[FF/G/1S] MEMORIES

Annyeong!!! Kali ini aku memberikan Kibum peran sebagai laki-laki (emang Kibum laki-laki kan??). Dan sebagai bonus dan sebagai tanda minta maafku karena memberikan Kibum karakter menyebalkan di FF Brother Complex, kali ini Kibum aku kasih peran utama..ahahaha..
Berhubung ini FF serius perdanaku, RCL kalian sangat kunantikan..
selamat membaca..

Cast:
Kim Kibum
Lee Taemin
Lizzy
Kim Jonghyun (T^T)

Genre: Sad Romance Friendship

Leght: Oneshot

Rating: G

Kibum POV

Hari ini kepalaku sakit sekali, ingin rasanya kubenturkan hingga rasa sakitnya hilang. Aku tertidur dikelas, kenapa tidak ada yang membangunkanku?? Sekolah sudah sepi..
“Kibum hyung!!” seseorang memanggilku, seseorang yang mengaku sahabat dekatku, Lee Taemin.
“Hyung!! Kau pulang naik bis hari ini??” tanyanya terengah-engah karena harus berlari mengejarku.
“Iya..seperti biasanya bukan??” atau begitulah katanya, sudah tiga minggu ini aku belajar mengenai diriku sendiri dari namja imut ini. Lee Taemin adalah sepupuku, sekaligus adik kelasku, sekaligus pula sahabatku, begitulah ceritanya.
Aku kehilangan ingatanku semenjak kecelakaan, entah kecelakaan apa Taemin tidak pernah menyinggungnya. Taemin hanya menyinggung kalau aku tidak tahan dingin, aku selalu bolos olah raga, aku tidak punya pacar, makanan favoritku spageti, minuman favoritku kopi, dan aku selalu pergi keperpustakaan. Tapi anehnya setiap kali aku memasuki ruangan yang mereka sebut perpustakaan, aku selalu mual.

“Hyung!!” panggilan Taemin membuyarkan lamunanku.
“Aissshh!! APA!!” tanyaku kesal karena Taemin sudah mengganggu lamunanku.
“Kenapa kau selalu membentakku.. kau tidak seperti ini biasanya..” Taemin sedikit menjaga jarak dariku. Bukan maksudku membentaknya, hanya saja seperti reflek bagiku.
“Mian..” aku meminta maaf dan Taemin kembali tersenyum.
“Aku tidak bisa menemanimu hari ini.. aku harus les piano..” taemin menggerakkan jari-jarinya seolah-olah dia sedang memainkan piano.
“Arraso! Setiap hari selasa kau les piano kan??” aku mendorong kepalanya hingga Taemin hampir terjatuh.
“Ahh..hyung! berhentilah mendorong kepalaku..kau seperti preman saja..” benar-benar bukan maksudku menyakitinya, aku hanya ingin menggodanya. Tapi Taemin benar, tingkahnku seperti preman saja. Aku memang pendiam, tetapi akan sangat kesal jika ada yang menggangguku. Aku bahkan hampir memukul teman sekelasku kemarin, tapi kuhentikan karena tatapannya yang begitu ketakutan.

“Hyung!! Kau selalu melamun..” Taemin berdiri di depanku dan membuat langkahku terhenti.
“Kau segera pergi les piano saja cepat..tidak mau terlambat bukan??” aku meninju pelan bahu kirinya.
“Kalau begitu aku pergi dulu..dah hyung!!” Taemin pergi sambil berlari, dia melihat jam tangannya, sepertinya dia memang sudah terlambat.

Langkahku terhenti lagi. Aku melihat seorang yeoja berdiri di gerbang sekolah, dia bukan murid sekolah ini, seragamnya berbeda. Sudah dua minggu aku melihatnya berdiri di gerbang, seperti sedang menunggu seseorang. Yeoja yang manis, rambutnya ikal, tapi wajahnya sedikit pucat. Aku melewatinya begitu saja, entah mengapa aku merasa dia selalu memperhatikanku. Dia memang tidak pernah menghampirinku, tapi dia pergi setelah aku pergi.

Aakkhh..kepalaku sakit lagi.. apa aku harus pergi kedokter sakarang?? Tapi umma selalu bilang untuk pulang kerumah sepulang sekolah. Akkkhhhh..kepalaku benar-benar sakit..aku mulai kehilangan keseimbanganku, pandanganku mulai kabur, sesaat semuanya tampak putih.

Taemin POV

“TAEMIN!!” suara seorang yeoja memanggilku. Aku menoleh kebelakang, yeoja tersebut tampak panik, dia..seperti Lizzy..Lizzy?? sedang apa dia disini??
“TAEMIN!! TOLONG KIBUM OPPA!!” dia terus berteriak padaku, dan astaga!! Aku melihat Kibum hyung terbaring dijalan, aku segera menghampirinya.
“HYUNG!!” aku tepuk-tepuk pipinya, mencoba membuatnya tersadar. Kulihat Lizzy tampak hawatir?? Sejak kapan dia disini?? Apa dia penyebab hyung pingsan?? Ahh..sudahlah lupakan.
“Lizzy..cari taxi..” aku menyuruhnya mencarikan taxi, lebih baik hyung aku bawa kerumah sakit. Lizzy mengeluarkan air mata, memegang erat tangan Kibum hyung.
“Lizzy..tolong cepat carikan taxi..kita bawa hyung kerumah sakit..” aku menyuruhnya sekali lagi, aku rendahkan nada bicaraku tidak ingin melihatnya panik.

Sepanjang jalan menuju rumah sakit, Lizzy terus menggenggam tangan Kibum hyung dalam pangkuannya. Aku biarkan Lizzy memangku hyung, meskipun sangat beresiko apabila terlihat aunti.

Sesampainya dirumah sakit, kami membawanya ke ICU, semoga hyung tidak apa-apa. Lizzy terus menemani hyung, aku merasa lebih baik kalau aku mengisi administrasi dan menunggu diruang tunggu saja. Apakah aku harus menelephon aunti?? Bagaimana dengan Lizzy?? Aku urungkan niatku menelephon aunti, aku tunggu hingga Lizzy mulai melepas hyung.

Sudah satu setengah jam aku berada di rumah sakit, hyung sudah dipindahkan ke kamar rawat. Dokter bilang hyung harus dirawat selama beberapa hari. Lizzy masih menemani hyung di kamar, aku tidak mau mengganggunya.

Drrrttt..drrtttttt.. ah! Aunti menelephon?
“Halo aunti? Ya..hyung..dirumah sakit aunti..tadi tiba-tiba hyung pingsan..ne..maaf tidak sempat langsung memberitahu..ne..” ahhh..gawat…Aku harus segera memberi tahu Lizzy.

Aku masuk ke kamar dimana hyung dirawat, kulihat lizzy masih memandangi hyung.
“Lizzy..bisa kita bicara sebentar..diluar..” aku agak berbisik kepada Lizzy, tidak ingin membangunkan Kibum hyung.
“Ne..sebentar..” Lizzy menjawab agak berbisik juga.
Aku keluar ruangan terlebih dahulu, aku duduk di ruang tunggu menunggu Lizzy. Lizzy akhirnya keluar dari kamar.
“Aunti akan segera kemari??” tanyanya, sepertinya dia tahu arah pembicaraanku.
“Ne..dia sedang dalam perjalanan..aku tidak ingin aunti melihatmu disini..sangat beresiko bagimu..juga bagiku..” Lizzy menundukkan kepalanya, tatapannya kosong.
“Kau menemuinya tadi??” aku ingin tahu apakah Lizzy yang menyebabkan hyung jatuh pingsan.
“Anni..Taemin..aku sudah berjanji tidak akan menemuinya dan menyapanya..” sepertinya dia berkata jujur.
“Lalu kenapa kau ada di sekolah kami?? Kenapa hyung pingsan??” wajah Lizzy menegang.
“Aku..hanya ingin melihatnya..memastikan apa dia baik-baik saja..” matanya mulai beair, wajahnya tetap menunduk.
“Oppa..tiba-tiba terjatuh..aku juga tidak tahu mengapa..”
“Lebih baik kau pergi sekarang juga..aku tidak ingin kau bertemu aunti..biar aku yang menjaga hyung..” kami terdiam sejenak.
Lizzy kemudian berdiri. “Aku..ambil dulu tasku di dalam kemudian aku pergi..”

Lizzy kembali menuju kamar. Tapi, baru saja membuka pintu dia sudah menutupnya kembali. Lizzy kemudian menghampiriku.
“Oppa sudah bangun.. tasku masih di dalam..maukah kau mengambilnya untukku?? Aku..akan pulang sekarang..” sebelum pergi Lizzy memanggil dokter, dia memberi tahu kalau hyung sudah sadar.

Kibum Pov

Bau rumah sakit. Aissshh Tanganku sakit. Kubuka mataku, agak silau..benda pertama yang kulihat, cairan infuse..bagus..aku memang sedang dirumah sakit dan diinfus. Aku benci rumah sakit.
Kulihat seseorang mencoba membuka pintu..ah!! yeoja di gerbang sekolah tadi?? Yeoja itu langsung menutup pintunya kembali setelah melihatku. Kenapa? Apa dia salah masuk kamar?
Kali ini seseorang masuk ke kamarku, seorang dokter.
“Selamat siang..Kau sudah sadar??” dokter tersebut mengecek nadiku.
“Apa aku terlihat sedang tidur??” balasku, tidak tahan dengan jas putih yang dikenakannya.
Dokter tersebut tersenyum. “Sepertinya kau terlalu banyak berfikir, apakah pelajaran disekolahmu sulit??”
Aku tidak menjawabnya, aku terlalu tegang saat dokter memasukan stetoskop kedadaku. Aisshh..dingin..Taemin benar, aku tidak tahan dingin.
“Jangan terlalu banyak berfikir, otakmu masih harus istirahat..” Kini dokter memeriksa infusku.
“Tentu saja aku berfikir..aku masih manusia..” Dokter terkekeh-kekeh mendengar jawabanku.
“Kau tidak berubah..” Dokter tersebut menepuk bahuku kemudian pergi, dia terhenti di depan pintu dan membalikan badannya.
“Cobalah ambil cuti sekolah selama beberapa hari dan lakukan beberapa hobimu agar pikiranmu tenang..” Dokter itu seperti menasehatiku, apa maksudnya pergi ke perpustakaan?? Itu justru akan membuatku mual.
“Dokter!! Siapa yang membawaku kemari??” aku penasaran siapa yang sudah menolongku.
“Seorang yeoja dan seorang namja…mereka masih diruang tunggu..tapi tampaknya akan pergi sebentar lagi..” Dokter membuka pintu dan pergi.

Yeoja tadikah?? Apa aku harus berterima kasih padanya?? Apa umma atau aku disini?? Ahhh..aku malas bertemu umma, lebih baik aku tidak memberitahunya dulu. Seperti kata dokter, aku harus menenangkan pikiranku.
Aku mulai menutup mataku, mencoba menenangkan pikiranku. Aku melihat yeoja tadi tersenyum, bahkan tertawa sambil memakan spageti. Manis sekali.

Ehh?? Kenapa aku membayangkan yeoja tadi?? Aku bahkan belum pernah melihatnya tersenyum, apalagi makan spageti?. Tapi bayangan yeoja tadi tampak nyata, apa aku pernah mempunyai hubungan dengan yeoja tadi?? Apa aku berpacaran diam-diam dengannya sehingga Taemin tidak tahu kalau dia pacarku??.

DEG!

Kenapa memikirkan kalau dia pacarku jantungku jadi berdegup kencang??. Tapi tidak mungkin, kalau yeoja tadi memang pacarku kenapa dia tidak pernah menghampiriku??. Aisshhh..kenapa aku ingin dia menghapiriku??.

Aku menutup kepalaku dengan selimut. Mencoba tertidur. Mencoba melupakan yeoja tadi, yeoja yang menunggu di gerbang. Apa dia sudah pulang??
Aissshhh!!! Aku menurunkan kembali selimut yang menutupi kepalaku. Kenapa aku jadi memikirkan yeoja tadi??

Aku bangkit dari tidurku, mencari sandalku, dan membawa serta infusku. Aku ingin menemuinya, bukankan dokter bilang dia masih menunggu diluar? Semoga dia belum pulang.

Tetapi belum sampai aku membuka pintu, umma sudah membuka pintuku.
“Kibum?? Mau kemana?? Kau masih harus istirahat..” umma mendorongku dan menyuruhku berbaring kembali, aku terpaksa mengikuti kemauannya.
“Siapa yang memberi tahu umma??” tanyaku kesal.
“Taemin..Taemin yang membawamu kemari..dia tidak jadi les piano karena melihatmu pingsan..” umma menyelimutiku.
“Aku ingin tidur umma..” aku segera memiringkan posisi tidurku, memalingkan tubuhku dari umma dan mencoba mataku. Sebenarnya aku tidak begitu mengantuk, hanya saja aku malas berbincang-bincang dengan umma, aku tidak tau kenapa.

Jadi namja yang menolongku Taemin, lalu siapa yeoja yang bersama Taemin, apakah umma?? Tapi umma tidak ada di sekitar sekolah tadi??
Ah! Tas? Sepertinya tas seorang yeoja? Sebuah teddy bear menggantung ditasnya. Aku melihat kearah umma, dia sedang sibuk mengupas apel. Aku melihat umma tidak membawa jeruk.
“Umma..aku ingin jeruk..” pintaku kepada umma.
“Tapi umma tidak membeli jeruk..mau umma belikan??”
“Ne..” umma segera keluar dari kamar. Aku turun dari kasurku dan mengambil tas tersebut. Baunya..nyaman..wangi vanilla..aku penasaran milik siapa tas ini?? Aku menaruhnya dibawah bantalku dan menidurinya. Akan kulihat setelah benar-benar aman.

Taemin masuk kekamarku. Dia langsung tersenyum, senyumnya manis, wajahnya semakin terlihat cute.
“Hyung..kau tidak apa-apa??” tanyanya sambil menutup pintu.
“Kau yang mengirimku ke tempat ini huh??” jawabku ketus.
“Ahahaha..hyung.. keputusanku tepat.. dokter bilang kau bisa saja kehilangan ingatanmu secara permanen..” Taemin duduk disampingku dan memakan apel yang yang sudah dikupas umma.
“Jadi ingatanku bisa saja kembali??” Taemin terdiam sebentar, terlihat sedang menimang-nimang sesuatu dalam pikirannya.
“Kalau itu yang terbaik untukmu hyung..Tuhan pasti akan mengembalikannya padamu..” lagi-lagi dia tersenyum..hah! apakah hobinya tersenyum??
Taemin tampak sedang mencari-cari sesuatu.
“Kau mencari sesuatu??” oh Tuhan..semoga bukan tas ini, entah mengapa aku ingin menyimpan tas ini.
“hmmm..anni..hanya saja kamar ini tampak tidak nyaman..hahah..hyung aku mulai merasa bersalah mengirimmu ke tempat ini..” syukurlah bukan tas ini, baru kali ini Taemin menggodaku, aku mulai merasa nyaman bersamanya.
“Taemin..kau saja yang menjagaku malam ini..aku tidak mau umma yang menjagaku..” pintaku pada Taemin. Taemin terlihat kaget.
“Apa?? Seumur hidupku hyung..kau tidak pernah memintaku untuk menemanimu..”
“Bukankah kita sahabat?? Apa kita tidak pernah pergi bersama??” Wajah Taemin mulai menegang. Ada yang dia sembunyikan??
“Maksudku..kau terlalu sibuk di perpustakaan.. tidak pernah mengajakku bermain..”
“Cih! Apakah kehidupanku seburuk itu??” Taemin tertawa, kami berdua tertawa, menertawakan kehidupanku yang bodoh.

Sudah malam. Taemin dan aku menonton TV bersama. Umma mengijinkan Taemin menemaniku malam ini, taemin tidak banyak bicara, itu bagus, aku tidak suka mengobrol. Haaahh..mataku lelah sekali, kupejamkan mataku, enak sekali. Sudah berkali-kali aku mencoba untuk tidur dari siang, tapi aku selalu terjaga.
“hyung..hyung..” Taemin memanggilku pelan. Aku tidak menjawabnya, aku malas, ingin segera tertidur.
“hyung..” Taemin memanggilku lagi. Percuma saja Taemin..aku tetap tidak akan mejawabmu.
“Lizzy..kau yakin tasmu tertinggal disini?? Aku tidak menemukannya..” terdengar Taemin berbicara dengan seseorang, menelephon, tapi pelan sekali. Aku lebih mengkonsentrasikan pikiranku agar dapat mendengarnya.
“Baiklah..akan kucoba cari lagi..semoga bukan aunti yang menemukannya..dah..”
Taemin memang mencari sesuatu, sepertinya memang tas ini. Tapi, kenapa dia tidak jujur saja padaku jika mencari tas ini?? Kenapa umma jangan sampai menemukannya??. Ya Tuhan..aku semakin penasaran.

Aku merasakan Taemin mencarinya dibawah ranjangku. Terdengar suara lemari dibuka dan ditutup kembali. Kemudian aku mendengar pintu kamar mandi dibuka, kemudian ditutup kembali. Aku bersyukur aku menyembunyikannya di bawah bantalku. Aroma vanilla dari tas ini tercium olehku, membuatku tenang, sepertinya aku benar-benar akan tertidur.

Aku terbangun. Kulihat jam sudah pukul 11, Taemin tertidur di sofa, kamarku gelap, hanya diriku yang terang. Maksudku, lampu dari atas tempat tidurku masih menyinariku. Aku langsung teringat tas itu, sepertinya aku bisa membukanya sekarang, Taemin sudah terlelap.

Aku duduk perlahan, sebisa mungkin tidak mengeluarkan suara agar Taemin tidak terbangun. Kuambil tas dari bawah bantalku, aroma vanilanya masih tercium. Terdapat beberapa buku pelajaran didalamnya, buku pelajaran kelas 11? Apakah ini tas milik teman Taemin? Tertulis sebuah nama pada buku-buku ini..Lizzy..nama yang aku dengar saat Taemin berbincang ditelephon tadi. Benar-benar tas yeoja, tempat pinsilnya berwarna marah jambu, dan sebuah dompet merah jambu. Kuambil dompet tersebut, siapa tahu aku menemukan sebuah poto didalamnya, poto pemilik tas ini, Lizzy.

Deg!

Ahh..kenapa jantungku berdegup kencang saat aku menyebut namanya, Lizzy.

Deg!

Apa memang Lizzy pacarku?? Aku ingin segera melihatnya, potonya. Aku buka dompetnya perlahan sambil memastikan Taemin tidak terbangun. Jantungku semakin berdetak kencang, poto yeoja yang selalu menunggu di gerbang sekolah. Apakah dia Lizzy?? Aku senang sekali melihat wajahnya, tapi..dia bersama seorang namja di poto ini. Bukan Taemin, namja yang lumayan tampan menurutku. Aku terus memandangi poto namja disamping Lizzy, hatiku sakit sekali setiap melihatnya, seperti mau meledak. Aku tutup kembali dompetnya. Aku semakin bingung, akkkhhh..kepalaku sakit lagi..
“hyung??” Kudengar Taemin memanggilku, dia sudah berada disampingku.
Aku melihatnya, dia melihat kearah tas yang sudah aku ubrak-abrik.
“hyung?? Kau tidak apa-apa?? Kepalamu sakit lagi?? berbaringlah..” taemin membaringkanku lagi. Dia memasukan isi tas yang sudah aku keluarkan, Taemin menarik dompet yang aku pegang. Aku tidak mau melepaskannya.
“Hyung?? Darimana kau mendapaktan tas ini??” aku mulai melepaskan dompet tersebut, Taemin mengambilnya dan memasukannya kembali ke dalam tas.
“Sudahlah tak usah dipikirkan hyung..tidurlah kembali..” Taemin menyelimutiku.
“Lizzy..siapa??” tanyaku, seketika Taemin terpaku memandangku.
“Dia..temanku..pemilik tas ini..tadi dia membantuku membawamu kemari..tasnya tertinggal..” Taemin menjawab sambil memalingkan wajahnya dan kduduk dengan tas dalam denggamannya. Aku tahu dia berbohong. Sudahlah..lupakan..kepalaku sakit..aku ingin istirahat.

Aku sudah keluar dari rumah sakit, dan mengikuti saran dokter. Aku mengambil cuti sekolah selama seminggu dan melakukan beberapa hobiku. Tapi yang kulakukan selama dua hari ini hanyalah tiduran, menonton TV, dan main game. Aku mulai bosan. Kuhampiri umma yang sedang menelephon temannya.
“Umma..boleh aku pergi jalan-jalan?? Aku bosan..” umma menghentikan aktivitas telephonnya.
“Apa yang kau mau?? Nanti umma belikan..” sepertinya umma ingin aku diam dirumah saja.
“Aku akan pergi dengan Taemin.. aku ingin jalan-jalan saja..” mendengar aku pergi bersama Taemin, umma mengijinkan aku pergi. Kenapa aku harus pergi bersama Taemin baru umma mengijinkan, menyebalkan sekali.

Aku membuat janji dengan Taemin untuk bertemu pukul 7 malam. Tapi aku pergi dari rumah pukul 5 sore, aku ingin memiliki waktu sendirian setidaknya selama satu jam, untuk menemukan jati diriku yang baru.
Aku masuk ke toko buku, bukankah Taemin bilang aku senang berada di perpustakaan.. siapa tahu aku menemukan buku yang aku suka di toko ini. Tumpukan buku-buku ini membuatku mual, aku pusing, apakah benar aku senang berada di perpustakaan?? Aku sangat meragukannya! Mataku tertuju pada sudut majalah, sepertinya menyenangkan disana. Aku melihat-lihat majalah, moodku langsung membaik. Aku tertarik pada majalah otomotif, apalagi saat melihat motor-motor yang keren. Sudah kuputuskan! Mulai detik ini hobiku adalah otomotif, persetan dengan perpustakaan!

Aku membeli beberapa majalah otomotif, perutku lapar sekali. Aku ingin..spageti!! kali ini Taemin benar, aku suka spageti. Kulihat ada restoran itali diseberang. Saat hendak menyeberang, aku lihat sesosok yeoja, Lizzy??
Aku senang sekali bertemu yeoja yang satu ini. Aku memberanikan diri menyapanya.
“Lizzy??” Dia membawa beberapa kantung keresek berisi bahan makanan, wajahnya tampak kaget melihatku.
“Oppa mengenalku??” tanyanya ragu-ragu.
“Kau teman Taemin kan??” dia terdiam sejenak, tidak puas dengan jawabanku.
“Ne~..” dia terdiam lagi.
“Aku harus cepat-cepat pergi..” dia pergi meninggalkanku, tergesa-gesa. Kakiku terus mengikutinya, aku senang mengikutinya. Dia sadar aku mengikutinya dan menghentikan langkahnya.
“Oppa mengikutiku??” tanyanya sedikit marah, dia lebih manis saat marah. Aku suka.
“Kau memanggilku oppa?? Apakah kita sudah sedekat itu??” wajahnya menegang lagi.
“Mianhe..Kibum ssi..”
“Ahh..bukan maksudku melarangmu..kau boleh memanggilku oppa..” aku senang dia memanggilku oppa.
“Aku harus segera menyiapkan makan malam.. aku pergi dulu..Kibum ssi..” dia menunduk dan segera pergi lagi. Tapi aku tetap mengikutinya, dia berhenti lagi.
“Kenapa terus mengikutiku??” kali ini dia marah. Kenapa aku senang dia marah? Apa aku jatuh cinta padanya?? Aku tidak peduli dia pacarku atau bukan, atau pacar orang lain, aku memutuskan untuk mengincarnya.
“Aku..lapar..kau bilang ingin menyiapkan makan malam?? Boleh aku ikut makan?? Kau akan masak spageti sea food kan??” aku melihat matanya sedikit berair, apa dia akan menangis?? Apa aku salah bicara??

Lizzy POV

Apa?? Dia bilang spageti sea food?? Bagaimana dia tahu aku akan masak spageti sea food?? Apa dia sudah ingat kembali?? Aku ingin sekali mengajaknya..aku tidak bisa. Hatiku sakit sekali, sepertinya mataku mulai berlinang..aku harus segera pergi.
“Kibum ssi.. aku tidak bisa mengajakmu..jadi..pulanglah..kau bisa makan di restoran itali seberang..rasanya lebih enak..” aku harus segera pergi, jangan terlalu banyak berbincang dengannya.

Kemudian beberapa motor melintas kencang dijalanan, saling menyusul. Apa mereka sudah gila?? Ini masih jam 7 malam, mereka nekad sekali berlomba pada jam sibuk begini.

“AKKHHHHH!!!”

Ya Tuhan! Aku lihat Kibum oppa kesakitan. Apa karena melihat motor-motor tadi?? Apa yang harus aku lakukan?? Oh Tuhan.. dia tidak berhenti mengerang..sepertinya sangat kesakitan.
“oppa!! Kau tidak apa-apa?? Kita kerumah sakit??” Kibum oppa masih memegangi kepalanya, tidak menjawabku.

Akhirnya aku membawanya ke rumah sakit, dengan bantuan seseorang dijalan. Hidungnya berdarah, apa keadaannya semakin parah?? Apakah lebih baik aku menelephon aunti?? Tidak..aku beri tahu Taemin saja.

Kibum POV

“YA! Kibum!” seseorang memanggilku. Ah! Namja yang ada di dompet Lizzy.
“Kau suka pada Lizzy??” dia melemparkan sesuatu padaku, aku berhasil menangkapnya. Kunci motor.
“Aku tidak suka kau mendekatinya.. biar aku saja yang melindunginya..” dia menyalakan motornya, dan memakai helmnya.
“YA!! Kim Kibum!! Kenapa kau diam saja!! Geng motor Trax sedang menantang kita!! Kau mau kita dianggap pengecut huh??”
Ada sebuah motor disampingku, aku menaikinya dan memakai helmku. Kemudian menyalakannya. Semuanya tampak familiar bagiku, aku tidak kaku saat mengendarai motor..apa aku punya motor??.
Aku mengendari motorku, motorku berhasil menyusul motornya. Aku puas sekali bisa menyusulnya, tapi dia kemudian menyusulku kembali dan tersenyum.
Dia melaju kencang didepanku. Aku berniat menyusulnya kembali. Sebuah motor mendekati motornya, ah tidak! Menyenggolnya!
Seketika motornya terguling, dia terpental. Tenggorokannku sakit.. aku benci ini! Aku melihatnya tak bergerak lagi.. hatiku sakit.. tenggorokannku seperti ingin meledak..spontan aku berteriak.
“JONGHYUN!!!!”

Hahhhh!!! Aku terbangun..mimpikah tadi??Mimpi buruk.. Terlihat nyata bagiku.. tanganku berkeringat. Kulihat tanganku sudah terpasang infuse lagi, ah.. aku mengeluarkan air mata?? Siapa Jonghyun?? Oh Tuhan..hatiku sakit sekali..kuremas dadaku, memang tidak mengurangi rasa sakitnya.

“Hyung?? kau sudah sadar?? Syukurlah..” Taemin terbangun.
“Kau menangis?? Apa kepalamu sakit sekali hyung??” Taemin menyalakan semua lampu dikamarku.
“Mau aku panggilakan dokter hyung??” Taemin mengecek nadiku.
“Siapa Jonghyun??” tanyaku, aku sangat penasaran padanya. Kulihat wajah taemin tampak bingung.
“Apa Lizzy mengatakan sesuatu padamu hyung??” Taemin menatapku heran.
“Apa hubungannya dengan Lizzy?? Mengapa dia harus mengatakan sesuatu?? Yang aku tanya siapa Jonghyun??” Taemin tidak menjawab, dia hanya terdiam.
“YA!! TAEMIN!! KENAPA KAU TIDAK MENJAWAB!! AKU TAHU KAU MENYEMBUNYIKAN SESUATU!! KAU TAHU AKU SANGAT FRUSTASI KARENA ITU??” aku membentaknya, aku benar-benar sudah kesal. Kenapa Taemin tidak mengatakan yang sebenarnya??
“Dia sahabatmu hyung!!”

Taemin POV

“Dia sahabatmu hyung!!” aku menjawabnya agak keras. Kibum hyung terdiam menatapku. Aku tahu dia akan kecewa padaku, aunti akan marah padaku. Tapi aku sudah tidak tahan lagi selalu membohonginya.
“Kau puas dengan jawabanku?? Atau perlu aku beritahu kalau Lizzy juga pacarmu??” dia semakin menatapku tajam.
“aunti tidak suka kau bergaul dengan Jonghyun hyung.. karena itu akan membuatmu banyak masalah.. dan kau akan kesulitan masuk universitas Cheongdam..” aku mencoba memberinya penjelasan, bukan sepenuhnya salahku membohonginya.
Kibum hyung memegangi kepalanya lagi, menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakitnya.
“Hyung?? Kau tidak apa-apa??” aku mendekatinya lagi, tubuhnya mengeluarkan banyak keringat, hidungnya mengeluarkan darah. Oh Tuhan!! Apakah aku penyebabnya?? Aku tidak berniat membuatnya kesakitan. Aku menyesal mengatakannya Tuhan..maafkan aku hyung..

Aku memencet tobol darurat, aku tidak berani menyentuh hyung. Aku yakin dia tidak ingin aku mendekatinya.
“Ada apa??” seorang suster masuk ke kamar.
“Aku butuh seorang dokter!!” bentaku kepada suster tersebut. Suster tersebut melihat keadaan Kibum hyung dan segera memanggilkan dokter.

Bertahanlah Kibum hyung..

Kibum POV

Dokter memeriksa nadiku, aku melihat taemin menjaga jarak dariku. Dia berdiri agak jauh sambil melihat keadaanku.
“Kau sudah jauh lebih baik.. kejadian semalam tidak berpengaruh buruk.. hanya saja kau harus lebih rilex sekarang..” Dokter tersebut menepuk bahuku.
“Taemin..kau tak usah khawatir lagi..dia tidak apa-apa” dokter itu berkata pada Taemin dan keluar dari kamar.
Taemin masih menjaga jarak dariku.
“Taemin..kemarilah..” aku memanggilnya, ingin melanjutkan cerita semalam. Tapi Taemin tidak bergeser sedikitpun.
“Ya Taemin ah!! Aku hanya ingin berbincang sebentar!!” aku membentaknya dan Taemin perlahan mendekatiku.
“kenapa hyung??”
“Aku tidak bisa mengingatnya.. maukah kau menceritakannya??” pintaku pada Taemin.
“cerita apa hyung??” Taemin masih sedikit ketakutan.
“Tentangku..yang sebenarnya..”

Taemin terdiam sebentar, “Akan kuceritakan yang ringan dulu..” jawabnya.
“terserah kau Taemin..”
“Hyung sangat suka balapan..kau punya motor berwarna Putih..” taemin menghentikan ceritanya. Aku tetap diam menunggu lanjutannya.
“Kau selalu pergi dengan sahabatmu Kim Jonghyun, hyung selalu bertengkar dengan aunti karena selalu pulang pagi dan kadang tidak pulang kerumah.”
“Bagaimana dengan Lizzy..??”
“Lizzy..dia adik sahabatmu Jonghyun, pacarmu.. aunti melarangnya menemuimu karena dia adik Jonghyun hyung..”
“Lalu??”
“Hanya itu yang kutahu tentangmu hyung.. kita memang tidak dekat, kau bahkan tidak pernah menyapaku disekolah..”

Aku berbohong pada Taemin soal belum mengingat apa-apa, aku hanya ingin mengetesnya. Apa yang diceritakan Taemin benar aku memang berandalan.. Jonghyun sahabatku, aku sangat mengaguminya. Dia selalu mengajariku menghargai yeoja, tapi tak bisa kulakukan itu pada ummaku. ayah Jonghyun selalu mabuk-mabukan dan memukuli Jonghyun dan Lizzy sejak kecil. Oleh sebab itu Jonghyun mengajak Lizzy kabur dari rumah sekitar setahun yang lalu. Jonghyun mendapatkan uang dari balapan motor liar, aku selalu membantunya. Kami sering menang. Apakah dia sedang balapan saat ini?? Tidak mengajakku kah??

“Aku..sudah memanggilkan Lizzy untuk datang kemari” perkataan taemin membuyarkan lamunanku.
“Benarkah??bagaimana dengan umma??”
“Dia sedang pergi.. ke luar kota, ada reuni SMA..” jawabnya.
Cih! Pantas saja aku begitu kesal pada umma.. disaat anaknya sakit dia malah menghadiri reuni.
“Apa Jonghyun akan datang kemari juga??” tanyaku..Taemin tidak menjawab, dia memalingkan wajahnya.

Tok tok tok

“Itu pasti Lizzy.. akan kutinggalkan kalian berdua..” Taemin membukakan pintu dan menyuruh Lizzy masuk.
Lizzy menghampiriku. Taemin pergi keluar dan menutup pintunya.
“Kau baik-baik saja oppa??” tanyanya.
“Ne~..yeobo..” aku sedikit menggodanya, wajahnya memerah.
“Kau tidak membawa serta Jonghyun??” Wajah menjadi kaget.
“Oppa belum mengingatnya??”

Apa?? Ada yang terlewat olehku?? Ada yang tidak kuingat?? Apakah dosaku terlalu banyak Tuhan?? Sehingga kau tidak mengembalikan ingatanku sepenuhnya??

Aku sudah dapat meninggalkan tempat ini. aku senang sekali bisa bersama Lizzy lagi, dan sekarang aku memperlakukan Taemin dengan lebih baik. Lizzy ingin membawaku ke suatu tempat, menemui Jonghyun kah?? Aku benar-benar tidak sabar.

Kami pergi dengan motorku, motor baruku. Aku beli dengan kartu kredit umma, umma pasti kesal tapi aku tidak peduli.

Lizzy awalnya menolak aku bonceng, dia masih takut aku lupa cara mengendarai motor. Aku terus meyakinkanya dan akhirnya dia mau aku boncengi.
Kami berhenti di depan pemkaman..apa ini?? jantungku berdegup kencang..dan sakit.. apakah mimpi itu kenyataan??
Lizzy terus menuntunku, aku tahu apa ini..aku tidak mau melanjutkan perjalanan. Aku tepis tangan Lizzy dan berhenti..aku tidak siap..
Lizzy terus menuntunku, hingga akhirnya kami benar-benar berhenti.
Aku lihat di depanku ada sebuah batu nisan..dadaku sakit.. kuberanikan untuk melihat nisan tersebut

KIM JONGHYUN

Tangisanku pecah saat itu juga.. sangat sakit rasanya.. Lizzy memelukku.
“Ingatkah saat Oppa bilang kalau Jonghyun oppa sengaja dicelakai hingga begini.. oppa langsung pergi untuk balas dendam..Jonghyun oppa tidak pernah menyuruhmu balas dendam bukan?? Kau tetap menemui geng motor tersebut..kau dikeroyok hingga koma dan hilang ingatan.. aku senang kau masih hidup.. setidaknya masih ada orang yang menyayangiku..”

Tuhaaannn..betapa bodohnya aku hampir membunuh diriku sendiri.
“Mian Jjong ah~..tak akan ku ulangi lagi..tak akan kubuat Lizzy sendiri..tak akan ku ulangi lagi..”
Yah..tak akan ku ulangi lagi.

-tamat-

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 1 Juli 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 20 Komentar.

  1. huaaaaaahhhhhhh……
    Jjong ko’id..
    Daebak chinguu..

  2. Hua…. Pingin nangis…. Key!!
    Ditunggu next ffnya….
    Aku suka semua ffnya gegey….

  3. uwwoo key T.T
    daebak chingu ^^

  4. kereeeeeeeeen :-bd

  5. huwaaa…..jjong mati rupany,,untung bkan key yg mati….

    ayo eonni gegey…bkin trus ff yg main castny key,,hehe
    daebak eonni….
    Lanjutkan….

  6. huwaaa… mewek T.T author jjang!!🙂

  7. Sumpah daebak banget!!
    Aku suka ff yang awalnya misterius kaya gini😀
    Sedih banget di bagian akhir jjongnya ternyata meninggal. Ternyata jjong bener2 sahabat yang daebak! Dia ngajarin buat balas dendam!

  8. hua,,,,ternyata jjong yg meninggal,kirain key g bakal sadar mpe akhir,,,,
    ffnya daebak,singkat,padat dan jelas🙂
    dtggu karya2nya yg lain y😉

  9. Sahabt sejti, mnis bget ngbaynginx,,,
    bgus bget eon epepx!!!!

  10. Keren….. Wah… Good job author

  11. Huaaaaaaaaa mengharukan. Hampir airmata ku pgn netes pas tau Jjong udh nggakada T.T. Kereeeen(Y)

  12. sad ending’a bagus
    #butuh tisue segera
    ck~

    kasian amat si jong
    huks

  13. kibum akhirnya inget jg,,,🙂
    dan kembali ama lizzy tp sdiiih tau jjong udh meninggal,,,huhuhu

  14. aa… bagus bgt chingu….
    aq kebawa emosi lho…
    hehe😀

  15. Ojjong..
    Kenapa kau mati nak??
    Hik hik.. ;-(

  16. kereen ….. Aku sampai nangis loh suerr hahaha…kereen ….. Aku sampai nangis loh suerr hahaha…

  17. huaa…, so cweet.., aq suka bget chingu critanya. mnyentuh bget.. huhuhu
    akhirnya key oppa ingatannya kmbali n bisa ngingat yeoja chingu n tmennya…
    waaa, daebak chingu..,

    :anjut lg ya bkin FF nya.., Gomawo…

  18. Daebak !! Keren FF nya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: