[FFS/PG-15] A lady who I like it -chap 3-

——–

Sungmin menghela nafasnya. Sekarang dia sedang berada dalam perjalanan pulang dari rumah orang tuanya. Ibunya menelponnya lagi kemarin, memintanya pulang. Dia tak keberatan untuk pulang, karena dengan itu dia bisa menghindari ajakan makan siang bersama Saera.

Tapi saat Yesung mengirimnya pesan kalau Hana datang ke acara makan siang, dia menyesal setengah mati. Laki-laki itu merindukan Hana setelah beberapa hari tak bertemu dengannya. Gadis itu menghindarinya. Lagi. Tapi kali ini dia merasa kalau Hana juga menghindari Kyuhyun. Apa gadis itu sudah tahu alasan kenapa akhir-akhir ini hubungannya dengan Kyuhyun merenggang ?

Sungmin menggeleng-geleng sendiri dan berharap Hana belum tahu. Kalau Hana tahu penyebabnya karena mereka memperebutkan Hana, Sungmin yakin gadis itu akan selama-selamanya menghilang dari pandangan matanya.

Sungmin keluar dari kereta api yang ditumpanginya. Beberapa orang terlihat buru-buru masuk ke dalam kereta. Sungmin bersyukur. Meski tanpa masker dan penyamaran, tak ada seorang pun yang pernah mengenalinya.

Laki-laki itu segera keluar dan berdiri tegap di tepi jalan, menunggu taksi. Kepalanya melayang-layang sejenak, sampai dia melihat sosok itu.

Hana berjalan cepat di seberang jalan sana. Gadis itu memakai mantel tebal dan sepatu boot yang agak tinggi hari ini. Sungmin tersenyum lembut. Ternyata dia benar-benar merindukan gadis ini.

Sebelum Hana benar-benar berjalan jauh, Sungmin dengan cepat merogoh saku mantelnya. Mencari ponsel. Tapi Hana sudah berjalan jauh sebelum Sungmin berhasil mencari nama gadis itu di kontak ponselnya.

Sambil menempelkan ponselnya ke telinga, Sungmin berlari menyebrangi jalan dan mengejar gadis itu dari belakang.

Dalam desakan beberapa kerumunan orang, Sungmin melihat gadis itu mengacak-acak isi tasnya. Lalu sedetik kemudian. “Yeobboseo ?”

“Akhirnya kao menjawab panggilanku juga”

Sungmin mendengar gadis itu tertawa, “Maaf..kemarin aku sibuk ujian”

“Oh ya ?”, goda Sungmin sambil menghentikan langkahnya yang sudah berada tepat di belakang Hana.

Hana berhenti melangkah, lalu berbalik dengan cepat. Raut wajahnya terkejut, sambil menurunkan pelan-pelan ponsel dari telinganya. “Hei..”, katanya terkejut melihat Sungmin.

“Hei nona galak~”, kata Sungmin sambil menyeringai.

Hana menerbangkan poninya kesal dan melempar ponselnya kesal ke dalam tas. Entah kenapa Sungmin suka sekali saat Hana menerbangkan poninya. Laki-laki itu tertawa. Membuat Hana makin kesal. “Apa yang sedang kao lakukan disini ?”, tanya Hana. Dia masih sedikit jengkel mendengar suara tawa Sungmin, karena itu gadis itu mengalihkan pembicaraan mereka.

“Aku baru pulang dari rumah ibuku”, jawab Sungmin sambil memasukkan tangannya yang kedinginan ke dalam saku mantel.

“Ooh~”

“Kao mau kemana ?”

“Ke dorm kalian”, jawab Hana sambil mengangkat tinggi-tinggi kantung belanjaannya.

Alis Sungmin terangkat tinggi saat menangkap bayangan beberapa daging dalam kantung belanjaan Hana, “Hari ini kao mau memasak di dorm kami ?”

Hana menghembuskan nafasnya, “Si tuan sok tahu itu memintaku memasak ramen untuknya”. Gadis itu terlihat kesal, “Mentang-mentang aku bisa masak masakan Jepang dia menyuruhku memasak mie ramen untuknya ? Dia pikir dia siapa ?!”, mencak-mencak Hana.

Sungmin tersenyum pahit. Ternyata dia sudah terlambat. Hana sudah terlalu memperhatikan orang lain. Bukan dirinya lagi.

——–

Hana baru saja membuka pintu, saat suara yang paling dibencinya itu menyerang gendang telinganya.

“Selamaaaat dataaaaaaaaaang..”

Gadis itu mendengus melihat Kyuhyun merentangkan tangannya lebar-lebar menyambut Hana.

“Kao sudah beli daging yang kusuruh, kan ?”, tanya Kyuhyun.

“Sudah”, jawab Hana kesal.

“Kopiku ?”

“Suuudah”, jawab Hana jengkel.

“Birku ?”

“Suu—“, tiba-tiba Hana ingat, “Apa ? Bir ?… Yaa~! Kao mau cari mati ?”, kata Hana tak bisa menahan rasa kesalnya. Kyuhyun hanya terkekeh. Hana tak habis pikir kenapa laki-laki ini suka sekali membuatnya jengkel. Hana menghembuskan nafasnya keras-keras dan mengintip ke dalam, melewati bahu Kyuhyun. “Aku sudah boleh masuk ?”

Kyuhyun menggeser tubuhnya dan membiarkan Hana lewat. Kyuhyun masih terkekeh, tapi Hana tak peduli. Hana meyakinkan dirinya untuk terbiasa mendengar kekehannya itu. Dia harus sabar. Setelah kuliahnya selesai dan ia mendapat uang gajinya, dia akan terbebas dengan semua ini. Yaa..dia harus sabar.

“Aku pulang”

Sambil berjalan menuju dapur, Hana bisa mendengar suara Sungmin yang menyapa Kyuhyun. Hana tersenyum geli. Dia bisa membayangkan betapa terkejutnya Kyuhyun saat tahu ada orang lain selain  Hana di depan pintu tadi. Dari tadi kan Sungmin berdiri terus di sampingnya. Pasti Kyuhyun tak menyadarinya. “Bodoh”, gumam Hana.

“Siapa ?”, tanya Yesung.

Hana terkejut dan berbalik dengan cepat. Yesung menatapnya penasaran dengan ddangkoma di tangannya.

“Kao mau masak ya ?”, tanyanya ketika melihat beberapa kotak daging di dalam kantung belanjaan Hana.

Hana tersenyum. Betapa mudahnya laki-laki di hadapannya ini beralih topik hanya karna makanan. “Mm..oppa”, jawabnya sambil mengangguk. “Oppa mau ?”

“Masak apa ?”, tanya Yesung dengan wajah cerah.

“Mie ramen”, jawab Hana sambil tersenyum

Yesung tersenyum lebar. Hana baru saja akan mengutarakan bahwa dia suka senyum Yesung, saat tiba-tiba Kyuhyun berteriak. “Tidak boleh~!”. Hana menoleh ke arahnya dengan pandangan kesal. Mau apa lagi laki-laki ini ?, pikirnya dalam hati. “Aku kan hanya menyuruhmu masak untukku”

Hana baru akan membuka mulutnya untuk membalas, tapi Yesung lebih dulu menyelanya. “Ooh..jealous”

“MWO ?”, Hana menoleh cepat ke Yesung.

“Kalian kan pasangan serasi yang dinobatkan disini”, jawab Yesung sambil mengangkat bahunya dan berlalu.

Hana menatap tak percaya laki-laki yang dia panggil Yesung itu. Dia kesal. Sangat. Dan ooh..kenapa dia merasa ada tatapan yang menjengkelkan menyerang wajahnya.

“Sudah dengar, kan ?”, tanya Kyuhyun sambil menyeringai lebar. “Istriku..”, Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke Hana, “Ayo cepaat masak”

Saat itu juga Hana merasakan mual mendengar nada suara Kyuhyun. Tapi kenapa jantungnya berdetak tak karuan seperti ini ? Apa dia terkena penyakit ‘akut jantung’ ?

—————-

“Kenapa hari ini kao tak ada jadwal ?”, tanya Hana penasaran sambil menopang dagunya, memandangi wajah Kyuhyun yang sedang menyantap mie ramen buatannya.

“Hmm ?”, Kyuhyun mengangkat wajahnya dari mangkuk mie lalu cepat-cepat menelan. “Siapa bilang aku tak ada jadwal, nona galak yang sok tahu ?”. Hana mendengus mendengar panggilan itu, sementara Kyuhyun terkekeh. “Nanti sore aku, Ryeowook, dan Yesung akan ada gladi bersih untuk konser nanti malam”

“Oh..konser KRY kalian nanti malam ya ?”, tanya Hana yang tiba-tiba antusias.

“Ya..”, jawab Kyuhyun singkat. “Kao mau datang ?”

Hana membuka mulutnya cepat untuk menjawab, tapi kemudian menutupnya lagi. Dia ragu dengan tawaran ini. Tugas kuliahnya belum selesai, ditambah lagi dengan beberapa dokumen kontrak SM yang harus ditanganinya. Sepertinya dia harus begadang nanti malam.. “Seandainya aku bisaa..”

“Kao bisa kog”, sela Kyuhyun. “Biar aku yang minta manager Kim untuk memberikan tiket gratis untukmu”

Hana membulatkan matanya, menatap laki-laki di hadapannya tak percaya. Sejak kapan orang di hadapannya ini jadi sangat baik. “Kao kenapa ? Sakit ?”, tanya Hana.

“Bukan. Aku lapar, bodoh~”

Hana terkekeh. Dia suka membuat Kyuhyun malu. Laki-laki ini sekali-sekali harus diberi ucapan terima kasih. “Terima kasih”. Kyuhyun tetap diam dan menyantap mie ramen. “Tapi masalahnya aku tak bisa datang karena tugas kuliahku”, kata Hana dengan nada menyesal. “Lain kali saja, ok ?”

 

———

-next day-

“Haus ?”

Sungmin mengangkat kepalanya dan melihat Hana menyodorkan segelas minuman kaleng untuknya. “Terima kasih”

Sungmin membiarkan gadis itu duduk di lantai di sebelahnya. Sungmin masih ingat betapa mesranya Hana dan Kyuhyun bertengkar kemarin di depannya. Dia cemburu ? Tentu saja. Karena itu dari sejak tadi Sungmin menghindari Hana walau dia tahu gadis itu sebenarnya sudah sangat berbaik hati mau meluangkan waktunya untuk menonton mereka latihan. Tapi dia sedang marah dan tak mau diganggu.

“Sungmin-ssi.. Kao baik-baik saja ?”, tanya Hana.

“Menurutmu ?”, tanya Sungmin balik dengan ketus.

“Kao marahan dengan yang lain, ya ?”, tanya Hana penasaran.

Sungmin menoleh dengan cepat ke Hana, kaget dengan pertanyaan gadis itu. Bagaimana bisa Hana berpikiran seperti itu ? Sungmin bertanya-tanya dalam hatinya. Tapi saat memalingkan wajah, dan melihat Donghae yang sedang bercanda dengan Eunhyuk, barulah dia menyadari sesuatu. Ternyata karena terus berusaha menghindari Hana, dia juga secara tak sengaja terlihat seperti menghindari teman-temannya yang lain.

Sungmin ternyata sudah jauh menghindar dari kelompok teman-temannya yang sedang bergurau. Dan Hana mengkhawatirkan soal itu ? Sungmin tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

“Aku sedang bertanya padamu, Sungmin-ssi~”

“Mm-hmm. Aku tahu”, jawab Sungmin sambil tetap tersenyum.

“Kao ini kenapa sih ? Kenapa senyum-senyum sendiri ?”

“Rahasia”

Hana mendengus dan memutar bola matanya. Sungmin kembali tersenyum. Satu lagi yang disukainya dari Hana. Gerakan memutar bola matanya.

“Kao yang sekarang suka sekali tersenyum”, gerutu Hana. Sungmin hanya mengangkat bahunya, tak berniat menjelaskan lebih. “Jadi..kao tak marahan dengan mereka, kan ?”

“Siapa yang marahan ?”

“Kao”, sahut Hana lalu menunjuk teman-teman Sungmin yang lain dengan ujung matanya. “Aneh sekali melihatmu menjauh dari mereka. Kao tak sakit, kan ?”

“Sedikit”, jawab Sungmin sambil mengelus dadanya.

Hana menatapnya bingung, lalu berpikir sesaat. Tiba-tiba dia berseru, “Ohh..Saera~!” Sungmin terkejut, tapi gadis itu mulai melanjutkan ceritanya, “Semalam aku juga lihat. Kao pasti juga melihat Saera memeluk seorang laki-laki muda tadi malam di televise, kan ?” Sungmin menatap Hana tak mengerti. Hana menepuk-nepuk pundaknya, “Sudaaah.. Kao sabar-sabar saja. Saera kan memang punya banyak teman model laki-laki”

Sungmin baru akan bertanya apa maksud Hana, saat tiba-tiba Siwon mendekati mereka. “Hana~ Kao tahu kenapa Kyuhyun dan Ryeowook tidak latihan hari ini ?”

“Emm..sebenarnya mereka sudah menelponku tadi pagi. Kyuhyun bilang, dia dan Ryeowook mungkin akan telat latihan hari ini karena ingin istirahat dulu. Hehe..maafkan aku. Aku lupa bilang padamu tadi, oppa~”

Sementara Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya, Sungmin menoleh ke Hana dengan senyum pahit. Apa barusan ? ‘Kyuhyun menelponnya’ ? Ooh..sepertinya tak akan ada kesempatan untuknya. Apa dia harus melupakan gadis oksigennya dan merelakannya untuk Kyuhyun ?

lelah. Rasanya seluruh tulang ditubuhnya minta untuk diistirahatkan. Konsernya semalam benar-benar lancar.

 

Kyuhyun menatap langit-langit kamarnya, dan ingat bagaimana riangnya Hana saat laki-laki itu mengirimkan beberapa gambar konsernya. Kyuhyun tahu benar gadis itu ingin sekali datang ke konsernya. Karena itu semalam, dia meminta managernya untuk mengambil gambar dirinya bersama teman-temannya yang lain.

“Kenapa kao menyuruhku mengambil gambar ? Kao sudah terserang penyakit narsis ?”, tanya manager Kim geli saat Kyuhyun menyerahkan kameranya.

“Bukan.. Ini untuk seseorang”

“Siapa ? Hana ?”

Kyuhyun tersenyum penuh arti. “Untuk seseorang yang sudah berhasil menyingkirkan hampir sebagian otakku dari mengingat game. Untuk seseorang yang tak sama sekali menarik dari segi apapun, tapi berhasil membuatku bertindak yang aneh-aneh untuk menarik perhatiannya”

“Hana ? Lee Hana ?”, gumam Kyuhyun sesaat setelah mengingat kejadian tadi malam. “Apa sekarang aku berhasil menarik perhatianmu ?”

Kyuhyun hampir akan menutup matanya, saat tiba-tiba dia merasakan getaran ponsel di saku celananya. Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat nama ‘Im Saera’ berkelap-kelip di layarnya. Dengan sedikit heran, Kyuhyun mengangkat ponselnya. “Yeobboseo ?”

“Oppa ? Kao ada dimana ?”

“Di dorm”, sahut Kyuhyun malas sambil merebahkan lagi tubuhnya di kasur.

“Sungmin oppa ?”

Kenapa gadis ini menanyakan Sungmin padanya ? Kyuhyun mengerang pelan. “Dia sedang latihan. Ada apa ?”, tanyanya benar-benar ketus. Dia sedang lelah dan ingin tidur, tapi kenapa Saera malah menelponnya dan menanyakan Sungmin ?

“Oppa tak mengangkat teleponku”, kata Saera sedih.

Lalu apa hubungannya denganku ?, kesal Kyuhyun dalam pikirannya.

“Kyuhyun Oppa~ Kao mau mendengarkan ceritaku, kan ?”

Kyuhyun menghela nafasnya. Tidak enak jika menolak orang yang ingin bercerita, kan ? “Memangnya apa yang ingin kao ceritakan ?”

“Soal hubunganku dengan Sungmin.. Oppa~ Kao kujemput sekarang ya ? Tidak enak jika mengobrol melalui ponsel”

Kyuhyun menghela nafasnya lagi, dan mengiyakan. Sepertinya dia tidak akan mendapatkan istirahat yang nyaman hari ini.

————

Hana menghela napasnya saat melihat awan yang sedikit mendung. Entah kenapa cuaca berubah mendung hari ini. Padahal Hana yakin tadi pagi dia mendengar peramal cuaca di tipi mengatakan kalau hari ini akan cerah-cerah saja.

Hana kembali melangkahkan kakinya menuju restoran Cina di dekat kantornya. Beberapa menit yang lalu, Henry dan Zhaomi merengek padanya minta makanan Cina. Hana mau saja menolak permintaan kedua lelaki Cina itu, tapi saat melihat pancaran lelah di mata mereka, Hana kasihan.

“Kasihan mereka~”, gumamnya sambil terus berjalan melewati beberapa toko di sana.

Hana berhenti tepat saat melihat sebuah bangunan tua beratapkan naga di depannya. Dia menatap ragu sebentar penampilan toko itu dari luar. Tidak buruk. Tapi apa makanannya enak ? Bisa dimakan, kah ?

Setelah banyak sekali berdebat dengan pikirannya, Hana bergumam, “Aahh~bagaimana bisa aku tahu kalau tidak mencoba ?”

Hana mengangguk-angguk, lalu berjalan masuk ke dalam. Suasana restoran itu nyaman dan benar-benar bergaya Cina. Angka penilaiannya untuk restoran ini…delapan~!

Hana terus berjalan ke depan dan bertanya pada salah satu pegawai disana, “Nona.. Aku pesan capcai dan mie cina spesialnya 2 ya ?”

Setelah mengatakan pesanannya, Hana kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling restoran itu. Gadis itu tersenyum dan berjanji akan pergi ke restoran ini kapan-kapan. Tapi saat matanya memandang ke sudut ruangan, dia terkejut.

Di sudut sana. Tepat pada meja berukuran persegi dengan taplak merah dengan empat kursi jati itu. Seseorang yang amat dikenalinya sedang memeluk seorang perempuan di sebelahnya dengan hangat. Ooh..ohh..kenapa Hana merasa kesal dengan pemandangan itu ? Kenapa matanya perih sekali melihat itu semua ? Apa dia sedang terkena penyakit ‘mata’ ? Tapi penyakit mata yang mana ? Dia tak ingat kalau ada penyakit mata yang bisa membuat hati sekaligus matanya perih ? Jadi ini penyakit apa ?

Tapi mungkin matanya salah. Hana mengerjap-ngerjap sambil menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali. Dia tak salah. Itu Kyuhyun dan Saera. Tapi kenapa ?

Karena penasaran, Hana perlahan-lahan mendekati meja itu dan duduk di meja yang membelakangi mereka. Dia mendengarkan dengan hati-hati.

“Kao tak tahu bagaimana sakitnya, oppa~”, Hana mendengarkan suara Saera.

Kyuhyun menghela napasnya berat, “Aku tahu..”

“Karena itu biarkan aku yang menggantikannya”

Menggantikan ? Apa maksud Im Saera ?, Hana bertanya-tanya dalam hatinya.

“Tentu saja. Kao bisa menggantikannya”, sahut Kyuhyun

Hana menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Ya ampuun..apa Kyuhyun sedang menerima cinta Im Saera ? Hana ingat saat Kyuhyun bercerita soal Saera yang menyatakan perasaannya. Kata laki-laki itu dia tak menyukai Saera karena sudah menyukai gadis lain. Nah~ sekarang ? Apa Kyuhyun sudah tak menyukai gadis itu lagi dan meminta Saera untuk menggantikannya ? Ooh..ya ampuuuun.

“Apa kao yakin aku bisa, oppa ?”, tanya Saera.

“Tentu saja”. Hana menahan napasnya. “Kao hanya perlu waktu, untuk bisa dicintai”

Hana merasakan dunianya menciut…atau dianya yang membesar ? Entahlah..dia tak peduli. Tapi semua kata-kata Kyuhyun membuat jantungnya berhenti berdetak dan hampir lupa untuk bernapas. Dia bahkan merasakan hatinya sakit. Kenapa lagi dia ? Sekarang penyakit apa lagi ? Apa dia sebaiknya pergi ke dokter untuk diperiksa ?

“Nona…! Nona…?”, suara gelegar pelayan wanita tadi kembali menyentakkan Hana kembali ke alam sadar. Hana mengerjap-ngerjap, dan sadar kalau semua pengunjung sekarang sedang menatapnya.

Karena malu, Hana segera berlari menuju pelayan tadi dan membungkukkan tubuhnya beberapa kali. “Maaf.. maaf.. saya melamun tadi”

“Pesanan anda sudah siap. Semuanya tiga puluh ribu won”

Hana mengangguk dan mengeluarkan sejumlah dari dompetnya pada pelayan itu, lalu bergegas beranjak keluar restoran.

Tapi sialnya saat Hana membalikkan badannya, dia malah langsung bertatapan dengan Kyuhyun. Ooh..ya ampuuun.

“Hana ?”, panggil Kyuhyun kaget.

Hana hanya bisa menyengir saja, “Hai~”, katanya sambil mengangkat sebelah tangannya kaku.

“Sedang apa disini ?”, tanya Kyuhyun lagi.

Seharusnya aku yang bertanya sedang apa kao disini ?, pikir Hana dalam hati. Sebenarnya gadis itu ingin marah-marah dan membuat Kyuhyun malu, tapi kenyataannya dia tak bisa. “Membeli makanan untuk Henry dan Zhaomi”, jawabnya sambil tersenyum. Entah bagaimana senyumnya sekarang pada Kyuhyun. Dia tak sempat untuk peduli.

“Hana ? Apa kao bersama Sungmin Oppa ?”, tanya Im Saera.

Hana sedikit heran dengan pertanyaan Saera, tapi dia tak sempat memikirkan kenapa. Gadis itu mengangguk saja, “Mm. Dia sedang latihan dengan yang lain”

Wajah Im Saera berubah masam. Hana benar-benar bingung. Apa dia salah bicara ?

Kyuhyun yang melihat suasana canggung di antara dua orang gadis itu, segera mengambil alih. Dia berdeham, “Ehem.. Apa kao, wanita tadi yang duduk gelisah dan berisik sekali di belakang kami ?”

“Apa ?”, Hana terkejut. Bagaimana Kyuhyun bisa tahu ? Untuk menghilangkan rasa gugupnya, Hana berdeham dan berusaha bertingkah seperti tak tahu apa-apa. “Ehem.. Untuk apa aku bersikap seperti itu ?”

“Entah”, jawab Kyuhyun sambil mengangkat bahunya. “Mungkin karna cemburu ?”

Hana membuka dan menutup mulutnya dengan cepat. Dia ingin membalas, tapi tak jadi. Kalimat apa yang tepat untuk membalas si mulut tajam ini ? Hana benar-benar tak tahu. Dia kehilangan kata-katanya.

Gugup dan bingung harus menjawab apa, Hana memutuskan untuk kabur saja. “A..a-aaku harus pergi”

Hana berjalan cepat dan tak peduli kikikan Kyuhyun di belakangnya. Dia jengkel, marah, dan malu. Ooh..kenapa dia bisa sesial ini ?

“Bodoh.. Bodoh.. Bodoh..”, Hana terus menggerutu dalam perjalanan pulangnya. Tapi baru beberapa langkah menjauh dari restoran Cina itu, hujan mengguyur dengan cepat. “Sial~!”, umpatnya sambil berlari kembali ke restoran itu untuk berteduh.

Hana tak berani berbalik dan merapatkan tubuhnya ke salah satu tiang penyangga restoran itu. Dia tak ingin terlihat oleh Kyuhyun. “Semoga dia tidak-”

“Tidak apa ?”

Hana melompat kaget saat suara berat itu terdengar tepat di belakang. “Yaa~! Kao mengkagetkan aku”

Kyuhyun cuma tertawa puas. Hana ingin sekali mencekik laki-laki di hadapannya itu sekarang.

“Katamu kao mau pulang ?”

“Huujaaann..”, sahut Hana kesal.

Kyuhyun tertawa lagi sambil melebarkan payungnya. Hana hanya menatapnya iri dan berharap Kyuhyun akan membiarkannya ikut berteduh. “Apa ? Kao mau pulang bersamaku ?”, tanya Kyuhyun langsung

Hana menatapnya ragu. Melirik ke dalam restoran sekilas, lalu memandang Kyuhyun berkali-kali. “Saera ? Dia bagaimana ?”

Kyuhyun sudah siap dengan payungnya. “Tenang saja.. Dia bisa pulang sendiri. Dia punya janji dengan orang lain disini”. Hana masih menatapnya ragu. “Kalau nanti masih hujan, dia juga bisa pulang pakai payungnya sendiri”, jelas Kyuhyun cuek.

Hana menimbang-nimbang lagi. Tapi setelah merasa tak punya pilihan lain, gadis itu berjalan menghampiri Kyuhyun, berdiri di bawah lindungan payungnya.

Kyuhyun terkekeh, lalu mulai mengajaknya berjalan melewati hujan. “Henry dan Zhaomi sudah pulang ya ?”, tanyanya sambil membuka percakapan.

Hana mengangguk, lalu menghela napas. “Mereka merepotkan sekali”

Kyuhyun tertawa dan mengacak-acakkan rambut Hana gemas. Seketika itu, pipi Hana memanas. Sekarang apa lagi ? Hana punya penyakit demam aneh ? Atau darah tinggi ?

“Kao harus sabar menghadapi mereka”, hibur Kyuhyun

Hana menggigit bibir bawahnya. Dia ragu. Tapi bibirnya gatal, kalau tidak bertanya. “Kao menerima cinta Saera ya ?”

“Hmm ? Apa ? Apa katamu ?”

Hana menghela napasnya. Gugup karena harus mengulang pertanyaan konyolnya. “Kao menerima cinta Im Saera ?”

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Hana. Hana menatapnya bingung, tapi laki-laki itu malah tiba-tiba tertawa. “Kao menguping, kan ?”

“Tidak.. Tidak..”, jawab Hana cepat sambil mengibas-ngibaskan tangannya cepat. Hana menunduk dan mengangkat wajahnya dengan cepat, “Untuk apa aku menguping, hah ?”

“Siapa tahu, kan ?”, kata Kyuhyun sambil mengangkat bahunya. “Mungkin saja kao mulai jatuh cinta padaku ? Aku kan seseorang yang berkharisma”

Hana mendengus, sudah terbiasa dengan kepercayaan diri Kyuhyun yang terlalu berlebihan.

Kyuhyun tertawa dan mulai berjalan lagi. Tanpa Hana minta, Kyuhyun mulai menjelaskan, “Yang kao dengar itu salah. Aku bukan menerima cintanya, tapi mendukungnya untuk merebut cintanya”

Hana mengangguk-angguk mengerti, meski masih belum percaya. “Oh ya ? Siapa ? Sungmin ?”, tebaknya asal-asalan.

“Siapa lagi ?”, jawab Kyuhyun cuek.

“Kao.. Kao cemburu ?”

“Hmm ? Pada siapa ?”, tanya Kyuhyun sambil menoleh ke Hana.

“Pada Saera dan Sungmin ?”, ulang Hana hati-hati.

“Untuk apa ? Aku bukan gay, kan ?”

Hana tersenyum geli. “Jawaban apa itu ? ‘Aku bukan gay ?’ Mana kutahu kao gay apa bukan. Siapa tahu kao memang begitu, kan ?”

Kyuhyun ikut tersenyum.

Hana menghela napasnya, lega. Entah kenapa beban dihatinya menghilang begitu saja setelah mendengar pernyataan Kyuhyun. Tapi masih ada satu lagi beban yang tersisa.. “Kao sudah menyatakan perasaanmu pada gadis itu ?”

“Heh ? Gadis ?”

Hana mengangguk cepat, “Iya.. Gadis yang pernah kao ceritakan malam itu”

“Ooh.. yang itu”, jawab Kyuhyun sambil mengangguk-angguk. “Belum. Tapi aku pasti akan menyatakannya dalam waktu dekat ini”

“Oh ya ?”, kata Hana lemah.

Mereka kembali berjalan dalam diam sampai mereka hampir mendekat dengan gedung SM. Hana tak tahan lagi, dia benar-benar ingin bertanya. “Gadis itu… Gadis itu… Siapa ?”

Kyuhyun menoleh dengan cepat dan menghentikan langkahnya. “Kao~!”

Hana menahan napasnya. Tidak percaya. Tidak percaya. Atau harus percaya ? Dan kenapa dia merasa ada listrik yang menyerangnya saat ini ? Apa ada kilat yang menyambarnya tadi ?

“Kao.. Kalau kukatakan gadis yang kusukai itu kao.. Apa kao percaya ?”

Hana tercengang. Terpaku. Terpana. Suara hujan disekitarnya entah bagaimana berubah menjadi alunan lagu yang indah saat ini untuknya. Dia merasa senang. Ingin melompat. Tapi takut jatuh.

Nahh~ sekarang dia harus percaya atau tidak ? Gadis ini bingung. Matanya yang gelap dan bulat, berpendar-pendar menyapu wajah tampan Kyuhyun. Gadis ini sedang mencari tanda-tanda bahwa laki-laki dihadapannya sedang gila atau bercanda.

Tapi setelah memperhatikan… Kenapa tidak ada tanda-tanda bahwa laki-laki ini sedang bercanda ? Kenapa dia malah terlihat sangat serius ? Ooh ya ampuunn…

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 22 Juni 2011, in Mia Mentari, Super Fanfiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. tbc lg kah??? .-. aigoo~ si hana pabo!!! masa y g nyadar jga sih??? envy di rebutkan oleh kyumin *halah* ppali post next part!! :pyumin *halah* ppali post next part!! :p

  2. kyu emang suka yg aneh2, ngagetin orang. . .
    Masa nembak begitu, ngak da romantis2 ya mana yg d tembak jg ngak nalar lg. . . .
    Seru, lanjut. . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: