[FFS/PG-15] Magic Spell #1

P.S. 

Boleh baca sambil denger lagu-lagunya OST Secret Garden^^~

—-

 

Siang itu hangat karena wajah matahari hanya sedikit menyembul dari balik awan. Hana tersenyum dan meletakkan sebelah tangannya untuk menutupi pandangan matanya agar tidak silau.

Sekarang ia tengah berbaring di padang rumput yang luas. Dengan banyak angin dan suara anak-anak –tepatnya meraka adalah teman-teman sekelasnya yang sedang bermain di liburan musim panas mereka.

Hana suka tempat ini. Jauh dari lingkungan kota yang super padat. Walau lebih terlihat sepi seperti rumahnya, tapi setidaknya ia menemukan kedamaian disini bukannya keheningan yang menyedihkan.

Perlahan-lahan karena godaan angin, pikirannya mulai melantur dan melayang. Kelopak matanya mulai tergoda untuk tertutup. Tak lama kemudian pun, ia tertidur.

Tanpa disadari oleh Hana, seorang laki-laki yang dari tadi memperhatikannya dari atas pohon mulai melompat turun. Ia mendekati Hana dengan membawa ranting pohon yang patah.

Laki-laki itu berjongkok di atas kepala Hana dan memperhatikan wajah Hana lekat-lekat. “Tidak buruk”, gumamnya. Ia mencoba membangunkan Hana dengan mengetuk-ngetuk kepala Hana dengan ranting pohon. “Hei”

Kening Hana mengernyit, lalu perlahan-lahan matanya membuka dan mulai duduk. Ia memperhatikan sekitar dengan bingung. “Kenapa aku bisa tertidur disini ?”

“Hei”

Hana terkejut dan segera memutar balik duduknya ke belakang. “K-kau siapa ?”, tanya Hana gugup.

Laki-laki yang ada di hadapan Hana itu berkulit putih pucat, rambutnya yang berwarna pirang terlihat acak-acakkan. Dan senyumnya benar-benar membuat Hana bergidik ngeri. Ia jadi teringat Edward Cullen di novel Twilight yang pernah dibacanya. “Aku Cho Kyuhyun. Tuan Cho. Penghuni padang rumput ini”

“Eh ?”, sesaat Hana masih mencerna perkataan Kyuhyun karena kepalanya yang masih belum bisa bekerja dengan baik akibat tidur tadi, tapi sedetik kemudian. “Apa ? Penghuni ?”

“Mm-hmm”, Kyuhyun mengangguk. Karena Hana masih terdiam mencoba mengartikan kata-kata Kyuhyun yang menurutnya seperti semacam konotasi, Kyuhyun menunjuk papan nama yang tak jauh dari mereka. “Kau lihat itu ? Padang ini milik keluargaku. Kenapa kalian bisa masuk ke sini ?”

Hana memutar kepalanya ke arah yang ditunjukkan Kyuhyun. Di papan kayu itu tertulis jelas, ‘DILARANG MASUK. TANAH INI MILIK KELUARGA CHO’. Ia cuma bisa meringis lalu memalingkan kembali wajahnya ke Kyuhyun. “I-ii..itu..itu..karna—“, Hana jadi tak tahu harus mengatakan apa. Ia sendiri datang kesini karena bujukan teman-temannya. Kalau sudah begini, ia jadi berharap tadi dia di rumah saja. Sekarang harus bagaimana ?

—-

Beberapa minggu kemudian-

Hana berjalan masuk ke koridor sekolah dengan kepala menunduk. Empat hari yang lalu ia demam dan tak bisa pergi ke sekolah. Kepalanya masih sedikit pusing, tapi kalau ia tak masuk sekolah hari ini, bisa-bisa ia ketinggalan pelajaran terus dan tak bisa ikut ujian bulanan.

Saat Hana sudah hampir mendekati kelasnya, ia mengangkat kepala karena suara ribut-ribut yang datang dari dalam kelasnya. Ia juga melihat banyak sekali siswa dari kelas lain yang masuk ke kelasnya.

Karena penasaran, Hana mempercepat langkahnya dan masuk ke dalam kelas. Semua orang sedang mengerumuni sesuatu di tengah-tengah kelas. Hana memiringkan kepalanya bingung dan berjalan pelan-pelan.

Tapi belum sampai ia, seseorang menyeruak keluar dari kerumunan dan berlari mendekatinya. “Hei”

Hana mengerjap, sekali, dua kali. Laki-laki berkulit putih pucat itu seperti pernah ditemuinya, tapi ia lupa siapa.

“Sekarang coba jelaskan padaku..”, kata laki-laki itu tak sabaran dan menjejalkan tangannya di saku. Ia mencondongkan tubuhnya sedikit ke Hana dan berkata dengan hati-hati takut Hana tak bisa mendengarnya, “Mantera apa yang kau gunakan kepadaku ?”

Secara naluriah, Hana memundurkan tubuhnya. Pertanyaan laki-laki itu terlalu membingungkan untuk Hana. “Eh ? Apa ?”

Laki-laki itu mendengus dan berkata dengan tak sabaran lagi, “Mantera..”. Hana masih bingung dan mengerutkan keningnya. “Jangan pura-pura bodoh ! Kau penyihir, kan ?”

Hana tak mengerti, tapi dia merasa kesal disebut penyihir. “Aku bukan penyihir”, sahutnya kesal.

“Kalau bukan kenapa bayang-bayangmu selalu mengikutiku ? Kau penyihir dari daerah mana ?”, desak laki-laki itu lagi.

“Sudah kubilang aku bukan penyihir”, kesal Hana.

Tiba-tiba seseorang di kerumunan menyelutuk, “Oi~! Kau ! Anak orang kaya ! Ini bukan dunia Harry Potter”

Semua orang jadi tertawa karena mengira ini lelucon. Laki-laki itu memalingkan wajahnya ke kerumunan dan menegakkan tubuhnya kembali. Ia mendengus, lalu berteriak, “Jangan menertawakanku ! Atau kalian semua akan kubuat mencabuti ilalang di padangku lagi seperti kemarin”

Perkataan laki-laki itu membuat Hana memiringkan kepalanya mencoba mengingat-ingat. Sepertinya ia pernah mencabuti ilalang di sebuah padang luas. Hmm..sepertinya itu terjadi beberapa minggu yang lalu saat ia dan teman-temannya sedang liburan ke pegunungan di wilayah Daegu. Tunggu.. Jadi.. Laki-laki ini adalah.. “Tuan Cho ?”, gumamnya.

Kyuhyun kembali memalingkan wajahnya ke Hana, “Apa ? Kau memanggilku ? Kau sudah ingat mantera apa yang gunakan untukku ?”

—-

“Mimpi apa aku kemarin malam ?”, gerutu Hana sendiri saat dia sedang berjalan pulang ke rumahnya.

Sejak tadi tingkah Kyuhyun benar-benar menganggunya. Laki-laki itu dengan seenaknya merebut bangku teman sebangkunya dan duduk di sebelah Hana. Tapi bukan itu saja, sepanjang pelajaran Kyuhyun tak berhenti bertanya pada Hana tentang penyihir.

Hana sudah muak harus menjelaskan kalau dia bukan penyihir. Entah berapa kali ia harus menjawab sepanjang hari ini. Tapi untung saja sewaktu jam istirahat dan kegiatan klub tadi, Kyuhyun tak menganggunya. Pada saat jam segitu tiba-tiba laki-laki itu menghilang dari pandangan.

Sesampainya di rumah, Hana mengeluarkan kunci dari dalam tasnya dan mulai masuk ke dalam. Karena sudah gelap, ia menghidupkan semua lampu di ruangan rumahnya. Tapi saat cahaya menerangi ruang duduknya, ia tersentak kaget.

Kyuhyun ada di sana. Berdiri membaca sebuah buku tebal di dekat lemari penyimpanan buku milik ayahnya. Tanpa melihat ke arah Hana, laki-laki itu bertanya, “Dimana kau meletakkan buku manteramu ?”

Hana tak mengindahkan pertanyaan Kyuhyun. Batinnya masih kaget dengan keberadaan Kyuhyun di rumahnya. Matanya melebar terkejut, “Kenapa kau bisa ada disini ?”

Kyuhyun mendesah sambil meletakkan buku ke tempatnya semula, “Aku sudah baca semua bukumu tapi tak menemukan buku mantera..”, ia berkata sambil menyandarkan tubuhnya ke lemari penyimpanan buku, “Dimana kau sembunyikannya, huh ?”

Hana masih tak mengindahkan pertanyaan yang menyebalkan itu. “Bagaimana kau bisa masuk ?”, kali ini ia bertanya sambil berteriak.

Kyuhyun menghela napasnya seolah-olah Hana sedang menanyakan pertanyaan yang paling mudah. “Gampang, kan ? Tinggal menyebutkan mantera”

Hana makin melebarkan matanya. Ia tak percaya laki-laki ini masih sempat menyebut ‘mantera’, padahal dia sudah seserius ini. Hana berjalan cepat menghampiri Kyuhyun lalu mendorong laki-laki itu menuju pintu depan.

“Hei..hei..kau mau bawa aku kemana ?”, tanya Kyuhyun.

“Keluar. Aku sudah sangat bosan mendengarmu menyebut ‘penyihir’ dan segala hal mustahil lainnya”, jelas Hana sambil memutar kunci rumahnya.

“Kenapa kau menyebutnya mustahil ? Penyihir itu benar-benar ada. Kau sendiri penyihir, kan ?”

Pintu rumahnya sudah terbuka. “Aku.. Bukan.. Penyihir..”, jelas Hana sambil menekan semua kata-katanya. “Dan aku tidak percaya penyihir itu benar-benar ada. Cepat keluar”

“Apa maksudmu ? Kau itu su—“

Hana mendorong Kyuhyun keluar dan menutup pintu rumahnya. Setelah itu ia menghela napas, “Ya ampun.. kenapa aku harus bertemu dengan orang seperti itu ?”

Hana kembali berjalan masuk ke dalam, tapi lagi-lagi harus tersentak kaget saat melihat Kyuhyun juga berjalan menghampirinya dari arah dalam rumah. Laki-laki itu sepanjang perjalanannya menuju Hana mendesis dan ketika sampai di hadapan Hana ia menunjuk-nunjuk muka Hana dengan marah. “Yaa~! Kau ini benar-benar tak pernah diajarkan sopan santun, huh ?! Kenapa mendorongku keluar saat aku sedang bicara padamu ? Aku bisa menuntutmu di pengadilan tinggi Sihir !”

Hana melebarkan matanya karena terkejut. Ia mengerjap-ngerjap kaget. “Kau masuk dari mana ? Pintu sudah kukunci, jendela tidak terbuka. Bagaimana kau bisa masuk ?”

Kyuhyun berhenti merasa marah dan memiringkan wajahnya dengan bingung menatap Hana, “Kau benar-benar tak tahu ? Aku memakai mantera..”. Hana masih menatapnya bingung. “Apa kau tidak pernah mendengar mantera masuk ke rumah tanpa menggunakan pintu ?”. Hana mengerjapkan matanya sekali. Tak ada tanda-tanda ia mengerti dengan ucapan Kyuhyun. Kyuhyun menelan air liurnya, menelan semua tuduhannya. Sepertinya ia benar-benar salah menduga tentang Hana.. “Kau.. kau bukan penyihir ya ?”

—-

Hana duduk di sofanya. Melipat tangan di dada, memperhatikan dengan seksama, mengerutkan kening, memiringkan kepalanya, lalu mengeleng-geleng. Ia tak percaya dan meyakinkan dirinya mungkin ia sedang bermimpi. Tapi ia sekarang tidak bermimpi…

Ia memejamkan mata dan mulai berpikir.. Pertama-tama ia melihat Kyuhyun ada di halaman melalui pintu kaca rumahnya. Lalu.. Hana tak bisa percaya. Bagaimana seseorang yang jelas-jelas ada di halaman rumahnya itu dalam sekejap mata bisa berada di dalam rumahnya ? Dan berbaring di sofa di hadapannya ?

Tidak.. Itu tidak mungkin.. Mustahil.. Ini mungkin hanya semacam hipnotis. Ya.. Mungkin ia hanya dihipnotis oleh laki-laki aneh ini. Hipnotis mata ? Mungkin saja Kyuhyun dari tadi ada di dalam rumah, dan.. dan kemudian dia dihipnotis kalau Kyuhyun ada di luar. Yah..mungkin begitu. Hanya fakta seperti itu yang bisa diterima oleh akal sehatnya. Penyihir itu.. Tidak.. Ada..

“Sekarang kau sudah percaya ?”

Hana membuka matanya sambil menghela napasnya. Lalu mengangguk pelan, “Aku percaya”

Kyuhyun tak tahu maksud Hana adalah ia percaya bahwa Kyuhyun seorang tukang hipnotis, bukan seorang Penyihir. Laki-laki terlanjur senang dengan segera duduk di sofa dan menepuk tangannya keras-keras. “Baguslah”, katanya sambil tersenyum senang.

Hana hanya mendengus malas dan memutar bola matanya.

Kyuhyun melanjutkan pertanyaan dikepalanya yang masih belum terjawab, “Kau yakin kau bukan penyihir ?”

Hana mendesis dan menjawab dengan sebal, “Berapa kali harus kujawab pertanyaan itu ?”

Kyuhyun mendesis sambil melipat tangan di dada dan menyilangkan kakinya, “Lalu kenapa aku jadi sering melihat bayanganmu mengikutiku ?”

Hana menatap Kyuhyun, “Apa maksudmu ? Bayangan seperti apa ?”

“Bayangan seperti kau menatapku sambil tersenyum.. Berjalan di sebelahku.. Mengamati wajahku..”, Kyuhyun mengerutkan keningnya saat mengingat-ingat, “Bayanganmu sangat nyata.. Aku jadi merasa selalu diikuti olehmu, bukan oleh bayanganmu”

“Kurasa kau sudah gila..”, sahut Hana sambil bangkit dari sofa.

“Hei ! Kau mau kemana ?”

Hana menghentikan langkahnya dan menoleh ke Kyuhyun. “Kenapa tanya aku mau kemana ? Itu bukan urusanmu, kan ?”

“Kau ini benar-benar tidak tahu sopan santun”, desis Kyuhyun. “Yaa~! Apa Ayah dan Ibu tidak pernah mengajarimu untuk tidak meninggalkan tamu sendirian ? Aku ini tamumu, tahu !”

“Tidak ada tamu yang masuk sembarangan tanpa melalui pintu”, balas Hana. Kyuhyun membuka mulutnya untuk membalas, tapi Hana segera berkata lagi, “Lagipula aku memang tak pernah diajari Ayah dan Ibu tentang sopan santun”. Kyuhyun menutup mulutnya, terdiam. “Tak usah merasa bersalah. Mereka belum mati. Ayah dan Ibuku masih hidup. Tapi mereka memang jarang memperhatikanku.”

Hana membalikkan tubuhnya lagi dan mulai naik tangga ke kamarnya. Tapi sebelum benar-benar sampai di lantai atas, gadis itu berhenti lagi di salah satu anak tangga. “Sebaiknya kau pulang saja, tak usah menungguku karena aku akan tidur setelah ini. Kau bisa keluar sendiri tanpa melalui pintu, kan ?”

Kyuhyun tak menjawab dan hanya mendengarkan langkah kaki Hana yang naik ke atas tangga. Laki-laki itu menyandarkan kepalanya di sandaran sofa sambil meletakkan tangannya ke kening dan mendesah, “Dia benar-benar tak tahu sopan santun.. Tapi kenapa aku merasa kasihan padanya ?”

—-

Bis Hana berhenti. Hana segera bangun dari bangku di dalam bis, memasukkan koin ke kotak pembayaran bis, lalu turun dari bis.

Ia berhenti sebentar untuk mengamati anak-anak sekolahan seusianya yang mulai ramai di muka jalan sekolahnya. Ia menarik napas dalam-dalam lalu mulai berjalan.

Banyak teman sekolah Hana yang memberinya senyum sapa di pagi hari dan ia membalasnya. Setidaknya walau ia tidak punya kasih sayang dari orang tuanya, ia punya kasih sayang dari teman-temannya. Ia bersyukur soal itu.

Panas matahari pagi ini membuatnya gerah. Sambil terus berjalan, Hana mengeluarkan ikat rambutnya dari dalam saku dan mulai menyanggul rambutnya yang tergerai menjadi bulatan tinggi di belakang kepalanya.

“Gadis tidak rapi”

Hana menolehkan kepalanya ke arah suara yang meledeknya itu. Saat menyadari itu Kyuhyun, ia menghela napasnya. “Mau apa lagi ?”, dengusnya malas.

“Apa ? Aku sekolah disini juga, kan ?”

Hana tak menjawab dan membiarkan Kyuhyun berjalan di sebelahnya.

Ketika mereka sampai di muka pintu kelas, seorang laki-laki berambut merah berlari ke arah mereka. Namanya Mir, teman sebangku Hana. “Hana.. tolong ijinkan aku duduk sebangku denganmu lagi”

Hana mengangkat alisnya, “Eh ? Kenapa minta ijinku ? Itu bangkumu, kan ?”

“Eh ? Tapi kata anak orang kaya ini..”, Mir melirik Kyuhyun, “..kau benci duduk denganku. Katanya kau melarangku duduk dekat denganmu”

Kyuhyun melipat tangannya di dada dan menyipitkan matanya menatap Mir, “Karena kau memang tak pantas duduk dekat dengan seorang perempuan seperti Hana”. Hana meniup poninya terbang, lalu menatap Kyuhyun kesal. “Apa ? Aku benar, kan ?”, tanya Kyuhyun pada Hana.

Hana menatapnya kesal lalu mulai menatap Mir, “Kau boleh duduk didekatku. Sebenarnya aku lebih nyaman duduk sebangku denganmu”, kata Hana sambil berlalu ke bangkunya dan diikuti oleh Mir di belakangnya.

“Hei..”, Kyuhyun melenguh tak terima. Ia berjalan cepat menyusul Hana. Hana sudah duduk di bangkunya, melepaskan ransel, sementara Mir kembali ke belakang, hendak mengambil tasnya yang ada di bangku belakang –bangku yang seharusnya ditempati Kyuhyun mulai dari hari pertama dia masuk sekolah Hana-

Melihat Mir yang berjalan ke belakang, Kyuhyun segera mengambil kesempatan. Ia berlari dan sebelum Mir sadari, Kyuhyun sudah berhasil menempati bangku di sebelah Hana.

“Hei.. Kau !”, geram Hana.

Kyuhyun mengabaikan Hana dengan menoleh ke belakang, mengintip Mir yang masih tak sadar kalau bangkunya sudah direbut Kyuhyun lagi. Mir masih memakai tali ransel ke pundaknya dan saat ia berbalik hendak ke depan, matanya dan mata Kyuhyun beradu. Saat itu juga Kyuhyun menyihir Mir.

Mir tersihir. Dengan gerakan seperti boneka, ia melepas kembali ranselnya dan duduk patuh di bangku belakang. Melihat itu, Kyuhyun tersenyum lebar dan memutar kembali tubuhnya ke depan.

Hana memandang curiga senyum Kyuhyun. Ia memutar kepalanya cepat ke belakang dan melihat Mir yang sedang tekunnya membaca buku di meja. Hana memutar kepalanya lagi dengan cepat ke Kyuhyun. Ia menatap tajam Kyuhyun, “Apa yang kau lakukan pada Mir ?”

“Hanya memberinya sedikit pelajaran”, jawab Kyuhyun santai sambil mengangkat bahunya.

Sambil menghiraukan tatapan tajam Hana yang masih terarah padanya, Kyuhyun mengeluarkan bukunya dari dalam tas lalu mendesah senang. Lalu ia menoleh ke Hana, “Hari ini kita belajar apa ? .. Matematika ?”

—-

“Kau pintar sekali, anak orang kaya”, puji Eunhyuk –teman sekelas mereka- sambil menepuk pundak Kyuhyun.

Kyuhyun mengedikkan pundaknya yang di tepuk Eunhyuk, jijik. “Jangan sentuh pundakku”

Eunhyuk membulatkan mulutnya pura-pura terkejut. Siswa-siswa lain di meja juga saling melirik satu sama lain. Lalu sedetik kemudian, karena mengira Kyuhyun bercanda, mereka tertawa. Kyuhyun meracau-racau tak jelas sambil membersihkan pundaknya. Sementara Hana yang duduk di sebelahnya hanya bisa menghela napas.

Sekarang mereka sedang duduk di meja kantin. Awalnya hanya Hana dan Mir yang duduk di meja itu. Tapi tiba-tiba Kyuhyun datang dan duduk di sebelah Hana. Lalu karena Kyuhyun tadi di kelas berhasil membuat semua orang tercengang karna bisa menjawab soal matematika yang paling sulit di papan tulis, teman-teman sekelas mereka yang kagum jadi ingin duduk semeja dengan Kyuhyun.

Jadilah..mereka duduk berenam di meja sempit itu.

Hana sedang menyeruput jus jeruknya sementara teman-temannya yang lain –yang semuanya lelaki- masih membangga-banggakan Kyuhyun.

“Berhenti menyebutku anak orang kaya ! Panggil aku ‘tuan Cho’ “, sungut Kyuhyun.

Semuanya terdiam sesaat, lalu tertawa lagi. Kyuhyun mendengus kesal, lalu saat menyadari Hana yang hanya duduk di sebelahnya menyeruput jus jeruk tanpa tertawa, ia jadi memperhatikan Hana.

Hana tak sadar sedang diperhatikan. Karena sambil menyeruput jus jeruk, ia menopangkan dagunya di tangan kanan dan asyik membaca novel kecil di meja. Karena tangan kanan Hana menghalangi pandangan Kyuhyun untuk memandangi wajah Hana, Kyuhyun menepis tangan kanan Hana hingga kepala Hana terhenyak jatuh dan membuat gadis itu mendengus kesal.

Hana memejamkan matanya, sebelum menoleh dan meluapkan amarahnya ke Kyuhyun, “Apa yang kau—“

Kyuhyun menghentikan kalimat Hana dengan meletakkan jarinya di mulut Hana, “Diam.. Aku merasakan ada hal yang aneh”

Hana menjauhkan jari Kyuhyun dengan cepat dan menatapnya marah. Tapi ia tak memutuskan untuk memarahi Kyuhyun, ia hanya menghela napas lalu kembali membaca novel yang ada di meja.

Kyuhyun masih menatap wajah Hana lekat-lekat. Jantungnya berdegup aneh. Matanya juga bereaksi aneh. Matanya tak mau lepas dari wajah Hana.

Mir yang tadi sibuk ikut menanggapi cerita teman-teman semeja mereka, tiba-tiba sadar kalau Kyuhyun sedang memandangi Hana. Ia tersenyum. Tapi lalu kemudian ia malah menjentikkan jarinya ke depan wajah Kyuhyun. Kyuhyun mengerjap-ngerjap kaget dan menoleh ke Mir dengan kesal, Hana sendiri ikut terkejut lalu mengangkat pandangannya ke Kyuhyun lalu ke Mir, sedangkan Mir hanya tertawa geli.

“Yaa~! Kau ! Anak desa berambut merah !”, Kyuhyun berteriak ke Mir.

Mir berhenti tertawa dan melotot ke Kyuhyun, “Apa kau bilang ? Anak desa ?”

“Ya.. anak desa”, tantang Kyuhyun. “Apa ? Kau marah kusebut begitu ?”

“Kau ini..”, geram Mir sambil mengangkat tinjunya ke arah Kyuhyun. Kyuhyun melipat tangannya ke meja dan menyipitkan matanya ke Mir. Perlahan-lahan mata marah Mir berubah jadi kosong, lalu tangan tinjunya perlahan-lahan turun. Tiba-tiba Mir jadi kembali sibuk menyantap mienya lagi.

Kyuhyun tersenyum sementara Hana melongo terkejut, lalu cepat-cepat menoleh ke Kyuhyun. “Kau melakukan itu lagi ke Mir”, tuduh Hana. Kyuhyun hanya mengangkat bahunya. Hana menatapnya tak percaya, lalu cepat-cepat menarik tangan Kyuhyun, “Ayo ikut aku sebentar..”

“Hei..”, kata Kyuhyun tak terima, tapi dia membiarkan Hana menariknya.

Tak lama kemudian mereka ada di atap sekolah. Hana melepaskan tangan Kyuhyun, lalu menatap Kyuhyun marah. Kyuhyun hanya balas menatapnya datar, menunggu apa yang akan dikatakan Hana. “Berhenti melakukan itu pada Mir..”, pinta Hana dengan suara pelan, tapi tetap dengan nada marah.

“Aku hanya memberinya pelajaran”, kata Kyuhyun.

“Pelajaran apa ? Dia tak bersalah”, bela Hana.

“Apa ?”, Kyuhyun memalingkan wajahnya sambil mendengus, lalu menatap Hana lagi dengan sebal, “Dia yang membuatku kesal !”

“Kesal ? Kau saja yang seperti perempuan, mudah tersinggung”

“Apa katamu ? Kau..”, Kyuhyun memalingkan wajahnya dan mendengus lagi, lalu berteriak marah pada Hana. “Aku bukan PEREMPUAAN !!”

Hana hanya melipat tangannya di dada dan menatap Kyuhyun. “Kau itu menyebalkan”, kata Hana pelan dan datar. “Berhenti mengikuti lagi..”, kata Hana lalu pergi meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun menyipitkan matanya menatap Hana, lalu berkacak pinggang sambil mendecakkan lidah dan menatap marah lantai. Ia sedang meredamkan amarahnya dan berpikir.. Setelah tak lama berpikir, ia berlari dan berhasil menahan tangan Hana.

“Jangan..”, Hana menoleh dan melihat Kyuhyun yang menunduk dengan aura mengerikan. “Jangan menyuruhku berhenti sekarang. Sebelum..”, Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Hana lurus-lurus ,”..aku tahu kenapa bayanganmu selalu mengikutiku”

Hana mendengus dan berusaha melepas tangannya, tapi tak bisa. Ia mengamati wajah pinta Kyuhyun dengan sebal. Sepertinya dia tak bisa menolak laki-laki aneh di depannya sekarang. Tak ada pilihan lain. Ia harus.. harus bisa membiarkan laki-laki ini mengikutinya.

—–

Hai hai hai (^ O ^)/~

Gimana ceritanya ? Aneh kan ?

Hoho~ aku lagi pusing gak nemu ide lain (-____-)

Malah keluar ide paling aneh ini /jungkir balik (?)/

 

Yang penasaran ‘kok karakter Kyu disini aneh banget ya ?’

Jawaban nya.. sengaja la la la ♪♫♪~😀

Aku lagi bosan ama karakter Kyu yang itu-itu aja, haha

 

Semoga kalian suka dengan kegilaan aku yang satu ini ^^~

Annyong xD /dadah2/

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 25 Juli 2011, in AUTHOR, Mia Mentari and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. q ska!!!!
    Lanjut yah chinguuu…
    Kyu jtuh cnta kn sma hana??
    Aaahhh…
    Gx sbar pngen bca lnjut’a…
    Next part q tunggu yaaahhh….

  2. waw, itu namany jatuh cinta kyuppa bkan pke sihir,,, wkwkwkwk liat karakter kyuppa d crita nhey. next part jgn lama” ya🙂

  3. ferra_elfshawol

    hhohoho ,.
    biasanya kyu ma hyena mulu,
    eee uda gnti yah?
    hhheheh

    ., sbnernya kurg seru yah thor,coz kgag da lnjutnyya ,
    tp bgus lah ;))

  4. miaa~~
    ff hana-kyu xD ehhehe,
    bgus nih karakter kyu yg dsni, si kyu mah alesan, blg aja suka xD
    lanjutannya mi~~ ^^

  5. crita ny seru,
    lanjut2,

  6. Sukaaa bgt karakternya kyu disini. .

  7. seru kyu y penyihir ya???? kyu disini sombong bgt mau y di panggil ‘tuan cho’ n manggil mir anak desa tega bgt mana mir di mantrain mulu lg…….
    lanjut ah part 2……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: