My Everything (part 2)

My Everything (Part 2)

 

Author: 킴 례 출 a.k.a Raisa Widiastari

Cast:

Lee Taemin

Kim Hwang Mi (You)

Suppor cast:

Kim Ryechul

SHINee

Rating: PG-15

Length: [2/…]

Genre: Romance, Sad Romance

Part 1

DC: Mari kita berkhayal chingu! Disini memang profesi SHINee dan grade dan lainnya sama seperti real. Namun cerita disini BERKHAYAL. Sesuai dengan motto WP ini, beyond your imagination. Jadi, kalo ada kesalahan dan perbedaan di dunia nyata dan ini, mohon dimaafkan karena author BERKHAYAL.

A/N: Annyeoong! Chulie disini😄. Part dua nih lanjutan dari yang kemaren. Simak terus yaa🙂 Okay, just enjoy this FanFic. Don’t forget to RCL okay? Kamsahamnida! GO AWAY PLAGIATORS!!


***

You leave me, leave me alone.

I cross the night without your love.

Just sit down under the star sky.

Hoping for you, come back to my side.

-Raisa Widiastari

***

 

‘T–Taemin? Lee Taemin?’

‘Ne. Ituloh lead dancernya SHINee.’

 

Jantungku berdetak dua kali lebih kencang sekarang. Sama sekali aku tidak mengetahui bahwa namja itu ada disini. Kenyataan yang cukup mengejutkanku hari ini. Hari yang kukira akan menjadi hari yang menyenangkan berubah menjadi hari yang memaksaku untuk memacu adrenalin. Sungguh, untuk saat ini aku tidak bisa berkata apapun. Aku hanya bisa berdiri tertunduk. Layaknya sebuah patung dengan raut wajah kaget.

 

‘Hei, Hwang Mi-ah. Jangan-jangan kau adalah Taemints ya? Kau benar-benar beruntung!’ Ucap Min Ra kepadaku, ‘- sayangnya aku MVP. Seandainya Onew oppa yang sekolah disini..’

 

Semua yang diucapkan, diputarkan, pokoknya semua yang terdengar oleh orang lain terasa kabur ditelingaku. Mengingat pikiranku hanya tertuju dengan kalimat ‘apa yang harus kulakukan sekarang’. Ya, apa yang harus kulakukan sekarang menghadapi namja yang memang sudah sangat kurindukan selama 6 tahun terakhir?  Namja yang membuat diriku terpacu untuk rajin belajar agar mendapat beasiswa ke Seoul? Terlalu banyak pertanyaan di benakku. Terlalu banyak pikiran yang berada didalam otakku yang kapasitasnya sudah dipenuhi oleh nama namja itu…

 

‘Hei, Miss. Kim! Jangan bengong saja! Ayo mulai latihannya.’

 

Aish!! Fokus, Hwang Mi! Jangan sampai Kim Jun seosaengnim mengecap namamu jelek dihari pertamamu! Ucapku kepada diriku sendiri. Ya, bersikaplah profesional, Hwang Mi! Kulangkahkan kakiku menuju kearah dancer-dancer lainnya yang sedang pemanasan menggunakan lagu Mirotic-nya DBSK. Dan kemudian, kabar paling mengejutkan datang dari mulut Kim Jun seosaengnim untukku. Dan kabar itu membuat diriku sangat terpuruk dan merasa salah menerima beasiswa ini.

 

‘Yak, miss Kim. Kami semua belum pernah melihatmu menari. Jadi, tolong tunjukan.’

 

DEG!! Menari? Didepan semua orang? Didepanmu, Kim Jun seosaengnim? Didepan TAEMIN?! Aaah!! Tidak mau! Tidak, aku tidak mau menari sekarang. Namun, aku harus bersikap profesional bukan? Kutarik nafasku dalam sambil menenangkan emosiku. Jangan sampai aku mengeluarkan kata-kata tidak senonoh untuk menolak perintah guru gila itu. Namun, aku tidak mungkin untuk menolak perintahnya bukan? Kutarik nafasku dalam sekali lagi dan berdiri kedepan dengan iringan tepuk tangan yang dilakukan oleh teman-teman baruku kecuali Taemin. Dan… Raut wajah macam apa itu? Mengapa ia terlihat heran?

 

‘Kau mau aku menari apa, Kim Jun-ssi?’

‘Waltz. Ya, kuputarkan lagu dan kau akan menari walts.’

 

Kemudian, guru gila itu memutarkan lagu So Close-nya Jon Mclaughlin. Sebuah soundtrack film Disney Pixar yang dinamakan Enchanted. Drama musical yang sangat perfect untuk ditonton remaja. Jujur, aku sangat menyukai film itu. Kumulai gerakan pertama dengan membuka lenganku. Tangan kanan menjulur kearah kanan menghadap bawah dan tangan kiri dibelakang. Berdansa waltz seorang diri bukanlah hal yang mudah bukan?

 

Dengan gemulai, kukeluarkan gerakan-gerakan yang lain. Aku tahu seluruh mata tertuju kepadaku karena hanya aku yang bisa menjadi bahan tontonan sekarang. Namun, peduli setan dengan hal tersebut. Mengapa? Karena menari adalah hidupku. Ketika sudah berada didepan semua orang dan menari, aku bukanlah seorang Hwang Mi yang terkenal dengan sikapnya yang pemalu ataupun pendiam. Namun, aku dikenal sebagai Hwang Mi yang menari dengan hati.

 

‘So far.. We are.. So close’

 

Dan mulailah bagian bridge yang sangat kusukai, kuputar badanku ke kanan dengan kaki menjijit posisi balet. Tunggu tunggu.. Kenapa ada seseorang yang menangkapku? Kutolehkan kepalaku kearah seseorang yang menangkapku dan saat itu juga aku tercengang. Seorang Lee Taemin sedang memegang pinggangku dengan sangat erat. Kemudian, ia melepaskannya kembali membuat diriku berputar. Lalu, ia menangkap tangan kananku yang menjulur kearahnya. Dan menarikku sekali lagi ke pelukannya.

 

‘Berdansalah denganku, miss. Aku tidak akan membiarkanmu terjatuh.’

 

Kemudian namja itu tersenyum. Senyum yang sangat manis dan membuat diriku harus mengingatkan diriku sendiri untuk bernafas. Kemudian kami berdua melanjutkan dansa yang kemudian menjadi sangat menarik dan indah. Bagaikan sebuah pertunjukan dansa! Aku diangkat oleh Taemin keudara dan diturunkan lagi. Dan gerakan-gerakan lain yang membuat diriku tercengang karena melihat senyumannya. Dan diakhir dansa kami, ia menutupnya dengan sebuah pelukan yang sangat erat dan kaki kiriku yang memeluk pinggangnya.

 

Bisa kurasakan deru nafasnya yang wangi, denyut jantungnya yang teratur, harum tubuhnya dan saat itu juga segala kenangan yang pernah terjadi diantara kami berdua terputar diotakku. Kuusahakan untuk mengontrol detak jantungku agar tidak terdengar olehnya. Kemudian, terdengan tepuk tangan yang sangat keras yang dilakukan oleh seluruh teman-teman baruku dan guruku. Kemudian, namja itu melepaskanku dari posisinya dan menggenggam tangan kiriku dengan sangat erat. Kemudian kami menghadap kearah ‘penonton’ kami dan membungkuk dengan dalam. Setelah itu, ia tersenyum kepadaku dan kembali duduk ditempatnya. Begitu pula denganku.

 

‘Dansamu sangat keren, Hwang Mi-ah!’ Ucap Jung Min berbisik kepadaku.

 

Namun aku hanya bisa mengangguk dan tersenyum kepada namja itu. Aku masih tercengang dengan apa yang baru saja kualami. Masih bisa kurasakan euphoria kejadian yang baru saja dilakukanku dengan seorang namja yang sangat kucintai dari semenjak masih kecil. Dan setelah itu kelas dihentikan karena bel tanda kelas usai telah berbunyi. Kim Jun seosaengnim-pun pamit dan kami semua segera berbenah untuk pulang. Satu persatu temanku keluar dari ruangan dengan melambaikan tangan kepadaku sampai akhirnya hanya ada aku dan Taemin disana. Aku sangat berharap agar namja itu menghampiriku dan mengajakku mengobrol.

 

‘Annyeong.’ BENAR SAJA!

‘Aah, Annyeong Taemin-ssi.’

‘Bagaimana kau tahu na– oh ya, aku baru ingat aku seorang– yaah tidak udah dibahas. Siapa namamu? Kudengar tadi margamu itu Kim?’

‘Err.. Itu.. Namaku..’

 

Beritahu namaku, atau.. atau aku menyamar saja? Ah! Lebih baik beri tahu saja. Daripada nanti ketahuan bahwa aku berbohong. Kuputuskan untuk memberi tahu nama asliku dengan penuh harap ia masih mengenaliku dan masih ingat denganku.

 

‘Kim Hwang Mi imnida.’

‘Aa, Hwang Mi.’ Raut wajahnya berubah menjadi sangat aneh, ‘- rasanya aku tidak asing dengan nama itu. Ah, sudahlah tidak penting. Nama yang indah. Bangapta, Hwang Mi-ah.’ Jeda sebentar, ‘- boleh kupanggil seperti itu kan?’

‘Ne, Taemin-ssi.’

‘Aah! Jangan panggil aku seresmi itu. Panggil saja Taemin-ah atau Taeminie. Kkk~’

 

Aku hanya bisa mengangguk menanggapi apa yang diucapkan Taemin kepadaku. Ternyata memang dia sudah tidak mengenaliiku. Perasaanku sangat sedih sekarang. Sungguh, aku tidak menyangka bahwa aku akan bertemu dengan namja itu disini. Dihari keduaku di Seoul. Betapa mengejutkannya kejutan dari tuhan yang diberikan kepadaku kali ini. Perasaanku sangat kacau sekarang. Rasanya ini terlalu mendadak.

 

Tiba-tiba saja namja itu menarik tanganku, ‘Ayo kita menari sekali lagi. Bisa dancenya SHINee yang Ring Ding Dong?’

-bagaimana aku tidak bisa, orang semua dance SHINee kulakoni

‘Bisa kok. Putarkan lagunya.’

 

Aku menjadi Minho ditarian itu. Ya, sebenarnya aku lebih leluasa dengan gerakan Taemin. Namun, Taemin disini dan ia tidak mungkin menjadi orang lain. Lagipula aku tidak ingin ketahuan bahwa aku seorang Taemints. Biarkanlah aku dikira seorang Flamers. Aku tidak peduli. Namun, jangan sampai identitasku ketahuan diawal-awal ini.

 

‘Ring Ding Dong, Ring Ding Dong, Ring Ding Ding Ding Ding Ding.’

 

Dengan berakhirnya dance tersebut, aku segera duduk karena terlalu capek. Yaa, aku mengeluarkan segala power yang kupunya agar Taemin bisa melihatku semangat dalam melakoni dance. Dan benar saja! Ia segera tepuk tangan dan berjalan kearah tempat aku duduk. Kemudian, dia juga duduk disampingku. Kami berdua duduk hening dengan memandang kearah pantulan bayangan kami di cermin. Dengan gerakan tak terduga, ia melakukan hal seperti dulu lagi… Menyender dibahuku.

 

‘T-taemin-ah?’

‘Sebentar saja. Jebal..’

 

Aku hanya bisa tertunduk malu dan mengatur nafasku. Benar-benar sama seperti dulu. Bisa kurasakan pipiku memanas karena adegan yang dilakukan Taemin ini. Namun, jangan sampai ia melihat wajahku yang seperti ini.

 

‘Kau tahu Hwang Mi? Aku seperti mengalami DeJaVu dengan apa yang sekarang kulakukan. Rasanya, aku pernah mengalami hal ini sebelumnya.’

 

Aku hanya bisa mengangguk dalam diamku. Tidak bisa berkomentar apapun karena aku sedang berbicara dengan seseorang yang kusukai. Aku tahu apa yang dimaksud dengannya. Ia menyender di bahuku saat baru saja pertama kali berkenalan. Sungguh kenekatan yang luar biasa. Namun, ia masih saja tidak menyadari bahwa ia melakukan hal tersebut dengan dua orang yang sama. Sungguh, saat itu juga pipiku benar-benar terasa panas. Kepalaku pusing karena tersipu. Aku harus cepat pulang dari sini dan kembali kerumah sebelum wajahku terlihat olehnya…

 

‘Taemin-ah, aku pulang dulu ya. Aku sudah ditunggu oleh temanku. Annyeong.’

‘Ne, Hwang Mi-ah. Annyeong’

 

***

 

‘Hwang Mi-ah! Darimana saja kau ini? Aku sudah menunggu selama… Ah ternyata baru menunggu tiga menit… Hah sudahlah ayo kita pulang.’

‘Andwaeee!!’

‘Mwo? Memangnya kenapa? Sudahlah ayoo~’

‘Chulie,’ kulebarkan senyumku, ‘- ayo makan di restaurant. Aku yang traktir.’

 

Ekspresi wajah Ryechul berubah menjadi bingung. Ya, memang kelakuanku sekarang patut dipertanyakan untuk seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang apa yang terjadi antara aku dan Taemin. Namun, aku tidak mau memberitahu yeoja didepanku ini dulu. Biarkan saja nanti ia tahu sendiri tentang apa yang akan terjadi diantara aku dan Taemin kelak. Itu akan menjadi sebuah kejutan untuk seluruh orang di dunia ini. Tidak terbayangkan bagaimana dunia kelak apabila tahu bahwa seorang Lee Taemin mempunyai seorang yeojachingu yang merupakan teman masa kecilnya. Membayangkannya saja sudah membuatku tersenyum-senyum sendiri.

 

‘Hei, Hwang Mi-ah! Kau kesurupan ya? Jadi menraktirku tidak?’ Ucap Ryechul yang ternyata sudah berada didalam Porche Carrera merahnya. Akupun mengangguk dan segera masuk kedalam mobil kesayangannya yang ia akui diberikan kepadanya saat ia berumur tujuh belas tahun yang berarti mobil tersebut umurnya sudah satu tahun. Mobil ini sangat keren bagi diriku karena memang sejak kecil aku menyukai mobil sport dan Taemin juga menyukainya. Namun, namja itu tidak mempunyai mobil. Mengapa aku tahu? Karena yang mengantar jemput namja itu sekolah adalah tanggung jawab Minho. Sementara untuk membangunkannya dipagi hari adalah Jonghyun, memasak bekalnya Key, dan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan adalah tugas Onew. Bentuk kasih sayang yang sempurna bukan?

 

***

 

Keesokan harinya, aku bangun dengan penuh kegembiraan karena hari ini ada kelas lagi. Tidak sabar rasanya untuk bertemu namja itu lagi. Tidak sabar rasanya untuk menari lagi bersama namja itu. Akupun berangkat ke sekolah dengan sangat semangat dan hal itu sangat dipertanyakan Ryechul. Ia sempat menebak bahwa ada seorang namja yang baru kukenal dan menarik perhatianku. Sayangnya, tebakan Ryechul meleset sedikit. Namja itu sudah lama kukenal dan aku sangat tertarik dengannya sejak dulu.

 

Sesampai di sekolah. Aku segera masuk kedalam ruangan yang sudah ada beberapa anak disana yang sedang pemanasan. Aku segera mengganti bajuku menjadi baju latihan dan segera bergabung dengan yang lainnya. Taemin tampak diantara namja-namja yang sedang melakukan pemanasan tersendiri itu. Bukannya apa-apa, tapi aku merasa melihat sebuah berlian diantara…diantara… Ah aku tidak tega mengatakannya. Namun, ia terlihat paling cemerlang disana.

 

Tak lama kemudian, Kim Jun seosaengnim datang dengan wajah yang tampak cemas. Seperti ada sebuah masalah yang membuatnya gelisah. Kemudian, kami semua duduk rapi diatas lantai dan menunggu nama kami di absen satu persatu. Lalu, setelah semua diabsen, Kim Jun seosaengnim memulai pidatonya dengan helaan nafas yang kelewat berlebihan dan wajah yang diletihkan. Seperti orang yang baru saja berlari dua kilometer. Lelah, letih, lesu, lunglai.

 

‘Semuanya, saya akan memberi tahu kabar buruk.’ Ucapnya membuka pidato yang sepertinya menguras otaknya untuk semalaman, ‘– sebentar lagi acara tahunan kampus ini, AOA Champion yang merupakan pertandingan antar kelas saling menunjukan kecirikhasannya akan dimulai. Kira-kira tiga minggu lagi. Dan kita sama sekali belum latihan dan mempersiapkan apapun. Jadi,  sudah kuputuskan Taemin dan Hwang Mi akan berdansa lagi karena aku takjub melihat mereka berkolaborasi dengan sangat bagus.’ Ia menghela nafas sekali lagi.

 

PERTANDINGAN? MENARI DEPAN ORANG BANYAK? KOLABORASI? TAEMIN??

***TBC***

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. OKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About raisawidiastari

crooked.

Posted on 10 Juli 2011, in Kim Ryechul, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. Nice ff.lanjutannya jangan lama2 dong

  2. waa bagus nih..^^ ditunggu lanjutannyajgn lama-lama ya ka^^

  3. hwang mi kok bukan y ngaku ja k taemin si kalo dia temen masa kecil y. . . .
    Pas dansa aku ngebayangin y mereka keren bgt. . . .hwang mi kok bukan y ngaku ja k taemin si kalo dia temen masa kecil y. . . .
    Pas dansa aku ngebayangin y mereka keren bgt. . . .

  4. seneng banget bisa jadi hwangmi, ._.
    aq pengen liat dance.a,,xDD..btw,si ryecul ntu,ntah mengapa aq bayangin dia itu sebagai heechul..(?)

  5. hahahahha .
    tapi, dance nya asti keren ..

    apalagi ada ikatan batin ..
    wkwkkw

  1. Ping-balik: My Everything (part 3) « ミ SHINee Super Shinki FF Indo ♥

  2. Ping-balik: My Everything (Part 4) « ミ SHINee Super Shinki FF Indo ♥

  3. Ping-balik: raisawidiastari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: