[FFS/PG-15] Magic Spell ? #3

—-

Saat sinar matahari masuk dan menyilaukan mata Hana yang masih tertutup, Hana mengerang pelan sambil menggeliat-liat kecil di tempat tidurnya. “Sudah pagi ya ?”, gumamnya sambil menguap lalu membuka matanya.

Hana segera bangun dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi. Tak berapa lama kemudian ia sudah rapi dengan seragam sekolah, dan rambut yang di sanggul tinggi.

Saat ia turun ke lantai bawah, ia mencium bau harum dari arah dapurnya. Perutnya langsung berbunyi. Hana berlari ke dapurnya dan melihat masakan mewah di mejanya, lalu pandangannya terangkat ke Kyuhyun yang sedang berbicara dengan seorang laki-laki tua.

“Apa-apaan ini ?”, tanya Hana kesal tanpa sadar sambil melihat-lihat makanan yang tersaji di meja makannya. Padahal dia juga lapar.

Kyuhyun berhenti berbicara dengan laki-laki tua di sebelahnya, lalu menoleh ke Hana. “Kau tak lihat ? Itu namanya makanan”, kata Kyuhyun sambil menekankan kata makanan di kalimatnya.

“Kau yang masak ?”, tanya Hana tak percaya.

“Aku ? Cih..”, Kyuhyun memalingkan wajahnya lalu menatap Hana lagi, “Aku kan sama dengan seseorang di rumah ini. Tak pandai memasak”, sindir Kyuhyun untuk Hana.

Tapi Hana tak merasa sedang disindir.

“Kenapa ?”, tanya Kyuhyun. “Kau lapar ?”

Hana menggaruk-garuk lengannya salah tingkah, “Tidak ju—“

“Bagus kalau begitu”, potong Kyuhyun sambil duduk di salah satu kursi di meja makan. “Karena aku tidak mau membagi makananku dengan perempuan yang tidak pintar memasak”

Kali ini Hana merasa tersindir, “Yaa~! Siapa bilang aku tidak pintar memasak ?”. Kyuhyun menghiraukannya, laki-laki itu menyesap tehnya dengan santai. Hana jadi gugup karena berbohong, tapi bagaimana pun juga Kyuhyun sudah menghinanya sebagai perempuan. Dan yang terlebih penting sekarang ia sangat lapar, “A-aku bisa masak salad”

“Benarkah ?”, tanya Kyuhyun tak tertarik sambil mulai menyuap bistik ke mulutnya.

Hana menelan air liurnya, melihat bistik Kyuhyun. Perutnya berbunyi lagi. “Te-tentu saja”

Kyuhyun meletakkan garpunya, dan menatap Hana, “Kalau begitu kau tak akan keberatan kan kalau duel masak dengan koki sihirku itu ?”, tantang Kyuhyun sambil melirik laki-laki tua tadi yang sedang membungkuk hormat pada Hana dan Kyuhyun.

“Ko-koki sihir ?”, gumam Hana terkejut. Ia menelan air liurnya membayangkannya kalah berduel dengan seorang koki. Tapi ia sudah berbohong tadi. “Oke..”, katanya tiba-tiba dengan bersemangat, sebenarnya lebih untuk menyemangati dirinya sendiri. “Aku terima tantangan duet ini. Apa taruhannya ?”

Kyuhyun menyipitkan matanya menatap Hana, “Benarkah ?”. Lalu ia menghela napasnya dan menatap Hana, “Taruhannya..kalau kau menang kau boleh ikut makan denganku sekarang..”, Hana melebarkan matanya senang, “..tapi kalau kau kalah..”

Laki-laki tua itu menyambung kalimat Kyuhyun, “Tuan menginginkan Anda belajar masak dengan saya..”

“Eh ? Belajar apa ?”, tanya Hana kaget. Tapi karena Kyuhyun menatapnya curiga, ia tak sempat berpikir banyak. Ia berdeham dan mengangguk mengiyakan, “Baik ! Ayo kita berduel !”

—-

“Kenapa kau tak mau menerima tawaranku untuk pergi ke sekolah dengan mobil saja ? Lebih praktis, kan ?”, tanya Kyuhyun sambil bersusah payah mengejar Hana.

Hana yang berjalan di depan tak mendengarkan omelannya karena sibuk berpikir tentang perutnya yang masih kosong. Tadi ia kalah dalam berduel. Ia tak dapat makanan. Akhirnya ia jadi harus menahan rasa lapar dan menahan rasa resahnya saat pulang sekolah nanti karena harus belajar memasak.

“Hei.. kau dengar aku atau tidak ?”, teriak Kyuhyun yang sudah berhenti di belakang Hana, mengatur napasnya yang terengah-engah.

Hana tak mendengar karena sudah berada di tepi jalan raya, menunggu bis. Lalu sebuah bis berhenti di depan Hana, tanpa pikir panjang lagi Hana naik ke dalam bis itu.

“Yaa~! Tunggu aku !”, Kyuhyun segera berlari menyusul Hana dan masuk ke dalam bis.

Di dalam bis, Kyuhyun mengamati resah penumpang-penumpang lain. Ini pertama kalinya ia harus berbagi tempat di kendaraan seperti ini. Kyuhyun mendecakkan lidahnya kesal, lalu mulai mendekati bangku Hana. Ternyata bangku di sebelah Hana sudah diduduki oleh seorang lelaki. “Hei..”, panggil Kyuhyun berharap laki-laki itu menoleh ke arahnya. Tapi ternyata selain laki-laki itu, Hana juga menoleh ke arahnya. Sambil pura-pura menghiraukan tatapan tajam Hana, ia berkata pada laki-laki itu, “Tak ada laki-laki yang pantas duduk dekat perempuan ini selain aku”, ucapnya percaya diri. Laki-laki itu mengangkat alisnya. “Kau harus pindah..”

“Yaa~!”, teriak Hana, mencoba menghentikan Kyuhyun.

Tapi ternyata suara Hana tenggelam di dalam teriakan laki-laki asing yang duduk disebelahnya, “Apa maksudmu, hah ?”, teriak laki-laki itu sambil menaikkan lengan bajunya

Kyuhyun menyipitkan matanya, berusaha menyihir laki-laki asing itu. Hana segera mengenali maksud Kyuhyun. “Ahjussi..”, panggilnya pada laki-laki itu, mencoba membantu laki-laki itu agar tak tersihir Kyuhyun. Tapi ternyata Hana sudah terlambat.

Tiba-tiba pandangan laki-laki itu kosong. Ia bangkit dari tempat duduk Hana dan mulai pindah duduk di kursi bis paling belakang.

Orang-orang dalam bis yang menonton dari tadi tercengang, termasuk Hana. Sedangkan Kyuhyun dengan bangganya tersenyum dan duduk di bangku sebelah Hana.

“Kau..”, geram Hana. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan amarahnya yang meluap-luap. Ia ingat ini tempat umum. “Kau melakukan itu lagi”, akhirnya Hana hanya bisa menggeram.

“Orang itu harus diberi pelajaran”, jawab Kyuhyun sambil melebarkan senyumnya.

Hana mendengus mendengar kalimat itu lagi, lalu memalingkan wajahnya keluar jendela. Kalau Kyuhyun suka memberi orang lain pelajaran, maka Hana akan memberi Kyuhyun pelajaran juga. Selama seharian penuh ini, ia tak akan mau bicara dengan Kyuhyun.

“Hei.. Apa kau tidak lapar ?”, tanya Kyuhyun tiba-tiba sambil menyikut Hana. Lalu ia mengeluarkan kotak bekal makanan dari dalam tasnya, dan mengeluarkan roti isi salad ke Hana, “Ayo cepat makan ini.. Koki sihirku yang membuatnya. Katanya dia khawatir padamu”. Padahal yang sebenarnya adalah Kyuhyun yang khawatir. Ia yang menyuruh kokinya untuk membuatkan Hana salad.

Hana hanya melirik roti isi salad Kyuhyun dengan sebal, tanpa mau mengambilnya dari tangan Kyuhyun. Ia masih memegang teguh pada niatnya tadi. Tapi saat perutnya malah makin berbunyi, ia meringis kesal.

Kyuhyun terkekeh, “Itu suara perutmu ?”

Hana menoleh dengan sebal dan malu, “Simpan saja rotimu ! Aku tak sudi makan roti pemberian orang jahat sepertimu..”

“Eh ? Jahat ?”

 

—-

Saat melihat Hana dan Kyuhyun berjalan di lorong sekolah, Mir segera saja mengangkat tangannya untuk menyapa Hana. “Hana~!”

Hana yang sedang diliputi kemarahan, tak bisa mendengar suara Mir. Ia berjalan melewati Mir, masuk ke kelas tanpa sadar kalau Mir tadi menyapanya.

Mir tercengang mengamati Hana yang masuk melewatinya. Sedangkan Kyuhyun yang berusaha mengejar Hana, jadi menghentikan langkahnya di depan Mir. Entah kenapa ia merasa kasihan dan harus menjelaskan semuanya ke Mir, “Jangan diganggu.. Anak itu sedang marah”

Mir menoleh ke Kyuhyun dengan mulutnya yang masih tercengang. Mencerna kalimat Kyuhyun, lalu mengatupkan mulutnya, siap untuk meminta penjelasan laki-laki itu lebih, “Apa maksudmu ? Kau yang membuat Hana-ku marah ?”

“Hana-ku ?”, ulang Kyuhyun dengan alis terangkat tinggi. Ia tak tahu kenapa ia merasa marah saat Mir menyebut Hana begitu. Sadar ia tak boleh marah, Kyuhyun menelan air liurnya, menelan kembali umpatan yang hampir keluar dari mulutnya. “Kau tak tahu apa-apa. Sebaiknya jangan ikut campur urusan kami”, ucap Kyuhyun tanpa mau menatap Mir lalu berjalan masuk kelas.

“Urusan kami ?”, ulang Mir bingung. Saat bisa mencerna kata-kata Kyuhyun dengan baik, ia berteriak, “Yaa~! Apa maksudmu ?”

 

—-

Kyuhyun benar-benar tak bisa mengerti perasaan perempuan. Sepanjang pelajaran B.Inggris tadi Hana tak mau menanggapi semua ocehannya. Padahal pada hari pertamanya masuk sekolah kemarin, Hana selalu menanggapi semua ocehannya. Tak peduli entah seberapa menyebalkan ocehannya itu. Kyuhyun pikir Hana benar-benar marah padanya.

Tapi saat guru mereka menyuruh mereka berdua ke depan untuk membacakan sebuah dialog bersama-sama. Hana kembali ceria dan mau bicara banyak padanya. Tapi setelah itu, ia diam lagi. Tak mau menanggapi semua kalimat Kyuhyun.

“Perempuan manusia itu aneh..”, gumam Kyuhyun sambil berhenti mengejar lawannya yang membawa bola.

Saat ini sedang jam pelajaran olahraga di kelas mereka, siswa laki-laki berlatih sepak bola dan siswa perempuan berlatih basket.

Mir yang melihat Kyuhyun berkacak pinggang dan menunduk dengan penuh bingung di tengah lapangan, jadi ikut berhenti mengejar, dan malah berlari mendekati Kyuhyun. “Jangan dihiraukan, chinguya. Perempuan memang begitu”, ucap Mir sambil menepuk pundak Kyuhyun

Kyuhyun kaget dan mengangkat kepalanya. Ia kaget karena Mir memanggilnya ‘chinguya’ dan tahu masalah yang sedang dipikirkannya. “Apa maksudmu ?”, tanya Kyuhyun bingung dengan kebaikan hati Mir untuknya.

“Kau lihat di sebelah sana”, kata Mir sambil mengarahkan tubuh Kyuhyun ke lapangan sebelah, ke lapangan basket yang sedang dipenuhi siswa-siswa putri teman sekelas mereka. “Hana tak akan bertahan lama marahan pada siapa pun. Aku sudah pernah marahan padanya. Tapi tak sampai satu hari, ia sendiri yang datang minta maaf padaku”

“Benarkah ?”, gumam Kyuhyun melamun, memandangi Hana yang sedang membawa bola. Sebenarnya ia bukan melamun karena ucapan Mir padanya, tapi karena wajah Hana yang pucat. Gadis itu membawa bola dengan gerakan tubuh yang sedikit terhuyung. Kyuhyun bisa melihat Hana menggigit bibir bawahnya, menahan rasa pusing. “Gadis keras kepala”, gumam Kyuhyun kasihan.

“Benar”, timpal Mir.

“Yaa~! Apa yang kalian lakukan di tengah lapangan sana ? Kalian tidak ingin dapat nilai, hah ?!”, teriak guru mereka. Mir dan Kyuhyun pun segera kembali mengejar bola.

Tapi Kyuhyun masih belum bisa mengalihkan perhatiannya dari Hana. Sesekali ketika mengejar bola, Kyuhyun melirik Hana yang masih bertahan main bola basket. Hari ini panas sekali, Kyuhyun berharap ada yang menghalangi Hana berhenti bermain sebelum gadis itu jatuh pingsan.

Setelah berharap begitu, Kyuhyun segera berkosentrasi pada permainan bolanya. Seseorang mengoper bola ke Kyuhyun. Kyuhyun sigap dan segera membawa bola menuju gawang lawan. Ia akan bersiap-siap menendang ke gawang saat ia mendengar seorang siswi perempuan berteriak, “Seosangnim ! Hana pingsan !”

Kyuhyun segera meninggalkan bola yang hampir yang akan ditendangnya dan berlari ke lapangan basket, tempat Hana sedang dikerumuni banyak siswi karena terbaring pingsan.

“Yaa~! Kyuhyun !”, teriak Mir dari lapangan.

Kyuhyun mendecakkan lidahnya sambil tetap berlari menuju Hana, “Akan kujitak kepala bocah merah itu jika dia memanggilku bukan dengan panggilan ‘Tuan Cho’ lagi”, gerutu Kyuhyun sempat-sempatnya saat berlari.

Ketika Kyuhyun sudah berada di lapangan basket, ia melihat beberapa siswi yang sedang mengangkat tubuh Hana bersama-sama. Kyuhyun mencegat mereka, “Hei.. Tunggu”, ucapnya sambil terengah-engah. Gadis-gadis itu menatap bingung Kyuhyun yang masih sedang mengatur napasnya. “Kalian.. Bisakah.. Bisakah menyerahkan perempuan manusia itu.. padaku ?”

“Ta-tapi.. Kata seosangnim..”, kata salah seorang gadis di antara mereka ragu-ragu.

“Tenang saja.. Dia itu tanggung jawabku..”, kata Kyuhyun sambil menepuk-nepuk dadanya, mencoba meyakinkan mereka.

—–

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 27 Juli 2011, in AUTHOR, Mia Mentari and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Makin penasaran aja sama kelanjutannya. Hana bandel sih gk mau makan (?) lanjutannya cepet ya

  2. itulah akibatnya klo ga makan..

  3. huaahhh…
    Hana,,,,mka’a mkan dong..
    Xixi..
    Kyu kren…
    Blng hana adlah tnggung jwab’a..
    Hehe..
    Lanjut yah chinguu..
    Next parrt q tungguu…

  4. omona~ si hana bneran keras kepala si kyu mlai ‘agak baik’ deh(?) lanjott thor~

  5. Aaah suka bgt. . .
    Lanjut dong. . . Huwa penasaran. .

  6. Lanjuttanya apa nih , jd penasaran

  7. kyu emang dasar ya mentang2 penyihir seenak y aja manggil hana perempuan manusia…..
    penyihir emang sombong y tinggi banget, tapi kyu penyihir yg polos masa dia ngak sadar kalo iti raaa suka kkkkkk!!!!!!?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: