[FF/G] MY GHOST MY HERO part 1

Main Cast:

Lee Jinki as Lee Eunsook
Kim Jonghyun
Kim Kibum
Choi Minho as Choi Minjung
Lee Taemin

Support Cast:

Taeyeon SNSD

Genre: Horor Comedy

Rating General

Leght: Sequel

Annyeong~ ^^

Tidak ada JIBON! Aku ganti dengan BUMSOOK (?) Kibum Eunsook..kekekek. aku pikir justru akan lebih ngakak kalo ngebayangi Onew jadi yeoja.

Baru aja membaca ulang komik-komikku yang sudah hampir lapuk. Dan menemukan cerita yang bergenre hohor comedy. Dan tampaknya pas buat karakter Onew, eh! Eunsook maksudnya..hehehe

Happy reading!!

RCL!!!

GO AWAY SILENT READER!!


Eunsook POV

Hari ini akan menjadi hari terburukku.

Hosh hosh~

Aku menghabiskan seluruh tenaga pagi yang kudapatkan dari sarapan tiga potong paha ayam, dua telur mata sapi dan dua setengah mangkuk nasi.

Punggungku sudah mulai basah, dan telapak kakiku sudah terasa panas. Aku mempercepat lariku saat kulihat gerbang sekolah Taemin.

Aku terus berlari sementara ribuan pasang mata tertuju padaku. Bukan karena seragam sederhana sekolahku yang berbeda dengan seragam mereka yang terbuat dari wool asli, tapi karena~ kau akan tahu nanti.

Aku bagaikan kerikil dalam kotak perhiasan yang penuh dengan batu permata. Kerikil yang penuh dengan peluh karena berlari dari rumah sampai sekolah ini.

“EUNSOOK!”

Kini seluruh pasang mata teralihkan kepada sosok namja bersinar terang yang memanggilku dari jendela kelasnya. Tatapan matanya dingin, namun tidak menghilangkan sisi manisnya. Berdiri didekat jendela bagaikan berdiri di balkon istana, sikap tubuhnya yang santai membuatnya terlihat semakin berkelas.

“TAEMIN! AKU MEMBAWAKAN BUKUMU!”

Hanya dapat berteriak dari bawah kelas Taemin yang terdapat dilantai satu. Kurogoh tasku mencari buku yang paling tebal. Aku tak punya buku setebal buku pelajaran Taemin.

Kulambaikan bukunya. Beberapa teman-teman sekelas Taemin memandang dingin ke arahku yang mungkin, terlihat berantakan.

“LEMPAR!”

Huh? Lempar? Maksudnya, aku harus melemparkan buku ini kelantai satu?

“LEMPARKAN SAJA EUNSOOK! AKU MALAS TURUN KEBAWAH”

Aisshhh bocah ini!

Hup!

Kulemparkan sekuat tenaga buku yang setebal kamus ini kearah Taemin. Percobaan pertama gagal. Bukunya tidak sampai dan jatuh kesemak-semak.

“HATI-HATI EUNSOOK~ AKU TIDAK MAU BUKUKU RUSAK”

“NE~”

Kali ini kulempar sabil melompat. Tapi tetap gagal.

“BUKUKU BUKAN BOOMERANG EUNSOOK AH~”

Entah bagaimana buku ini kembali lagi padaku. Seperti tendangan pisang, arah lemparan buku ini melengkung dan kembali kearahku.

“SIAP-SIAP TAEMIN! AKU AKAN MELEMPARNYA SEKUAT TENAGA!”

Taemin hanya mengangguk lemah, masih tanpa ekspresi.

Na, dul, set!

Bermodalkan pengalamanku sebagai pitcher cadangan di club softball, kulempar buku Taemin tepat kearah Taemin.

BUGHH!!

“KKYAAAAAAAA!!!!”

Yah! Tepat dimuka Taemin. Yeoaj-yeoja teman sekelas Taemin berteriak histeris. Aku tak melihat batang hidung Taemin lagi. Apa dia pingsan?

“KEJAR YEOJA ITU!!! DIA MELAKUKAN PERCOBAAN PEMBUNUHAN PADA TAEMINIE!!!”

Mwo??

Sudah kuduga ini akan menjadi hari yang buruk. Tanpa pikir panjang, dan tanpa memikirkan keadaan Taemin yang mungkin akan mederita gegar otak, aku berlari meninggalkan sekolah mengarikan ini. Sebelum yeoja-yeoja penggemar Taemin menangkapku dan kemudian membuangku ke sungai Han terdekat.

Seperti yang pernah mereka lakukan padaku sebelumnya, saat aku hanya mengantarkan bekal makan siang Taemin. Tanpa sengaja aku menjatuhkan bekal keseragam Taemin saat menyerahkannya. Hanya gara-gara mengotori seragam Taemin dan aku berakhir di Sungai Han.

***

“Kau terlihat jelak sekali Eunsook.”

“Sejak kapan aku terlihat cantik?”

“He he~”

Taeyeon terlihat puas sekali dengan jawabanku. Aku beruntung wajahku selembut tofu, tidak masalah bagiku walaupun bedakku luntur. Kusisir rambutku yang sangat berantakan.

Srrhhhh~ Ssrrhhhh~

Taeyeon membantuku menyemprotkan cologne untuk menghilangkan bau keringat dari sekujur tubuhku.

Aku membolos dipelajaran pertama, dan Taeyeon menemaniku membolos di atap sekolah. Sebenarnya aku tahu alasan Taeyeon bersikap baik padaku. Bukan karena kami satu-satunya 89 line disekolah ini. Tapi karena dia tahu aku dekat dengan Taemin.

“Jadi tadi pagi kau mempir ke sekolah Taemin? Kau dikejar-kejar lagi oleh yeoja disana?”

“Ne.”

“Bagaimana keadaan Taemin?”

“Baik-baik saja seperti biasa.”

“Apa kau menyampaikan salamku pada Taemin?”

“Ck~ berhentilah mengharapkannya! Dia lebih muda darimu!”

“Wae? Tidak masalah bagiku. Kau juga menyukai Kibum yang lebih muda darimu.”

Seperti dipukul K.O oleh Taeyon. Aku tidak berkutik. Dia memang benar, aku menyukai Kibum sang pujaan hati setiap yeoja.

“Omo! Aku mau pee!”

Taeyeon menghentakan kakinya kelantai, bagaikan anak kecil yang menunggu popoknya dilepaskan.

“Pergi saja ke toilet!”

“Kau tidak apa kutinggal sendirian Eunsook?”

”Kau kira aku anak kecil? Atap ini sudah jadi rumah keduaku! Palli! Aku tidak mau kau mengompol!”

“Aku tidak akan lama!”

Taeyeon berlari mencari toilet yang paling dekat. Aku rasa dia akan pergi ke toilet didekat lab. Lab?
”Taeyeon! Jangan sampai ketahuan guru!”
”NE!”

Menjawab tanpa menoleh kearahku. Dia benar-benar sudah tak bisa menahannya lagi.

Kini perhatianku teralihkan pada seragam club softballku. Sudah beberapa minggu aku tidak hadir latihan di club. Aku hanya pemain cadangan, maka tidak akan ada yang peduli jika aku tidak ada.

Terdengar suara ricuh dari lapangan sekolah. aku beranjak menuju benteng. Dari tempatku ini dapat kulihat murid kelas dua sedang berolah raga.

Mataku tidak bisa lepas dari sosok yeoja yang menurutku sangat sempurna. Kaki jenjangnya menapaki lapangan dengan cepat, meninggalkan beberapa pesaingnya jauh dibelakang. Rambut kucir kuda yang menari kekanan dan kekiri membuat sosoknya semakin terlihat anggun. Dia finish diurutan pertama.

Bahkan saat kelelahan dan membasuh wajahnya dengan air mineralpun dia semakin sexy. Seperti iklan sabun mandi.

“Neomu yeppoh~”

“Ne”

“Senyumnya manis sekali.”

“Ne. aku suka sekali mata bulatnya, cantik.”

“Ne, aku setuju”

Benar. Mata bulatnya sangat cantik. Mataku tidak lebih dari setengah matanya.

Huh? Dengan siapa aku bicara?

“OMO! Siapa kau?”

Aku terkejut saat melihat seorang namja berdiri disampingku. Ekspresinya sama terkejutnya denganku. Dia tidak memakai seragam sekolahku. Hanya kemeja putih.

“Kau bisa melihatku?”

Adayang salah pada namja ini. Dia sangat pucat, dan terang. Oke, Taemin pun pucat dan terang, tapi tidak sepucat namja ini. Aku mundur beberapa langkah, hawa didekatnya terasa lebih panas. Namja itu hanya diam berdiri ditempatnya, menatapku heran. Ahni! dia tidak berdiri, dia.. melayang.

BRUGH!

***

Tuhaan~ kepalaku sakit sekali.

“Lee Eunsook. Kau harus membersihkan seluruh toilet siswa.”

“Seongsaengnim. Sudah kubilang kalau aku pingsan.”

“Kau sudah tertangkap basah sedang tertidur di atap. Jalani saja hukumanmu.”

Isshhh! Kenapa tidak ada yang mau percaya kalau aku jatuh pingsan.

“Seongsaengnim~ aku tidak bohong. Aku memang jatuh pingsan, aku tidak tidur.”

“Kau tidak akan mendengkur jika kau pingsan. Lagi pula, apa yang membuatmu pingsan?”

“Aku melihat hantu! Di atap!”

“Pagi-pagi?”

“Ne!”

“Kau harus kedokter mata. Lalu kembali untuk membersihkan toilet.”

“Mwo?? Tapi~”

***

“Eunsook, aku harus pergi les.”

“Temani aku sebentar saja.”

“Bukankah kau bilang atap adalah rumah keduamu? Seharusnya kau berani pergi keatap sendirian.”

“Ssstt! Jangan banyak tanya! Temani aku saja.”

Jika bukan karena jaketku tertinggal, aku tidak akan mau kembali keatap. Dan jika bukan karena hantu itu, aku tidak akan memaksa Taeyeon menemaniku keatap. Apalagi hari sudah sore. Sekolah mulai sepi. Hanya ada beberapa anggota club sepakbola sedang berlatih.

Cklek~

Aku mengintip dari balik pintu. Melihat sekeliling atap yang sepi. Kutemukan jaketku tergeletak sendirian dilantai atap. Aku memastikan sekali lagi bahwa hantu itu sudah tidak ada.

Aman! Aku berlari mengambil jaketku yang tergeletak dilantai atap, dan secepat kilat aku kembali dan menutup pintu atap.

“Eunsook ah~ kenapa kau aneh sekali?”

“Ahni. tidak ada apa-apa. Kajha!”

Kudorong punggung Taeyeon agar segera menuruni anak tangga.

Hantu itu tidak ada diatap. Atau mungkin seongsaengnim benar kalau aku tertidur. Dan hantu itu hanya mimpiku saja?

Ah! Whatever! Aku tidak mau membolos diatap lagi.

***

Sesampainya dirumah aku melepas sepatuku didepan pintu dan menentengnya. Umma akan marah jika lantai kayu rumah kotor oleh sepatuku. Langkah kakiku sedikit berlari menaiki anak tangga menuju kamarku, menimbulkan suara yang sedikit gaduh. Sebelum membuka kenop pintu kamarku aku menoleh sebentar kearah kamar Taemin. Pintu kamarnya masih tertutup rapat. Apa dia sudah pulang?

Ah sudahlah! Aku masuk kekamarku dan langsung mencium bau tidak sedap. Pengap. Aigoo aku lupa membuka jendela kamarku.

Aku melempar sepatuku kekamar mandi. Aku akan mencucinya sambil mandi. Setelah itu aku melempar tasku kekasur dan membuka jendela kamarku. Walau sudah terlambat, setidaknya ada sisa udara segar yang masuk kekamarku.

Sebelum mandi aku melakukan peregangan dan pendinginan. Tubuhku masih panas, tidak baik jika langsung mandi.

“Eunsook! Kau tidak bersama Taemin?”

Tiba-tiba saja umma masuk kekamarku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

“Eoh? Taemin belum pulang?”

“Umma kira Taemin bersamamu.”

“Mungkin Taemin sedang pergi dengan teman-temannya. Inikanhari sabtu umma.”

“Begitu ya? Ya sudahlah cepat kau mandi!”

“Ne~”

Snif snif~

o.ow! gawat! Umma mulai mengendus.

“Eunsook! Kenapa kamarmu bau sekali! kamar adikmu Taemin saja tidak sebau ini!”

“Sudahlah umma, aku hanya lupa membuka jendela saja.”

“Aigoo~”

Umma hanya bisa menghela nafas. Pada akhirnya memang akan seperti itu jika menghadapiku.

Aku anak perempuan. Tapi adik laki-lakiku lebih cantik dariku. Bisa dibilang, Taemin bahkan lebih rapih dariku. Tapi aku berani jamin itu hanya penampilan luarnya saja.

Kamar Taemin memang lebih harum, karena dia menyimpan ratusan bunga dari penggemar didalam kamarnya. Tapi coba saja kau masuk kedalam kamarnya. Minimal kau akan menemukan kaus kaki menempel dilangit-langit. Kamarku jauuuuuuhhh lebih rapih dari kamar Taemin.

Selesai mandi aku mencari kaus super big didalam lemariku. Aku suka kaus yang longgar untuk tidur, agar aku tidak perlu mengenakan celana lagi.

Sebelum mengenakan kausku, kupandangi diriku didalam cermin. Hanya menggunakan bra dan celana dalam. Haaahhh~ aku saja tidak selera melihat bentuk tubuhku. Semua anggota tubuhku gembul. Kutepuk-tepuk pipi chubyku. Darimana aku mendapatkan pipi seperti ini!!

“Apa kau ini yeoja?”

“Tentu saja aku seorang yeoja! Aku punya payudara!”

“Satu-satunya yang bagus darimu hanya kakimu.”

“Itulah sebabnya aku suka menggunakan pakaian longgar! Aku tidak mau tubuhku yang tak berlekuk terlihat orang lain!”

Chakkama! Kenapa cermin bisa bicara?

“Berarti aku orang pertama yang melihat tubuhmu?”

“KYAAAAAAAA!!!!!!! SETAN MESUM!!!”

Dia datang lagi. Dia mengikutiku.

Seharusnya aku taku berhadapan dengan mahluk halus seperti dia. Tapi yang kurasakan saat ini justru kekesalan. Pertama dia sudah membuatku dihukum membersihkan toilet siswa. Kedua, dia sudah berani masuk kekamarku tanpa ijin. Ketiga, dia membuatku dimarahi umma karena berteriak. Umma pikir aku hanya berhalusinasi akibat kamarku yang bau. Dan keempat, dia tidak mau pergi dari kamarku.

“Kenapa harus mengikutiku?”

“Karena hanya kau yang bisa kuajak bicara.”

Jarinya bergerak seduktif kekiri dan kekanan. Tak jauh dari jarinya album fotoku terbuka lembar demi lembar seirama dengan gerak jarinya. Matanya terus menelusuri satu persatu fotoku dalam album itu.

Dia melihat album fotoku tanpa menyentuhnya. Wow~

“Kau bisa menggerakkan benda?”

“Yang ringan saja.”

“Berarti kau bisa membersihkan toilet?”

Tidak menggubrisku. Matanya berhenti pada satu foto. Keningnya berkerut dan tangannya dilipat didada.

Whhuusshh~

Omo! Tiba-tiba saja album foto sudah berada didepan mataku. Tepat pada foto masa kecilku bersama Taemin.

“Apa ini Taemin?”

“Ne. dia dongsaengku.”

Whhusshhh~

Album fotonya melayang kembali kesisi si hantu sombong.

“Tidak mirip.”

“Memang”

Album fotonya menutup dengan sendirinya. Dan akhirnya terjatuh kelantai. Mata hantu itu menatapku heran.

“Huh? kau tidak marah?”

“Mungkin kau orang ke sejuta delapan ribu empat puluh tiga yang berkata seperti itu. Tapi berhubung kau bukan orang, maka tidak masuk hitungan.”

“Ck~ aku juga tidak mirip dengan dongsaengku.”

“Jinjja? Kita senasib! Apa adikmu juga tidak mengakuimu sebagai kakaknya?”

“Ahahahaha. Adikku sangat menghormatiku. Kami sangat dekat.”

“Seperti apa rasanya?”

“Hmm?”

“Seperti apa rasanya dekat dengan dongsaengmu?”

“Sakit.”

“Mwo?? Wae??”

“Sakit saat kau harus meninggalkannya dan melihatnya menangis karena ditinggalkan.”

Apa hantu juga bisa menangis? Dia terlihat sedih walaupun tidak ada tanda-tanda air mata akan keluar. Aissshh! Ganti arah pembicaraan saja.

“Berarti jika aku mati Taemin tidak akan menangis. Aku curiga dia akan berpesta.”

“Ahahahah. Kau tidak dekat dengan dongsaengmu? Bagaimana rasanya?”

“Sakit.”

“Ahahaha. Wae? Wae?”

Berhasil. Wajahnya sudah kembali normal.

“Tanganku sakit, kakiku sakit, kepalaku sakit.”

“Huh?”

“Aku sering dibully oleh penggemar Taemin. Mereka pikir aku noona girang yang ingin mendekati Taemin. Saat kubilang aku kakaknya, mereka tidak percaya. Tetanggaku, teman-teman sekolahku, teman-teman sekolah Taemin, bahkan sepupuku tidak ada yang percaya aku adalah kakaknya Taemin.”

“Aku juga berfikir kalau kau anak pungut.”

“YA!!”

“Ahahaha. By the way, namaku Jonghyun. Boleh aku menginap?”

***

Pagi ini sangat berisik. Walau sudah kusumpal telingaku dengan kapas tapi ocehan Jonghyun masih saja bisa kudengar. Memgganggu konsentrasi berdandanku saja.

“Kau ini yeoja atau bukan? Baru saja aku mampir kekamar Taemin. Dia jauh lebih cantik darimu! Bahkan saat mengupil pun dia terlihat jauh lebih feminism.”

“Ya! Taemin itu namja!”

Ingin kulempar dia dengan meja rias. Tapi percuma. Dia tidak akan merasa sakit.

“Hei~ Lihat dirmu. Matamu hilang, hidungmu bangir, bibirmu terlalu tebal untuk ukuran yeoja!”
”Ya! Kenapa kau jadi menghinaku!”

Aku menekan telinga dengan kedua tanganku serapat mungkin. Ocehannya dipagi hari sangat mengganggu.

“Ya Tuhan! Lihat jarimu. Bahkan dongsaengku yang seorang namja saja mempunyai jari yang lebih lentik darimu.”

“Ya! Jonghyun! Bisa tidak kau berhenti mengoceh?”

“Tidak bisa! Aku masih kesal padamu!”

“Wae! Apa salahku?”
”Kau mematikan lampunnya! Aku tak bisa tidur dalam gelap!”

“Mwo? Bukankah kau hantu? Kau takut gelap?”

“Memangnya kenapa? Tidak bolehkah hantu takut gelap?!”

“Kau hantu mesum penakut!!”

Tidiitt~ Tiddiittt~

Suara klakson mobil Kibum! Aku yakin ini mobil Kibum.

Aku lupakan masalah si hantu tidak tahu diri ini dan berlari menuju jendela kamarku. Kim Kibum, sudah menunggu didalam mobil di depan rumahku. Kakiku lemas sekali walau melihatnya dari kejauhan. Mata kucingnya yang tajam, bibir apelnya yang kecil, tidak pernah bosan mengagumi segala yang ada pada Kibum.

Tapi, pagi-pagi sekali Kibum sudah menjemput Taemin? Bukankah ini hari minggu?

“Eoh? Kau kenal namja itu?”

Isshhh!! Lagi-lagi hantu ini menggangguku.

“Tentu saja. Dia teman satu sekolahnya Taemin.”

“Kau menyukainya?”

Bluushhh~

“Ahni!”

“Jujur saja, mukamu matang!”

“Aisshh! Apa urusanmu?”

Sudah tidak mood lagi memandangi Kibum. Aku berjalan menuju tempat tidur dan menjatuhkan tubuhku diatasnya.

“Aku tidak pernah tahu kalau Kibum teman dongsaengmu.”

Chakkama! Darimana Jonghyun tahu kalau dia Kibum? Aku bangun dan duduk ditepi kasur. Berhadapan langsung dengan Jonghyun yang melayang dipinggir kasurku.

“Mwo? Darimana kau tahu namanya?”

“Kim Kibum?”

“Ne?”

“Dia dongsaengku.”

“MWOYA!!!”

“Ahahahah Eunsook! Kau jelek sekali kalau kau terkejut.”

“YA! Hantu mesum! Aku serius!”

“Aku juga serius.”

“Kenapa kau tidak mengikuti dongsaengmu saja? Kenapa mengikutiku?”

“Kalau aku bisa. Aku akan memilih untuk mengikuti dongsaengku.”

“Issshhh!!”

Kembali aku menjatuhkan tubuhku ditempat tidur. menutup mataku dengan lenganku.

“Ternyata namja yang lebih muda yang kau sukai adalah Kibum?”

Mwo?

Bagaimana dia bisa tahu tentang..

Jangan-jangan dia menguping pembicaraanku dengan Taeyeon. Andwe~ aku tidak bisa mengelak lagi~

“Aku tahu luar dalam Kibum. Aku tahu kekurangan dan kelebihan Kibum. Aku tahu cara menaklukan Kibum.”

“Apa maksudmu?.”

Masih menutup mataku. Tidak mau melihat hantu menyebalkan itu.

“Aku bisa membantumu untuk mendekati Kibum.”

“JINJJA!!”

“Ahahaha. Benar kan kau suka pada dongsaengku.”

Tanpa sadar aku langsung berdiri dari tidurku. Aku terlalu bersemangat. Dan sangat terlihat jelas dimata Jonghyun sehingga membuatnya terbahak.

“Ye! Ye! Aku memang suka pada Kibum. Dan kau akan membantuku mendekatinya bukan?”

“Ada syaratnya.”

“Mwo?”

“Kau harus berteman dengan Minjung.”

“Minjung? Anak kelas dua itu? yang matanya besar? Kakinya panjang?”

“Ne!”

“Sirreo!”

Memikirkan berteman dengan Minjung saja tidak mungkin bagiku. Dia pernah menusuk hatiku dengan tatapannya yang sinis. Dia benci saat tanpa sengaja aku melempar bola kasti kekepalanya. Teman-temannya yang lain pun ikut memandangku sinis. Oleh sebab itulah aku tidak berani datang ke club softball lagi.

“Kalau begitu sayang sekali. Mungkin Kibum akan semakin dekat dengan Hara.”

“Baiklah aku mau!”

“Deal!

“Ngomong-ngomong, siapa Hara?”

“Anjing dirumah kami.”

“!!!”

Boleh aku meminta satu permohonan? Aku ingin dia mati untuk kedua kalinya!.

***

“Palli!”

Ck~ bagaimana bisa hantu ini membuatku hampir jatuh tersuruk. Bukankah dia tidak bisa menyentuhku? Tapi kenapa seperti ada sesuatu yang mendorong punggungku.

“Palli! Eunsook! Mereka sudah memulai pemanasan!”

“Sabar sedikit! Kau tahu ini sulit bagiku! Kakiku tidak mau bergerak.”

Hanya melihat lapangan softball saja jantungku sudah berdetak cepat. Aku tak sanggup mendekati pelatih dan anggota club yang lain. Bagaimana kalau ekspresi mereka tidak bersahabat ketika melihatku kembali?

“Mau kudorong lagi?”

“Arrrggggghhhh!!!”

“EUNSOOK!”

Great! Pelatih melihatku. Apa aku kabur saja?

Tanpa dikomandoi kakiku sudah bersiap-siap untuk mengambil langkah seribu pergi dari tempat ini. Tapi disaat yang bersamaan sesuatu sudah mendorong punggungku sehingga aku melangkah lebih dekat ketempat pelatihku berdiri.

“Eunsook! Kau kemana saja? Sudah berapa minggu kau membolos?”

“Ah ye. Mianhe. Akhir-akhir ini aku sering sibuk.”

“Kau benar. Kau sudah kelas tiga. Seharusnya kau lebih konsentrasi belajar.”

“Betul! Seharusnya aku belajar saja dan tidak datang latihan. Ahahah.”

Aku membalikan badanku dan menemukan muka masam Jonghyun. Tatapannya menuntutku untuk kembali membalikan badanku kearah pelatih. Kubalas dengan memicingkan mataku. Aku tidak bisa kembali lagi sementara pelatih sudah mengusirku secara halus.

Tapi dalam sedetik ekspresi wajah Jonghyun berubah. Ujung bibirnya ditarik dan matanya licik. Aku tahu ada sesuatu yang tidak baik.

Puukkhh!

“Awww!!”

Aku menoleh kebelakang. Salah satu teman Minjung mengelus-elus keningnya, dan beberapa temannya yang lain memeriksa keadaannya, termasuk Minjung.

“EUNSOOK!!”

Wae??

Aku baru sadar aku dalam masalah ketika aku melihat botol minumankulah yang mendarat dikening yeoja itu. Aku dalam masalah besar. Dan itu karena Jonghyun.

Teman-teman sebayaku, anak kelas tiga lainnya, mereka mungkin sedang berada ditempat les. Atau toko buku. Sedangkan aku, membersihkan markas club, sebagai hukuman.

Sreekk sreek

Halaman club pun harus bersih dari dedaunan. Padahal hari sudah mulai petang. Tapi anggota club lainnya masih berlatih.

Minjung masih menjadi pitcher andalan. Lemparannya akurat dan cepat. Gayanya melempar bola sangatlah keren, aku terhipnotis olehnya.

Eoh?

Bukan hanya aku saja yang terhipnotis. Kulihat Jonghyun terus mengawasi setiap gerak-gerik yang dilakukan Minjung, duduk di atas pohon, ah! Maksudku, melayang dibatang pohon. Hanya Minjung. Matanya tidak peduli pada bola yang berpindah dari satu pemain kepemain lainnya. Hanya Minjung yang dilihatnya.

Adahubungan apa sebenarnya antara Jonghyun dan Minjung? Jika Jonghyun menyukainya, kenapa tidak mengikutinya saja?

-bersambung-

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 5 Juli 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 17 Komentar.

  1. Sumpah ngakak….
    Gak kebayang umma jadi appa, appa jadi umma….
    Hahahahaha
    pha lagi liat pic minho jadi yeoja… Hahahaha

  2. T.O.P banget deh ceritanya. Lanjutannya jangan lama2 ya,okey?T.O.P banget deh ceritanya. Lanjutannya jangan lama2 ya,okey?

  3. daebak,,,,
    g bisa ngebayangin jinki jadi ce🙂
    kayanya jjong suka ma minjung nih,,,
    biar ceritanya horror tapi tetep aja lucu,aq suka bacanya jadi g bkin tegang dan g ngebosenin😉
    dtggu next partnya y,,,

  4. Suka deh, kalo eonni ini yg bikin ff..
    Cie elah.. Onyu jd cewe..
    Hahahaha

  5. ckckck….q sneng bnget kalo da ff yaoi eonni gegey,,

    si onew trnyata emg ga cocok jdi yeoja,,hahaha

    jgn”…jonghyun kekasihny minho ya??ekh mksud q minjung ya??haha
    lanjuuttt

  6. Omo~
    pict minho’y gg nahaaaaaaann
    wkwkkwkkkkk
    smoga part” slnjutx gg mendet” yya :p

    mau dung ktemu hantu klu kek jonghyunmah,,hahahaaaaa

    lanjut lanjut lanjuut😀

  7. pict minho yg d atas cute bgt !!!!
    hadeh.. gg kbyang onew jd yeoja.
    ngakak abis, pngen jg d ikutin hantu kya jonghyun. hahaha
    next part author🙂

  8. Wkwk gak bisa kebayang onew ama minho jadi cewek. Kalo key ama taem sih masih kebayang
    eh, ffnya bagus thoooor. Aku sukaaaa😀

  9. Dee is Mrs.LeeJinKi

    Ngakak ngbyangn,Nyuppa jd Cew.Jibon tkar posisi neh,.It laki ane si Dubu trnistakan sangtlh d epep in.Bdan’a Eunsook mrip ak,gembul dr atas smpai kaki😄
    Kyaaa…Si Jjong jd hantu Yadong.
    Lanjut eon🙂

  10. Hahaha, sumpah aku ngakak bgt bacanya..
    ya ampun, malang bgt jd eunseok.. -,-
    masa taemin lbh cantik, kakak yg teraniaya..haha
    sumpah ktwa bgt pas eunseok mohon biar jjong mati kedua kalinya..hahaha
    mian, nganggapnya eonseok sm minjung yeoja laen, bkn onew n minho sbg yeoja.. haha
    jjong juga lucu,tp ngeselin, argh ditunggu lanjutannya..

  11. Wah ceritanya seru… Gak sabar nungguin kelanjutan ff ini…
    Gomawo admin..

  12. hahahaha Daebakk Thor..

  13. xixixi~
    si onew jadi cewek ?? Nggak bisa di bayangin deh .
    ck~

    fighting onew a

    hahaha
    hara (?) ternyata anjing
    toh 🙂 onew a

    hahaha
    hara (?) ternyata anjing
    toh 🙂

  14. hahaha, daebak chingu….
    aku ktawa ngakak bget.., gag bisa byangin onew appa jd yeoja n key umma yg jdi namja.. hahaha, n aq pnasaran sbnarnya siapa tuh si minjung n apa hubnganx dgan jonghyun…?
    lanjut ya chingu.., aq pgen cpet2 tau crita slanjutnya..
    lanjut ya.. hehehe, gomawo…

  15. onew -____-;; … btw kenapa taemin dingin sama onew ? sifatnya jadi kebolak balik gini

  16. huahaha..
    Ngakak byangin minho jdi yeoja..
    Hihi..
    Kbalik neh..
    C dubu jdi cwe,,c eomma jdi cwo..
    Hehe..
    Crita’a kren chinguu…

  17. Annyong thor ktmu lg am cment.an q haha

    Ide cerita yang unik..disni eunsuk gndut bgt ya.hantu jong aneh msh aj yadong ckisni eunsuk gndut bgt ya.hantu jong aneh msh aj yadong ck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: