali ketempatnya.
Adegan tersebut membuat Kibum semakin naik pitam. Kibum mengambil ikat rambut yang paling mahal, kebetulan ikat rambut yang berwarna biru adalah ikat rambut yang termahal. Kibum meremas ikat rambut tersebut dan berjalan mendekati Minho.
“Oppa~ Kibum udah dapet iket rambutnya..ayo kita bayar..” Kibum menunjukan ikat rambut birunya dengan tersenyum manis hingga giginya terlihat semua.
“Wahh..cantik..” Minho mengambil ikat rambut dari tangan Kibum dan melihat harganya. “50 ribu?? Gak kemahalan?? Kemarin kan baru beli jepit??” Kibum memasang wajah sedihnya.
“Ya..tapi kalau Kibum suka gak apa-apa..” Kibum kembali tersenyum.
Minho melihat sekitarnya mencari sosok Nicole yang hilang entah kemana hingga akhirnya Minho menemukannya sedang asik mencoba anting-anting.
“Tunggu Kibum..Nicole belum selesai..” Minho menghampiri Nicole, Kibum terpaksa mengikuti Minho.
Anting yang sedang dicoba Nicole tampak mahal, Kibum mengintip harga anting tersebut dan memang 175ribu cukup mahal untuk harga sepasang anting yang bukan terbuat dari perak atau emas.
“Cocok kok..bagus bagus..” Minho mengomentari anting yang dipakai Nicole. Nicole hanya tersenyum dan segera melepasnya.
“Harganya kemahalan..” Nicole menunjukan harnya antingnya kepada Minho.
“175ribu?? Gak apa-apa..Beli aja..suka kan??” Minho mengambil anting-anting tersebut dan nerniat untuk membayarnya.
Hahh!! Gak apa-apa katanya??? Iket rambut gw 50ribu malah dibilang mahal???!!!..Kibum semakin berapi-api. Untunglah sepertinya Nichole gadis yang tau diri. Nicole mengambil anting-anting dari tangan Minho dan menyimpannya kembali.
“Gak pengen-pengen amat kok..” Nicole tersenyum kepada Minho dan Kibum.
“Beneran gak mau??” Tanya Minho memastikan lagi.
“Gak..” jawab Nicole.

Baik hati memang, tapi gadis baik hatilah yang dibenci Kibum. Karena gadis baik hati tersebut akan merebut Minho dari sisi Kibum. Otak, hati, bahkan sepertinya seluruh tubuh Kibum sudah terbakar emosi. Kibum terus memanyunkan bibirnya, dan jika bisa, sepertinya keinginan Kibum hari ini adalah mengeluarkan sinar laser dari matanya dan mengarahkannya kepada Nicole dan membakarnya setengah matang, ah tidak, sampai gosong.
Diam-diam Kibum mengambil anting-anting yang diinginkan Nicole dan memasukannya kedalam tas Nicole (jangan ditiru!!).
“Oppa!!” Kibum merangkul tangan Minho. “ayo bayar ikat rambutnya..” Kibum menyerahkan ikat rambutnya ketangan Minho.
“Ohh..iya..” Minho ditarik Kibum menuju kasir, Nichole mengikuti dari belakang.
Ikat rambut sudah terbayar, Kibum terus memandang keluar tak sabar ingin segera melewati pintu toko dan mendengar alarm toko berbunyi.
Kibum masih menggandeng tangan Minho dan membimbingnya keluar toko. Kibum menoleh kebelakang, melihat keadaan Nichole. Nichole masih berada di wilayah dalam toko sekitar empat langkah dari batas pintu luar.
Kibum menghitung langkah Nichole dalam hati.
Satu..dua..tiga..empat..
KRIIIINNGGGGG~~!!!!!! Alarm berbunyi sangat nyaring saat Nichole melewati batas.
Bingo!!. Kibum merayakannya dalam hati.
Keributan terjadi, Nicole tampak panik. Salah satu pegawai menemukan anting-anting dari dalam tas Nicole. Setelah melihat anting tersebut Minho langsung menyadari kalau ini ulah adiknya, Kim Kibum. Nichole segera dibawa keruang security, Minho menemani Nicole dan meninggalkan Kibum sendirian.
“Oppa!!” Kibum menarik tangan Minho, tapi Minho menapisnya kasar.
Kibum terdiam, tidak pernah dia melihat Minho semarah ini pada dirinya. Minho semakin menjauh pergi bersama Nicole. Sosok Minho mulai menghilang dari pandangan Kibum. Mata Kibum mulai meneteskan air mata, tetapi cepat diusapnya sebelum turun kepipi.

Sesampainya dirumah, Kibum langsung memasuki kamarnya dan menguncinya rapat. Tasnya dilempar ke kasur dan mulai menyalakan lilin aroma therapy di jendela kamarnya untuk menenangkan pikirannya, Kibum tidak mau menangis malam ini. Kibum duduk dijendela memandangi lilinnya, bayangan ekspresi Minho yang marah terus muncul dipikirannya. Kibum tidak menyesalinya, dia hanya marah kepada kakaknya yang memperlakukannya kasar.
Terdengar suara motor mendekati rumah Kibum, Kibum mengenali suara motor tersebut, motor Minho. Dari jendela kamarnya Kibum memastikan kalau itu Minho, Minho oppa sudah pulang..pikirnya. Tapi Kibum masih memandangi lilinnya dan menghirup dalam-dalam aroma bunga lavender dari lilinnya.

Tok..Tok..Tok..
Seseorang mengetuk pintu. Pasti Minho oppa..Kibum tidak membukakan pintunya hanya melihat lilinnya.
“Kibum..” Minho memanggil Kibum. Nadanya tenang, tidak seperti orang yang sedang marah. Kibum masih belum mau membukakan pintu, sayup-sayup terdengar suara seorang perempuan, tapi bukan suara Gain umma.
“Masih belum mau keluar??” seorang perempuan bertanya kepada Minho.
“Belum..” jawab Minho
Suaranya sangat familiar bagi Kibum, tapi siapa?? Itu bukan Nichole..Nichole pasti sudah berada dipenjara sekarang..pikir Kibum.
Tok..Tok..Tok..
“Kibum ah~..” perempuan tersebut memanggil Kibum. Kini Kibum ingat suara itu milik siapa.
Taemin..Kibum mendekati pintu dan menahan pintu dengan kursi.
“Kibum ah~..” sapa Taemin yang sudah berada dibelakang Kibum, di dalam kamar.
“Aissshhh!! Gimana lo bisa masuk???” Kibum melototi Taemin yang duduk di kasur.
“Lo lupa gw calon ninja??” jawab Taemin santai.
“Keluar lo!!” Kibum melempar boneka kearah Taemin dan mendarat dipaha Taemin.
Tapi Taemin hanya memutarkan bola matanya. “hhhhh..lo emang lagi gundah..lo udah kehilangan insting penyerang lo..niat ngelempar gak sih?? Atau mau ngasih boneka ke gw??” Taemin menantang Kibum.
Kibum langsung mendorong Taemin hingga terjatuh dan mulai menjambaki rambut Taemin hingga jepitnya terlepas. Taemin pun berteriak sekencangnya, begitu juga dengan Kibum.
Minho yang mendengar keributan dikamar Kibum, dengan sekuat tenaga mencoba mendobrak Pintu tapi tak berhasil. Jokwon appa ikut mendobrak pintu kamar Kibum tapi sepertinya pintu yang terbuat dari kayu jati ini terpasang dengan begitu kokohnya. Minho dan Jokwon appa terus mencoba mendobrak pintu. Minho menyerah dan meninggalkan Jokwon appa mendobrak pintu sendirian. Minho berlari menuju jendela kamar Kibum, jendelanya terbuka. Minho masuk melalui jendela dan mendapati Kibum Taemin saling menyerang.
“hahhhhhh~…” Minho menghela nafas sekali dan mulai melerai keduanya. Kibum dan Taemin akhirnya tenang. Bagi Minho hari ini hari yang sangat melelahkan, Minho menjatuhkan dirinya di kasur Kibum dan mengatur nafasnya.
Dug!! Dug!! Dug!! Dug!!. Terdengar dari luar seseorang masih mencoba mendobrak pintu. Appa!!..Minho teringat Jokwon appa yang masih mencoba mendobrak pintu sendirian dan dengan berat hati mengangkat tubuhnya kembali berdiri.
Minho menyingkirkan kursi yang menghalangi pintu dan membuka pintu. Jokwon appa sudah terkapar dilantai kelelahan, tapi tersenyum mengetahui pintunya sudah terbuka.

“Appa!!” Kibum melihat appanya sekarat dan membantunya duduk. Kibum mencium pipi appanya dan memeluknya erat. Jokwon appa menepuk-nepuk punggung Kibum, dan berdiri.
Minho membantu Jokwon appa berdiri dan menuntunnya ke kamar. “Aigoo Kibum..” Jokwon appa meremas pinggangnya, tampaknya sakit pinggangnya kambuh.
“Masih disini lo??” Kibum melihat taemin masih berdiri di dekat pintu kamarnya.
“Hah! Kayanya appa lo nyesel punya anak kayak lo..” Taemin mencibir.
Kibum terperangah tidak percaya dengan apa yang didengarnya, “Lo bosen idup??” tantang Kibum.
“Gw ngantuk..” Taemin menguap dan akhirnya menghilang.
“YA!!Dasar Ninja!!!” Kibum berteriak dan menendang pintu.
“Taemin udah pulang??” Minho bertanya kepada Kibum.
“Keliatannya??” jawab Kibum ketus.
“Kibum..mianhe~..” Minho mengusap-usap kepala Kibum, tangisan Kibum pun meledak tak dapat ditahan lagi . Kibum memeluk kakaknya dan terus menangis. Ini kedua kalinya selama seumur hidup Kibum menangis, yang pertama tentu sewaktu dia dilahirkan.

Kesokan paginya Kibum sarapan dengan mata yang bengkak, dan masih mengenakan piyama. Minho tidak ada di meja makan.
“Umma..Oppa belum bangun??” Tanya Kibum kepada Gain umma yang sedang menambahkan susu ke gelas Jokwon appa.
“Lagi lari pagi..” jawab Jokwon appa yang sedang membaca Koran.
“Lari pagi?? Tumben?? Sama siapa??” Kibum melihat ke jam dinding, sudah jam 8 pagi.
“Jonghyun dan Jinki..” jawab Jokwon appa.
Kibum spontan tersedak mendengar nama Jinki, “Jinki??” Tanya Kibum.
“Jinki, tetangga kita yang dulu nempatin rumah pak Donghae sekarang…” Gain umma menyuapi Jokwon appa roti yang sudah dipotong.
Kibum masih belum mengerti arah pembicaraan.
“Liat Jinki jadi inget dulu..waktu Kibum pulang bentol-bentol sambil bawa toples yang ada uletnya..” Jokwon appa mengembalikan memori masa kecil Kibum.
“Inget gak Kibum..??” Tanya Gain umma.
“Gak..” jawab Kibum mengernyitkan keningnya.
“Padahal Kibum susah payah nangkep ulatnya, malahan udah dikasih nama..tapi malah dibuang toplesnya gara-gara umma bilang kalo ulat yang bikin bentol Kibum..” Gain umma menceritakan masa kecil Kibum.
“Oo yah?? Terus apa hubungannya sama Jinki??” Kibum penasaran pada orang yang sudah mengirimnya surat cinta.
“Jinki kan yang ngajakin berburu ulat..Minho sama Kibum bentol-bentol..tapi Jinki gak apa-apa..”

“YA!!!!HYUNG!!!JANGAN DEKET-DEKET!!” Minho berteriak, teriakannya berasal dari halaman rumah.
Kibum penasaran apa yang dilakukan Minho. Kibum membawa sisa rotinya dan memakannya sambil berjalan menuju halaman rumah.
Kibum menemukan seorang namja yang sedang membawa ulat dan hendak memberikannya kepada Minho. Kibum merasa nyawa kakaknya terancam dan hendak menyelamatkan kakaknya.
“YA!!” teriak Kibum.
Namja yang sedang memegang ulat langsung memalingkan pandangannya pada Kibum kemudian menaruh kembali ulat tersebut kerumput. Ulat yang baru saja diselamatkan nyawanya oleh Kibum cepat-cepat kabur dari namja yang sudah mengganggu kehidupannya.
“Kibum.. udah bangun..masih inget Jinki hyung??” Tanya Minho sambil menunjuk kearah namja yang sudah menakut-nakutinya dengan ulat.
“Jinki??” Kibum melihat namja tersebut tersenyum kepada Kibum.
“Annyeong Kibum..” sapa Jinki kepada Kibum.

-bersambung-

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 14 Juni 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. Em gak kalah serulah sama ff romance *walaupun lbh suka romance
    tapi gak terima suamiku pake rok? Taemin bisa2nya kau mencuri rokku

  2. Dee is Mrs.LeeJinKi

    Somplak😄

  3. yah, lanjutannya mana? lanjutannya mana?

    jujur bingung ngebayangin, minho punya adek key, dan jjong punya adek tetem.
    tp gapapah! ntar jadiin minho ma tetem yah? yayaya?
    #2min shipper# hahaha

  4. sumpah sadis bgt ya yeoboku disitu terlalu overprotect ma si minho!! -.- tp ngakak bca nih ff!! xD lanjut dah~

  5. Penyakit brother complexnya kibum udh stadium akut. Hahahaha

  6. ini sumpah kibum mah sarap ckck

  7. Jiaaah~~ Keluarga Gokil itu …

  8. Ini keluarga pada gokil banget sih haha

  9. missnandaa 최민호

    Elah ittu taemin ngapa jadi ninja segala ==!
    Aaaaaa, minho suamiku, ingat anak drmh jgn sk main perempuan!!! Plak .___.

  10. Leni Nur Anggraeni

    menurut aku lebih seru part 1..

    adegan jiyeon nya di perpanjang dong…

    terus adain adegan antara Jiyeon ma Minho..

    hhhahha/:p

  11. lanjut ke part 3 aaaahhhh..
    Hehe

  12. hahahahahahahahaha….
    Aduh……
    Taemin jdi ce toh..
    Gx ngeh q..
    Wkakak…
    Daebak chingu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: