My Everything

Author: 킴 례 출 a.k.a Raisa Widiastari

Cast:

Lee Taemin

Kim Hwang Mi (You)

Suppor cast:

Kim Ryechul

Lee Taesun

SHINee

Rating: PG-15

Length: [1/…]

Genre: Romance, Sad Romance, ANGST

DC: Mari kita berkhayal chingu! Disini memang profesi SHINee dan grade dan lainnya sama seperti real. Namun cerita disini BERKHAYAL. Sesuai dengan motto WP ini, beyond your imagination. Jadi, kalo ada kesalahan dan perbedaan di dunia nyata dan ini, mohon dimaafkan karena author BERKHAYAL.

A/N: Annyeong! FF comeback nih selama berminggu-minggu ga ngepost. I MISS YOU LoReSSSFics! Kalian kangen aku ngga? *plakk* Hem, judul, quote prolog udah jelas yaa dari lagu apa😄. FF ini dipersembahkan untuk Kim Hwang Mi yang sangat cinta dengan Taeminnya. Tapi, bagi Taemints dan readers monggo menganggap Kim Hwang Mi itu kalian~ Okay, just enjoy this FanFic. ungu : FLASHBACK! Don’t forget to RCL okay? Kamsahamnida! GO AWAY PLAGIATORS!!

 

***

Even if I can’t have you, even when my heart
Is blocked in the end by the wall of sad connection, I love you
If it’s a place, where I can just watch you
Because you’re my everything..

(SHINee – Quasimodo)

***

Kuraih sebuah pigura hitam yang terbuat dari kayu yang sangat berarti untuk diriku. Sebuah pigura yang menyimpan sebuah foto yang sangat berharga untuk diriku. Sebuah foto yang dimana terdapat dua anak kecil, seorang namja dan seorang yeoja yang saling merangkul. Usia bocah-bocah itu sekitar enam sampai tujuh tahun. Sosok namja itu sangat menggemaskan. Rambut jamur berwarna hitam, pipi yang kelewat tembam, dan senyuman yang membuat matanya yang tidak terlalu besar ikut tersenyum. Sementara sosok sang yeoja adalah rambut hitam panjang bergelombang, wajah yang terlihat seperti orang yang mudah untuk diculik, dan menggemaskan. Kedua bocah itu memakai satu baju yang sama. Sang yeoja memakai baju itu dengan tangan kirinya yang masuk kedalam lengan kiri baju tersebut. Sementara sang namja memakai baju tersebut dengan tangan kanannya yang masuk kedalam lengan kanan baju itu. Keduanya terlihat sangat bahagia didalam foto tersebut.

Ya, yeoja itu adalah aku, Kim Hwang Mi. Sementara sang namja? Dia adalah teman masa kecilku yang sangat kusayang. Itu adalah satu-satunya foto yang tersisa dari kenangan masa kecilku dengan namja itu. Maka dari itu, aku sangat menyayangi foto tersebut. Sebenarnya, sejak dari awal aku berteman dengan namja itu, aku sudah bisa merasakannya. Aku sudah bisa merasakan bahwa aku menyukainya. Mungkin bisa dibilang cinta itu hanyalah sekedar cinta monyet atau apalah. Namun,aku tidak pernah menemukan sebuah cerita tentang cinta monyet yang bertahan sampai sekarang – dua belas tahun – dan aku sama sekali tidak jera untuk mengejar cintaku itu walaupun aku sangat tahu sudah pasti dia melupakanku.

Kuhelakan nafas yang sangat berlebihan untuk membuang kepedihan yang telah membuat diriku pusing selama dua belas tahun terakhir ini. Semua karena namja itu. Bayang-bayang akan wajahnya selalu saja muncul saat aku sedang melakukan aktifitas. Tidak pernah sedikitpun aku melupakan namja itu. Mengapa? Karena sekarang namja itu sudah menjadi seseorang yang sangat berarti di Korea. Bahkan ia menjadi seseorang yang sangat berarti di dunia. Sebuah Entertainment yang bernama SM telah mengubah hidupnya. Siapa yang tidak mengenal Lee Taemin? Seorang Lead Dancer dari boyband bernama SHINee? Laki-laki jamur yang mempunyai fansclub bernama Taemints? Tidak mungkin orang-orang tidak mengenalnya. Bahkan aku sendiri sangat yakin bahwa banyak orang tua yang setidaknya mengetahui atau menyadari kehadirannya di dunia permusikan dunia.

Ya, namja itu memang teman masa kecilku. Teman masa kecilku ketika ia sedang bermain dan berlibur didesaku, Jeju. Sebuah daerah yang mempunyai pantai yang kelewat indah itu memang selalu menjadi pilihan orang kota untuk berlibur. Dan di Jeju, ia juga mengunjungi neneknya yang tinggal disana. Tepatnya hanya dua langkah dari rumahku. Karena ayahnya hanyalah anak satu-satunya, otomatis ia tidak mempunyai saudara sepupu yang sebaya dengannya. Dan karena itulah aku dan dia bisa berteman dengan sangat baik. Masih terekam jelas dikepalaku bagaimana kejadian kami bisa berteman sangat dekat.

***

 “Annyeong haseyo.” Kutolehkan kepalaku dengan cepat kearah suara yang menyapa seseorang atau lebih tepatnya menyapaku karena hanya aku yang berada dipinggir pantai saat itu. Ya, memandang matahari tenggelam langsung dari pantai memang sangat indah.

“Annyeong.” Ucapku singkat untuk membalas sapaannya.

“Lee Taemin imnida!” Ucap bocah laki-laki didepanku itu sambil menyodorkan tangannya.

“Kim Hwang Mi.” Kusambut sodoran tangannya itu dengan malu-malu.

“Boleh aku duduk disini?” ucapnya sambil menyunggingkan senyum yang sangat manis.

Aku hanya mengangguk sambil membalas senyumnya. Ia segera duduk disampingku dengan memainkan pasir putih yang menjadi alas duduk kami berdua. Angin sepoi-sepoi menerpa kami berdua membuat rambut panjangku berantakan tertiup angin dan mengenai wajahnya. Dengan penuh rasa bersalah, aku meminta maaf dengan membungkuk dalam-dalam dihadapannya. Namun, yang ia lakukan hanyalah tertawa terpingkal-pingkal. Dengan sangat penuh kesabaran, kuusahakan pipiku agar tidak membentuk cembungan seperti yang biasa kulakukan dihadapan adikku atau kedua orang tuaku. Aku mendengus kesal yang sangat berlebihan. Yaa, walaupun aku tau bahwa sebenarnya orang itu tidak penting dan seharusnya tidak harus diladeni, tetapi, jujur saja aku merasa ada sesuatu yang lain dari namja itu. Rasanya seperti ada sebuah magnet yang menarikku untuk tetap berada ditempat aku duduk dan aku tidak dianjurkan untuk berdiri karena ada namja itu disampingku. Tuhan, apa yang terjadi dengan diriku?

“Well, jadi kau tinggal disini?”

“Menurutmu?”

Namja itu hanya tertunduk mendengar jawaban yang kulontarkan kepadanya. Namja itu hanya diam dan tersenyum-senyum sendiri. Jadi, ada apa dengan namja disampingku ini? Apakah aku duduk bersama seorang psikopat? Apakah aku duduk bersama seorang anak yang tidak normal? Omonaa!! Jangan katakana bahwa dia memang tidak normal! Lihat saja! Dia tersenyum-senyum sendiri menghadapku sekarang dan apakah ini?! MENGAPA DIA MENYENDER DIBAHUKU?!

“MWO?! APA-APAAN INI?!”

“Hanya sebentar saja, Hwang Mi-ah.“

“Well, jadi kau baru saja dua hari disini dan kau sudah menemukan seorang yeoja Taeminie?”

“Hyung?” ucap namja itu seraya membetulkan posisi duduknya.

Tiba-tiba saja datang seorang namja yang sangat tampan dan ia lebih tampan daripada Taemin – namja yang sudah tertangkap basah dengan kakaknya ketika sedang mencoba merayuku – yang duduk disebelahku ini. Sungguh, namja pemilik rambut hitam yang terlihat sempurna itu benar-benar menarik hatiku. Senyumnya yang bertengger di bibirnya sangat memukau. Namun, senyum itu sebenarnya bisa diartikan sebagai senyum jahil.

“Jadi, siapa namamu?” ucapnya sambil menatap jauh kearah mataku.

“Ng… Kim Hwang Mi.”

“Lee Taesun imnida. Bangapta, Hwang Mi-ah.” Ucapnya sambil meraih tangan kananku dan menciumnya.

Jadi, sebenarnya dimana aku sekarang? Pantai atau kelab malam? Mengapa banyak sekali laki-laki penggoda disini? Tetapi, entah mengapa aku lebih senang diperlakukan seperti sekarang ini dengan kakaknya daripada adiknya.

“Hwang Mi-ah maukan menjadi teman kami? Kami akan tinggal disini selama lebih dari… yah entah kami berada disini sampai kapan. Yang jelas, kami akan tinggal disini sangaaaat lama. Sementara, aku dan adikku tersayang ini tidak mempunyai saudara sama sekali disini. Jadi, kamu mau kan menjadi teman kami?”

Ucapan yang sangat tidak bisa ditolak bukan? Apalagi karena kalimat itu diucapkan oleh seorang namja tampan yang umurnya sekitar sepuluh tahun dan empat tahun lebih tua daripada diriku. Aku belum pernah merasakan hal seperti ini karena ini adalah pertama kalinya aku diperlakukan seperti ini oleh seorang namja. Cara ia tersenyum, cara ia memandangku rasanya sangat indah. Dan semenjak hari itu, aku dan kedua namja itu berteman dekat. Terutama dengan Taemin.

***

Kuhelakan nafas yang terdengar sangat berlebihan dengan tetap memandang pigura foto itu. Sakit rasanya saat umur sebelas tahun aku ditinggal pergi ke Seoul olehnya. Ia pergi ke Seoul karena permintaan ibunya untuk tinggal disana. Dengan berat hatipun aku merelakan namja itu pergi. Aku sangat ingat saat ia melambaikan tangannya saat menaiki kereta. Walaupun aku masih kecil dan rasanya sangat aneh karena aku sudah bisa merasakan…ehem…cinta. Aku tahu ini kelewat konyol dan terlalu aneh untuk dipikirkan. Namun, itulah kenyataan yang kurasakan. Aku mencintai namja itu – Lee Taemin – semenjak pertama kali aku bertemu dengannya. Aku sangat menyukai senyumnya, tawanya, candanya, dan segalanya yang berhubungan dengan namja itu. Sungguh, aku ingin sekali mengulang masa lalu. Namun, sekarang sepertinya itu tidak perlu karena aku akan segera bertemu dengannya. Ya, aku akan berangkat ke Seoul untuk kuliah sekaligus nekat bertemu dengannya. Entah apa reaksi namja itu nanti ketika melihatku. Senang? Sedih? Kecewa? Gembira? Ah! Ingat saja belum tentu. Kutaruh pigura hitam itu didalam koperku dan segera berangkat ke stasiun kereta untuk pergi ke Seoul.

***

Seoul.

Ibu kota Korea Selatan yang menjadi pusat dari segala hal yang berada di Korea Selatan. Gedung-gedung pencakar langit terlihat sangat tinggi dibandingkan gedung di Jeju. Seoul didominasi oleh kendaraan bermotor. Ya, disetiap sudut kota, pasti ada kendaraan bermotor entah itu mobil atau motor. Gemerlap dunia Seoul yang sangat terkenal membuat kota ini tidak pernah tidur. Pagi, siang, malam, semuanya sama saja. Tidak ada bedanya sama sekali. Namun, bila keluar pada malam hari, sudah dipastikan akan lebih bahaya karena banyak sekali penjahat di kota ini.

Jujur, ini adalah pertama kalinya aku menginjakan kaki di Seoul. Kalau bukan karena beasiswa, aku tidak akan bisa sekolah di kota besar ini. Bersyukur aku mendapatkan beasiswa itu karena beasiswa itu membiayaiku seratus persen sampai aku lulus kuliah nanti. Juga aku mendapatkan kamar di apartement untuk selama aku tinggal di Seoul. Namun, kudengar kamar itu kutempati dengan orang lain juga. Jadi, satu apartement untuk dua orang. Yaa, tak apalah daripada aku tidak tahu tinggal dimana.

Sesampai di apartement dimana aku akan tinggal, aku hanya bisa mendecakan lidahku. Gedung bertingkat lebih dari dua puluh ini benar-benar membuat aku terlihat seperti orang kampung. Arsitekturnya benar-benar mengejutkan! Gedung putih yang didominasi oleh kaca dengan fasilitas taman yang benar-benar luas di lantai bawah dan lantai sepuluh, serta kolam renang, jakusi, dan lapangan berbagai macam olahraga. Tidak bisa dipungkiri lagi, tuhan memang memberikanku banyak keuntungan sekarang.

Sadar Hwang Mi-ah! Kau harus beristirahat sekarang! Jadi, cepat tinggalkan taman ini dan segera masuk kedalam kamarmu di lantai 17. Otakku memberi perintah kepadaku saat aku sedang duduk-duduk disebuah ayunan yang sangat nyaman karena tempat duduknya terbuat dari busa empuk yang membuat orang yang duduk disana tidak bisa meninggalkan ayunan tersebut. Namun, aku tidak bisa membantah otakku karena detik ini juga aku sudah sangat lemas. Jadi kuputuskan untuk beranjak dari ayunan menuju ke lift.

Sesampai di lantai 17, aku segera mengangkat kakiku ke kamar nomer 1704 dan mengetuk pintu. Disitulah seorang yeoja manis berambut hitam keluar dari kamarnya dan mengajaku masuk. Aku tidak berbicara terlalu panjang dengan yeoja itu karena aku sudah sangat lelah. Maka dari itu, setelah mandi dan merapihkan bajuku, aku segera tertidur….

***

‘Hwang Mi-ah, selamat datang di Academy Of Arts South Korea!’ Ucap seorang yeoja yang bernama Kim Ryechul yang minta dipanggil Chulie yang merupakan teman sekamarku. Yeoja berambut hitam sedada ini benar-benar tipikal orang yang sangat easy going dan tidak memikirkan apapun yang membuatnya pusing. Yeoja bermarga Kim ini adalah seorang atheist. Maka dari itu, ia tidak peduli dengan seluruh hal yang ia lakukan. Yeoja yang berasal dari Inggris ini merupakan mahasiswi baru juga di AOA. Namun, ia setengah tahun lebih dulu masuk kedalam AOA daripada diriku. Namun, kami memiliki jurusan yang berbeda. Ia dibagian seni musik dan vocal, aku dibagian dance dan design grafis. Namun, memang dasarnya ajaran orang barat, yeoja itu terkadang suka bolos di kelas vocal dan ikut dengan kelas dance. Benar-benar orang yang mempunyai kebebasan.

‘Ini kelasmu. Sampai nanti!’

Ucap yeoja itu sambil melambaikan tangannya. Kemudian, ia berlari menuju teman-temannya yang sudah pasti sangat dekat dengannya. Ia bercerita bahwa ia mempunyai sebuah geng bernama ‘The Seven Deadly Sins’ yang diketuai oleh seorang namja. Namun, entah siapa namja itu. Lagi pula, apa pentingnya memikirkan tentang hal ini?

Setelah masuk kedalam kelas yang sebenarnya adalah sebuah ruangan dengan kaca yang melapisi seluruh dinding, aku segera melakukan pemanasan. Ya, aku memang mempunyai bakat dance sejak kecil. Dan aku menemui bakat itu ketika Taemin mengajakku battle. Hanya sekali latihan, aku langsung bisa! Semenjak itulah aku sangat tertarik dengan dunia dance.itu juga salah satu alasan mengapa aku mengambil kelas dance.

Kelas masih dimulai sekitar lima belas menit lagi. Dan didalam ruangan itu sama sekali tidak ada orang. Mungkin banyak yang telat karena diluar sana sedang terjadi hujan yang cukup lebat. Mungkin juga aku akan menjadi satu-satunya murid yang akan mengikuti kelas hari ini. Iseng-iseng aku memutarkan lagu di I-pod ku untuk sebagai pengiring pemanasan yang sedang kulakukan. Dan lagu itu adalah ‘Replay (Noona you’re so pretty) – SHINee’.

Kuikuti gerakan yang biasa digerakan oleh Taemin. Cukup lama aku latihan dance Replay ini karena gerakannya cukup susah. Wajah Taemin di video clip Replay masih sama saat ia meninggalkanku. Laki-laki jamur dengan senyum yang bertebaran kemana-mana. Itulah yang kusukai dari Taemin. Namun, penampilannya sekarang sudah berbeda. Ia tampak sangat dewasa. Tidak heran mengapa banyak sekali Taemints bertebaran di seluruh pelosok dunia ini.

“Nunan neomu yeppeo, michyeo, replay replay replay”

Mwo? Suara siapa itu? Kuhentikan pemanasan yang sedang kulakukan dan menengok kearah suara tersebut berasal. Seorang namja berusia kira-kira tiga puluh tahun tersenyum kepadaku. Apakah dia guruku? Dan…tanpa sadar ternyata sudah banyak sekali anak-anak yang melihat kearahku dengan tersenyum. Jadi, sejak kapan mereka di ruangan ini?! Mengapa aku diperhatikan begitu?? Am I a freak show??

‘Aah! Mianhae seosaengnim!! Jeongmal! Aku tidak sadar kalian sudah ada di ruangan ini.’

‘Ne.. Gwenchanayo.’

Kemudian namja itu tersenyum. Sungguh kejadian ini membuatku sangat malu. Apalagi orang-orang lain yang sudah bisa kutebak bahwa mereka juga seorang murid memperhatikanku dengan wajah tersenyum. Memalukan! Mengapa aku bisa tidak sadar bahwa ada orang masuk kedalam ruangan padahal ruangan ini dipenuhi oleh kaca? Terlebih lagi, aku masih saja membayangkan Taemin ketika sedang pemanasan. Paboya!

‘Okay, sekarang aku akan mengabsen kalian satu persatu.’

Kami semua duduk di lantai untuk menunggu namanya dipanggil oleh Kim Jun seosaengnim, ya itulah nama namja itu. Satu persatu murid dipanggil. Ada yang bernama Kim Min Ah, Kim Min Hyuk, Lee Hyun Ja, Choi Jin Ho, dan lainnya. Wajah mereka semua sangat bersahabat ketika melihat kearahku. Sungguh itu adalah awal yang baik dari sebuah perkenalan. Aku sudah bisa merasakan atmosfer kenyamanan disini. Terlebih lagi karena ada seorang murid yang bernama Jung Min mengajakku bercanda saat pemanasan berlangsung. Senyum ramah dan sapaan bertebaran dimana-mana. Saat aku ke Seoul, aku selalu beranggapan aku akan menjadi orang yang aneh dan dibuang. Namun, semua anggapan itu salah.

‘Telat lagi! Sampai kapan kau mau telat terus? Memangnya hyung-hyung mu itu tidak ada yang membangunkanmu apa?’

Suasana mendadak hening ketika seluruh orang didalam ruangan itu menatap kearah Kim Jun seosaengnim dengan tatapan takut. Siapa sangka guru seramah namja itu bisa membentak dengan begitu tegas dan galak? Sungguh aku tersentak kaget ketika ia membentak namja yang berdada didepan… Tunggu… Sepertinya aku mengenalnya….

‘Sudah, tidak usah dihiraukan Hwang Mi-ssi. Taemin memang selalu terlambat dan dimarahi oleh Kim Jun seosaengnim.’ Ucap  Jung Min kepadaku, ‘-terlebih lagi karena pada nyatanya ia adalah seorang artis bukan?’

‘T–Taemin? Lee Taemin?’

‘Ne. Ituloh lead dancernya SHINee.’

Dan saat itulah aku tahu bahwa aku akan mati detik itu juga…..

*** TBC ***

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. OKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About raisawidiastari

crooked.

Posted on 8 Juli 2011, in Kim Ryechul, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 25 Komentar.

  1. Masih ada lanjutannya kan? Lanjut dong yg cepet ya🙂

  2. msh ada lanjutannya thor?apa udh tamat?

  3. ea ea…ntar gi ketemuu ma taemin,,>.<,,..jadi gg sabarr..haha*yg mo ketemu Hwangmi tapi aq yg gg sabar, ._.*
    penasarann ma kelanjutannya..aq tgu,,^^

  4. msih TBC kan chingu????
    Pnasarn neh..
    Lanjut yaaahhh…
    Hehe..
    Daebak chinguu…

  5. Yaakk mana ada beasiswa m’beri fasilitas apartmen. . .enak buangettt. . .

    Trus. .kelas dance ?? Bukan nya taem dilatih ma pelatih di SME,bukan nya di kampuz. . #plak. .kebanyakan koMen. . .

    Hahahaha. .*abaikan*

    ini ada brp ep. Thor. .truz posting nya stia hari apa. .seminggu sekali ? 2 minggu sekali ? Ato sbulan sekali ?

    Gk sabar nunggu kelanjutannya. .ckckck

    • ada kok. kakak sepupu author dapet beasiswa di Jepang dan dia dikasih apartement juga.
      untuk soal Taemin, author kan berimajinasi chingu ^^ jadi ini ga sepenuhnya real. namanya juga fan FICTION. hehe
      ini mau update lagi kok. monggo dibaca~

  6. O.o kereeennn saengggg ^^ lanjutannya cepetan.. oke sya udh comment bye *cring*

  7. yahh wae ? Kok TBC ! akhh jinja !
    itu lagi seruu ~
    next chap d tggu

  8. Nice epep eon,,
    oke lanjut ke part 2

  9. aku telat baca nih, seru. . .
    Kira2 taemin masi inget ngak ya? Lanjuta ah part 2

  10. woahhh …
    makin seruu ..

  1. Ping-balik: My Everything (Part 2) « raisawidiastari

  2. Ping-balik: My Everything (part 3) « ミ SHINee Super Shinki FF Indo ♥

  3. Ping-balik: My Everything (Part 4) « ミ SHINee Super Shinki FF Indo ♥

  4. Ping-balik: raisawidiastari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: