[FF/G] MY GHOST MY HERO part 3

Main Cast:

  • Lee Jinki as Lee Eunsook
  • Kim Jonghyun
  • Kim Kibum
  • Choi Minho as Choi Minjung
  • Lee Taemin

 

Support Cast:

  • Jung Yunho as Nyonya Yunah

Genre: Horor Comedy

Rating General

Leght: Sequel


 

Muahahahhahahahahhahaha..hehehehhe..hihihihihi

Saya sarankan jangan baca FF ini dikegelapan.. nanti minus kalian nambah, sama seperti saya.. mbuahahahahahahahhah *geje! Dikubur idup2*

 

Eunsook POV

 

Dinginnya malam semakin menusuk kulitku. Keheningan malam membuat suara langkah kakiku menggema. Antara sadar dan tidak aku menginginkan seteguk air membasahi kerongkonganku. Haus.

Langkahku jontai. Berjalan seperti mayat hidup menuju sebuah tempat dengan cahaya yang paling terang bertuliskan 24 hour.

 

Pintu mini market ini terbuka dengan sendirinya, tidak mengharuskanku untuk mendorongnya terlebih dahulu.

 

“Annyeohaseyo~”

 

Bahkan kasir namja menyapaku. Dia tidak akan mengetahui kondisiku yang sebenarnya dalam keadaan tertidur, itu karena kebiasaan tidurku dengan mata yang terbuka. Aku tak dapat melihat dengan jelas deretan botol minuman didepanku, semuanya tampak sama. Kuambil botol yang bisa kujangkau dengan tanganku kemudian berjalan menuju kasir.

 

Setelah membayar aku langsung pergi keluar mencari udara segar.

Aku duduk disebuah anak tangga. Kubuka botol yang sudah kubeli lalu meneguknya.

 

Glek~ glek~

 

Air mulai membasahi mulut hingga kerongkonganku.

Acckkkhhh~ Tenggorokaku seperti terbakar, jantungku berdegup sangat cepat dan keringat keluar dari tangan dan pelipisku. Ya Tuhan! Aku baru saja meminum pembersih lantai!

 

——–

 

“Haahhhh!!! Hhhhhh!!”

 

Mimpi buruk!

Aku memimpikan kronologis kematian Jonghyun dan kualami sendiri. Mungkin ini dosaku karena sudah mengolok-olok Jonghyun.

 

Jonghyun menceritakan bagaimana dia bisa menjadi gentayangan seperti sekarang kepadaku kemarin malam. Aku berkata padanya kalau kematiannya konyol sekali. Bagaimana bisa orang tidur sambil berjalan? Apalagi sempat membeli sesuatu kemini market.

 

Masih jam tiga pagi dan aku sudah sangat terbangun. Kusibakkan selimut dan membiarkan panas ditubuhku hilang perlahan. Mimpi buruk itu membuatku berkeringat. Aku tak dapat kembali tidur. Mataku kini tertuju pada sebuah gaun yang menggantung didinding. Aku menyiapkan gaun itu semalam setelah mengobrak-abrik seisi rumah. Salah satu gaun terbaik yang kupunya, entah bagaimana gaun itu kutemukan dibawah kasur Taemin. Tidak terlalu cantik namun lebih baik dari pada mengenakan kaus dan celana jeans untuk kencan sore ini.

 

He.he >///<

Aku akan kencan sepulang sekolah. Kyahahahahahah.

 

“Eunsook? Kau sudah bangun?”

 

Lampu kamarku menyala dengan sendirinya. Sudah tidak aneh lagi bagiku. Setelah lampu menyala maka selimutku akan melayang dengan sendirinya, dan kembali mendarat ditepi kasurku setelah terlipat rapih.

Beberapa detik kemudian kau akan mendengar suara air memenuhi bath tub kamar mandiku. Semua yang Jonghyun lakukan membuat tubuhku semakin lembek karena membuatku tidak banyak bergerak. Kemudian yang paling buruk adalah..

 

“Hari ini mau memakai warna apa?”

“YA! Sudah kubilang jangan menyentuh pakaian dalamku!!!”

 

Aku segera turun dari tempat tidurku dan segera menutup laci tempaku menyimpan pakaian dalam. Aku sempat terjatuh sebelum berhasil mengambil celana dalam hitam yang melayang dan mengembalikannya kedalam laci, kemudian menutup rapat laci disamping tempat tidurku.

 

“Aku tidak menyentuh pakaian dalammu, kau tahu aku tak bisa menyentuh benda.”

“Sama saja!! Berhenti memilihkan pakaian dalamku!!”

“Padahal aku mau menolongmu.”

“Kau tidak merasa risih mengganggu pakaian dalamku? Huh??”

“Entahlah, aku bahkan tidak bergairah melihat pakaian dalammu.”

 

Aissshhhh!!!

Kumohon Tuhaaaannnn~ berikan aku kekuatan untuk menghadapi hantu ini dua minggu lagi~

 

“Kau mau kemana Eunsook?”

“Mandi!!”

 

Kusembunyikan pakaian dalam yang akan kupakai hari ini dibalik baju tidurku agar Jonghyun tidak melihat warna apa yang kupakai hari ini.

 

“Masih jam tiga pagi. Badanmu akan bau saat pukul Sembilan pagi jika kau mandi sekarang.”

 

Mendengar perkataan Jonghyun aku menutup kembali pintu kamar mandi kemudian menjatuhkan tubuhku ditempat tidur. Masih terlalu pagi untuk bersolek. Bedakku bisa cepat luntur.

Haaahhh~ apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tak bisa tidur lagi.

 

“Eunsook.”

“Ne?”

“Umma, suka sekali warna biru.”

 

Mataku ikut memandangi dress yang ditunjukan Jonghyun. Dress untuk kencan dengan Kibum sore ini.

 

“Lalu?”

“Dress yang akan kau pakai berwarna ungu.”

“Apa hubungan dress yang akan kupakai untuk kencan hari ini dengan umma-mu?”

“Umma akan hadir dikencan kalian kan?”

“JINJJA???”

 

Aku mulai panik. Aku mulai membuka lemari dan mencari apapun yang berwarna biru. Semoga aku mempunyai dress berwarna biru selain dress yang kupakai kemarin.

 

“Kau tidak tahu umma akan ikut?”

“Molla~”

 

Akkkhhhhk! Tidak ada warna biru selain kaos dan cardigan. Setidaknya pertemukan aku dengan blus cantik berwarna biru please~

 

“Padahal umma berkata sangat jelas saat dia mengatakan akan ikut.”

 

Kenapa aku tidak tahu ada adegan seperti itu dimakan siang kemarin? Padahal tidak sedetik pun aku beranjak dari tempat dudukku. Aku memang tidak beranjak sedetik pun karena terlalu betah memandangi Kibum. Dan mungkin karena itulah aku tidak memperhatikan yang lainnya.

PABO!

 

***

 

“Aigoo! Kau terlambat dua menit!”

“Mianhe~ aku sedikit tersesat.”

“Issshhh~ untung saja umma belum datang.”

 

Tanganku mengeluarkan keringat dingin. Aku meremas ujung cardiganku untuk menghilangkan basah ditelapak tanganku. Kepalaku tiba-tiba menjadi sangat ringat dan rasanya ingin jatuh pingsan saja. Harus kuakui aku cukup takut dengan mata Kibum saat marah. Padahal hanya terlambat dua menit kurang..

 

Kibum menghela nafasnya dan duduk disofa. Tangannya mengambil gelas coffelattenya tapi kemudian menaruhnya kembali tanpa sempat meneguknya.

 

“Lepas jepit rambutmu! Jelek sekali!”

 

Kakiku lemas, sedikit bergetar. Aku seperti sedang diospek oleh sunbae. Tanganku juga bergetar saat mencabut jepit dari kepalaku. Aku tidak tahu kenapa Kibum berbeda dari yang kemarin. Hari ini sikapnya padaku ketus sekali.

 

“Sudah kubilang bukan? Jepit rambut pokemon itu jelek.”

 

Jonghyun kelihatan puas sekali, uduk disamping Kibum. Tangannya dilipat didada dan mengangkat sebelah alisnya sambil tersenyum meremehkanku.

Ok! Aku memang salah tidak menuruti kata-kata Jonghyun mengenai jepit rambutku. Aku hanya kesal karena hantu ini mengatur seluruh penampilanku dari mulai kaus coklat susu dan cardigan biru hingga rok jeans sebagai pengganti dress ungu. Aku ingin berontak dengan memilih jepitku sendiri. Setidaknya aku mandapatkan andil dalam mendandani diriku sendiri. Tapi ternyata seleraku buruk.

 

Seseorang menepuk bahuku, membuatku menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang melakukannya.

 

“Kenapa tidak tidak duduk Eunsook?”

 

Aku dapat bernafas lega saat meihat nyonya Yunah. Senyumnya damai, mampu membuat ujung bibirku tertarik membalas senyumnya. Senyumnya bahkan lebih damai dari senyum ummaku sendiri. Tangannya lembut menarik tanganku ikut duduk disampingnya. Ya, walaupun sebenarnya aku mengharapkan untuk duduk disamping Kibum.

 

“Kibumie, kenapa membiarkan Eunsook berdiri?”

“Dia sendiri yang ingin berdiri.”

 

Mwo? Aku berdiri karena belum dipersilahkan untuk duduk olehmu~

 

“Kau mau pesan apa Eunsook?”

 

Memesan? Memesan apa?

Tentu saja aku bingung. Tidak ada daftar menu yang bisa kulihat.

 

“Haahh~ aku ingin makan dokboki”

 

Jonghyun ingin dokboki? Mungkin direstoran ini ada dokboki. Aku pesan dokboki saja.

 

“Dokboki.”

“Euh? Kau ingin dokboki Eunsook?”

 

Wajah nyonya Yunah tampak bingung. Atau lebih tepatnya terkejut. Apa aku salah pensan?

Aku melihat Jonghyun yang memejamkan matanya dan terus menggumamkan kata dokboki sambil mengelus-elus perutnya.

 

“Sepertinya.. mungkin.. makan dokboki lebih menyenangkan. He. he”

 

Pabo! Pabo! Pabo!

Bukankah disini café kopi? Kenapa aku memesan dokboki!!!

 

***

 

Aku tidak menyangka nyonya Yunah akan mengabulkan pesanan dokboki bodohku.

 

“Aku kekamar kecil dulu umma.”

“Ne~”

 

Tapi Kibum tampak tidak senang kami pindah kekedai dokboki. Mungkin dia tidak nyaman karena kedai ini jauuuuhh lebih sederhana dari café tadi.

 

“Kibum tidak pergi kekamar kecil. Tapi membeli kopi.”

 

Benarkah Kibum tidak kekamar kecil?

Mendengar hal itu dari Jonghyun reflek tubuhku berdiri. Aku mencari kemana arah perginya sosok Kibum. Dan memang benar, Kibum pergi keluar kedai.

 

“Tidak apa-apa, Kibum akan kembali beberapa menit lagi. Dia tidak pulang.”

 

Nyonya Yunah sepertinya tahu kecemasanku. Beliau menyuruhku untuk duduk kembali.

 

“Kenapa Kibum harus membeli kopi?”

“Bagaimana kau tahu Kibum akan membeli kopi?”

“Hehe. Perasaanku saja..”

 

Kuaduk wajan berisi dokboki yang mendidih menggunakan sumpitku dengan cepat. Tatapan nyonya Yunah seperti sedang mencari sesuatu dimataku, membuatku salah tingkah. Apa mungkin dia merasa aku adalah calon istri Kibum yang paling ideal karena mengetahui kebiasaan Kibum? >< Hehe thanks to Jonghyun.

 

“Eunsook?”

“Ne?”

“Kau lebih suka memeluk Hara atau Minjung.?”

“Hara”

 

Tentu saja aku lebih suka memeluk Hara. Bukankah hara anjing peliharaan Kibum? Jika aku memeluk Minjung mungkin aku akan dikirim bom lagi oleh fansnya Minjung.

 

“Jadi benar kau adalah Jonghyunku..”

“Euh?”

 

Apa maksudnya? Aku sedikit memundurkan wajahku saat tangan nyonya Yunah membelai pipiku. Aku mulai merasa tidak nyaman dengan tangannya yang menggenggam tanganku erat.

 

“Walaupun matamu lebih sipit dan kau menjadi lebih tinggi, tapi kau memang Jonghyun~”

 

Eh? Nyonya Yunah menangis?

Ada apa ini? Jjong? Jonghyun dimana kau? Aissshh! Disaat seperti ini dia malah menghilang.

 

“Ya! Apa yang kau lakukan pada umma!”

 

Aku semakin panik saat Kibum datang memeluk ibunya dan mencoba menenangkan dengan membelai kepalanya. Mata tajam Kibum menghujamiku seakan-akan aku yang bersalah.

 

“Aku tidak tahu. Tiba-tiba nyonya Yunah menangis.”

“Aisshh! Kau selalu membuat umma menangis!”

 

Sekarang aku yang ingin menangis. Apa Kibum membenciku?

 

***

 

Tadinya aku berniat untuk memarahi Jonghyun jika sudah menemukannya. Tapi kuurungkan niatku saat melihatnya menangis terisak-isak menutupi tubuhnya dengan selimutku. Suara tangisannya cukup mengganggu, mengingat ini pertama kalinya aku mendegar namja menangis kencang selama dua jam.

 

“Jonghyun~ gwenchana?”

 

Tangisannya semakin meledak menjadi-jadi jika aku menanyakan kadaannya. Jika aku diam pun tangisannya tidak berhenti.

 

“EUNSOOK!! AYO TURUN!! KITA MAKAN MALAM!!”

“NE!!”

 

Akhirnya demi menghentikan suara keroncongan diperutku, kubiarkan saja Jonghyun menyelesaikan tangisannya. Dan mengunci pintu kamarku sebelum turun keruang makan. Berbahaya jika ada yang melihat selimutku melayang.

 

 

“Appa tidak ikut makan malam?”

“Dia sedang istirahat, tadia siang appamu jatuh pingsan.”

“Pingsan? Appa tidak apa-apa?”

“Gwenchana~”

 

Tapi kenapa umma tidak terlihat khawatir. Justru semakin lahap memasukan kimchi kedalam mulutnya. Aku tidak mau menjadi istri seperti dia!

 

“Taemin tidak ikut makan malam umma?”

“Dia belum pulang.”

“Sudah malam. Kenapa belum pulang?”

“Sudahlah tidak apa-apa. Kau tahu Eunsook, adikmu itu seperti sedang jatuh cinta.”

“Wae?”

“Appamu masuk kedalam kamar Taemin, kemudian dia jatuh pingsan.”

“MWO??”

“Kau lihat saja kamar Taemin. Rapih sekali. Bahkan ditempat tidurnya ditaburi bunga mawar”

 

Aku juga mau pingsan.

Kepalaku pusing. Tolong jangan bilang kalau ada bantal berbentuk hati dikasurnya, boneka beruang tertata dimeja belajarnya, dan poster barby didindingnya.

 

“Ah! Kau juga akan sangat terkejut dengan bantal berbentuk hati dimeja belajarnya, boneka barby dikasurnya dan poster beruang didindingnya.”

 

BRUGHH!!

 

“EUNSOOKK!!”

 

***

 

Matanya yang sembab tidak mengurangi tingkat ke-evilan senyumnya. Dan disaat jarinya digerakkan kesamping sehingga poniku berhasil disibakkannya, maka dia akan tertawa terpingkal-pingkal.

 

“Ya! Jonghyun! Urusan kita belum selesai!”

“Ahahah. Urus saja dulu benjolmu itu. Ahahahha.”

 

Arrggghhh! Kenapa aku tidak bisa jatuh pingsan dengan lebih anggun? Kenapa justru jatuh pingsan dengan terbenam dipiring yang masih berisi nasi goreng? Dan kenapa umma menyadarkanku dengan cara memukul dahiku menggunakan panci?

 

Oke anggap saja benjol dikeningku ini sebagai bonus untuk Jonghyun agar tangisnya berhenti!

 

“Jonghyun!”

“Ahahahahhah”

 

Haaah~

 

“Hey! Kau tahu kenapa umma-mu menangis tadi sore?”

 

Tawanya berangsur memudar. Jarinya mulai bermain dengan poniku. Berusaha mencari tawa saat melihat benjolku namun tidak berhasil.

 

“Jadi siapa sebenarnya Hara?”

“Huh? Hara anjing peliharaanku.”

“Jangan bohong! Kibum bilang dia pacarmu.”

“Mwo? Kibum bilang begitu??”

“Ne! lalu siapa Minjung?”

“Ahni ahni~ Aku bisa mengklarifikasinya.”

“Aku mendengarkan.”

 

Aku masih duduk dilantai kamarku sambil mendekap bantal. Menunggu cerita versi Jonghyun. Jonghyun menarik nafas kemudian menghembuskannya pelan-pelan sebelum memulai ceritanya.

 

“Hara memang pacarku.”

“Ya! Kenapa kau bilang dia anjingmu!”

“Dengarkan dulu sampai selesai!”

 

Aku tersentak karena Jonghyun membentakku. Aku diam mendengarkan dan mengeratkan dekapanku pada bantalku.

 

“Hara aku ajak kerumahku. Lalu kuperkenalkan pada seluruh keluargaku. tapi saat melihat Kibum, Hara memutuskanku agar bisa berpacaran dengan Kibum.”

“MWO!! Aisshh!! Apa Hara berpacaran dengan Kibum?? Lalu kapan Minjung muncul??”

“Jangan potong ceritaku!!”

 

Bughh~

 

Sebuah bantal guling mendarat diwajahku dan aku memilih diam agar tidak mendapat serangan lain dari Jonghyun. Diatas jarinya sudah melayang kursi dari meja belajarku. Aku tahu dia akan melemparkannya padaku jika aku memotong ceritanya lagi.

 

“Karena aku mencintai Hara maka aku memohon pada Kibum untuk berpacaran dengan Hara. Lalu aku meminta umma untuk menjodohkanku agar aku bisa melupakan Hara. Kebetulan Minjung adalah anak dari sahabat umma.”

 

Aku mengangkat tangan kananku perlahan. Meminta ijin untuk bertanya.

 

“Kau mau bertanya apa?”

“Apa Kibum mencintai Hara?”

“Ahni. Tidak sampai seminggu hubungan mereka sudah putus. Dan Hara merengek padaku untuk kembali.”

 

Fiuuhhh~ Syukurlaaaahh…

 

“Aku tidak menerima Hara kembali karena sudah bertunangan dengan Minjung. Dan juga karena sudah kecewa padanya.”

“Lalu?”

“Oleh karena itu aku mendekatimu Eunsook. Aku menggunakanmu untuk menghapus semua kesalah pahaman. Orang tuaku mengira aku bunuh diri dengan meminum perbersih lantai karena pertunanganku dengan Minjung. Tapi sesungguhnya aku mencintai Minjung. Dan minjung pun mengira aku masih mencintai Hara.”

 

Aku tidak mengerti.

 

“Sebenarnya, Minjung memberitahu umma kalau kau adalah reinkarnasiku.”

“Mwo?”

“Minjung mendekatimu karena bau parfumku yang tercium dari tubuhmu, kebiasaanku yang memberikannya apel dan minuman isotonic setelah selesai latihan softball, dan juga CD yang kau berikan pada Minjung adalah lagu-lagu yang biasa aku putar didalam mobil saat mengantar Minjung pulang.”

 

Pantas saja Minjung tiba-tiba baik padaku. Dan nyonya Yunah tiba-tiba baik padaku. Juga Kibum yang mau melirik yeoja sepertiku. Itu karena mereka menganggapku sebagai Jonghyun.

 

“Aku merasa aku bukan anak yang baik karena sudah membuat umma menangis setiap malam. Umma menyalahkan dirinya atas kematianku. Dia selalu mengatakan ma’af dikuburanku karena sudah menjodohkanku dengan Minjung.”

“Jadi kau ingin aku menceritakan kronologis kematianmu pada keluargamu?”

“Mereka tidak akan percaya jika kau langsung memberitahunya. Oleh sebab itu aku menyusun scenario agar mereka menyangka kau adalah reinkarnasiku agar mereka percaya.”

 

Kalau begitu Kibum hanya mengangapku sebagai Jonghyun, bukan Eunsook.

 

“Dan satu lagi. Aku tidak akan bisa pergi jika Minjung belum mengetahui perasaanku yang sebenarnya terhadapnya. Bantu aku mengatakannya pada Minjung. Aku ingin mengatakannya secara langsung.”

 

Braakkkkhh!!

 

“Eunsook!!!”

 

Kami terkejut karena Taemin tiba-tiba membuka pintu kamarku. Dengan cepat Jonghyun menjatuhkan kursi yang melayang.

Tatapan Taemin tidak dingin lagi padaku. Justru sangat berbinar seperti anak anjing. Umma benar. Dia sedang jatuh cinta.

 

“Eunsook, sepertinya tadi kulihat kursi melayang.”

“Jinjja? Kau menakutiku Taemin~”

 

Aku berusaha tidak tahu apa-apa mengenai kursi terbang itu. Omo! Semoga Taemin tidak curiga.

 

“Sudah lupakan saja. Aku kemari untuk meminta bantuanmu Eunsook.”

“Bantuan? Apa?”

 

Ini pertama kalinya Taemin menggenggam tanganku dan tersenyum lebar. Akhirnya Tuhan mengenbalikan adikku yang hilang.

 

“Aku berjanji akan memanggilmu noona jika kau membantuku. Dan juga akan kuperkenalkan kau kepada fansku sebagai noonaku. Otthe?”

“Ok!”

 

Semoga ini bukan mimpi. Setelah sekian lama aku menunggu kata noona dari mulut Taemin, akhirnya hari ini datang juga.

 

“Bantu aku untuk menyatakan cintaku pada Minjung noona.”

“Mwo???”

“Minjung noona terus membicarakanmu. Aku yakin kau sudah sangat dekat dengannya. Kau bisa kan mempromosikanku padanya? Ya? Ya? Eunsook noona~ Jaebal~”

 

“Jika kau membantu Taemin maka aku tidak akan membantumu dengan Kibum!”

 

Apa yang harus kulakukan? Jonghyun mengancamku dan Taemin merengek padaku.

 

“Aku akan meminjamkan kaus pinkku padamu padamu jika kau membantuku. Ahni! Aku akan memberikannya padamu. Mau ya?”

 

“Eunsook! Waktuku kurang dari dua minggu lagi. Dulukan urusanku.”

 

“Baiklah Taemin, aku akan membantumu. Tapi tunggu dua minggu lagi, otthe?”

“Dua minggu lagi? Harus segera sebelum Minjung pindah ke Amerika!! Noona kau tahu itu kan! Pleaseeee~”

 

Apa? Minjung akan ke Amerika?

 

Dan seperti dugaanku. Jonghyun tiba-tiba menghilang. Dia pasti pergi untuk memastikan apakah Minjung benar-benar akan pergi ke Amerika.

 

-bersambung-

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

 

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 8 Juli 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 17 Komentar.

  1. Cihuy akhirnya dari tadi pagi ditunggu diposting juga

  2. Ckkk,,
    jonghyun matix ngenes😦
    eunsook sabar yya,,
    taemin klewat feminim euuy,,

    thor ffx jgn mendet” duung
    *di lempar kompoor*😀

  3. huaa,,,,kenapa tbc d saat yg mendebarkan????
    tragis bgt jjong matinya,gara2 minum pembersih lantai,kekeke
    kibumnya koq jahat sih ma eunsook,semoga nantinya happy end y buat eunsook🙂
    nice ff,dtggu next partnya ;)rsih lantai,kekeke
    kibumnya koq jahat sih ma eunsook,semoga nantinya happy end y buat eunsook🙂
    nice ff,dtggu next partnya😉

  4. Huaaa makin seruuu ><
    itu kematian jjong lucu bgt sumpah..hahaha
    trus perubahan taemin sm reaksi eunsook bkin aku ngakak..haha argh seru seru seru..
    akhirnya tau knp eunsook mulai diterima minjung, key, dan kluarganya key.. jjong so sweet juga🙂 taemin sm reaksi eunsook bkin aku ngakak..haha argh seru seru seru..
    akhirnya tau knp eunsook mulai diterima minjung, key, dan kluarganya key.. jjong so sweet juga🙂

  5. Cepet post lanjutannya sist!
    Cepet! Ngebet..
    Hahahaha..

  6. ditunggu lanjutannya =p

  7. Dee is Mrs.LeeJinKi

    Aw,mkin seru😀

  8. huahahaha…..kasian bner jjong,,kmatianmu ironis skali…haha

    smoga ja kibum jtuh cnta sm eunsook….
    Lanjuuutttttt

  9. yaahh…, kok tbc lagi sih thor, huhuhu, pdahal aku pgen bget baca crita slanjutnya….
    jgan lama2 ya min klo buat critax, coz dah pnasaran bget..
    Critax DAEBAK bget nie, smpe2 aku mrasa klo aq yg rasain kjadian kyak gini.. n gag trasa kdang aku smpe hmpir nagis.. hiks hiks..

    Lanjut ya n jgan lama2.. Hwaiting thor…, Gomawo..

  10. msih lucu klau ngbayangin Yunho jd ummanya jonghyun, hehehe. Lanjutin ya thor ff nya, lucu ada sedih ada. Bikin penasaran iya. penasaran iya.

  11. Aaaaa penasaran penasaran
    ayo dilanjut author🙂

  12. eunsook dalam keadaan terjepit, tidakkkkkk !!! kasian banget

  13. Ceritanya makin seru
    TOP bangeeeet!(y)

  14. huwaaaa…. seru nih!!! si taemin berhasil bkin appa ma eunsook pingsan gara2 ngeliat kmarx!! xD aku komen langsung di part 3 y thor~ ^^v

  15. waahh..
    Jjong mti’a gx cooll..
    Hehehe..
    Minjung mu ke amrik??
    Ckck..
    Jdi mkin bkin pnasaran neh..
    Ksihan eunsook d lirik kibum cuma gra2 dkra dy tuh raikanasi jjong..
    Huhuhu..
    Lanjut dong chinguu..
    Next part q tunggu yaaahh…

  16. Hwahaha konfil aneh tp seru jg hahaha

    Ceritanya selalu aj g bz ditebak q ska cra berfkrnya author

  17. thorr,, part 4 kok kgk ade ye
    yg aye dpt mlh part 5 ame 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: