My Everything (Part 4)

My Everything (Part 4)

Author: 킴 례 출 a.k.a Raisa Widiastari

Cast:

Lee Taemin

Kim Hwang Mi (You)

Suppor cast:

Kim Ryechul

SHINee

Rating: PG-15

Length: [4/…]

Genre: Romance, Sad Romance

Part 1, Part 2, Part 3

DC: Mari kita berkhayal chingu! Disini memang profesi SHINee dan grade dan lainnya sama seperti real. Namun cerita disini BERKHAYAL. Sesuai dengan motto WP ini, beyond your imagination. Jadi, kalo ada kesalahan dan perbedaan di dunia nyata dan ini, mohon dimaafkan karena author BERKHAYAL.

A/N: Annyeoong! Chulie disini😄. Part empat nih lanjutan dari yang kemaren. Simak terus yaa🙂 Okay, just enjoy this FanFic. Don’t forget to RCL okay? Kamsahamnida! GO AWAY PLAGIATORS!!

***

My love can’t come to the right place.

You’re going as far as the tears I’ve shed.

I have to forget you, but I miss you so much.

I don’t know if it’ll hurt me, but I’ll forget.

(Miss You – SM The Ballad)

***

‘Maukah kau menjadi yeojaku… Kim Ryechul?’

Saat ini, aku benar-benar seperti sedang tersambar petir. Seorang namja yang sudah kutunggu selama ini, tiba-tiba saja menyatakan cintanya didepan diriku kepada sahabatku sendiri. Semua ucapan Taemin terputar lagi diotakku. Ucapan-ucapan yang ia lontarkan saat kami berada di Mokpo. Ciri-ciri yeoja yang ia maksud itu mirip denganku. Dan dengan bodohnya aku sangat percaya diri bahwa yang ia maksud adalah diriku. Terlebih lagi aku tidak menyadari ekspresi wajah Taemin tadi ketika melihat Ryechul.

Baik Taemin ataupun Ryechul tidak pernah telihat bersama. Diluar kampus ataupun didalam kampus. Jadi, dimanakah mereka bertemu? Lalu, baik Taemin ataupun Ryechul tidak pernah menunjukan tanda-tanda bahwa mereka dekat. Sepulang dari Mokpo memang Ryechul mengatakan bahwa ia sedang dekat dengan seorang namja. Namun, ia tidak pernah menyebut-nyebut nama Taemin selama aku bersamanya. Memberikan ciri-ciri namjanya saja tidak. Jadi.. Sebenarnya ada apa ini? Apakah aku benar-benar baru saja mendengar namja itu mengatakan cintanya kepada Ryechul?

‘Apa jawabanmu, Chulie?’

Para Taemints langsung berteriak menunjukan karakter aslinya. Tidak hanya para Taemints sebenarnya. Para penganut SHINee World pun berteriak sangat kencang. Namun, untuk yang bukan SHAWOL, mereka hanya berteriak dengan kata-kata ‘Terima!! Terima!’. Bahkan, para dosen juga tersenyum sumringah melihat kedua orang yang sudah hampir menjadi pasangan ini. Yang kuharapkan sekarang hanyalah Ryechul menolak ajakan Taemin untuk menjadi kekasihnya.

‘Ne, jagiya.’

-hancur sudah hidupku.

‘AAAA!! Gomawo, jagi. Jeongmal saranghae.’

Kemudian Taemin mencium kening Ryechul dengan sangat lembut. Ia mencium Ryechul didepan mataku. Apakah ini semua salahku karena tidak memberitahu dari awal kepada Taemin bahwa aku adalah Hwang Mi? Teman masa kecilnya yang dulu pernah bersama dengan dirinya selama enam tahun? Apakah ini semua salahku karena aku terlalu berharap dengan semua yang pernah ia lakukan kepadaku selama tiga minggu terakhir ini? Apakah ini semua salahku karena aku masih membandingan seluruh perlakuannya dulu dan sekarang? Apakah aku salah mencintainya?

Semua orang bersorak sorai melihat kedua oknum tersebut. Beberapa diantaranya bahkan ada yang menangis karena Taemin akhirnya memiliki seorang yeoja. Ya, Ryechul adalah yeoja pertamanya. Cinta pertamanya. Teman-teman Ryechul dan Taemin langsung mendekat kearah mereka berdua dan memberi selamat. Hanya aku yang bisa terdiam didalam kerumunan itu. Aku tidak bisa bergerak sedikitpun. Mengucapkan kata saja tidak bisa. Aku masih terlalu shock untuk melakukan apapun. Badanku terasa sangat lemas. Namun, aku tidak mungkin jatuh disini. Kuputuskan untuk kembali ke backstage-yang-sebenarnya-bukan-backstage itu. Lalu, sampai disana, aku duduk diatas sofa merah dan kesadaranku memudar…

***

‘Hwang Mi? Hwang Mi-ah? Ironaaa… Jebaaal…’

Terdengar sayup-sayup suara seorang yeoja yang sedang menangis ditelingaku. Aku mengenal siapa pemilik suara tersebut. Ya, aku sangat tau siapa dia. Kubuka mataku perlahan-lahan. Rasanya sangat berat untuk membuka mata. Seperti ada sebuah beban berat dimataku dan mencegah diriku untuk melihat lagi. Namun, kuusahakan untuk tetap dapat membuka mataku walaupun hanya sedikit untuk memberi respon positif untuk Ryechul.

‘Aaa! Annyeong Hwang Mi-ah! Akhirnya kau sadar juga. Aku khawatir setengah mati tau…’

‘Haha, jangan khawatir Chulie, aku kuat kok.’

‘Hwang Mi-ah, gwenchanayo?’

Suara itu… suara itu membuat hatiku sakit. Suara seorang namja yang telah mengecewakan diriku. Sebenarnya ia tidak salah. Namun akulah yang salah karena aku terlalu berharap untuk memliki dirinya. Namun, segala perilakunya kepadaku sangat memancingku untuk semakin mencintainya. Dan aku memang tahu dia mencintaiku. Namun ia mencintaiku sebagai sahabat. Bukan sebagai yeoja. Dan karena kenyataan itulah aku semakin terpuruk. Mengapa, Taemin? Mengapa kau begitu baik kepadaku, bahkan sangat perhatian seperti ini kepadaku kalau kau tidak mencintaiku?

‘Ne, gwenchana. Sebelumnya selamat ya kalian berdua.’

Ucapku dengan senyum yang sangat dipaksa. Bibirku menolak untuk terangkat. Namun, aku harus mengangkat organ tubuhku itu. Sesungguhnya, dibalik senyuman ini, aku sangatlah terpuruk. Aku sendiri tidak mengerti mengapa aku harus hidup seperti ini. Seorang namja yang kucintai, diambil oleh sahabatku sendiri. Sahabat perempuan pertamaku di dunia ini.

‘Aish~ gomawo Hwang Mi-ah, kau memang sahabatku yang paling baik!!’ ucap Taemin.

‘Bukaan!!! Sahabatku,’ Ucap Ryechul tiba-tiba.

‘Aniyooo~ dia sahabatku tahu!’

‘Sahabat kalian berdua lebih tepatnya.’

Aku tersenyum lagi saat menengahi pasangan yang baru saja menjalin hubungannya dalam waktu kurang dari satu jam. Kemudian, mereka tertawa keras sambil saling menggoda satu sama lain. Belum apa-apa, aku sudah merasa mereka sangat cocok. Bahkan aku sendiri tersenyum ketika melihat mereka berseteru. Mereka akan menjadi pasangan yang menyenangkan. Walaupun sakit, aku sangat bahagia mereka bisa bersama. Dan aku tahu, Ryechul lebih baik daripada diriku untuk menjadi kekasihnya. Ya, Ryechul jauh lebih sempurna daripada diriku. Maka dari itu, namja itu memilih Ryechul daripada diriku.

‘Ngomong-ngomong, bagaimana kalian bisa berkenalan sih?’

‘Ahh!! Jangan pernah menanyakan hal itu kepadaku, Hwang Mi!

‘Nae Chulie, biarkan aku yang menceritakan.’

Taemin memulai ceritanya disaat pagi hari dimana aku baru saja masuk di kampus ini. Namja itu seperti biasa telat masuk kampus karena Minho terlalu susah untuk dibanguni. Sementara, ketiga namja lainnya mempunyai urusan masing-masing. Onew mempunyai jadwal shooting, JongKey couple mempunyai jadwal siaran di salah satu radio terkenal di Seoul. Maka dari itu, hanya pangeran tidur itu yang bisa diharapkan. Untungnya, segala sesuatu yang Taemin butuhkan sudah dipersiapkan oleh Jonghyun, Onew, dan Key sebelum mereka berangkat kerja. Dan akhirnya dengan proses yang cukup panjang, namja itu dan hyungnya pergi ke kampus ini.

Disaat ia berlari untuk masuk kedalam kampus, dengan tidak sengaja ia menabrak seorang yeoja yang ternyata adalah Ryechul. Baik Taemin ataupun Ryechul tahu bahwa itu seperti adegan murahan di sinetron remaja jaman sekarang. Lalu, dari sanalah Taemin menyadari keberadaan Ryechul. Karena, setiap Ryechul main ke kelas Dance, Taemin selalu saja tidak ada. Lalu, pertemuan-pertemuan kebetulan pun terjadi kembali. Di perpustakaan, cafe, taman, atau bahkan di supermarket. Dan akhirnya mereka berkenalan.

‘Dan dari situlah kami mulai dekat, dekat, dan akhirnya…’ Dan mereka berdua tertawa.

‘Aku turut bahagia atas apa yang kalian alami.’

‘Ne, gomawoo Hwang Mi-ah! Ayo kita pulang.’

Akupun mengangguk kearah Ryechul. Setelah membereskan barang-barangku dan berganti baju seperti orang normal, aku segera kembali ke pasangan baru tersebut. Dan hatiku terkoyak-koyak ketika melihat mereka berdua berpelukan. Tuhan, dosa apa yang pernah kuperbuat? Tetapi, hal itu tidak berlangsung lama karena Taemin melihatku. Lalu, Ryechul segera membantuku membawa tas dan memasukannya kedalam mobilnya. Dan tanpa disangka, Taemin ikut didalam mobil tersebut. Namun, berhubung namja itu tidak bisa menyetir, yang duduk di bangku kemudi adalah Ryechul.

Sepanjang perjalanan, mereka berdua terus bercanda. Aku – yang duduk dibelakang – hanya bisa mendengarkan candaan mereka layaknya kambing congek. Namun, aku tidak bisa berbuat apapun. Aku mau komplain? Apa hakku? Aku bukan siapa-siapa mereka. Ya, aku tahu aku adalah sahabat mereka. Tetapi… Rasanya aku tidak enak saja mengganggu pasangan baru itu. Sepanjang perjalananpun mereka berpegangan tangan. Ryechul hanya menyetir dengan satu tangan karena tangan kanannya tidak dibiarkan lepas dari genggaman Taemin. Cemburu benar-benar menguras hati….

‘Hwang Mi-ah, sudah sampai! Ayo kita turun.’

‘Jagiya…kau tidak mau jalan-jalan bersamaku?’

‘Aku mau, tapi aku harus merawat Hwang Mi.’

‘Gwenchana Chulie, aku tidak apa-apa. Pergilah.’

Dengan senyum yang sumringah, Ryechul berjalan cepat menghampiriku dan memelukku dengan sangat erat dan mengucapkan kata-kata terima kasih berulang-ulang kali. Yeoja itu sangat bahagia bisa bersama Taemin. Sudah bisa dipastikan, tidak lama lagi Chulie akan sangat terkenal karena menjadi seorang yeojachingunya dancing machine SHINee. Aku yakin, Ryechul sendiri sudah tau apa yang akan terjadi dengan dirinya nanti. Sudah bisa dipastikan banyak orang yang membencinya.

‘Hati-hati, Chulie. Kembali sebelum jam dua belas ya!’

‘Ne! Gomawoo Hwang Minie~ jeongmal saranghaeee!!’

***

Aku terbangun dari tidurku dengan bantal yang basah akan air mataku. Ya, aku sangat yakin saat aku tidur tadi aku menangis. Menangis dalam dunia mimpi walaupun dunia nyata. Bagaimana tidak? Aku baru saja mendapat pukulan dari tuhan tentang Taemin dan Ryechul. Namun, bagaimanapun juga, mereka berdua adalah sahabatku. Namun, disetiap aku menekankan kata ‘sahabat’ di kalimat itu, entah mengapa hatiku semakin sakit. Rasanya semakin miris saja. Apa alasan dari semua itu?

Kulirikan mataku kearah jam digital yang berada disamping kasurku. Sudah jam dua belas lewat sepuluh menit. Apakah Ryechul sudah pulang? Aku harus mengeceknya sekarang. Namun, apa ini? Mengapa diluar kamarku berisik sekali? Mengapa seperti ada banyak orang diluar sana? Apakah memang benar Ryechul sudah pulang? Namun, tidak mungkin ia membawa banyak orang ke apartement ini juga kan? Apalagi didukung oleh keberadaanku disini.

Kubuka pintu kamarku dan melihat kearah ruang tengah yang menyambung ke pintu depan. Disitu, ada beberapa tangan dibalik pintu dengan kamera yang menjalar. Serta dua oknum yang tidak lain adalah Ryechul dan Taemin yang sedang berusaha untuk menutup pintu apartement ini dengan punggungnya. Pintu tersebut sepertinya tidak bisa ditutup karena desakan para wartawan yang mencium keberadaan Ryechul seharian ini bersama Taemin. Terlihat aura panik yang terpancar dari kedua wajah pasangan tersebut.

‘Chulie?! Taemin?! Waeyo?’

‘Bantu kami dulu…’

Kubantu mereka berdua untuk ikut menutup pintu yang masih saja digedor-gedor oleh wartawan yang haus akan berita. Selama kurang lebih sepuluh menit, suasana mulai mencair dan wartawan sudah mulai tenang. Segera saja Ryechul melangkah pergi ke kamar mandi meninggalkan aku dan Taemin. Lalu, dengan cepat kuikuti Ryechul ke kamar mandi dan menenangkan yeoja itu.

‘Chulie, gwenchana?’ Ucapku hati-hati kepadanya. Namun, yang ia lakukan hanya mengangguk.

‘Itulah resiko kau berpacaran dengan artis.’

Suasana didalam kamar mandi tersebut mendadak mencengkam sehabis aku mengucapkan kalimat terkutuk itu. Seharusnya aku tidak mengucapkan tersebut kepadanya karena hal tersebut malahan memberatkan hatinya. Paboya Hwang Mi. Ucap diriku didalam hatiku. Jadi, apa yang bisa kau lakukan sekarang? Kau adalah seorang pengacau hati orang lain. Kalau aku jadi kau, aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri.


‘M–mianhae, Chulie. Aku tidak…’

‘Ne, gwenchana, Hwang Mi-ah. Aku ke Taemin dulu.’

Belum sempat kuselesaikan kata-kataku. Namun sudah dipotong oleh Ryechul. Saat ini juga, aku merasa bersalah. Kunyalakan keran untuk mengalirkan air jernih. Kuusap wajahku dengan kedua telapak tangan yang berisikan air bersih tersebut. Berharap air tersebut bisa menghapuskan penat yang bersarang diotakku. Lalu, kulap wajahku dengan handuk bersih yang tergantung di gantungan handuk yang berada disamping kiri wastafel dan melangkah keluar kamar mandi untuk membuatkan teh untuk Taemin, Ryechul, dan diriku sendiri.

‘Kau sudah mau pulang?’

‘Mm. Begitulah, Minho hyung sudah menungguku dibawah.’

Langkahku terhenti sampai didepan kamarku karena mendengar percakapan yanhg sepertinya baru saja dimulai itu. Aku bertikai dengan diriku sendiri. Apakah aku harus menunggu dibelakang pintu kamar sambil menguping atau tetap melangkah kedapur untuk membuat teh. Dengan pertimbangan yang cukup berat, aku memutuskan untuk mendengarkannya dibalik pintu.

Taemin sudah ingin pulang? Minho sudah berada dibawah? Sudah berapa lama aku tidak bertemu namja tersebut? Rasanya sudah lama sekali padahal baru sekitar dua minggu yang lalu.

‘Namun, diluar masih banyak wartawan, oppa.’

‘Gwenchana, Chulie-ya. Yang penting kau sudah aman.’

Kemudian, Taemin menyentuh rambut Ryechul dengan sangat lembut. Ia tersenyum dengan sangat tulus dan sinar matanya memancarkan ketulusan yang luar biasa. Seumur hidupku, aku tidak pernah melihat Taemin memancarkan sinar mata itu kepada siapapun kecuali aku. Namun, sekarang ia memberikannya kepada Ryechul. Yeoja yang sangat ia sayangi dan cintai detik ini dan entah sampai kapan.

‘Gomawo, oppa.’

‘Ne, cheonma, Chulie. Saranghae..’

‘Nado sa.. Hmphh’

Alangkah terkejutnya aku ketika Taemin mengucapkan kata-kata itu kepada Ryechul. Kata-kata tersebut diutarakan kepadanya dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang. Senyumnya, matanya, seluruh ekspresi dan gerak-geriknya benar-benar tulus. Lalu, ketika Ryechul ingin membalas ucapan itu, bibir Taemin mendekat kearah bibir Ryechul. Dan Taemin melumat bibri Ryechul dengan sangat lembut dan penuh rasa cinta dan kasih sayang. Hatiku terasa sangat tertusuk-tusuk saat ini.

Kira-kira tiga menit mereka berciuman, Taemin melepaskan bibirnya dan segera memeluk Ryechul yang sedang berurai air mata dengan sangat erat. Seakan-akan, lengannya itu memberitahu Ryechul bahwa ia tidak ingin melepaskan tubuh Ryechul dari pelukannya. Kemudian, bibir Taemin berpindah kearah kening Ryechul dan menciumnya lagi. Sementara Ryechul tetap berurai air mata.

‘Jeongmal saranghae, Kim Ryechul.’

‘Nado jeongmal saranghae, Lee Taemin.’

Kemudian untuk kedua kalinya, Taemin mencium bibir yeoja bermarga Kim itu. Hatiku hancur terkoyak-koyak oleh perasaanku sendiri. Dan saat ini juga, aku ingin mati.

***TBC***

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. OKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About raisawidiastari

crooked.

Posted on 29 Juli 2011, in AUTHOR, Kim Ryechul, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Ninggalin jejak dulu nanti aku komen lg

  2. Sedih banget,lanjutannya jangan lama” sumpah aku udah penasaran pake banget

  3. Srasa bca kisah nri ching!!!
    Aq thu rsax, nyeseeeek bget,,,
    da ach jdi mweek aq,,
    nice epep

  4. woahh ..
    sad bner ..
    nyesekk mameeennn …

  5. Ini ffnya bagus banget loh kenapa ga di lanjutin thor ?

  6. Aku uda baca dari awal sampek part 4 ini, cerita ff ini ngejleb tapi yang paling ngejleb adalah ketika aku gak nemuin part 5nya -..-

  7. hu.hu.
    nyesek banget critanya,
    T,T

  8. Sedih banget .. mau nanya nih ,,, aku udah nyari2 part 5nya kok nggak ada sih -.- hiksssss

  9. Part 5 ny mna? Penasaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: