[FF/G] BARBY SITTER Part 1

Main Cast:
Kim Kibum as Gwebon
Lee Jinki
Kim Jonghyun
Lee Taemin as Taeyon
Choi Minho

Support Cast:
Tiffany SNSD
Yeosob Beast (Cameo)
Yuri SNSD (Cameo)
Boram T-ara (Cameo)
Heechul Suju as Nyonya Heesica

Genre: Romance Komedi

Rating: G

ANNYEOOONNNGGGGG~~~
Again and again~ and again~ and again~..
ㅋㅋㅋ.. sesuai lagunya lagi-lagi Gegey membuat Kibum dan Taemin jadi yeoja.. tapi di sini Gegey menggunakan nama peran SHINee di SOR..Kibum jadi Gwebon, dan Taemin jadi Taeyon..semoga bisa terbiasa dengan nama ini..


Gwebon POV

“GWEBOONNNN!!!”

Hahhhhh.. umma berteriak lagi. Kapan dia akan mengeluarkan towa dari tenggorokannya??

“Gwebon!” Umma mengambil majalah dari tanganku dan menggulungnya.
“Umma!! Gwebon harus tamat baca majalah itu hari ini!!” aku berusaha mengambil majalah dari tangan umma.
“Anak gak tahu diri!”
“Awww!!” Umma memukul kepalaku dengan majalah.
“Hari ini umma dapet laporan dari temen umma.. dia bilang Gwebon menggantung sepatu anaknya ditiang bendera! Aissshhh!! Gwebon.. kapan kau berhenti membuat umma malu??”
“Aww!!” Umma memukul pantat sexyku dengan majalah. “Siapa anak teman umma itu?” tanyaku.
“Minah!”
“Aww! Umma hentikan!” Umma memukul bahuku dengan majalah.
“Setiap kali umma arisan pasti ada teman umma yang mengeluhkan kalau umma gak becus mengurus anak..” memegangi keningnya, poninya jadi terangkat.
“Minah menginjak kaki Gwebon saat mengantri di kantin..”
“Mwo?? Cuma gara-gara itu? Kemarin kamu menceburkan Yuri kekolam gara-gara Yuri tidak sengaja meneteskan keringatnya dimejamu.. lalu.. kemarin-kemarinnya lagi.. Semua buku Yoseob kau coret-coret hanya karena kau tidak mendapat contekan darinya??.. Belum lagi masalah Boram, kau me..”
“Gwebon menyumpal mulut Boram dengan penghapus papan tulis, karena dia menguap sembarangan.. Gwebon sudah tahu umma..jangan mengabsen satu persatu masalah kecil itu.. masalah itu bahkan tidak sebesar potongan kuku gwebon.” Aku berusaha mengambil majalah dari tangan umma. Tapi umma berhasil menjauhkannya dari jangkauanku.
“Aigoo~.. sudah cukup Gwebon.. sudah saatnya umma mengirimmu ke sekolah asrama perempuan..”
“MWO!!! Umma jangan bercanda! Umma tidak punya bakat!”
“Umma serius.. dari lubuk hati umma yang terdalam..”
“Mwo~..Ahniyo..” tiba-tiba nafasku sesak. Aku kesulitan bernafas. Asrama itu sangat menyebalkan.. “Siro!” aku berguling-guling dilantai agar umma iba kepadaku.
“Terserah! Umma gak akan kasih uang jajan kalau Gwebon gak mau ke asrama..”
Umma pergi meninggalkan aku yang masih berguling-guling dilantai. Aku menghentikan gulinganku karena melihat majalahku masih ditangan umma.
“Umma! Majalahnya..”
“Umma sita!”

BAMM!!

Umma membanting pintu kamarku.
“Andwe!!!!! Majalahku!! Aku belum sempat membaca horoskopnya!!!”
Kekesalanku sudah sampai puncak ubun-ubun. Aku mengambil bantal dan melempar sekencang-kencangnya ke dinding.
Bantal itu memantul ke meja riasku, dan membuat beberapa parfumku terjatuh ke lantai dan pecah.
“Ahni!” aku cepat-cepat menyelamatkan beberapa parfum yang masih bisa diselamatkan. Aku begitu panik sehingga tanpa sengaja menyenggol lilin aroma terapiku. Aisshhhhh!!!! Apinya membakar bantalku. Aku menyingkirkan bantal dari meja rias. Kubawa bantal kekamar mandi dan kubasahi dengan shower hingga apinya padam.
OMG!!! Aku kembali ke kamarku dan menemukan meja riasku sudah termakan api. Aku kembali kekamar mandi dan mengambil bantalku yang basah. Aku memukul-mukulkan bantal kemeja riasku.
“Gwebon!” umma datang dan membantuku memadamkan api. Umma menyiramkan secangkir kopi yang dibawanya. Tapi itu tidak membantu, justru membuatku lapar karena bau asapnya.

//

Bedak, lipstick, mascara, blush on, foundation, pengeriting rambut, semuanya musnah dalam sekejap.
Aku meratapi puing-puing sisa kebakaran. Yang bisa kuselamatkan hanyalah pelembab dan lipbalm. Bagaimana aku bisa ke sekolah?
“Umma.. belikan aku make up yang baru…” rengekku pada umma yang sedang membersihkan sisa-sisa kebakaran.
“Siro!” jawab umma.
“Wae! Umma kau jahat sekali..” aku membenamkan wajahku dikasur.
Aku mulai menangis, membayangkan aku pergi kesekolah tanpa make up. Aku akan kehilangan popularitasku!. Dimana harga diriku sebagai ketua geng!. Ahniyo~..umma bahkan tidak akan memberikanku uang jajan.. UMMA JAHAT!!

//

“Mwo?? Meminta iuran pada anak-anak? YA! HARGA DIRIKU TIDAK SERENDAH ITU!! PIKIRKAN CARA LAIN!!”

Aku memindahkan sellphoneku ketelinga sebelah kanan.

“Kau akan memnijamkaku make up mu?? Kulit kita berbeda!! Aku tidak mau kulitku iritasi karena menggunakan make up mu!!”

Aku memukul-mukul kepalaku dan menjambak rambutku sendiri. Kulakukan itu agar pusing dikepalaku hilang.

“Mencari kerja sambilan??”

Aku terdiam saat Tiffany menyarankanku untuk mencari kerja.

“Kau benar.. aku tidak akan tergantung lagi pada umma.. aku tidak perlu mengikuti keinginan umma untuk sekolah di asrama..dan juga aku bisa membeli make up baru.. kau cerdas Tiffany!!”

Pusing dikepalaku sedikit-demi sedikit menghilang.

“Tapi..umma memutus internetku.. kau saja yang carikan.. besok temui aku dirumah..”

Pusing dikepalaku datang lagi saat aku menyadari bahkan internet dirumahku diputus oleh umma.

“Tentu saja aku tidak akan kesekolah besok!! Sudah kubilang aku masih shock!!”

Aku memutuskan telefon kami. Aku kesal sekali karena tidak bisa kesekolah besok. Aku belum siap pergi ke sekolah tanpa make up!! Tuhaaann!! Aku mau kau turunkan hujan make up!!

//

“Jika bekerja sebagai pramusaji eonni akan membutuhkan make up..maka aku mencoret semua lowongan kerja sebagai pramusaji..”
“Hmm” aku mengangguk.
Jangan kaget jika mendengar Tiffany memanggilku eonni. Aku memang lebih tua tiga hari dari Tiffany. Tapi aku ketua geng, maka dia wajib memanggilku eonni.

“Eonni tidak akan tahan berada di dapur karena akan membuat kukumu terpotong, atau jarimu teriris, atau lebih parah lagi kau akan tewas tergoreng..”
“Jinjja???”
“Ne!” angguk Tiffany. “Oleh sebab itu aku juga mencoret lowongan sebagai chef”
“Lalu apa pekerjaan yang pantas buatku??”
“Tadinya aku pikir eonni akan cocok bekerja di salon.. tapi kau tahu seperti apa persaingan di salon??”
“Mwo??” tanyaku penasaran.
“Semua banci salon tidak akan membiarkan seseorang lebih cantik darinya.. kau cantik sekali eonni.. mereka akan memberikan obat penumbuh bulu padamu..kau akan mirip dengan banci perapatan!.”
“Omo! Jinjja??”
Aku menggelengkan kepalaku. Aku tidak tahu kalau banci salon sekejam itu.
“Ne! hanya ada satu pekerjaan yang pantas untukmu..”
Tiffany menutup buku catatannya dan mengambil chips didalam toples.
“Apa??” tanyaku.
Tiffany menggigit chips dan mengunyahnya.
“Baby sitter.”
“Kau bercanda..bagaimana dengan bau pesing?? Air liur?? Itu menjijikan!!”
“Eonni.. aku akan memberikan yang terbaik untukmu.. aku tidak akan mengecewakanmu..”
Tangannya kembali mengambil chips.
“Tidak ada yang lebih buruk dari ingus bayi..” sanggahku.
“Aku sudah mensurveynya eonni.. bayarannya tinggi. Kau akan digaji seratus ribu perjam.. dan mereka bilang anak yang diasuh bukan bayi baru lahir.. dia sudah bisa jalan dan bisa menggunakan toiletnya sendiri..”
“Benarkah?? Seratus ribu perjam??”
“Ne.. tapi menurut kabar yang beredar.. baby sitter yang sebelumnya hanya sempat bertahan..paling lama enam jam..”
“Kenapa bisa begitu??”
“Molla..” Tiffany mengangkat kedua bahunya.

//

Tididit! Tididit! Tididit! Tididit!

Aisshh!! Aku mematikan alarm sellphoneku. Kemudian aku melanjutkan tidurku.

Drrrrtttt…Drrrrrttttttttt….Ddddrrrrrrrrrrttttttt…

Suara getaran sellphoneku terdengar bising sekali. Tanganku meraba-raba tempat tidur mencoba mencari sellphone. Setelah aku mendapatkannya aku mematikan selphoneku. Dan aku kembali tidur.

Drrrttt….Dddrrrttttttt…

Arrggghhhh!!! Siapa yang menelefonku!! Aku mengangkat tubuhku dan mencari sellphone.

“Hallo!”
Aku mengangkat telefon sambil terpejam.

“Memangnya ini jam berapa?”

“MWOO!!!!”

Aku menutup sellphoneku dan melemparnya kekasur. Aku bergegas ke kamar mandi. Jika Tiffany tidak menelefon mungkin aku akan terlambat dihari pertama kerjaku.

Omo! Omo! Omo! Mana bedakku?? Aku mengobrak-abrik laci. Aissshhhh!!! Bedakku dan teman-temannya sudah tewas!!
Aku mengoleskan pelembab kewajahku sembarang, kemudian aku mengoleskan lipbalm ke bibirku. Aku menyisir rambutku kemudian mengikatnya kucir kuda.

Aisshhh!!!! Pabo!! Pabo!! Aku masih hanya menggunakan handuk. Aku berlari membuka lemari pakaianku. Aku panik!! Semua bajuku tiba-tiba terlihat serupa. Aku mengambil celana jeans dan sweater. Sudahlah.. tidak usah terlalu keren. Lagipula yang akan kuhadapi hanya anak kecil.

Disinilah aku sekarang. Di depan sebuah rumah yang sangat besar. Apa benar ini rumahnya?
Aku membuka secarik kertas dan memeriksa kembali alamat yang diberikan oleh nyonya Heesica kemarin. Kedengarannya dia senang sekali saat aku bilang ingin melamar sebagai baby sitter dirumah ini. Apa benar anaknya begitu nakal sehingga banyak baby sitter yang tidak sanggup menghadapinya?.
Kau adalah Kim Gwebon!! ketua geng ‘Hot Barb’ yang disegani satu sekolah. Kau pasti bisa mengatasi anak nakal ini. Fighting!!

“Aku senang sekali kau mau menjadi baby sitter disini.. anakku sangat manis dan cute.. kau pasti akan menyukainya..”
Nyonya Heesica mengaduk kopi dicangkirnya. Dia anggun sekali dan cantik.
“Aku mulai bekerja sekarang??” tanyaku.
“Ne.. aku ingin kau menjaga anakku dengan baik.. dia mudah celaka.. kemarin saja dia hampir tewas tersedak pisang..”
“Mwo??”
“Jangan biarkan dia mendekati api.. dia pernah terbakar..” Nyonya Heesica meminum kopinya.
“Jika anakku menyukaimu akan kuberi bonus.. tapi jika anakku tidak merasa nyaman denganmu, maka dengan sangat menyesal aku harus memecatmu..”
“Aku hanya perlu menjaganya??”
“Dan menemaninya.. turuti saja apa yang dia minta..aku harus pergi ke Milan sekarang.. hari ini jadwalku mencukur bulu kakiku disana..”
“Milan??”
Nyonya Heesica menaruh cangkinya diatas meja dan berdiri.
“Pelayanku akan mengantarmu ke kamar anakku..aku pergi dulu.. pesawatku sebentar lagi berangkat..”
Nyonya Heesica melihat jam tangannya.
“Bayaranmu.. akan kukirim lewat rekening..”
“Ne..aku akan bekerja dengan baik”

Kau percaya karma??

Hahhhh..aku sedang mengalaminya saat ini.
Tidak ada anak kecil. Atau bayi.
Aku menjadi baby sitter seorang yeoja culun yang pernah kubuat menangis karena dia mendapatkan salam dari Namja paling tampan disekolah, Choi Minho.

“Gwebon sunbaenim.. mau bermain drama denganku?? Aku akan menjadi putri saljunya dan kau menjadi kurcacinya..”
“MWO!! Kurcaci??”
“Mianhe.. kau boleh menjadi nenek sihirnya..”
“Itu lebih buruk!! Aku tidak mau bermain drama!!”
Taeyon menundukan kepalanya seperti mau menangis.

Orang yang harus aku temani adalah Lee Taeyon. Adik kelasku. Aku pernah mengurungnya di loker hingga membuatnya menangis. Kini aku harus menjadi baby sitternya, apa yang akan dikatakan anak-anak satu sekolah jika mengetahui aku bekerja pada Taeyon.

Aku mulai membaca majalah. Ternyata Taeyon membeli majalah yang sama denganku.

“Gwebon sunbaenim..kau senang bermain apa??” tanya Taeyon.
“Memancing!” jawabku asal. Tidak ada kolam ikan di rumah ini kan??.
Aku membaca horoskop. Keuanganku lancar.. pekerjaanku, harus bekerja lebih keras dari biasanya.. jodohku, apa?? Harus berhati-hati dengan ayam goreng??. Memangnya aku akan memacari ayam goreng??. Aissshhhh!!

“Sunbae.. ayo kita memancing!!”
Aku terkejut saat Teayon membawakan dua pancingan.
“Kita akan memancing?? Dimana??”
Aku menutup majalah konyol ini dan menyimpannya di atas kasur.
“Aku sudah memindahkan ikan di akuarium ke kolam renang..”
“Mwo??”

Aku tidak ikut memancing. Hanya mengawasinya sambil mengerjakan PR Taeyon. Taeyon duduk dipinggir kolam renang. Berkonsentrasi pada pancingannya. Pabo!

Ahhhhh…aku menggeliat..aku sudah selesai mengerjakan PRnya!!! rasanya ingin merebahkan tubuhku di sofa.
Omo! kemana Taeyon?? Dia tidak ada dipinggir kolam renang. Apa dia terjebur dan tenggelam??
Aku berlari menuju kolam renang. Aku tidak melihat ada orang yang tenggelam atau mengapung. Kemana Taeyon??.

Bau gosong.. aku mencium bau gosong!

Aku berlari mencari dapur. Rumah ini besar sekali. Aku tidak menemukan dimana dapurnya. Omo! Apa Taeyon terbakar??

Aku melihat asap mengepul. Aku berlari menuju tempat dimana asap berasal.
Asap itu berasal dari wajan yang gosong. Aku mematikan kompor listriknya. Kulihat ikan clown fish dan kuda laut sudah menghitam. Tapi dimana Taeyon??

Dug Dug Dug!

Suara itu berasal dari dalam kulkas. Kulkasnya terkunci. Bagaimana cara membukanya??
“Taeyon?? Kau didalam??” tanyaku.
“Ne!! Kacang!!” teriak Taeyon dari dalam kulkas.
“Mwo?? Kacang apa??”
“Passwordnya kacang!!”
Password?? Password apa?? Ah! Kunci kulkasnya. Aku mengetik kata kacang dilayar touch screen kulkasnya.

Bip!

Aku memcoba untuk membuka kulkasnya dan berhasil. Kulihat Taeyon meringkuk didalam kulkas.

“Taeyon?? Gwenchana?? Apa yang kau lakukan di dalam kulkas!!”
Aku membantunya keluar dari kulkas.
“Gomawo Gwebon sunbaenim..” Taeyon memelukku, tubuhnya dingin sekali. Dia menggigil.

//

“Kenapa bisa terkurung didalam kulkas??” tanyaku sambil memasangkan selimut dibadannya.
“Aku dikurung.. gomawo sunbaenim..kau menyelamatkanku..”
“Kenapa kau menghilang tiba-tiba!! Siapa yang mengurngmu??”
“Aku hendak memasakkanmu sesuatu..tapi tiba-tiba aku terkurung dikulkas..”
Taeyon memainkan jari-jarinya.
“Memasak?? Clown fish dan kuda laut??”
“Aku berhasil memancing clown fish dan kuda laut..maka aku ingin menghadiahkannya padamu.. aku ingin memasaknya untukmu..”
“Kau pikir aku suka kuda laut??? Aisshhh..yang benar saja”
“Aku hanya ingin berterima kasih padamu karena mau menjadi baby sitterku..aku tahu kau tangguh.. dan bisa menjagaku..”
Taeyon tersenyum padaku. Dia tidak marah padaku karena pernah mengurungnya di loker?? Baik sekali yeoja ini.
“Kau suka aku jadi baby sittermu??” tanyaku.
“Hmm” Taeyon mengangguk.
“Kalau begitu jangan beritahu siapa-siapa kalau aku baby sittermu..jangan sampai anak-anak disekolah tahu!!”
“Ne..”
Hah! Mudah sekali.

“Ngomong-ngomong.. siapa yang mengurungmu??” tanyaku penasaran.
“Jinki oppa..” jawabnya.
“Siapa Jinki oppa??”
“Kakakku.. terkadang Jonghyun oppa pun akan ikut mengerjaiku..”
“Jonghyun oppa?? Kau punya dua kakak tidak beradab??”
“Jonghyun oppa.. dia teman Jinki oppa..” Taeyon memeluk boneka beruang yang matanya hilang satu.
“Kenapa kakakmu jahat sekali?? Apa ummamu tahu??”
Taeyon hanya menggelengkan kepalanya.
“Kenapa tidak kau beritahu??”
“Umma tidak akan percaya..”
Aku juga tidak percaya! Mana ada kakak yang selalu mencoba untuk menewaskan adiknya sendiri??

“Ini..” Taeyon menyodorkanku sebuah kartu. Seperti kartu kredit.
“Apa ini??” aku menerimanya.
“Sebagai tanda aku sudah mempercayaimu.. umma selalu mengirim uang jajanku melalui kartu itu.. bisa dibilang..itu biaya untuk hidupku.. jika aku menginginkan sesuatu maka aku akan memintanya padamu..”
“Setelah menjadi baby sitter sekarang aku merangkap sebagai bendaharamu?? Siro!” aku mengembalikan kartu kreditnya.
“Gwebon sunbaenim bisa menggunakannya.. kau juga mau belanja kan??” tawarnya.
“Aku boleh menggunakannya??”
“Ne”
Aku segera memasukan kartu kredit kedalam sakuku. Lumayan.. sepulang dari sini aku bisa membeli make up baru.

“Aku mau tidur siang..” Taeyon merebahkan tubuhnya ditempat tidur.
Kulihat sudah pukul satu siang. Dia perlu tidur siang?? seperti anak kecil saja.
Taeyon sudah memejamkan matanya. Sepertinya sudah terlelap.

Aku menyederkan tubuhku di kursi. Aku sudah melewati kurang lebih lima jam.. lima ratus ribu.. selain itu aku mengantongi gold credit card.. Aigoo..aku kaya!!

//

“SUNBAEEE!!!!”

Aku terperanjat dari tidurku saat mendengar teriakan Taeyon.
Aku tidak melihat Taeyon diatas tempat tidurnya. Kenapa dia senang sekali menghilang??

“SUNBAEEE!!”

OMO!! Dimana dia?? Kenapa aku jadi panik?? Apa dia akan digantung Jinki oppa??

Aku berlari keluar kamar. Mencari Taeyon.
Aku terperangah saat melihat Taeyon sudah tertindih sofa.

“Aigoo Taeyon.. gwenchana??”
Aku berusaha mengangkat sofa dari atas tubuh Taeyon.

“Ya! Apa yang kau lakukan??”
Tiba-tiba seseorang menarik tanganku. Aku menangkis tangannya dan berbalik.
Dia seorang namja. Matanya sipit dan agak chubby.

“Siapa kau??” tanyanya.

“Aku baby sitter Taeyon yang baru..” jawabku ketus. Dia pasti Jinki oppa.
“Kau akan menolongnya??” tantangnya mencibirku.
“Tentu saja!” jawabku balas menantangnya.
“Berani sekali kau!!” Namja ini mendekatkan wajahnya padaku. Aku mendorongnya agar menjauh dariku.
“Aisshh!! Kau berani padaku huh??” namja ini mulai emosi.

“Sudahlah Jinki.. kita lihat apakah baby sitter ini bisa mengangkat sofanya sendirian..”
Tiba-tiba seorang namja ikut manantangku. Dia duduk dianak tangga. Dia.. lumayan tampan, tapi tidak setampan Minho. Mungkinkah dia Jonghyun oppa??.

“Cih! Coba saja kalau bisa” namja sipit ini menghampiri namja yang duduk dianak tangga. Dia berdiri bersender pada pegangan tangga dan melipat kedua tangannya di dada.

Aku menghampiri Taeyon yang masih tertindih.
“Gwenchana??” tanyaku.
“Aku mulai sesak sunbae..” keluhnya.
Aku berdiri dan mencoba megangkat sofanya.
Uuggghhhhh~ berat sekali.

“Ha! Sudah kuduga dia tidak akan kuat..” cibir si namja sipit itu.

Aku mencoba kembali mengangkat sofanya. Uuugghhhhhh~ Sofanya sedikit terangkat.
“Taeyon kau bisa merangkak keluar??” tanyaku. Tenagaku sudah mulai habis.
“Kakiku masih terjepit” rengeknya.
Aku mengeluarkan tenaga terakhirku. Berapa ton berat sofa ini?? berat sekali.

“Ayo kita pergi.. Taeyon akan mati terjepit..”
Namja yang bernama Jinki itu mengajak temannya pergi. Apa dia tega menyakiti adiknya sendiri??
Aku juga memang kejam. Tapi tidak akan pernah aku berniat menyakiti saudaraku sendiri..
Uuuuggghhhh!!!!

Jinki POV

Hahh..sudah kuduga. Yeoja ini tidak akan berhasil.. aku hanya menyaksikan usaha yang sia-sia.

“Ayo kita pergi.. Taeyon akan mati terjepit..” Ajakku kepada Jonghyun.
Jonghyun berdiri dan melangkah menaiki anak tangga. Aku dibelakangnya.

BUGGHHHH!!!

Suara apa itu??
Aku terperangah saat melihat sofanya sudah terbalik. Apa yeoja itu yang melakukannya??

“Whoaa!! Dia kuat juga..” puji Jonghyun.

Nafasnya terengah-engah. Dia membantu Taeyon berdiri.

“Gomawo sunbae..” Taeyon memeluk baby sitternya yang baru.
Yeoja itu melepaskan pelukan Taeyon perlahan. Dia mengatur nafasnya kemudian melirik ke arah kami.

Perlahan dia menghampiri kami. Apa yang dia inginkan??

Dia berhenti kira-kira satu meter didepanku dan terus menatap mataku tajam.

“MWO??” tanyaku.
Dia mulai mendekat lagi. Kini kami dekat sekali. Bisa kudengar suara nafasnya yang terengah-engah.

“Jangan macam-macam terhadapku!” dia meninju dadaku. Sakit sekali. Aku menahan rasa sakitnya.

“Sepertinya akan semakin menarik..” seru Jonghyun.

//

Gwebon POV

“Mwo?? Memasukan Taeyon ke geng kita??” protes Lizzy.
“Memangnya kenapa??” tanyaku.
“Dia baru kelas satu..” bisik Tiffany.
“Tidak apa-apa kan?? Dia akan menjadi maknae kita..” jelasku.
“Eonni..kau sudah gila??” Jiyeon memutar bola matanya.
“Keputusanku sudah bulat! Mulai sekarang Taeyon akan menjadi maknae kita!” aku duduk di atas meja.
Semua anggota geng memandangi Taeyon yang berdiri mematung didekat pintu. Taeyon terus menunduk.
Aku akan menjaga Taeyon disekolah. Nyonya Heesica bilang menjaga Taeyon disekolah akan dihitung. Maka aku memasukannya kedalam geng ‘Hot Barb’ agar Taeyon tidak diganggu lagi.

“Tiffany!” aku memanggil Tiffany.
“Ne?” jawabnya.
“Pulang sekolah kita akan ke salon dan belanja.. kita akan mendandani Taeyon..” usulku.
“Mwo??”
“Taeyon ayang akan membayar..benarkan Taeyon??” tanyaku pada Taeyon.
“Ne!” Taeyon mulai mengangkat kepalanya dan tersenyum. Taeyon pasti tidak keberatan memberikan uangnya pada geng kami. Toh dia juga yang untung.
“Kalau begitu kita bolos saja??” ajak Lizzy.
“Setuju!” Jiyeon mulai merangkul Taeyon.
“Aku tidak keberatan..” jawab Tiffany.
Sudah kuduga. Uang mengendalikan segalanya.

“Taeyon ah..mulai sekarang panggil kami eonni..” perintahku.
“Ne! eonni..” Taeyon tersenyum lebar.

-bersambung-

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 21 Juni 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 28 Komentar.

  1. MWO ??? di kunciin di kulkas , trus di jepit di sofa . dasar jinki stress . . .
    di kirain baby sitter nya pada keluar gara2 si Taeyoon nakal naudzubillai , author nya DAEBAK !!!

  2. ryeonkeydictator

    Jiiaaah,, kok Yeobo ku d sini stres?? Eh?? *digamparKey
    Bagus author-ssi, cpet d lanjut yah,, hehehe

  3. Loh!! q udh prnah bca ff nie…jdulny uga sma! eonni author….pa prnah ngpost ff nie slaen dcni??bhkan q udh bca ampe part 3….
    (-.-“)

    • FF ini emang pernah d publis d wp sebelah,
      tp berhubung adminnya hanya mempublish sampai part 3 (kalo gak salah), jg aku post aja d sini sampe tamat ^^

      jd ini bukan pagliat..

  4. kreeeennnnn….
    Tpi,,q gx nyangka bgt jinki setega itu..
    Emng’a jinki pnya dendam ap sma taemin??
    Huhu..
    Tega bgt jinki..
    Next part d tunggu yah chingu..

  5. Kekeue lcu bgt si gwebon,taeyon kshan kekunci di kulkas

  6. pantesan….q udh nunggu lama lhoch yg part 4 tuch,,hihi
    q uga prnah ngrim ff tpi blom prnah dpublis,,makany q jdi author dcni ja,,hehe

  7. sumpah kocak bgt deuh.hhehehe..
    nyuppa ma jongppa jahat n kejem amatt deuh.hehehe.meluncur ah k part 2.hehe

  8. Aigooo~~ Seru FF nya Thor.. Gokil …. Like it sooo much …

  9. password nya kacang thor? Hahahahaha😄

  10. Kcian kli taeminnie,,,,
    tga kli kau jinki oppa!!!!

  11. i’m so cra cra crazy . Clap clap clap my hands .
    Xixixixixixi

    cerita bagus , sukurin tuh sih onew ck~

  12. hahaha…
    ceritanya seru bgt..
    genk hot barb ada” aja..
    cmn gr” hal sepelediblsnya abis”an..

  13. hiyaaa,, konyool :p

    kirain baby sitter yg dulu pada ga kuat gra” taeyonny yg nakal, ternyata oppany toh yg evil ckckck

    daebak thor hhahai😀

  14. missnandaa 최민호

    Lawak abis thor, aq gak bs ngilangin wajah key sm taem. Gokil xD.
    Ini jinki sm jong sarap kali ya, masukin taem ke kulkas sama ndihin sofa ==”

  15. hahahahah…
    jdi ketawa sendiri bcax..
    heheheh..
    keren…

    nice story…

  16. Ngakak deh baca ff ini hahah😀
    Onew nya jahat -,- kan kasian Taeyon

  17. haha… lucu..lucu…
    tega amat jinki oppa.. dikunci di kulkas.. *geleng2 kepala*
    bagus,next chapt! 😀

  18. annyeong q member bru dcni . . nie ff prtma yg q bc dcni . . hmmm onew oppa kox jht bgt cieh cma adk na . . tp bgs bgt kox ff na q ska . .😄

  19. annyeong q member bru dcni . . nie ff prtma yg q bc dcni . . hmmm onew oppa kox jht bgt cieh cma adk na . . tp bgs bgt kox ff na q ska . . .😄

  20. g nyangka jd babysitter tae..
    ih onew kok disini jahat amirr…
    g kayak onew biasany…
    lanjut dulu ah

  21. Gokil!! Masak ad kakak yg tega ama adiknya,apa jgn2 bkan sodara? Anak pungut? O.o #korbn sinetron
    ahahaaha~ xD

  22. waaahhh…ff’y lucu,,
    haha… taeyon kasian amat c,,,sini sma oenni j,,,😀

  23. Minteukyuhyukheeluv

    Aigo, ,onew knapa two,???
    Kejem amad y?!
    Kasian taeye0n, ,
    tp gokil ni ff, ,ngakak q bc, ,wlo telat beud, .q mw ngebut bc part lnjutan’a, , q bc, ,wlo telat beud, .q mw ngebut bc part lnjutan’a, ,

  24. Bguz ceritanya, menarik. Nunggu lanjutannya.
    Kykx onew gla dh.
    Kejam bgt ma adiknya

  25. ChristianVictor

    Apa banget Taemin pernah kebakar?! Hahaaha… Ngakak bacanya. Itu Jinki sama Johyun jahat! (¬_¬”).

  26. huaaahhh gwebon kejam bin sadis tp bae juga (wlopun krna d byar,,hahha)..
    Jinki oppa kyaknya g punya hati dech di ff ni.. Ckckck..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: