[FF/G] Story in Mineral Town Part 1 – First Sight

-Seoul, 11.00 KST-

KYUHYUN POV

“Kyaaa!!! Kyuhyun oppa, tunggu!!” “Kyuhyun oppa, SARANGHAE!!” “Kyu oppa! Jangan lari!!” … “Hoshh, aduh aku capek dikejar terus dari tadi. Apa mereka tidak capek?” gumamku terengah-engah setelah berlari menghindari kumpulan sparKYU itu.

Ah, Aku capek jadi artis! Padahal hari ini jadwal Super Junior kosong, jadi niatnya aku ingin jalan-jalan, eh malah begini. Yasudahlah, aku kembali ke dorm saja.

Eh, itu sebelah café depan apartemen ada toko barang antik baru ya? Ah, aku ingin melihat-lihat. Pintu masuknya kubuka dan, kulihat rak-rak berisi barang-barang antik berjejeran.

Disudut toko kulihat ada seorang nenek duduk dibelakang sebuah meja. Diatas meja ada sebuah bola Kristal, dan itu membuat ku penasaran. Kudekati nenek itu.

Tepat saat aku tiba dihadapannya, nenek itu tiba-tiba tersenyum kepadaku dan kemudian membuka laci meja sambil mencari-cari sesuatu.

Tiba-tiba hanphdoneku bunyi, ada yang menelepon. Kulihat caller ID-nya manager hyung. “Yoboseo”

“Ah, Kyuhyun, kau dimana? Cepat pulang, schedule kita terpaksa dirubah. 10 menit lagi kau harus sudah ada di dorm. Kita akan syuting SJ Foresight sampai malam. Kau juga belum makan kan, cepat pulang. Semuanya sedang menunggumu, oke? Tuut..tuut..”

hu! Manager hyung selalu begitu, tak membiarkanku menjawab dulu. “AKU CAPEK JADI ARTIS! AKU MAU BERHENTI SAJA!!” teriakku frustasi.

Kemudian aku sadar aku berteriak di toko, kulihat wanita tua itu masih senyum-senyum padaku. “mianhamnida” ucapku sambil membungkuk minta maaf.

“Apa kau benar-benar ingin berhenti jadi artis?” wanita itu bersuara. Eh? Aku menegakkan badanku dan menatapnya heran, namun entah kenapa aku mengangguk kecil.

Senyum wanita itu melebar. Ia berdiri dan menjejalkan sebuah batu berwarna putih ketanganku. “Sepertinya sedikit sentuhan game akan membuat ini semakin bagus, sekarang pergilah” lanjutnya.

Hah? Game? Apaan? Itu membuatku makin bingung. Aku keluar toko dan kemudian aku melihat cahaya yang amat sangat menyilaukan, membuatku tak bisa membuka mata, kemudian aku merasakan tubuhku terhempas keras. semuanya jadi gelap, dan aku kehilangan kesadaran.…..

-Mineral Town, 09.00 a.m.-

“Eunghhh..hoamm…” aku menguap setelah terbangun, sepertinya kasurku kok keras. Kukucek mataku, dan….EOMMAAA!!! aku dimana!!?? Aduuh, mana tidak ada orang lagi.

Kuedarkan pandanganku kesekitar. Aku yakin ini adalah tempat pertanian sekaligus peternakan. Itu karena ada lahan luas untuk ditanami (masih kosong), kandang ayam yang bisa kuidentifikasi dengan adanya gambar ayam dipintunya.

Lalu ada juga kandang untuk sapi, domba dan sebagainya. Disisi kanan rumah ada ruma kaca berukuran sedang.

Apakah bangunan disebelah kiri rumah ini adalah tempat menyimpan peralatan? Karena penasaran kulihat isi bangunannya lewat jendela luas ini. Ada traktor, mesin pemotong, alat penyiram, rak bibit dan masih banyak lagi.

Eh, tunggu dulu, sepertinya tempat ini tidak asing…. Seperti dalam game harvest moon namun fasilitas dan gedungnya sudah modern, bersih, bagus pula. Dan juga sepertinya ini bukan di Korea Selatan.

Pandanganku tertuju sebuah papan yang seperti papan petunjuk didekat pagar. Kudekati papan itu dan kubaca tulisan yang tertera : “Harvest Farm, Mineral Town”…

Aku menunduk menatap diriku. Omo! Pakaianku?! Bukannya tadi aku pakai jeans, kaus warna biru, jaket hitam, sneaker putih, topi hitam, kacamata hitam dan masker? Kenapa sekarang aku jadi memakai kaus putih, jeans, topi hitam dan sepatu boot? Dan apa isi tas coklat tua ini?

Kuturunkan tas ini dan kubuka isinya. Dompet? Peta?

Jadi, apa aku benar benar tersesat di dunia Harvest Moon?! bagaimana bisa aku berada di Mineral  Town ini?!!

Jangan bilang nanti aku akan mengurus pertanian ini! Ini tidak boleh terjadi, bisa turun pamorku. Masa Cho Kyuhyun, seorang penyanyi harus beralih profesi jadi petani?! Itu sangat-sangat tidak elit. Kurasakan seseorang menepuk pundakku! Aku berbalik dan..

“Aaaaaaaaaa!!!!!!!” aku dan orang itu berteriak bersamaan karena kaget. Teuki hyung! Kukira siapa. Untunglah aku bertemu dengannya, jadi aku tak tersesat sendirian.

“Teuk hyung, kau mengagetkanku saja!” ucapku lega. Kuperhatikan wajahnya lekat-lekat. Apa mataku salah atau memang benar Leeteuk hyung terlihat agak tua dengan sedikit kerutan di beberapa spot diwajahnya.

Namun  Leeteuk hyung malah mengerutkan alisnya menatapku bingung “Teuk hyung? Bagaimana kau tahu namaku? Kita kan baru bertemu. Lagipula kau seharusnya memanggilku ahjussi, tapi tak apalah. Aku malah suka”

Aku terbengong melihatnya. Apakah otaknya telah brgeser ataukah telah mengalami kerusakan? “Yang benar saja, tentu aku mengenalmu. Kau itu kan leader super junior, tentu aku tau. Bahkan jutaan manusia didunia pun tahu”

“Kau jangan bercanda. Apa itu super junior? Nama benda atau makanan atau apa? Hei, kau belum mengenalkan dirimu”

“Ya, hyung. Kau kenapa?! Super Junior itu boyband dimana kau jadi leadernya! Masa kau tak tahu dan tidak mengenali maknae evilmu yang tampan satu ini?! bukankah tiap hari kau melihat wajahku dan meneriakiku untuk berhenti bermain game?”

Leeteuk hyung tampak kesal. “Kubilang aku tak tahu. Aku sudah tua jadi tidak terlalu memperhatikan hal-hal seperti itu. Kau dibilang susah sekali sih, beritahu namamu. Hanya itu”

Aku terhenyak pasrah. Kuputuskan mengalah daripada omelanna membuat telingaku budek. “Jonenun Cho Kyuhyun imnida, bangapseumpnida. Panggil saja Kyu”

“Nah, begitu kan gampang. Aku Park Jungsoo, panggil saja Leeteuk seperti yang kau tahu. Aku walikota disini, asal kau tahu.”

Aku tertawa dalam hati, Leeteuk hyung jadi seorang walikota? Oh my, kota ini sepertinya sebentar lagi akan hancur.

“Ngomong-ngomong, kau sudah tahu cara mengurus pertanian ini belum? Kan tidak lucu seorang petani sekaligus peternak tidak bisa merawat tanaman dan hewannya”

JGERR!! Mengurus pertanian?! Seorang CHO KYUHYUN MENJADI PETANI?! Mau ditaruh dimana mukaku??!! Pikiran burukku jadi kenyataan T_____T

Lalu, Walikota ehem, Leeteuk hyung mulai ceramah panjang lebar tentang cara mengurus pertanian, yang membuatku hanya bisa melongo.

Karna bagaimanapun dia itu Leeteuk hyung yang seperti biasanya di mataku. jadi aneh kan, seorang Leeteuk Super Junior tahu cara mengurus pertanian dan menjadi walikota?

Setiap kali ia bertanya apakah aku paham, aku hanya mengangguk mengiyakan, meski aku tak bisa mencerna apa yang ia katakan. Hanya membuat kepalaku pusing saja.

Kini ia telah selesai ‘ceramah’, kemudian ia menyikutku pelan. “Hei, jangan bengong saja. Sekarang saatnya kita berkeliling. Aku akan mengenalkanmu dengan penduduk kota kecil ini. Disini beberapa gadis lajang yang cantik loh, ayo!”

Kemudian aku mengekornya kemanapun ia berjalan. Sepanjang, jalan, kulihat seluk beluknya sama persis dengan Harvest Moon, namun ini benar-benar mineral town modern!

Sepertinya tak terlalu buruk. Sepertinya masih ada kemungkinan ada penjual PSP, atau setidaknya orang yang punya PSP untuk kupinjam #plak.

Kini aku berhenti didepan sebuah toko bertuliskan ‘Han the Blacksmith’ norak sekali namanya. Sepertinya kalo tidak salah dalam game ini tokonya pandai besi. Leeteuk hyung membuka pintu kaca memasukinya diikuti olehku.

Didalam, seorang ada 2 laki-laki. Yang duduk dibelakang konter terlihat lebih tua dari yang sedang menata alat-alat di rak. Oh yeah, sejak kapan Hangeng hyung dan Kibum hyung berjualan alat pertanian?

Leeteuk hyung berseru. “Ah, Hangeng, Kibum, kemarilah. Laki-laki ini akan mengurus Harvest Farm, dia penghuni baru. Sapalah dia”.

Laki-laki yang duduk dibelakang konter, tepatnya Hangeng hyung mendekatiku. Aku bergumam kecil pada diriku sendiri “hangeng hyung berjulalan alat pertanian? Kukira ia hanya bisa menari, menyanyi dan membuat nasi goreng beijing”

“He? Kau bilang apa barusan? Hangeng hyung nasi goreng beijing? Darimana kau tahu namaku? Dan apa itu nasi goreng Beijing?”

“Ah tidak, lupakan. Tadi aku sedang bergumam sendiri. Ah iya, aku Cho Kyuhyun. Bangapseumpnida, Hanggeng ssi

“Heh, panggil aku Hanggeng ahjussi. Hei Kibum, kemarilah. Kenalkan dirimu”

Kibum hyung berjalan mendekatiku dengan memasang tampang datar. “halo, aku Kim Kibum, keponakan hanggeng ahjussi”

Aku tahu, ucapku dalam hati. Kemudian Leeteuk hyung berseru keras “Ha! Kami pergi dulu ya. Kami masih harus berkeliling kota. Bye”

Leeteuk hyung melambaikan tangannya dengan gemulai. Gayanya persis Jo Kwon hyung yang mulai sarap. Aku keluar menuju ke toko yang aku yakin toko ayam seperti dalam game yang berada didepan toko hanggeng hyung.

“tok tok tok” diketuknya pintu kayu ini tiga kali, lalu terdengar bunyi ‘cklek’ dan pintu terbuka. Dan terlihatlah wajah yang selalu berubah jadi ‘mesum’ saat melihat ayam. Onew.

“Leeteuk ahjussi, silahkan masuk saja. Umma sedang minum teh ditemani Tiffany didalam. Ngomong-ngomong siapa ini?”

“Aku Cho Kyuhyun. Apakah namamu Onew?”

“Darimana kau tahu namaku?”

“ah tidak, hanya menebak saja. Lupakan”

Onew mendengus sementara aku hanya nyengir karenanya. Aku masuk dan semakin kaget dibuatnya. Tiffany sedang bercanda dengan Victoria.

“Hei Victoria, ini pemuda yang akan mengurus Harvest Farm itu, namanya Cho Kyuhyun”

Victoria dan Tiffany mendekatiku, dan memperkenalkan diri. “Annyeong Kyuhyun, Victoria imnida. Aku ummanya Tiffany dan Onew”

“Annyeong Victoria…”

“Ahjumma. Panggil aku Vic ahjumma. Aku sudah tua tahu, hahaha. Jangan tertipu dengan wajahku”

Speechless… Victoria minta dipanggil ahjumma? Aku merasa sahabatku ini sudah gila. “Ah n-ne, Vic ah-ahjumma. Panggil aku Kyu saja”

“Heyo, aku Tiffany.”

Aku hanya tersenyum kecut padanya. Setelah berbincang sebentar, kami meninggalkan rumah ini meuju rumah sebelah.

Kulihat ada beberapa sapi dan domba merumput di halaman rumah ini. Didekat sapi-sapi itu ada mantan CEO SM Entertainment –Yah, setidaknya ‘didunia nyata’– Lee Soo Man sedang menggosok salah satu sapi itu.

“Soo Man hyung, ini pemuda yang tempo hari kuceritakan padamu, Cho Kyuhyun”

Sooman sajangnim (aku tak yakin, mungkin seharusnya kupanggil ahjussi atau haraboji -__-‘) tersenyum padaku menampakkan deretan giginya yang sudah ompong di beberapa tempat. #plak

“Annyeong Kyuhyun ah. Panggil aku Soo Man ahjussi, khekhekhe”

Tiba-tiba seorang gadis kecil yang umurnya kuperkirakan sekitar 5-7 tahunan datang dari balik seekor sapi. Ia memandangku penuh tanda tanya. Siapa ya dia? Rasanya wajah-wajahnya tidak terlalu asing untukku.

“Sulli ah, kenalkan ini Kyuhyun oppa. Tetangga barumu”

Sulli?! Pantas saja mukanya agak mirip-mirip dengan sulli yang sekarang(?)

“Annyeong Kyuhyun oppa, Choi Sulli imnida~”

Aigoo, kyeopta. Kemudian kami melanjutkan perjalanan(?) yang penuh ‘kejutan ini’. Tempat pemberhentian selanjutnya adalah, toko anggur dan wine. Bau anggur yang harum menyeruak memenuhi hidungku saat kami masuk ke toko merangkap rumah (di lantai atas) dengan nuansa warna putih dn biru ini.

Seorang gadis menyambut kami dari belakang konter “Annyeong Leeteuk ahjussi. Siapa pemuda tampan disebelahmu itu”

“Orie ah, ini Kyu. Pemuda yang akan mengurus Harvest Farm. Mana suamimu itu orie ah?”

“Annyeong Kyu, aku Lee Chae orie. Donghae-ya sedang di gudang bersama Sungmin ah. Mereka mau mengangkut stok baru kesini”

Donghae? Suami? Donghae super junior kah? Kurasa iya. Tapi masa ia sudah menikah?! Tepat setelah itu, pintu disamping konter terbuka. Donghae hyung keluar diikuti Sungmin hyung dibelakangnya. Mereka masing-masing membawa sebuah kotak yang kuyakin stok baru yang tadi disebutkan Chae orie noona.

“Annyeong Leeteuk ahjussi! Hey, kau pemuda baru yang mengurus Harvest Farm kan? Aku Lee Donghae, suami nae orie yang cantik ini.”

“Ah, oppa gombal”

Mereka ini menjijikkan sekali romantisnya. Donghae hyung pintar sekali menggombal pada istrinya -____-

“Annyeong, Cho Kyuhyun imnida”

“Ah, halo Kyu. Berapa umurmu? Oh iya, ini Lee Sungmin”

Aku tahu itu. Aku sudah jadi room matenya selama bertahun-tahun. Sungmin hyung tersenyum lebar padaku.

“Annyeong Sungmin hyung. Umurku 23 tahun”

“Wow, kau masih muda ya. Sepantaran lah dengan Sungmin ah. Oh iya, panggil aku Donghae hyung karena umurku 26 tahun. Sungmin ah 24 tahun”

Aku ternganga mendengarnya. Great, dunia ani kota ini benar-benar gila! Umur mereka berubah disini. Status pun berubah. Bayangkan, Victoria punya anak sebesar Onew dan Tiffany! Lee Soo Man menggosok sapi! Dan Sulli jadi anak kecil!!

Kurasa seminggu tinggal disini akan membuatku jadi gila. Nenek tua di toko antik itu benar-benar sialan.

Aku kulirik wajahku di kaca jendela, terlihat wajahku mulai pucat, menandakan aku terlalu terkejut dengan semua ini. Kalau tidak maksud, anggap saja semua ini ada hubungannya #plak

Aku sudah tidak bisa menceritakannya secara detail segala keanehan yang kulihat di kota ini. Karena aku terlanjur setres untuk menceritakannya secara detail. Akan lebih baik jika kubuat daftar.

–          Heechul ahjussi sudah berkeluarga. Istrinya adalah Sooyoung -___- dan anak mereka, Kim Seun Ri bekerja sebagai petugas perpustakaan. Sementara Heechul ahjussi sendiri kerjanya peneliti tanaman dan Sooyoung membuka restoran kecil di rumah meeka

–          Luna berubah jadi nenek-nenek, cucunya dua. Yang terlihat hanya Taemin yang berubah jadi anak-anak yang seumuran dengan Sulli. Cucu yang satunya bekerja di klinik

–          MinsTal menikah juga rupanya. Mereka memiliki sebuah minimarket. Mereka berubah jadi tua tapinya, anak mereka bernama Choi Minra, sepantaran denganku

–          Klinik kota ini benar-benar tidak bisa dipercaya. Bagimana tidak, dokternya adalah seorang monyet mesum bernama Lee Hyukjae yang minta dipanggil Eunhyuk juga. Suster yang membantunya adalah cucu dari Luna, Han Minchan. Tingkahnya sama tidak warasnya dengan monyet satu itu, dan luar biasa ceroboh -___-

–          Siwon hyung jadi pastur dikota ini. Ya, pastur yang digilai banyak ibu-ibu dan gadis dikota ini seperti Chae orie, Vic, Sooyoung, Krystal dan Tiffany. Padahal mereka sudah menikah -_____-

–          Saat kami pergi ke pantai, kami berpapasan dengan kangin hyung yang rumahnya memang dipinggir pantai. Ia tinggal bersama Zhoumi ge, yang kerjaannya berdagang keliling kota.

………………………..

Saat ini aku sedang menyesap chocolate iceku bersama Leeteuk ahjussi yang sibuk dengan wafelnya di restoran di losmen milik Shindong ahjussi. Katanya ia memiliki seorang anak, namun aku tak melihatnya sedari tadi. Sedangkan istrinya katanya sudah meninggal sejak dulu –Leeteuk ahjussi yang memberitahuku.

Aku merenungkan nasibku yang sungguh sial hingga terdampar di kota super aneh ini. Aku bahkan tak tahu bagaimana cara mengoperasikan traktor, tapi kenapa aku harus jadi petani coba?

Tiba-tiba rasanya aku ingin kebelakang. “Ehm, Shindong ahjussi, boleh aku tahu dimana toiletnya?”

“Ah, dilantai dua, diujung koridor. Sebelah pintu yang tidak ada nomornya. Yang dilantai ini sedang rusak”

“oh, gomawo ahjussi”

Aku pun melangkah menuju toilet. Aku keluar dengan perasaan lega dari toilet. Saat aku melewati pintu tanpa nomor –pintu lain ada nomornya. Terdengar teriakan “AAAAAAAAAAAAA!!!!!!”

Akupun panik mendengarnya. Jangan-jangan seseorang mengalami sesuatu yang berbahaya. Kudobrak pintu itu dengan sekuat tenaga. Namun kulihat tidak ada penyerangan atau hal berbahaya apapun.

Yang ada hanya seorang gadis yang tengah meninju-ninju psp di kasurnya. Kelihatannya ia barusan kalah, mirip sekali denganku -____-

Ia menyadari ada seseorang masuk kamarnya dan memalingkan wajahnya padaku. Waktu disekelilingku terasa berhenti melihatnya.

Sejak kapan kaus putih biasa dengan celana jeans selutut membuat seseorang tampak seperti malaikat yang begitu cantik? Ataukah itu pengaruh dari pita biru yang mengikat rambut cokelatnya?

Tidak, ini pasti murni dari dirinya. Feromon yang dipancarkannya terlalu kuat bagiku. Mata bulatnya yang bening, rambut cokelatnya. Kulitnya yang bersih. Ia terlihat paling cantik untukku.

Padahal Leeteuk ahjussi mengatakan bahwa Minra-lah gadis tercantik di kota ini. Namun tidak untukku. Dia. Dialah yang paling cantik.

Kalimat singkat yang meluncur dari bibir mungilnya mengiterupsi lamunanku “hei, siapa kau?”

“ah maaf. Kukira terjadi sesuatu padamu karena kau berteriak. Jadi kudobrak pintunya untuk melihatmu”

“aku bertanya namamu, bukan kenapa kau ada disini”

“Cho Kyuhyun. Namaku Kyuhyun. Jadi, apakah kau putri Shindong ahjussi?”

“Ne, namaku Mi-cha. Shin Mi-cha”

Mi-cha artinya cantik. Ya, cantik seperti wajahnya. Kutarik lagi ucapanku. Sepertinya aku tak terlalu sial terdampar di kota ini. Aku sangat berterimakasih pada nenek tua yang kini tampak kharismatik(?) dalam pikiranku.

Karenanya aku bisa bertemu malaikat cntik putri keluarga Shin. Hari-hari selanjutnya pasti akan menyenangkan.

KYUHYUN’S POV END

begitulah part 1 ff yang gaje banget luar biasa ini. mohon komennya~

signed,

Emily CHO KYUHYUN’S BELOVED WIFE

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About elkyunnie

Just a girl who love Super Junior and SHINee so much | SparKYU, MVP, and VitaMin | 13 yo girl with boyish name :D

Posted on 29 Juli 2011, in AUTHOR, Elkyunnie, SHINee Fanfiction, SM Town, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Coba aja beneran ada game HM yg kaya gitu beh tiap hari pasti aku mainin hehe

  2. Seru. . Haha kyu. . Terdampar di harvest moon.

  3. seru kyu terdampar di dunia baru……
    lucu baca member suju, f(x), snda,shinee pada berubah…….
    lanjut……..

  4. huaaaa gilak seru bgt part 2 mana?
    oya btw aq reader bru salam knal ^^

  5. seru banget kyupil terdampar di dalem game status and umurnya sumpah ngakak abis pas tau luna dah tua hahahaha

  6. wihh,,, asik nie
    oh, part 2 kpan ?? gak sabar nunggu nasib abang yg selanjutnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: