[FF/G] You See How much I Love You ? part 1

Title : You See How much I Love You ?

Author : berlian astrid

Genre : romantic, family

Rating: PG-13

Leght : Chapter

Cast : lee jinki a.k.a Onew SHINee, Park Heerin (aku), Amber f(x), Luna f(x), Jessica snsd, Heechul Super Junior

disclaimer : ini semua cuma karanganku yang di dapet kalo lagi ngalamun, so ini semua cuma halusinasiku yang berhasil tersalurkan. semoga tidak ada pihak yang merasa di rugikan ^^

…………………..

 

Aku sedang menangis tersedu di sebuah kafe di dekat sekolahanku. Tadi pagi aku tidak sengaja mendengar percakapan ke dua orangtuaku,badanku lemas seketika saat mendengarnya. Aku yang selalu di manja mereka, yang selalu di sayang mereka, semua keinginanku pasti terpenuhi, tapi ternyata aku bukan anak kandung mereka.

“Heerin”

Aku menoleh ternyata Jessica, dia adalah salah satu sahabat terdekatku. Dia berjalan ke arah tempat dudukku dan langsung memelukku.

“kenapa? Ada apa ??”

Aku menceritakan semua yang aku alami pagi tadi. Aku tidak masuk sekolah hari ini, setelah mendengar percakapan orangtuaku tadi aku langsung memacu mobilku pergi. Setelah hampir 1 jam berkeliling kota Seoul sambil menangis akhirnya aku putuskan untuk berhenti di kafe ini .

“ka-kau yakin?”

“aku yakin Sica. Aku mendengarnya. Mereka bertengkar, eomma tidak ingin memberitahu sekarang, tapi Appaku sudah tidak mau lagi menyimpan kebohongan ini. Appa ku tidak ingin menyakiti aku lebih lama lagi.”

Jessica kembali memelukku. Tak beberapa lama 2 sahabatku datang lagi, amber dan Luna. Karena aku tak mampu menceritakan akhirnya Jessica yang menceritakan semua kepada mereka tentu saja dengan persetujuanku. Mulut mereka menganga saat mendengat cerita Jessica, sungguh kalau tidak dalam keadaan seperti ini pasti aku sudah tertawa sampai perutku sakit.

…………..

“mau menginap di rumahku ?”

“tidak perlu Sica. Aku akan pulang. Sepertinya aku perlu berbicara dengan mereka.”

“kau yakin?”

Aku hanya mengangguk. Sebelum keluar dari mobilku Jessica sempat memelukku sebentar.

………..

Aku sampai dirumah dengan mata yang masih merah bengkak. Aku tak berhenti menangis dari tadi pagi, dan aku baru sadar ternyata ini sudah malam. Entahlah aku juga bingung kenapa stok air mataku tidak habis-habis.

“irin sayang, kau kah itu ?”

Eomma ku keluar dari kamar ketika mendengar pintu depan terbuka tadi. Aku tidak menjawab tapi terus berjalan ke arah tangga untuk masuk ke kamarku. Oemma ku menyusulku dan berhasil menarik tanganku. Dia kaget melihat keadaanku yang seperti ini, terlihat dari dia yang menutupi mulutnya dengan salah satu tangannya yang bebas.

“irin-ku, kau kenapa ??”

Aku tidak memandang ke arahnya namun tiba-tiba tangisku pecah. Eomma segera memelukku dan membawaku ke sofa yang dekat dengan kami.  tangisku semakin menjadi-jadi ketika teringat bahwa wanita yang sedang memelukku ini bukanlah ibu kandungku. Aku menangis dipelukannya.

…………

“minum dulu teh hijaunya, agar kau lebih tenang.”

Aku meminuh teh yang dibuatkan eommaku. Benar rasanya memang membuat lebih tenang, tapi tetap tak mengurangi rasa sesak di dada ini.

“kau mau menceritakan pada eomma apa yang terjadi padamu ?”

Aku menggeleng sambil menahan agar tidak menangis lagi.

“irik-ku, kau menyakiti hati eomma saat ini. Eomma tidak pernah melihatmu seperti ini.” Dia mengusap rambutku dengan penuh sayang, aku dapat merasakannya.

“aku lelah, bolehkah aku ke kamar?” aku masih tidak berani memandangnya.

“tentu saja sayang. Eomma akan mengantarmu sampai ke atas.”

“tidak-tidak usah. Aku akan ke atas sendiri.” Aku segera mengambil tasku yang berada di sampingku dan berlari menaiki tangga.

………

Aku bangun dengan mata bengkak, semalaman aku tidak bisa tidur. Aku tak tahu aku tertidur jam berapa. Aku duduk bersandar diatas tempat tidurku. Mataku kembali berkaca-kaca setiap kali mengingat aku bukanlah siapa-siapa mereka. Tiba-tiba pintu terbuka dan aku melihat eommaku yang berdiri disana. Aku segera memalingkan mukaku.

“kau sudah bangun sayang ? mau eomma buatkan sarapan apa ??” wanita itu tersenyum sambil berjalan ke tempat tidurku.

“aku tidak lapar.”

“kau tidak lapar ? bukankah kau tidak terbiasa tidak sarapan ? kau akan sakit kalau tidak makan.” Dia menggenggam tanganku dan reflek aku menarik tanganku darinya. Kenapa aku ?

Eommaku terlihat kaget, “sayang, kau marah pada eomma ? apa yang telah eomma lakukan sampai membuatmu begini ?”

Aku tak dapat menahan lagi, air mataku keluar dengan sendirinya. Eomma memaksaku untuk menoleh ke arahnya.

“bilang pada eomma, apa kesalahan eomma ? jangan membuat eomma menderita seperti ini irin.”

Aku melihatnya menangis. Aku langsung memeluknya.

“eomma maafkan aku, aku selalu menyusahkanmu. Aku tidak pernah berterimakasih pada semua yang telah kau berikan padaku. Aku tidak pantas mendapatkan ini semua. Aku tidak pantas.”

Aku kembali menangis di pelukannya.  “irin-ku apa yang kau bicarakan ? kau anak eomma sudah seharusnya eomma memberikan semua yang kamu minta.”

“tapi…aku bukan anak kandung kalian.” Kata-kata ini keluar begitu saja dari mulutku. Tubuh eommaku menegang saat aku mengatakan itu.

“siapa yang bilang ? kau anak eomma”

“aku tahu aku anak eomma. Tapi aku hanya anak angkat.”

“kau anak kandungku Park Heerin. “

…….

Aku sedang berada di ruang keluarga sekarang. Eomma duduk di sampingku sambil memegang kedua tanganku, sedang appa berdiri dan terlihat bingung dengan keadaan saat ini.

“kau yakin ingin mengetahui siapa orangtua kandungmu ?”

“apa yang kau bicarakan suamiku ? kita mengadopsinya dari panti asuhan, kita tidak tau siapa orangtuanya. “

Aku melihat eommaku yang dari tadi selalu mencela apa yang appa bicarakan.

“kau anak kami irin, sudahlah untuk apa mencari orangtua kandungmu. Kau anak kami” eomma memelukku sambil menangis.

“maafkan aku eomma. Aku menyakitimu.”

“kau mau meninggalkan eomma dan appamu ini tinggal sendiri dirumah sebesar ini?”

…………..

Aku memutuskan untuk berhenti bertanya siapa orangtua kandungku kepada mereka. Biarlah,toh aku juga sudah bahagia hidup bersama mereka.

Aku ceritakan sedikit tentang keluargaku. Aku adalah anak satu-satunya yang mereka miliki, sudah sangat jelas mereka sangat memanjakan aku. Apalagi bisa di bilang keluarga kami ini sangat berkecukupan.

…………

“jadi kau tak akan mencari tahu lagi siapa orangtua kandungmu ?”

“untuk apa aku mencarinya. Aku sudah memiliki ayah dan ibu yang sempurnya bukan?”

“sangat sempurna.” Aku menoleh pada luna yang mengatakannya dan tersenyum .

“ya mereka sangat sempurna Heerin. Kau tak perlu lagi mencari tau siapa orangtua yang telah menyia-nyiakanmu.”

Aku terdiam ketika mendengar kata-kata barusan. Aku hampir melupakannya, jelas-jelas orangtua kandungku bukanlah orang yang baik. Kalau mereka orang yang baik sudah jelas saat ini pasti aku masih bersama mereka.

“tapi tidak ada salahnya bukan kalau kau bertemu dengan orangtua kandungmu ? kau tak akan menyesal seumur hidup kalau tak pernah bertemu dengan wanita yang pernah melahirkanmu ?” amber mengatakannya sambil menyuapkan es krim ke mulutnya.

“ya diam kau ! kau tak kasian kepada orangtua Heerin yang sekarang ? mereka sudah membesarkan Heerin sampai sekarang, mereka lah orangtua Heerin !”

Amber berhenti menyuapkan es krimnya ketika tiba-tiba saja Jessica membentaknya.

“tenanglah kau Sica. Aku hanya memberi saran.”

“tapi saranmu tidak masuk akal. “ Sica memukul kepala amber dan amber membalas dengan menarik kuncir rambut Sica. Kami tertawa melihat tingkah laku mereka. Aku ikut tertawa tapi hatiku masih saja beku.

……….

“jadi kau tahu ? kenapa kau tidak pernah memberitahu padaku ?”

“punya hak apa aku memberitahumu soal ini, babo !”

Aku sedang berada dirumah kakak sepupuku, Heechul. Entahlah apa aku dan dia masih bisa disebut saudara sepupu.

“aku ingin mencari orangtua kandungku,oppa. Tapi aku tidak memiliki satu pentunjuk pun. Aku, aku benar-benar bingung . di satu sisi aku tidak ingin membuat eomma dan appa sedih, tapi disisi lain aku sangat ingin bertemu dengan keluarga kandungku”

“ya Park Heerin ! kau tetap keluarga kami. Kau tau bukan, kau tidak pernah di bedakan selama ini. Bahkan Kakek dan Nenek pun sangat memanjakanmu.”

“aku tau. Oppa, kau sayang padaku bukan ?”

“hmmmmm Kenapa ?”

“bantu aku menemukan dimana orangtua kandungku tinggal.”

………..

“kau benar-benar oppaku yang paling baik.” Aku memeluk Heechul oppa.

“kau sudah seperti adikku sendiri Heerin~ah.”

Tiiinggg…tonggg….ting….tong….

“biar aku yang buka.”

Ketika Heechul oppa sedang membukakan pintu aku sedang asyik dengan majalah yang ada di situ.

“oh perkenalkan ini adik sepupuku, Heerin. “

Aku menoleh. Oh My God ! laki-laki ini benar-benar tampan. Dia memakai kemeja hitam yang lengan kemejanya di tekuk sampai ke siku. Terlihat sangat dewasa, dan senyumnya, jantungku copot !

“Heerin perkenalkan ini temanku, Lee Jinki tapi biasanya orang memanggil dia dengan nama Onew.”

……..

Aku tidak segera pergi dari rumah Heechul oppa, aku pura-pura membaca majalah di sudut ruangan padahal sebenarnya aku sedang memperhatikan Onew. Aku suka caranya tertawa, bahunya bisa naik turun seirama dengan tubuhnya.

Perhatianku teralihkan beberapa menit, tapi tiba-tiba aku teringat pada masalah yang sedang menimpaku. Aku melihat ke arah Onew lagi, tiba-tiba ada rasa aneh yang datang menghampiriku, Dia harus jadi milikku!

…………

Aku kembali ke rumah tapi masih dengan otak yang setengah di penuhi orangtua kandungku dan yang setengah tentang Onew. Siapa sebenarnya Onew oppa,  teman kuliah Heechul oppa kah ? kenapa aku tidak pernah melihat dia selama ini ? padahalkan aku hampir kenal semua teman Heechul oppa.

Dari yang aku dengar tadi, aku dapat menyimpulkan bahwa Onew kuliah di Jurusan Matematika. Beda jurusan dengan Heechul oppa. aku kembali tersenyum mengingat Onew, apakah aku jatuh cinta dengan laki-laki yang umurnya lebih tua 7 tahun dariku ?

…….

“dia temanmu yang baru pulang dari luar negeri ? pantas aku tidak pernah melihatnya.”

“kenapa ? kau suka padanya ?”

“aniyo, aku kan hanya bertanya.”

“hahahaha, sudah jangan cemberut. Walaupun hanya lewat telefon aku tau pasti sekarang kau sedang menekuk wajahmu.”

“sok tau ! sudah aku mau tidur.” Aku menutup telfonku dengan Heechul oppa, kenapa dia bisa tau aku tertarik dengan temannya itu ?

………

Aku tak dapat menyembunyikan sesuatu terlalu lama dari teman-temanku, walaupun masalahku yang kemarin masih hangat di bicarakan tapi ketika ada obrolan lain kami langsung mengganti topic pembicaraan, apalagi soal laki-laki tampan antena di telinga kami serasa langsung berdiri.

“benarkah ? setampan apa dia ?”

“sangat tampan, di usianya yang hampir 25 tahun wajahnya masih sangat imut. Aku harus jadi kekasihnya, harus!”

“memangnya laki-laki setua dia belum memiliki pacar ? hati-hati kau, jangan mendekati laki-laki yang sudah punya pacar, nanti malah sakit hati yang kau dapat.”

Aku menoleh pada amber, “peduli apa ? yang pentingkan dia belum menikah jadi aku masih punya kesempatan.” Aku  tersenyum kepada Luna dan Jessica.

………

“tolong bantu aku oppa, aku benar-benar butuh guru les matematika. Tanyakan lah pada temanmu siapa tau dia bisa membantuku. Kau ingat bukan aku sebentar lagi ujian kelulusan.”

“kenapa tidak memanggil guru les yang sudah professional saja ? kenapa harus temanku ?”

“kalau aku kenal dengan guru lesnya aku akan merasa nyaman dan pelajaran yang di ajarkan akan lebih mudah  kupahami lagipula dia kan mengambil jurusan matematika sudah pasti dia lebih mengerti. Bantulah aku oppa”

“tunggu, tau darimana kau kalau temanku itu kuliah di jurusan matematika ? sepertinya aku belum pernah memberitahumu.”

“eh?” mati aku, harus aku jawab apa kali ini. “emmmm firasat oppa, dan ternyata….benar.”

Aku menepuk jidatku pelan, kau benar-benar bodoh Heerin.

“baiklah akan aku coba tanyakan pada dia. Kalau dia tidak mau yasudah.”aku marik nafas lega ketika Heechul oppa tidak mempertanyakan dimana aku mendapatkan firasatku.

“jinjja ? gomawo oppa.” reflek aku melompat-lompat di atas kasur.

“Ya ! ini yang terakhir kalinya kau meminta bantuanku.”

Aku segera menutup telfonku dengan Heechul oppa sebelum dia memberikan syarat yang lain padaku. ini langkah pertamaku !

…………..

“kau yakin akan mulai mendekati dia ?”

“yakin Sica. Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia telah setuju untuk menjadi guru lesku, walaupun dia hanya meminta bayaran yang sangat sedikit. Kau tahu kenapa ?”

Jessica hanya menggelengkan kepalanya. “hahahaha sudah aku tebak kau tidak tahu. Dia anak orang kaya.”

“mana aku tau, babo ! melihatnya saja aku tidak pernah.”

“aww sakit, kenapa kau suka sekali memukul kepala orang ?”

“terimakasih cantik sudah mengantarku. Selama berjuang mendapatkan om-om”

“ya kau !!!! aisssh dasar anak kecil “

………

Hari pertama lesku dengan Onew berjalan sukses. Tidak hanya dapat memandanginya dengan puas aku juga mendapat nomor handphonenya, tentu saja alasanku meminta adalah agar aku lebih mudah berkomunikasi dengannya jika tiba-tiba aku menemukan kesulitan di soal matematikaku.

Aku mulai yakin, dari awal pertama seperti ini saja aku selalu mendapat kemudahan pasti besok kebelakang aku akan semakin dibuatkan jalan yang mudah. Betapa menyenangkan, gara-gara dia aku sudah bisa sedikit melupakan masalahku yang kemarin.

………….

Aku baru saja keluar dari mobil, aku diantar oleh sopir Ayahku ke apartemen milik Onew oppa. Sudah 2 hari aku tidak bertemu dengannya makanya aku memutuskan untuk mencoba datang ke apartemennya, alih-alih ingin bertanya jawaban soal.

“semoga Onew oppa tidak terkejut dengan kedatanganku ini dan aku harap dia menyukai sup buatanku ini.” Aku tersenyum sambil menjinjing makanan yang aku bawa dari rumah untuk dia.

……….

“ting..tong..ting…ting.. “ sudah 5 menit aku disini tapi kenapa tidak ada yang menjawab ? apa jangan-jangan dia tidak ada di apartemennya ? haaaah sia-sia aku datang kemari.

Aku benar-benar bodoh kenapa aku tidak berpikiran kalau dia tidak akan dirumah. Lalu harus bagaimana aku ? apakah aku harus pulang dengan tangan kosong ?

“siapa kau ? kau mencari Onew hyung ? dia belum pulang. Biasanya dia pulang sekitar jam 6.”

Ada anak laki-laki yang mendekatiku. Rambutnya di warnai merah, benar-benar meniru gaya orang amerika.

“kau siapanya Onew hyung ? adiknya ?”

“mwo ? aniyo, aku-aku adik dari teman Onew oppa.”

“oh,”

“aku permisi dulu” aku membungkukkan badanku padanya.

………..

“apa aku harus menunggu disini 2 jam ? aniyo !” aku menggeleng dengan cepat. “orang-orang pasti akan mengiraku gembel. “

“kau belum pulang ?”

Aku menoleh ke sumber suara di belakangku. Anak itu lagi, kenapa dia muncul disini?

“belum, jemputanku belum datang.”

“oh memangnya rumahmu daerah mana ? mau aku antar ?”

“mwo ?” anak ini sudah gila, di bilang wanita apa aku kalau diantar oleh laki-laki yang belum aku kenal.

“aniyo, aku akan menunggu disini saja.”

“oh, baiklah kalau tidak mau.”

Dia berjalan pergi, “tunggu. Kau ini siapanya Onew oppa kalau aku boleh tau ?”

dia berbalik lagi ke arahku. “aku ?”

“iya kau, siapa lagi.”

“aku tetangga Onew oppa.”

“oh, benarkah ? apa kau kenal baik dengan Onew oppa?”

“tentu saja, dia sudah seperti hyungku sendiri.”

“jinjja ?” tak boleh kubuang sia-sia kesempatan ini. “emm bisa bicara sebentar ?”

………

“iya dia benar-benar lelaki sejati. Aku ingin menjadi laki-laki seperti dia.”

Aku dan anak laki-laki ini sedang berada di lobi apartemen Onew oppa. Aku memang kecewa tidak dapat bertemu Onew oppa tapi rasa kecewaku terobati karena aku bertemu dengan anak ini, aku dapat mengorek banyak informasi tentang Onew oppa.

“apa dia sudah punya pacar ?”

“kenapa bertanya seperti itu ?”

“ohh, tidaak. Aku-aku hanya ingin tahu. Tidak enak bukan kalau misalkan tadi aku datang ke apartemennya dan ketahuan pacarnya.” Alasan yang sangat busuk Heerin, dasar bodoh !

“setauku sudah, tapi aku tidak tau sudah putus apa belum. “

Mati aku ! kalau seperti ini pasti tantangan kedepan sudah sangat berat.

“kau bawa apa ini ?”

“oh ini sup. Aku membawanya untuk Onew oppa, tapi malah dia tidak ada di apartemennya.”

“aku makan saja kalau begitu.”

“Ya apa yang kau lakukan ?!” dia sudah membuka bekalku dan bersiap memakannya.

“daripada tidak ada yang memakannya.”

Aku memelototinya tapi biar lah toh aku juga tidak akan memakannya. Selaru sudah hilang sejak mengetahui Onew oppa tidak ada di apartemennya.

“rasanya emm bagaimana ?”

Dia mendongakkan kepalanya. “enak.”

Aku tersenyum ke arahnya, sudah aku kira akan enak,aku kan membuatnya penuh cinta. Aku melihat ke  arah anak laki-laki ini yang sedang lahap memakan supku. Kenapa tidak Onew oppa yang memakannya ?

“kau tidak makan berapa hari, hah ? kau bukan memakan supnya tapi kau meminum supnya.” Aku menahan tawaku.

Dia hanya melirik sekilas ke arahku sebelum akhirnya mengatakan, “selesai!”

Aku meilhat ke dalam tempat makan yang kubawa dan benar-benar bersih tidak ada satupun yang tersisia.

“ckckckck kau benar-benar kelaparan ya?”

………….

Sudah hampir 2 jam tapi tidak ada tanda-tanda aku akan di jemput. Bisa mati aku lama-lama disini, apalagi Onew oppa juga tidak pulang-pulang.

“kau tidak pulang?”

“eh, aku?jemputanku belum datang. Padahal ini sudah hampir malam.”

“ayo aku antar pulang. Sebagai tanda terimakasihku atas sup mu tadi.”

Aku melihat wajahnya, mencari-cari apa dia akan berbuat jahat padaku. tapi tidak ada tanda-tanda dia akan berbuat sesuatu padaku. Aku menimbang sekali lagi tawarannya.

…….

“mobilmu dimana ?” aku berjalan beriringan bersama dia ke tempat parkir.

“mobil ? hahahahaha aku tidak menaiki mobil, kita akan naik motor. “

“APA???”

Dia hanya mengangguk kepadaku dan memberikan helm padaku.

“pegangan kau, aku tidak dapat pelan kalau naik motor.”

“Ya ! pelan pelan saja Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk.”

Dia hanya tersenyum nyengir. Ini adalah pertama kalinya aku naik motor. Rambutku berkibar terkena angin, dan rasanya menyenangkan ketika angin menerpa wajahku dengan kencang. Aku menghirup udara sebanyak-banyaknya sambil menutup mata, tiba-tiba saja anak laki-laki ini menarik gas reflek aku melingkarkan tanganku pada perutnya.

“aku sudah bilang pegangan!”

Aku menatapnya sinis walaupun aku tau dia tidak dapat melihatku tapi aku tidak memindahkan tanganku yang sedang melingkari perutnya, sepertinya akan lebih aman kalau begini.

……….

“gomawo sudah mengantarkanku.”

“ini rumahmu ? wah,rumahmu sangat bagus.”

Aku hanya tersenyum menanggapinya.

“baiklah aku pergi dulu ya.”

Aku membalikkan badanku untuk masuk ke dalam rumah, tiba-tiba ada yang berteriak ,“tunggu, aku belum tahu namamu. Siapa namamu?”

Aku membalikkan badanku dan melihat dia berada di belokan gang kompleks ku, aku meneriakkan namaku, “Heerin, Park Heerin.”

Dia tersenyum ke arahku dan langsung memacu motornya pergi. Aku tersenyum melihat tingkahnya. aku sudah berjalan ke dalam rumah ketika tiba-tiba teringat aku belum menanyakan siapa nama namja itu.

Aku berlari menuju tempet dia berbelok tadi tapi jejaknya sudah hilang begitu saja. Aku berjalan lesu kembali ke rumah, bukankah tidak adil dia mengetahui namaku sedangkan aku tidak mengetahui namanya?!

*TBC*

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Posted on 8 Juli 2011, in Berlian Astrid, SHINee Fanfiction, Super Fanfiction and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. wah penasaran.
    siapakah laki” misterius itu?
    dtnggu next partnya chingu.

  2. Rambut pirang? Kayanya tau nih hehe
    lanjut😉

  3. kok aku ngerasa tu cwo taemin ya. . .
    n jgn2 Onew kakak y haerin lg. . .

  4. kok aku ngerasa tu cwo taemin ya. . .
    n jgn2 Onew kakak y haerin lg. . .!!!

  5. tu ‘namja misterius’taemin yah??udah..hee rin ma tu ‘namja misterius’ajj..daripada ma jinki yg dah punya pacar??hahaaa~
    aq tgu next part.a..jangan lama lama yah,,😉

  6. Lia_shawol_elf

    Bagus thor critax next part jangan lama2

  7. tor plis plis jinki pacaran sama sica trus ternyata sica ngga tau kalo yg disukain heerin itu jinki, plis tor jinki sama sica #plak kebanyakan mau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: