[FF/PG-15] Why I Like You part 1

Title : Why I Like You

Author :  Berlian astrid

Genre : romance

Rating :  PG-15

Leght : chapter

Cost : Eunhyuk Super Junior, aku, minah (menejerku), member super junior, member shinee

disclaimer : ini semua cuma karanganku yang di dapet kalo lagi ngalamum, so ini semua cuma halusinasiku yang berhasil tersalurkan. semoga tidak ada pihak yang merasa di rugikan ^^

N.A : oya maaf banget ya kalo nggak ada gambarnya >< aku nggak pinter cari gambar yang pas, ada yang mau bantu ?? kekekekke~ dont forget RCL guys ^^

………………….

 

“aku…….aku mencintai dia,sungguh aku sangat mencintai dia….”

Flash back…..

Hari ini adalah hari dimana aku akan memulai debutku sebagai artis di korea, ya aku bukan orang korea asli ayahku berasal dari korea sedang Ibuku berasal dari Indonesia. Aku tinggal di Korea karena aku mendapatkan beasiswa di sini, sedang Ayah dan Ibuku berada di Indonesia.

Aku tidak menyangka, sungguh !! berpikir aku akan menjadi artis saja aku tidak pernah, apalagi di Negara orang lain . NEVER !!!

Aku keluar dari dorm ku , di depan sudah ada menejerku yang bernama Minah. Dia lah yang pertama kali menawariku pekerjaan ini, dulu aku hanya coba-coba saja ikut audisi dan ternyata diterima. Kembali kepada, keberuntungan .

“ annyeong haseyo eonnie”, aku menyapanya sembari membungkukkan badan.

“hay good morning”, balasnya.

Ya dia memang terbiasa menggunakan bahasa inggris untuk sehari-harinya, karena dia sempat di tugaskan di New York oleh SM ENTERTAIMENT .

Ya Tuhan aku hampir lupa, aku direkrut oleh production hause yang termasuk terbesar di korea. I still can’t believe this !!!!

“ kau sudah siap ???”,  dia menanyaiku sembari berjalan kea rah mobilnya.

“aku……aku tidak tau. Bukankah jika aku tidak siap aku tetap harus melakukannya???”, kataku sambil menundukkan wajah.

“ Ya kau !!!! lihat aku !!!!”

Aku yang tadinya menunduk coba mengadahkan wajahku perlahan.

“kau lihat, aku disini. Berdiri disini, untuk siapa ??? untuk kau !!!!”

Aku tercekat melihat dia yang sepertinya….. marah !! tapi aku tak tau arti ekspresi apa yang dia tunjukkan itu.

“tenanglah, aku bukan memarahimu. Aku akan selalu mendukungmu”, dia mengerlingkan mata padaku dan menggandeng tanganku untuk masuk ke dalam mobil.

“eonnie….”, aku menarik napas lega. Astaga dia sudah membuatku khawatir.

…………….

“selamat ya, akhirnya debut juga setelah beberapa tahun ikut trainee”

“chukkae saeng, seneng nih punya adek yang jadi artis. Semoga sukses !!!!”

“jangan lupa diri ya kalau udah jadi artis terkenal. Sekses selalu ya cantik.”

Itu adalah beberapa ucapan yang diberikan keluarga juga teman-temanku. Aku masuh termenung menatap langit melalui jendela kamarku. Apakah ini benar-benar jalan yang aku inginkan ???

“kriiiiinggggg…..kringgggg…kringggg…..”

“yeoboseyo..”, aku mengangkat telefon yang tiba-tiba berbunyi padahal ini sudah hampir jam 1 malam.

“laisya ?? ada sesuatu yang harus aku bicarakan. Bisakah kau  keluar ke restaurant yang ada disamping dorm mu ??? sekarang”

“minah eonnie ??? eh…eh baik eon aku pergi sekarang” aku menutup telefon dengan hati yang penuh Tanya. Seberapa pentingkan hal yang akan dia bicarakan, sampai tidak dapat menunggu besok pagi ???

Aku berjalan tergesa-gesa sambil merapatkan jaketku yang cukup tebal, astaga disini dingin sekali apalagi kalau di ingat ini jam  1 malam. Ketika aku sedang mencoba menggunakan sarung tangan aku tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang berjalan di depanku.

“auuuuw….mianhe jeongmal  mianhe” aku membungkukkan badan sampil merutuki diri sendiri di dalam hati.

“oh, it’s okey. “ balasnya .

Aku langsung berjalan mendahului dia. Karena aku lihat dia akan menyebrangi jalan. Ketika aku sampai di depan restaurant aku sempat melihat dia kembali. Dia sedang melihat ke arahku juga lalu memalingkan wajah. Aku seperti mengenali dia. Dia artis sm ent juga kah ???

Aku tidak peduli dan langsung melangkahkan kaki masuk ke dalam. Sampai di dalam aku melihat minah eonnie berada dipojokkan dan sedang berbincang dengan seseorang di telefon.

“eonnie” aku memanggilnya pelan.

Dia menoleh ke arahku. “oh, dia sudah datang. Akan kutelfon kau nanti”, dia menutup telfonnya dan melihatku.

“lama sekali kau. Sejauh itukah jarak dorm mu dengan restaurant ini ???”

“maaf eonnie maaf. ..” aku hanya meminta maaf, bisa apa aku ??? aku tak mungkin menjelaskan tentang tragedi tabrakan singkat tadi dan….. namja itu.

Dia sekali lagi melihatku dengan seksama dan aku hanya bias menundukkan wajah. Aku sangat gelisah, ya benar gelisah. Aku seperti terdakwa yang baru saja menang lotre dengan cara yang curang.

“kau tau, kita harus berusaha keras agar kau dapat diterima masyarakat secara cepat melihat persaingan sesama menejemen yang sangat ketat ini. Aku dan beberapa pemimpin SM sudah memutuskan. Kami akan mengadakan kontrofersi.”

Aku tidak mengerti arah pembicaraan ini. Tanganku terasa dingin dan perutku mulas. Sungguh !!!

“kau akan berpura-pura berpacaran dengan salah satu artis SM yang sudah lebih dulu terkenal.”

Aku tercekat, tenggorokanku terasa panas. Bukan, bukan panas tapi lebih tepatnya terasa kering dan menyakitkan. Berpura-pura pacaran ??? apa-apaan ini ???

“eonnie aku…aku tidak tau maksud pembicaraan ini”

“aisssh jinjja.kau akan perpura-pura pacaran Laisha. Agar kau terkenal sehingga orang dengan mudah akan mengenalimu.”

“tapi kenapa harus dengan berpura-pura berpacaran eonnie ??? tidakkah ada cara lain ???” suaraku tiba-tiba tercekat di tenggorokkan dan mataku terasa pedas.

“dengan cara apa ??? kau bisa memberitahuku, hah ????”

Aku hanya sanggup menatapnya dengan tatapan getir.

“dengan siapa ?” aku mencoba bertanya dengan suara yang hanya mampu didengar oleh angin.

Dia melihatku dan menggenggam tangaku yang berada di atas meja. “dengan salah satu member…….Super Junior”

…………

Aku berjalan dengan muka tertuduk ke dalam dorm. Kenapa aku merasa dipermainkan ? tapi sekali lagi bisa apa aku.

Ketika sampai di lantai dimana dormku berada aku melihat ada seorang laki-laki yang berdiri bersandar di samping pintu dormku.

“permisi” aku mengucapkan salam sambil berusaha membuka pintu dormku.

“ Laisha.”

Aku yang sedari tadi tidak melihat wajahnya sekarang aku mengadahkan wajahku untuk melihatnya.

Aku seperti mengenali dia, sebentar biar aku ingat dulu, iya dia seorang artis, member sebuah boyband salah satu artis SM. Ya aku mengenali dia, dia Minho, Minho Shinee.

“ah, maaf aku tidak tau kalau ini kau. Ada yang bisa aku bantu?” aku bertanya sambil membungkukkan badan. Lama-lama pegal juga kalau begini, kenapa aku selalu tidak mudah beradaptasi dengan sesuatu yang baru padahal aku sudah hampir 3 tahun berada disini.

“ hahahaha ternyata kau yang bernama Laisha ?? senang berkenalan denganmu.” Dia membungkukkan badan padaku.

Aku yang masih terbengong, cepat-cepat aku juga ikut membungkukkan badan. “ah, senang berkenalan denganmu” balasku.

“mau kah kau masuk kedalam ? akan ku buatkan teh hangat untukmu. Dingin sekali rasanya disini” aku mencoba menawarinya masuk ke dalam. Dan baru aku ingat teman satu dormku yang bekerja di SM belum pulang. Mati aku membawa laki-laki ke dalam dormku padahal hanya ada aku disana. Biarlah semoga tidak ada yang tau. Aku mencoba menenangkan diri.

Setelah di dalam aku mempersilakan dia duduk dan aku kedapur untuk membuatkan teh.

“silakan diminum.” Aku menawarinya sambil tersenyum.

“ah, gomawo.”

Aku juga coba meminum teh buatanku. Ah, tidak terlalu buruk dan rasanya hangat di dalam tubuh ini.

Tanpa kusadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan aku. Memperhatikan dengan penuh seksama.

Kami banyak mengobrol malam itu. Tentang keluarga kami, pekerjaan kami, kehidupan sehari-hari kami dan ternyata aku dengan Minho seumuran.  Aku cukup senang ketika tau dia seumuran denganku. Mungkin aku dan dia bisa menjadi……sahabat.

Ketika dia sudah berpamitan pulang aku sedikit lega tidak ada yang mengetahui tentang kunjungan Minho yang sangat tidak terduga ini. Tapi ketika aku menutup pintu rasa itu muncul lagi, rasa gelisah tentang rencana yang diberi tahu Minah eonnie tadi. Akankah semua berjalan sesuai rencana ?

………….

all I wanna di is find a way back into love, I can’t make it through without a way back into love.

Nada dering ponselku bordering, aissh siapa ini yang menolfonku pagi-pagi begini. Aku mengangkat wajahku dan melihat jam masih jam 5 pagi . aku baru tidur satu jam mengingat gara-gara kunjungan Mihho tadi aku harus menunda waktu tidurku.

Aku kembali teringat pada ponselku. Aku segara mengambilnya dari meja disamping tempat tidur. Ah, ternyata teman satu kampusku yang juga berasal dari Indonesia.

“heh, kau ?? kenapa menelfon pagi-pagi begini? Tidak kah kau dapat menahan rasa kangenmu untuk bertemu nanti di kampus?” aku ‘sedikit’ membentak dia, mengingat aku yang diganggunya.

“masih berani kau mengatakan itu. KENAPA KAU TIDAK PERNAH MENCERITAKAN INI PADAKU ?! SETIDAK PENTING KAH ITU AKU DI MATAMU,HAH ?! KAU BENAR-BENAR………”

Aku kaget sekali melihat dia berteriak padaku. Ada apa ini  pagi-pagi aku sudah terkena kesialan berturut-turut ?

“a..aa.apa maksudmu ?? bisakah kau bicara dengan perlahan. Aku benar-benar tidak mengerti. Apa kesalahan yang telah aku perbuat ?” aku berusaha menjelaskan kepadanya. Aku benar-benar tidak tau apa yang dia bicarakan.

“KAU TELAH BERPACARAN DENGAN DIA SELAMA 3 BULAN. KENAPA TIDAK BILANG ?! KENAPA AKU HARUS MENGETAHUI INI DARI ORANG LAIN ? KENAPA, HAH ?? BISA KAU JELASKAN PADAKU ?”

Dia masih saja terus meneriakiku ditelefon. “ YA KAU !!! AKU BENAR-BENAR TIDAK TAU ! APA MAKSUDMU DENGAN BERPA..caran ??” aku seperti disambar petir, kenapa berita itu sudah menyebar padahal aku saja belum tau siapa ‘dia’ nantinya.

“ hah, kau. Akhirnya mengerti juga apa yang sedang aku bicarakan.”

“aku…aku…aku tidak menyangka. Kenapa sudah tersebar, padahal..padahal…” perutku tiba-tiba terasa mulas.

“padahal apa ??? CEPAT BERITAHU AKU KENAPA KAU MENYEMBUNYIKAN INI DARIKU ??? kau tidak percaya padaku ???”

Aku mendengar suaranya tercekat. “ah, bukan..bukan begitu Mitha..bukan.” aku berusaha menahan air mata ini.

“lalu kenapa ???”

Aku tidak mungkin menceritakan pada dia tentang rencana itu, tidak..aku harus memberinya alasan lain.

“aku akan menceritakannya nanti. Tapi bisa kau beritahu aku, siapa laki-laki itu ??”

“hah ? apa maksudmu ? masa kau tidak tau siapa pacarmu?” dia mendengus kesal, aku dapat mendengarnya.

“ah, aku hanya ingin memastikan saja.” Aku segera berkilah.

“kau ini benar-benar membuatku pusing. Dia…… Eunhyuk Super Junior”.

Hening di telefon, aku mencoba berfikir. Laki-laki itu. Dia yang punya senyum manis itu bukan ? yang orangnya ramah? yang menjadi DJ di radio yang selalu aku dengarkan itu bukan ?

“halooo, kau masih disana, Sya ???”

“iya aku.. aku masih disini. Akan kuhubungi kau lagi nanti.” Aku menutup telefon itu. Apa yang sedang aku rasakan ini ? bahagia atau sedihkan ? aku tidak tau. Tapi yang jelas aku ketahui, bibirku membentuk sebuah senyuman.

Aku masih belum tau apa yang sedang aku rasakan ini, mungkin senang atau apalah itu. Ketika aku sampai di lantai dasar aku melihat banyak sekali orang yang berada di luar gedung ini, sepertinya mereka sedang berdemo. Ada apa ini ?? aku melihat namaku tertulis di kertas yang mereka bawa, aku berjalan sedikit lebih cepat untuk melihatnya. Tanpa aku sadari ada sepasang mata, mata yang sedang melihatku dengan rasa cemas.

Tiba-tiba ada yang memanggilku dari arah samping. Aku menoleh, ternyata Minah eonnie.

“eonnie ada apa ini??” aku memegang tangannya.

“ini para fans Super Junior. Mereka ….mereka tidak terima dengan berita tentang kau berpacaran dengan salah satu member Super Junior.”

“eunhyuk….” Aku mengucapkannya dengan sangat pelan, tapi sepertinya Minah eonnie mengetahuinya karena dia menoleh ke arahku.

“ayo, kita harus segera pergi. Banyak pekerjaan hari ini.” Dia menarik tanganku yang tadi sempat terlepas dari tangannya.

Ketika sampai di pintu tiba-tiba aku sudah di kepung oleh bodyguard yang badannya astaga besar-besar sekali. Mereka membuatkan jalan untukku masuk ke dalam mobil. Banyak sekali yang berbicara, berteriak bahkan melompat-lompat untuk melihatku. Aku tidak dapat menangkap secara jelas apa yang mereka katakan, tapi yang jelas, sangat jelas aku ketahui mereka menghinaku.

Aku masuk ke dalam mobil dengan hati masih tidak percaya. Ya, aku akan terkenal bahkan mungkin sangat terkenal tapi dengan cara yang …..ah, aku tidak mau memikirkan ini.

“hari ini sudah ada beberapa stasiun televise yang akan mewawancaraimu. Kau harus siapa, hari ini akan sangat melelahkan.” Minah eonnie berbicara sambil sibuk dengan i-phone nya. Aku tidak tau sedang apa dia dengan ponselnya itu.

Aku hanya melihatnya sekilas dan mengalihkan pandanganku ke luar jendela mobil. Aku ingin bertemu Eunhyuk oppa, aku ingin sekali rasanya meminta maaf padanya. Aku telah menggunakan popularitasnya untuk mendapatkan popularitasku. Rasanya aku ingin mengis.

……………….

Aku sampai di sebuah perusahaan stasiun televise yang cukup terkenal di Korea Selatan. Ternyata disana juga terdapat banyak sekali fans dari Super Junior, aku benar-benar merasa takjub dan  aku…….aku merasa takut.

Segera setelah aku keluar dari mobil, kembali ada bodyguard yang melindungiku dari para gadis-gadis ini. Ah, aku tidak tau apa ada laki-laki di antara kerumunan itu tapi yang aku lihat sejauh ini hanya para gadis. Saat itu tiba-tiba ada yang meneriakkan nama seseorang yang dengan cepat membuat jantungku berhenti berdetak .

“EUNHYUK OPPA !!!!!”

Dan kerumunan yang tadinya mengelilingiku sedikit agak berkurang karena ada yang berlarian menghampiri eunhyuk . Aku segera mencari dimana dia berada.

DEG !!!!

Dia melihatku dan aku melihatnya. Tatapan mataku serasa terkunci melihat ke arahnya. Waktu serasa berhenti dan rasanya seperti hanya aku dan dia yang berada disini, tepat disini di depan gedung sebuah stasiun televisi. Tanpa ada bodyguard, para fans nya dan Minah eonnie yang dari tadi menggandeng tanganku.

“ayo cepat !! kau sedang melihat apa ??” Minah eonnie manarik tanganku dan aku kembali ke dunia nyata setelah berhasil melamun beberapa detik.

“ah.. ne” aku segera berlari masuk ke dalam bangunan gedung itu.

……………..

Aku sedang berada di ruang rias sekarang, aku telah selesai berdandan dan tinggal menunggu syuting di mulai. Aku duduk di salah satu sofa yang ada diruangan itu sambil memainkan ponselku. Astaga aku lupa aku belum menghubungi Mitha, teman satu kampusku tadi.

Aku segera menghubunginya.

“hallo. Sedang dimana kau ? kau tidak masuk kuliah ??”

“ah iya. Aku ada jadwal syuting hari ini.” Aku berbicara padanya dengan sedikit berbisik.

Tiba- tiba Minah eonnie menyentuh bahuku dan memberi isyarat padaku bahwa dia akan keluar sebentar. Aku melihatnya dan memberikan anggukan tanda menyetujui. Sekarang di ruangan ini hanya ada aku dan penata rias ku tadi.

Pintu terbuka, aku tidak melihat itu siapa karena aku sedang asyik bertelfon dengan Mitha dan aku yakin itu Minah eonnie tapi kenapa dia tidak beranjak dari depan pintu ?

“ehem…”

Suara laki-laki, siapa dia ??? aku dengan cepat menoleh ke arahnya. Astaga aku seperti di siram air dingin.

“eunhyuk oppa ???” aku berbicara sangat pelan, seperti berbicara dengan diriku sendiri. Dan telefon ku dengan Mitha segera aku putus.

Penata riasku yang tadi membereskan kosmetiknya tiba-tiba sudah selesai dan bilang dia akan ke kamar mandi sebentar.  Jadi, sekarang di ruangan ini hanya tinggal aku dan eunhyuk oppa. Jatungku berdetak sangat cepat dan rasanya menyakitkan.

Aku menunduk dan meremas jari-jariku. Dia berjalan menyusuri ruangan dan mengambil salah satu kursi lalu duduk di hadapanku. Aku tersentak kaget ketika tidak sengaja lututnya menyentuh lututku ketika dia akan duduk.

“kau kah Laisha ??” dia sedikit memajukkan wajahnya karena melihat aku yang sejak tadi menunduk tidak mau menampakkan wajahku.

Aku memundurkan sedikit dudukku sehingga jarak yang cukup dekat tadi bisa sedikit menjauh.

“ne. “ aku menjawab tapi masih saja dengan menundukkan kepala.

“aku tidak ingin berbasa-basi, jadi aku akan berbicara langsung saja. Kau tau kita akan berpura-pura pacaran selama kurang lebih satu tahun. Bukanlah waktu yang lama, tapi juga bukan waktu yang cepat. Jadi aku rasa kau jangan merasa aku menyukaimu. Aku mau melakukan ini karena tidak ada orang lain lagi yang mau melakukannya.”

Aku langsung mengangkat wajahku dan melihat ke arahnya. Dia sedikit…..kaget menurutku melihat reaksi yang aku tunjukkan.

“aku tidak pernah merasa kau menyukaiku. Aku…aku ingin minta maaf, aku juga tidak menginginkan hal ini. Aku minta maaf” aku menundukkan tubuhku sedikit.

“sudah seharusnya kau minta maaf, sudah jangan lakukan itu aku tidak mau kalau ada orang lain yang melihat dan bilang kalau aku ini laki-laki tak berperasaan” dia melihatku sambil tersenyum, senyum malaikat pencabut nyawa.

Sungguh aku benci melihat dia , sangat benci. Dia bilang dia tidak mau di sebut sebagai laki-laki yang tidak berperasaan tapi apa maksud dari kata-kata  ‘Aku mau melakukan ini karena tidak ada orang lain lagi yang mau melakukannya’ dia pikir aku tidak selaku itu kah ? kau akan menyesalinya nanti !!

Aku kembali menunduk sambil berceloteh di dalam hati, dia benar-benar laki-laki yang jahat. Dasar kau, lagipula mana aku mau dengan laklaki yang sudah setua kau. Kenapa kau tidak punya pacar saja kalau tidak mau berpura-pura pacaran denganku. Atau jangan-jangan kau yang tidak laku ???

Aku tersenyum kecil ketika membayangkan dia ditolak semua wanita di bumi ini. It’s so funny !

“sedang apa kau ? kenapa tersenyum sendiri?” dia menghentikan seketika lamunanku.

“ah..ti..tidaak. aku hanya ingin tersenyum. “ aku tidak menyangka kalau dia akan melihatku tersenyum-senyum sendiri. Atau dia sedang memperhatikan aku tadi ?? aku mengangkat wajahku dan melihat dia sedang melihatku juga. Cepat-cepat dia membuang muka.

Kreeek… pintu terbuka dan ada wajah seseorang muncul di baliknya. Tunggu !!! laki-laki itu……dia kan yang bertabrakan denganku malam itu. Kenapa dia ada disini juga ?

“ya Lee Hyukjae !! kenapa kau berlama-lama disini, acara sudah akan segera di mulai. Cepat kesana, kalau tidak menejer yang akan mendatangimu sendiri kisini.”

Dia sempat melihat ke arahku sebentar sebelum kembali menutup pintu. Siapa dia ?? aku benar-benar harus bertanya kepada eunhyuk. Aku tidak mungkin dapat menahan rasa penasaran ini lagi. Tiba-tiba eunhyuk sudah berdiri dan berjalan menuju pintu.

“oppa…” kata-kata itu keluar saja dari mulitku tanpa meminta persetujuan dulu dari yang punya.

Dia menoleh ke arahku. “eeh..eh aku mau bertanya, siapa laki-laki tadi?”

Dia terlihat bingung, “kau tidak tau siapa dia ? dia itu member super junior ! kau benar-benar tidak tau ? ckckckc…..”

Mana aku bisa tau, boyband dengan member sebanyak itu, aku tidak mungkin menghafalkannya dalam waktu sekejap. Aku memutar bola mataku. Tapi kali ini tidak sampai dia melihatnya.

“mianhae, aku benar-benar tidak hafal”

“dia itu Donghae, Lee Donghae!! ”

…………..

Aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Sejak hari debutku itu sampai sekarang aku sepertinya kurang tidur. Tapi aku benar-benar tidak merasa lelah, apa mungkin gara-gara masalah ini makanya rasa lelah pun tidak terasa.

Untuk menghilangkan sedikit kepenatan ini, pagi-pagi nanti aku akan jogging. Supaya aku dapat menghirup udara segar dan dengan olahraga badanku tidak akan mudah sakit mengingat jadwal padat yang terpampanng di depanku sekarang aku harus menjaga kesehatan tentunya.

…………….

Pagi-pagi aku sudah keluar dari dormku dan bersiap untuk melakukan olahraga jogging yang paling mudah dan paling murah ini. Aku sangat menyukai Seoul pagi hari seperti ini, udaranya masih sangat terasa sejuk. Aku turun menggunakan lift, ketika sampai di lobi aku bertemu dengan laki-laki itu lagi, Donghae oppa. Aku  memberikan salam dengan membungkukkan badan sedikit. Dia membalasnya dengan ikut membungkukkan badan.

Aku segera berlari keluar gedung. Sudah hampir setengah jam aku berjogging, sempat aku akan kembali ke dorm tapi ketika melihat sebuah toko yang menjual pancake aku mengurungkan niat untuk segera kembali. Hmm pancake yang dipampang terlihat sangat lezat, aku memesan pancake dengan segelas susu coklat panas. Sarapan yang sangat lezat. Ketika aku sedang meminum susu panasku tiba-tiba ada seorang yang membentakku dari arah belakang, dan itu membuatku kaget.

“kenapa kau sangat berani berpergian sendiri, padahal kau kan sudah menjadi artis sekarang. Ada baiknya kau harus berhati-hati dalam bertindak!!”

Aku yang baru minum langsung tersedak. Siapa dia ? kenapa langsung berkata seperti itu. Aku langsung membalikkan badanku. Astaga….dia !

“memangnya kenapa ? itu hak ku bukan. Lagipula aku tidak mengganggu hidup orang lain.”

Dia terlihat bingung dengan apa yang aku katakan. Dia duduk di kursi depanku. Mau apa dia ? kenapa tidak segera pergi saja? Aku mendengus dalam hati, dan merutuki kenapa aku tadi tidak langsung kembali ke dorm saja.

Dia memesan  kopi panas dengan pancake juga. “apa rencanamu hari ini?”

Dia bertanya padaku tapi dengan wajah yang tidak melihat ke arahku. “kau bertanya padaku ?”

Dia mengangkat wajahnya dan melihat ke arahku. “iya dengan kau ! dengan siapa lagi ?!” dia mendengus kesal.

“kau bertanya padaku tapi tidak melihat ke arahku. Bagaimana aku bisa tau ?” aku membalas pertanyaannya dengan kesal.

“aisshhhh jinjja !!” dia benar-benar kesal kali ini. Tapi wajahnya sangat lucu. Sungguh !!

Aku dan dia berjalan beriringan kembali ke dorm. Dia mengantarkanku sampai di depan pintu dormku.

“oppa, kau tau darimana kalau aku tadi sedang jogging pagi ?”

“Donghae yang memberitahu padaku. Dia khawatir sesuatu yang tidak di inginkan terjadi padamu, jadi dia menyuruhku untuk menyusulmu. Dan kau tau, kau sudah mengganggu waktu tidurku.”

“hah ??? siapa yang mengganggu waktu tidurmu ? aku tidak berharap kalau kau akan muncul di hadapanku pagi-pagi dan merusak pagiku yang indah.”

Aku mendengus kesal dan segera masuk ke dalam dorm ku tanpa mempedulikan dia. Kenapa dia selalu merasa menjadi orang yang paling menderita ? aku benar-benar tidak dapat membayangkan perpacaran dengan dia selama satu tahun ke depan. Benar-benar sial hidupku ini ?? ahhhhhh aku mengacak-acak rambutku sendiri.

Ngomong-ngomong dia sudah kembali ke dorm nya atau belum ya. Aku membuka pintu dormku perlahan-lahan dan keluar dengan hati-hati. Dia….!!! Aku melihat eunhyuk berjalan kea rah lift. Kenapa dia baru akan kembali. Padahal  sudah hampir 10 menit aku masuk ke dalam dormku. Apa yang tadi dia lakukan disini ???

*TBC*

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Posted on 4 Juli 2011, in Berlian Astrid, Super Fanfiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. kren chinguu…
    Nnti yg jdi orng ketiga’a,,minho ap donghae??
    Huaahh..
    Gx sbar..
    Next part q tunggu yah chinguu..

  2. Cepetan jangan lama2 ya please penasaran ni

  3. menarik, tu hyuk jgn2 sebener y suka lg? n hae kyk y jg suka keliatan dr gerak gerik y. . .
    Lanjut. . .

  4. menarik, tu hyuk jgn2 sebener y suka lg? n hae kyk y jg suka keliatan dr gerak gerik y. . .
    Lanjut. . .!!!

  5. Enyuk jahaaaaaaat sekali -_- ditunggu lanjutannya😀

  6. wow! Keren ceritanya ^^
    Ada lee couple ma minho ^^
    Setahun pcrn ma unyuk? Wah, jgn2 nanti jd keterusan lg ^^
    Bagus2x thor!! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: