[FFS/3/last] Is it A Love ? -chap 3-

Is it a Love ?

(LAST PART) 

chap 3

“Dengarkan aku…”

“Mulai sekarang aku ingin kao melihatku bukan sebagai orang yang kao lihat dengan matamu, tapi dengan hatimu”

“Lihatlah aku sebagai orang yang kao cintai, bukan sebagai periii, kumohonnnn~~~”

Aku tak ingin mata ini hilang dari pandanganku, aku tak ingin suara ini hilang dari telingaku.. Tapi hatiku tak ingin aku menjadi egois

 

Cast :

Kim Kibum SHINEE aka Key

Lee Donghae SUJU aka Donghae

Lee Hana

———————

 

 

Bagaimana ini ? Donghae tak ada. Apa dia tenggelam ya ? Aku…aku…harus bagaimana ?

Aku menelan ludahku menatap ke tengah laut. Ombak tampak tenang, tapi tetap saja aku takut. Perlahan-lahan aku mulai berjalan ke tengah. Bukan berenang, tapi berjalan. Kakiku gemetaran ketika air laut terasa lebih dingin. Tapi aku tak peduli, aku tak punya banyak waktu sebelum kram. Aku harus mencari Donghae.

Ketika aku sudah mencapai ke tengah, aku mulai berenang mencari. Tapi Donghae tak ada dimana-mana. Aku mulai menyelam berharap mungkin Donghae ada di dalam laut. Tapi dia tak ada juga. Aku hampir putus asa dan mulai ketakutan. Apa mungkin Donghae tenggelam dan tubuhnya sudah dibawa ombak entah kemana ?

Tak lama kemudian, aku merasakan kakiku mulai kram.. Aku jadi tak bisa berenang  karena kakiku mulai tak bisa digerakkan lagi. Aku mulai tenggelam saat ombak menggulung tubuh ku lebih ke dalam. Air sudah masuk ke dalam mulut dan hidungku. Aku ingin menangis.

‘Kalau kau cengeng begini, kami tak bisa mencintai mu lagi’. Tiba-tiba saja kata-kata oemma itu kembali terngiang-ngiang di telingaku.

Aku menggigit bibirku pasrah. Tak ada harapan, dan aku malah ingat kata-kata oemma yang menyuruhku tak menangis ? Aku tak peduli lagi mereka tak akan mencintai aku lagi, karena hidupku sebentar lagi akan habis. Tubuhku sudah melayang-layang jauh ke bawah laut. Dadaku sudah terasa amat sesak, sepertinya air sudah menyeruak masuk ke paru-paruku. Di saat-saat begini, aku hanya bisa menatap langit atau mungkin permukaan air di atasku. Ya Tuhaannn..jika ini adalah akhirku, bisakah aku menyimpan baik wajah Key bersamaku ? Atau mengenang tawanya sekali lagi ?

Aku hampir pasrah tapi seseorang tiba-tiba berenang cepat ke arahku. Gerakannya cukup cepat dan kemudian tangannya menarik tubuhku ke atas.

Key ? Omoo~~~benarkah ini Key ?

Akhirnya dengan sekuat tenaga, Key berhasil membawaku keluar ke permukaan. “Phaboya !”, marahnya setelah berhasil mengendalikan batuk-batuknya akibat kemasukkan air. Aku hanya diam dalam pelukannya, karena aku tahu aku salah padanya.

Sesampai di pinggir, key mulai menngendongku dan membawaku e tepi pantai. Dari jauh aku bisa melihat Donghae dan beberapa namja lain dibelakangnya, berlari ke arah kami.

“Kau ?” donghae tampak terkejut melihat Key. Sementara namja-namja di belakangnya mengucap syukur karena aku sudah selamat. Hmm..mungkin mereka adalah penduduk sini yang di panggil Donghae untuk menyelamatkan aku.

Key tak bereaksi apa-apa melihat Donghae, dia malah terus berjalan membawaku seperti menganggap Donghae tak ada.

Aku khawatir dengan sikap Key, jadi kupandangi wajahnya, mencari tahu apa yang dipikirkannya. Tapi wajahnya hanya datar saja tanpa ekspresi dan matanya hanya menatap lurus ke depan. Apa dia marah ? Atau tidak ?

_________________________________

-Seoul, malam hari-

Untung saja aku membawa dompetku, jadi kami bisa pulang dengan pesawat ke Seoul.  Dari sejak naik pesawat sampai sekarang aku dan Key hanya diam saja. Key tak mengucapkan sepatah kata pun, dan bahkan berjalan cepat meninggalkan aku di belakang. Aku hanya pasrah dan memandangi punggungnya dari belakang.

Baju seragam yang sejak tadi dia pakai itu sudah kering di saat perjalanan tadi. Aku merasa tak enak padanya, aku memakai baju kering yang dibelinya di toko untukku, tapi dia tidak membeli satu untuknya.

“Key…” panggilku yang membuatnya berhenti berjalan. “Mianheee..” ucapku yang lalu menggigit bibirku, menahan tangis.

Kabut sudah memenuhi mataku, jadi aku tak tahu kalau Key sudah berbalik menghadapku dan menarikku ke dalam pelukannya.  “Jangan buat aku khawatir lagi, arraso ?”

Aku hanya mengangguk tapi Key malah mencium keningku. Aku benar-benar kaget. “Sekarang ayo kita hadapi bersama-sama”, ucapnya lalu menggandeng tanganku.

Sebenarnya aku ingin bertanya lebih banyak bagaimana dia bisa menemukan aku di Mokpo dan mengapa dia mengatakan ‘ayo hadapi bersama-sama’ ?. Memangnya apa yang harus dihadapi ?. Tapi aku menahan pertanyaanku saat menyadari betapa indahnya hanya diam sementara dia mengenggam tanganku pulang. Ada perasaan nyaman dan hangat di sana. Dan aku menyukai itu. Apa aku sudah mulai jatuh cinta padanya ?

Tak lama kemudian, kami sudah sampai di depan rumah. Tapi Key berhenti untuk menatap rumah. Aku bingung kenapa dia tiba-tiba berhenti, jadi kuikuti saja pandangannya.

Omoo~~ada orang di dalam ! Lampu di seluruh ruang rumahku menyala.

Aku menelan ludahku saat ingat oemma dan appa. Apa mereka sudah pulang dari pekerjaan mereka ?. Sebenarnya aku bahagia karena mereka pulang, tapi aku sekarang bersama Key. Bagaimana nanti jika mereka tahu kalau selama ini aku tinggal bersama Key ? Apa mereka akan mengusir Key ?

Aku kembali memandang Key, mencari tahu apa yang sedang dipikirkannya sekarang. Key hanya diam ketika kupandangi, tapi tangannya mengenggam tanganku lebih erat, seperti tak ingin melepasnya.

“Dengarkan aku…” ucapnya tanpa menoleh padaku “Mulai sekarang aku ingin kao melihatku bukan sebagai orang yang kao lihat dengan matamu, tapi dengan hatimu” aku tak mengerti sama sekali ucapannya, tapi Key sepertinya serius dan menggandeng tanganku masuk dengan lebih erat seolah meyakinkan aku tak kan ada hal buruk yang terjadi.

“Tak kan ada hal buruk yang terjadi..ne tak ada”, gumamku terus berulang tanpa suara.

Key membawaku berjalan pelan ke dapur entah untuk apa. Tapi mataku langsung terbelalak kaget ketika melihat orang asing malah asyik makan makanan serealku. Jadi bukan appa dan oemma yang ada di rumah ? Lalu siapa dia ? Kenapa seenaknya masuk ke rumahku ?

“Leeteuk hyung..”, panggil key dingin pada orang itu. Leeteuk ? Nama apa itu ? Anehh sekali namanya..*Hana lngsung d getok am teuki XDD*

Orang yang dipanggil leeteuk itu berhenti makan dan menatap marah key dan aku. “Kao tak suka dengan kehadiranku ?”

Huh ! Jelas IYA TAK SUKA !! Mana mungkin kami suka orang aneh seperti DIA ada diantara kami ? (=3=’)

“Anni..aku sudah menunggumu”, aku menatap tak percaya dengan jawaban Key. Omoo~~jadi Key sudah tahu ‘MAKHLUK ANEH’ ini akan datang ?!!!! *teuki : YAA!! LEE HANA !! (teuki ngambek d blang aneh wkwk) *

“Sudah lama tak jumpa kan ?”, tanya leeteuk sambil tersenyum lebar

“Ne..sudah lama”, jawab Key datar sambil menghembuskan napasnya. “Bagaimana kabarmu ?”

“Baik..kao bagaimana ?”

“Baik juga..bagaimana kabar sekolah ?”

OI..OI.. !!!! KENAPA SEKARANG BERUBAH JADI ACARA REUNIAN ? “YAAA !!!”, teriakku tak tahan melihat mereka. Mereka melihat ke arahku kesal *hanya teuki yang lihat hana kesal*, “DIA SIAPA ?!!”, tanyaku kesal pada Key sambil menunjuk leeteuk yang malah asyik makan serealku lagi “JANGAN MAKAN SEREALKU !!”, teriakku kesal pada leeteuk.

Leeteuk memanyunkan mulutnya karena dimarahi olehku, “Aishhh~~dasar pelit” gumamnya yang bisa di dengar olehku. “Aku Leeteuk..”, ucapnya kesal sambil kembali memegang sendok untuk makan.

Aku berdeham cepat sebelum serealku dimakan olehnya. Dia terlihat kesal tapi aku lebih kesal, “Aku sudah TAHUUU ITU !! Maksudku KAO SIAPA NYA DIA ??!!”, tanyaku lagi sambil menunjuk Key. Lama-lama aku bisa mati naik darah berhadapan dengannya yang bodoh begitu.

“Aku Sunbaenya anak itu !”, ucapnya kesal sambil menunjuk Key. “Aku angel..tepatnya white angel”

MWO ?? Angel ? Sok..sok b.inggris !! *d jitak teuki* “Untuk apa malaikat datang ke rumahku ?” tanyaku. “Aku kan sudah punya peri”, ucapku sambil memeluk Key.

“Tidak lagi..” ucapnya sambil menggoyang-goyangkan telunjuknya. “Key sudah melanggar peraturan, jadi aku akan membawanya pulang sekarang”

“Mwo ? Peraturan yang mana ?”, tanyaku tanpa melepaskan pelukanku pada Key

Key menghela napas, “Hana-yaa~~ lepaskan aku !” perlahan kulepas pelukanku “Aku sudah terlalu banyak menggunakan sihirku untuk menolongmu tadi..Jadi biarkan aku pergi”

“GOJITMAL ! Kao tak pernah menggunakan sihirmu untukku !”

“HANA ! Aku sudah menggunakan sihirku untuk mencarimu yang tiba-tiba hilang, kao tahu ? Belum lagi menyelamatkanmu yang hampir mati tenggelam.. AKU SUDAH BANYAK MENGGUNAKAN SIHIRKU UNTUKMUU…!!!!” aku kaget saat Key membentakku keras begitu. Tiba-tiba saja aku teringat dengan appa yang membentakku saat mereka akan pergi meninggalkan aku. Sama seperti Key, appa menyalahkan aku dengan kepergian mereka. Aku menunduk untuk menyembunyikan kabut yang menyelimuti mataku

Key meraih pipiku dengan kedua tangannya, “Hana-yaa~~”, desah Key sambil menempelkan keningnya di keningku. “Menangislah..jika kao mau. Aku ada disini untukmu”, ucapnya yang membuatku mengigit bibirku untuk menahan air mataku agar jangan tumpah. Aku tak ingin menangis, karena oemma bilang itu akan mengurangi rasa cinta orang kepadaku. “Kumohon menangislah untuk kepergianku..sekaliii saja” mohon Key yang membuat air mataku mengalir begitu saja “Lihatlah aku sebagai orang yang kao cintai bukan sebagai periii, kumohonnnn~~”

DEG ! Apa Key bisa membaca perasaanku padanya ? Apa berarti sekarang dimukaku terpancar jelas rasa cintaku pada Key ? Apa perasaanku pada Donghae sudah hilang ?

Key melepaskan pipiku dan memundurkan wajahnya dariku, “Sekarang kao tahu kalau tugasku sudah selesai. Perasaanmu pada Donghae sudah hilang. Jadii..biarkan aku pergi. Aku rindu rumahkuu”

Aku hanya menangis dalam diam dan terus menatap matanya. Aku tak ingin mata ini hilang dari pandanganku, aku tak ingin suaranya hilang dari telingaku.. Tapi hatiku tak ingin aku menjadi egois. Key merindukan rumahnya, kan ? Aku tak boleh mencegahnyaaa..

Leeteuk yang sedari tadi berdiri mematung melihat kami berdua, mulai terbang melayang memutari Key. Sebelum dia melesat lebih cepat, dia berteriak padaku, “Jika kao ingin dia kembali ! Panggil lah dia, seperti kao memanggilnya dulu” Setelah itu, mereka benar-benar hilang dari pandanganku.

________________________________

-seminggu kemudian, Pulau Jeju-

Aku tersenyum ketika membaca surat dari Donghae yang mengabarkan keadaan hubungannya dengan Saera. Hubungan mereka menjadi lebih baik sejak Donghae mengakui bahwa selama ini dia tak pernah mencintai Saera. Ternyata dulu, Donghae mencintaiku dan hanya menggunakan Saera agar membuatku jadi sadar akan perasaan Donghae padaku. Dia mengira aku tak mencintainya juga. Bodoh ya ?. Kami selama ini saling mengira kalau sahabat tak mungkin saling mencinta.

Tapi setelah aku pergi meninggalkan Seoul, Donghae mulai melupakan aku dan mulai mencintai Saera dengan setulus hati. Saera benar-benar gadis yang baik, dia mau menerima Donghae kembali walau dia tahu Donghae dulu hanya mempermainkannya. Hmmm..akhir cerita yang bahagia kan ?

Setelah membaca surat itu, aku mulai kembali menyelesaikan origami bintangku. ‘Jika kao ingin dia kembali ! Panggil lah dia, seperti kao memanggilnya dulu’, itukan yang diteriaki Leeteuk dulu padaku ?. Aku akan memanggil kembali hatiku yang hilang.

Setelah selesai menyelesaikannya, aku membawa ke seribu bintang itu di tanganku ke balkon kamar. Lalu menerbangkannya bersama angin menuju laut yang tampak hitam.

‘Seribu bintang ? Ini aku lagi…’

‘Aku ingin kao mengembalikan periku lagi.. Ada yang ingin kukatakan padanya.. Jebballl~~~’


Setelah berdoa, aku mendongak ke atas ke bintang sungguhan. Kumohonnn.. Kembalikan dia, bisakan ?

__________________________________

-satu bulan kemudian, pulau jeju-

“Annyong oenni-aaahhh !!”, sapa Hyori teman seapartemenku di Jeju saat aku keluar untuk sarapan.

“Mmm..anyyong ! Kao buat apa hari ini ?”, tanyaku lalu duduk di kursi di hadapannya.

“Es krim..oenni suka ?” *pagi-pagi sarapan es krim, hehe*

Aku tertegun sebentar mengingat makanan yang menjadi kesukaannya, “Ne..suka”

Hmm..ternyata keputusanku untuk tinggal bersama teman di pulau Jeju itu bagus juga. Sudah sebulan aku disini, dan ternyata aku bisa melupakan Key sedikit. Mungkin sebulan lagi disini, aku akan benar-benar melupakannya.

“Oennii..phalli ! Kita bisa telat nanti”, ucap Hyori sambil berlari. Kami sedang berjalan ke sekolah. Ne..aku dan Hyori satu sekolah dan malah satu kelas. Jangan tanya aku kenapa Hyori memanggilku oenni. Karena aku tak tahu jelas alasannya.

“Kao duluan saja !”, teriakku padanya yang sudah berlari terlalu jauh. Aisshh~~anak itu ! Kenapa bersemangat sekali ke sekolah pagi-pagi begini ? Ini belum terlambatkan ?

“LEE HANAAAA !!!” seseorang memanggilku dari arah belakang. Terpaksa aku menghentikan jalanku, dan berbalik.

“Kao memanggilku… ?”, tanyaku setengah berteriak padanya yang jauh di belakangku. Hari terik sekali, dan aku tak bisa melihat wajahnya jelas, kecuali baju seragam yang sama denganku. Hmm..sepertinya dia seorang namja teman sekolahku.

Namja itu berjalan menghampiriku, “Aku tidak memanggilmu. Kaolah yang memanggilku”

Aku mengerjap-ngerjap tak percaya dengan apa yang kulihat di depanku sekarang. Key ?

“Bukannya sudah kubilang jangan tampang bodohmu itu lagi ! Kao jadi terlihat menggiyurkan ? Ohh..jangan-jangan kao malah memamerkannya pada namja lain saat aku tak ada !”

“Phaboya !” kataku sambil berlari memeluknya. “Nomu bogoshippoo”, ucapku sambil mempererat pelukanku.

“Nado, hana-yaa~~ <3” ucapnya yang lalu melepaskan pelukanku. “Apa yang ingin kao katakan padaku ?”

“Eh ? Mwo ?” aku tak mengerti

“Jangan berpura-pura tak tahu ! Apa yang kao ingin katakan padaku ?”, ucapnya sambil berdecak kesal.

Ohh..soal seribu bintang itu ya ? Aishh~~kenapa dia bisa tahu ? Aku tak mungkinkan mengatakan padanya sekarang. “Kao bisa lihat jelas di mukaku kan ? Kenapa masih bertanya ?”, kataku sambil menunduk malu.

“Annii..aku tak bisa lihat”, key mengangkat daguku. “Aku ingin mendengar langsung darimuuu”

PETSSS !! Wajahku pasti sekarang berubah jadi semerah tomat. Omoo~~aku malu mengatakannya. >///<

“Kao mau bilang atau tidak ? Atau kao mau aku menciummu ?”, ancam Key sambil melirik genit bibirku.

“ANDWEEE !!! JANGAN LAKUKAN ITU !!”

“Ayooo…cepat bilang”

Aku menggigit bibirku, “saranghaee…”, ucapku pelan.

“MWO ?!! Aku tak dengar !”

Aku meniup poniku kesal, “SARANGHAE !!, kao dengar ?”

“Hmm…ne..aku dengar” ucapnya sambil tersenyum puas lalu berjalan mendahuluiku

“YAA !!” aku berlari mengejarnya “Kao sendiri tak mau katakan apa-apa padaku ?”

“Katakan apa ?” tanyanya enteng sambil tetap berjalan menatap langit.

Aisshhh~~PHABOYA ! Dia pasti pura-pura tak tahu, “Ya sudah ! Kao kembali saja ke duniamu. Aku tak membutuhkanmu lagi”, kesalku yang langsung berjalan cepat di depannya.

Key menarik tanganku keras hingga aku tersentak dan berhenti, “NADO SARANGHAEEE~~” Chupp~~<3❤ Key mengecup pipiku cepat kemudian berlari.

“YAA !! AWAS KAO KIM KIBUMMM”, teriakku yang malah membuatnya tertawa. Aku pun berlari mengejarnya dengan hati berbunga-bunga. Yaa..ternyata periku membalas cintaku kan ?. Hmm…aku sungguh bahagia sekarang

HAPPY ENDING ^^~~

 

********************************

EPILOG~~

Author’s PoV

 

“Hei ! Kenapa kao kembali sekarang ? Kenapa tak dari sebulan yang lalu ?”, tanya Hana pada Key saat mereka istirahat.

“Leeteuk hyung bilang..jangan mau kalah pada yeoja. Aku harus gentleman katanya..”, jawab key enteng sambil menjilati es krimnya.

“Mwo ? MAKHLUK ANEHH ITU KAN ? Kenapa kao mau menuruti semua perintahnya ?” PLETAK ! Sebuah jitakan mulus mendarat di kepala Hana. “Aishh~~sakit”

“YAA!! Seenaknya saja kao mengatai aku aneh !”, kesal Leeteuk.

“Memang kao aneh kan ?”, ucap Hana sambil mengelus kepalanya yang sakit. ”Kenapa kao bisa ada disini ?”

“Memangnya tak boleh ? Kami kan sekarang manusia…”, jawab Leeteuk enteng.

“MWOO ??” Hana membulatkan mulutnya tak percaya.

“Teuki oppaa~~aishhh..kao disini ?”, tanya Hyori tiba-tiba.

Leeteuk hanya cengir kuda sementara Hana membulatkan matanya melihat Hyori, “Omooo~~kao kenal MAKHLUK ANEHH ini Hyori ?”

“Aishh~~oenni ! Mana mungkin tak kenal ! Dia kan anggota OSIS kita..”

“MWOO ??” lagi-lagi Hana membulatkan mulutnya tapi segera disumpal oleh Key dengan es krim “Jagiiii~~jangan melongo seperti itu !”

“MWOO ? Jagiiiiii ?”, tanya Hyori dan Leeteuk bersamaan.

Key tertawa bangga sedangkan Hana hanya menunduk malu.

************************************

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 14 Juni 2011, in AUTHOR, Mia Mentari and tagged , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. omo…Key
    Sarangheyo >.<

  2. huaaaaahhhhhhh…..
    Neomu joha…….
    Kreeeennnn bgt..
    Ap ge main cast’a key..
    Daebak authorrr…..

  3. senang y happy ending, tapi yg aku ngak ngerti bukan y donghae d lau ya kok tau2 dia udah ma warga? Knp kgk d jelasin hae y kmn?

  4. @minkijaeteuk
    annyong minki🙂
    ini author na flowbloom ^^
    sbnar na karna cerita ini pov na hana doang, maka na gk pernah d jelasin s hae tnggelam ap gak.
    sbnar na hae gk tnggelam, hana sndiri yg kpanikan. wktu hana kira hae uda tnggelam it, s hae uda kluar dri laut. tpi hae gtw kalo hana nyariin dia. dia tau na wktu s hana uda tnggelam, mka na dia pergi minta bntuan warga stmpat utk bntuin hana.
    hehe..maap kalo jelasin na malah d komentar bukan d ff na lgsung🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: