[FF/PG-15] Why I Like You part 2

Title : Why I Like You

Author :  Berlian astrid

Genre : romance

Rating :  PG-15

Leght : chapter

Cost : Eunhyuk Super Junior, aku, minah (menejerku), member super junior, member shinee

disclaimer : ini semua cuma karanganku yang di dapet kalo lagi ngalamum, so ini semua cuma halusinasiku yang berhasil tersalurkan. semoga tidak ada pihak yang merasa di rugikan ^^

N.A : mohon bantuan ya ajak teman-temannya semua buat baca FF aku. semakin banyak yang komen akan semakin cepat part selanjutnya kekekekke~gomawo buat yang RCL.

don’t be SILENT READERS !!!! ^^

…………..

Aku sedang beristirahat di dorm ku ketika ponselku berbunyi. Nomor tidak dikenal ? siapa dia ?

“hallo..”

“nanti malam akan ada premier peluncuran film terbaru di Nawon dan aku disuruh menejerku untuk mengajakmu. Aku jemput kau jam 7 malam. Berpakainlah yang semestinya jangan mempermalukan aku di depan umum. Aku mengenakan jas hitam”

Tuuuut…..tuttt…tuuut

Sambungan terputus. Apa-apaan dia ? dasar monyet nggak tau diri, mentang-mentang aku lebih muda dan tidak berpengalaman seperti dia lantas aku akan mempermalukan diri sendiri seperti itukah ? bisa saja aku mengenakan kaos oblong dan rok mini ke acara itu. Biar, biar dia merasa dipermalukan karena telah mengajakku, tapi aku pasti akan mati terbunuh oleh Minah eonnie.

………….

“laisha, ya kau cepat  lah. Eunhyuk oppa telah datang. Kau sudah terlalu lama di dalam. Kau ingin mempermalukan aku? Aku tidak tahan lama-lama berbicara dengan dia, kata-katanya sugguh membingungkan.”

“iya, iya aku keluar. Memang kau di apakan dia ? salah siapa, dia bilang akan menjemputku jam 7 tapi kenapa setengah 7 sudah kemari.”

“ya itu malah bagus, kau tidak perlu menunggu dia” Yara eonnie teman sedormku menjitakku.

“auuuuw, eonnie. Rambut ini sudah aku rapikan.” Aku memegangi rambutku yang tadi terkena jitakannya. Dia hanya menjulurkan lidahnya sambil tertawa kecil dan segera masuk ke kamarnya.

“maaf oppa, kau menunggu terlalu lama.” Aku sudah keluar dari kamar dan sedang menemuinya di ruang tamu. Dia sedikit kaget saat melihatku. Entah apa aku keluar tadi secara tiba-tiba sehingga dia terkejut, aku tidak tau.

…………..

Disini ramai sekali, aku benar-benar sudah merasa menjadi artis yang terkenal. Tapi aku segera membuang pikiran itu, jelas akan terlihat begitu lihat saja siapa yang mengajakku. Laki-laki yang fansnya bertaburan di segala penjuru dunia. Astaga, dia tampan sekali mengenakan jas hitam itu.

Aku berjalan beriringan dengan dia di atas karpet merah, tiba-tiba tanganku terasa hangat ,ketika aku melihatnya tanganku sedah berada di genggaman tangan eunhyuk , aku entalah tersenyum secara tidak sengaja mengetahuinya.

Kami tiba di depan para wartawan dan siap untuk berpose. Harus berpose apa aku senyum sajakah sambil memperlihatkan gandengang tangannya denganku atau melihat ke kamera dan membentuk tandi ‘V’  dengan tanganku? Aku tidak benar-benar tau apa yang terjadi, eunhyuk oppa melepaskan gandengannya denganku lalu tangannya perpindah ke pinggangku dan tiba-tiba dia menarikku ke dalam pelukannya. Aku secara naluri mendorong badannya untuk menjauh namun dia malah mempererat pelukannya di pinggangku, wajahnya mendekat dan aku memejamkan mata karena tidak tau apa yang harus di lakukan. Aku merasakan bibirnya berada di samping kupingku karena aku mendengar suara nafasnya.

“berhentilah memberontak. Ini akan terlihat seperti aku menciummu.” Dia membisikkan kata-kata itu pelan sekali. Jadi yang dapat mendengar hanya aku dan telingaku yang sangat beruntung itu.

…………

Beruntung di dalam bioskop gelap, dan pas sekali ketika aku masuk film segera sudah akan di mulai. Bisa malu aku kalau dia melihat wajahku yang merah padam ini. Jantungku masih tak mau berhenti berdetak sangat cepat. Sial, apa yang telah dia lakukan ?

……….

“terimakasih oppa sudah mengantarku sampai ke sini. Selamat malam, tidur yang nyenyak.” Aku membungkukkan badanku pada eunhyuk oppa yang berdiri di hadapanku.

“selamat malam.” balasnya dan segera berbalik meninggalkanku sendiri di depan pintu dormku. Aisssh benar-benar dia, ingin rasanya aku timpuk dengan tasku ini.

…….

Pagi-pagi aku sudah berada di depan pintu dorm super junior. Yara eonnie menyuruhku mengantarkan sup rumput laut ini untuk para member super junior. Entahlah, aku juga bingung kenapa dia tiba-tiba menyuruhku kemari.

Tiinggg….tooongggg….tingggg…toonggg…..

“annyeong haseyo” aku membungkukkan badan ketika aku lihat Donghae oppa membuka pintu dormnya.

“annyeong. Ya laisha kenapa pagi-pagi begini kau sudah disini. Apa yang kau bawa itu ? sini aku bantu. Pasti berat membawa panci sebesar ini”

“oh, ahniyo oppa.” Aku mencoba menghindar ketika Donghae oppa berusaha mengambil panci ini dari tanganku tapi dia memaksa dan aku akhirnya menyerahkannya.

“ayo masuk. Mari”

Ini pertama kalinya aku masuk ke dorm suju. Dan kalian tau ? di dalam sangat rapi. Ternyata sekumpulan lelaki bisa hidup rapi juga. Tapi aku melihat ada seorang bibi yang sedang menyapu lantai di dapur. Plaaaaak ! ternyata tetap ada seorang wanita yang membereskannya.

“mari-mari silakan duduk. Sebentar ya aku panggilkan yang lain. HYUNG~ CEPAT KEMARI ADA SUP RUMPUT LAUT. KALAU KALIAN TIDAK KEMARI AKAN AKU HABISKAN SUP INI SENDIRI”

Lalu tiba-tiba dari berbagai penjuru keluar mereka semua dan langsung mengambil sup yang ada di panci, sambil sesekali mengucapkan terima kasih. Aku hanya dapat tersenyum melihat tingkah mereka. Tapi ngomong-ngomong dimana eunhyuk ? aku tidak melihatnya. Tadi malam dia berhasil kembali ke dormnya dengan selamat bukan ?

“oppa, eunhyuk oppa apa masih tidur ? kenapa aku tidak melihat dia ?” aku bertanya kepada Donghae oppa yang berada di sampingku.

“oh dia . aku tak tau sepertinya dia masih tidur. Bangunkanlah dia, dia susah bangun sekarang, siapa tau kalau wanita cantik sepertimu yang membangunkannya dia akan cepat bangun.”

“mwo ?? ehhh ahniyo oppa. Biar dia bangun sendiri saja.” Aku menggeleng dengan cepat, apa kata orang kalau aku masuk kamar seorang laki-laki yang bukan siapa-siapaku….ahh dia bukan siapa-siapaku ??

Tapi tiba-tiba yang lain ikut menyuruhku membangunkannya juga. Aku di kepung sekarang. Aku sempat melihat Donghae oppa tapi dia malah mengalihkan pandangan menuju jendela. Dengan terpaksa aku berjalan menuju kamarnya sambil berdoa dalam hati semoga eunhyuk oppa tidak ada di dalam, entah kemana dia tapi yang penting dia tidak ada di dalam. Aku memejamkan mataku ketika membuka pintu kamarnya.

Mwo ?? disini sepi, aku melangkah masuk ke dalam. Dimana dia ? apa benar dia telah pergi ? aku menarik nafas lega. Namun aku mendengar suara pintu dibuka, aku menoleh ke belakang dan melihat eunhyuk oppa yang baru saja selesai mandi. Badannya masih basah dan dia hanya mengenakan handuk.

“ahhhhh……!!!!” aku dan dia menjerit dalam waktu yang bersamaan.

“a..aa..apa yang kau lakukan di kamarku?”

“mianhe, mianhe oppa. Tadi oppadeul menyuruhku untuk membangunkanmu karena mereka kira kau belum bangun. Mianhe.” Aku sudah berbalik membelakanginya dan sedang berusaha mengontrol hatiku yang kacau ini.

“cepat keluar kau !! untuk apa kau mengikuti perintah orang-orang itu ?!”

“ne..ne” aku segera mundur menuju arah pintu tanpa melihat ke arahnya lagi. Ketika sudah berada di luar rasanya aku benar-benar sebal. Aku akan langsung pulang saja, untuk apa aku tetap disini.

Aku kembali ke ruang tamu. “oppa, aku mau permisi pulang dulu. Masih ada yang harus aku kerjakan.” Aku berusaha menjelaskan kepada mereka. Tapi mereka malah menyuruhku untuk tetap di situ dan menyaksikan pertandingan ular tangga antara Leeteuk oppa dengan Yesung oppa. Benar-benar permainan yang lucu menurutku.

“eunhyuk kemana, Laisha ?”

“oh, tadi.. dia sedang mandi oppa jadi aku tinggal keluar.” Aku menjawab pertanyaan Donghae oppa tanpa melihat ke arahnya, takut kalau dia tau aku sedang berbohong.

Tidak beberapa lama eunhyuk keluar dari kamarnya dan melihat aku sedang berada di antara laki-laki ini.

“kau ikut aku !” dia menarik tanganku dan membawaku keluar menuju mobilnya.

“lepaskan ! sakit tau !” aku melepaskan pegangan tangannya di pergelanganku.

Dia hanya melihatku dan kembali menarikku masuk ke dalam mobilnya.

“ahh~ apa-apaan dia ini ?” aku memegangi pergelangan tanganku yang memerah karena di pegangnya dengan kuat tadi.

“kenapa kau menarikku seperti tadi ? bagaimana kalau ada yang melihat ? orang pasti akan mengira kau pacar yang sangat buruk !”

Dia hanya melihatku sekilas dan kembali fokus ke jalan.

“mau kemana kita ?” aku berusaha bertanya pada eunhyuk.

“ketempat dimana semua orang bisa melihat aku dan kamu !”

Aku melihatnya dengan tatapan jengkel dan mengalihkan pandanganku keluar jendela yang sedikit bisa menghilangkan rasa kesal ini.

………

Kami tiba di sebuah tempat yang sangat ramai. Aku tidak tau dimana, tapi sepertinya ada festival disini banyak sekali orang berjualan dari mulai baju, makanan, mainan. Aku melihat eunhyuk berjalan ke arah keramain itu, aku mengikutinya di belakang.

“kau bawa aku kemana ini?”

“hanya berjalan-jalan.”

Aku melihat sekeliling dan orang-orang melihat ke arah kami dengan wajah penasaran.

“ayo kita pulang, mau apa kita disini ? orang-orang melihati kita. Aku malu.”

Dia hanya tersenyum dan tetap berjalan dengan santainya.

Kami tiba di salah tempet makan yang ada di situ,“SOTO BAROKAH”.

“kau~kau membawaku ke rumah makan Indonesia ?”

“kau pasti rindu sudah lama tidak makan makanan Indonesia, ayo masuk !”

Aku tersenyum ke arahnya, walaupun aku sering di buat jengkel olehnya aku tau dia bukalah orang yang jahat yang selalu aku bayangkan.

………

“enak bukan masakan Indonesia ?”

“benar, enak sekali. Sepertinya aku sudah pantas untuk menjadi orang Indonesia.”

Aku menatapnya, dia memalingkan wajahnya tidak melihat ke arahku. Apa yang barusan dia katakan ?

………..

“apa kita akan langsung pulang ?”

“kenapa ? kau sudah ingin pulang ?”

“aku belum bilang dengan Minah eonnie kalau aku akan pergi denganmu.”

“baiklah kita pulang.”

……….

Selama di perjalanan aku dan Eunhyuk mengunci mulut masing-masing. Aku juga bingung kalau memulai topik pembicaraan, apa yang harus kami bicarakan ?

“Laisha.”

Aku menoleh ke arahnya.

“kau merasa terbebani berpacaran denganku ?”

Apa yang dia katakan ?. “kenapa berkata seperti itu ?”

“aku harap kau tidak akan pernah menaruh perasaan apa-apa padaku. Kita tak lebih dari korban, korban dari dunia hiburan.”

Aku melihat ke arahnya, pandangannya masih saja lurus menatap jalanan yang kami lalui.

“itu tidak akan pernah terjadi oppa.” aku merasakan pipiku memanas dan pandangan mataku mulai mengabur.

……..

Ketika sampai di parkiran aku menggumamkan terimakasih dan langsung keluar dari mobilnya. Aku sedikit berlari menuju kamar mandi yang berada di dekat lobi.

Aku menangis di dalam kamar mandi cukup lama, entah apa yang aku pikirkan, kenapa aku harus menangis ?  aku tidak pernah mencintainya, aku hanya terlalu sering menghabiskan waktu dengannya sehingga aku merasa di tolak saat dia mengatakan itu tadi.

Aku tidak benar-benar mencintai Eunhyuk,tidak.

……..

Aku berjalan keluar dari kamar mandi ketika tiba-tiba ada orang berdehem di belakangku.

“Donghae oppa ?”

“kau menangis.”

Aku berusaha tersenyum menanggapinya. “aku permisi dulu, aku sangat lelah aku akan kembali ke dorm.”

“akan ku antar.” Kata-katanya tidak terkesan memaksa tapi ada nada persuasif di dalamnya.

Kami berjalan beriringan sambil berdiam diri. Aku juga tidak dalam keadaan yang baik, aku masih merasa tersakiti (?).

……….

“gomawo oppa”

dia tidak menjawabnya. Aku menengadahkan wajahku menatapnya.

“ku mohon jangan menangis lagi. Aku tidak penah tega melihat wanita menangis.”

Aku diam saja memandanginya. “masukklah, aku akan segera pergi.”

Tanpa berkata apa-apa lagi aku masuk ke dalam dorm ku. Dia baru pergi ketika aku menutup pintu dormku.

“Donghae oppa, mianhe.” Tangisku kembali pecah.

……….

Aku sedang memacu mobilku pergi dari tempat acara yang baru saja kuhadiri, hari ini aku memang memilih membawa mobil sendiri, aku sedang ingin sendiri.

Aku memacu mobilku dengan kecepatan yang cukup kencang dan entah kenapa aku tidak sengaja melihat mobil Eunhyuk oppa di pinggir jalan. Aku mengerem mobilku dan meminggirkannya. Apa yang dia lakukan sendiri disini ?

Ini merupakan salah satu taman kota yang ada di Seoul, namun tidak terlalu banyak pengunjungnya. Aku juga bingung kenapa aku langsung berpikiran kalau ini mobil Eunhyuk padahal di Seoul mobil seperti ini banyak.

Aku sudah akan beranjak pergi ketika tidak sengaja melihat seorang laki-laki sedang memeluk seorang perempuan. Walaupun aku hanya melihat punggungnya aku tau kalau itu, Eunhyuk.

…………

“terimakasih, kau selalu ada saat aku membutuhkanmu.”

“jangan sungkan-sungkan padaku oppa.”

“baiklah, aku akan pergi dulu. Kau yakin tak mau aku antar ?”

“tidak usah, aku bisa pulang sendiri. Apa jadinya nanti kalau ada yang melihat kita ?”

Wanita itu tersenyum kepada Eunhyuk oppa. sebelum pergi eunhyuk oppa sempat mencium kening wanita itu. Setauku Eunhyuk oppa tidak pernah memiliki kekasih, tapi mungkin saja dia diam-diam menjalin hubungannya ini. Makanya dia melarangku jangan sampai aku jatuh cinta kepadanya, ternyata ini alasannya.

………….

Sudah seminggu aku tidak berhubungan dengan Eunhyuk oppa. mungkin dia sedang sibuk sama sepertiku yang juga sedang sibuk. Aku sedikit merasa kebas, entahlah aku juga tidak tau kenapa. Tidak pernah bertemu Eunhyuk oppa bukan berarti aku merasa kehilangan ! sekali lagi aku mengingatkan diri sendiri, dia bukan siapa-siapaku !

Aku berjanji bertemu dengan Minho hari ini. Kami akan bertemu di salah satu caffe yang berada di dekat tempat syutingku.

“kau sudah lama menunggu ?”

“tidak terlalu lama. Kau kenapa Laisha ?”

Aku menceritakan semua yang aku rasakan selama ini kepada Minho. Aku merasa dial lah satu-satunya kawan yang mau mendengarkan keluh kesahku, selain Minah eonnie maksudku.

“kau selalu jujur padaku Laisha. Sekarang jawab pertanyaanku ini dengan jujur , kau menyukai Eunhyuk hyung, benar ?”

Aku tersedak makananku saat mendengarkan pertanyaannya itu, “a~apa yang kau bicarakan babo ?”

“kau hanya perlu menjawab tak perlu berbalik menanyaiku.”

Aku tersenyum sinis kepadanya. “aku tidak pernah mencintai dia,mana mungkin aku mencintai laki-laki yang sudah memiliki kekasih.”

“mwo ? pacar ? Lee Hyukjae hyung memiliki kekasih?”

…………..

“aku rasa Eunhyuk hyung tidak pernah memiliki kekasih atau teman dekat wanita. Mungkin dia saudaranya.”

“sudahlah , aku melihatnya mencium wanita itu dan….dan aku lihat dari tatapannya Eunhyuk menyayangi wanita itu.” Aku menunduk lesu mengingat kembali kejadian waktu itu.

“yasudah kalau begitu, tak usah kau pikirkan lagi dia. Hanya akan membuang-buang waktumu.”

“aku tak bisa sedikitpun mengalihkan pikiranku dari dia.”

“apa barusan yang kau katakan ?”

“apa ? apa yang barusan aku katakan ? kenapa ?”

“kau mulai menyukai Eunhyuk hyung Laisha.”

……………

Langkahku terhenti di depan lift saat melihat Eunhyuk berdiri di depan pintu dormku.

“sedang apa kau disini ?”

Dia menoleh ke arahku, “boleh aku bicara sebentar?”

…………

Aku memegangi gelas coklat panasku di tangan. Aku gugup dengan pembicaraan ini.

“sebenarnya Minah eonnie yang seharusnya mengatakan ini padamu. Tapi aku rasa lebih baik aku saja yang akan mengatakannya.”

Aku menelan ludah ku dengan susah payah, kumohon jangan katakan jika pada akhirnya hanya akan membuatku….membuatku berpisah denganmu.

“hubungan kita sudah berakhir. Aku tidak sanggup melanjutkan lagi hubungan ini denganmu. Aku seperti menyiksa diri sendiri. Aku tau kau pasti juga merasakan hal yang sama denganku. Tapi kita dapat bernafas lega sekarang, kita sudah tidak perlu lagi terikat permainan ini.”

Aku menatapnya dengan pandangan tak percaya. Hening cukup lama menyelimuti kami.

“baiklah.” Entah apa yang aku pikirkan, pertanyaan yang dari tadi menari dipikiranku tiba-tiba saja tidak ingin keluar dari mulutku.

……..

Aku meminta Eunhyuk oppa meninggalkanku, aku bilang padanya aku akan pulang naik taksi saja. Ketika dia sudah meninggalkan aku sendiri tiba-tiba air mataku sudah deras turun dari pipiku. Sekali lagi baru aku sadari, aku sangat~sangat mencintai dia.

……..

6 bulan sudah sejak Eunhyuk memutuskan mundur dari semua permainan ini. Namun tidak pernah ada konfirmasi dari manajeman kami, kami memang telah sepakat agar publik mengetahui dengan sendirinya.

“aku tidak tau Mit kenapa sampai sekarang aku sulit sekali melupakan dia, dia selalu menghindar bila bertemu denganku.”

“ckckckc sudahlah hentikan semua ini Laisa. Kenapa kau masih saja mempedulikannya, dia kan tidak pernah memperdulikanmu selama ini !”

Aku menghembuskan nafasku pelan-pelan. Aku ingin menjadi wanita itu, wanita yang pernah aku lihat bersama dia di taman, diakan wanita yang berhasil memenangkan hati Eunhyuk oppa ?

…….

“maaf aku baru saja selesai syuting. Maaf ya membuatmu menunggu lama.”

Aku sedang berada di mobil salah satu teman dekat Eunhyuk, Donghae oppa. “gwenchana oppa, aku malah merasa merepotkanmu karena menjemputku.”

“aku yang menawarkan diri. Jadi aku tidak merasa direpotkan.”

Aku tersenyum ke arahnya, “gomawo, gomawo oppa.”

………….

Aku merasakan air masuk ke celah-celah jari kakiku. Donghae oppa mengajakku jalan-jalan di pantai kali ini.

“menyenangkan sekali berada di sini oppa.” aku memandangnya sekilas.

“kau senang ?”

Aku mengangguk ke arahnya. Kami berjalan menyusuri jalan sepanjang pantai. Dia membawakan high heels ku di salah satu tangannya. Kau tau, aku sedikit…tersanjung.

“kau yakin akan fakum dari dunia hiburan di Korea ? kau kan baru saja debut disini.”

“hemm aku sedih meninggalkan semua ini. Tapi jika mengingat beasiswaku diterima di Oxford aku merasa akan sangat menyesal jika menolaknya.” Aku menundukkan wajahku memandangi pasir putih.

“tidak Laisa. Pilihanmu sangat benar. Aku juga tidak mungkin menggantungkan impianku hanya menjadi seorang artis, tentu aku harus punya modal pendidikan juga.”

Aku merasakan tanganku menghangat. Ketika aku melihatnya tanganku sudah berada di genggaman Donghae oppa.

“aku tau, kau masih mencintai Eunhyuk. Tapi aku harap kau mau member isedikit ruang untukku, aku akan berusaha membuatmu bahagia.”

………….

“jaga dirimu baik-baik ya honey. Eonnnie akan sering-sering datang kesana.”

Aku memeluk Minah eonnie. Kami sekarang berada di bandara. Memang keberangkatanku ke Inggris terdengar sangat mendadak.

“eonnie gomawo.”

“untuk ?”

“semuanya.”

Aku melepaskan pelukanku dengan Minah eonnie dan berganti memeluk Mitha.

“jangan merindukanku ya.”

“m~mana b~bisa.”

Aku menghapus air mata Mitha. “susul aku kalau begitu.”

Aku membalikkan badanku saat ini, dan aku memeluknya. “terimakasih oppa.”

“berjanjilah kau akan sering menghubungiku.”

“ne, aku berjanji.”

Akhirnya pesawat yang akan membawaku ke inggris sudah siap untuk berangkat, aku memeluk kembali mereka. Saat berpelukan dengan Donghae oppa entahlah aku merasakan sesuatu yang hangat menjalari tubuhku.

“saranghae, Laisha.”

Donghae oppa mencium keningku. “datanglah menjenggukku oppa.”

…………….

4 bulan kemudian.

aku akan kembali ke apartemenku ketika sampai di bagian resepsionis Miss Dolten memanggilku.

“tadi ada seorang laki-laki yang mencarimu. Sekarang dia menunggu di Lobi.”

“laki-laki ?? siapa ?”

“entahlah dia tak menyebutkan namanya. Tapi sepertinya dia temanmu dari Korea.”

“benarkah ?” pasti donghae oppa, kenapa dia tidak bilang padaku ? aku mengucapkan terimakasih pada Miss Dolten dan sedikit berlari ke Lobi.

……….

Apa yang dia lakukan disini ? kenapa dia bisa tau alamat apartemenku?

“oppa, apa yang kau lakukan disini ?” tenggorokanku tiba-tiba terasa sakit. Kenapa dia tiba-tiba muncul di hadapanku ?

“Laisha, kau sudah pulang rupanya. Maukah kau duduk sebentar?”

Aku melangkahkan kakiku menuju tempet duduk yang berada di depannya. Apa maksud Eunhyuk oppa kemari ? apa dia tau aku masih mencintainya ?

*TBC*

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Posted on 6 Juli 2011, in Berlian Astrid, SM Town, Super Fanfiction and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Ah lg seru TBC -_- enyuk labil yah huahahaha ditunggu part selanjutnyaaaaaa

  2. Yaaaaaa janganjangan si eunhyuk mulai suka lagis ama Laisha. Ah awas aja kalo sampe suka. Kemaren2 disia-sia in. Skrg aja *kesel sendiri* (???????)

  3. siti JoJo Sunny

    wah wah ngegantng.
    Bsa aja nie tbcinnya.
    Kan jdi penasaran.
    Next partnya jangn lama” y chingu.
    Fighting🙂

  4. Bikin makin penasaran aja ni ff jangan lama2ya posting part selanjutnya please *puppy eys*Bikin makin penasaran aja ni ff jangan lama2ya posting part selanjutnya please *puppy eys*

  5. ck..
    Spa tuh cwe yg d pluk sma eunhyuk??
    Hadoeh2..
    Ternyata donghae pnya prasaan jga ke laisya..
    Hebat bgt laisya bsa dpet beasiswa ke oxford..
    Adoeh..
    Tbc’a nanggung bgt..
    Next part q tunggu yah chinguu….

  6. cwe yg ma hyuk d taman tu siapa? Penasaran jg ma perasaan y hyuk gmn?
    n benerkan hae suka ma laisya. . .
    Hyuk mau pa tuh?

  7. BgUt eon epepx, mga jdIx ma dOnghae dech byar gk ckiet si haeppa!!!
    Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: