[FF/G] MY GHOST MY HERO part 4

Main Cast:

  • Lee Jinki as Lee Eunsook
  • Kim Jonghyun
  • Kim Kibum
  • Choi Minho as Choi Minjung
  • Lee Taemin

 

Support Cast:

  • Jung Yunho as Nyonya Yunah
  • Go Hara

 

Genre: Horor Comedy

Rating General

Leght: Sequel


 

Masih ingatkah dengan FF ini?

Kalau sudah lupa baca lagi aja dr part 1.. wkwkwkwkkwkwk *author sengene*

Mian kalo kurang lucu.. I’m kinda loose my sense of humor.

 

RCL Please~

Eunsook POV

Aku sudah tidak dapat menahannya lagi.

Kumohon perut~ bekerjasamalah denganku. Tunggulah setidaknya sampai mobil ini berhenti.

Perutku semakin bergejolak, membuat seluruh tubuhku merinding. Kepalaku diserang oleh gelombang dingin. Seakan telah membeku, otakku tak dapat lagi memerintah sebuah lubang di bawah sana untuk tetap tertutup.

Duuuuuuuttttt pesssshhhh~

Siaaaallll!!

“Kibum ah~ kau buang angin?”

“Ya! Minjung ah! Aku pun berfikir kau yang buang angin.”

Tuhaaannn! Please~ jangan biarkan mereka menemukanku.

“Aisshhhhh! Jinjja! Baunya bias membunuhku.”

“Bunyinya pun false sekali.”

“Kalau bukan kita lalu siapa?”

Jantungku berdetak cepat sekali. Aku dapat mendengar suara detak jantungku yang berpacu ketika Kibum mulai menepikan mobilnya.

Aku hanya dapat menutup mataku menunggu untuk keajaiban. Jok mobil yang bergoyang menandakan bahwa seseorang yang mendudukinya sedang membalikan tubuhnya, memeriksa apa yang ada dibelakang joknya.

“Eunsook noona? apa yang kau lakukan disini?”

Kubuka mataku perlahan, lalu mendapati ekspresi Kibum dan Minjung yang terkejut. Apa yang harus aku lakukan? Tersenyum kah? Atau menangis atas semua kejadian memalukan ini.

Nama baikku pasti tercoreng dimata Kibum.

Dua alasan mengapa aku memberanikan diri untuk menyelinap kedalam mobil Kibum.

Yaitu karena terdorong rasa penasaranku untuk mendapatkan foto Kibum tanpa busana. Aku akan mendapatkan foto itu dari Jonghyun jika aku mau menyelinap masuk ke dalam mobil ini.

Dan alasan yang paling kuat adalah karena aku cemburu. Kibum hanya menjemput Minjung sepulang sekolah. Tentu saja aku tidak terima.

Dan hantu yang menyuruhku menyelinap kemobil ini sedang menutup hidungnya sambil mengernyitkan kening. Apa hantu masih bisa mencium bau?

****

Andaikan aku punya empat tangan. Memegangi tas belanja Kibum tidak akan serepot ini. Kedua tanganku penuh dengan entah berapa kantung. Aku berhenti menghitung saat Kibum memberikan kantung ke dua belas.

“Eonni, mau aku bantu membawakan kantungnya?”

“Ah~gwenchana. Aku masih kuat.”

Semua barang yang ada ditanganku adalah barang-barang Minjung untuk keperluannya sekolah di Amerika. Tentu saja Minjung akan merasa tidak enak padaku.

Mata Kibum mendelik kearahku, bergumam sambil mendecakan lidahnya. Arah matanya beralih kearah seorang yeoja tinggi disampingku. Memberi isyarat menggunakan matanya pada yeoja itu untuk menjauh dariku.

“Minjung ah~ biarkan dia menjalani hukumannya karena telah membuat udara dimobilku terkontaminasi.”

Haaaaahhhh~ andai menu sarapanku kembang tujuh rupa atau pengharum ruangan, pasti gas yang keluar dari perutku akan lebih layak untuk dihirup!

Aku masih berjalan dibelakang Kibum dan Minjung, terhuyung-huyung karena kehilangan kesimbangan tubuh yang diakibatkan oleh beban ditanganku.

Kami memasuki sebuah toko kaset CD. Setidaknya aku cukup berlega hati karena berat CD tidak akan sampai satu kilo.

Jonghyun kelihatannya tidak nyaman dengan pemandangan didepan kami. Begitu juga denganku. Kibum memang tidak menggenggam tangan Minjung, tapi mereka sangat dekat sehingga lengan mereka terus bersentuhan.

Mataku tak dapat lepas dari pasangan didepanku. Setiap tanpa sengaja lengan mereka bersentuhan, hatiku seperti tersengat ubur-ubur. Perih.

Seperti mengerti apa yang kupikirkan, Minjung segera menjauhi Kibum ketika menoleh kebelakang dan menemukanku sedang memandanginya.

“Eonni~ kau mau mencari CD favoritmu?”

“Ahni. Aku akan menunggu kalian saja. Hmmm~ kutunggu kalian disini.”

Kujatuhkan pantatku diatas tempat duduk yang terdapat ditengah-tengah toko kaset ini. Kutata kantung belanja berjajar tetap didekatku. Meregangkan otot lenganku sementara Kibum sibuk menelusuri setiap rak CD.

Minjung masih menjaga jarak dari Kibum. Tampaknya yeoja yang hari ini menggerai rambutnya itu lebih nyaman dikelilingi majalah sport. Mungkin untuk mempersiapkan diri dipertandingan softball minggu depan.

Pertandingan softball antar sekolah.

Lupakan masalah softball! Aku bahkan tidak akan diundang sebagai pemain cadangan. Kupalingkan pandanganku pada seorang namja bermata kucing. Aigoo~ hatiku tenang seketika. Wajahnya mengalihkan duniaku.

Eoh!

Tidak jauh dari Kibum tampak seseorang sedang mengawasi calon suami masa depanku itu.

Namja itu sangat mencurigakan. Menutupi wajahnya dengan  kacamata hitam, topi hitam, dan masker doraemon. Mengenakan kaos bergambar chibi Minjung dilengkapi dengan tulisan ‘Minjung Lover’. Jika dia penggemar Minjung mengapa tatapapannya tidak lepas Kibum?

Semakin lama dengan perlahan dan mengendap-endap namja mencurigakan itu mendekati Kibum. Tangannya menyusup kedalam saku celananya. Sebuah benda berwarna hitam keluar dari saku namja tersebut. Senjata api kah?

Jangan-jangan!

*****

“Aw aw aw aw! Umma! Appo~”

“Tahan saja. Kau tidak mau lukamu membekas bukan?”

Aku menggigit paha ayam goreng sisa makan malam untuk mengalihkan rasa sakit dimata kakiku. Kakiku tertindih rak saat aku berhasil merobohkan namja yang kukira mencoba melukai Kibum.

Aksi kepahlawananku mendapatkan standing applause dari pengunjung sekitar. Tidak lupa bapak presiden memberiku penghargaan. Presiden? Kemarin adalah kali pertama aku bertatap muka langsung dengan presiden. Aku mendapatkan penghargaan karena sudah mencoba menggagalkan aksi terorisme yang mengancam warga korea yang asik berbelanja.

Kebetulan sekali teroris yang hendak melakukan bom bunuh diri adalah fans berat Minjung. Teroris itu merencanakan aksi bom bunuh diri sebagai wujud protes mencegah Minjung pergi ke Amerika. Ternyata berita Minjung akan ke Amerika sudah menyebar luas.

“EUNSOOK NOONA!!! Gwenchana????”

Taemin yang baru saja pulang langsung berhambur memelukku, sehingga membuat ayam gorengku terjatuh.

“Ne~ Ne~ aku baik-baik saja.”

Kulepaskan pelukan Taemin dan segera memungut ayam gorengku. Belum lima menit.

“Noona~ kau harus hati-hati. Jika kau sampai tak bisa berjalan bagaimana kau bisa membantuku?.”

Umma memandangi kami secara bergantian. Diwajahnya tergurat pertanyaan besar. Aku yakin umma merasa aneh dengan perubahan sikan Taemin padaku. Terlebih lagi karena Taemin membantuku membersihkan ayam gorengku yang sedikiiiiiiiiit terkena partikel-partikel debu.

“Eumhh~ Taemin, sebenarnya masalah Minjung aku..”

“Kau pasti akan membantuku kan noona?”

“Itu.. aku.. hmmmm~ aku tidak…”

“Malam ini kau pasti lelah. Minjung bilang kau sudah melawan teroris! Aku akan memijitmu sebelum tidur. Otte?”

“Taemin aku.. tidak yakin kalau bisa..”

“Oh! Bagaimana kalau kubuatkan jus special penambah charisma!”

“Taemin mian aku..”

Setika Taemin menjadi murung. Wajahnya ditekuk dan tubuhnya menjadi lemas. Matanya yang berbinar pudar begitu saja. Umma menatapku seolah menyuruhku untuk mengikuti keinginan dongsaengku.

Semua reward yang Taemin tawarkan padaku memang tidak lebih menggiurkan dari reward yang Jonghyun tawarkan. Bagiku tidak ada yang lebih baik dari foto Kibum tanpa busana.

Tapi..

Aku ingin Taemin bersikap baik padaku. Walau dibalik itu semua ada alasannya. Kapan lagi aku akan diakui sebagai noona?

“Ne~ baiklah.. akan kuusahakan..”

“Jinjja!!!!”

Ekspresi wajahnya kembali sumringah. Aku bisa melihat aura disekitar tubuhnya menyilaukan mataku.

“Aku akan membantumu semampuku.”

“Gomawo noona!!!”

Taemin memelukku erat. Umma mengacungkan jempolnya padaku. Dan kali ini aku menggenggam erat ayamku sehingga tidak terjatuh lagi.

“Ah! Umma! Biarkan aku yang mengobati luka noona.”

Dengan cepat Taemin menyambar kapas dan obat antiseptic dari tangan umma. Umma hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat Taemin yang dengan serius dan hati-hati mengobati lukaku.

Hangat. Inilah suasana yang kuinginkan sejak dulu.

****

Jika Hara memilih strawberi maka aku akan membantu Jonghyun. Tapi jika Hara memilih coklat maka aku akan membantu Taemin.

“Ayo makan..”

Aku menaruh strawberi dan coklat lebih dekat dikaki Hara. Namun lagi-lagi Hara melangkah mudur dan tetap memandangiku dengan lidah yang terjulur.

“Hara. Ayo makan..”

Sudah setengah jam Hara hanya memandangiku tanpa memilih antara coklat atau strawberi. Dan sudah setengah jam juga terkurung didalam kandang Hara. Untung saja kandang hara cukup besar untuk kumasuki, bahkan aku dapat berguling-guling didalam sini.

Hufftt~

Bagaimana ini? Aku tidak mau terkurung disini selamanya.

Pergelangan kakiku masih sakit. Tapi aku memaksakan diriku untuk tetap mengikuti Kibum. Bukan karena Jonghyun, karena aku tidak tahu dimana Jonghyun sekarang. Sepulang sekolah aku melihat seorang yeoja didalam mobil Kibum. Dia bukan Minjung karena simata besar itu sedang latihan softball ditemani Taemin.

Aku mengikuti mobil Kibum hingga akhirnya mobil tersebut masuk kerumah keluarga Kim. Aku mengendap-endap masuk kepekarangan rumahnya. Dan terpaksa bersembunyi dikandang Hara karena yeoja berambut panjang dan kurus itu sempat melihatku.

Guukk!! Guukk!!

Ah! Hara mulai bereaksi. Kukira dia hanya akan memandangiku seumur hidupnya.

“Hara. Hara. Ayo makan.”

Kudorong satu blok coklat dan strawberi lebih dekat pada Hara menggunakan ranting. Aku tidak mau Hara menggigitku.

“Ya! Apa yang noona lakukan disini!”

Suara seorang namja mengagetkanku sehingga tanpa sengaja aku menusuk hidung Hara dengan ranting. Wajah namja tersebut seperti terbakar saat rantingnya menyangkut tidak mau terlepas dari hidung Hara.

“Ah.. aku.. aku.. aku hanya mengunjungi Hara.. hehe.”

Mata kucingnya menghujaniku dan tepat menusuk hatiku.

Oh Tuhan! Dia pasti marah padaku. Kibum mengambil Hara dan menaruhnya didekat gundukan ayam goreng setelah berhasil melepaskan ranting dari lubang hidung Anjing kurus itu.

“ Namanya Onew! dan makanannya bukan coklat atau Strawberi!.”

Onew? terdengar familiar. Tapi bukankah Jonghyun  pernah bilang kalau nama anjingnya Hara?

Chakamma! Kenapa aku merasa tersinggung dengan nama Onew?

“Bukankah dia betina? Kenapa kau beri nama Onew?”

“Memangnya kenapa? Tidak boleh?”

“Ahni. Tentu saja boleh.”

“Akhh! Sudah sudah! Biarkan Onew makan siang! Khajja! Kita pergi.”

Degh!

Tangan Kibum mengamit tanganku.

“Kita pergi kemana?”

Kibum tidak menjawab pertanyaanku. Apa dia marah karena aku memenuhi kandang Hara?. Ok! Aku lebih suka memanggilnya Hara daripada Onew.

Umma~ kenapa seluruh tubuhku jadi kaku? Seakan-akan semua gerakan yang aku hasilkan akan berakibat fatal dan dapat mengakibatkan amitan tangan Kibum terlepas.

Eoddokhae?

Gukkk! Guukk!

“Kibum ah~ chakkama! Hara menggigit tali sepatuku.”

“WAE??”

Tali sepatuku ditari Hara. Aku memegang bahu Kibum agar tidak kehilangan keseimbanganku. Aw! Kenapa kaki yang terluka yang terkena tarikan? Mata kakiku kembali terasa ngilu walau sedikit.

“Onew! Lepas!”

Kibum mencoba untuk melepaskan gigitan Hara dikakiku. Aku berpegangan pada batang pohon sementara Kibum sedang berusaha melepas sepatuku. Aww~ appo.

“Aw!! Kibum ah! Cepat lepaskan Hara dari kakiku~”

Mata kakiku semakin sakit. Kenapa sepatunya tidak kunjung lepas?

“Kibum ah~ ada apa? Kau memanggilku?”

Kami semua, termasuk anjing hyper yang masih belum melepaskan gigitannya dari tali sepatuku diam mematung ketika seorang yeoja kurus kering berdiri didepanku.

Hara menggeram memandangi yeoja kurus didepanku. Tali sepatuku dilepaskan dan Hara melenggang pergi kekandangnya setelah memberikan tatapan ketus pada yeoja ini.

“Kibum, Onew masih tidak menyukaiku?”

Wajah yeoja itu ditekuk. Tangannya memegangi keningnya seolah-olah dia sedang sakit kepala.

“Onew tidak suka diganggu. Biarkan saja dia sendiri.”

Yeoja itu terlihat akrab dengan Kibum. Dia mengamit lengan kibum, bergelayut manja. Isssshhh!

“Gwenchana noona?.”

Eoh! Kibum menyadarkanku kalau aku masih memeluk batang pohon. Omo! Memalukan sekali. Segera aku membenahi penampilanku. Pantas saja yeoja ini menatapku seakan-akan aku ini bodoh.

“Kibum~ Dia siapa?”

“Ini Eunsook noona.”

“Oh! Annyeong~ namaku Hara.”

Mwo???

****

“Eunsook ah~ makanlah yang banyak.”

“Ne!”

Tentu saja aku akan makan yang banyak. Aku lapar! Setelah mengeluarkan tenaga cukup banyak saat bertarung melawan Hara alias Onew aku butuh asupan penambah tenaga.

Aku menambah nasi dimangkukku. Ayam madu ini enak sekali. Terutama kimchi stew yang menambah selera. Masista~

“Hara~ ayo makan.”

“Aku harus menjaga bentuk tubuhku nyonya Yunah.”

Pantas saja dia kurus. Apa enaknya hanya makan salad dan air mineral? Semoga dia tidak menyesal saat ayam madu ini habis kumakan.

Semakin lama suasana semakin sepi. Hanya terdengar bunyi sumpit dan sendokku saja. Aku menengadahkan kepalaku, kulihat pandangan orang disekelilingku terpusat padaku. Tidak ada lagi mangkuk atau piring didepan mereka. Apa mereka marah karena ayam madunya kuhabiskan?

“Kau sudah selesai makan noona?”

Perlahan kusimpan sumpitku. Menegak air mineral kemudian membersihkan mulutku dengan tisu.

“Ne~ aku sudah selesai.”

Tatapan Hara padaku seperti meremehkan. Pabo! Seharusnya aku bersikap manis di depan calon mertua. Bukannya menghabiskan stock makan siang mereka. Pabo! Pabo! Pabo!

“Noona. Kau mau ikut kami?.”

“Aku mau!”

Ajakan Kibum tidak akan pernah kusia-siakan. Akan kuikuti kemana pun Kibum pergi.

“Kibum~ kenapa harus mengajaknya?”

Sepertinya ada yang tidak suka aku ikut bergabung. Hara menggenggam tangan Kibum yang masih ditaruh diatas meja. Matanya memohon untuk tidak mengajakku. Kumohon jangan sampai Kibum batal mengajakku~

“Biarkan saja Eunsook ikut. Aku tidak dapat menemani kalian karena ada urusan lain.”

Gomawo nyonya Yunah!!

“Umma benar. Aku tidak akan sanggup mengurusi ratusan anak kecil. Eunsook noona pasti bisa membantumu.”

Kyaaaa!!!! Rasanya ingin terbang kepabrik ayam goreng, memakan semua ayam yang ada disana, tak lupa membawa saus dan air minum agar tidak tersedak.

Mwo??? Anak kecil?

“Kau suka anak kecil kan Eunsook? Seharusnya hari ini jadwalku melakukan amal ke panti asuhan. Aku beruntung kalian mau menggantikanku.”

Panti asuhan??

“Kau pasti senang bisa pergi dengan Hara bukan?”

Nyonya Yunah mengelus punggungku. Tatapannya sedikit sayu.

“N..Ne.”

*****

Aku mendapatkan tugas menata ruang makan sementara Kibum yang memasak. Aku baru tahu kalau Kibum pandai memasak.

Kutuangkan air kedalam gelas plastik satu-persatu yang sudah berjejer dimeja makan yang sangat panjang. Aku tidak melihat Hara sedari tadi. Dia mendapatkan tugas membantu petugas panti memandikan anak-anak. Aku beruntung bukan aku yang mendapatkan tugas yang mengharuskanku menyentuh anak kecil.

“Eunsook ssi!”

“Ne?”

Hara sudah berada dibelakangku dan mengambil paksa teko dari tanganku. Wajahnya kusut begitu juga dengan pakaiannya. Terdapat beberapa noda menempel pada dress kuningnya. Hehe. Hara kehilangan 30 % kecantikannya.

“Kau mau membantuku Hara ssi?”

“Ahni. Aku mau tukar tugas. Kau yang memandikan anak-anak.”

“Mwo??”

“Palli! Mereka masih kutinggalkan dikamar mandi.”

Issshhh! Kenapa seenaknya saja menyuruh orang.

Eoddokhae?

Langkahku berat menuju kamar anak-anak. Lorong yang kulalui terlihat sangat mengerikan dan panjaaang seperti tanpa ujung.

Aku berhenti didepan pintu sebuah kamar. Suara rusuh yang keluar dari kamar ini menandakan kalau tidak ada petugas yang menjaganya. Kuberanikan untuk masuk kedalam kamar yang sangat luas ini. Dan benar, keadaan sangat tidak terkendali.

Kamar ini dipenuhi dengan monster kecil sekitar 3 sampai 5 tahun. Beberapa diantara mereka ada yang mencoba membantu anak yang tak bisa turun dari atas lemari, ada pula yang saling melempar biscuit yang sudah dicelupkan kedalam susu, ada yang membuka jasa membereskan tempat tidur, dan ada beberapa dari mereka yang mengantri didepan pintu kamar mandi.

Aigoo~

Apa hal pertama yang harus kulakukan?

*****

Deg degh!

Jari-jarinya halusnya menyusuri setiap helai rambutku. Merapihkan rambut yang semula kusut.

Degh!

Helai per helai rambutku ditata sedemikian rupa agar tidak ada lagi rambut yang berdiri.

Degh!

Aroma manis dari tangannya menghangatkan hidungku.

Deg deg degh

Tangan kecilnya memunguti satu persatu potongan biscuit yang menempel diseragamku, kemudian dimasukan kedalam mulutnya yang basah dengan liur.

Degh!

Dari tempat yang cukup jauh sepasang mata mengawasi kami dengan mata kucing yang cukup tajam untuk memuatku takut. Aku takut Kibum akan salah paham pada Yoogeun. Bagaimana jika Kibum berfikir kalau aku bermain belakang dengan Yoogeun?

Aigoo jantungku tak dapat berhenti bergemuruh melihat Kibum yang semakin memicingkan matanya. Langkahnya semakin mendekatiku yang duduk disamping seorang anak berumur tiga tahun. Yoogeun mulai menepuk-nepuk pipiku kemudian memasukan sesendok nasi kedalam mulutku.

“Ya! Kau pedophil! Jangan membuat skandal dengan anak kecil! Aissshhh jinjja!”

Kibum memberikan tatapan killernya padaku. Membentakku membuat beberapa anak yang sedang makan malam memandangi kami.

“A.. aku.. aku tidak ada apa-apa dengan Yoogeun. Aku.. hanya menemaninya makan malam.”

“Alasan! Biar aku saja yang menemani Yoogeun! Noona pergi mencuci piring saja!”

Jadi bukan karena cemburu padaku? Tapi karena Kibum tidak mau mencuci piring.

Aku beranjak dari tempat duduk yang sangat pendek untukku. Langkahku jontai menuju dapur dan kakiku sedikit berat, seperti ada beban.

Mwo??

Yoogeun bergelayut dikakiku sambil membawa piringnya beserta sendok yang berada dimulutnya. Haaahhhh~ aku menggendongnya dan menaruhnya kembali kemeja makan.

Eh? Yoogeun mengalungkan kakinya dipingganggu sangat erat. Tangannya bertahan pada kerah segaramku sehingga membuatku sedikit tercekik. Monster kecil yang berhasil kuturunkan dari atas lemari ini tidak mau turun dari gendonganku.

“Ya! Biarkan anak itu makan dimeja makan!”

“Dia tidak mau turun~”

****

“Sudah sampai~”

Kenapa cepat sekali?

Padahal baru beberapa menit aku duduk dikursi depan menemani Kibum. Setelah sebelumnya kursi ini diduduki Hara yang sudah lebih dulu diantarkan Kibum keapartemennya.

“Noona~ sudah malam. Lebih baik cepat istirahat.”

Aku hanya dapat melihat rumahku dari dalam mobil. Rasanya berat untuk keluar dari mobil ini.

“Noona?”

“Ne?”

“Sudah sampai.”

“Oh, ne~”

Kulepas sabuk pengamanku kemudian membuka pintu mobil. Aku membenci tanah yang kutapaki. Aku benci saat menutup pintu mobil Kibum dari luar.

“Noona!”

“Ne?”

“Terima kasih untuk bantuannya.”

“Itu.. dengan senang hati aku membantumu.”

“Annyeong~”

Aku memastikan mobil Kibum benar-benar hilang dari pandanganku barulah aku kembali dari rumah.

Aku menunggu cukup lama didepan pintu sebelum umma membukakannya untukku. Sudah tengah malam dan aku baru kembali kerumah. Itu karena cukup sulit untuk membut Yoogeun tertidur agar kami dapat pulang.

Saat masuk kedalam kamar udara dingin menusuk kulitku. Tanpa kunyalakan lampu kamar aku dapat menemukan tempat tidurku dan kemudian menjatuhkan tubuhku diatasnya.

Semakin lama bulu kudukku semakin berdiri. Aura mistis semakin memenuhi kamarku. Ada hantu dikamarku tapi tidak pernah semerinding ini.

“Kau sudah pulang?”

 

Omo!

Jonghyun muncul tiba-tiba didepan wajahku bersamaan dengan lampu kamarku yang menyala.

“Aaisshhhh~  harusnya aku yang bertanya padamu. Dari mana saja kau seharian ini?”

“Aku menemani Minjung latihan softball di sekolah.”

“Oh ya?”

“Ne! aku melihat Taemin, dan aku melihatmu mengejar mobil Kibum. Kau sudah bertemu Hara?”

“Kau? Kau tahu Hara bertemu Kibum?”

“Kuperingatkan. Lebih baik menjauhi Kibum selagi ada Hara.”

“Wae?”

Entah angin dari mana tapi tiba-tiba angin dingin menghembus telinga kiriku.

“Percaya saja padanya. Ihihihihihihihi~”

“KYAAAAAAAA!!!!!!!!”

*****

Sepertinya tidur seluruh penghuni rumah ini cukup pulas sehingga tidak terbangun oleh teriakanku.

Pantas saja aura kamarku sangat menyeramkan. Jonghyun membawa teman-teman yang ditemui disekolah kekamarku.

Hantu yang berambut panjang, berbaju putih dan hobi sekali cekikikan adalah sadako. Sedangkan yang seluruh tubuhnya terbalut kain putih adalah tuan P. Dan yang berdiri didekat lemari serta cukup tampan walau tidak setampan Kibum adalah Edward Cullen.

Sudah pukul lima pagi dan aku belum menutup mataku sedetik pun. Aku tak bisa tidur karena suara bising yang dihasilkan dari percakapan Jonghyun bersama teman-teman barunya. Aku baru tahu kalau hantu pun senang bergosip.

Setengah jam kemudian semua teman-teman Jonghyun membubarkan diri setelah aku memberikan isyarat pada Jonghyun bahwa aku harus mandi.

Lingakaran hitam dimataku tidak dapat tersamarkan bedak. Seluruh tubuhku lemas. Kulitku terasa perih jika terkena dingin. Mata kakiku semakin membengkak. Tampaknya hari ini aku tidak sanggup kesekolah.

Kubalut tubuhku dengan selimut. Mencoba untuk menutup mataku dan beristirahat. Aku tak dapat menutup mataku karena kepalaku terus berdenyut-denyut.

Aku turun keruang makan dan mencari obat sakit kepala di kotak obat.

“Eunsook? Kau tidak sekolah?”

“Aku tidak enak badan umma.”

“Aigoo~ padahal umma harus pergi. Umma tak bisa menemanimu.”

“Gwenchana umma~ aku hanya perlu aspirin.”

Umma menyentuh kening dan leherku dengan punggung tangannya. Terasa hangat saat umma menyentuhku.

“Aspirin ada dikamar Taemin. Kemarin pun Taemin meminumnya. Sepertinya penyakit Taemin menular padamu.”

“Oh~ aku bisa mengambil sendiri aspirin dikamar Taemin. Umma pergilah. Aku akan baik-baik saja.”

“Benar tidak apa-apa?”

“Ne~”

“Kalau begitu aku pergi dulu.”

“Hati-hati dijalan umma~”

Menaiki tangga cukup melelahkan ketika tubuhmu memang tidak fit. Sedikit sulit untuk bernafas padahal hanya berjalan menuju kamar Taemin. Ugghh~ aku benci sakit.

Dimana Taemin menaruh aspirin?

Mungkin dimeja belajarnya.

Meja belajarnya penuh dengan foto-foto dirinya bersama teman-teman dari sekolah elitnya. Ahaha~ semua ekspresi Taemin terlihat dingin. Dia pasti sedang menjaga imagenya yang cool walau sedang dikelilingi yeoja.

Eh?

Aku menemukan satu foto Taemin yang sedang tersenyum lebar. Dia sedang merangkul Kibum. Aku hendak melihat foto Kibum dari dekat. Aku mengambil figura yang disimpan paling dibelakang ini.

Apa ini? Ternyata ada Minjung disamping Kibum. Huh? Ada penampakan dibelakang Minjung. Sepertinya aku kenal. Bukankah foto ini diambil dimarkas tim softball sekolahku?

Kapan foto ini diambil?

“Jika tidak salah ingat, itu foto saat pertama kalinya Minjung bertemu Taemin.”

Jonghyun yang tiba-tiba sudah berada dibelakangku membuatku sedikit tersontak dan hampir menjatuhkan fotonya.

“Foto itu mengambil senyum terakhir Minjung hari itu.”

“Eoh?”

“Karena setelahnya dia mendapatkan kabar kalau aku meninggal.”

****

Jonghyun tidak langsung meninggal saat menelan pembersih lantai. Dia dirawat  selama beberapa hari dirumah sakit.

Kibum menggantikan tugas Jonghyun mengantar jemput Minjung kesekolah selama Jonghyun dirawat dirumah sakit. Taemin adalah teman dekat Kibum walau Kibum adalah sunbae. Karena dekat, Kibum mengajak Taemin menjemput Minjung yang sedang latihan softball.

Aku ingat sekarang.

Hari itu terjadi beberapa kejadian penting bagi semua orang.

Hari disaat aku yang tanpa sengaja melempar bola kekepala Minjung. Dan itu disebabkan karena Minjung kurang konsentrasi, hatinya sedang gundah merasakan sesuatu buruk akan terjadi.

Hari disaat aku bertemu dan bertatapan langsung untuk pertama kalinya dengan Kibum.

Hari dimana Taemin bertemu cinta pertamanya.

Dan hari pertama bagi Jonghyun untuk memulai aktifitas barunya. Bergentayangan.

Lalu apa makna hari itu bagi Kibum?

Mungkin hari terburuk karena kehilangan hyungnya.

“Stop! Stop!”

Aku menghentikan laju taxi yang kunaiki ketika sudah sampai didepan rumah Kibum. Entah darimana datangnya kekuatanku saat ini. Aku dapat memaksakan diri untuk pergi kerumah keluarga Kim. Itu karena nyonya Yunah menghubungiku dan memintaku untuk datang kerumahnya.

Aku masuk kedalam rumah besar milik tuan Kim Jaejong dan disambut hangat oleh beberapa pelayan.

Tubuhku sedikit berkeringat karena kondisiku yang kurang sehat. Langkahku terhenti saat melihat seseorang yang sangat kucintai memeluk seorang gadis kurus. Mataku mulai panas dan dadaku terasa sesak. Haruskah mereka berciuman didepanku?

-bersambung-

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 12 Juli 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 17 Komentar.

  1. sapa yg lg kisseu??? ayo lanjot thor~ penasaran berat nih!!!

  2. Ye Ye..
    Udah di post lg..
    Thanks..

  3. Dee is Mrs.LeeJinKi

    Gila…Jjongpa ngjakn tman hantu’a dr luar negeri.Skrg kmar eonsook brubh mjd mrkas hntu internasional,..Kkk~
    Mana nama kcing’a key,onew lg.Kocak kocak eon,lnjut ASAP donk ^^rkas hntu internasional,..Kkk~
    Mana nama kcing’a key,onew lg.Kocak kocak eon,lnjut ASAP donk ^^

  4. Dasar memalukan kau eunsook pake acara kentut segala hehe. Makin penasaran aja sama lanjutannya

  5. akhirnya yg dtggu2 di post juga🙂
    omo,,,itu yg lagi kissu2an pasti si kibum ma hara,ck…menyebalkan,,,
    wkwkwk,,itu nama anjingnya kibum knp onew bkin eunsook tersinggung
    dtggu next partnya y😉

  6. edward cullen nyempil..
    Hahaha..
    Daebak chinguu…
    Kibum,,kissue sma cpa tuh??
    Emh,,bner chingu..
    Part ini,,mnurutku krang lucu..
    Gx kyak part yg sblum’a..
    Tpi,,tetep daebak kq..
    Part 5’a q tunggu yaaahh…

  7. tentu q msih ingat eonni….
    q stuju sm komentator yg laen,,part yg nie kurang lucu eonni….

    tpi bgus kok….
    hahh….tu pasti hara yg lgi kissue” sm kibum,,dasar yeoja ganjen!!

    Lanjuuutttttcu eonni….

    tpi bgus kok….
    hahh….tu pasti hara yg lgi kissue” sm kibum,,dasar yeoja ganjen!!

    Lanjuuuttttt

  8. kewreeeeeeeeeeeen ditunggu yang selanjutnya ya😀

  9. hara sama kibum ya kissu ya ? aih eunsook kasian cup cup,
    asli adegan edward cullen yang paling kocak, ngapain dia nyempil ckckck

  10. Omo sapa yg kissue??
    Aduuuh ni ff gado” dah,,
    seremx ada, kocakx ada..
    Jahahahahaaaa kereen

    next part jgn lma”😀

  11. Aaaaaaaah siapa itu? Penasaraaaaan! Lanjutannya ASAP ya author🙂

  12. Author lanjutin dong. Itung” traktiran ultahnya author kemarin. Happy birthday,saengil chukkae ^^

  13. Ternyata bngni to critanya bner2 rumit ya tp konyl jg si eunsk kentut yg msti di museumkan hahaunsk kentut yg msti di museumkan haha

  14. cara mati jjong itu, buahahahaha
    ak gakuat onn nahan ktwa, mana plus kentut eunsook, waduhh..

    tp TUNGGU, jgn blg yg ciuman itu kibum ama hara ? OHH NOOO /(>OO<)\

  15. hantu internasional? o.O
    ntu yg kisseu kibum hara ya? *sotoy* poor eunsook~
    next part ditunggu ya chingu ^^

  16. hai.. ^_^ aku new reader … aq udah baca part 1ampe part 4nya FF ini (tpi mian baru comment ), critanya seru… ditunggu klanjutannya yah… 🙂

  17. ayo dong part 5 nyaaa jangan lama-lamaaa ~😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: