[FFS/PG-15] Magic Spell #2

Langit sudah gelap. Hana menghela napasnya yang lelah. Sepanjang sore tadi dihabiskannya dengan mengikuti kegiatan klub sampai malam begini. Tapi hanya dengan begini setiap harinya ia tidak akan merasa bosan. Pagi sampai sore dia akan berada di sekolah yang ramai dengan teman-teman. Malam..dia akan sendiri di rumahnya yang sepi.

Karena angin dingin yang tiba-tiba berhembus, Hana membuka ikatan sanggul rambutnya lalu membiarkan rambutnya tergerai. Sambil berjalan menyusuri belokan jalan rumahnya, ia menyisir-nyisir rambut dengan jari. Lalu.. “Apa aku boleh tinggal di rumahmu ?”

Hana berhenti karena terkejut lalu mendongakkan kepalanya cepat, menatap sumber suara yang sedang bertanya padanya. “Kau..”, gumam Hana terkejut saat melihat ternyata itu Kyuhyun.

Kyuhyun hanya mengerjap matanya sekali tanpa dosa, lalu memiringkan wajahnya sambil bertanya sekali lagi, “Apa aku boleh tinggal di rumahmu ?”

Hana membuka mulut tak percaya, lalu mendengus sambil membuang mukanya. Lalu menatap Kyuhyun lagi, “Apa kau sudah gila ?”

“Kau benar.. Aku pasti sudah gila”, gumam Kyuhyun sambil mendesah dan menunduk, berbicara pada dirinya sendiri yang tiba-tiba bertingkah aneh. Tapi kemudian dia mengangkat kepalanya lagi, “Kedengarannya memang aneh. Tapi hanya dengan berada di dekatmu, aku jadi tak membayangkan kau selalu mengikutiku”. Hana masih menunjukkan penolakannya. “Oh ayolah.. Kau sudah membiarkan aku mengikutimu, kan ? Jadi biarkan aku mengikutimu”

“Aku bilang kau boleh mengikutiku, bukan boleh tinggal di rumahku”, sahut Hana tegas.

“Tapi hanya dengan begini, aku jadi lebih cepat tahu kenapa bayanganmu selalu mengikutiku”

Hana menggeleng-geleng, “Kalau kubilang tidak. Tetap tidak”

“Oh ayolah.. Apa kau ingin aku membayar jika aku tinggal dirumahmu ?”, tanya Kyuhyun sambil merogoh-rogoh saku celananya. “Kau mau kubayar bera—“. Hana sudah berjalan meninggalkan Kyuhyun. “Yaa~!”, teriak Kyuhyun sambil berlari mengejarnya.

“Kenapa kau cepat sekali jalannya ?”, desah Kyuhyun yang kesusahan mengejar Hana. “Yaa~! Aku hanya akan pinjam satu kamar dirumahmu. Di rumahmu banyak kamar kosong, kan ?.. Aku tidak akan menganggumu. Tenang saja”, desak Kyuhyun lagi.

Hana tak menghentikan langkahnya malah mempercepat langkahnya, “Tidak”

Kyuhyun mendecakkan lidahnya karena Hana terlalu keras kepala, “Kenapa kau keras kepala sekali ? Atau jangan-jangan ini strategimu untuk mendapatkan pembayaran uang yang lebih tinggi ? Kau mau kubayar berapa untuk mengijinkan aku tinggal dirumahmu, hmm ? Enam puluh ribu won ? Dua ratus won ? Satu jut—“

Saat itu Hana sudah berada di depan pintu pagar rumahnya. Ia menghentikan langkahnya kesal, lalu membalikkan tubuhnya dengan cepat ke Kyuhyun hingga membuat laki-laki itu menghentikan kalimatnya. “Kau pikir segala sesuatu bisa diselesaikan dengan uang ?”. Hana mendengus sambil memperhatikan Kyuhyun dari bawah hingga ke atas, “Kau sama saja seperti orang tuaku”, gumam Hana lalu berbalik lagi hendak masuk pekarangan rumahnya.

Kyuhyun tak mengerti dengan ucapan Hana, tapi ia tak bisa menerima Hana menolak tawarannya. Ia menahan lengan Hana, “Jadi kau mau kubayar dua juta won ?”

Hana mendesis marah, menghentakkan tangan Kyuhyun dari lengannya, lalu menendang kaki laki-laki itu. Kyuhyun meringis kesakitan sambil memegangi kakinya. “Lebih baik kau simpan uangmu itu untuk yatim piatu diluar sana”, kata Hana sebelum akhirnya masuk ke pekarangan rumahnya.

“Yaa~! Kau baru saja hampir mematahkan kaki seorang penyihir terbaik di dunia !”, teriak Kyuhyun dari luar pagar.

Hana menghiraukannya. Ia merogoh tasnya, mengeluarkan kunci, memutar kunci di pintu rumah, lalu berhenti dan berbalik ke Kyuhyun yang masih mengelus-elus kakinya yang kesakitan di luar pagar. “Awas saja kalau kau berani muncul di ruang duduk rumahku ! Aku akan benar-benar mematahkan kakimu !”, teriak Hana sebelum akhirnya masuk dan membanting pintu rumahnya.

—-

Hana membuka sepatunya sambil meracau-racau tak jelas. Ia menghidupkan lampu ruang duduk rumahnya, dapur, lalu naik ke tangga menghidupkan lampu di ruang di lantai atas, baru masuk kamarnya.

Sambil melepas tasnya, ia menghela napasnya bersyukur karena Kyuhyun benar-benar mematuhi perintahnya. Hana berjalan menuju jendela kamarnya dan menyibakkan tirai, ia mengintip ke jalan depan rumahnya. Kyuhyun ternyata benar-benar sudah pergi. Hana mengembangkan senyumnya lalu mulai menyanggul rambutnya asal-asalan, “Sebaiknya aku mandi”

Beberapa menit kemudian, Hana keluar kamar mandi kamarnya dengan kaos dan celana training. Ia baru selesai mandi. Hana baru saja akan mengambil sesuatu di meja riasnya, saat ia melihat Kyuhyun duduk miring di konsen jendelanya yang terbuka. Hana terkejut, lalu berteriak, “Yaa~! Kenapa kau ada dikamarku ?”

Kyuhyun tersenyum sambil menggoyang-goyangkan sebelah kakinya yang tergantung, “Karena kau melarangku muncul di ruang duduk..”

“Yaa~!”, teriak Hana lagi sambil melempar bedak yang ada di meja rias ke Kyuhyun, “KELUAAAAARRR~!”

—-

Setelah akhirnya beradu debat panjang, akhirnya Hana menyerah. Dia membiarkan Kyuhyun tinggal dirumahnya, tapi..

“Yaa~! Kenapa aku didorong keluar lagi ?”, teriak Kyuhyun protes dari luar pintu rumah Hana.

Hana hanya tersenyum menatap pintu depan rumahnya yang tertutup sambil melipat tangannya di dada. “Kalau kau mau tinggal dirumahku, berarti kau harus tahu bagaimana caranya masuk ke dalam rumahku dengan benar. Kau harus masuk lewat pintu ini”

Kyuhyun mendecakkan lidahnya kesal, lalu mencoba membuka pintu rumah Hana. “Yaa~! Kenapa pintunya dikunci ?”

“Ckckck.. tidak sabaran”, cibir Hana tanpa bisa menahan senyum lebar di wajahnya. Rasanya sangat menyenangkan mengerjai laki-laki bodoh seperti Kyuhyun. “Kau harus mengikuti prosedur dulu..”

“Prosedur ?”, alis Kyuhyun terangkat.

“Mm-hmm”, Hana mengangguk-angguk, terlalu senang. “Apa kau lihat bel diluar sana ? Kau tahu fungsinya apa ?”

Kyuhyun menoleh sebal ke bel yang ada di atas kanan kepalanya. “Kenapa tak bilang langsung saja kalau aku harus memencet bel. Dasar perempuan”, gerutu Kyuhyun pelan sambil memencet belnya. “Sudah kulakukan ! Cepat buka pintunya”, teriak Kyuhyun sambil mengetuk-ngetuk pintu.

“Belum selesai !”, teriak Hana. “Kau juga harus mengatakan, ‘Halo nona cantik.. Apa aku boleh masuk ?’ “, perintah Hana lalu tertawa.

“Nona cantik ?”, gumam Kyuhyun jijik. “Aku tidak mau !”, kesal Kyuhyun.

“Tidak mau berarti tak boleh tinggal dirumahku”, kata Hana merasa menang sambil membalikkan tubuhnya, hendak masuk.

Kyuhyun cepat-cepat berteriak mengiyakan, “Arraso ! Arraso ! Akan kulakukan”

Hana tersenyum senang sambil kembali memutar tubuhnya memandang pintu.

Kyuhyun berdeham sebentar, memiring-miringkan kepalanya, menghilangkan rasa gengsi yang tiba-tiba menguap di ujung tenggorokannya. “Ehem.. Ehem.. Ha-halo.. Ha-halo nona.. Apa aku boleh masuk ke rumahmu yang nyaman ini ?”

Hana tak menyadari Kyuhyun tidak menyebutnya nona cantik. Ia malah menangkap kata-kata Kyuhyun tentang ‘rumahnya yang nyaman’. Senyumnya melebar. Ia membukakan pintu untuk Kyuhyun, “Selamat datang..”

—-

Senyum Hana benar-benar mempesona sampai-sampai Kyuhyun tak bergerak dibuatnya. Hanya dengan melihat sudut-sudut bibir gadis itu mengembang, Kyuhyun bisa merasakan bahagia. Dadanya ingin meledak, ia juga bisa merasakan kupu-kupu terbang di perutnya.

Perlahan-lahan senyum Hana memudar. Ia heran melihat Kyuhyun yang tak bergerak di muka pintunya, “Hei.. Kau kenapa ?”

Kyuhyun segera kembali dari lamunannya. Ia mengelengkan kepalanya sekali, mengusir perasaan aneh yang menyerangnya tadi, lalu kembali beralih menatap Hana. “Aku sudah boleh masuk ?”, tanyanya.

Hana mengernyitkan keningnya dan membuka pintu rumahnya lebar-lebar. “Sudah”, jawabnya dengan nada heran.

Kyuhyun masuk dan melepaskan sepatunya. Hana menutup pintu rumahnya, lalu menunjuk lemari sepatu di dekat pintu rumahnya. “Ganti sepatumu dengan sandal rumah di lemari itu”, perintah Hana sambil berlalu masuk ke dalam.

Kyuhyun menahan rasa kesalnya mendengar nada perintah Hana. Belum pernah ia diperintah-perintah seperti ini, tapi kalau ingin tinggal disini ia harus menurut. Kyuhyun mendesah sambil memperhatikan sandal-sandal rumah di lemari Hana. Ia mendesah jijik, “Sudah usang semua”

Lalu matanya menangkap tiga pasang sandal boneka kodok di dalam sana. Dua pasang sandal yang berukuran besar itu masih terbungkus plastik. Yang kecil –berukuran kaki anak SD- sudah tidak terbungkus plastik. Kyuhyun memiringkan kepalanya sejenak, lalu memutuskan untuk memakai salah satu sandal boneka itu yang paling besar. “Hanya ini yang masih baru. Besok aku akan beli yang lebih baik daripada ini untukku sendiri”, gumamnya pada pergulatan di kepalanya sendiri.

Hana yang sedang menunggu Kyuhyun di ruang duduknya, mendesah tidak sabaran. “Lama sekali..”, desahnya karena Kyuhyun tak muncul juga.

Tapi tak lama kemudian Kyuhyun muncul dengan sandal boneka kodok. Hana membulatkan matanya terkejut, “Yaa~! Cepat lepaskan !”, marah Hana sambil berlari ke Kyuhyun lalu menendang kaki laki-laki itu.

“Yaa~!”, jerit Kyuhyun sambil mengangkat sebelah kakinya yang ditendang Hana. “Kau berniat mematahkan kakiku, hah ?!!”

Hana tak mempedulikan Kyuhyun. Matanya masih menatap lekat sandal boneka yang dipakai Kyuhyun, “Kenapa pakai sandal ini ?”

“Karena yang lainnya sudah usang !”, sahut Kyuhyun cepat membuat Hana mendongakkan kepalanya ke Kyuhyun. Kyuhyun memalingkan wajahnya sambil berdecak kesal, lalu menatap Hana lagi, “Kapan kau terakhir kali mencuci sandal-sandal usang itu ?”

—-

Kyuhyun melepaskan sandal boneka kodok itu lalu mengangkat kedua kakinya ke pangkuan Hana.

“Yaa~! Kenapa dua-dua ?!”, Hana memukul kaki Kyuhyun yang sakit.

Kyuhyun menjerit kesakitan, lalu menurunkan sebelah kakinya yang tidak sakit. Hana tersenyum geli, tak tahan karena sudah mengerjai Kyuhyun. Tapi saat melipat celana seragam sekolah Kyuhyun sampai ke lutut, ia jadi mendesah kasihan, “Omo.. sampai biru begini”

Kyuhyun melirik Hana menang, “Kau menyesal, kan ?”

“Ya..”, jawab Hana sambil menguras handuk kompresnya. “Aku menyesal kenapa tadi tidak menendangmu lebih keras”, jawab Hana sambil mengompres luka Kyuhyun.

“Yaa~! Kau—”

“Apa ?”, tanya Hana sambil mengangkat pandangannya ke Kyuhyun.

“Tidak.. Tidak jadi”, kata Kyuhyun, membatalkan niatnya tadi ingin memprotes Hana.

Hana tersenyum diam-diam sambil mengompres luka Kyuhyun. Ia tak pernah sesenang ini mengerjai seseorang. Sepertinya membiarkan Kyuhyun berada di dekatnya akan menjadi hiburan yang amat menyenangkan.

“Selesai !”, kata Hana gembira saat luka Kyuhyun tak membiru lagi.

Kyuhyun menurunkan kakinya dari pangkuan Hana dan melihat-lihat kakinya, “Ajaib seperti sihir”

Hana mengangkat alisnya saat mendengar kata ‘sihir’ lagi dari mulut Kyuhyun. Ia segera bangkit dari sofa, hendak menuju kamarnya.

“Hei~!”, panggil Kyuhyun yang membuat Hana menghentikan langkahnya dan menoleh ke Kyuhyun. “Apa kau tak masak makan malam untukku eh.. untuk kita ?”

“Ohh..makan malam ya ?”, gumam Hana sambil mengangguk-angguk. “Kalau lapar kau bisa memesan makanan di restoran, kan ?”, jawab Hana lalu berlalu meninggalkan Kyuhyun. Tapi tiba-tiba ia berhenti saat ingat sesuatu. “Oh ya..kau boleh pakai semua kamar yang kau suka selain kamarku, ok ?”, kata Hana sebelum berjalan lagi.

Kyuhyun mengabaikan kalimat Hana yang terakhir karena dia lapar, “Yaa~! Masa aku makan makanan restoran ? Kenapa kau tak masak saja ? Kita bisa makan bersama, kan ?”, teriak Kyuhyun.

Hana tak menghentikan langkahnya, “Aku tidak lapar”, jawabnya enteng.

“Yaa~! Yaa~! Jangan pergi begitu saja. Bilang saja kau tak pintar memasak..”

“Memang iya”, jawab Hana asal-asalan dari tangga.

“Yaa~!”, teriak Kyuhyun keras, tapi dihiraukan Hana. Kyuhyun mendecakkan lidahnya kesal, lalu mengacak-acak rambutnya, “Perempuan manusia memang aneh ! Kenapa mereka bangga sekali mengakui kalau mereka tak pintar memasak ?”. Kyuhyun menghempaskan kepalanya di sandaran sofa lalu mengerang kesal, “Aku pasti sudah gila karena sudah memutuskan tinggal bersama perempuan yang tak bisa memasak”

—-

Aisshh..gimana ?

Makin aneh yaa ? /noel-noel lantai/

Ceritanya agak *sangat* mirip drama-drama di korea, kan ? (-_____-‘’)

Biarin aja, hoho

Soalnya di part ini sengaja kubuat Kyuhyun menderita, haha /ketawa dengan api terbakar-bakar di belakang (?)/

Readers-readers ku yang teramat baik~

Silahkan tinggalkan kesan pesan kritikan kalian setelah baca ff ini ya ^___^

Insya Allah kalo komennya banyak, aku bakal ngpost setiap hari sampe chapter 4

Komen yang banyak yaa ^__^ /~

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 26 Juli 2011, in AUTHOR, Mia Mentari and tagged , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Masi ada lanjutannya kan? Cepet di lanjutin
    -absen dulu nanti komen lg-

  2. Kasian kyunya aku agak aneh deh sama si hana dia itu penyihir juga atau enggak?
    (“kok tau?” “soalnya kamu telah membuat hatiku tersihir hehehe” #gombal)

  3. howaaa….
    Q ska liat kyu d siksa..
    #evil laugh..
    Xixixi..
    Coz’a biasa’a kn kyu yg nyiksa orng..
    Pngen liat dy d siksa..
    Hehe..
    Lanjut chingu..
    Next part’a q tunggu…
    Coz’a biasa’a kn kyu yg nyiksa orng..
    Pngen liat dy d siksa..
    Hehe..
    Lanjut chingu..
    Next part’a q tunggu…

  4. aku geregetan sama sikap sombong kyu n jadi ketawa sendiri kyu di siksa sama hana biasa y kan dia yg nyimsa orang mulu……
    hana dia tipe anak kesepian n kurang kasih sayang……..
    lanjut part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: