[FF/G] MY GHOST MY HERO part 2

Main Cast:
Lee Jinki as Lee Eunsook
Kim Jonghyun
Kim Kibum
Choi Minho as Choi Minjung
Lee Taemin

Support Cast:
Kim Jaejong
Jung Yunho as Jung Yunah
Taeyeon SNSD

Genre: Horor Comedy
Rating General
Leght: Sequel
Author: GeGey

Annyeonggg!!!
Semua yang tertylis di FF ini adalah fiktif belaka. Jadi jangan coba-coba untuk meniru salah satu adegan dari FF ini.

Jangan lupa untuk (READ) membaca FF ini diawali dengan doa dan tenang, (COMENT) berilah komentar2 yang bermutu dan panjaaaaaaaaang, (LIKE) sesuatu hal kecil yang kalian sering lupa adalah jempol kalian.

HAPPY READING!!!
RCL PLEASE~



Eunsook POV

-Sekali lagi kau sentuh ujung rambutnya, kau akan berakhir diaquariumku bersama piranha dan belut listrik!!-

Percayakah kau kalau aku menemukan tulisan seperti ini didalam amplop berwarna merah muda yang dihiasi pita biru?
Haaahhhh~ Sebelumnya aku menemukan beberapa surat dengan isi yang tidak kalah seram dari surat merah jambu ini.
Mau aku bacakan beberapa isi surat tersebut?

-Apa sudah tidak ada namja di dunia ini yang mau denganmu lagi? Jadi sekarang kau mengejar Minjung?? Atau jangan-jangan sebenarnya kau namja! YA! MENJAUHLAH DARI MINJUNG!!-

Dan ini juga.

-Seharusnya dari dulu aku mengirimmu ke kutub utara! kemudian membiarkanmu hingga membeku, setelah itu melihatmu diterjang tsunami dan terkena hujan meteor! Aku snagat menyesal tidak melakukan itu! aisshh! Tapi aku akan melakukannya jika kau mendekati Minjung!!-

Yah, setidaknya amplop sebelumnya bukan berwarna merah jambu. Jadi aku tidak berharap kalau surat itu surat cinta.

Masih banyak surat yang tidak ingin aku baca lagi. Sangat menyakiti hatiku dan juga hati umma jika dia membaca.

“Apa kau sudah bosan hidup? Aku bisa memasukanmu lagi kedalam perut ibumu jika kau masih mendekati Minjung!”
“Ya! Apa yang kau lakukan!”

Kuambil secarik kertas yang melayang diudara dan memasukannya kedalam kantung plastik bersama surat-surat terror lainnya.

“Whoaa!! Daebak!! Kenapa kau buang surat-suratnya? Aku belum pernah membaca surat seseru ini.”
“Apa kau puas sekarang! Kau senang mempermainkanku huh?”
“Kenapa kau jadi marah-marah seperti ini? bukankah tadi kau habis menari-nari karena mendapatkan sekarung surat? Bahkan lebih banyak dari yang Taemin dapat.”
“Jika tahu isi suratnya seperti ini, aku akan membakar pak posnya hidup-hidup!”

Kutinggalkan Jonghyun yang masih membeku dikamarku. Aku berlari menuruni anak tangga menuju halaman belakang rumahku. Aku sudah siap dengan korek api dan sekantung penuh surat yang siap dibakar.

Ternyata Jonghyun sudah mendahuluiku sampai dihalaman belakang rumah. Dia menantiku disamping tong yang biasa umma gunakan untuk membakar sampah.

“Kau marah padaku Eunsook?”

Tidak kuhiraukan hantu ini. Kuambil satu persatu surat dari dalam kantung dan memindahkannya kedalam tong.

“Padahal berkat diriku kau berhasil meminta maaf pada Minjung kan? Dan berkat aku juga hubungan kalian membaik. Seharusnya kau berterima kasih padaku!”

Mendengar ocehan Jonghyun membuatku semakin tidak sabar untuk membakar surat-surat ini, kumasukan semua surat kedalam tong berikut dengan kantungnya.
Ya, memang benar hubunganku dengan Minjung sudah membaik. Minjung menyapaku lebih dulu dan bertanya apa parfum yang kupakai. Dari situlah kami mulai berbincang dan akhirnya aku menemukan kesempatan untuk meminta maaf padanya atas kejadian bola kasti yang membuat keningnya benjol.
Tapi parfum yang kupakai adalah parfum namja dan sangat mahal! Parfum rekomendasi dari Jonghyun membuatku bangkrut!

“Ya! Eunsook!”

Ctek! Ctek!

Kulempar batang korek api yang sudah terbakar kedalam tong. Dengan cepat api mulai menyebar membakar surat-surat mengerikan ini. Dan semakin banyak surat yang terbakar semakin besar pula api yang dihasilkan.

“Eunsook! Kau juga senang karena tidak perlu lagi makan siang diatap sekolah bukan? Minjung sudah mengajakmu makan dimeja kantin. Padahal meja kantin hanya untuk murid-murid populer saja.”

Apinya semakin tinggi. Lidah api seperti melemparkan abu kertas keudara.
Perkataan Jonghyun ada benarnya juga. Sejak Jonghyun menyuruhku untuk memberikan apel dan minuman isotonic kepada Minjung setiap makan siang, Minjung selalu mengajakku untuk makan siang bersamanya.
Tapi karena itu juga Taeyeon merobek seragam olah ragaku dan mematahkan pensil warnaku. Dia merasa aku sudah membuangnya sejak berteman dengan Minjung. Aku merasa menjadi teman yang buruk bagi Taeyeon. Padahal selama ini dia yang selalu menemaniku makan siang di atap sekolah.

“Hei! Eunsook! Bukankah hanya Minjung satu-satunya dongsaengmu yang memanggilmu eonni? Dan itu juga berkatku.”

Hubunganku dan Minjung semakin dekat. Terlebih lagi ketika aku memberikannya beberapa album dari artis-artis yang Jonghyun bilang sangat hebat, sehingga memaksaku untuk merelakan piggy bankku, sejak itu Minjung sudah berani merangkul bahuku dan memelukku setiap kami bertemu.
Apakah itu baik? Tidak! itu buruk! Lokerku dipenuhi dengan bom, sekolahku menjadi terkenal karena salah satu muridnya mencetak namanya di guines book of record dengan prestasi ‘Orang yang paling banyak menerima nacaman bom dan selamat’.

Banyak yang tidak menyukai kedekatanku dengan Minjung. Mereka menamai kami ‘the Beauty and the beast couple’. Anti fansku semakin bertambah. Dan puncaknya adalah hari ini.
Apakah Jonghyun sedang mencoba menjodohkanku dengan Minjung?

“Eunsook! Kenapa diam saja!”
“Diam kau Jonghyun! Kau terus menyuruhku untuk mendekati Minjung! Mana janjimu untuk mendekatkanku pada Kibum? Sudah cukup! Uangku sudah habis! Jangan menyuruhku apa-apa lagi!”

Done!
Aku sudah tidak mau lagi berurusan dengan hantu!
Hari ini juga aku harus mencari paranormal untuk mengusir hantu bawel ini dari hidupku!

***

Nomor 235, 236, 238.
Eoh? Dimana nomor 237? Kenapa nomor rumahnya melompat ke nomor 238?

“Ada yang bisa aku bantu?”

Cih! hantu ini belum menyadari kalau nyawanya terancam. Kenapa didetik-detik terakhir masanya dia masih mengikutiku?

“Eunsook ah~ aku bosan terus bicara sendiri. Setidaknya biarkan aku membantumu.”

Membantuku mencarikan alamat paranormal yang akan mengusirnya? Huh! Yang benar saja.
Kuperiksa kembali alamat paranormal yang kudapat dari internet. Banyak orang yang mengatakan kalau paranormal ini ampuh dan terjangkau. Aku mengecek satu persatu huruf yang ada pada kertas, dan menyamakannya dengan nama jalan dimana aku berdiri saat ini. Aku berada ditempat yang persis seperti yang tertera dikertas ini. tapi dimana nomor 237?

“Pasti ketua RT diperumahan ini tidak tamat sekolah dasar.”

Jonghyun sudah berada tiga rumah dari tempatku berdiri. bosan karena tidak kuhiraukan dia mulai mengabsen satu persatu rumah diperumahan ini dan berbicara pada dirinya sendiri.

“Apa aku yang bodoh atau urutan hitungan sudah diganti? Aku yakin setelah 238 adalah 239. Tapi kenapa rumah disamping 238 bernomor 241?.”

Huh? Setelah 238 adalah 241?
Aku menghampiri Jonghyun dan mengikuti arah pandang hantu ini. Jonghyun benar. Kenapa setelah 238 justru nomor 241? Apa nomor rumah diperumahan ini tidak berurutan? Itu berarti nomor 237 bisa berada dimana saja!

Aura mistis langsung terasa saat menginjakan kakiku dirumah paranormal ini. Rumah yang sangat tua. Udara dingin menerpa kakiku dari lantai yang terbuat dari batu granit. Kursi kayu yang berdenyit saat tubuhku duduk diatasnya. Ditambah dengan lampu gantung yang terkesan klasik tertutupi jaring laba-laba.

“Maaf, kau pasti kesulitan mencari alamat rumahku. Maklum saja, pembagian nomor rumah dilakukan dengan diundi. Agar kami tidak berebut nomor cantik.”
“Ne, gwenchana.”

Mataku tertuju pada wanita paruh baya yang duduk berhadapan denganku. Dia mengenakan hanbok putih dan membiarkan rambutnya jatuh tergerai menutupi bahunya. Jepit bunga mawar merah muda dirambutnya tidak membuatnya lebih cantik. Dia terlihat lebih mengenaskan.

“Aku tahu maksud kedatanganmu kemari. Kau pasti merasa ada arwah yang mengikutimu.”
“Ne! kau benar ahjuma. Aku ingin mengusir arwah ini.”
Daebak! Dia benar-benar paranormal. Dia langsung mengetahui masalahku tanpa menanyakannya terlebih dahulu. Jinjja daebak!

“Arwah itu berada dibelakangmu dan sedang menatapku. Apa kau bisa merasakannya?”
“Aku bahkan dapat melihatnya. Aku juga bisa berbicara dengannya.”
“Apa? Kau bisa melihatnya?”
“Ne.”
“Kau dapat berinteraksi dengannya. Jika kau sudah memiliki hubungan yang dekat dengan suatu arwah. Maka akan sulit untuk melepaskannya darimu.”
“Wae? Aku tidak bisa mengusirnya?”
“Aku dapat merasakan arwah dibelakangmu ini tidak berbahaya. Dia juga cukup tampan.”

Mwoya? Ahjuma yang mengaku sebagai paranormal ini mengeluarkan cermin dari lengan bajunya. Dia merapihkan jepit bunga mawar yang menempel dikepalanya.

“Jadi apa kau bisa menguahakan agar dia pergi dariku?”
“Apa arwah dibelakangmu sudah mempunyai pacar?”
“Eoh?”

***

Kakiku pegal. Mendengar siulan Jonghyun membuat kakiku bertambah pegal. Jonghyun melayang disisiku bergerak mengikuti langkahku. Dia terlihat begitu bahagia.
Sial!
Setelah gagal dengan paranormal genit, paranormal kedua yang kutemui yang juga tidak bisa mengusir hantu sialan ini menambah lebar senyum yang tersungging diwajah Jonghyun.
Aku baru tahu kalau ada paranormal yang alergi terhadap Jonghyun. Paranormal penyakitan!.

Kini tinggal tersisa satu kandidat paranormal terbaik dikota Seoul. Alamatnya tidak jauh dari daerah Gangnam. Dan paranormal ini cukup mahal karena bekerja dibawah naungan manajemen ‘Paranormal Entertainment’.

“Belum menyerah? Kau masih mencoba mengusirku Eunsook?”

Aku masih belum mau berbicara dengannya. Aku tidak sabar untuk berhenti mendengar ocehannya. Dan itu akan terjadi jika Jonghyun sudah pergi dari hidupku.

Langkahku berat saat memasuki sebuah gedung yang terbilang megah. Pintu otomatis digedung ‘paranormal entertainment’ ini mengatakan kalau aku akan kehilangan handphoneku untuk membayar biaya paranormal.

“Selamat datang~ ada yang bisa kami bantu?”
Sama seperti ketika kau mendaftar untuk membuka rekening baru. Yeoja yang sangat cantik dan berpenampilan rapih sudah tersenyum ramah menyambutku dimejanya. Aku yakin yeoja cantik ini bukan paranormal. Dia hanya perantara saja, untuk membuat biaya operasionalnya semakin mahal.

“Aku mempunyai keluhan tentang hantu. Arwah gentayangan.”
“Ne?”
“Apa paranormal disini bisa mengusir hantu yang mengikutiku?”
“Maaf. Anda salah tempat. Kami hanya melayani klien yang akan membuat film horror. Kami menyewakan hantu untuk menjadi pemeran figuran di film tersebut. Bahkan sudah banyak hantu binaan kami yang menjadi pemeran utama dan mendapatkan grammy award.”
“Mwo?”

“Ahkakakkakakakakak”

Kudengar Jonghyun tertawa sangat lepas dan nyaring. Aku menoleh kebelakang dan mendapatinya sedang berguling diudara sambil memegangi perutnya.
Lucukah?

***

“Eunsook ah~ apa yang kau bakar tadi siang? Tetangga kita mengeluhkan asapnya.”
“Bukan apa-apa umma. Hanya kertas beracun.”

Kumasukan dua sendok nasi penuh kedalam mulutku. Tidak lupa menggigit paha ayam dengan ganas (?). Hanya makan yang dapat membuat pikiranku tenang kembali. Bagaimana bisa tidak ada satu pun paranormal yang bisa mengusir hantu bawel itu?

“Eunsook. Kau seperti kuli bangunan.”
Tak kuindahkan perkataan Taemin dan tetap mengunyah sekuat tenaga. Aku menambahkan kimchi dan selada kedalam mulutku.
Kulihat Taemin berhenti mengunyah dan memandangiku datar. Aku yakin Taemin sudah kehilangan nafsu makannya. Baguslah, itu berarti aku bisa mengambil jatah ayamnya.

“Taemin kau rapih sekali, memangnya kau mau kemana malam ini?”
“Kibum hyung akan kemari untuk bermain. Hyung akan mengomel jika aku tidak tampil rapih”

“Ohhokk..ohhookkk,!”
Kibum akan kemari??

“YA! Eunsook! Pelan-pelan kalau makan. Kau ini anak perempuan. Aigoo.”

Kibum akan kemari?? Dia akan masuk kerumah ini?? Dia akan duduk di sofa yang biasa kududuki? Dia juga akan minum dari gelas umma? Omo!

Harus segera memberi tahu Jonghyun!

Nafsu makanku sudah hilang. Kutinggalkan mangkuk nasi yang masih penuh. Tidak tega sebenarnya meninggalkan sisa ayam gorengku. Tapi ini menyangkut hidup dan matiku!!

“Eunsook! Kau mau kemana? Habiskan dulu makanmu!”
“Aku kenyang!”

Aku berlari menaiki anak tangga menuju kamarku. Aku sempat tersandung anak tangga dan kurasakan perih dijempol kakiku. Kuhiraukan karena ingin segera bertemu Jonghyun. Ingin cepat memberi tahunya kalau Kibum akan datang kerumah ini.

Sesampainya dikamar aku tidak menemukan Jonghyun. Kuperiksa dikamar mandi tapi tetap tidak ada.

“Jjong~?”

Hening.

Atau jangan-jangan dia pergi dengan suka rela?
Ahni! chakkama!
Apakah ini bagus atau buruk?

Ting Tong~

Degh
Degh
Degh

Haruskah aku membukakan pintunya?

Ting Tong~

Degh
Degh

“EUNSOOK! TOLONG BUKAKAN PINTUNYA!”
“Ne umma!”

Sebenarnya aku sudah berada didepan pintu. Jantungku berdetak cepat. Kibum berada dibalik pintu ini sekarang. Ekspresi apa yang harus kupasang saat menyambutnya?

Ting Tong~

“EUNSOOOOOOK!”
“NE!”

Degh
Degh
Degh

Ckleck~

“Hai eonni!”

Kibum datang bersama Minjung? Mereka saling mengenal?

“Eonni, kenapa tidak bilang padaku kalau kau tinggal dirumah Taemin?.”
“Ahh, itu..”

Terjadi kesalah pahaman lagi. Kibum dan Minjung beranggapan kalau aku dipungut dari pinggir jalan oleh ibunya Taemin. Tidak ada konfirmasi dari mulut Taemin. Jadi percuma saja kalau aku menjelaskan pada mereka bahwa aku adalah noonanya Taemin.

“Minjung ah~ bagaimana kau tahu rumahku?”
“Aku mengikutimu. Aku terkejut saat kau memasuki rumah Taemin.”
“Kau kenal Taemin?”
“Ne. Kibum yang mengenalkanku pada Taemin.”

Jadi Minjung sudah mengenal Kibum lebih dulu daripada Taemin. Aku semakin tidak mengerti hubungan antara Minjung-Kibum-Jonghyun-dan Taemin.
Aku melirik mencuri pandang keruang keluarga. Taemin dan Kibum sedang bermain game. Kibum terlihat malas memainkan jarinya di stick game.

Omo!

Segera aku memalingkan wajahku saat mataku bertemu mata Kibum. Aku memang merasa kalau Kibum sedang memperhatikanku.
Minjung yang duduk dimeja makan bersamaku mulai meneguk jus yang kusuguhkan. Matanya terus memandangi layar televisi mengikuti permainan sepak bola yang dimainkan Taemin dan Kibum. Aku baru menyadari kalau hari ini Minjung memakai cincin dijari manisnya. Cincin yang cantik.

Minjung menaruh gelas jus yang baru setengahnya dia minum. Tangan Minjung menarik tanganku, membawaku keruang keluarga dimana Kibum dan Taemin berada.

Degh degh
Degh degh

Jantungku berdetak semakin cepat saat Minjung mendudukanku disamping Kibum. Aku tidak pernah sedekat ini dengan namja pujaanku.
Kibum sempat menoleh kearahku saat aku duduk disampingnya, kemudian kembali focus pada permainannya. Minjung duduk dilantai menemani Taemin. Sesekali mereka bersenda gurau saat Taemin gagal membuat gol. Aku tidak tahu kalau mereka sedekat ini.

“Minjung, kau mau bermain?”
Kibum menepuk-nepuk bahu Minjung dengan stick game. Minjung menoleh kebelakang dan matanya membesar saat melihat Kibum menawarkan stick game padanya.

“Aku mau!”
Tanpa ragu tangan Minjung mengambil stick game dari tangan Kibum. Dengan lihai jari-jarinya menari diatas stick game melanjutkan permainan Kibum melawan Taemin.

Mataku terus menatap layar televisi. Aku tidak berani menoleh kearah Kibum. Apalagi berbicara padanya.

“Kau kakak kelas Minjung?”

Apa Kibum bertanya padaku? ragu-ragu aku menoleh kearah Kibum.
Degh!
Ya Tuhan. Dia terlhat lebih tampan jika dilihat dari dekat.

“Jadi aku memanggilmu noona? Eunsook noona?”
“Ah ye.”

“GOOOLLLL!!!”

Teriakan Taemin mengagetkanku dan juga Kibum. Kibum mengelus-elus dadanya dan mencoba untuk bernafas normal. Eh? Cincin yang menggantung dilehernya mirip dengan cincin milik Minjung.

“Ya! Taemin. Jangan terlalu liar.”
“Ne hyung~”
Whoaaa~ hanya dengan satu tatapan tajam dari mata kucingnya mampu membuat Taemin kembali duduk dan bermain game dalam damai.
Aku selaku noonanya saja tidak bisa membuat Taemin menurut.

“Apa besok sepulang sekolah kau ada waktu Eunsook noona?”
“Eum? A. a. apa maksudmu?”
“Aku berencana mengajakmu kerumahku.”

Seperti tersambar petir. Atau tertimpa durian runtuh. Semoga aku tidak salah dengar. Kibum mengajakku kencan? Ahni! dia mengajakku untuk menemui calon mertuaku?

Kepalaku pusing.

***

Kepalaku terasa berat. Aku membuka mataku dan gelap. Tak bisa melihat apa-apa.

“Kau sudah sadar?”

Aku hanya dapat melihat Jonghyun begitu putih diatasku. Apa aku sudah mati?

Thek!

Tiba-tiba saja ruangan menjadi begitu terang. Aku menyipitkan mataku untuk menghalau cahaya berlebihan yang masuk kemataku. Sedikit demi sedikit aku dapat melihat hiasan dinding yang terpajang dikamarku, dan juga lemari pakaianku. Ternyata aku masih hidup dan aku berada dikamarku.

“Bagaimana bisa kau jatuh pingsan? Kukira mahluk sepertimu tidak bisa pingsan.”

Akhh! Sambutan yang tidak menyenangkan dari Jonghyun. Jam dindingku menunjukan pukul dua malam.

“Ya! Jonghyun! Kau darimana saja?”
“Kau merindukanku?”
“Aisshh! Kau menghilang tiba-tiba!”
“Bukankah kau memang mencoba untuk mengusirku? Seharusnya kau senang aku menghilang.”
“Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu.”
“Mwo?”
“Ada hubungan apa Minjung dengan Kibum? Kulihat mereka memiliki cincin yang sama.”
“Cincin?”
“Ne.”

Jonghyun hanya diam tidak menjawab pertanyaanku.

“Ya! Kim Jonghyun! Kenapa kau tidak menjawabku? Atau jangan-jangan sebenarnya Minjung dan Kibum sudah bertunangan! Kau menyuruhku untuk mendekati Minjung agar aku mengetahuinya secar tidak langsung bukan?”

Jonghyun memalingkan wajahnya dariku. Dia melayang menjauhiku dan diam dimeja belajarku. Jarinya mulai membuka lembar perlembar buku pelajaranku. Seperti ingin menghindari pertanyaanku.

Jika itu benar maka Jonghyun sudah berhasil mencabik-cabik hatiku.

“Aku baru saja memperpanjang kontrakku.”

Aku diam mendengarkan dengan hati-hati saat Jonghyun mulai membuka mulutnya. Suaranya pelan sekali.

“Kontrak apa?”
“Seharusnya waktuku didunia ini tinggal seminggu lagi. Tapi aku memaksa agar diberi waktu satu minggu lagi. Aku beruntung karena permintaanku dikabulkan.”
“Waktu? Apa maksudmu?”
“Aku tidak bisa selamanya bergentayangan didunia. Aku akan dibawa kesuatu tempat.”
“Jadi kau akan meninggalkanku?”
“Kau senang kan? Tidak lama lagi aku akan pergi.”

Seharusnya aku senang. Tapi melihat ekspresi Jonghyun membuatku merasa tidak senang.

“Minjung adalah tunanganku.”
“Mwo???”
“Maaf karena telah memanfaatkanmu. Aku menyuruhmu mendekati Minjung karena ada sesuatu yang ingin aku pastikan sebelum pergi.”
“Jadi kau memang mau memanfaatkanku.”
“Tapi aku serius soal mendekatkanmu pada Kibum. Jika kau tetap mengikuti intruksiku, maka secara otomatis Kibum akan mendekatimu. Bukankah Kibum sudah mengajakmu kerumahku? Kau terlalu bahagia hingga kau pingsan bukan?”

Benar! Kibum mengajakku kerumahnya sepulang sekolah hari ini. Tapi untuk apa?

“Kau ingin kudandani agar menarik perhatian orangtuaku?”
“Ne! aku mau!”
“Kau akan tetap mengikuti semua yang kukatakan kan?”
“Ne! bukan karena aku ingin mendekati Kibum semata. Aku tulus ingin membantumu untuk memastikan sesuatu sebelum kau pergi.”
“Jinjja? Kau baik sekali.”

Semua yang kukatakan benar. Aku benar-benar ingin membantu Jonghyun. Aku ingin dia pergi dengan tenang.

***

Jonghyun bilang akan mendadaniku.
Tapi kenyataanya aku disuruh untuk berdandan sendiri. Mana janjinya?

“Ayo masuk noona.”
“N.n.ne”

Aku gugup sekali ketika tangan Kibum menggenggam tanganku untuk masuk kedalam rumahnya yang super megah. Aku tidak percaya diri dengan tampilanku. Aku hanya mengenakan dress biru tua sederhana. Dan sepatu flat.

Jonghyun memang dari keluarga yang berada. Pantas saja selera parfumnya mahal-mahal.

Aku tidak tahu Kibum akan memabawaku kemana. Dia hanya diam menarik tanganku menyusuri rumah yang besar dan sepi ini, hingga akhirnya kami sampai disuatu ruang makan. Sudah ada dua orang yang duduk berhadapan dimeja makan.

“Umma! Appa! Maaf kalau menunggu lama.”

Dua orang itu calon mertuaku? Aisshh. Maksudku orang tua Kibum?
Mereka berdiri dan menghampiriku unuk menyambutku. Seorang yeoja bertubuh tinggi dan tidak begitu cantik memelukku hangat. Wow! Sambutan yang istimewa bagi orang yang baru bertemu.

“Selamat datang Eunsook. Kami sudah menunggumu untuk makan siang bersama.”
”Kamzhahamnida.”
Darimana ibunya Kibum tahu namaku?

“Namaku Junah, dan ini suamiku Jaejong.”
Kini aku tahu darimana Kibum mendapatkan wajah yang cantik. Ternyata gen namja cantik mereka begitu kuat.

“Ayo silahkan duduk. Kau tidak perlu sungkan anggap saja rumah sendiri.”

Aku menyempatkan diriku untuk melirik Kibum yang mulai duduk dimeja makan didepanku.
Degh!
Dia memperlihatkan senyum yang belum pernah kulihat.

“Boleh kami lebih tahu tentangmu Eunsook? Kita mengobrol sambil makan siang otthe?”
Nyonya Junah mengelus-ngelus punggungku. Memberikan kehangatan suatu keluarga.

Ini memang yang kuinginkan. Tapi terlalau nyata dan terlalau cepat. Mereka terlalu ramah padaku. Ada apa dibalik semua ini?

Kulihat Jonghyun sudah duduk dimeja makan bersama kami. Dia tidak ikut makan siang memang. Hanya memandangiku dan keluarganya satu persatu.

-bersambung-

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 6 Juli 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. hwaa… Lanjutin thor… Sseru banget… Ssumpah ngakak bacanya… Lanjut.. Lanjut… Lanjutt #maksa hehehehe

  2. Bagus.. Bagus..
    Curious saya.. Cpt dilanjutin eon!🙂

  3. hahaha.. ngakak bgt d bagian

    “Maaf. Anda salah tempat. Kami hanya melayani klien yang akan membuat film horror. Kami menyewakan hantu untuk menjadi pemeran figuran di film tersebut. Bahkan sudah banyak hantu binaan kami yang menjadi pemeran utama dan mendapatkan grammy award.”
    ada ya tempat bgtu? hahaha
    lanjut authorr …

  4. Gg bosen bcax mskpun dh dua x,,
    hehhe :p
    eunsook ksiahan ==’

    lnjuutx jgn lma” duung author,,😀

  5. bwuahhahaa,,,emang ada y tempat yg nyediain hantu buat jadi figuran d film horor,,,
    gokil,,,
    tambah cinta deh ma ff buatan gegey,g pernah bkin bosen🙂
    ada sedih,lucu,aneh,seru dan yg pasti dtggu2 adegan romantisnya,kekeke
    penasaran nih ada apa ma kluarganya jjong koq jdi baik gitu sih k eun sook!!!
    dtggu next partnya y ;)i figuran d film horor,,,
    gokil,,,
    tambah cinta deh ma ff buatan gegey,g pernah bkin bosen🙂
    ada sedih,lucu,aneh,seru dan yg pasti dtggu2 adegan romantisnya,kekeke
    penasaran nih ada apa ma kluarganya jjong koq jdi baik gitu sih k eun sook!!!
    dtggu next partnya y😉

  6. Waaaa suka suka suka
    kasian banget eunsook kayaknya menderita bener ampe dapet surat begituan haha😀
    sumpah ngakak di bagian paranormal2an >.<
    kibum suka sama eunsook kah?
    Ada apa dibalik kebaikan orang tua kibum?
    Penasaraaaan!
    Lanjutannya ASAP ya thor🙂

  7. huahahahaha…..gokil ffmu eonni,,
    figuran d film horor…hahaha

    kyaaa~ jgn” key gntiin jjong buat jdi tunanganny minjung….tpi da motif pa key ngundang eunsook k rmhny??
    penasaraaaannnn………

    Lanjuuttttthuahahahaha…..gokil ffmu eonni,,
    figuran d film horor…hahaha

    kyaaa~ jgn” key gntiin jjong buat jdi tunanganny minjung….tpi da motif pa key ngundang eunsook k rmhny??
    penasaraaaannnn………

    Lanjuuttttt

  8. Jangan lama2 lanjutannya udah makin penasaran aja nih. Kalo aku atau ayahku punya perusahaan percetakan buku mungkin aku akan merilis author sebagai seorang novelis *sayang aku gk punya perusahaan percetakan*Jangan lama2 lanjutannya udah makin penasaran aja nih. Kalo aku atau ayahku punya perusahaan percetakan buku mungkin aku akan merilis author sebagai seorang novelis *sayang aku gk punya perusahaan percetakan*

  9. serem …
    Hwe~ si jong mau kemana ?

    Bantuin dulu si eunsook .
    Aish~
    :p
    xixi
    xixi

  10. waaaahh…. seru Thor…, lanjutin lagi ya.. jgan lama2 lho.., hehehe, coz aq tgggu crita slanjutnya. pnasaran bget dgan akhir critanya…

    Fighting ya chingu.., gomawo…

  11. itu key nya udah mulai suka kah? atau gmana? ahh ya ampun jd eunsook menderita bgt dah -,-
    sabar sabar…itu key nya udah mulai suka kah? atau gmana? ahh ya ampun jd eunsook menderita bgt dah -,-
    sabar sabar…

  12. Dee is Mrs.LeeJinKi

    Ngpain y EonSook d ajakn k rmah Kibum,..Ada apkh grangan? *ala Peniti Bros

  13. apa yg akan terjadi pada eonsook ? jeng jeng jeng jeng mari ke next capt

  14. Wuaaah bagus nih ff
    Lima jempol deh buat authornya (y)(y)(y)(y)(y)😀 wkwkwk
    Gegey is my favorite !!

  15. huahaha…
    Paranormal entertaiment..
    Ckck…
    Ad2 ajh..
    Mkin pnasarn sma ap ug pngen dpastiin sma jjong..
    Huhu..
    Daebak chinguuu…

  16. Sebenernya ad hubgn ap sich diantra mrka.pensaran sgt lnjt bsok aj bcnya ngantk puol#abaikanngantk puol#abaikan

  17. aduh ak ampe pilek gni bacanya gara2 ketawa >u<

    gasanggup ngbayangin jinki jd cewe, trlalu humoris ! kekekeke

    dan kenalin ak reader br =D

  18. aduh ak ampe pilek gni bacanya gara2 ketawa >u<

    gasanggup ngbayangin jinki jd cewe, trlalu humoris ! kekekeke =D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: