[FF/G] BARBY SITTER Part 4

Main Cast:

  • Kim Kibum as Gwebon
  • Lee Jinki
  • Kim Jonghyun
  • Lee Taemin as Taeyon
  • Choi Minho

 

Support Cast:

  • Tiffany SNSD
  • Lizzy After school
  • Jiyeon T-ara
  • Seohyun SNSD (cameo)
  • Seunghyun FT Island
  • Jung Joori as Madam Joori
  • Kim Heechul as Nyonya Heesica
  • Song Jongki as Tuan Jongki
  • Lee Seunggi as Mister Seunggi

 

Genre: Romance Komedi

 

Rating: G

 

Hmmm..

Bingung mau intro apa..

Hmmm.. eheheheheheh..

Hah! Sudahlah..tak usah baca curhatan geje di atas…

Baca saja lanjutan barby sitter di bawah..^^

Happy reading…

 

 

Gwebon POV

 

Crekk~ crekk~

 

Aissssshhh!!!

Oke! Ini yang terakhir kalinya..

 

Crekk~ crekk~

 

“Masih tidak mau menyala?.”

Jiyeon mengambil pematik api dari tanganku.

 

“Sudahlah.. lepaskan saja dia.. aku sudah tidak mood.”

Aku melemparkan blazer kembali ke pemiliknya. Seohyun beruntung aku tidak jadi membakar blazernya.

 

“Gomawo eonni..”

 

Cih! Bayaran yang tidak setimpal!. Padahal dia sudah membuat kotor blazerku dengan saus. Lain kali saja. Jika aku ada waktu. Aku akan membalasnya.

 

 

“Apa kita sedang sial?.”

Lizzy bergumam. Kepalanya dijatuhkan diatas meja. Dia terlihat tidak bernyawa.

 

Tentu saja.

Setelah beberapa kali kami selalu gagal memberi pelajaran kepada setiap orang yang mengganggu kami. Tentu saja kami kehilangan nyawa kami. Kami seperti dijauhi dewi fortuna.

Dewi fortuna.. mungkin dia sedang cuti.

 

“Mungkin kita harus beristirahat sejenak.. untuk sementara waktu kita berhenti dari kegiatan kita.. bagaimana kalau kita memanjakan diri kita?.”

Uangku cukup banyak. Nyonya Heesica memberiku pesangon yang terbilang besar.

 

“Spa?.”

“Facial?.”

 

“Perawatan seluruh tubuh..dari kepala hingga kaki..”

“Eonni! Uangku tidak cukup..”

Aku hanya tersenyum saat Jiyeon menghawatirkan masalah budget.

“Aku..aku yang akan membayarnya.. kalian tenang saja..”

“Eonni?. Jinnja??..omo!”

Lizzy dan Taeyon melompat kegirangan sambil menepuk tangan mereka.

“Ternyata kita tidak terlalu sial..”

Tiffany pun ikut melebarkan senyumnya.

 

//

 

MJ skin care..

 

Tiffany mengatakan, tempat ini wajib didatangi. Masih baru tapi reputasinya sudah tersebar luas. Kenapa aku tidak mengetahuinya?. Mungkin karena selama ini aku terlalu sibuk mengasuh Taeyon.

Huh! Mulai detik ini aku free! Akan kumasuki semua skin care di kota ini!.

 

Saat memasuki tempat ini atmosfir kenyamanan langsung dapat kurasakan. Tempatnya luas dan feels like home, membuat moodku membaik. Sofa ruang tunggunya pun dapat memanjakanku. Ingin kubawa pulang seluruh barang yang ada di ruangan ini. Terutama vas bunga kristal ini, akan kutaruh menghiasi kamarku.

 

Kami membaca majalah sementara Tiffany mendaftarkan kami. Beberapa majalah disini termasuk majalah yang terbilang up date! Keren!.

 

 

Kami baru saja selesai konsultasi. Kini kami harus menunggu lagi untuk melakukan perawatan.

Kuambil brosur dan melihatnya untuk membunuh waktu. Sayang sekali, model-model yang mereka rekrut tidak ada yang secantik diriku. Jika aku yang menjadi model skin care ini, kuyakin akan laku keras, dan bahkan mungkin akan mendapatkan penghargaan best skin care dari asosiasi skin care sedunia (ngaco!).

Hmmm.. MJ Skin Care.. sepertinya aku mengenal nama ini. Madam Joori.. Ah!

 

“Baby Sitter??..aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini..”

Seperti mimpi buruk. Madam Joori datang tiba-tiba dan menyapaku..

Menyebalkan sekali.. jika aku tahu dia pemiliknya, tidak akan kuinjakan kakiku disini..

 

“Aigoo..kau sangat tidak ramah.. padahal aku datang untuk menawarkan sesuatu padamu..sungguh kebetulan bisa bertemu denganmu disini..aku jadi tidak perlu merepotkan diriku dengan mendatangi rumahmu..”

“Untuk apa anda mencariku?.”

“Kudengar kau sudah berhenti bekerja pada Heesica..”

“Ne..lalu apa urusanmu?.”

Madam Joori menoleh memandangi satu persatu anggota Hot Barb..

“Temanmu cantik..”

 

//

 

Sungguh tidak adil..

Tiffany..

Jiyeon..

Lizzy..

Mereka menjadi model untuk menarik pelanggan remaja.. MJ skin care akan mengeluarkan produk khusus remaja..

 

Sedangkan aku..

Kalian tahu dimana aku sekarang?.

 

“Noona!! Aku mau makan.. bisakah kau buatkan aku sesuatu?.”

Aissshhh!!

“Kokimu sudah menyiapkannya di meja makan!! Kau tinggal memakannya!!”

“Aku mau masakanmu..”

“Aku tidak bisa masak!!! Makan saja yang ada!!”

Arrrggghhh!! Baru beberapa jam aku disini, tapi sepertinya aku akan terkena penyakit darah tinggi..

 

Seunghyun hanya diam dimeja makannya. Matanya terus mengawasiku..

“Kau harus makan!!”

Dia sama sekali tidak bergeming..

 

Hah! Kalau begini terpaksa aku yang mengambilkan makananya.

Kuambilkan nasi untuknya dan kutaruh didepannya.

 

“Suapi aku..”

“MWOO!!!!”

Mulutnya sudah terbuka lebar. Jari telunjuknya menunjuk-nunjuk kemulutnya, minta disuapi.

“Kau tidak punya tangan??.”

Aku memberikan sumpit pada Seunghyun. Menaruhnya langsung ditelapak tangannya.

“Kalau aku begitu apa gunamu disini? Sebagai baby sitterku kau seharusnya merawatku..”

Mulutnya dibuka kembali. Lebih lebar dari sebelumnya.

Dengan sangat terpaksa aku menyuapinya. Seunghyun mulai tersenyum lebar saat makanan mulai memasuki mulutnya.

 

Inilah aku..

Baby sitter..lagi..

 

Madam Joori menawarkanku pekerjaan untuk menjadi baby sitter anaknya.

Awalnya aku menolak keras karena kukira anak yang harus kurawat adalah Jinki. Tapi bayaran yang menggiurkan, plus tampil di cover brosur MJ skin carenya membuatku tergoda. Terlebih lagi saat Madam Joori meminta maaf padaku atas perlakuannya yang tidak menyenangkan padaku slama ini. Dia melakukan itu karena aku bekerja pada Nyonya Heesica. Tapi sebenanrnya, dia mengaku kalau dia adalah fans beratku.

 

Memang tidak sedikitpun tercium bau Jinki oppa dirumah ini.

Tapi kini aku mulai menyesal..

Seunghyun lebih merepotkan dibanding Taeyon..

 

 

“Noona!! Angkat papannya yang tinggi..”

Aku mengangkat tinggi-tinggi papan yang kupegang. Sesuai permintaan Seunghyun.

 

“Aigoo noona.. kau juga harus berteriak dan memanggil namaku..jangan lupa memujiku..katakan kalau aku JJANG!!.”

“Ne~”

 

Pendusta!!

Dia bilang hanya menemaninya latihan bermain gitar. Ternyata aku harus bertingkah seperti fans beratnya yang sedang menonton konsernya.

Ingin sekali ku patahkan papan yang bertuliskan ‘SEUNGHYUN JJANG!!’ ini.

Kini aku harus berteriak dan memanggil namanya.

 

“Kyyaaaa!!!! Seunghyun!!!”

 

 

“Noona!!”

“APA LAGI!!”

Aku benci setiap kali dia memanggilku.

 

“Aku mau kau membacakanku buku…”

Seunghyun menyodorkanku buku komik serial cantik.. apa dia benar-benar namja?.

“Baca sendiri!! Aku mau pulang!!”

 

//

 

Drrrtt.. Drrttt…

 

SMS?.

 

From: pabo Seunghyun.

 

‘Noona..jemput aku di sekolah.. aku tidak mau pulang jika bukan kau yang menjemputku!!’

 

Haaahhhhh.. sangat melelahkan..

Kuambil tasku dan kumasukan selfon beserta buku kedalam tas.

 

“Eonni..kau sudah mau pulang?.”

Lizzy membantuku membereskan buku-bukuku yang berserakan di atas meja.

“Seunghyun ingin aku menjemputnya..”

Kubiarkan Lizzy yang membereskan buku-bukuku.

“Bagaimana dengan Taeyon?. Bukankah kita akan berkunjung kerumahnya hari ini..?”

“Ahh!! Aku lupa.. lain kali saja.. aku rasa dia akan baik-baik saja..”

 

Sebenarnya.. aku sangat khawatir pada Taeyon..

Sudah dua hari dia tidak masuk sekolah. Apa terjadi sesuatu yang buruk terhadapnya?.

Tidak mungkin.. Jonghyun oppa tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Kupikir Taeyon hanya sedih, dan sedang membiasakan dirinya karena kutinggalkan.

 

//

 

“Noona!! Aku mau nonton film horror..”

Aigoo.. sudah berulang kali aku menolaknya. Tapi Seunghyun terus merengek.

Bukan film horror yang kutakutkan. Tapi caranya menonton yang membuatku malas menemaninya.

Seunghyun menutup semua tirai dan mematikan lampu. Ruangan ini menjadi gelap. Selain itu dia juga memasang properti seperti menggantungkan boneka-boneka yang sudah dimutilasi, dan menempelkan poster hantu-hantu dari seluruh penjuru dunia. ada satu poster yang menjadi favoritku. Poto Jinki oppa. Seunghyun memberikan taring pada poto Jinki oppa, dan menghitamkan seluruh bola mata Jinki oppa. Jinki oppa jelek sekali.

 

“Noona!! Ayo kita berlindung!!”

Seunghyun membawa selembar selimut. Selain menyelimuti tubuhnya, Seunghyun menyelimutiku, tangannya mulai merangkul pundakku.

“Ya! Apa yang kau lakukan??”

Aku melepaskan rangkulannya.

“Aku takut noona~”

Seunghyun memelukku erat. Dan berpura-pura menangis.

Tidak ada adegan menyedihkan, tapi mengapa dia menangis..pabo!.

 

 

Nnggg~

Huwaaa~ enak sekali. Menggeliatkan tubuhku sehabis bangun tidur membuatku lebih bertenaga.

Aku tertidur saat menonton film horror.

Ruangan ini terang. Oohh.. lampunya dinyalakan. Kenapa tidak membuka tirainya saja..

Seunghyun sudah tidak berada disampingku lagi. Tivinya sudah dimatikan, dan beberapa poster sudah di cabut.

 

Seunghyun, dimana kau?

Aku menendang selimut yang sudah merosot hingga lututku. Hanya sekali tendangan selimutnya sudah terlepas dari kakiku.

Aku mulai berkeliling rumah. Mencari Seunghyun. Hari sudah sore.. aku harus pamit pulang padanya.

 

//

 

“Kau habis menangis?. Apa yang terjadi pada kamarmu?.”

Kulihat kamar Seunghyun sangat berantakan, seperti dua tahun tidak dibereskan.

“Noonaa~..”

Kebiasaan buruknya memelukku tiba-tiba tidak bisa diubah. Kali ini kuberi toleransi karena dia menangis.

“Nanti noona bantu bereskan..”

“Bukan itu.. tapi..”

Telunjuk Seunghyun menunjuk kearah dinding. Poster jumbo gambar dirinya yang seharusnya terpampang didinding itu kini menyisakan sudut-sudutnya saja. Seseorang telah merobeknya.

“Jadi hanya karena postermu dirobek seseorang!! Kau ini namja atau bukan??”

 

 

Aku membantunya menyatukan kembali robekan-robekan poster dirinya. Tampaknya hari ini aku lembur.

 

Tok tok tok..

 

“Seunghyun!! Appa pulang~..”

Seorang namja mengintip dari balik pintu. Sudah dipastikan dia adalah Mister Seunggi, suami Madam Joori.

“Appa!! Jangan menggangguku..cepat pergi..”

Aku sedikit terkejut karena Seunghyun mengusir appanya sendiri. Mendorong kepala appanya menjauhi pintu kemudian menutup pintunya.

 

Cklek~

“Seunghyun!! Tidak baik membawa yeojachingumu ke dalam kamar..”

Namja itu membuka kembali pintunya. Dia salah jika menganggapku yeojachingu anaknya.

“Appa!! Sudah kubilang jangan menggangguku..”

Kali ini Seunghyun mendorong appanya dan ikut keluar kamar, dia menutup pintunya.

 

Aku mendekatkan telingaku di daun pintu, mencoba menguping apa yang mereka bicarakan.

 

“Appa.. kumohon biarkan kami berdua saja..”

“Kau hebat Seunghyun.. seleramu lebih tinggi dari appa..”

“Appa, kau suka kan jika mempunyai calon menantu cantik?.”

 

Mwo?. Aku bukan calon menantunya! Bukankah aku disewa sebagai baby sitter?.

 

“Appa suka.. untuk memperbaiki keturunan..”

Kudengar sepasang anak dan ayah ini terkekeh-kekeh.

“Appa..Kalau begitu tinggalkan kami berdua saja..”

“Kalau kau mau..appa bisa mempersiapkan pernikahanmu besok..”

“Jinjja!! Gomawo appa..”

 

Ada yang tidak beres!

 

Sepasang anak dan ayah ini terkejut saat aku membuka pintu dan memergoki mereka sedang beraliansi.

 

“Aku harus pulang.. sudah malam.”

Aku berpamitan kepada  Mister Seunggi.

 

“Seunghyun ah.. antarkan dia pualng,,”

Mister Seunggi mengedipkan matanya pada anaknya. Apa yang mereka rencanakan?.

“Ne..”

 

 

Seunghyun mengenggam tanganku. Diayunkannya kedepan dan kebelakang. Dia terus tersenyum sepanjang jalan.

Kenapa tidak bilang saja kalau dia suka padaku..

 

“Kalian menjijikan sekali!!”

Seseorang berteriak dari belakang kami.

Aku menoleh kebelakang.

Silau..

Lampu mobil menyilaukan mataku. Setelah beberapa detik barulah aku dapat melihat siapa yang berapa di dalam mobil.

Jinki oppa.

 

Seunghyun bersembunyi dibelakangku saat Jinki oppa keluar dari mobilnya.

“Dia yang merobek posterku..” bisik Seunghyun.

 

Ahhhh!!! Jangan bilang kalau Jinki juga selalu menganianya dongsaengnya yang satu ini.

 

“Ya! Baby sitter!! Apa yang kau lakukan disini?? Bukankah seharusnya kau menjaga Teayon!!”

Kukira dia sudah mengetahui kalau aku sudah berhenti menjadi baby sitternya Taeyon.

“Hyung!! Dia baby sitterku mulai saat ini!!”

Seunghyun berteriak dari balik tubuhku. Jinki oppa tidak menghiraukannya.

“Kau tidak bertanggung jawab sekali!! Taeyon sedang sekarat!!”

Mwo!!

“Aisshhh! Kau apakan Taeyon!!”

Ahni! Itu bukan tanggung jawabku lagi..

Tapi.. kenapa aku yang merasa bersalah?.

“Aku hanya..”

 

//

 

Taeyon dikurung di dalam kamar mandi. Tentu saja Jinki oppa pelakunya. Tapi bukan itu yang menyebabkannya tidak mau keluar kamar selama dua hari.

Jonghyun oppa berusaha mendobrak pintunya. Pintunya berhasil terbuka, tapi membentur kepala Taeyon yang saat itu berdiri dibalik pintu.

Taeyon tidak mengalami patah tulang hidung, atau gegar otak. Hanya memar dikeningnya. Taeyon merasa dirinya jelek karena memar dikeningnya. Dia tidak mau pergi ke sekolah sampai memarnya hilang. Dia tidak mau terlihat jelek.

Sejak kapan sifatku kuturunkan pada Taeyon?

 

“Taeyon.. krim ini akan menyamarkan memarmu.. oleskan sebelum tidur..”

“Gomawo eonni..”

Tuan Jongki, suami Nyonya Heesica, dan Nyonya Heesica sedikit kecewa karena Taeyon hanya mau membukakan pintunya untukku.

 

“Kau sudah makan?.”

Taeyon terlihat kurus. Dia tidak makan selama mengurung dirinya didalam kamar.

“Aku sedang diet..”

“Mwo!! Kau gila!! Kau harus makan.. jika kau kurus keriput diwajahnya akan terlihat semakin jelas..”

“Jinjja?? Kalau begitu aku harus makan.. aku tidak mau nama baik Hot Barb tercoreng hanya gara-gara keriputku…”

Sepertinya benturan dikepalanya membuat otak Taeyon bergeser..

 

//

 

“Apa yang terjadi padanya? Kenapa keningnya memar?.”

Lizzy berbisik kepadaku.

“Sssttt~ jangan menyinggung soal memarnya.. aku sudah bilang padanya memarnya tidak terlihat.. dia tidak mau ke sekolah jika memarnya masih terlihat..”

“Jinjja!! Aku rasa dia sudah menjadi anggota Hot Barb yang sebenarnya.”

 

 

Minho..

Atau Jonghyun oppa..

 

Jika melihat perhatian Minho yang diberikan pada Taeyon, aku jadi bingung. Siapa yang harus kupilih untuk menjaga Taeyon.

 

“Eonni.. kau tidak kesal melihat Minho semakin dekat dengan Taeyon?.”

“Hmm? Aku tidak tahu.. aku tidak memiliki perasaan itu lagi..”

Aneh.. seakan-akan aku tidak memperdulikan keberadaan Minho lagi. Padahal bisa kulihat jelas dari kelasku Minho membawakan air Minum untuk Taeyon yang sedang berolah raga.

“Kurasa eonni memang tidak pernah menyukai Minho.. kau hanya gengsi tidak mendapatkan namja paling tampan disekolah..”

Ahh.. mungkin analisa Tiffany benar. Mungkin sebenarnya aku tidak pernah menyukai Minho.

 

//

 

“Noona.. kakiku sakit..”

Aigoo.. seharusnya dia bisa menahan sakitnya. Seunghyun hanya terlalu pendek memotong kuku kakinya dan menyebabkan jarinya kakinya sedikit berdarah. Kenapa dia terus merengek seakan-akan ini akhir hidupnya?.

“Noona.. tolong obati kakiku..”

Aku memasangkan band aid di jari kakinya yang terluka.

“AWWW!! sakit noona!!”

Setelah itu aku menginjak kakinya.

 

Aku melihat sekeliling rumah Seunghyun. Tidak ada tanda-tanda pesta pernikahan. Untunglah Mister Seunggi sibuk diluar kota sehingga tidak jadi menikahkan kami hari ini.

 

“Noona..menginaplah malam ini..”

Menginap? Yang benar saja..

“Wae??”

“Hyung akan menginap dirumah malam ini..aku takut.. umma dan appa tidak ada dirumah..”

“Jinki oppa selalu menginap disini? Mengapa kau takut padanya?.”

“Jinki hyung terkadang menginap disini..kau tahu apa yang biasa dia lakukan padaku?.”

“Apa?”

“Hyung akan mencakar wajahku.. menjambak rambutku.. mencoret-coret wajahku dengan lipstick.. mencubit pipiku.. juga menjewer kupingku..”

Apa itu perkelahian sesama namja? Hyung dan dongsaeng yang abnormal.

 

 

Aku pusing..

Pusing sekali..

 

“NOONA!!!”

 

Biarkan saja..

 

“NOONAA!!! HYUNG MENGAMBIL JATAH MAKANKU!!”

 

Aku akan menolong Seunghyun jika dia adalah yeoja. Kubiarkan saja dia menyelesaikan pertarungannya sendiri.

 

“NOONA!!! AKU TERSEDAK!!”

 

“YA!! BISAKAH KAU LEBIH TENANG SEDIKIT SAAT MAKAN!!”

Jinki oppa membentaknya. Ternyata Jinki oppa tidak sejahat yang dikatakan Seunghyun. Seunghyun hanya melebih-lebihkan.

 

Sejauh ini aku hanya melihat Jinki oppa mendorong Seunghyun kedalam kolam renang, mematahkan gitar Seunghyun, dan mengambil ayam goreng milik Seunghyun.

Tidak ada tanda-tanda Jinki oppa mengancam nyawa Seunghyun.

 

 

“Kau suka bekerja disini?.”

Sebenarnya aku sedang tidak ingin ditanya. Apalagi oleh Jinki oppa.

“Ya! Aku bertanya padamu!!”

“Tatap mataku jika kau memang sedang bicara padaku!!”

Aku masih tidak suka dengan kacamata tebal yang dipakainya. Jinki oppa masih tidak mau melihatku.

Aku kembali membaca majalahku. Membuka setiap lembarnya dengan agak kasar. Agar Jinki oppa tahu aku sedang kesal.

 

“Taeyon.. tadi siang aku membuat tangannya terjebak didalam vas bunga..”

Apa maksudnya memberitahuku aksi penganiayaannya terhadap Taeyon?.

“Aku juga menaruh sarang lebah didalam kamarnya..”

Aku tidak mau mendengarnya..

Aku berdiri dan menaruh majalah diatas meja.

 

“Kau mau kemana!! Aku belum selasai bicara!!”

Tidak kuhiraukan ocehannya. Aku mengantuk. Aku mau tidur.

 

“KAU TAHU AKU JUGA MEMASUKANNYA KEDALAM MESIN CUCI!!”

Mwo??

“Kau.. aisshhh!!! apa kau benar-benar melakukannya!!”

Aku kembali menghampiri Jinki oppa.

“Ahni.. Tapi akan kulakukan besok!! Oleh sebab itu kau harus datang untuk menyelamatkannya!!”

“Kau benar-benar bodoh!!”

Aku menarik kacamatanya hingga terlepas. Jinki oppa langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.

Masih tidak mau menatap mataku huh?.

 

//

 

“Kenapa tanganmu?”

“Aku dan Jonghyun oppa berusaha melepaskan tanganku dari dalam vas bunga kesayangan umma.. jadi sedikit berbekas..”

Aku menyiabakkan poni yang menutupi kening Taeyon.. tidak bisanya dia menutupi keningnya dengan poni seperti ini.

“Apa ini?.”

“Ahh..hanya tersengat lebah..”

Taeyon menutupi keningnya kembali dengan poninya.

 

Apa yang diceritakan Jinki oppa benar. Itu berarti dia tidak main-main akan memasukan Taeyon kedalam mesin cuci hari ini.

 

“Taeyon.. Minho menunggumu diluar..”

Jiyeon datang dan memberi isyarat pada Taeyon seseorang sedang menunggunya diluar. Aku dapat melihat Minho yang menunggu didepan kelasku. Dia merapihkan penampilannya.

 

“Ah! Taeyon.. sepulang sekolah aku akan bermain kerumahmu.. ada yang ingin kubicarakan..”

“Ne.. Eonni..”

Taeyon tersenyum dan segera menemui Minho diluar.

“Apa yang ingin eonni bicarakan dengan Taeyon?.”

Lizzy bertanya.

“Masalah Minho..” jawabku.

“Kau masih belum melepaskan Minho untuk Taeyon?.”

“Ahniyo~.. aku hanya ingin tahu apa Taeyon menyukai Minho atau hanya sekedar menganggapnya teman..”

“Kenapa kau begitu peduli dengan siapa Taeyon akan berkencan? Sejujurnya.. aku sangat iri pada Taeyon..”

Omo.. Aku merasa tidak enak pada Tiffany. Bukan maksudku menyisihkannya karena kehadiran Taeyon dihidupku.. hanya saja, menjadi kebiasaanku memperhatikan Taeyon. Padahal aku bukan lagi baby sitternya.

 

//

 

“Mwo?? Jadi kau menyukainya??”

Taeyon tersipu malu saat membisikanku siapa namja yang dia sukai.

“Kenapa kau menyukainya??”

“Dia.. sudah begitu baik padaku..”

“Taeyon ah.. jangan terlalu terbebani dengan balas budimu.. kau harus mendengar kata hatimu..”

“Aku benar-benar menyukainya eonni..”

“Tidak masalah bagiku.. kau ingin aku memberitahunya??.”

“Jangan eonni.. aku kan menunggu dia yang mengutarakan perasaannya padaku..”

“Aigoo Taeyon.. ahahahah..”

 

“Eonni.. ada seseorang yang kau sukai?.”

“Aku..belum pernah benar-benar menyukai seorang namja.. yang ada diotakku saat ini hanyalah uang, menjadi cantik, menguasai dunia, kau, dan..”

“Dan siapa eonni?.”

Dan Jinki oppa?.

Aisshh.. Karena dia selalu membahayakan nyawa Taeyon, Jinki oppa jadi masuk kedalam pikiranku.

“Siapa?.”

“Jinki oppa.. aku selalu teringat perbuatannya padamu..tidak bisa hilang dari ingatanku saat dia..”

“Saat apa..?”

Saat Jinki oppa tersenyum?. Mwo? Kenapa aku terus mengingat senyum liciknya?.

Bedebah kau Jinki!!

“Sudahlah lupakan Taeyon..”

“Akan kubuatkan teh.. untuk menyegarkan pikiranmu eonni.. tampaknya Jinki oppa sudah meracuni pikiranmu..”

“Ne.. mungkin teh akan membersihkan pikiranku.. gomawo Taeyon..”

 

//

 

“Aku sangaaaaaaaaaattt membencimu!!”

Seluruh mata tertuju pada kami. Aku membuat sedikit keributan dicafe ini.

“Wae??.”

Jinki oppa terlihat kebingungan. Begitu juga dengan Jonghyun oppa.

“Dimana! Kau! Sembunyikan! Taeyon!!”

Aku menatap matanya dalam-dalam dan menekan-nekan dadanya dengan telunjukku.

Seperti biasa, Jinki oppa memalingkan pandangannya. Tidak mau menatap mataku.

“Apa yang kau lakukan!!”

Aku bersyukur Jinki oppa lupa membawa kacamata bodohnya. Kudorong tubuhnya hingga terpojok. Kupegang wajahnya dengan kedua tanganku. Sehingga bisa kupaksakan wajahnya menatapku.

 

“Gwebon!! Jangan kau lakukan itu!!”

Apa-apaan ini! Jonghyun oppa membantu melepaskan tanganku dari Jinki oppa.

“Sudah terlambat..”

Mwo?? Jinki oppa mimisan?.

 

 

“Kami sedari tadi disini.. kami belum pulang kerumah..”

Jinki oppa mengganti tisu yang menancap dilubang hidungnya. Kepalanya ditengadahkan, darahnya masih belum berhenti mengalir.

Jika Jinki oppa dan Jonghyun oppa belum menginjakan kakinya dirumah Taeyon. Lalu kemana Taeyon pergi?.

“Taeyon tidak ada dirumah?”

Sudah kuduga, Jonghyun oppa pasti khawatir.

“Sudah kucari sekeliling rumah, mesin cuci!, dan taman.. tapi tetap tidak kutemukan..”

Agak kutekankan nada bicaraku saat menyebut kata mesin cuci, untuk bermaksud menyindir Jinki oppa.

“Kau yakin?.”

“Ne!”

 

Drrrttt… Drrrtttt… Drrrrtt..

 

Selfonku bergetar. SMS?. Ah telefon?

 

“Taeyon yang menelefon?.” Tanya Jonghyun oppa.

“Bukan.. tapi Minho.”

“Ya! Siapa Minho!!”

Kenapa Jinki oppa begitu sewot?. Ini hanya Minho.

“Bukan urusanmu.. akan kujawab dulu telefonnya..”

“Kau menyebalkan sekali Gwebon!!”

Jinki oppa menarik tanganku dan berusaha mengambil selfonku.

“Oppa.. bisakah kau tenang sedikit?.”

Aku mempertahankan selfonku dalam genggaman. Jinki oppa terus mendesakku untuk memberikan selfonku.

“Baru saja beberapa menit tapi kau sudah mencoba untuk selingkuh huh?”

“Siapa yang selingkuh!! Dia Minho temanku!! Bagaimana jika dia mengetahui keberadan taeyon!!”

 

Baiklah..

Akan kucoba luruskan beberapa hal..

 

Pertama, Jinki oppa mengakui kalau dia menyukaiku setelah dipaksa Jonghyun oppa. Entah mengapa aku merasa sedikit senang. Ya! Sedikit sedikit senang. Ah tidak! Sedikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt senang.

Yang kedua, aku rasa Jinki oppa sudah menganggapku sebagai yeojachingunya saat dia mengakui perasaannya padaku. Padahal, aku belum memberikannya reaksi apapun terhadap pengakuannya.

 

Selfonku berhenti bergetar. Aisshhh!! Padahal belum sempat kujawab.

“Apa yang terjadi padamu!!”

Aku membentak Jinki oppa karena kesal.

“Seharusnya kau meminta ijin dulu padaku sebelum menerima panggilan dari seseorang!! Terutama namja!!”

“Kau ini siapaku!! Berani mengaturku!! Kalau kau pikir aku ini yeojachingumu, kau salah besar!!”

Jinki oppa terlihat kesal, panik, dan bingung.

“Ka..kau!! aisshhh!! Bukankah kau tadi menerima perasaanku!!”

“Kapan? Aku belum bilang iya..”

Jonghyun oppa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tertawa melihat keributan yang kami buat.

“Kau memang belum bilang iya.. tapi kau juga tidak bilang tidak!! kau diam!! Kau tahu apa kata pepatah?? Diam itu berarti setuju!!”

“Oo!! Aku baru mendengar pepatah itu!!

 

Drrrttt… Drrrtttt… Drrrrtt..

 

Selfonku bergetar lagi. Kali ini aku langsung mengangkatnya dan menjawab telefon dari Minho.

 

“Ne?”

“Aissshhh!!” kudengar Jinki oppa menggerutu saat kuterima telefon dari Minho.

“Taeyon?? Dia bersamamu??”

 

//

 

“Anakku lebih membutuhkan Gwebon daripada anakmu!!”

“Apa!! Kurasa anakmu hanya manja..”

“Anakmu namja bukan!! Seharusnya bisa menjaga dirinya sendiri!!”

 

Pagi hari yang sangat cerah..

Dan indah..

 

“Nyonya.. bukankah lebih baik dibicarakan dengan baik-baik..”

Umma mencoba melerai dua yeoja yang sedang merebutkanku.

 

“Kau benar.. sebagai ibunya, anda yang putuskan pada siapa Gwebon akan bekerja?”

Nyonya Heesica mulai melobi umma dengan menyelipkan cincin berliannya kesaku umma. Umma menjadi canggung.

 

“Gwebon akan lebuh terjamin hidupnya jika bekerja padaku..”

Madam Joori menarik umma dari rangkulan Nyonya Heesica dan menyelipkan gelang berkilauan miliknya kedalam saku umma.

Aku yakin umma senang sekali pagi ini.

 

“Biarkan Gwebon sendiri yang memutuskan..”

Apa! Umma mengembalikan barang suapan kepada pemiliknya masing-masing. Ha! Aku bangga pada umma..

 

Nyonya Heesica ingin aku kembali menjadi baby sitter Taeyon. Setelah kejadian kemarin, Nyonya Heesica dan Tuan Jongki tidak bisa tenang. Taeyon ditemukan Minho dipinggir jalan dekat minimarket. Taeyon hendak membelikan teh untukku karena persediaan teh dirumahnya habis. Tapi malangnya, Taeyon terus menangis dipinggir jalan karena tidak tahu jalan pulang.

 

Sedangkan Madam Joori..

Seunghyun terus merengek padanya setelah mendengar Nyonya Heesica mau merekrutku lagi. Seunghyun tidak mau makan jika bukan aku yang menyuapi, tidak mau mandi jika bukan aku yang memilihkan sabunnya, dan tidak mau kesekolah jika bukan aku yang mengerjakan tugas rumahnya.

 

Oiya..

Tentang Jinki oppa..

Dia mengancam akan terus menganiaya Taeyon jika aku tidak mau jadi yeojachingunya..

 

Bahagianya hatiku…

Benar-benar pagi yang indah…

Akhirnya semua orang merebutkanku..

 

-bersambung-

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

 

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 22 Juni 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 19 Komentar.

  1. omona~ bneran kluarga yg sangat aneh!!! -.-‘ ayo next part jgn lma2 thor~ :p

  2. ryeonkeydictator

    Arrggh… Leganyaaaaa, Onew oppa akhrnya ngaku juga.. Gwebon emang cntik sih *wink

    Ahh, author lnjtny jngan lma2 yah. G sbar euy
    Ahh, author lnjtny jngan lma2 yah. G sbar euy

  3. asli ni cerita kocak banget, kayanya aku baca barby sitter ini di blog lain deh bukan disini, aigooo~ key eh salah gwebon jadi bahan rebutan umma2, pilih umma heesica aja yah lebih terjamin dan sekalian bisa pacaran sama jinki kekekeke

  4. Kasihan tae di bully am jinki haha

  5. ckckckck….q bner” puas bca yg part nie eonni gegey,,stelah skian lama mnunggu part nie dpublish,,
    lanjuuttt….next partu part nie dpublish,,
    lanjuuttt….next part

  6. Aku udh baca ini di blog lain tp lanjutannya gak ada jd aku baca lanjutannya disini hahahaha funny as always FF nya unik deh😀

  7. huahahahahahaha..
    Ckck..
    Gokil bner dah..
    Lanjut chingu…

  8. aku d kira org gila gara2 ketawa mulu.hahahaXD,.
    sumpah ffnya seru bgt.haha

  9. Wuah seperti nonton drama korea Love it ….

  10. bangganya jadi gwiboon #diperebutkan
    hwe~
    xixixi

    fighting gwiboon🙂

  11. gwiboon fighting🙂
    harus di perebutkan gitu . Ish ish ish

    fighting fighting

  12. udda mah jd baby sitternya si taeyon, skrg si seunghyun adiknya si jinki yg manja..
    hahahahah
    si gwiboon udda bingung aja tuh..

  13. missnandaa 최민호

    Apadah itu onew pake acra mimisan, LOL xD

  14. hahahahah…
    kira2 siapa2 yaa yg gwebon pilih hheheheeh…

    nice story…

  15. DAEBAK . .😄

  16. coba bisa ada dramanya pasti lucu deh,,,🙂
    hwaiting author yg nulis,,berbakat,,,🙂

  17. minteukyuhyukheeluv

    kalo aq jd kaka ny seunghyun,,,q jitakin tiap hari two kepala ,,,menyebalkan,,,,,#plakk di lempar sandal#
    gwebon balik jaga taeyeon aja,,,lbi asik(?)
    ^^ best ff^^

  18. Tampaknya gwebon sudah gla. Ck

  19. ChristianVictor

    Hahaahaaha… Jinki-nya tega bener sama adik-adiknya. Dia itu semacam monster! Demi apalah aku pengen cium Jinki pake linggis! F! B! щ( ‾͡•• ‾͡)Щ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: