[FF/G] BARBY SITTER Part 3

Main Cast:
Kim Kibum as Gwebon
Lee Jinki
Kim Jonghyun
Lee Taemin as Taeyon
Choi Minho

Support Cast:
Tiffany SNSD
Lizzy After school
Jiyeon T-ara

Genre: Romance Komedi

Rating: G

Annyeonnggggggggg~
FF part tiga ini ditulis lebih emosional..
Karena GeGey juga sedang emosional.. sudah lama tidak bertemu sang suami muda Kim Jonghyun..
Happy reading!!!!!!



Gwebon POV

“Kau mau kemana?”

“Hmm?? Kerja tentu saja..”

“Apa pekerjaanmu?.”

“Baby sitter.. sudah pernah kuberi tahu kan umma?.”

“Kau sudah gila?. Lepas gaunmu.. perhiasanmu juga..”

Thanks berkat umma..
Aku tidak jadi mengenakan gaun baruku..
Aku hanya mengenakan kaus dan celana jeans..
Aku bahkan mengikat rambutku..

“Selamat pagi Gwebon!”
“Pagi!”

Pagi yang cerah.
Aku senang security rumah ini bahkan sudah mengetahui namaku.
Setidaknya moodku hari ini tidak bertambah buruk.

Aku bercermin dikaca jendela sebelum masuk ke rumah yang besar ini.
Hmm.. Tidak terlalu buruk. Memang pada dasarnya aku sudah cantik. Bahkan kaus dan celana jeans tidak megurangi kecantikanku sedikitpun.

Peti mati?
Benda yang pertama kali kulihat saat memasuki rumah ini adalah peti mati. Rumah ini sepi. Jika memang ada yang meninggal pasti banyak pelayat di rumah ini.
Kemungkinan terbesar mengapa peti mati ini bisa berada disini adalah, Jinki. Kenapa tidak kuketuk saja untuk memastikannya?.

Dok dok dok!

“Taeyon?.”
“Eonni?.”

Analisaku benar. Aku mencoba untuk membuka peti mati ini.
Mwo?. Bagaimana bisa terdapat gembok pada peti mati. Sepertinya peti mati ini didesain khusus untuk Taeyon.

“Taeyon?. Sejak kapan kau berada di dalam?.”
“Molla.. aku sudah berada disini saat terbangun.”

Aigoo.. rumah ini benar-benar tidak aman.

“Kau bersabarlah.. akan kucarikan kucinya.”
“Ne..”

Aku mulai berkeliling rumah. Mencari si pemegang kunci gembok peti mati.

Aku langsung menemukannya sedang menonton tivi. Dia sendirian. Jonghyun oppa tidak bersamanya. Perlahan aku mulai menghampirinya. Jinki oppa terkejut saat melihatku. Dia mematikan tivinya dan menghindariku. Apa-apaan ini.

“Oppa~”

Dia tidak menggubris panggilanku dan terus berjalan menuju ruangan lain.
Sial! Aku sampai harus berlari untuk mendekatinya.

“Oppa!” aku menarik bajunya.
“Ya! Jangan sentuh aku!”
Arrgghhh! Menyebalkan sekali. Aku tidak bisa berbuat apa-apa saat namja ini membentakku.
“Oppa~ bisa berikan aku kunci gemboknya?.”
Aku bersikap manis dihadapannya. Aku ingin muntah.
“Ku..kunci apa?.”
Jinki oppa memalingkan wajahnya menghindari bertatapan denganku.
“Aku tidak tega melihat Taeyon didalam peti mati..”
“Ya! Jangan tatap aku!.”
Jinki oppa menutup matanya saat aku mencoba untuk merayunya.
Aissshhh!! Berikan aku kuncinya berengsek!!. Itulah yang ingin kukatakan saat ini. Aku harus menahannya. Terus bersikap manis padanya agar Jinki oppa jatuh hati padaku.
“Oppa~.. jebal.. aku tidak bisa membiarkan Taeyon kesepian di dalam peti mati..”
Aku memaksakan senyumku, menggodanya dengan meraih tangannya.
“Aaa! Jangan sentuh aku! Aku tidak tahu dimana kuncinya!”
Kalian tahu apa yang ingin kulakukan saat ini? mencekik lehernya hingga tewas!. Baru kali ini aku diperlakukan kasar oleh namja. Dia menangkis tanganku kasar sekali. Terlebih lagi dia tidak mau menatapku. Dimana harga diriku!.

Baiklah.. tidak ada cara lain. Aku sudah tidak tahan.
“Oppa!”
Bugh!
“YA! Apa yang kau lakukan!”
“Berikan aku kuncinya!”
Aku berhasil menjatuhkannya dilantai. Aku menindih tubuhnya agar dia tidak kabur. Kugeledah paksa setiap saku celananya.
“Jangan sentuh bagian itu!!”
Yes! Akhirnya aku mendapatkan kuncinya.
“Gomawo oppa~”
Aku berdiri setelah mencubit pipinya.
“Ya! Kau harus bertanggung jawab!.”
Aisshh!! Jinki oppa berhasil menangkap sebelah kakiku. Aku tidak bisa bergerak.
“Oppa.. lepaskan..”
Tanganku berusaha melepaskan tangannya dari kakiku. Aku sedikit kehilangan keseimbanganku karena bertumpu dengan satu kaki.
“Kyaa!!!”
Jinki oppa berhasl menjatuhkanku dengan menarik kedua kakiku.
“Berikan aku kuncinya!”
“Andwe! Oppa! Kau berat sekali!”
Sekarang giliran Jinki oppa yang menindih tubuhku. Tangannya terus mencoba mengambil kunci dari tanganku. Aku terus menjauhkan kunci yang kupegang dari jangkauannya.

“Apa yang kalian lakukan?”

Baru kali ini aku merasa senang melihat kedatangan Jonghyun oppa. Jinki oppa diam mematung saat melihat Jonghyun oppa.

“Jinki.. Kau tidak benar-benar..”
“Diam kau!”
Jinki oppa membekap mulut Jonghyun oppa dengan tangannya.
Jonghyun oppa membelalakan matanya pada Jinki oppa. Jinki oppa menyeretnya keluar dari ruangan ini.

Aku berdiri.
Akhh~ perutku sakit sekali. Tindihan Jinki oppa.. dia berat sekali.. sepertinya dia tidak pernah mengenal yang namanya diet.

//

“Kunci kamarmu saat kau tidur..”
“Ne..”
“Selalu bawa selfonmu, bahkan saat kau tidur..simpan disaku piyamamu..”
“Ne..”
“Kau bisa menyisir sendiri?.”
Aku memberikan sisir kepada Taeyon, menyuruhnya menyisir rambutnya sendiri.
“Akan aku coba.”
Taeyon mulai menyisir rambutnya sendiri.
Aigoo~ kenapa cara menyisirnya kasar sekali. Kalau bengini rambutnya bisa rusak.
“Sudah.. berikan padaku.”
Aku tidak bisa membiarkan rambutnya rusak.
“Taeyon.. mau aku perlihatkan foto sabtu kemarin? Foto pertandingan di universitas Cheongdam?.”
“Hmm.. boleh..”
Aku berhenti menyisirkan rambut Taeyon. Aku menggeledah tasku, mengambil kameraku. Mata Taeyon berbinar-binar saat kuperlihatkan beberapa beberapa foto. Dia begitu antusias.
“Eonni.. kau banyak mengambil gambar Minho sunbaenim..”
“Benarkah??.”
Aku tidak menyadarinya. Mungkin karena insting.
“Akan kutunjukan gambar favoritku..”
Aku memperlihatkan foto kami berdua sedang selca.. Entah mengapa aku suka sekali foto ini. Seperti foto dua bidadari. Taeyon semakin cantik, aku jadi semakin gemas padanya.

BRAKK!!

O.M.G!
Pintu kamar Taeyon terbuka. Atau lebih tepatnya lagi seseorang mendobraknya. Membuatku dan Taeyon tersentak.

“YA! Opp..” aigo, tenangkan dirimu Gwebon. “Oppa.. kau bisa mengetuk pintunya.. akan kubukakan untukmu..”
Entah apa yang terjadi pada Jinki oppa. Dia menggunakan kaca mata hitam. Di dalam rumah?.

“Jong ah~ aku masih bisa melihatnya..”
Sayup-sayup aku dapat mendengar bisikannya kepada Jonghyun oppa.
“Sudah kubilang percuma memakai kaca mata hitam..”
“Aissshh!!”

Bakkhh!!

Jinki oppa menendang pintunya sebelum pergi.

Apa mungkin dia tidak mau melihatku?. Tadi pun dia terus menghindari tatapanku. Apa aku jelek?.

“Eonni..Ada apa dengan Jinki oppa?.. kenapa dia tiba-tiba datang dan pergi?”

Ummaaa~~ Ini gara-gara umma tidak mengijinkanku menggunakan gaunya!!. Aku tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh namja sebelumnya~.. andwe~..

“Eonni? Gwenchana?.”

//

“Cake?”
“Coklat!”
“hmmm.. bekal makan siang?.”

Hahhh.. Entahlah.. apa aku bisa memasak semua itu?.

“Ah! Aku setuju dengan ide Lizzy.. bekal makan siang.. belum tentu dia menyukai cake atau coklat..”
Bekal?. Orang seperti Jinki oppa pasti makan siang di restoran.. “Aku rasa Jinki oppa tidak membawa bekal makan siang ke kampusnya..”
“Kau benar juga eonni.. kalau begitu seperti ideku tadi..coklat.”
Tiffany memberikan ide untuk membuat coklat. Dia beranggapan kalau hati semua namja akan luluh jika kita memasakan sesuatu untuknya. Aku tidak yakin.

“Aku rasa cake lebih baik.. ini bukan valentine.. buat apa membuatkan coklat?.”
Jiyeon merangkul bahuku, kemudian melepaskannya saat aku meliriknya. Aku sedang tidak mau disentuh karena moodku sangat..sangat..sangat.. buruk.

“Eonni.. sudahlah..jangan terlalu dipikirkan.. mungkin Jinki oppa mempunyai kelainan.. tidak ada namja yang menganggapmu jelek..anggaplah Jinki itu pengecualian..”
Lizzy mencoba menghiburku tapi percuma. Aku sedang tidak ingin dihibur.

“Kita tanya saja pada Taeyon, mungkin dia tahu apa makanan favorit Jinki oppa..”
Kenapa Tiffany masih bersikukuh dengan idenya membuatkan makanan untuk Jinki.

“Tiffany..Ngomong-ngomong.. mana Taeyon?.”
Aku baru menyadari kalau Taeyon tidak ada.
“Dia.. sedang ke kantin..”
“Sendirian?? Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? Kenapa tidak ada satu pun dari kalian yang menemaninya!!.”
“Dia sudah ditemani Minho.”

//

Taeyon POV

“Sunbae.. seharusnya kau tidak perlu membayar makananku..”
“Tidak apa-apa.. aku senang..”

Kenapa Minho sunbaenim begitu baik padaku?. Membayar makananku, membawakan makananku, mencarikanku tempat duduk, dan selalu tersenyum padaku.
Andai Jinki oppa sebaik dia.

“Kamzahamida Minho sunbaenim..”
“Kau tidak perlu terlalu formal begitu.. panggil aku oppa..”
“Hmm..ne.”

Aku merasa tidak nyaman berjalan bersama Minho oppa. Semua orang seperti melihat kearahku.
“Oppa.. tidak usah mengantarku ke kelas.. aku bisa pergi sendiri.”
“Wae?. Gwenchana.. aku ingin mengantarmu..”
“Aku mau menemui Gwebon eonni di kelasnya.. kelasnya sudah dekat.. sudah sampai disini saja.”
“kau tidak suka aku menemanimu?.”
Ah. Dia menyadarinya. Tapi dia sudah begitu baik padaku, tidak baik jika aku terlalu memperlihatkan ketidaknyamananku padanya, aku akan menyakiti hatinya.
“Kalau kau memang tidak suka, oppa..”
“Ahni oppa! Aku senang.. gwenchana..”
“Benarkah?. Kalau begitu.. aku akan mengantarmu sampai pintu kelas Gwebon.”
“Ne. gomawo oppa..”

“annyeong~”
“Annyeong.. kamzahamnida oppa..”
“Kenapa kau terus bersikap formal padaku.. berhentilah seperti itu..”
“Ne..oppa…”
“Annyeong..”
“Annyeong..”

“Bagaimana makan siangmu?.”
Aigoo! Tiffany eonni mengejutkanku. Tiba-tiba dia sudah berada dibelakangku.
“Annyeong eonni..”
“Sepertinya.. kau sudah semakin dekat dengan Minho..”
“Ne.. Minho oppa sangat baik terhadapku..”
“Kau menyukainya?.”
“Mwo?. Aku merasa risih karena dia terlalu baik padaku.”

Aku memasuki kelas Gwebon eonni. Tapi aku hanya melihat Jiyeon eonni dan Lizzy eonni.
“Gwebon eonni.. dia kemana?.”
“Bolos..Dia bilang akan bolos pada pelajaran selanjutnya.. tapi kau tenang saja Taeyon.. dia akan tetap menjalankan tugasnya sebagai baby sittermu sepulang kau sekolah..”
Entah hanya perasaanku atau memang Tiffany eonni tidak menyukaiku?. Dia tidak bersikap ramah sedikit pun.
“Gwebon eonni.. mengapa dia bolos?.”
Tidak sepatah kata pun keluar dari mulut eonni-eonniku. Mereka hanya menggelengkan kepala mereka.
“Akan kuminta Minho mengantarmu pulang hari ini.. kami ada keperluan masing-masing.. tidak bisa mengantarmu..”
Atau.. karena aku dekat dengan Minho oppa?. Apa mereka tidak suka aku dekat dengan Minho oppa.
Pabo! Bukankah Gwebon eonni menyukai Minho oppa?.
“Aku bisa pulang sendiri..”
“Gwebon eonni ingin kau ditemani pulang.. sepertinya Minho tidak keberatan mengantarmu pulang.”
“Jiyeon eonni.. sungguh.. aku bisa pulang sendiri..”
Suasana jadi semakin tidak bersahabat. Aku merasa semuanya tidak menyukaiku.

//

Sepi..
Kami tidak mengobrol.. hanya saling tersenyum.

“Burung.”
Euh? Minho oppa memulai pembicaraan. Tapi..Apa maksudnya? ‘burung’?.
“Ne? oppa..”
“Ahni.. aku hanya sedang melihat burung..”
Ahh.. ternyata dia hanya sedang bergumam.

Aku melanjutkan langkah kami dalam sepi.

“Mobil.”
“Ne?.”
Aku yakin Minho oppa tidak sedang bergumam, karena terdengar jelas ditelingaku.
“Ahni.. jangan hiraukan aku..aku sedang melihat mobil..”
Oh.. ternyata. Mengapa dia mengabsen semua yang dilihatnya?.

“Chakkama!”
“Wae?”
Minho oppa mengagetkanku. Tangannya melintang didepanku, menahan langkahku.
“Batu.”
Batu?. Kaki Minho oppa menendang beberapa batu kerikil, mengarahkannya kesisi jalan. Mengapa Minho oppa menyingkirkan batu di depanku?. Batu kerikil itu tidak akan menyakitiku.

“Kau sudah aman..”
Akhirnya Minho oppa mempersilahkanku untuk melanjutkan langkahku.
“Chakkama!”
Tapi baru beberapa langkah dia sudah menghentikan langkahku lagi.
“Ada apa lagi oppa?.”
Minho oppa memunguti ranting yang menghalangi jalanku dan membuangnya kesisi jalan.
Mengapa dia terlalu berlebihan?. Tiffany eonni memang memintanya untuk menjagaku. Tapi ranting tidak akan membuatku tewas. Lagipula aku pasti akan menghindari rantingnya agar tidak terinjak.
“Ranting.. aku tidak mau kakimu terluka karena menginjaknya..”
Minho oppa terlihat bangga sekali karena berhasil menyelamatkan nyawaku dari ranting yang jahat.
“Oppa.. di depan sana masih banyak ranting dan dedaunan yang akan menghalangi jalanku.. apa kau akan menyingkirkan semuanya dari jalanku?. Sudahlah oppa.. aku bisa menjaga diriku sendiri..”
Mengingat sepanjang jalan menuju rumahku banyak terdapat jejeran pohon besar, tentu saja akan banyak daun dan ranting yang berjatuhan di jalan.
“Aku akan menyingkirkan semuanya untukmu..”
Apa Minho oppa serius dengan ucapannya?.

//

Sebenarnya.. aku tidak tega membiarkan Minho oppa pulang begitu saja sehabis mengantarku. Tapi aku tidak mau Minho oppa beremu dengan Jinki oppa. Maka aku memintanya untuk pulang.
Aku jadi merasa bersalah.. Minho oppa terlihat begitu kelelahan. Dia mengeluarkan banyak keringat. Padahal sudah kuminta untuk tidak menyingkirkan semua daun dan ranting dijalan, tapi dia tetap melakukannya. Bahkan pup burung yang sudah mengering dan menyatu dengan jalan, Minho oppa tidak membiarkanku menginjaknya.
Aku lebih suka Gwebon eonni yang mengantarku pulang.

“Kau pulang sendiri?”
“N..ne..”
Omo! Aku lupa mengunci pintu kamarku. Jinki oppa masuk ke kamarku dan mulai melihat-lihat isi kamarku.
“Kau mau membantuku?.”
“Ne! Membantu apa oppa?.”

//

Taeyon pabo!. Kau selalu masuk kelubang yang sama..
Kau tidak pernah menolak apabila Jinki oppa meminta bantuanmu. Pada akhirnya, kau akan disakitinya.
Eonni~ kapan kau akan datang??. Kakiku sudah lemas. Aku takut ketinggian.

Panas..

//

“Taeyon??.”
Ah! Suara itu?.
“Ayo kubantu turun..”

//

Gwebon POV

“Sendirian?? Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? Kenapa tidak ada satu pun dari kalian yang menemaninya!!.”
Aishhh!!! Bagaimana jika Jinki oppa tiba-tiba datang ke sekolah!.

“Dia sudah ditemani Minho.”

Mwo?. Tiffany.. dia tidak sedang bercanda kan?.

“Tadi kulihat Minho sedang menemani Taeyon makan siang di kantin..”

Apa kecantikanku benar-benar sudah memudar?. Bahkan Minho pun lebih menyukai Taeyon..
Arrggghhh!!! Aku benar-benar kecewa dengan diriku sendiri!!

Dug! Dug! Dug!

“Eonni! Berhentilah membenturkan kepalamu kedinding! Ketua geng Hot Barb tidak akan putus asa semudah ini..”

Ah! Lizzy benar.
Aku ketua geng Hot Barb.
Tidak boleh bunuh diri hanya karena dicampakan dua namja pabo. Life must go on! Pekerjaanku sebagai baby sitter menuntutku agar lebih kuat! Fighting!!

“Tiffany! Kau yakin Jinki oppa akan luluh jika kubuatkan cake?.”
Tiffany bertatapan dengan Jiyeon.
“Eonni..gwenchana..?.”
“Apa maksud kalian?? Kita harus menuntaskan misi kita bukan?. Membuat Jinki oppa menyukaiku.. jika Jinki oppa menyukaiku, aku bisa menghentikan penindasannya pada Taeyon bukan?.”
Yah.. setidaknya aku menyelamatkan hidup seseorang.

“Kalau kau ingin kami melakukan sesuatu pada Taeyon, katakana saja.. kami akan melakukannya dengan sangat rapih.. kau tidak akan disalahkan..”
“Ada! Jaga Taeyon baik-baik.. aku akan bolos.. aku mungkin akan terlambat ke rumah Taeyon.. tapi aku pasti akan kesana.. dan..”
“Eonni! Kau tahu maksud kami kan??”
“Dan antar Taeyon pulang.. aku tidak mau terjadi apa-apa padanya..”
“Eonni! Apa yang terjadi padamu?.”
“Annyeong!! Aku harus bergegas..”

//

Mengenaskan..

Ini cake yang ke-empat yang gagal kubuat.
Cake pertama dihinggapi lalat tidak bertanggung jawab yang pup sembarangan! Lalat itu pikir cake ini wc umum!.
Cake kedua bentuk hatinya tidak simetris, bagian kanannya lebih besar setengah senti.
Cake ketiga warna pinknya terlalu pucat, tidak mengundang selera makan. Ternyata aku lupa memasukan stroberi kedalam creamnya.
Cake ke-empat..aku kehilangan cincin, gelang, jepit, dan antingku. Semuanya kutemukan didalam cake ke-empat.
Aku hampir kehabisan bahan…
Cake yang ke-lima harus berhasil!

“Gwebonie.. kau membuat cake untuk siapa?. Aigoo.. bentuknya hati.. kau sedang jatuh cinta?.”
Umma mengambil potongan cake yang gagal.
“Hmm..masista! tapi..”
“Tapi apa umma?.”
“Molla.. seperti ada yang kurang.”
“Jinjja~..”
Apa memang aku tidak berbakat membuat cake?.
“Gwenchana..ini benar-benar enak.. apalagi bentuknya cantik sekali.. siapa namja yang beruntung itu?.”
“Sudahlah umma.. jangan menghiburku..”

//

Aku terlambat!!

Semoga tidak terjadi apa-apa pada Taeyon.

Aku ingin sekali berlari. Tapi tanganku memegang cake. Aku tidak mau cake yang sudah kubuat dengan susah payah rusak.

Omo!
Aku melihat diriku di kaca jendela. Aku cantik sekali hari ini.
Ahhh. Mungkin karena aku sedikit menggunakan make up. Dan gelang, dan cincin, dan.. aku lupa memakai parfum. Rambutku.. aromanya manis, seperti cake.

“Wangi sekali..”
Kulihat Jinki oppa mengendus-endus meja makan. Ah! Pasti aroma cakeku tercium sampai tempatnya.
“Oppa!”
“Ya! Aisshh!! Apa yang kau lakukan disini?”
Aku mengejutkannya. Jinki oppa tampak panik dan sibuk mencari sesuatu di sakunya.
“Oppa.. kubuatkan sesuatu untukmu..”
Aku menaruh box cakeku di meja makannya. Lalu aku membukanya.
“TADAA!!!”
Ng?? Jinki oppa sudah mengenakan kacamata. Kacamatanya tebal sekali. Aku yakin dia tidak dapat melihat dengan jelas karena kacamata itu.
“Aku tidak dapat melihatnya..”
Hahh.. tentu saja dia tidak dapat melihatnya!.
“Oppa..kau harus membuka kacamatamu..”
“Jangan sentuh aku!. Kacamata ini melindungiku!! aku tidak mau melihatmu..”
Tanganku sakit sekali saat Jinki oppa menapis tanganku yang mencoba membuka kacamatanya. Tapi hatiku sakit sekali karena dia tidak mau melihatku.
Apa aku benar-benar jelek?.

“aku lapar..”
Jinki oppa mendorongku menjauhinya. Tangannya meraba-raba meja makan. Apa sulitnya melepaskan kacamata itu?. Dia lebih memilih kesulitan memakan daripada harus melihatku.

Bugh!

Ah! Cakeku!.
Cakenya terjatuh kelantai karena tersenggol tangan Jinki oppa..
Arrggggg!!! Menyebalkan sekali!!
Cakenya memang tidak hancur berserakan dan tidak kotor terkena lantai.. tapi..bentuk hatinya sudah tidak sempurna lagi..

“Oppa! Kau..”
“hhmm..masista..”
Jinki oppa tidak menghiraukanku. Dia terus mengunyah ayam gorengnya.

Jika bukan karena Taeyon. Aku tidak akan mau bersikap manis pada namja ini!.

Taeyon?.

Aku berlari menuju kamarnya. Sebenarnya aku yakin dia tidak ada dikamarnya. Tapi aku akan sangat bersyukur pada Tuhan jika aku menemukannya sedang tidur siang dikamarnya.

Eobseo!
Taeyon tidak ada dikamarnya.

“Jinki oppa! Kau lihat Taeyon??.”
“Sedang membetulkan genteng..”
Mwo??.

//

“Gwencana?.”
“Ne..”

Sungguh yeoja yang sangat beruntung..

“Eonni!! Kukira kau tidak akan datang..”
Taeyon berlari kearahku yang diam mematung.
“Eonni..”
Taeyon memelukku erat. Sama seperti biasanya saat aku berhasil menyelamatkannya. Tapi kali ini dia salah memeluk orang. Bukan aku yang menyelamatkannya.

Setelah berhasil menurunkan Taeyon, Jonghyun oppa melipat tangga dan membawanya kegudang.
“Kepalamu panas sekali.. sudah berapa lama kau berjemur di atas sana?.” Tanyaku pada Taeyon.
Aku dapat merasakan hangat rambutnya saat menyentuh pipiku.
“Dua jam..”
Pantas saja..

//

Mataku terus memandangi Taeyon yang sedang menyisir rambutnya sendiri. Kini dia sudah cukup terampil menyisir rambutnya.

“Taeyon.. sebelum aku menjadi baby sittermu.. siapa yang selalu menyelamatkanmu?.”
Itulah pertanyaan terbesarku. Taeyon sudah diperlakukan semena-mena oleh Jinki oppa sejak dulu. Tapi dia masih hidup sampai sekarang bukan?. Itu berarti ada seseorang yang menyelamatkannya sebelum aku ada disini.

“Hmm.. molla, seperti keajaiban.. aku selalu selamat.. saat Jinki oppa memasukan racun kedalam pisangku, entahlah.. air yang kuminum ternyata obat penawarnya.. dan saat Jinki oppa membakarku, apinya padam dengan sendirinya..”
Tidak mungkin..

“Taeyon.. kau tidak menyadarinya?.”
“Mwo?.”
“Hanya satu orang yang dapat menyelamatkanmu selain aku..”
“Benarkah?”
Aigoo.. Taeyon pabo!
“Coba kau pikirkan.. kenapa tadi siang Jonghyun oppa dapat menemukanmu di atas genteng? Kau berteriak pun tidak ada yang dapat mendengar bukan?.”
Taeyon berhenti menyisir rambutnya.
“Pembantumu, satpammu, baby sittermu yang sebelumnya, mereka tidak pernah dapat menyelamatkanmu karena mereka tidak tahu apa yang terjadi padamu.. Jonghyun oppa.. dia bisa menyelamatkanmu karena dia tahu apa yang Jinki oppa lakukan padamu..”
“Jonghyun oppa yang selama ini menyelamatkanku?.”
“Ne.. sama seperti hari ini..saat dia menemukanmu di atas genteng dan membantumu turun.. aku rasa dia menyukaimu selama ini..”

Sungguh yeoja yang sangat beruntung..
Dia mempunyai dua namja yang menyayanginya..

“Eonni tidak ada pun.. kau pasti selamat.. sepertinya aku tidak begitu diperlukan sebagai baby sittermu..”

Selesai.
Kupikir karirku sebagai baby sitter cukup sampai disini..
Dengan begitu aku tidak perlu bersusah payah membuat Jinki oppa menyukaiku..
Kembalikan saja keadaanya seperti semula.. Toh Taeyon akan tetap selamat selama ada Jonghyun oppa.

Uang yang kudapat pun sudah lebih dari cukup.. aku bisa berhemat. Atau mencari pekerjaan lain..

-bersambung-

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 22 Juni 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 15 Komentar.

  1. Weitzz ternyta jjong ska am tae haha

    Si minho lbybgt dech sekalian aj pel jalanan hahaha#Digebukinflmersjalanan hahaha#Digebukinflmers

  2. oh oh oh…..knpa si jjong mlah ska sma si taeyon?!! knpa ga ska sma gwebon ja??

    aisshhh….pairing jongkey kn lbih mnarik eonni gegey…
    *reader maksa*
    #plaakkk
    next part….a gwebon ja??

    aisshhh….pairing jongkey kn lbih mnarik eonni gegey…
    *reader maksa*
    #plaakkk
    next part….

  3. jinki aneh..
    Hehehe…
    Huaahh..
    Gwebon jgn kluar dong..
    Smbuhin tuh c jinki..
    Hehehe..

  4. sumpah lucu bgt.hahahaXD..sumpah ..dh gabsa brnti ktwa.hehe.truss nyuppa jg ga nyremin yg ada konyol bgt.haha

  5. Wuah susah ditebak ceritanya …..Love it

  6. ya~ jong diem-diem menghanyutkan
    ck~

    makin menegangkan .
    Gwiboon jangan berhenti lah . ck~🙂

  7. hahahaha…
    si jinki ada” aja..
    gr” g mw ngeliat si gwiboon, pake kacamata deh dirumah..
    ngakak😀

  8. jinki konyool hhaha😀
    ampun ni ff, ketawaq smpek puas bnget hahaha xp

    minho lebaaayy, segitunya ngelindungin taeyon,,

    author jjang hhaha
    daebak ffnya d:-)b

  9. missnandaa 최민호

    Andwae, gwebon jgn brenti Dx

  10. keren…

  11. konyol bgt ci jinki . . wkwkwk . . taeyon dsukai oleh 2 lelaki noh . .

  12. yang ini jinki oppa parah amat…anak orang d taro dlm peti mati…hahaha
    makin cinta sama shinee *abaikan
    nice ff🙂

  13. minteukyuhyukheeluv

    aigooooooo…….bnerny knpa sie si jinki gg mw liat gwebon???*garuk2 jempol kaki*khekhekhekhe
    jonghyun suKA ma taeyeon??
    makin seru and susah d tebak ceritany,,,^^

  14. Jonghyun, kya, kw suka taeyon? Baiklah, selamatkn dy. Ahahaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: