[FF/G] BARBY SITTER part 6

Main Cast:

  • Kim Kibum as Gwebon
  • Lee Jinki
  • Kim Jonghyun
  • Lee Taemin as Taeyon
  • Choi Minho

 

Support Cast:

  • Tiffany SNSD
  • Lizzy After school
  • Jiyeon T-ara
  • Seunghyun FT Island
  • Jung Joori as Madam Joori
  • Heechul Suju as Nyonya Heesica
  • Song Jongki as Tuan Jongki
  • Seohyun SNSD (Cameo)
  • Jino SM The Ballad (cameo)
  • Niel Teen Top (cameo)
  • L / Kim Myung Soo Teen Top (cameo)

 

Genre: Romance Komedi

Rating: G

 

Annyeong!!!!!!!!

Ekhemmm.. dikarenakan banyak yang menginginkan perpanjangan sequel Barby Sitter..maka dengan baik hati GeGey menambah satu part lagi..(gak jd tamat d part 6).

Tapi.. part ini sebenarnya diperuntukan bagi reader 16+. Tapi setelah kupikir-pikir, gapapa kok dibaca reader dibawah umur.. buat pengalaman, silahkan baca saja..heehehehe *author sesat*

 

RCL PLEASE…

READ, LIKE, COMENT..

GOMAWO~           

 

Gwebon POV

 

Aku sudah ternoda..

 

“Eonni.. Seohyun sudah aku bereskan.”

 

Ssudah satu minggu semenjak kejadian itu, tapi..

 

“Whoaa!! Eonni kau harus lihat korban pertama Taeyon..”

 

Aku rasa seumur hidup aku akan dihantui rasa ini..

 

“Aku bahkan masih belum mempercayai mataku sendiri saat melihat Taeyon menyembunyikan blazer Seohyun dikuali bu kantin”

 

Aku tidak akan pernah bisa melupakannya..

 

“Ahahahah..aku rasa blazernya sudah matang tergoreng saat ini..”

 

Aku kehilangan.. kehormatanku..

 

“Eonni..Aku sudah membalaskan dendammu pada Seohyun.”

 

Hidupku sudah hancur..

 

“Eonni?”

 

Dan semua ini karena Jinki..

 

“Eonni?. Gwenchana?”

“Eonni!”

 

“Ah! Ne..”

Sejak kapan mereka ada disini?

 

“Kau melamun?.”

“Hmm?? Oh! Ahh.. aku hanya sedang tidak enak badan..”

“Kuperhatikan.. Sudah seminggu ini kau terus melamum eonni.. kau ada masalah?”

 

Ya, masalah besar.

 

“Bukankah seharusnya kita sedang merayakan kemenangan kita?. Kau berhasil putus dengan Jinki oppa, dan menyebabkannya masuk rumah sakit selama dua hari..”

“Ne! dan juga Jinki oppa sudah tidak melukai Taeyon lagi..bukankah seharusnya kau bahagia eonni?”

 

Aku tidak bisa memberitahu mereka yang sebenarnya..

Aku bisa kehilangan reputasiku..

 

“Eonni?”

“Ne?”

“Kau melamun lagi..”

 

Taeyon mengibaskan tangannya didepan wajahku.

Ada yang berbeda dari tatapannya..

Atau mungkin hanya perasaanku saja?

Taeyon sepertinya berubah…

 

//

 

Jinki POV

 

Ahahahhahahahahahah…heu..heuu..ahha..hahhahahhaahh..

 

“Sepertinya aku harus memasukanmu ke rumah sakit jiwa sekarang juga.”

“Wae??.”

Jonghyun mengganggu hayalanku.. dia datang dengan membawa pesananku. Ayam goreng.

 

“Sudah seminggu ini yang kulihat darimu hanyalah..tersenyum sepanjang hari.. kau sudah gila?”

“Mwoya! Kau menggerutu jika aku terus marah-marah.. sekarang kau memprotesku yang terus tersenyum? jadi apa maumu Jjong ah!!”

“Ceritakan padaku..”

Jonghyun memicingkan matanya, ujung bibirnya diangkat sebelah. Seolah-olah tahu aku merahasiakan sesuatu.

Cih! Bajingan ini.. benar-benar sudah mengenaliku terlalu dalam.

 

“Kau tidak mau menceritakannya padaku?.”

“Menceritakan apa!!”

“Apa yang kau lakukan pada Gwebon.. aneh sekali Gwebon tidak mau putus darimu..”

 

Ha! Tentu saja itu rahasia..

Jonghyun pasti tidak akan menerima kenyataan bahwa aku sudah menguasai Gwebon sepenuhnya.

 

“Kau menciumnya? Karena itukah kau masuk rumah sakit kemarin?”

 

Jonghyun mulai meledekku.. dia kira aku selemah itu?

Baiklah.. aku memang masuk rumah sakit kemarin.. tapi semua itu sepadan dengan apa yang aku dapatkan sekarang.

 

“Menciumnya? Asal kau tahu Jjong ah.. aku melakukan hal yang lebih daripada menciumnya..”

Mata Jonghyun semakin bulat. Dia pasti tidak mempercayai apa yang kulakukan pada Gwebon..

 

“Ceritakan padaku! Palli!!”

Isshhhh~ dia seperti presenter gossip saja.

“Aku.. sudah..”

“Palli!!”

“Aissshhh!! Akan kusingkat saja! Aku sudah menunjukan keperkasaanku pada Gwebon!! Kau sudah puas??”

Dagu Jonghyun terjatuh. Dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Aku benar-benar sudah menunggu moment ini dari dulu.. disaat Jonghyun mengakui kemampuanku dalam menjalani hubungan dengan seorang yeoja.

 

“Jjong ah! Ingat! Kau jangan beritahu siapa pun.. Gwebon tidak mau ini diketahui siapapun.. dan kau juga masih harus merahasiakan dari Taeyon kalau aku dan Gwebon masih berpacaran..”

Aku menghawatirkan kedekatan Taeyon dan Jonghyun. Mereka semakin dekat saja akihir-akhir ini..

“Ne.. tentu saja aku akan merahasiakannya.. aku yang rugi jika seluruh Korea tahu kau lebih jantan dariku..”

“Mwoo!!”

 

//

 

Gwebon POV

 

Aku telat!!

OMO!!

 

“Noona!! Kenapa sedari tadi kau memandangi kalender?? Cepat bantu aku berkemas..”

 

Jika hari ini aku belum juga menstruasi.. berarti aku telat tiga hari..

Eoddokhae??

 

“Noona!!”

“Ya! Jangan tarik tanganku seperti ini!!”

Seunghyun menarikku menuju closetnya.

Namja ini tidak bisa memilih bajunya sendiri untuk dibawa berlibur.

 

“Pilih baju yang tipis saja, dan juga kaus, jangan bawa baju berwarna hitam.. kau akan ke pantai bukan?”

Aku mengambil beberapa kaus putih milik Seunghyun dan kuberikan pada Seunghyun.

“Apa noona berubah pikiran? Kau suka pantai kan?”

Seunghyun masih mencoba menjebol pertahananku. Tapi aku tahu dia tahu aku akan tetap menolak ajakannya untuk berlibur ke pantai selama musim panas.

 

Madam Joori memarahi Seunghyun karena menghabiskan uang untuk keperluan pernikahan sia-sianya. Oleh karena itu, agar tidak terbuang percuma, paket Hooneymoon yang sudah dia pesan dia gunakan untuk mengisi liburan musim panasnya. Bukan denganku. Seunghyun pergi dengan teman sekelasnya, kalian sudah mengenalnya, Jino, Niel, dan Myung Soo.

 

Satu bulan musim panas ini akan kuhabiskan menjadi baby sitternya Taeyon. Dan mungkin membereskan masalah terlambat menstruasiku ini pada Jinki oppa.

Taeyon menolak ikut berlibur bersama Nyonya Heesica dan Tuan Jongki, itu karena kami, anggota Hot Barb akan merawat tubuh kami selama musim panas. Kami harus tampil kinclong saat kembali masuk ke sekolah. Dan aku terancam tidak bisa ikut jika masalah terlambat menstruasi ini belum juga diselesaikan.

 

“Noona!! Apa aku harus membawa pelampung?”

Seunghyun menaruh ban renang berbentuk bebek. Apa yang ada dipikirannya?.

“Itu bukan pelampung.. dank au tidak usah membawanya.. di sana sudah tersedia penyewaan pelampung, atau kau bisa membelinya disana.”

“Noona, aku juga mau membawa ini.”

Satu paket alat membuat istana pasir.

“Berapa umurmu!! Dan kalau kau mau kau bisa pinjam pada anak kecil yang sedang membangun istana pasir disana!! Tidak usah dibawa!!!”

“Kalau ini?”

Aissshhhh!!!

“Apa kau tidak punya uang sehingga tidak mampu menyewa kamar hotel dan memutuskan untuk membangun tenda!! Apa ini!! kau bahkan mau ..aigooo.. apa pihak bandara mengijinkanmu membawa sepeda ini?”

“Aku bisa melipat sepedanya.. Jadi aku hanya membawa pakaianku saja?”

“Ne! kau punya cukup uang kan?? Jika ada keperluanmu yang kurang, kau bisa membelinya disana..”

 

“SEUNGHYUN AH!!!!”

 

OH. MY. GOSSHH!

Jino. Niel. Dan Myung Soo. Kau tahu apa yang mereka bawa?. Semua barang yang hendak dibawa Seunghyun aku rasa. Apa mereka tidak punya uang bahkan untuk menyewa sepeda disana?.

 

//

 

‘Suruh Taeyon pergi mandi!’

 

Huh?

Kulirik si pengirim pesan yang sedang berpura-pura memandangi dan mengagumi foto keluarga.

 

Dia memelototiku? Apa maksudnya!

 

Kubalas saja pesannya.

‘Taeyon sudah mandi’

 

Kau sedang mengirim pesan pada siapa eonni?”

Ah! Taeyon mencoba mengintip isi pesan yang ku kirim pada Jinki oppa.

“Ahni..hanya memberitahu umma kalau aku akan pulang agak malam..”

“Ohh..”

Taeyon kembali pada aktifitasnya. Dia menonton fashion TV, acara yang seharusnya aku ikut tonton. Tapi.. si pengirim pesan ini terus saja mengganggu.

 

Drrrttt…dddrrttt…

 

‘Suruh Taeyon memberi makan bubu!’

 

Aishhhh!!! Itu bukan tugas Taeyon!

 

‘Bubu sedang puasa! Begitu juga dengan Pororo!’

 

Jika saja tidak ada Taeyon, akan kuhampiri Jinki oppa! Padahal jarak kami hanya beberapa meter, dan kami saling mengirim pesan. Menggelikan..

 

Jinki oppa menoleh kearahku setelah menerima pesan balasanku.

Apa maksudnya? Tatapannya seperti memelas.

 

“Jinki oppa! Kenapa kau diam disitu sedari tadi?”

Taeyon berhasil membuat Jinki oppa gelagapan.

“Hanya.. ah! aku rindu pada appa! Jadi aku memandangi foto appa! Apa tidak boleh??”

Taeyon melirikku, sepertinya dia mencurigaiku.

“Gwebon eonni bukan yeojachingumu lagi kan oppa? Jadi untuk apa kau berusaha menemuinya?”

Euhh? Apa Taeyon menyadarinya?

“Ak..aku tidak…akhh! Sudahlah!”

Jinki oppa akhirnya menyerah dan berlalu pergi.

Taeyon masih memandangiku. Matanya penuh kecurigaan.

 

//

 

“TAEYON!!!”

 

Omo! Apa yang harus aku lakukan??

 

“TAEYON!! PALLI!!”

“Ne??”

Taeyon terkejut saat melihat aku berusaha mengangkat tubuh Jinki oppa yang terbaring di lantai.

 

“Oppa?? Apa yang terjadi padanya?”

Taeyon mengernyitkan keningnya, dia tampak bingung apa yang harus dilakukannya. Dia tidak bisa diam, terus menginjak-injak lantai.

“Hubungi Jonghyun oppa!!”

Taeyon tidak dapat berhenti menggigit bibir bawahnya dan menoleh kekanan dan kekiri.

“Taeyon.. jebal.. tenanglah.. hubungi Jonghyun oppa..”

Tanganku sudah penuh dengan darah Jinki oppa yang terus keluar dari hidungnya.

 

Baiklah..

Dari mana harus kuceritakan?

 

Hmmm…

Ini semua berawal saat Jinki oppa berhasil membujuk Taeyon untuk memberi makan Bubu dan Pororo.

 

***

Flashback

 

“Psssttt~..”

 

Seperti ada yang memanggilku?.

 

“Psssttt!”

 

Dari mana asal suaranya?

 

Plukk~

Awwww…aissshhhh!! Siapa yang melempariku dengan tulang ayam!

 

Ternyata si biang ayam yang melakukannya.. Jinki oppa melambai kearahku sambil tersenyum. Dia memintaku untuk menghampirinya di kamar. Apa yang dia inginkan?

 

Aku memeriksa keadaan sekitar. Kemana Taeyon?

 

“Taeyon tidak ada!”

Senyuman Jinki oppa berubah menjadi desisan ular saat aku belum juga menghampirinya.

 

Sepertinya Taeyon memang tidak ada. Sudah saatnya aku menyelesaikan masalahku dengan Jinki oppa.

 

“Oppa yakin Taeyon tidak akan memergoki kita?”

Aku masih berbisik saat memasuki kamar Jinki oppa.

“Bubu dan Pororo, mereka jika berbuka puasa, butuh asupan makanan yang banyak.. Taeyon akan kewalahan menyuapi mereka..”

Bubu dan Pororo? Apa Taeyon sedang memberi makan mereka? Bagaimana cara Jinki oppa membujuk Taeyon?.

 

“Bagaimana? Sudah terlambat berapa hari?”

Jinki oppa langsung membuka permasalahan kami. Aku memberitahunya kemarin melalui pesan.

“Hari ini belum juga dapat. Itu berarti empat hari.”

“Ummamu sudah mengetahuinya?”

“Oppa! Aku bisa dibunuhnya!”

“Lalu apa rencanamu?”

Kenapa Jinki oppa melimpahkanya padaku?? Aku sendiri tidak tahu harus bagaimana?.

 

“Gwebon.. aku sudah mencarikan bidan yang paling professional.. agar saat kau melahirkan, tidak terlalu sakit..”

“Bukan itu yang aku khawatirkan oppa..”

“Ooh! Aku sudah searching di internet.. banyak baju hamil yang cantik.. aku bisa membelikannya untukmu..”

“Oppa!”

“Kemarin pun aku sudah mencari rumah yang nyaman untuk pasangan muda..”

“Apa maksudmu??”

“Aku juga.. sudah membelikanmu cincin.. kau suka?”

 

Aa..aa..aaa…

Cantik sekali cincin itu.. apa oppa sedang melamarku?

Aku tidak tahu Jinki oppa sudah begitu siap..

 

“Oppa gomawo~”

Aku gemas sekali pada namja ini. kupeluk erat, dan lebih erat lagi.

 

Crooottt~

Suara apa itu?

 

Oppa?

Jinki oppa memegangi hidungnya. Menahan darah yang keluar dari hidungnya keluar lebih banyak. Wajahnya pucat. Aku rasa darah yang keluar terlalu banyak.

 

Oppa?

 

Bruughh~

Oppa!!!

 

***

 

//

 

JINKI POV

 

Aku rasa aku sudah mengalami peningkatan.

 

“Sebenarnya.. aku mencurigai sesuatu. Ada yang salah padamu.”

Jonghyun memainkan botol infusku. Diperhatikannya setiap tetes cairan infuse yang jatuh.

 

“Apa yang salah?”

“Ahni! Lupakan saja..”

Kini Jonghyun beralih memainkan buah-buahan yang tersaji di meja. Dia menjajarkannya berdasarkan gradasi warna. Mulai dari hijau ke kuning kemudian merah.

 

“Berapa lama aku pingsan?”

“Tidak sampai lima jam..”

Sudah kubilang. Aku mengalami peningkatan.

“Sepertinya aku mulai kuat.”

Kim Jonghyun mengernyitkan keningnya dan menoleh kearahku.

“Maksudku.. bukankah biasanya aku pingsan lebih dari enam jam? Aku bahkan pernah tidak sadarkan diri salama dua hari.”

Jonghyun mulai mengerti kemana arah pembicaraanku.

“Jadi.. maksudmu.. kau sudah dapat menyentuh Gwebon?”

“Ne..”

Mata Jonghyun, seperti masih menyimpan keraguan. Apa dia belum percaya kalau aku sudah perkasa?

 

Sudahlah lupakan Jonghyun. Biarkan dia bermain dengan buah-buahan itu.

 

Heu..ahehe..ehehehe…

 

“Kau tersenyum sendiri lagi Jinki! apa yang kau pikirkan?”

Aisshhh!! Ternyata Jonghyun masih memperhatikanku.

 

Tentu saja aku tersenyum. Aku sedang bahagia.

Jika aku memejamkan mataku.. aku masih dapat merasakan saat tangan Gwebon merangkul pinggangku, listriknya menggelitik seluruh tubuhku. Listrik itu terus memproduksi darah yang berlebih, sehingga hidungku tidak dapat menampungnya lagi. Aku bahkan masih dapat merasakan sesuatu milik Gwebon yang menempel didadaku.

 

“Kau mimisan lagi Jinki!”

Jonghyun melemparkanku kotak tisu. Benarkah aku mimisan lagi?

 

Benar..

Kulihat darah mulai menetes di bajuku.

 

“Aku semakin tidak mengerti Jinki.. bagaimana bisa kau.. maksudku.. bagaimana bisa Gwebon sampai hamil jika kau seperti ini? membayangkan sesuatu miliknya pun kau sudah mimisan..”

“Ya! Jonghyun! Kau masih meragukan keperkasaanku!!”

“Sangat!”

“Aisshh!! Kau!”

“Ceritakan padaku..secara detail.. kejadian sebelum kau pingsan selama dua hari yang menyebabkan Gwebon hamil..”

 

Dia menantangku!! Baiklah akan kuceritakan!

 

***

Flashback

 

“Kau sudah mengingkari janjimu..”

Huh? Apa yang dibicarakannya?

“Mwo?”

“Bukankah kau bilang tidak akan menyakiti Taeyon lagi?”

Gwebon membantu mengganti tisu yang sudah mulai memerah, dia memilin tisunya dan menyumbatkannya kehidungku.

Kupikir memang aku sudah lama tidak menyentuh Taeyon.

“Apa yang terjadi pada Taeyon?”

Mungkin terjadi sesuatu yang buruk pada Taeyon, dan mungkin Gwebon mencurigaiku.

“Kita putus saja..”

“MWO!!”

Apa salahku!!

 

“Tu..tu..tut..tunggu! kenapa tiba-tiba memutuskan hubungan seperti ini!”

“Seseorang menabrak Taeyon.. kaki Taeyon terluka.. apa mereka suruhanmu??”

Taeyon tertabrak? Kapan?

 

“Hah! Sudahlah.. kau memang tidak pernah berniat untuk menjadi oppa yang baik bagi Taeyon.”

“Jadi kau pikir aku masih berusaha melukai Taeyon?. Ya! Aku sudah berjanji bukan? Aku sudah menepatinya!”

“Entahlah oppa.. aku sudah tidak percaya lagi padamu.”

 

Apa yang sudah kulakukan? Aku merasa tidak melakukan apapun..

 

Euh? Gwebon akan pergi?

Dia mulai beranjak dari kursi..

Apa berakhir seperti ini?

 

“Gwebon tunggu!”

Awww!! Aku mencoba menghentikannya. Tapi saat tanganku menyentuh tangannya, kurasakan listriknya menyengatku sehingga aku melepaskan peganganku.

 

“Kau boleh menyiksa Taeyon mulai sekarang.. dan aku yang akan membantu Taeyon.”

Gwebon melambaikan tangannya.. apa ini artinya.. benar-benar berakhirkah?

 

“Gwebon tunggu!”

Gwebon tidak menghiraukanku dan terus berlalu. Dia sudah dekat dengan pintu. Apa yang harus kulakukan?.

 

“Oppa. Lepaskan tanganmu.”

Tuhan sayang padaku..

Aku dibantu olehNya..

Tubuhku bergerak sendiri. Aku menahan Gwebon pergi, memeluknya dari belakang.

“Oppa. Aku hitung sampai tiga.”

Tapi apa ini? tangan kiriku menyentuh perutnya.. tapi dimana tangan kananku berada? Kenapa tanganku merasakan sesuatu yang lebih menonjol?

Aku melihatnya dari balik bahu Gwebon..semoga tanganku tidak berada di..

O!Omo!!

“Oppa kau sudah keterlaluan!”

Reflek aku melepaskan pelukanku..

Tanganku.. sudah pernah berkunjung ke daerah terlarang milik Gwebonie.. memang aku tidak menyentuh dua-duanya, aku hanya menyentuh bagian kirinya. Tapi itu pun sudah cukup mengalirkan listrik yang terus menerus.

“Oppa! Kalau begini kau harus bertanggung jawab!”

Tangan kananku terus memproduksi listrik. Dan listrik itu sudah sampai diotakku. Pusing sekali..

“Oppa? Kau tidak apa-apa?”

Kini listriknya sudah menyengat jantungku..

 

***

 

“Tunggu! Hanya sampai situ?”

Jonghyun tidak puas dengan ceritaku.

“Memangnya kau mau sampai mana!!”

“Ahahahaha..Jinki, tidak mungkin Gwebon hamil hanya karena kau sentuh dadanya..”

“Kenapa tidak mungkin!!”

“Apa kau lulus mata pelajaran biologi?”

“Apa hubungannya dengan pelajaran biologi!!”

“Apa Gwebon juga berfikir kalau dia hamil?”

“Tentu saja.. dia bilang kalau dia sudah terlambat empat hari!!”

“Dia tidak hamil.. mungkin hanya stress.. stress karena kau sudah menyentuh daerah terlarangnya.. stress bisa menyebabkannya terlambat Jinki..”

“Benarkah??”

“Ahahahahah.. Jinki. kau dan Gwebon memang serasi..”

Gwebon tidak hamil? Kalau begitu sia-sia aku melamarnya..

Ahni! Jangan sampai aku batal menikahinya..

 

“Jjong ah!! Kumohon jangan bilang pada Gwebon kalau dia sebenarnya tidak hamil..”

“Mwo? Wae?”

“Jika dia tahu yang sebenarnya.. bagaimana dengan cincin yang sudah kubeli? Dan bahkan Gwebon akan memutuskanku..”

“Bagaimana ya.. aku punya syarat..”

“Apa!”

“Entahlah..aku rasa Taeyon tidak menyukaiku..”

“Bukankah itu bagus?”

“Itu buruk! Bantu aku, biarkan aku jadi calon dongsaengmu..”

“Kau suka pada Taeyon!! Kau gila!!”

“Kau juga gila!! Kau suka pada baby sitternya Taeyon!! Kau lebih gila karena hanya karena itu kau melupakan dendammu pada Taeyon dan Nyonya Heesica yang kau tanam sejak kecil..”

“Akan kulakukan apapun agar Gwebon menyukaiku!!”

“Begitu juga denganku!! Tidak bolehkah aku menyukai dongsaengmu!!”

Isshhhh!!!

“Kau percaya karma Jinki?”

“Mwo?”

“Sedari kecil aku selalu membantumu menyiksa Taeyon.. entah mengapa, sebenarnya aku mulai menyukai adikmu sejak kecil..”

 

Benar..

Mungkin aku juga mendapatkan karma..

Aku benci sekali baby sitter itu awalnya.. kini yang kulihat hanya Gwebon. Bukan baby sitter.

Hihii..

Kalau ini hukuman dari Tuhan karena aku sudah menyiksa Taeyon..tidak masalah bagiku.. aku suka hukuman ini..

 

“Jadi..bagaimana? kau setuju membantuku dengan Taeyon?”

“Deal!!”

 

//

 

Gwebon POV

 

“Cincinmu baru eonni?”

“Huh?”

Taeyon menunjuk pada cincin yang melingkari jari manisku.

 

“Oh..ne..”

Jika ku ingat lagi.. suhu tubuhku akan mulai memanas..

Apa aku suka pada Jinki oppa?

Aku senang sekali saat dia melamarku..

 

“Cincin dari Jinki hyung?”

Mwo? Kenapa Minho mengetahuinya?

 

“Dari Jinki oppa? Kenapa Minho oppa berasumsi seperti itu?”

“Aku yang memilihkannya..”

Mwoya!! Jadi Jinki meminta bantuan pada Minho?? Bagaimana jika dia memberi tahu Taeyon??

 

 

-bersambung-

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

 

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^


About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 24 Juni 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 22 Komentar.

  1. Sumpah onew oon bgt anak sd juga tau kalo cuma kaya gitu doang gakan hamil wkwkwk jadi part 7 terakhir ya? Ditunggu lanjutannya😀

  2. aigoo~ kayakx jinki ma gwebon bneran g lulus pelajaran biologi deh!! -.- si jjong emang yadong!!! pasti bentar lg ketauan dah itu~ :p ngakak pas flashback si jinki!! xD

  3. huahahahahahahahhaa..
    Jinki,,,jinki..
    Ckckck..
    Sma’a sma gweboon..
    Q pkir bner2 ngelakuin ‘itu’,,gx tw’a..
    Aduh2..
    Lanjut chinguuu…
    Next part q tunggu…

  4. mwahahahhaaa jinki bego! gwebon jg bego! -_-” cocok banget…
    kirain beneran uda nglakuin itu, dipeluk aja si jinki pingsan, apalagi melakukan itu hufft kkk~
    lanjut thor! XDD
    pnsaran si taeyon akhirnya sm Minho atau Jjong..
    tp saran ku sih sm Jjong aja thor.. soalny Jjong kn uda suka sjak kecil.. kasian dia..
    klo soal minho, sm ak aja! /plakk😄 ._.v

  5. Lanjut jangan lama2.

  6. Akhirx publish jgaaammtdi aku liat dh nympe part 8,,hoohoo

    komen ni dlu

    msaa cma pegang ntu duang bsa hamil,,haduuuh jinki opp dadajje….
    Tapi gaya pcrnx lucu,,,mau kiss pngsan,,hahhaaaaa

  7. Jiaaa~ pasangan serasi … Love it

  8. WKWKWKWKWKWKKWKWKW.. ada-ada aja ya,masa cuma di sentuh doang bisa mikir kalo hamil..ckckckckck… ya ampunn,,,, wokeh! karna udah baca part 6 aku segera beralih ke part 7..dadaaahh*plak!

  9. hhahahahaha.koq ada siy 2 org sepolos nyuppa ma gweboon d dunia ini.ahahahaha konyol bgt😄

  10. mian thor q bc dsni haha jibon bnr2 psgn yg aneh keke

  11. ckckck….awalny q bngung,,trnyta….

    ahahahaha…bner” pabo tu gwebon sma jinki,,msak cma dpgang doang bsa hmil sich!!ckckck

    kau da kmajuan jinki….daebak thor

  12. onew u,u

  13. jinbwoon aneh . Masa cuma menyentuh ”ITU” aja bisa bunting .

    ck~🙂 pasangan aneh

  14. asli jinki sama gwebon polos amat >w<!! , cocok , hahahhaha, jangan2 yg ngelukain taeyeon dirinya sendiri lagi ? next capt ah biar ngga penasaran

  15. hahaha…
    cmn krn kepegang itunya ms bisa jd hamil???
    bodoh ato g tau yaa…
    hahahahah

  16. missnandaa 최민호

    Jinkibum pasangan pabo abad in.hahaha xD

  17. hahahahaah…
    keren..

    nice story….

  18. huaahahahaahahaha
    aigooo,, kirain ternoda bneran digituin (?) ma jinki,, ternyata cman kepegang “itu”nya ttoh ?

    orang 2 itu *jinki am gwebon mksudny* bner” bkin ketawa smpek guling” hahahaha

  19. psangan babo *plak djitak onew* . . hehehe . . ff DAEBAK . .

  20. hwaaa…mereka berdua biologinya kaga ada yang lulus,,,,hahaha
    adad2 j cuma di pegang hamil,,,,😀
    lucu..lucu…lucu

  21. ChristianVictor

    Onew+Key bego! #plakk. Masa cuma gitu doang bisa hamil?! Hahaa… Aku kira mereka berdua bener-bener ngelakuin ‘itu’ #halahh.

  22. Kacau.,,dah gede tp ttp aj biologix parah…kirain mang dah ngelakuin itu,,bkin stres aj…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: