[FF/PG-15] i’m not your destiny

Title : I’m not your destiny

Author : berlian astrid

Genre : romantic, family

Leght : oneshot

Rating : PG

Cost : Changmin TVXQ, Yunho TVXQ, sandra (aku), sunny snsd

disclaimer : ini semua cuma karanganku yang di dapet kalo lagi ngalamum, so ini semua cuma halusinasiku yang berhasil tersalurkan. semoga tidak ada pihak yang merasa di rugikan ^^

annyeong ^^ perkenalkan aku author baru disini, kikikikik maaf ya kalo tulisanku ini aneh, maklum baru belajar🙂 butuh sangat kritik dan saran rekan-rekan semua , keep RCL guys ^^ kalo nggak mau kment disini bisa komen di twitter aku ko @berlianastrid , gomawo !

******

Aku baru saja akan melangkah keluar dari stasiun kereta ketika tidak sengaja bertabrakan dengan seorang laki-laki yang berhasil mengajakku berkenalan. Namanya Changmin, dia laki-laki yang tampan badannya tegap dan dilihat dari penampilannya sepertinya dia bukan orang asli London. Dia benar-benar laki-laki yang suka bicara.

“jadi kau disini untuk mengunjungi kampung halamanmu ? kau orang asli London ya?”

“oh bukan. Aku hanya keturunan London saja. Ibuku orang Indonesia sedangkan Ayahku baru orang London asli. Kau orang asli London kah ??”

“oh aniyo, aku orang Korea asli. Ayahku bekerja sebagai duta besar disini. Aku baru sampai disini beberapa bulan yang lalu. Aku mendapatkan beasiswa disini.” Dia mengatakannya sambil tertawa dan kau lihat dia sangat tampan. Aku hanya membalasnya dengan senyuman.

Aku mengunjungi kampung halamanku di pinggir kota London. Dulu sebelum Ayahku meninggal aku dan Ibuku tinggal disini bersama-sama. Namun semenjak Ayah meninggal ibu sering sakit-sakitan, aku yang kuliah di pusat kota London akhirnya memutuskan untuk membawa Ibuku ikut tinggal denganku.

“oh, maaf aku tidak tau kalau Ayahmu sudah meninggal. Kau pasti gadis yang hebat, bisa tegar sampai sekarang. Dan kau juga merawat Ibumu sendiri bukan ?”

“ahh…iya.”

Aku menghabiskan waktuku berjalan-jalan disini bersama Changmin. Aku sempat bertanya ada perlu apa dia datang ke daerah ini, dan kalian tau dia bilang apa? Dia bilang kalau dia kemari hanya untuk melihat pohon pisang.

“hahahaha…hahahaha kau lucu sekali changmin. Apa kau tidak pernah melihat pohon pisang ??? hahahaha… datanglah ke Indonesia, kau akan mudah sekali menemukannya.” Aku tertawa sambil memegangi perutku yang sakit karena terus tertawa.

…………..

Aku tak tahu ini sudah berapa bulan  sejak aku berkenalan dengan Changmin. Kami banyak menghabiskan waktu bersama. Kami memang tidak satu tempat kuliah namun kami sering bertemu hanya untuk sekedar makan atau berjalan-jalan. Hingga pada suatu malam kamis yang dingin……………

“kau tidak merasa perlu membeli makanan Sandra ? lihat badanmu sudah kurus begitu tak perlu pakai diet-dietan lagi.

“aku tidak sedang berdiet Changmin~ah. Kau kira untuk apa aku berdiet, aku malah sedang berusaha untuk gemuk sedikit. Ya benar sedikit saja. Tapi aku benar-benar tidak lapar.”

Aku bukannya tidak lapar tentu aku lapar, aku belum makan dari tadi siang tapi saat ini yang sedang aku rasakan adalah lebih ke gugup. Changmin bilang dia mengajakku bertemu di caffe yang biasanya kami kunjungi dia mengatakan ada yang harus dia ungkapkan padaku. Entahlah, walaupun aku tak tahu itu apa, tapi perut ini sudah mulas rasanya dan rasa lapar yang aku rasakan hilang begitu saja.

“sandra~ah, sudah hampir 3 bulan kita berteman. Aku sangat bahagia karena mengenalmu disini. Kau teman yang sangat baik. Kau selalu mengajariku hal-hal baru. Aku tidak tahu kapan rasa ini datang, tapi yang jelas aku ketahui. Aku….aku jatuh cinta. Jatuh cinta padamu, Sandra Smith”

Deg !!! apa yang barusan dia katakana ? aku….aku tidak salah dengar ?

“changmin ? kau serius dengan apa yang kau katakan? orangtuamu pasti tidak akan menyetujui kalau kau berpacaran denganku. Sudahlah, mungkin kita lebih baik berteman. “

Aku mengalihkan pandanganku keluar jendela. Tiba-tiba dia memegang tanganku.

“siapa yang sebenarnya menjalani hubungan ini ? aku atau orangtuaku ? mereka tidak tau siapa yang aku suka. Kau menolakku, Sandra ?”

“bukaaan !” apa yang barusan aku katakan? Kata-kata itu keluar dengan sendirinya dari mulutku.

“lalu apa ? kau tidak menerimaku tapi tidak juga menolakku. Kau mempermainkanku ya ?”

“kau terlalu besar untuk ukuran mainan Changmin ” aku tertawa melihat wajahnya yang di tekuk itu.

“laluuu ???”

……….

Sudah 2 tahun kami menjalin hubungan ini. Jujur aku lebih semangat belakangan ini, changmin laki-laki yang romantis. Dia selalu menjemputku pagi hari dan mengantarku pulang sore harinya.

“mom, aku berangkat kuliah dulu.”

“hati-hati sayang. Mom akan berangkat kerja sebentar lagi.”

Hidupku juga sudah mulai tertata rapi lagi. Ibuku sudah bangkit dari keterpurukannya dan sedang berusaha membangun kembali kehidupannya yang sempat terhenti.

Aku keluar dari rumah dan melihat BMW hitam terparkir di depan rumahku.

“kau ceria sekali pagi ini. Ada apa denganmu, maukah kau berbagi cerita sedikit denganku ?”

“ah, tidak ada apa-apa Changmin. Aku hanya, hanya merasa menjadi orang yang beruntung saja karena memiliki Ibu yang tidak mudah menyerah dan….pacar  yang baik. Sepertimu .” aku menyunggingkan senyum manisku padanya.

“Sandra, nanti malam kau akan ku ajak kerumah. Kau mau?”. Aku tiba-tiba tersedak mendengarnya.

“kau yakin ini adalah waktu yang tepat ?”

Sejak kami mulai berteman sampai berpacaran orangtua Changmin tidak pernah merestui hubungan kami. Ayah dan Ibunya merasa malu kalau rekan-rekannya mengatahui pacar Changmin hanyalah gadis desa yang hidupnya sangat pas-pasan. Mereka menginginkan Changmin memiliki pasangan yang sama derajatnya dengan mereka.

“kita harus mencobanya bukan ? kita tidak akan pernah tahu sebelum mencobanya.”

“benar katamu. Jemput aku jam 7 malam, sayang.”

…………..

Aku sedang berada di mobil BMW hitam milik changmin sekarang. Tanganku terasa dingin. Aduh, bagaimana ini kalau nanti aku berjabat tangan dengan orangtuanya tapi tanganku masih sedingin es begini, bisa malu aku.

Changmin menghentikan mobilnya di depan rumah, tidak sampai dia parkir di dalam.

“jangan gugup Sandra. Kalau kau gugup aku juga ikut gugup.” Dia meremas kedua tanganku yang dingin.

“aku….aku tak tahu Changmin.”

Changmin menggandeng tanganku dengan erat saat kami berjalan masuk menuju rumahnya. Rumahnya sangan indah, banyak sekali bunga di tamannya. Setahuku Ibunya memang sangat menyukai bunga.

“eomma, appa ada yang ingin bertemu dengan kalian.” Aku melihat Changmin dan dia tersenyum kepadaku.

Tenang Sandra, jangan mempermalukan dirimu di hadapan mereka. Aku menarik nafas panjang untuk menenangkan pikiran.

“siapa Changmin yang ingin bertemu dengan eomman dan appa malam-malam begini ??”

Ibu Changmin berhenti seketika ketika melihat aku yang berdiri di samping Changmin.

“ini sandra eomma.” Changmin memperkenalkan aku pada Ibunya. Tentu dia sudah mengenalku, tapi ini adalah pertama kalinya kami bertemu.

“malam, tante” aku membungkukkan badanku kepada Ibu Changmin.

“oh jadi kau yang bernama Sandra. Berani-beraninya kau datang kemari ! mau apa kau ??”

Rasanya seperti di sambar petir. Aku tau Ibu Changmin sangat membenciku, tapi aku tidak menyangkan bahwa sambutannya akan seperti ini.

“eomma…kenapa berkata begitu?”

Tangan Changmin yang menggandengku menegang saat itu.

“kenapa kau membawanya kemari ?? eomma tidak ingin bertemu dengan dia. Dasar anak miskin, masih berani-beraninya kau mendekati Changmin. Kau mau uang berapa hah ?? aku tau kau hanya mengincar harta kami. Benar bukan ?”

Mataku, mataku rasanya panas dan tiba-tiba saja pandanganku sudah buyar, aku menangis.

“eomma…hentikan !!!”

“hentikan apa ? hentikan hubunganmu dengannya. Untuk apa kau berpacaran dengan gadis desa miskin ini ? eomma membesarkanmmu bukan untuk menikah dengan wanita miskin.”

Aku saat itu juga langsung menarik tanganku dari genggaman Changmin. Aku berlari keluar rumah. Entahlah mau kemana tapi yang terpenting sekarang aku pergi dari rumah ini, hatiku sangat hancur. Aku merasa direndahkan. Harga diriku di jatuhkan malam ini oleh Ibu laki-laki yang sangat aku cintai.

Aku terus saja berlari, untung ini malam hari sehingga tidak ada yang melihatku menangis. Aku berhenti di sebuah halte yang sepi. Aku menangsi sejadi-jadinya. Aku menelungkupkan kedua tanganku untuk menutupi wajahku.

Aku tak berani pulang dalam keadaan begini. Mom pasti akan sangat sedih jika melihat aku begini. Tiba-tiba aku merasakan tangan seseorang menarik tanganku, aku melihat dia yang sekarang berlutut di depanku. Tangisku kembali pecah . Dia memelukku dan mengajakku masuk ke mobilnya.

“maafkan eommaku tadi, aku…aku tidak berfikir kalau dia aka berkata seperti itu padamu.”

“antarkan aku pulang, aku tidak mau Mom cemas karena aku belum pulang.”

………….

Sudah hampir sebulan aku dan changmin tidak bertemu. Dia tidak berusaha menemuiku dan aku juga tidak ingin bertemu dengannya, bukan tepatnya belum ingin.

Aku sangat kaget ketika keluar dari kampusku dan melihat BMW hitam terparkir di pinggir jalan depan kampusku. Aku yakin itu mobil Changmin, aku sudah hampir 2 tahun berpacaran dengannya tentu aku sudah hafal. Aku memutuskan untuk mendatanginya.

“changmin, apa yang kau lakukan disini ?”

“ah sandra~ah kau sudah pulang rupanya. Mau ikut aku sebentar ? sudah lama kita tidak bertemu. “

“baiklah.”

Kami berhenti di sebuah pantai. Aku dan dia duduk di depan kap mobilnya.

“bagaimana kabarmu ?”

“kabarku ? ah baik. Kabarmu ?”

“aku tidak terlalu baik.”

Aku menoleh ke arahnya. “kau sedang sakit ?”

Dia tersenyum ke arahku. “kau mencemaskanku ?”

“ehh  tentu saja.”

“hahahha…aku rindu kau Sandra. Sangat rindu.”

Aku melihatnya dan tersenyum kepadanya.

“kau masih mencintaiku Sandra ?”

tiba-tiba saja perasaanku tidak enak. Tunggu ada apa ini. “kenapa bertanya begitu?”

Dia terlihat tersenyum dan menarik nafas panjang. “lusa aku akankembali ke Korea. Aku akan melanjutkan kuliahku disana.”

Dia melihat ke arahku dengan wajah yang sangat muram.

“kau…kau akan kembali ke Korea lusa ? kenapa mendadak seperti ini ?”

“sebenarnya sudah sejak 3 minggu yang lalu aku akan kembali ke Korea. Tapi aku harus memberitahumu terlebih dahulu dan hanya hari ini aku baru dapat bertemu denganmu. Ibuku selalu mengikutiku belakangan ini.”

Aku terkejut ketika mengetahui ini semua. Setidak setuju itukah orangtua Changmin sampai melakukan ini semua ?

Mulutku terkunci rapat, dadaku terasa sakit dan udara seperti sulit sekali di dapatkan. Kenapa aku ini ?

“aku….aku juga akan bertunangan dengan anak rekan Ayahku.”

“benarkah ?” aku menatapnya getir sambil berusaha menyunggingkan senyumku. “siapa gadis itu ? ceritakanlah sedikit padaku. “

Tatapannya terlihat sangat menderita saat melihat ke arahku. “dia….dia bernama Sunny. Anak dari rekan kerja Ayahku. “

“kau mendapatkan jodoh yang benar Changmin~ah.” Aku meninju bahunya sambil mencoba tertawa.

Sekali lagi dia melihatku dengan tatapan itu. “kau…kau bahagia Sandra mengetahui ini semua ? maafkan aku, kau memang sudah seharusnya tidak bersamaku, aku bukanlah laki-laki baik yang dapat membuatmu bahagia” suaranya tercekat saat mengatakannya.

Tawaku terhenti seketika , aku langsung mengalihkan pandanganku menuju laut lepas.

…………

“aku akan menjemputmu besok pagi sekali. Aku mohon ini adalah terakhir kalinya aku ingin menghabiskan waktu bersamamu, kau mau ?”

“jangan terlambat menjemputku besok.” Aku tersenyum padanya sebelum keluar dari mobilnya.

…………

Sekarang kami disini, duduk di bawah pohon dia antara sawah-sawah di kampung halamanku. Aku bersandar didadanya yang bidang, dia memelukku dari belakang.

“kau ingat pertama kali datang kesini bersamaku?”

“hemmmm tentu aku ingat Changmin~ah.”

“aku sudah memperhatikanmu sejak di kereta, tapi kau malah menunduk dan melihat lantai terus. Dasar gadis yang aneh.”

“ya kau jahat sekali mengataiku aneh.” Aku meninju perutnya dengan sikuku.

“kau tau,kau gadis yang sangat hebat yang pernah kutemui. Aku berharap besok Ibu dari anak-anakku adalah kau.”

Badanku menegang ketika mendengar dia mengatakan itu. Kami berdiam diri cukup lama. Aku berharap biarlah kami seperti ini selamanya. Aku selalu merasa aman berada di pelukannya.

“changmin~ah…”

“hmmmmmm”

“saranghae…”

“mwo ?? tau darimana kau kata itu?”

Aku tertawa, “2 tahun menghabiskan waktu denganmu tentu saja aku tau.”

Dia menarik wajahnya mendekatiku. Aku menutup mataku dan aku merasakan bibirnya menyentuh bibirku. Ini adalah ciuman pertama kami, selama ini Changmin tidak pernah berbuat yang ‘lebih’ padaku. Dia sangat menjagaku.

Aku merasakan bibirnya yang hangat melumat lembut bibirku. Aku tidak pernah menyangka, ciuman pertama kami ini akan sekaligus akan menjadi ciuman terakhir kami.

………..

Kami sampai ke rumah ketika jam sudah menunjukkan tengah malam.

“terimakasih untuk hari ini.”

“baik-baik disana Changmin~ah. Jadilah anak yang menurut pada orangtuamu.”

Dia mencium keningku sebelum menyuruhku masuk ke dalam. Aku tidak tau berapa lama dia berada di depan rumahku aku masih melihat mobilnya 15 menit setelah  aku masuk ke dalam rumah.

Aku tidak dapat tidur malam ini. Semua kejadian yang kami alami 2 tahun belakangan ini seperti berputar kembali di hadapanku. Aku bukanlah orang yang mudah terbawa perasaan tapi entah kenapa Aku tidak dapat lagi menyembunyikan rasa sakit ini. Aku menangis sambil menggigit bantal. aku tidak ingin mom mendengar aku mengis. Malam ini, aku telah dengan ikhlas merelakan jiwaku pergi.

1 tahun kemudian……..

 

“semuanya sudah beres Mom ??”

“sudah, mari kita berangkat. Kasian taksi itu sudah terlalu lama menunggu.”

Hari ini adalah hari dimana aku akan berangkat ke Amerika. Aku mendapatkan beasiswa kuliah disana. Aku tidak dapat menolaknya. Apalagi Mom sangat bahagia mengetahui ini.

Saat sedang mengunci pintu kontrakan kami, tiba-tiba bayangan Changmin menghampiriku. Ahh, bagaimana kabarnya sekarang ? aku sangat merindukannya.

“Sandra, cepatlah kau tak mau kita ketinggalan pesawat bukan?!”

Aku langsung tersadar dari lamunanku.

“ah iya ….” Aku berlari menuju taksi yang sudah menunggu sejak tadi.

……….

Aku baru saja keluar dari perpustakaan dan sedang duduk di sebuang bangku kursi di taman kampusku ketika tiba-tiba ada yang mengagetkanku dari belakang.

“sedang apa kau ? kenapa tidak makan siang ???”

“ohhh….aku sedang mempelajari ini. Aku belum mengerti sampai sekarang.”

Dia adalah Yunho, laki-laki keturunan korea yang juga bersekolah disini.

“hentikan ini Sandra~ah . kau setiap hari hanya membaca buku. Tidak pernah memperhatikan orang disekitarmu.” Dia mengambil buku dari tanganku dan memasukkan ke dalam tasnya.

“ya apa yang kau lakukan?!”

“kau bahkan tak pernah memperhatikan aku. Padahal aku selalu memperhatikanmu.”

Aku tertawa kecil mendengarnya mengatakan itu.

“maafkan aku, aku benar-benar tak bermaksud seperti itu.” Aku mencoba membujuknya agar dia tidak marah.

Dia tidak menjawab pernyataanku barusan. Kami malah memperhatikan orang-orang yang lewat di depan kami.

“sandar~ah, maukah kau jadi pacarku ??”

*end*

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Posted on 4 Juli 2011, in Berlian Astrid, Shinki Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. First? Kasian sandranya?ngomong2 cintanya yunho diterima tak?First? Kasian sandranya?ngomong2 cintanya yunho diterima tak?

  2. ckck..
    Ksihan changmin..
    Daebak chinguu..
    Next ff q tunguu yahh..

  3. Yaa kasihann sandra, mwnya sih sandra sm changmin tp klw yunho yg gantiin changmin gpp deh ^^..

    Ffnya daebak chinguu,menguras perasaan ..

  4. ibunya cangmin jhat bgt sih khn ksian sandrany pasti malu bgt d-fitnah lg sembarangan aj

  5. keren chingu ff nya!!
    huh, nyentuh bgt dgn kehidupan sandra.! ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: