[FF/PG-15] A Lady Who I Like it -chap 2-

A Lady Who I Like It !

Annyong😀

Ini ff lamaku juga~^^

Yang belum baca chap sebelumnya, bisa lihat disini

>>Chap #1<<

======================


Hana hanya mondar mandir saja di dalam kamar mandi. Otaknya yang sudah lelah setelah ujian tadi, dipaksanya untuk berpikir. Sementara itu, ponselnya terus berkedap-kedip minta di angkat.

 

Im Saera menelponnya. Ada apa ? Hana juga tak tahu. Itulah sebabnya Hana hanya mondar mandir di kamar mandi. Dia tak ingin mencari masalah lagi dengan Saera. Tapi kenapa sekarang gadis itu menelponnya ?

Ponselnya terus berkedap-kedip hingga membuat Hana mengerang kesal, lalu menyerah untuk menjawab teleponnya. “Yeobbseo ?”, sapanya dengan nada putus asa.

“Ehem .. Hei, apa kabar ?”

Hana mengernyitkan keningnya, heran. Sejak kapan Saera jadi ramah padanya ?. “Baik”, jawabnya.

“Kao .. kao .. mau makan siang bersama ?”

“APA ?”, tanya Hana nyaris berteriak. Dia kaget. Apa yang terjadi dengan Im Saera sampai-sampai dia mengajaknya makan ? Hening di ujung sana membuat Hana berdeham dan segera tahu diri kalau tadi sikapnya tak sopan. “Ehem..mianhae. Kita mau makan dimana ?”

“Di kedai sate”, jawab Saera. “Ada yang lainnya juga disini. Kao .. boleh ajak kyu juga”

“Eh ? Apa ? Ajak sia—“ Tut..tut..tut.. Sambungan teleponnya diputuskan. Hana melongo dan menatap ponselnya sampai berkali-kali. Dia belum selesai bicara, tapi Saera sudah mengakhiri sambungan teleponnya.

Sekarang bagaimana ? Hana bingung setengah mati. Sudah seminggu ini, Hana tak pernah jumpa Kyuhyun lagi. Hana tak pernah lagi menerima tawaran pekerjaan manager Kim kepadanya. Alasan gadis ini, ‘sibuk dengan jadwal kuliahnya yang baru’. Padahal dia hanya berusaha untuk menghindari Kyuhyun.

Sebenarnya bukan Kyuhyun saja yang dihindarinya, tapi juga Sungmin. Sejak hari kencannya dengan Kyuhyun beberapa hari yang lalu, hubungan Sungmin dan Kyuhyun jadi tak harmonis. Mereka tak pernah saling menggoda lagi. Bahkan menyapa pun tidak !

Hana sempat menanyakan kenapa kepada dua orang itu. Tapi baik Kyuhyun maupun Sungmin, tak ada yang mau mengakui kalau hubungan mereka tidak harmonis. Mereka bilang, mereka baik-baik saja. Hana sempat percaya dengan pernyataan dua orang itu sampai Enhyuk menceritakan semua.

“Kao tak tahu, Hana ? Haha.. Sungmin cemburu pada Kyu karena kencanmu kemarin”

“Heh ? Memangnya mereka benar-benar saling menyukai ya ? Mereka Gay ?”

“Yaa ! Kao ini bodoh atau apa, hah ? Mereka itu suka padamu..”

“Padaku ?”

“Pada siapa lagi kalau bukan kao ?”

Hana menggeleng-geleng dan menepuk-nepuk pipinya, berusaha menghilangkan ingatan itu dari kepalanya sebelum dia pusing lagi. Cukup sudah bagi Hana merasakan pusing yang menganggunya selama tiga hari. Selama tiga hari itu, dia tak bisa bekerja dengan baik. Pikirannya selalu melayang ke Sungmin dan Kyuhyun. Gadis itu tak habis pikir, kenapa mereka suka padanya ?

Hana menghela nafasnya panjang sambil memutuskan untuk pulang saja ke rumahnya. “Tak perlu makan siang dengan mereka. Aku kan harus menjemput Sungjo di sekolahnya. Mereka pasti mengerti”

 

—————————–

Jalanan sudah penuh dengan siswa yang keluar dari gerbang sekolah. Hana menyipitkan matanya, berusaha mencari sosok adiknya di antara kerumunan itu.

“Noona~!”

Hana berbalik dan menemukan laki-laki bertubuh kurus dan lebih pendek darinya itu, tengah melambai-lambai beberapa meter darinya. Hana tersenyum tipis, tapi segera pudar saat mendengar suara klakson mobil.

Mobil itu lagi. Mobil rental yang sering di lihatnya itu terparkir tepat di belakang adik laki-lakinya. Hana tahu jelas siapa orang di balik kursi pengemudi itu. Dia menutup mulutnya kaget sambil terus bergumam-gumam, “Ya ampun .. Ya ampun .. Kenapa dia bisa ada disini ?”

 

————————-

“Kao merindukan aku ?”

“Tidak~!”

“Kao yakin ?”

Hana mengerang kesal, lalu menatap tajam pengemudi di sebelahnya. “Yaa~! Berhentilah menggodaku, Kyu !”

Kyuhyun hanya terkekeh geli. Baginya sudah lama sekali tak pernah mengganggu Hana lagi. Dia rindu saat-saat seperti ini bersama gadis ini.

“Omo~~ Hyung dan Noona benar-benar pasangan serasi”, celoteh Sungjo dari kursi penumpang belakang.

“Yaa~! Berhenti mengatakan itu, Lee Sunjo”, marah Hana.

Kyuhyun tak tahan lagi. Dia tertawa lepas, sampai bahunya terguncang-guncang. “Kao tetap galak seperti dulu”

Hana mendengus sebal dan meniup poninya terbang. Julukan itu ternyata masih melekat untuknya. Tapi harus Hana akui, terkadang dia rindu dengan julukan itu. Dia suka saat Kyuhyun menggodanya dengan julukan itu. Dan tawa Kyuhyun… entah bagaimana bisa terdengar renyah di telinganya. “Andwee~~ aku tak boleh berpikiran seperti itu”, gumamnya sambil menggeleng-geleng cemas.

“Hm ? Berpikiran seperti apa ?”, tanya Kyuhyun yang membuat Hana kaget. Kyuhyun meliriknya curiga, “Jangan.. jangan.. kao—“, Kyuhyun menggantungkan kalimatnya dan melirik Sungjo melalui kaca spionnya. “Aaah… tak jadiii”

“Heh ?”, Hana ikut melihat ke spion, lalu menengok ke belakang, ke arah Sunjo yang menatapnya heran. Hana ber ‘oh’ pelan, mengerti. Dia mengeluarkan iPod miliknya dari dalam tas tangan dan menyerahkannya ke Sungjo. “Sunjo~! Kao mau dengar—“

“Arra Noona~”, sahut Sungjo cepat. “Aku mengerti. Berikan saja iPodnya padaku”. Lima detik kemudian, Sungjo sudah memakaikan headphone iPod itu ketelinganya dan mengangguk-angguk riang. Hana tersenyum melihat tingkah adiknya yang semakin dewasa.

“Arashi lagi ?”, tanya Kyuhyun saat mendengar suara berisik dari iPod, sambil melirik Sungjo lagi dengan kaca spionnya. “Sebenarnya kao penggemar Arashi atau Super Junior ?”, gerutu Kyuhyun kesal.

Hana segera memalingkan wajahnya ke Kyuhyun dengan raut kesal, “Bisa bahas yang lain ?”

Kyuhyun balas melirik Hana sebal, “Kita akan bahas yang lain setelah kao menjelaskan yang satu ini”

Hana mendengus dan memutar bola matanya, “Sunjo yang suka arashi”, jelas Hana dengan kesal.

“Kalau kao ?”

“Sudah jelaskan ?”, tanya Hana jengkel. Tapi Kyuhyun tetap menunggunya menjelaskan. “Aku yang suka Super Junior. Aku seorang Elf~!”

Jelas itu melegakan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum. Setidaknya gadis yang disukainya itu benar-benar menyukai keluarganya.

“Jadiii… apa ?”

“‘Apa’ apanya ?”, tanya Kyuhyun tak mengerti.

“Kao mau bilang apa tadi ?”

“Ooh… ituu..”, kata Kyuhyun sambil mengingat-ingat kalimatnya yang sempat tertunda karena Sunjo tadi. “Tadi kukira kao sedang memikirkan hal-hal mesum”

“APA ?!!”, pekik Hana. Tepat sebelum Hana meledak marah, mobil mereka tiba-tiba berhenti. Kepala Hana hampir menabrak dashboar mobil karenanya.

Hana kembali akan meledak marah pada Kyuhyun, tapi laki-laki itu ternyata sudah berada di luar. Kyuhyun ternyata sudah mengantisipasi ledakan marah Hana, dengan segera turun dari mobil. Kyuhyun terkekeh sambil berjalan masuk ke kedai, sementara Hana menggerutu jengkel sambil melepaskan seatbeltnya. “Dasar magnae sialan~”, desisnya terakhir kali sebelum keluar.

 

——————————–

Seperti biasa, kedai itu sepi. Hanya ada para anggota Super Junior, seorang model terkenal, siswa SMP, seorang manager hebat, dan… manager pengganti.

Hana menatap makanan di hadapannya tanpa selera. Sate. Otaknya terus membunyikan alarm bahaya. Dia tak akan mau menyentuh makanan itu.

“Kalian tak mau makan ?”, tanya Heechul.

Hana mengangkat kepalanya dan menatap Heechul yang menunggu jawaban darinya. Tapi saat menyadari ada orang lain yang mengangkat kepala dan menatap Heechul sepertinya, Hana menoleh. Im Saera. Model cantik itu ternyata tak mau menyentuh makanannya seperti Hana.

“Sudah lah Saera .. Sungmin tak datang, bukan berarti kao tak mau makan, kan ?”, hibur Shindong sambil menepuk-nepuk pundaknya.

Saera mengangguk, “Kao benar oppa~”. Lalu menatap makanannya lagi, dan memakannya dengan enggan.

Hana mengernyit melihat Saera, lalu mulai mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dia menatap satu persatu orang yang duduk satu meja besar dengannya. Leeteuk, Heechul, Siwon, Ryeowook, Yesung, Kyuhyun, Enhyuk, Shindong, Donghae, dan Manager Kim. Hampir lengkap ! Kenapa dia baru menyadarinya sekarang ? Sungmin dimana ?

“Dia pulang ke rumahnya. Tadi tiba-tiba ibunya menelpon”, kata Leeteuk seolah-olah tahu apa yang dipikirkan Hana.

“Heh ? Memangnya ahjumma kenapa ?”

“Ahjumma ? Memangnya kao kenal dengan ibunya Sungmin, hana ?”, tanya Enhyuk.

“Mm”, jawab Hana sambil mengangguk. “Ahjumma kan teman ibuku. Ya, kan Sunjo ?” Sungjo yang sedang sibuk makan, hanya mengangguk saja.

“Ooh.. karena itu kalian dekat seperti itu ya ? Aku jadi mengerti”, celetuk Yesung sok mengerti.

“Tentu saja”, jawab Hana mantap. Tiba-tiba Hana merasakan ada tatapan tajam yang menghujam ke arahnya. Hana menoleh ke arah Kyuhyun, tapi laki-laki itu sedang tertawa dengan Ryeowook. Hana memiringkan kepalanya tak mengerti. Yang tadi itu benar tatapan tajam dari Kyuhyun atau hanya perasaannya saja ?

“Makan lah Hana.. Kao tak akan rugi sama sekali. Makan siang kali ini gratis. Enhyuk yang bayar semua”, kata Donghae yang kemudian dihadiahi jitakan oleh Enhyuk.

 

—————————

Meski tidak ikut makan dengan para member yang lain, Hana cukup senang juga. Hari ini dia banyak tertawa. Semua member suka bercanda dengannya. Hana jadi menyesal karena dulu pernah berniat berhenti jadi manager pengganti mereka. Sekarang Hana berjanji tak akan pernah berniat seperti itu lagi,

Tiba-tiba saja gerimis. Hana, Donghae dan Enhyuk sedang berbincang-bincang di pelataran parkiran. Mereka sudah selesai makan dan sedang menunggu manager Kim yang sedang membayar bon mereka. Ternyata ini adalah perayaan mereka karena SS3 show mereka yang sebentar lagi akan mulai. Dan makan siang tadi, gratis di bayar oleh manager Kim.

Hana sedang tertawa saat Donghae dan Enhyuk bertengkar lagi. Lalu tanpa sengaja mata Hana menangkap bayangan Kyuhyun keluar dari kedai.

Hana menoleh dan melihat Kyuhyun dan Saera. Di luar memang sedang gerimis. Kyuhyun menarik tudung jaket hoodie Saera, hingga menutupi kepalanya. Saera mendongak, lalu tersenyum. Hana bisa lihat gadis itu berbicara pada Kyuhyun, lalu menggandeng tangannya pergi.

Saat itu juga hati Hana perih dan dengan cepat dia memalingkan wajahnya. Hana menekukkan wajahnya dalam-dalam. Adegan tadi ternyata mematikan untuk Hana. Hana jadi tak berani mengangkat kepalanya lagi. Hana bingung dengan rasa sakit yang menyerangnya. “Aku kenapa ?”, gumamnya tanpa sadar.

 

—————————

 

“Hyung~ Noona~ Kenapa kalian diam saja ?”, tanya Sungjo.

Kedua orang yang ditanyai hanya diam dan menatap lurus jalan di depan. Sebenarnya mereka mendengar apa yang ditanyakan Sungjo, tapi mereka sedang tak ingin bicara apa pun. Mereka galau dengan perasaannya.

Sungjo menggeleng-gelengkan kepalanya dan memutuskan untuk mendengar iPood saja.

“Kao dan Sungmin… Apa dulu kalian benar-benar dekat ?”, tanya Kyuhyun tiba-tiba. Dari tadi Kyuhyun sudah mengunci mulutnya untuk bertanya seperti itu karena ada Sungjo. Tapi setelah Sunjo menutup telinganya dengan headphone, barulah Kyuhyun bertanya.

“Hah ? Mm.. begitulah”, jawab Hana.

“Seberapa dekat ?”

“Sedekat kao dengannya sekarang”, jawab Hana. Hana juga tak tahan lagi ingin bertanya. “Kalau kao dan Saera ?”

“Kami baru kenalan empat tahun yang lalu”

“Empat tahun ?”, ulang Hana tak bersemangat. “Itu waktu yang lamaa”, lanjutnya setengah melamun.

“Mm.. benar. Tapi benar-benar empat tahun yang buruk”

“Hah ? Apa ?”

“Tak ada”, jawab Kyuhyun sambil mengeleng. “Kao dan Sungmin ?”

“Dua tahun belakangan ini”, jawab Hana sambil mengingat-ingat. “Tepat setelah ibu meninggal”

Kyuhyun diam dan membiarkan Hana mengenang almarhum ibunya.

“Kao .. masi suka Saera ?”, tanya Hana

Kyuhyun tergelak, “Aaah.. tidak”

“Tidak ?”, ulang Hana sambil menunduk lemah. “Benarkah ?”

Kyuhyun berusaha mencairkan suasana dengan tertawa. “Kan sudah kubilang, kalau aku sedang suka dengan seorang gadis”. Melihat Hana yang tetap menunduk, Kyuhyun melanjutkan, “Kao masih ingin tahu siapa ?”

Sebenarnya Hana ingin sekali berteriak ‘tidak’ sekeras-kerasnya. Tapi dia hanya mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun dengan cemas bercampur putus asa. “Siapa ?”

“Kao …”

————————–

Hana kembali mondar mandir di kamarnya. Jantungnya berdebar aneh dan tubuhnya panas dingin. Kyuhyun ada di luar kamarnya, duduk bermain PSP bersama Sungjo. Di luar sedang hujan deras. Hana mau tak mau harus rela membiarkan Kyuhyun berada di apartemennya. “Aku harus bersikap seperti biasa saja”, katanya yang mensugesti diri sendiri.

Hana membuka pintu kamarnya, dan berusaha tersenyum manis ke arah Sungjo dan Kyuhyun. “Hai~”, sapanya kaku.

Kyuhyun dan Sungjo menatapnya aneh, tapi sedetik kemudian tertawa. “Noona mu sudah gila, Sungjo~”

Pipi Hana memerah dan segera berlari ke dapur. “Aigooo~~ aku memalukan sekali !”, katanya sambil menepuk-nepuk pipinya yang panas dingin. “Sebaiknya aku minum dulu”

Hana mengaduk-aduk kulkasnya untuk mencari minuman hangat untuknya. Hana menemukan kopi kalengnya dan segera mengeluarkannya dari kulkas, tapi tiba-tiba ..

“Aku lapar. Buatkan aku sesuatu”

Hana tersentak kaget dan terkesiap. Dia bahkan hampir menjatuhkan kopi kalengnya dari tangan saat mendengar suara Kyuhyun tepat di belakangnya. Hana berbalik, “Hyaa~! Kao mengkagetkan aku !”

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya tak peduli, lalu menatap kopi kaleng milik Hana. “Itu untukku ?”

“Apa ? Enak sajaa~~”, jawab Hana sambil menggenggam erat kopinya dan menjauhkannya jauh-jauh dari Kyuhyun.

Tapi tatapan Kyuhyun ke kopi kalengnya semakin tajam, “Itu untukku saja~ Aku sudah lapar, kao tahu !”

“Lapar apanya ?”, tukas Hana tinggi. “Kao ini kan, baru saja makan sate tadi”

“Benar. Aku makan sate tadi. Sampai seseorang menghancurkan moodku untuk makan”

Hana mengerjap-ngerjap, lalu memandang wajah Kyuhyun waspada. “Oh ya ? Siapa ?”

Kyuhyun mengecup kening Hana sekilas. “Kao, phabo~~”. Hana membeku di tempatnya sehingga Kyuhyun memanfaatkan situasinya untuk merebut kopi kaleng Hana. “Terima kasih untuk kopinya.. nona galaaakk”, kata Kyuhyun lalu berlalu dengan terkekeh senang.

———————

Pagi di keesokkan harinya benar-benar cerah. Hana yang sudah siap dengan pakaian musim gugurnya mendesah tidak senang. Semalam tidurnya tidak nyenyak. Kyuhyun berhasil membuatnya bingung setengah mati. Laki-laki itu suka sekali menggodanya dengan kata-kata manis. Membuat Hana bergedik ngeri saja.

“Awas saja kalau si magnae sialan itu menganggu aku lagi”, gumam Hana pada bayangannya di cermin.

Hana mengeratkan cardigan cokelatnya dan segera memakai sepatu boot putihnya. Hari ini Hana kembali menjadi manager pengganti setelah seminggu.

Tapi kali ini tugasnya lain –dan menurutnya lebih berat (.___.)— karena dia akan menangani usaha comeback Super Junior M kali ini.

Empat puluh menit kemudian, Hana sudah sampai di gedung putih SM. Beberapa staf di sana tersenyum padanya. Hana sudah lumayan di kenal di sana. Apalagi setelah menangani tugas barunya ini.

Hana melangkahkan kakinya ke dapur rekaman dan langsung berhadapan dengan produser musiknya. “Annyong Haseo~ Saya Lee Hana, manager pengganti Kim-ssi”

“Aah.. ne~! Langsung saja kita bicarakan masalah ini padamu”

Alis Hana terangkat tinggi, “Masalah ?”

————————–

“Mworago ? Enhyuk dan Sungmin jadi tamu di Suju M ?”, pekik Yesung. Dia jelas-jelas tak terima. “Kenapa bukan aku saja ?”

Enhyuk yang sedang sarapan roti hanya cengir lebar saja, “Hehe.. aku hebat kan. Hyung ?”

“Ya .. Ya.. Monkey memang hebat”, timpal Kyuhyun tanpa mengalihkan matanya dari PSP.

Enhyuk hanya bisa mendengus kesal dengan ejekan si raja setan itu. Tak mungkin baginya bisa mengalahkan Kyuhyun dalam berdebat.

“Tapi kao dan sungmin sedang tak akur, kan ?”, tanya Ryeowook.

Itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan yang menyulitkan. Kyuhyun meletakkan PSP nya di atas meja makan, lalu menghela nafas berat, “Benar. Tapi mau bagaimana lagi ? Bukan aku kan yang minta kalau kami menyukai seorang gadis yang sama ?”

——————————

©2011 S3FFIndo

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 14 Juni 2011, in Mia Mentari, Super Fanfiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. ckckck…. kyumin 2x ska cwek yg sma!!! aigoo~ perang dingin deh tu!!! lanjut thor~ ><"

  2. ini belum beres thor??

    huaaaaa~ kalo aku jd hana aku pasti suka sama sungmin deh ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: