[FF/G] BARBY SITTER Part 5

Main Cast:

  • Kim Kibum as Gwebon
  • Lee Jinki
  • Kim Jonghyun
  • Lee Taemin as Taeyon
  • Choi Minho

 

Support Cast:

  • Tiffany SNSD
  • Lizzy After school
  • Jiyeon T-ara
  • Seunghyun FT Island
  • Jung Joori as Madam Joori
  • Lee Seunggi as Mister Seunggi
  • Jino SM The Ballad (cameo)
  • Niel Teen Top (cameo)
  • L / Kim Myung Soo Teen Top (cameo)

 

Genre: Romance Komedi

 

Rating: G

 

Hello~ Hello~

Semoga tidak jenuh dengan kehadiran part 5 ini..apalagi part 5 ini bukan part akhir..kekekeke..

Alasan kenapa sampai muncul part 5? Sebernya, GeGey bingung gimana caranya namatin ini FF..ahahahahah.#DEZIGG!!! *dihajar Gwebon yang kecapean syuting triping*

Tapi tidak usah hkawatir..tidak akan ada episode 34 kok.. next part juga tamat. GeGey sudah mendapatkan ilham saat menulis akhir part 5..

 

Sekali-kali lemparin cemilan kerumahku dong!! *dibakar reader FFnya*

Happy reading!!!

 

 

Gwebon POV

 

Baru kali ini aku melihatnya..

 

Pipinya digembungkan..

Matanya tajam menghujaniku..

Hidungnya dikembang kempiskan..

 

“Aku bisa jelaskan..”

 

Kenapa aku harus gugup..

 

“Dia bilang.. akan berhenti melukaimu jika aku jadi yeojachingunya..”

 

Taeyon meniupkan udara dari mulutnya, gelembung di pipinya hilang. Tapi matanya masih mengintimidasiku.

 

“Eonni lihat ini?”

Taeyon memperlihatkan bekas luka dijari tangannya, luka itu sudah kulihat dari kemarin.

 

“Bukankah kita sudah sepakat untuk mengganti strategi?. Jinki oppa tidak berubah sedikit pun.. dia masih mencoba melukaiku..”

Tatapan tajamnya berubah menjadi sayu..

 

Hari ini aku ada kencan dengan Jinki oppa. My first date since I was born..

Taeyon tidak mengijinkanku, dia tidak mau aku menjadi yeojacingu Jinki oppa.

Sebenarnya.. aku sudah resmi menjadi yeoja chingu Jinki oppa dari dua hari yang lalu. Tapi kemarin Jinki oppa memasang perangkap tikus di dalam tas Taeyon. Jinki oppa melanggar kesepakatannya.

Oleh sebab itu, hasil rapat kemarin, kami memutuskan kalau strategi membuat Jinki oppa menyukaiku gagal total. Seharusnya kami menyadari kalau namja seperti Jinki oppa tidak akan berubah secepat itu.

 

“Tenang saja Taeyon.. bukankah hari ini gwebon eonni akan mengakhiri hubungannya..”

Tiffany mencoba menenangkan Taeyon. Aku tidak yakin bisa melakukannya, aku belum pernah memutuskan hubungan sebelumnya.

 

//

 

Apakah ini yang dinamakan kencan?.

 

Jangan menatap mataku terlalu dalam! Jangan tersenyum terlalu manis!. Jangan terlalu dekat denganku!! Haaahhhh.. aku terus dibentaknya.

 

“Whuaaa.. Semua hantunya mirip denganmu Gwebon!”

 

Brother link.

Kini aku tahu kesamaan diantara hyung dan dongsaeng abnormal ini. Mengapa mereka gemar sekali menonton film horror?

 

Whooammmm~..

Membosankan sekali. Bahkan pop corn ini tidak bisa menahan kantukku.

 

 

“Kenapa kau tidak mau makan?”

“Aku tidak suka!”

“Kenapa kau ini!! apa yang kau suka!!”

“Aku tidak mau apa-apa!!”

“Aisss!! Kau.. Kau merusak kencan kita!! Kau tidak menyukai boneka yang kuberikan! Kau tidur saat menonton film! Sekarang kau tidak mau makan!”

“Kau pikir aku suka boneka voodoomu?? Aku tidak suka film horror! Dan selera makanku hilang karena film horror bodohmu itu..”

“Akkhh!”

Brakk!!

Jinki oppa menggrebak meja makan dengan kasar. Dia kesal. Apakah ini waktu yang tepat?. Tiffany bilang, saat Jinki oppa sedang kesal, maka proses putus akan berjalan lancar dan cepat.

 

“Kita sudahi saja!”

“Mwo? Kau mau apa??”

“Kita pu..pu..”

Kenapa kata terakhir tidak bisa keluar dari mulutku???.

“Apa yang mau kau katakan?”

“Aku mau pu..”

“Pu?”

“Kerapu!! Aku mau ikan kerapu..”

Kerapu? Ini bukan restoran sea food..pabo!

“Mwo?. Kenapa tidak bilang dari tadi!!”

 

Apa yang terjadi padaku!!! Seharusnya aku yang marah dan minta putus!!!! Arrrrggghhhhh!!!

 

 

Hening..

Kami berdua hanya duduk diam saja.. dia memandangi asap yang keluar dari cangkir kopinya.

Tidak ada percakapan. Jika tidak ada hal yang bisa dibicarakan lagi, maka proses meminta putus akan terdengar lebih jelas. Dan Jinki oppa akan memahami dan menerima putusnya hubungan kami. Begitulah yang diakatakn Jiyeon.

 

“Hmmm… oppa..”

“Ne?”

“Aku ingin kita pu..”

“Wae?”

Lidahku kelu.. bagaimana ini??.

“Lebih baik jika kita pu..”
”Pu? Kau mau kerapu lagi? Tidak ada kerapu disini!!”

“Aku tahu!! Bukan kerapu yang ku inginkan!! Aku ingin kita pu..”

“Kau ingin pulang?.”

“Ne!”

Aigoo!! Kenapa jadi begini??

 

//

 

“Haaahhhh…”

“Tidak bisa dipercaya..”

“No coment!”

“Mengerikan..film horror apa yang eonni tonton?”

 

Itulah komentar anggota Hot Barb saat aku bilang belum berhasil menjalankan misi semalam.

 

Tiffany mengambil cermin dan menyenderkannya di dinding.

“Wae?”

Tiffany mengarahkan tubuhku agar menghadap cermin.

“Eonni..Berlatihlah mengucapkan kata putus sampai kau terbiasa mengucapkannya..”

Ohh..jadi itu gunanya cermin ini?.

 

 

Tidak ada masalah saat aku berlatih mengucapkan kata ‘putus’ di depan cermin. Aku bahkan bisa mengucapkannya dengan berbagai aksen.

Aku ingin beristirahat…

Kupandangi wajahku dicermin. Semakin lama aku memandangi diriku di cermin, semakin aku menyadari kalau aku begitu cantik. Aku sendiri tidak bosan memandangi wajahku sendiri.

 

“Berusahalah lebih keras agar kau putus dengan Jinki oppa..eonni fighting!!”

Taeyon menyemangatiku. Tentu saja dia yang paling menginginkan agar aku putus dengan Jinki oppa. Setelah kemarin Jinki oppa menaruh katak beracun binal di kasur Taeyon.

 

Sudah cukup! berhenti mengagumi wajahmu!! Kembali pada tugasmu Gwebon!! Fighting!!

 

“Putus.. putus! Putus~ putus?…”

 

//

 

“Hari ini kau pulang sore lagi??? Kemarin noona sudah pulang lebih awal!! hari ini tidak boleh!!”

Aku tidak bisa berbuat apa-apa saat Seunghyun menyembunyikan tasku. Semua barang keperluanku ada didalamnya. Selfon, dompet, make up, aku tidak bisa pergi tanpanya.

 

Aku memang memutuskan untuk menjadi baby sitternya Seunghyun.

Alasan pertamaku adalah, aku tidak mau mengganggu kontrak Tifanny dan yang lainnya sebagai model di MJ skin care.

Alasanku yang kedua, kukira jika aku sudah menjadi yeojachingunya Jinki oppa, dia akan berhenti mengganggu Taeyon. Ternyata malah jadi semakin rumit.

 

 

“Hihihi..dia cantik sekali.. aku suka matanya..”

“Aku bibirnya..”

“Matanya.. tajam sekali..pisau ranger biru pun kalah tajam dengan matanya..”

 

Lagi..

Kulirikan mataku kearah mereka.

 

“Kau lihat tadi lirikannya?”

“Iya kau benar Niel.. matanya tajam sekali”

 

Mereka pikir aku tidak bisa mendengar bisikan mereka?.

Pabo!

 

Niel, Jino dan Myung soo diam-diam mengintipku yang sedang membaca majalah. Jika aku melirik kearah mereka, mereka akan berpura-pura sedang mengetik tugas mereka. Teman sekelas Seunghyun ini sama saja seperti Seunghyun. Mereka hanyalah sekumpulan anak-anak manja dari sekolah bonafit.

 

“Jam berapa kau membuat janji bertemu denganku!!”

Aku terkejut saat seseorang mengambil majalah dari tanganku. Dia Jinki oppa, dia menyusulku kemari.

 

“Aku tidak bisa pergi kemana-mana.”

Kuangkat kedua bahuku, dan tersenyum seadanya.

 

“Aku menunggu cukup lama dan kau hanya membaca majalah disini!!”

“Dongsaengmu mengambil tasku!!”

“Aisshhh!!”

 

Jinki oppa melirik kearah sekumpulan namja yang sedang berpura-pura mengerjakan tugas sekolah mereka. Niel dan Myong soo menutup notebook mereka dan bergegas pergi. Sedangkan Jino masih diam mematung.

 

“Hey kau! Beritahu aku dimana Seunghyun!!”

“N..ne..”

Bibir Jino bergetar. Dia sangat gugup.

 

//

 

Tidak ada lagi film horror, boneka horror, dan makan malam horror.

 

Tumben..

Jinki oppa tidak membentakku, tapi jadi sangat membosankan. Kami hanya duduk memandangi aliran sungai Han. Satu-satunya kata yang dia ucapkan pada kencan hari ini adalah ‘kau suka gelangnya?’.

Jinki oppa menghadiahiku sebuah gelang. Ahni! Dia melemparkanku sebuah gelang. Gelang bracelet yang sangat cantik, tentu saja aku langsung melingkarinya dipergelangan tanganku. Hening, setelah itu kami hanya diam memandangi sungai Han.

 

Bisa kurasakan Jinki oppa memandangiku saat aku tidak memperhatikannya. Tapi dengan cepat dia kan menoleh kearah lain jika aku memandang kearahnya.

 

Fiuuhhh~

Aku menghembuskan nafasku. Berusaha untuk tenang. Saran dari Lizzy adalah, aku harus setenang mungkin agar kata ‘putus’ keluar dari mulutku dengan lancar. Kulirik tangan Jinki oppa. Saran kedua dari Lizzy adalah, aku harus membuat Jinki oppa juga tenang dengan menggenggam tangannya saat mengatakan kata ‘putus’.

 

Tanganku mulai merayap menuju tangan Jinki oppa disampingku. Perlahan.. nafasku sedikit agak sesak saat tanganku semakin dekat dengan tangan Jinki oppa. Aku agak takut menyentuh tangannya. Aku berhenti.

 

Fiuhhhh~

Aku mengumpulkan keberanianku lagi. Jinki oppa masih memandangi sungai Han. Jari-jarinya mengetuk-ngetuk pelan kursi taman. Menghasilkan irama yang beraturan. Aku yakin dalam hatinya dia sedang bersenandung.

Tanganku mulai merayap mendekati tangan Jinki oppa.

Semakin dekat..

Lebih dekat lagi…

Hampir sampai..

 

“Oppa..”

Jinki oppa tersentak saat tanganku menggenggam tangannya.

“Oppa!!”

Kini akulah yang panik.. kenapa dia tiba-tiba pingsan!!!

 

//

 

Jinki POV

 

Masih bisa kurasakan..

 

Saat tangannya menyentuh tanganku.

 

Bagaikan sengatan listrik yang menjalar dari ujung jari tanganku menuju jantungku. Jantungku berhenti berdetak saat aliran listrik itu mengalir kejantungku, membuat seluruh tubuhku berhenti bekerja.

 

Cklek~

Ah! Ada yang memasuki kamarku. Aku memejamkan tanganku dan berpura-pura masih belum sadarkan diri.

 

Pletaakk!!

 

“Ya! Aisshhh!! Kenapa kau memukul kepalaku Jjong ah!!”

“Berhentilah kau pura-pura tertidur!!”

Sahabatku ini sudah mengenalku terlalu dalam.

 

“Gwebon masih disini?”

Aku berbisik pada Jonghyun. Aku tidak mau Gwebon mengetahui aku sudah tersadar.

“Dia sudah pulang..”

Jonghyun membalas bisikanku.

“Mwo?? Kalau begitu untuk apa aku pura-pura terbaring!! Aisshhh!!”

Aku menyibakan selimutku dan berdiri.

“Oppa.. kau sudah sadar?”

Aku terkejut saat kulihat Gwebon berdiri didekat pintu. Ingin sekali rasanya aku membuang mayat Jonghyun kelaut.

“Ahh.. Ne..tapi masih sedikit.. pusing.”

Aku kembali berbaring diranjangku, Jonghyun membantu menyelimutiku sambil menahan senyumnya.

“Syukurlah kau sudah sadar.. kalau begitu aku mau pulang..”

“Mwo!! Akkhh!! Kepalaku pusing sekali..”

“Jonghyun oppa akan memberimu aspirin agar pusingmu hilang..”

Jonghyun tersenyum padaku.

“Tapi.. tanganku sakit.. kakiku juga sakit..”

“Annyeong oppa~..”

Tak ada yang bisa kuperbuat lagi. Aku hanya melihat kepergian Gwebon.

 

“Ahahahahah..”

“Kau lihat!! Itulah sebabnya aku berpura-pura masih belum sadarkan diri!! Aissshhh!! Padahal aku masih ingin Gwebon disini..”

“Ahhhahahah..”

Jonghyun masih terus terbahak. Dia pikir cerita tragisku ini lucu?.

 

Bughh~

 

Aku melempar bantal tepat diwajah Jonghyun. Jonghyun berhenti tertawa dan menaruh bantal dipangkuannya.

“Jinki ah.. apa kau pingsan karena Gwebon menyentuh tanganmu?”

Cih! Si penghianat ini bisa-bisanya meledekku.

 

“Kau mimisan saat menatap mata Gwebon.. sekarang kau pingsan karena menyentuhnya.. apa kabarmu jika Gwebon menciummu??”

Mencium?? Menciumku?? Gwebon menciumku?? Langsung terlintas dikepalaku bibir Gwebon.

 

“Ahahahahha.. ini! sumbat hidungmu!”

Jonghyun memberikanku kotak tisu. Mwo? Apa maksudnya?

 

Aku merasakan carian turun melalui bibirku, aku menyekanya dengan tanganku.

Darah?? Aku mimisan lagi??

Aku menerima tawaran tisu yang disodorkan Jonghyun. Kuseka darah yang sudah mengalir kebibirku kemudian kuambil tisu baru dan menyumbat hidungku.

 

“Taeyon.. apa dia sudah tidur?”

Tanyaku pada Jonghyun.

“Mau kau apakan lagi dia??”

 

//

 

Itu dia..

 

Berjalan kearahku..

 

Dimataku.. dialah yang paling bersinar terang..

Karena sinarnya… aku langsung dapat megenalinya diantara ratusan siswa disekolah ini.

Berapa watt lampu yang tertanam didalam tubuhnya?

 

Gwebon mempercepat langkahnya, setengah berlari saat melihatku menunggunya di depan gerbang.

 

“Oppa! Ayo cepat!”

Gwebon masuk kedalam mobilku, tanpa menghiraukan aku yang sudah menunggunya berdiri di depan gerbang.

 

“Oppa!! Palli!!”

Gwebon berteriak dari dalam mobil. Aku berlari menuju kemudiku.

 

 

Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba Gwebon menyuruhku menjemputnya.

Sebenarnya aku senang, dengan begini statusku sebagai namjachingunya semakin jelas.

“Kita mau kemana?” tanyaku.

“Kesekolah Seunghyun…ah! Salah arah oppa..putar balik..”

 

Ckkkiiiiiiiiiitttt~

 

“Kyyaaaa!! Oppa! Mengagetkanku saja!”

Aku mengerem terlalu mendadak.

Kini aku tidak bisa bergerak.

“Kenapa oppa?”

Jangan tanya.. ini semua karena ulahmu Gwebon! Gwebon memukul pahaku saat dia terkejut.

Tidak sakit memang. Tapi.. pahaku seperti tersengat listrik. Hanya saja ini berbeda, kali ini listriknya tidak menjalar keseluruh tubuhku. Listriknya terus berputar disekitar pahaku yang terkena sentuhan Gwebon.

 

“Oppa? Gwenchana?”

Kulihat Gwebon mencoba menyentuh bahuku.

“Jangan sentuh aku Gwebon!!”

Gwebon tersentak dan mengurungkan menyentuh bahuku.

“Kau mau aku melanjutkan kesekolah Seunghyun atau tidak!!”

Mianhe Gwebonie..

Aku tidak mau pingsan didalam mobil.

 

 

Sesekali aku mencuri pandang, meliriknya yang sedang sibuk mengirim pesan. Aku senang memandanginya dari samping, dia terlihat lebih cantik, dan aman untuk kupandang.

 

“Kenapa kita harus ke sekolah Seunghyun?”

Gwebon memintaku untuk mengantarnya kesekolah Seunghyun. Dia belum mengatakan apa alasannya.

“Kita dalam masalah!”

“Mwo?? Masalah apa?.”

“Kau akan tahu saat berhadapan dengan kepala sekolah nanti.”

“Menghadap kepala sekolah?? aku??”

“Madam Joori dan Mister Seunggi belum pulang dari luar kota.. jadi kau sebagai hyungnya, wajib mewakili orangtua Seunghyun.”

 

//

 

Sepulang dari sekolah ini.. aku akan menghancurkan studio band milik Seunghyun.

 

“Baiklah jika anda menjamin hal ini tidak akan terjadi lagi, maka kami tidak akan mengeluarkan Seunghyun dari sekolah. Tapi kami akan memberinya sangsi.”

 

“Kamzahamnida..”

Gwebon, dia berbeda sekali. Didepan kepala sekolah, dia dapat berlaku sangat lembut dan sopan.

Senyumnya begitu mempesona..

Tatapan matanya.. membuatnya jadi semakin cantik..

Tidak heran jika mood kepala sekolah ini langsung membaik saat melihat senyum Gwebon. Dan masalah memalukan ini dapat diselesaikan dengan baik.

Setiap kali mulutnya bergerak, aku terus memperhatikannya. Gerakan mulutnya saat berbicara, indah sekali.

Aku menelan ludahku.

Kenapa hanya dengan memandangi mulutnya aku ingin menciumnya?. Bagaimana rasanya? Apa aku kan mati setelah menciumnya?

 

Aww.. Gwebon menginjak kakiku dan menyadarkanku dari lamunan.

“Apa yang..”

Mata Gwebon mengisyaratkanku untuk berterima kasih pada kepala sekolah.

“Ah..Kamzahamnida.. aku benar-benar menyesali perbuatan dongsaengku.. Kamzahamnida..”

“Gwenchana.. ahhahahahh aigoo.. Seunghyun masih remaja, aku dapat memakluminya..”

 

 

Sungguh memalukan.

Setelah memohon kepada kepala sekolah agar tidak mengeluarkan Seunghyun, kini aku harus meminta kembali undangan yang sudah Seunghyun sebar keseluruh penjuru sekolah.

Sesuai dengan undang-undang, pasal, aturan, atau apalah itu aku tidak mau tahu! Seunghyun harus dikeluarkan karena berniat akan menikah. Sekolah ini tidak mentolerir segala jenis tindakan asusila seperti siswanya menikah muda.

 

Gwebon sudah terlihat lelah karena untuk kesekian ratus kalinya dia mengkonfirmasi kalau dia dan Seunghyun tidak akan menikah, serta menjelaskan bahwa Senghyun hanya sedang bercanda.

 

Apa maksud bocah itu menyebar undangan pernikahannya dengan Gwebon?. Bukankah dia tahu kalau Gwebon sudah sah menjadi calon istriku. Dongsaeng tidak tahu diri!

 

//

 

Gwebon POV

 

Hari ketiga..

Aku masih belum mengakhiri hubunganku dengan Jinki oppa..

Padahal lidahku sudah terlatih untuk mengatakan kata ‘putus’.

 

“HYUNG!!! JANGAN BAKAR PHOTO PARWEDDINGKU!!!”

 

Ini semua gara-gara si bocah manja dongsaeng dari Jinki oppa.

 

“ANDWEE~ JANGAN KAU BAKAR JUGA BAJU PENGANTINKU!!!”

 

Tidak kusangka Seunghyun sudah sejauh ini mempersiapkan pernikahan bodohnya.

 

“UMMAAA!!! HYUNG MEMBAKAR PELAMINANKU!!”

 

Percuma saja dia berteriak memanggil ummanya. Madam Joori tidak ada dirumah.

 

“JIKA KAU MELAKUKANNYA LAGI!! KAU YANG KUBAKAR!! ARRA!!”

OMO!! Jinki oppa sangat mengerikan saat membentak Seunghyun. Pantas saja Taeyon begitu takut padanya.

 

“Noona~ bahkan catatan nama calon anak kita ikut terbakar..”

Seunghyun merengek manja memelukku.

 

“YA!! KAU BENAR-BENAR MINTA DIBAKAR HUH??”

 

Aku tidak perlu repot-repot lagi melepaskan pelukan Seunghyun. Sudah ada Jinki oppa yang mengatasi.

 

“Ayo Gwebon..kuantar kau pulang!”

 

Seunghyun tertunduk tak berdaya menghadapi amarah Jinki oppa. Aku mulai merasa iba padanya..

 

“Seunghyun.. bukankah kau ada tugas tambahan dari kepala sekolah?”

Aku menghampirinya dan mencoba mengembalikan semangatnya. Aku tidak tega melihatnya tak berdaya seperti ini. mengingatkanku pada Taeyon.

 

“Gwebon!! Ayo cepat kita pulang!!”

“Ne! sebentar!”

 

Seunghyun masih menundukan kepalanya.

“Akan kubantu mengerjakan separuhnya besok.. bagaimana?”

Aku menawarkan bantuan kepadanya.

“Benarkah? Noona akan kesini besok?”

 

“GWEBON!!”

Haahhhh.. kenapa Jinki oppa tidak bisa sedikit bersabar.

 

“Noona janji..”

“Gomawo noona..”

Kuberikan senyumku dan kuelus kepalanya sebelum aku pergi. Seunghyun yang malang.

 

//

 

“Omo! Taeyon!! Apa yang terjadi padamu??”

“Kami sedang lari pagi..”

Minho membopong Taeyon, Taeyon hanya dapat menopang tubuhnya dengan satu kaki. Kaki kanannya terluka, Taeyon meringis kesakitan setiap kali kaki kanannya menyentuh lantai.

 

“Kali ini apa Jinki oppa lakukan?”

Tanpa bertanya siapa yang menyebabkan Taeyon terluka, tentu saja aku tahu siapa pelakunya, aku membantu Minho mendudukan Taeyon disofaku.

 

“Jinki oppa menyabotase sepatuku..”

Taeyon juga menunjukan padaku luka di sikutnya.

“Maksudmu?”

“Jinki oppa menggati sepatuku dengan yang lebih besar, sehingga pada saat berlari, tanpa sengaja sepatuku terpental kearah Minho oppa..”

Minho memamerkan ujung matanya yang agak memar. Ohh..rupanya disitu sepatu Taeyon mendarat.

“Lalu, apa yang terjadi padamu Taeyon?”

“Aku tidak apa-apa..”

“Mwo?? Lalu kenapa kau terpincang saat jalan tadi!!”

“Aku tidak yakin ini ulah Jinki oppa..”

“Baiklah..ceritakan padaku..”

 

//

 

Kusibakan selimut yang menutupi seluruh tubuh Jinki oppa. Jinki oppa menahan cahaya yang masuk kematanya dengan menyipitkan matanya.

 

“Bisakah kita bicara?”

“Ah! Gwebon jangan terlalu dekat..”

Jinki oppa mennggunakan bantal sebagai tameng agar aku tidak terlalu dekat dengan wajahnya.

Bantal yang sangat mengganggu.

Aku mengambil bantal dari tangan Jinki oppa dan kulemparkan sembarang.

“Ayo bangun! Ada sesuatu yang penting yang harus kita selesaikan..”

Agar terdengar lebih jelas aku menatap mata Jinki oppa dalam-dalam, dan kukatakan tepan didepan wajahnya.

 

 

Belum sembuh juga?

 

Jinki oppa menyumbat hidungnya dengan tisu. Ini sudah tisu ketiga yang menampung darah dari hidungnya.

Hidung Jinki oppa mengeluarkan darah saat aku mendekatkan wajahku kewajahnya. Ternyata ini alasan mengapa Jinki oppa tidak mau aku terlalu dekat dengannya.

 

“Kau sudah mengingkari janjimu..”

Langsung pada inti masalahnya. Aku memulainya dengan tenang, agar kami tidak saling menyentak.

 

“Mwo?”

Jinki oppa terlihat bingung. Tentu saja, dia baru saja bangun tidur. Belum ada koneksi yang tersambung padanya.

 

“Bukankah kau bilang tidak akan menyakiti Taeyon lagi?”

Aku membantu mengganti tisu yang sudah mulai memerah, kupilin tisunya dan kusumbat hidung Jinki oppa dengan tisu.

 

“Apa yang terjadi pada Taeyon?”

Aissshhh!! Sudahlah Jinki.. berhenti berpura-pura.

“Kita putus saja..”

“MWO!!”

 

-bersambung-

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

 

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 23 Juni 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. Hahaha dasar ank abg ngebet nikah hahaha.jinki jngn lpaskan gwebon haha.lnjt thor

  2. kyaaaa~ pesona gwebon emg mantep dah,,hahahaha
    ampe bkin onew slalu mimisan,,ckckck

    q curiga sm si taeyon….
    jgn tamat dpart 6 ya eonni gegey?!! ga seru kalo tiba” tamat,,
    *author->plaakkk…emg lo cpa?*onew slalu mimisan,,ckckck

    q curiga sm si taeyon….
    jgn tamat dpart 6 ya eonni gegey?!! ga seru kalo tiba” tamat,,
    *author->plaakkk…emg lo cpa?*

  3. Hahahahaha
    Jinki lucu bgd..
    Lanjuttttt..
    Daebak!!!!!

  4. aigoo~ pesona gwebon dashyat abis ampe bkin onew mimisan!! xD author typo tuh pas bgian support cast L/kim myung soo anggotax infinite~🙂

  5. aduuuhhh…
    Jinki gokil bgt dah..
    Ckckck..
    Lanjut chinguu…
    Pnasaran sma next part…

  6. Haah?? udah mau tamat?? ANDWAE!!! ayo di panjangin lagi atuh.. sumpah ni FF bikin ngakak! di kira ga waras aku ketawa ketiwi malem-malem…

  7. Hohohooo bnyk epep baruu trnyata,,,
    lngsung komen d sni jje yya,,,

    npa hrus ptus ma onew???
    Onewx parnoaaahh dket” cwe mmsan mulu,,baruu pegann jje pngsan
    haduuuh

    tapi epepx kereeeeeenn,,lnjutx jgn lma” duuuung :p

  8. Aduh aku nggak berhenti ngakak baca FF ini dri mulai part 1😄

  9. wahh..nyuppa polos bgt deuhh.heuheu

  10. asli jinki jadi maniac !! hahahhaha, makin seru dan makin gila

  11. sudahlah kita putus saja ?
    Mwo🙂
    ckck~

    pasti si jong yang ngelakuin …?
    Xixixixi
    makin manstrab

  12. si gwiboon kasian g bs mutusin jinki pas pertama..
    gaya pcrn yg aneh.. hoho

  13. missnandaa 최민호

    Rasa tuh onewppa dputusin gwebon. Hahaha xD

  14. keren…

  15. hiyaaa, itu kncan mdel apa yaa ==, itu sbnernya si jinki pngen bermanis” ria am si gwebon kan ya unn?? hhehe
    trus kasian banget si gwebon disama”in am hantunya kekeke sms aj ternyata am seunghyun :p

    ga kakak ga adek sama” ngebet nikahin si gwebon ternyata😀
    kuonyol ff ini, bner” bkin ngakak” sendiri bacanya :p

  16. jinki lok ptus ma gwebon ntr ma q ja *plak* nice ff . .

  17. haha…ada – ada aja dah masa di pegang tangannya langsung pingsan
    ckckck…lucu,
    ngakak sambil guling- guling di rel kereta *abaikan🙂

  18. Jinki jgn dputsin. Kasian. Dy kn bneran suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: