My Everything (part 3)

My Everything (Part 3)

 

Author: 킴 례 출 a.k.a Raisa Widiastari

Cast:

Lee Taemin

Kim Hwang Mi (You)

Suppor cast:

Kim Ryechul

SHINee

Rating: PG-15

Length: [3/…]

Genre: Romance, Sad Romance

 Part 1, Part 2

DC: Mari kita berkhayal chingu! Disini memang profesi SHINee dan grade dan lainnya sama seperti real. Namun cerita disini BERKHAYAL. Sesuai dengan motto WP ini, beyond your imagination. Jadi, kalo ada kesalahan dan perbedaan di dunia nyata dan ini, mohon dimaafkan karena author BERKHAYAL.

A/N: Annyeoong! Chulie disini😄. Part tiga nih lanjutan dari yang kemaren. Simak terus yaa🙂 Okay, just enjoy this FanFic. Don’t forget to RCL okay? Kamsahamnida! GO AWAY PLAGIATORS!!


***

I don’t care what anyone says.

No matter who curse at me, I’ll only look at you.

If I’m born again, it will be only you.

-Super Junior – It’s You (neorago)-

***

 

‘….. Jadi,  sudah kuputuskan Taemin dan Hwang Mi akan berdansa lagi karena aku takjub melihat mereka berkolaborasi dengan sangat bagus.’

 

MWO?! Sungguh sial! Aku baru saja datang di kampus ini. Kenal saja hanya dengan kelas dance ini dan Ryechul serta beberapa guru. Namun, aku sudah disuruh mempertunjukan apsi? Hell yeah! Aku sendiri belum afal dengan seluruh hal yang ada didalam kampus ini. Ke toilet aja sempat nyasar dan bertanya kepada tiga orang. Dasar guru gila! Sudah mengerjaiku dihari pertama aku masuk sekolah, sekarang malahan menyuruhku ikut kompetisi macam ini. Waktunya mepet pula. Haduuuh…

 

‘Jadi, apakah yang lain setuju apabila kita majukan dancing machine kita dan si newbie?’

‘SANGAT SETUJU KIM JUN-SSI!!’ Ucap semuanya serentak, ‘DENGAN INI KAMI TIDAK PERLU BERPARTISIPASI!’

 

ANDWAEEEE!!! Sungguh kenyataan yang mengesalkan mengetahui hal ini dan alasan para murid-murid yang lain tentang kompetisi ini. Yaa, walaupun sebenarnya ini hanya untuk APSI saja, tetapi, tetap saja aku merasa sangat malu. Apalagi karena aku dipasangi dengan Taemin. Seorang dancing machine yang sudah sangat terkenal. Yaah, walaupun tekniknya belum sehebat Eunhyuk oppa, namun perlu diakui ia sangat keren dan energetik! Dan apabila dipasangkan olehku…rasanya…

 

‘Aku dan Hwang Mi siap kok, Kim Jun-ssi. Serahkan kepada kami.’

 

SIAPA YANG BERKATA SEPERTI ITU? Ah! Sudah pasti namja itu. Kalau yang berkata namja itu, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Aku tidak bisa membantah atau apalah. Dan sepertinya Kim Jun seosaengnim sangat senang dengan keputusan Taemin karena mendadak wajahnya menjadi cerah. Sudah pasti moodnya sangat naik saat ini. Kemudian, ia segera menarik tanganku dan tangan namja bermarga Lee itu kedepan kelas dan menepuk bahu kami dengan tepukan yang terlalu kencang yang diakibatkan karena ekspresi senangnya.

 

‘Sudah kuputuskan juga kalian akan menari tango. Lagu juga sudah kusiapkan. Jadi, kalian tinggal menyiapkan gerakannya. Annyeong!!’

 

Dengan secepat kilat, namja itu berlari keluar ruangan dengan wangi semerbak dan kantong yang cukup tebal. Dari analisisku, aku mempunyai sebuah prediksi bahwa namja itu akan bertemu dengan seorang yeoja. Maka dari itu, ia sangat tidak sabar untuk bertemu dengannya. Namun, bagaimana dengan nasibku, Taemin, dan semua anak-anak yang ada disini? Dasar guru gila.

 

‘Err.. Hwang Mi-ah dan Taemin-ah. Kami pamit dulu ya annyeong!!’

 

Dan semuanya pergi dengan kecepatan kaki yang sangat tinggi dan mengakibatkan kami berdualah satu-satunya manusia yang masih berada didalam ruangan kaca tersebut. Dengan masih tercengang, aku hanya bisa menatap pintu keluar dengan terdiam. Tidak percaya mendadak ditinggalkan begitu saja dengan orang-orang baru dan diberikan tanggung jawab sangat berat dihari ketigaku di Seoul.

 

‘So, we are alone here?’

‘Ne. Apa yang kita lakukan sekarang?’

‘Hmm, ikutlah denganku dan jangan banyak omong.’ Ucap namja itu seraya menarik tanganku.

 

***

 

‘Aish~ Taeminie! Pemandangan yang sangat indah! Tidak kusangka kau akan mengajakku kesini.’

‘Hahaha, memang pemandangan malam Mokpo tidak ada duanya kan?’

‘He eh. Tapi, sebenarnya apa tujuan kita kesini?’

 

Ya, apa tujuannya mengajakku kesini? Tidak ada sesuatu hal yang bisa dibicarakan sekarang. Lagipula, apabila ia ingin mengajakku berlatih dance, tidak mungkin kami bisa bergerak leluasa diatas pasir bukan? Sungguh sebuah kejutan yang luar biasa! Mengapa? Karena ia mengajakku kesini tanpa tujuan sepertinya. Apa buktinya? Ia hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaanku. Ia malah mengambil handphonenya dan.. Dan apa ini? Ia memutar lagu ballad dan menggenggam tangan kiriku. Apakah dia…

 

‘Berdansalah denganku, Hwang Mi-ah. Ada yang ingin kubicarakan denganmu.’

 

Aku hanya mengangguk pasrah dan mulai mengikuti gerakan yang ia lakukan. Bermenit-menit berlalu dengan kami saling terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Namja itu berdansa dengan tidak menggunakan hati. Aku sangat bisa merasakannya karena ia berdansa tidak seperti biasanya. Kuputuskan untuk bertanya untuk mencairkan suasana.

 

‘Taeminie, apa yang ingin kau bicarakan?’

Ia hanya terdiam dan tertunduk. Dan..astaga! Wajahnya merah sekali!

‘Hwang Mi-ah, apakah wajar apabila aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seseorang yang baru saja kukenal?’

 

DEG!! Entah mengapa, jantungku seperti berhenti berdegup. Aku mempunyai firasat bahwa namja itu sedang membicarakan tentang diriku. Ya, siapa lagi yang baru dikenalnya selain diriku? Memang terdengar aku sangat GR. Namun, biasanya feelingku itu benar. Dan untuk saat ini, aku sangat berharap agar feelingku itu memang benar-benar benar. Ah! Fokus Hwang Mi! Namja didepanmu sedang bertanya kepadamu!

 

‘Hemm, kurasa.. Ada baiknya kau mencari tahu sebenarnya yeoja itu seperti apa.’

-dan aku berharap kau sadar bahwa aku teman kecilmu.

‘Begitu ya? Aish~ aku jadi malu sendiri. Dia..dia sangat berbakat dalam hal dance…’

‘Goodluck Taeminie! Kau harus mengenalkannya kepadaku nanti.’

‘Gomawoo Hwang Mi-ah! Kau sahabatku yang paling terbaik di dunia.’

 

Dengan tiba-tiba, namja itu mencium keningku dengan sangat lembut. Rasanya, waktu berhenti berputar karena ia mencium keningku sangaaat lama dan aku sangat menikmatinya. Nafasku mulai tersengal-sengal karenanya. Namun, aku tidak bisa berperilaku seperti ini. Aku harus menjaga image-ku didepan namja ini agar first impression yang ia lihat dari diriku tidak hancur begitu saja dengan keadaan yang membuatku tersipu malu seperti sekarang.

 

‘Hwang Mi-ah,’ ucapnya seraya melepaskan bibirnya dari keningku, ‘- dibawah cahaya bulan purnama Mokpo, diatas pasir putih yang merupakan tempat kita berdua berdiri, demi suara deburan ombak, dan dirimu, aku akan berjanji mengatakan perasaanku kepada yeoja itu sehabis AOAC.’

 

Aku yakin sekarang pipiku sudah berubah menjadi merah merona seperti tomat. Tapi, biarkanlah saja. Cahaya sendu yang menemani kami berdua sekarang tidak akan memperjelas warna pipiku bukan? Yang jelas, aku sangat ingin menghentikan waktu dan terus berada dipelukannya selamanya. Aku – Kim Hwang Mi – dengan bodohnya telah menyerahkan seluruh hidup dan perasaannya kepada seorang namja bernama Lee Taemin.

 

***

 

‘Paboya Hwang Mi! Kemana saja kau! Mengapa kau baru pulang, ha? Kau kira sekarang jam berapa?’

 

Ucap Ryechul dengan mimik muka super mengantuk dan suara yang sangat menahan emosi. Yaa, aku tahu aku salah. Sekarang sudah jam dua belas malam lewat dua menit. Sementara, aku janji akan pulang sebelum jam dua belas. Hanya telat dua menit, tetapi yeoja ini sudah sangat marah kepadaku. Benar-benar seperti sedang berada di Jeju bersama ummaku yang selalu cerewet ketika aku pulang hanya telat beberapa menit saja.

 

‘Kau kira bagaimana perasaanku selama dua menit? Aku khawatir, Mi-ah. Sebenarnya kau kemana sih?’

‘Sebuah tempat romantis bersama seorang pujaan hatiku.’

‘MWO?! Belum satu minggu kau berada di Seoul, kau sudah mendapatkan seorang namja?!’ Ucap Ryechul dengan mimik wajah tidak percaya, ‘- aku saja setengah tahun disini baru ada satu orang yang mendekatiku.’

 

Dengan hati-hati, kujelaskan kepada Ryechul bahwa aku bertemu dengan teman masa kecilku lagi dan akhir-akhir ini kami sering bersama. Namun, aku tidak memberitahu bahwa dia adalah Taemin karena aku belum siap untuk memberitahu semua orang – apalagi Taemin – bahwa aku adalah Kim Hwang Mi, teman masa kecilnya di Jeju dulu yang mempunyai perasaan sangat besar kepada Taemin. Plus akan menjadi yeojanya. Hei, mengapa aku terdengar terlalu PD sekarang?

 

‘Ohh, jadi kau bertemu dengan teman masa kecilmu…’ Jeda sebentar, ‘- asik sekali ya! Aku juga sedang tertarik dengan seorang namja. Dia sangat tampan dan dia yang mengajakku berkenalan duluan! Aku janji aku akan mengenalkannya kepadamu nanti.’

‘Ne, Chulie. Aku ingin mandi lalu langsung tidur. Tetapi…sebelumnya… Pertunjukan apa yang akan dipersembahkan dari kelasmu?’

‘Mwo? AOAC maksudmu? Rahasia~’

 

***

 

Berhari-hari kulewati bersama dengan Taemin. Ia benar-benar seorang namja yang sangat menarik. Dia sama sekali tidak berubah sejak pertama kali aku bertemu dengannya saat kecil sampai sekarang. Sifatnya masih saja selengean dan seperti anak kecil. Benar-benar seperti mengulang waktu. Gerakan demi gerakan tango yang diremix dengan lagu balet membuat kami semakin giat berlatih dan semakin sering bertemu. Aku berkunjung kerumahnya dan bertemu dengan kakaknya, Lee Taesun. Dan lagi-lagi namja tersebut tidak ingat dengan nama Kim Hwang Mi. Ia hanya merasa familiar dengan nama tersebut namun tidak memikirkannya lagi.

 

Dan hari ini, ia mengajakku ke Dorm SHINee! Semua member SHINee menyambutku dengan sangat hangat. Resiko aku datang kesana adalah dikata-katai habis-habisan karena Taemin selama ini belum pernah membawa seorang yeoja kedalam Dorm ini. Bahkan sebenarnya member yang lain juga belum pernah. Hanya saja, Jonghyun pernah mengajak nunanya ke Dorm untuk sekedar berkunjung dan merapikan Dorm SHINee yang disulap menjadi kapal pecah ini.

 

‘Hwang Mi-ah. Gomawoo hari ini sudah mau bertemu dengan hyung-hyungku. Masakanmu tadi enak sekali!’

‘Ne, Taemin-ah. Cheonma.’

 

Aku sudah berada didepan apartemen sekarang. Tadi di Dorm SHINee, aku dipaksa untuk memasak karena Key sedang berpacaran dengan Jonghyun. Memang kuakui hal tersebut sangat merepotkan karena mereka memintaku memasak empat macam makanan dan aku dipekerjakan layaknya seorang pembantu. Tapi, aku bersama Taemin. Ia yang membantuku untuk memotong sayuran dan buah-buahan. Walau hasil potongannya sangat buruk, tetapi itu tidak mengurangi rasa sayangku kepadanya. Dia jarang menggunakan pisau. Masih ingat di reality show ‘Hello Baby SHINee’? Saat ia memotong apel? Ya… Bentuknya sangat aneh. Paboya Minnie~

 

‘Okay, aku pulang dulu ya… Annyeong~’

‘ANNYEONG HWANG MI-AH!’ Teriak member SHINee serempak dari dalam mobil. Lalu, yang Taemin lakukan hanyalah menggeleng-gelengkan kepalanya.

‘Annyeong oppa! Selamat malam.’

 

***

 

Akhirnya tiba juga! Hari ini, AOAC akan dimulai. Acara pertamanya diisi oleh lomba-lomba tidak penting dan super konyol yang melibatkan banyak mahasiswa dan mahasiswi kampus ini. Lalu, acara kedua adalah lomba dimana seluruh peserta menguji daya ingatnya dengan sebuah games yang bernama ‘kertas kucek-kucek’. Dan banyak sekali acara-acara lainnya yang tidak kalah menarik.

 

Selama acara berlangsung, Taemin sama sekali tidak pernah beranjak dari sisiku. Ia terus menggenggam tangan kiriku dengan sangat erat. Ibaratnya, ia tidak ingin melepaskan tanganku ini. Namun, kenyataan itu membuatku semakin yakin dengan feelingku. Cara ia memperlakukanku akhir-akhir ini juga sangat berbeda dari awal kami berkenalan. Ia semakin sering melakukan skinship denganku. Ia juga memanjakanku dan lain-lainnya.

 

Dan sekaranglah saatnya untuk penampilan APSI dari setiap kelas. Yang pertama maju adalah kelas olahraga yang mendemonstrasikan freestyle basket dan futsal. Para namja-namja kece dipertontonkan disana. Baik dari pihak pemain basket atau pemain bola memamerkan ABSnya. Lalu dilanjutkan dengan persembahan dari kelas lukis. Mereka melukis tubuh temannya sendiri dan menjadi sebuah lukisan monalisa apabila dilihat dari atas. Sangat kreatif bukan? Kelas demi kelas mempersembahkan pertunjukan APSI yang mereka buat dan akhirnya sampai kepada kelas Vokal yang didalami oleh Ryechul. Namun, mengapa ada empat bangku ditengah-tengah panggung yang berada di sporthall itu?

 

Lalu, mendadak seluruh lampu dimatikan. Semua menjadi gelap gulita dan tidak ada penerangan sama sekali. Semua orang panik. Namun, sang MC menyuruh mereka untuk tetap tenang lalu, tiba-tiba saja terdengar lagu Buttons – Pussycat Dolls dari speaker. Lalu, perlahan enam lampu sorot dinyalakan. Disana, sudah ada enam yeoja yang sedang berpose dengan pakaian bajak laut berwarna merah hitam. Satu orang diatas dua kursi tengah dengan posisi membelakangi penonton yang digabungkan dengan kedua tangan dalam posisi istirahat, lalu dua orang duduk di kursi samping dengan kaki yang dilipat, lalu satu orang didepan melakukan straddle, dan dua orang lainnya melakukan balance. Satu kaki kanan, satu kaki kiri. Dan mereka terlihat sangat seksi karena menggigit bunga mawar.

 

Sebuah kejutan bagiku bahwa seseorang yang berada ditengah dan paling atas itu adalah seorang Kim Ryechul. Dan bisa dipastikan ia adalah lead vocal dari para dancer tersebut. Mengapa aku tahu? Karena dialah yang paling sering menyanyi. Namun, lead dancernya adalah seorang yeoja dengan rambut sepunggung. Dance yang mereka lakukan sangat mengandung power. Ibaratnya, kami sedang menyaksikan debut Girl Band Korea baru. Semua orang terus berteriak saat pertunjukan apsi ini berlangsung. Apalagi saat para namja dari kelas vocal datang untuk ikut bergabung menari dan bernyanyi bersama keenam yeoja itu. Ya, mereka berperan menjadi Snoop Doggnya. Kemudian, mawar yang digigit oleh para yeoja itu diberikan ke mulut namja-namja itu. Akupun ikut berteriak saat Ryechul melakukan gerakan ‘gila’ yang memang merupakan style-nya. Namun, Taemin hanya terdiam dan tersenyum. Padahal, sebentar lagi adalah giliran kami. Ya, dua kelas lagi.

 

Dengan berakhirnya pertunjukan APSI dari kelas Vocal, aku dan Taemin segera pergi ke backstage-yang-sebenarnya-bukan-backstage untuk bersiap-siap dan menjumpai Ryechul. Setelah memuji setengah mati penampilan yeoja itu, aku bergegas untuk ganti baju lalu melakukan pemanasan bersama namja itu. Hatiku benar-benar terasa kacau. Aku takut aku melakukan sebuah kesalahan nanti. Namun, namja itu menggenggam tanganku dengan sangat erat.

 

‘Gwenchanayo, Hwang Mi?’

‘Ne, gwenchana.’

‘Kita pasti bisa! FIGHTING HWANG MI-AH!’

 

Aku hanya bisa tertawa ketika namja itu mengucapkan kata-kata barusan dengan tangan dikepal dan suara yang cukup lantang dan membuat semua orang yang berada di backstage-yang-sebenarnya-bukan-backstage menengok kearah kami. Sangat terhibur saat berada disampingnya. Itulah salah satu alasan mengapa aku menyukainya. Ah! Lebih tepatnya alasan mengapa aku mencintainya. Dan malapetakapun terjadi. Mengapa? Karena nama kami sudah dipanggil oleh MC.

 

‘Kita sambut persembahan dari kelas dance! Our dancing machine, Lee Taemin dan newbie Kim Hwang Mi!!’

 

Kau pasti bisa, Kim Hwang Mi. Taemin tidak akan mempermalukan dirimu didepan orang banyak bukan? Ucapku untuk menyemangati diriku sendiri. Seperti yang Taemin pernah katakan kepadaku saat pertemuan pertama kami bahwa ia tidak akan membiarkanku jatuh. Sudah pasti ia juga tidak akan membiarkanku jatuh. Jadi, aku tidak perlu khawatir.

 

Kami berdansa dibawah lampu sorot dan diiringi oleh lantunan piano Superinos Carinosos yang dimainkan oleh Ryechul dari backstage. Dance yang sebenarnya tidak full tango ini memang dicampur dengan dance modern juga. Jadi, ada beberapa pose yang mengandalkan gymnastic dan lainnya. Dengan muka sombong, kumulai gerakan dance ini dengan menaruh tangan kiriku di pinggang bagian belakang dan tangan kanan yang berada didepan dada.

 

Kami saling berputar dengan posisi yang masih sama. Lalu, Taemin mulai menjalankan perannya yaitu mencoba untuk menangkapku dengan gerakan yang sangat cantik. Kemudian aku menghindar dan akhirnya aku tertangkap olehnya disaat lagu tersebut berakhir. Aku ditangkap dengan keadaan pinggangku saja yang ditahan olehnya. Seluruh tubuhku kulemaskan. Lalu, saat dentingan lagu Biancony Melody pertama yang dimainkan oleh Ryechul sudah mulai, aku mulai bernari balet bersama namja tersebut. Dan sama seperti saat menari Waltz, ia mengangkat diriku lagi.

 

‘Hwang Mi-ah, rilekskan dirimu. Aku tidak akan membiarkanmu jatuh.’

 

Aku hanya bisa mengangguk saat ia berbisik di telingaku ketika kami sedang dalam posisi berpelukan. Dan dance tersebut sangat mendapat respon positif dari para penonton. Buktinya, banyak yang memberi kami standing applause. Betapa terhormatnya aku berdiri disini, disamping seorang Dancing Machine, diberikan dua jempol oleh kepala sekolah dan guru-guru lain. Bahkan Kim Jun seosaengnim langsung menghampiri kami berdua dan memeluk diriku.

 

Kemudian, kami kembali ke backstage dan aku langsung berlari menemui Ryechul dan segera kupeluk. Betapa bahagianya aku hari ini karena setidaknya aku dihargai di kampus ini. Dan akhirnya, para artis berkumpul di backstage sambil dijumpai oleh teman-teman kelasnya sementara para juri menilai segala macam perlombaan yang berlangsung selama satu hari ini. Kami semua bercanda ria bersama. Dengan posisi duduk diantara Taemin dan Ryechul membuat diriku merasa sempurna. Kedua teman baikku itu memang benar-benar mengindahkan duniaku.

 

‘Para peserta lomba harap kembali ke panggung untuk diumumkan siapa pemenangnya.’

 

Kami semua langsung menyudahi forum yang kami buka bersama. Lalu, kami semua langsung keluar dari backstage-yang-sebenarnya-bukan-backstage dengan teratur dan berbaris sesuai dengan kelas masing-masing. Berbagai pengumuman diumumkan saat ini. Kebanyakan, perlombaan itu dimenangkan oleh para peserta dari kelas olahraga. Lalu, sampailah dibagian terakhir. Bagian pemenang perlombaan APSI.

 

‘Dan pemenangnya adalah….’

‘Kalau kita tidak menang, tidak apa-apakan Hwang Mi?’

‘Ne, oppa.’

‘Kelas Vokaaaal!!!’

 

Semua orang bersorak sorai mendengar pengumuman tersebut. Terlebih lagi yeoja bermanik emas itu, Ryechul. Ia melompat-lompat kegirangan karena kelasnya menang. Akupun bisa merasakan kegembiraan yang dialami oleh Ryechul. Kulirik kearah Taemin. Matanya memandang kearah anak-anak kelas musik dengan sorot yang aneh. Sorot yang tidak bisa diartikan sama sekali. Aku penasaran dengan sorot mata itu. Senangkah? Sedihkah? Iri? Ah! Sungguh aku tidak bisa membaca pikirannya sama sekali.

 

‘Dan diikuti oleh kelas Dance di urutan kedua!!’

 

Kali ini giliran anak-anak kelas Dance yang melompat kegirangan. Kulihat kearah Jung Min yang sedang melompat dari bangku penonton kearah panggung bersamaan dengan teman-temanku yang lainnya dan berlari menuju kearah aku dan Taemin. Setelah itu, bagaikan terlelap didalam air, aku tidak bisa melihat apapun karena teman-temanku semua memelukku tanpa memperdulikan betapa banyaknya oksigen yang harus kuhirup. Aku tahu itu adalah ekspresi dari perasaan senang. Namun, aku seperti ingin mati sekarang karena harus megap-megap untuk mendapatkan oksigen. Lalu, ketika juri mengumumkan peringkat ketiga, aku tidak bisa mendengar sama sekali karena seluruh teman-temanku berbicara tepat disamping telingaku. Sehingga aku tidak tahu menahu siapa yang berada di posisi ketiga.

 

‘Para pemenang lomba APSI dipersilahkan maju kedepan.’

 

Dan apa yang terjadi? Ternyata Taemin sudah berada di depan. Dia sudah berada disamping Ryechul yang merupakan wakil dari kelasnya. Ternyata diurutan ketiga adalah penampilan dari kelas bela diri yang tadi sangat menawan ketika menampilak APSInya. Satu persatu dari juara tigapun diberikan piala oleh penyelenggara acara ini. Lalu, ketiga orang yang berada didepan membungkuk kearah penonton dalam-dalam dan berjalan turun dari panggung MC kearah panggung peserta. Tapi.. Tunggu… Mengapa Taemin masih berada diatas panggung? Dan… Mengapa ia memegang mic?!

 

‘Terimakasih untuk MC karena sudah memberi waktu kepada saya untuk berbicara didepan sekarang.’ Ucap Taemin dengan raut wajah cemas. Apa yang ingin ia katakan? Apa jangan-jangan ia akan menepati janjinya saat kami berada di pinggir pantai Mokpo? Omonaa!! Sungguh, aku sudah tidak sabar menunggu saat-saat seperti ini! Siapakah yeoja itu? Apakah benar diriku? Dan oh!! Dia menatap kearahku!!

 

‘Hari ini, aku ingin menyatakan perasaanku kepada seseorang,’ kemudian ia tersenyum. Para Taemints yang merupakan mahasiswa sekolah ini langsung berteriak kencang, ‘- dan seseorang itu adalah orang yang baru saja kukenal kurang dari sebulan.’ Ia mengelap keningnya. Sepertinya ia sangat gugup saat ini, ‘- ia adalah yeoja yang sangat cantik. Mempunyai banyak bakat, dan sangat baik kepadaku. Jujur, saat pertama kali aku melihatnya, aku langsung heran dengan perasaanku. Aku heran, mengapa jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Dan aku sadar bahwa aku menyukainya.’

 

‘Seiring berjalannya waktu, aku mulai mencoba mendekatinya. Dan aku merasa sangat nyaman ketika bersamanya. Yeoja itu seperti heroin untukku. Aku ketagihan akan semua hal tentang dirinya.’ Ia menarik nafas dalam dan berbicara lagi, ‘- maka dari itu, aku sudah memutuskan untuk mengatakan perasaanku kepadanya sekarang..didepan kalian semua.’

 

Ia tersenyum lagi kepadaku. Kepalaku memanas. Ah~ sudah pasti sekarang pipiku berwarna merah jambu. Tidak sabar rasanya untuk mendengar Taemin mengucapkan namaku dihadapan semua orang. Aku benar-benar tidak sabar untuk menjadi yeojanya. Aku…haus akan cintanya. Ah! Dia melangkah kearahku! Omonaaa!!!

 

‘Maukah kau menjadi yeojaku,’ ucapnya tertahan ketika sudah berada didekatku sekitar satu meter dan meraih tangan kanan… RYECHUL?!, ‘- Kim Ryechul?’ Ucapnya melanjutkan ucapannya yang terhenti dan mencium tangan yeoja yang merupakan sahabatku.

 

Dan saat itu juga, aku merasa duniaku hancur….

***TBC***

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. OKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About raisawidiastari

crooked.

Posted on 15 Juli 2011, in Kim Ryechul, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 15 Komentar.

  1. yaampun kasian banget si hwangmi😦

  2. Akhirnya setelah lama nunggu diposting juga ni ff. Lanjutannya jangan lama” please

  3. Akhhhhhh,, xesek 2 hwang mi eonnie cintx yg brtahun” gk trblaz,, kcian, kcian, kcian,,,,
    nice epep eon!!!

  4. aku udah punya firasat kalo taemin suka y ma bukan ma Hwang mi n semakin kuat pas Raechul bilang lg suka sm namja. . . .
    Hwang mi pasti ancur bgt tuh, taemin knp sikap y ngasi harapan gt. . . .i n semakin kuat pas Raechul bilang lg suka sm namja. . . .
    Hwang mi pasti ancur bgt tuh, taemin knp sikap y ngasi harapan gt. . . .

  5. huwa~T^T…dari awal aq dah mulai nebak2,pasti taem suka ma yeoja laen…diliat dari posternya~haha..taem jahat!>.<,,ngapain sih ngasih harapan yang tinggi buat hwangmi??kan kasian,😥..orang yg dia suka n sahabtanya ternyata skarang -kayaknya- bakal pacaran*kan lum tentu ryechul mo nrima, :P*,aq gg sesuju kalo taem ma ryechul!soalnya pertama kasian hwangmi,yg notabane sahabat kecil.a taem,trus kedua aq gg bisa bayangin taem jadian ma heechul*aq bayangin ryechul itu heechul,soalnya sama2 chul,xDD*..nice ff..aq tgu next part.a..^o^

    • raisawidiastari

      Yap… semua orang membayangkan Ryechul itu Heechul -_____-
      gomawoo yaa udah bacaa😀 btw part selanjutnya udh di post. enjoy~

  6. Hua…. Syok bgt baca ending nya…. Bnar2 ga nyangka klo taemin akan nyatain cintanya ke ryechul….

    Lanjjuutttt admin ^^

  7. woahh …
    kasian banget yahh kalo gituu …

    taemin itu ngak peka banget yahh -______-

  1. Ping-balik: My Everything (Part 4) « ミ SHINee Super Shinki FF Indo ♥

  2. Ping-balik: raisawidiastari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: