[FF/oneshoot] When Eomma Sing a Lullaby

 

Cahaya di rumah itu tinggal remang-remang. Sepertinya semua penghuninya sudah terlelap semua. Kyuhyun memelankan laju mobilnya masuk ke garasi agar tidak membangunkan siapa pun. Setelah mobilnya terpakir dengan benar, pria itu mulai mematikan mesin dan mengecek jam di ponselnya sebelum turun.

Sekarang sudah jam sebelas, Kyuhyun menghela napasnya. Akhir-akhir ini dia memang tidak pernah pulang dan tidur di dorm karena terlalu sibuk. Ia merindukan keluarganya. Rindu dengan Reina, putrinya yang cerewet. Rindu dengan Reiyu, putranya yang overaktif. Dan juga pada ibu dari kedua anaknya yang tercinta, Hana. Ia rindu mendengar omelannya. Apa mereka sudah tidur ?

Kyuhyun menaiki tangga beranda rumahnya, lalu berjalan pelan-pelan ke depan pintu depan. Keningnya berkerut saat mendengar suara berisik Hana dari dalam. Kedengarannya Hana sedang mengomeli seseorang, tapi siapa ? Dan ternyata dia belum tidur ?

Tapi ada baiknya juga jika istrinya belum tidur, jadi dia bisa melepaskan rindu pada istrinya.

Sambil tersenyum membayangkan (?), ia membuka pintu dengan kunci miliknya. Setelah menutup pintu dengan pelan, ia langsung melihat sekelebat bayangan yang melewatinya, lalu.. “Reina-yaa..”, di ujung ruang tamunya, ia melihat Hana menggeram sambil mengacakkan pinggangnya pada seseorang. Eh ? Hana menggeram pada siapa ?

Kyuhyun menurunkan pandangan matanya dan baru sadar kalau putri kecilnya sedang bergelayut di kaki kanannya. “Tidak mau..”, rengek gadis itu manja.

Kyuhyun mengangkat alisnya dan kembali melihat Hana yang sedang menggeram kesal, “Ayo tiduuur..”

“Anni~ Aku ingin bermain dengan appa”

Hana mendesah lalu memandang suaminya yang juga sedang menatapnya. Ia tak tega melihat wajah suaminya yang lelah dan harus bermain dengan putrinya. Suaranya mulai melembut, “Appa lelah, sayang~”. Ia berjongkok dan menatap lembut putrinya, “Ayo kemari..ikut eomma tidur”, ucapnya sambil memberi tanda untuk mendekat kepada Reina dengan tangannya.

Reina merengut dan makin mempererat pelukan di kaki Kyuhyun, ayahnya. Kyuhyun tersenyum dan mengusap-usap puncak rambut Reina dengan lembut. Reina putrinya, ternyata rindu bermain dengannya. Kapan terakhir kali dia bermain dengan gadis kecil ini ? Ooh..dua minggu yang lalu. Ia benar-benar bukan ayah yang baik.

Kyuhyun melepaskan pelukan Reina di kakinya, lalu menggendong gadis kecil itu. “Ayoo.. kita bermain bersama”

“Kyuu..”, protes Hana sambil berdiri dan berjalan menghampiri mereka, “Ini sudah malam dan Reina harus ti—“ mereka sama-sama mendengar suara tangisan Reiyu. Hana mendesah dan cepat-cepat berlari ke kamarnya sambil menggerutu-gerutu sendiri.

Kyuhyun masih memandang istrinya yang berlari ke kamar saat dia merasakan putri kecilnya menepuk pundaknya. “Appa~ mau kuberi rahasia ?”, tanya Reina.

Kyuhyun menahan senyumnya saat melihat mata putrinya yang melebar dengan lucu.“Apa ?”, tanyanya sambil memasang wajah pura-pura penasaran.

“Sebenarnya aku tidak mau tidur karena eomma menyanyi untukku..”

Kyuhyun tertawa tertahan, lalu bertanya lagi, “Memangnya ada yang salah dengan nyanyian eomma ?”

Reina menggeleng, “Nyanyiannya tidak salah.. Tapi suara eomma jelek sekalii..”

Kali ini Kyuhyun tak bisa menahan tawanya. Ia tertawa keras sampai Reina menepuk pundaknya lagi, “Ssshh… appa jangan tertawa~! Nanti eomma dengar..”

Kyuhyun meletakkan jari telunjuk di mulutnya mengikuti Reina. Lalu mulai membawa gadis itu masuk ke dalam rumah mereka.

Tiba-tiba Kyuhyun ingin minum sesuatu. Ia bertanya pada putrinya, apa dia ingin menemani ayahnya minum kopi di dapur. Ternyata putri kecilnya itu mengangguk riang. Mereka akhirnya sama-sama masuk ke dapur.

Reina memandang wajah ayahnya dengan bahagia. Ia senang sekali bisa melihat ayahnya sampai-sampai dia tidak mau melihat apa-apa selain wajah ayahnya sekarang. Lalu tiba-tiba Kyuhyun menghentikan langkahnya, membuat Reina bingung dan harus memalingkan pandangannya dari wajah ayahnya. Ooh..ternyata karena eommanya.

Kyuhyun terkejut melihat istrinya di dapur. Wanita itu sedang sibuk membuat susu untuk putra kecilnya sampai tak sadar dengan kehadiran Kyuhyun dan putri kecilnya. Tiba-tiba Kyuhyun sedih melihat wajah lelah Hana. Ooh ya ampunn..dia sudah membuat istrinya lelah menjaga dua anaknya sendirian. Lagi-lagi ia merasa bukan ayah dan suami yang baik bagi keluarganya.

Kyuhyun memalingkan wajahnya ke gadis kecilnya saat Hana berbalik dan melakukan sesuatu di meja dapurnya. “Putri kecil appa.. Bolehkah appa menurunkanmu sebentar dari gendongan ?”, bisiknya, takut Hana mendengar.

Reina mengangguk patuh dan merelakan ayahnya menurunkannya pelan-pelan di lantai. Kemudian Kyuhyun berjalan pelan-pelan menghampirinya istrinya dan memeluknya dari belakang.

Hana menggumam terkejut, lalu menoleh ke kepala yang menyandar di pundaknya. “Kyuhyun ? Apa yang kao lakukan ?”

“Memeluk istriku..”, jawab Kyuhyun sambil memejamkan matanya.

Wajah Hana memerah, lalu dia ingat putrinya, “Reina mana ?”

“Appa.. aku juga mau di peluk..”, rengek Reina cepat sambil menarik celana ayahnya.

Hana tersentak dan cepat-cepat melepaskan pelukan Kyuhyun. Ia membulatkan matanya ke Kyuhyun seolah-olah mengatakan ‘kau-membiarkan-reina-melihat-kau-memelukku‘. Kyuhyun hanya menatapnya tanpa dosa. Hana menghela napasnya lalu merendahkan tubuhnya ke Reina, “Anak eomma belum tidur juga ?”, tanyanya lembut

“Appa memintaku menemaninya minum kopi..”, jawab Reina sambil melirik Kyuhyun.

Hana memalingkan tatapan menyalahkannya ke Kyuhyun.

Kyuhyun terkejut, lalu cepat-cepat melakukan pembelaan, “Tadi maksudku bukan begitu.. Aku hanya—“

Hana memincingkan matanya lalu bergegas menegakkan tubuhnya sambil berkata dengan nada rendah dan memerintah, “Cepat bawa Reina ke kamarnya..”

Kyuhyun mengangkat alisnya dan cepat-cepat membuka mulutnya untuk melakukan pembelaan lagi, tapi dia menutupnya kembali dengan cepat. Ia rasa membantah Hana saat ini bukan hal yang tepat. Tapi ia merasa tak bersalah. Dia harus melakukan pembelaan. Akhirnya pria itu hanya diam tidak melakukan apa-apa karena sibuk bergulat dengan pikirannya.

Reina menatap ibunya tak mengerti. Kenapa ibu ? Tapi Reina juga tak mengeluarkan suaranya dan memilih diam.

Ketika Hana sudah selesai menyiapkan susu Reiyu, ia baru sadar Kyuhyun masih di tempatnya, belum melakukan perintahnya. Ia berdeham, lalu melembutkan suaranya. “Sebaiknya kau cepat membawa Reina tidur.. Setelah itu, biar aku yang akan menemanimu minum kopi”, ucapnya sambil berjalan melewati Kyuhyun, keluar dapur.

——-

Untungnya Reina tidak banyak bertingkah. Setelah Kyuhyun menggendongnya sampai ke tempat tidur, gadis kecil itu langsung menyelimuti dirinya dan menutup matanya. Kyuhyun tidak langsung beranjak keluar dari kamar putri kecilnya, malah meninabobokan sebentar sampai putrinya itu benar-benar tertidur.

Melihat Reina yang sudah benar-benar tertidur, dia menghela napasnya lega. Pria itu ternyata tak perlu melakukan apapun untuk membuat putri tertidur. Ia bangkit dari tempat tidur putrinya sebelum memberikan ciuman selamat malam di kening putrinya.

Kyuhyun memandang wajah putrinya yang tertidur dengan tenang sesaat baru mematikan lampu dan menutup pintu.

Sambil mengusap-ngusap tengkuknya yang tiba-tiba terasa berat, dia berjalan ke dapur. Nah..sekarang dia harus bilang apa untuk menenangkan istrinya agar tidak mengamuk ?

Ia terus mencari-cari ide di kepalanya sampai ia tiba di dapur dan melihat istrinya yang sedang mengaduk-aduk kopi.

Hana tidak langsung menyadari kehadiran Kyuhyun. Ia mengangkat wajahnya dari cangkir kopi dan memandang suaminya dengan senyum lembut, “Kyu ?”

Sepertinya istrinya sudah tidak marah lagi. Kyuhyun berjalan mendekati Hana dan duduk di kursi meja makan.

Hana masih memandangi suaminya lembut. Setelah melihat suaminya duduk, ia segera membawa dua cangkir kopinya ke meja makan. Sambil meletakkan satu cangkir kopi ke hadapan Kyuhyun, ia berkata, “Diminum yaa suamiku sayaaangg..”

Kyuhyun mengangkat alisnya sambil menatap Hana yang mulai duduk di kursi di hadapannya kemudian menyesap kopinya dengan wajah memerah. Tak biasanya Hana menggodanya seperti tadi. Tapi Kyuhyun bahagia. Berarti Hana benar-benar tak marah dan masih sangat mencintainya. Ia ikut menyesap kopinya sambil menahan senyum.

Mereka diam sesaat. Hana memandangi cangkirnya, masih dalam keadaan malu setelah mengucapkan kalimat tadi. Sementara Kyuhyun memandangi langit melalui pintu kaca dapurnya, melamunkan keluarganya.

Hana merasa dialah yang harus memulai pembicaraan ini. Ia berdeham, lalu mengangkat wajahnya, memandangi Kyuhyun. “Bagaimana pekerjaanmu ?”

“Hm ?”, Kyuhyun membuyarkan lamunannya dan menoleh menatap Hana. “Baik”

“Apa kao lelah ?”, tanya Hana langsung dan khawatir.

Kyuhyun tersenyum melihat kekhawatiran di wajah istrinya, “Tentu saja”

Hana menghela napasnya lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, “Sudah kubilang kan jangan terlalu keras bekerja.. Lihat bagaimana jadinya ? Kao jadi sangat lelah begini. Kurangi pekerjaanmu sebelum kau jatuh sakit lagi..”

“Arraso istriku sayaaang”, sahut Kyuhyun riang seperti anak kecil. Hana cepat-cepat memalingkan wajahnya yang memerah dan membuat Kyuhyun tertawa. Ia suka Hana yang masih saja malu padahal mereka sudah menikah. Ternyata Hana masih menjadi gadis pemalu seperti dulu. Kyuhyun berhenti tertawa dan tersenyum menyadari hal itu. Ia mengulurkan tangannya dan mengenggam tangan kiri Hana. Hana terkejut dan menoleh ke Kyuhyun lagi. “Apa kau merindukan aku ?”, tanya Kyunyun

Hana melebarkan matanya terkejut dengan pertanyaan Kyuhyun. Ia malu menjawabnya, tapi kali ini ia harus menahan rasa malunya. Kyuhyun adalah suaminya. Ia tak perlu merasa malu. “Aku merindukanmu..”, ucap Hana pelan.

“Kalau kau rindu kenapa duduk di situ ?”, tanya Kyuhyun. Ia menepuk-nepuk kursi di sebelahnya, “Cepat duduk disini..”

Hana tak bisa menahan semburat merah di wajahnya. Tapi ia bangun dari kursinya dan berjalan memutari meja, menuju kursi di sebelah Kyuhyun. Saat ia ingin duduk tiba-tiba Kyuhyun menahannya. “Tunggu !”, serunya cepat yang membuat kening Hana berkerut.

Ternyata Kyuhyun menarik kursi itu mendekat dengan kursi miliknya. Hana benar-benar malu menyadari kalau Kyuhyun menginginkannya duduk benar-benar dekat dengannya. Kyuhyun menoleh ke Hana dengan wajah sumringah, lalu mempersilahkannya duduk, “Ayo duduk..”

Sambil menahan malu, Hana duduk di kursinya. Baru saja dia duduk, Kyuhyun sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Hana. “Aku lelah sekali..”

Jantung Hana berdegup kencang karena kelakuan Kyuhyun yang tiba-tiba manja seperti ini. Eh tapi kenapa dia masih saja malu ? Sekarang ia sudah menjadi istrinya Kyuhyun, kan ? Kenapa harus malu ? Hana berusaha keras memelankan degup jantung dan tubuhnya yang mendadak kaku. Setelah merasa agak tenang, Hana mulai mengeluarkan suaranya. “Tadi aku mendengarmu bernyanyi untuk Reina”, katanya dengan suara tercekat.

Kyuhyun yang memejamkan matanya hanya bergumam, “Hmm.. Lalu ?”

Hana mengerutkan keningnya untuk mengakui kemampuan Kyuhyun, “Suaramu.. bagus”

“Aku sudah tahu”

Hana menghela napasnya sambil melanjutkan kalimatnya, “Tidak seperti suaraku..”

Kyuhyun membuka matanya saat mendengar nada sedih di kalimat Hana. Ia cepat-cepat mengangkat kepalanya dan menatap Hana yang sedang menunduk sedih. Istrinya kenapa lagi..

Hana mendesah lalu tiba-tiba mengangkat wajahnya yang tersenyum ke Kyuhyun, “Reina pasti cerita padamu aku tidak pintar bernyanyi, kan ?”, tanyanya dengan senyum lebar dan menggigit bibir bawahnya.

Kyuhyun mengangkat alisnya melihat perubahan ekspresi Hana, “Benar”

“Lalu kau bilang apa ?”, tanya Hana sambil mendekatkan wajah penasarannya ke Kyuhyun.

Alis Kyuhyun makin terangkat geli melihat wajah penasaran Hana yang seperti anak-anak, “Tidak ada”

“Masa ?”, tanya Hana tak percaya.

Kali ini Kyuhyun tak bisa menahan tawanya melihat wajah tak percaya Hana yang benar-benar seperti anak kecil. “Aku benar-benar tidak bilang apa-apa”, sahutnya sambil setengah tertawa. Saat berhenti tertawa dia bertanya, “Memangnya kenapa ?”

“Tidak kenapa-kenapa”, jawab Hana sambil memundurkan wajahnya dan kembali duduk tegak dan memandang lurus ke depan. Ia mengangkat bahunya dengan mata menyipit dan kening berkerut, “Hanya ingin tahu reaksimu saja”

Kyuhyun tahu kalau istrinya menyembunyikan sesuatu. Karena itu, ia merengkuh wajah istrinya dengan kedua tangannya dan membuat istrinya itu menatapnya. “Kalau ada yang ingin kau katakan padaku, katakan saja. Aku tidak akan marah. Kau tahu kan aku ini suamimu..”

Hana terkejut dengan perlakuan Kyuhyun tiba-tiba padanya. Apalagi dengan kalimat Kyuhyun. Ia menggeleng-geleng dalam rengkuhan kedua telapak tangan Kyuhyun, “Tidak usah dipikirkan.. Bukan masalah besar..”

“Hana.. Tolong jangan sembunyikan apa pun padaku”, desak Kyuhyun. “Tidak peduli masalah besar atau tidak, yang penting jangan menyembunyikannya sendirian. Aku ini suamimu. Kau harus membagi masalahmu denganku. Kita bisa menghadapinya bersama-sama”

“Tapi ini bukan masa—“, Kyuhyun memotong kalimat Hana dengan mengecup ujung bibir Hana. Hana kaget dan langsung mendorong Kyuhyun menjauh, “Yaa~! Apa yang kau lakukan ? Aku kan sedang bicara”, protes Hana.

“Itu akibatnya kalau kau terus menolak untuk menceritakan masalahmu..”, tiba-tiba Kyuhyun tersulut emosi. Aduh..dia tak boleh emosian seperti ini. Kyuhyun cepat-cepat menenangkan dirinya dan membujuk Hana lagi, “Ceritakan padaku Hana..”

Hana memandangnya kesal lalu menghela napas dan melipat tangannya di depan dada. “Ingat kao harus berjanji tidak akan tertawa karena aku sudah mengingatkanmu kalau ini hanya masalah kecil”. Kyuhyun mengangguk dan mendengarkan dengan baik-baik cerita istrinya.

Hana tidak langsung bercerita karena masih ragu-ragu. Ia menunduk lagi dan memain-mainkan jarinya malu sambil bercerita, “Aku hanya merasa minder menjadi istrimu. Suaramu bagus dan sangat disukai oleh semua orang, sedangkan aku ? Suaraku jelas-jelas tidak bagus.”

“Aku bukan penyanyi sepertimu. Bahkan aku juga tidak pintar menyanyi. Seharusnya seorang penyanyi menikah dengan penyanyi juga. Atau setidaknya dengan orang yang pintar bernyanyi, tidak sepertiku. Nanti kata apa kata orang ? Mereka akan mengira kau tidak punya telinga yang baik untuk membedakan mana suara yang bagus mana yang tidak. Kau akan dianggap sebagai pria yang punya selera buruk”

Kyuhyun ternyata benar-benar tak bisa menahan tawanya. Ia tertawa. Keras dan terpingkal-pingkal. Tak menyangka kalau pikiran istrinya itu bisa melantur jauh. Benar-benar konyol dan janggal. Ia yakin tidak akan pernah ada orang yang berpikiran seperti yang Hana sebutkan tadi untuk dirinya.

Hana yang memandanginya tertawa, benar-benar merasa jengkel dan terpukul. Ia tak pernah mengharapkan respon suaminya akan begini terhadap ceritanya. “Yaa~! Berhenti tertawa~! Kau sudah janji tadi..”

Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya, menyuruh Hana sabar menunggunya habis tertawa dulu. Tapi ternyata Hana tak sabar dan malah memukul-mukul dadanya. “Ya.. ya.. aku berhenti tertawa, tenang dulu”

Hana meniup poninya terbang dan menggembungkan pipinya kesal. Ia sengaja membalikkan tubuhnya dari Kyuhyun. Ia tak mau bicara lagi dengan Kyuhyun. Biar pria itu tahu rasa.

Kyuhyun mengangkat alisnya tak mengerti. Ia sudah berhenti tertawa. Kenapa Hana masih marah padanya ? “Kenapa kau membalikkan badan dariku ?”, tanya Kyuhyun bingung.

“Kau menyebalkan~!”, sahut Hana jengkel. “Rasakan bicara dengan punggung orang lain tanpa melihat ekspresinya. Aku tidak mau bicara denganmu lagi..”

“Mwo ? Kao ini kenap— Aiisshhh.. Terserah~!”, kesal Kyuhyun sambil mengacak-acak rambutnya. Kalau Hana tak mau bicara dengannya, dia juga tak akan mau bicara lagi. Kyuhyun membenarkan posisi duduknya, lalu meminum kopi dengan cepat. Dalam sekali tegukan kopi itu habis, tapi ternyata kopi itu masih panas dan membuat tenggorokan Kyuhyun terkejut.

Hana mendengar Kyuhyun mengerang kesakitan. Ia cepat-cepat berbalik untuk melihat keadaan suaminya. Ia sangat panik saat melihat suaminya itu mengernyit kesakitan sambil memegangi tenggorokannya. “Kyuu.. kau kenapa ? Gwenchana ?”

Kyuhyun mengeleng-geleng lalu berusaha bicara dengan tenggorokannya yang perih, “A..aa air..”

Hana cepat-cepat bangkit dan berjalan mencari air. “Ini..”, ucapnya sambil menyerahkan segelas air. Kyuhyun meraih gelas dari tangan Hana dan meminumnya cepat-cepat. “Pelan-pelan.. pelan-pelan..”, pinta Hana khawatir.

Setelah menghabiskan segelas air itu, Kyuhyun merasa tenggorokannya mulai membaik. Ia menenangkan tenggorokannya sebentar, baru menoleh ke Hana, “Terima kasih..”

Hana mengangguk. Lalu menjilat bibir bawahnya, merasa bersalah. “Maafkan aku.. Kalau tadi aku tidak mengacuhkanmu, pasti tidak akan begini..”

Kyuhyun menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi sambil menghela napas, “Sudah kumaafkan..”

Hana masih merasa bersalah. Ia hanya duduk diam di sebelah Kyuhyun sambil menunduk. Lalu tiba-tiba Kyuhyun memanggilnya lagi, “Hana..”

Hana mengangkat kepalanya.

“Mau mendengarku bernyanyi ?”

Sebelum Hana menjawab, Kyuhyun sudah bernyanyi..

(A/N : Pernah dengar Kyuhyun nyanyi lagu ‘Puff the magic dragon’ ? Nah.. bayangin dia nyanyi lagu itu sekarang xD)

Hana memandang suaminya tak mengerti. Ia memang tak bisa b.Inggris. Ia tak tahu arti lagu yang dinyanyikan oleh suaminya. Tapi tadi dia mendengar suaminya menyanyikan lagu ini untuk putrinya. Walau tak pernah mendengar lagu ini, ia yakin Kyuhyun sedang menyanyikan lagu anak-anak. Kenapa Kyuhyun menyanyikan lagu anak-anak untuknya ?

Setelah Kyuhyun selesai menyanyikan lagunya, Hana langsung bertanya, “Kenapa menyanyikan lagu anak-anak untukku ?”

Kyuhyun memincingkan matanya, “Kenapa ? Kau tak suka ?”

“Anni.. Hanya saja—“ Apa ? Hana harus bilang apa ? Dia juga tak tahu alasannya kenapa dia menanyakan ini pada Kyuhyun. Kalau bukan karena tak suka, jadi karena apa ? Hmm.. Karena apa ya ? Ooh.. “Karna aku—“

“Kecewa ?”, potong Kyuhyun sambil mendekatkan wajahnya ke Hana. “Kecewa karena bukan lagu cinta yang aku nyanyikan ?”

Hana menundukkan wajahnya, malu. Kenapa Kyuhyun bisa menebaknya dengan mudah ?

Kyuhyun mengecup kening Hana sekilas. “Aku menyanyikannya agar Reina tidak cemburu”, jelasnya

“Eh ? Reina cemburu ? Cemburu kenapa ?”

“Karena ayahnya yang tampan ini menyanyikan lagu cinta untuk ibunya, sedangkan untuknya hanya lagu berisi dongeng”, sahut Kyuhyun bangga.

Hana mendengus, lalu tak tahan untuk tersenyum. Suaminya masih saja suka membanggakan dirinya. Tapi ia suka cara Kyuhyun mengutarakan alasannya.

“Seorang penyanyi tak perlu menikah dengan seorang penyanyi..”, kata Kyuhyun tiba-tiba yang membuat Hana menoleh ke arahnya.

Laki-laki itu memandang lurus ke depan dengan wajah serius dan menghembuskan napasnya, “Aku tidak butuh penyanyi di sampingku. Anak-anakku juga tidak butuh penyanyi untuk tidurnya”

Hana menahan napasnya mendengar dan menatap Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh dan menatap Hana tepat ke dalam matanya, “Aku dan anak-anakku hanya butuh wanita ini.. Tak peduli seberapa jelek suaranya. Tak peduli betapa cerewetnya dia jika sudah mengeluarkan suaranya..”

“Kami –aku dan anak-anakku- hanya peduli dengan kasih sayangnya. Rasa cintanya”, lanjut Kyuhyun lagi. “Hanya wanita sesederhana itu saja yang kami butuhkan”

Hana tak bisa membendung air mata terharunya. Ia menangis tanpa suara sambil menatap mata Kyuhyun. Rasa leganya meluap begitu saja dari hatinya. Kenapa pria sesederhana ini bisa menjadi suaminya ? Hana menghapus air matanya dengan jempol lalu memeluk Kyuhyun erat-erat, “Terima kasih.. Terima kasih karena sudah membutuhkan aku..”

Kyuhyun membalas pelukan Hana sambil tersenyum. Istrinya memang agak berlebihan. Tapi dia bisa memahaminya karena hati wanita itu masih terlalu polos. Hana memang yang paling dibutuhkannya setelah anak-anaknya dan keluarganya di dunia ini. Wanita ini.. Wanita ini sudah mencuri sebagian jiwanya.

Hana melepaskan pelukannya dan menatap suaminya, “Karena sudah menyanyi untukku, aku akan membayarmu tuan.. Aku mau melakukan semua yang kau suruh”

“Benarkah ? Semuanya ?”, ulang Kyuhyun, memastikan. Hana mengangguk. Kyuhyun menyeringai, ini yang ditunggu-tunggunya. “Ayo kita beri Reina dan Reiyu adik baru..”

“MWORAGOO ?”

————–

Oke~ Aku butuh komen nya *bow* (u___u)

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 27 Juni 2011, in Mia Mentari and tagged , , . Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. huwaa… so sweet!!😀 tp tetep aja narsis!! -.-

  2. huaaaaahhhhhh……
    Sooooo sssswwwweeeetttttt…..
    Suka,,suka,,suka..
    Next ff d tunggu yah…

  3. So sweet (•̯͡.•̯͡) kira2 kyu kalo jd papa kaya gitu jg gak yah hahaha ditunggu FF selanjutnya

  4. kereeen
    aku sukaa
    tp kyu narsis amat yaa

  5. So sweet bngt.. Daebak deh..

  6. Yyaaaaaaahh npa oneshoot,,,
    dikira nympe +itu+ *plaaak
    hahahaahaa
    lanjuuut ajjaaa… :p

  7. Ceritanya sweet.Bahasa nya bagus.Good job.

  8. so sweet banget. Ah…. Hampir berlinang air mata. Bikin chpater dong thor. Pasti seru >,<

  9. aa baguss. . Tumbenan kyu malaikat. .haha

  10. Yunjaechunjunmin

    So sweet…

    Klwrga yg bhgia,,, ptt d cnth nh sft kyuhyun yg bjaksna…
    Daebak thor~

  11. Yunjaechunjunmin

    So sweet…

    Klwrga yg bhgia,,, ptt d cnth nh sft kyuhyun yg bjaksna…

    Daebak thor~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: