[FF/S/2] Love For The Darkness

LOVE FOR THE DARKNESS

[Part 2]

“Hari yang indah..” gumam Sooyoung sambil tersenyum pada matahari pagi yang masuk ke kamarnya.

“Hey, apa kau lihat senyum ini?! Ayo kita lewati hari ini dengan kebahagiaan…!!!” seru Sooyoung yang terlihat bersemangat seperti biasanya, gadis itu sedang berbicara sendirian, ia selalu mengawali harinya dengan mengucapkan kata-kata favoritnya itu, ucapan yang dulu sering diucapkan oleh seseorang yang sangat special baginya.

“Selamat pagi..” sapa Sooyoung pada Jessica yang hendak keluar untuk jalan-jalan.

“Pa-pagi?!” balas Jessica sedikit heran, karena tak biasanya Sooyoung bersikap ramah padanya.

“Mau keluar untuk jalan-jalan?” tanya Sooyoung, Jessica mengangguk pelan.

“Apa sudah pernah ke pantai bagian barat? Di sana pasirnya lebih bersih dan pemandangannya lebih bagus..”

“Benarkah?” tanya Jessica antusias, Sooyoung mengangguk dan tersenyum ramah.

“Ke sanalah, anda tak akan menyesal…oh Hey Yul..!!” sapa Sooyoung pada Yuri yang sedang menuruni anak tangga.

“Mau melukis di mana?!” tanya Sooyoung yang melihat perlengkapan melukis yang dibawa oleh Yuri.

Jessica ikut menatap Yuri yang ekspresinya sangat datar.

“Aku mau ke pantai sebelah barat…” jawab Yuri singkat.

“Eh..kebetulan sekali..kalian berdua bisa pergi bersama..” usul Sooyoung.

“APA?!!” kaget Jessica dan Yuri bersamaan, tapi Sooyoung hanya tertawa melihat kekompakan dua gadis depannya itu.

“Ayolah Yul, sekali-kali jangan hanya kanvas yang menemanimu..” canda Sooyoung, Yuri hanya menatap Sooyoung tanpa ekspresi sedangkan Jessica malah tersenyum kecut.

“A-aku bisa ke sana sendiri..” jawab Jessica merasa Yuri tak ingin dekat dengannya.

“Kau yakin?” tanya Sooyoung, Jessica mengangguk.

“Aku pergi dulu..” Jessica lalu segera pergi dari hadapan kedua orang itu.

Sooyoung hanya mengangkat bahu pasrah, tapi tiba-tiba Jessica muncul lagi.

“Eh..anu..” Jessica menghampiri Sooyoung.

“Ya?”

“Jalan ke Pantai sebelah barat itu dari mana ya?” tanya Jessica malu-malu, dalam sekejap tawa keras Sooyoung membahana memecah keheningan penginapannya.

*#*#*#*

Dari kejauhan dan tanpa Siwon sadari, Donghae sedang memperhatikan gerak-geriknya.

“Nanti malam…aku harus pergi dari desa ini…jangan sampai mereka melihatku..” gumam Donghae waspada dan cemas.

Ia menyentuh luka bekas tembakan yang kini mulai membaik.

“Aku tak akan menyerah pada kalian..” bisik Donghae lalu dengan hati-hati kembali menyelinap ke kamar yang ia jadikan tempat persembunyian.

*#*#*#*

“Oppa..​​??!” panggil Sooyoung pada sebuah foto di hadapannya.

Gadis itu tersenyum pada foto kekasihnya…..Cho Kyuhyun.

“Apa kau tahu ini hari apa?!” tanya Sooyoung pada benda tak bernyawa itu.

“Hm..hari adalah hari jadi kita yang ketiga..” tiba-tiba ucapan gadis itu terhenti dan menatap foto Kyuhyun dengan cemberut.

“Oppa..bagaimana kalau sekarang kita putus..??” lanjutnya, tapi kemudian ia tertawa keras, namun terdengar hambar bahkan bila ada yang melihat yang sedang dilakukan gadis itu makanya ada miris juga prihatin kepada gadis jangkung itu.

Sooyoung menghentikan tawanya dan menghela nafas berat.

“Rasanya sudah ribuan kali aku ucapkan permintaan ini, tapi kenapa sampai detik ini kamu tak mau melepasku Cho Kyuhyun..” perlahan sorot mata Sooyoung mulai berubah.

Sekilas ia tersenyum hambar.

“Sebenarnya..kamu..atau aku…yang tak ingin mengakhiri hubungan ini….??” desahnya pasrah.

Karena ia sadar sampai hari ini ia masih mencintai pria di foto itu walaupun pria itu telah meninggal hampir 2 tahun lebih, namun kenangan yang telah diberikan padanya membuat gadis itu tak mampu melupakan pria yang memiliki senyum-sangat-menyebalkan itu

*#*#*#*

“Baik aku mengerti, jangan lupa pastikan kamu memeriksa tempat tinggalnya yang lama, mungkin ia akan kembali ke sana, mungkin besok kami akan kembali ke Seoul..baiklah..sampai jumpa di sana..” Siwon mengakhiri percakapannya di ponselnya, ia menghela nafas dan memijit-mijit kepalanya yang terasa pusing.

“HEY PENCURI JANGAN LARIIII!!!!!” tiba-tiba terdengar teriakan Sooyoung dari dalam penginapan membuat Siwon spontan lari masuk menghampiri gadis itu.

“HEY KU BUNUH KAU SEKARANG!!!” teriak Sooyoung penuh emosi sambil berlari ke arah pintu hingga..

BRUKKKK!!!!!

Keduanya bertabrakan hebat dan jatuh tersungkur di lantai.

“Omma..aku kena gegar otak..!!!” keluh Sooyoung kesakitan kepalanya terantuk keras di lantai.

Siwon yang juga kesakitan segera bangkit dan membantu Sooyoung.

“Maaf..aku tak melihatmu..”

“Memangnya ada apa sampai lari seperti itu..?!!” ketus Sooyoung.

“Bukannya tadi anda berteriak, makanya aku segera ke sini..” terang Siwon.

Sooyoung jadi terdiam.

DUK!! DUK!! DUK!!

Dari lantai atas Hyoyeon berlari dengan panik karena mendengar suara teriakan Sooyoung.

“Kalian sedang apa?” tanya Hyoyeon heran melihat posisi Siwonn dan Sooyoung yang berada di lantai.

Siwon tak menjawab karena ia tak tahu harus bagaimana menjelaskannya.

“Apa tadi ada pencuri?” tanya Hyoyeon sambil celingukkan.

“AHHH!!!” pekik Sooyoung tiba-tiba setelah mengingat sesuatu, sepertinya tabrakan tadi membuat ingatannya menghilang sejenak.

“PENCURI ITU..AKAN AKU BUNUH..!!!” geram Sooyoung.

“Dia lari ke arah mana, ciri-cirinya?” tanya Hyoyeon sigap.

Sooyoung menatap Hyoyeon.

“Kamu mau apa?” tanya Sooyoung heran.

“Tentu saja menangkapnya..”

“Serius?!” tanya Sooyoung tak yakin.

“Katakan saja..” saut Siwon.

“Dia mungkin di atas atap, warnanya coklat muda, bulunya lumayan lebat dan tubuhnya gendut, tapi dia sangat lincah, aku selalu gagal menangkapnya..” celoteh Sooyoung dengan kesal.

Merasa bingung dengan ucapan Sooyoung, Siwon dan Hyoyeon saling lirik bingung.

“Maaf..apa pencuri itu siluman?” tanya Hyoyeon dengan wajah polos, Siwon melirik sekilas ke Hyoyeon karena merasa gadis itu mengeluarkan pertanyaan bodoh.

“Siluman? hey nona..kamu terlalu sering nonton film aneh ya? Pencurinya itu kucing jelek yang tiap hari mencuri makanan milik Kyuhyun oppa..Dasar jelek awas saja kalau tertangkap..!!!”

Sekali lagi Hyoyeon dan Siwon hanya mampu terdiam mendengar celotehan Sooyoung.

Tanpa mengatakan apa-apa lagi gadis itupun pergi meninggalkan kedua tamunya, ia masuk ke sebuah ruangan yang menjadi tempat favoritnya.

“Ku-kucing?!” tanya Hyoyeon sambil menatap tak percaya pada Siwon.

Perlahan sebuah senyum muncul di wajah Siwon, gadis tadi berhasil meembuatnya seperti orang bodoh.

“Siwon-ssi..!?” panggil Hyoyeon membuat Siwon menatap patnernya itu.

“Ternyata..kamu bisa tersenyum ya?”

“Apa?!”

“Aku pikir saat menciptakanmu, Tuhan lupa memberimu senyum..” kata Hyoyeon polos.

“APA?!!”

“Coba saja kamu lebih sering melakukan itu, aku rasa lapisan ozon tak akan cepat berlubang…” ujar Hyoyeon seraya keluar untuk memulai tugas penyelidikannya.

“HEY KIM HYOYEON TUNGGU..!!” teriak Siwon naik darah, ia segera menyusul Hyoyeon yang sedang tertawa keras karena baru saja melakukan hal gila, yaitu membuat seorang Choi Siwon marah.

*#*#*#*

“WAUUWWW!!!!” untuk kesekian kali Jessica mangagumi pemandangan di hadapannya hingga Yuri mulai bosan dengan tingkah gadis itu, tanpa mengatakan apapun Yuri segera mencari posisi yang strategis untuk melukis sedangkan Jessica terlihat berlari ke tepi pantai dan mulai bermain sendiri seperti anak kecil.

Yuri mendesah menatap kanvasnya yang kosong. Walaupun di hadapannya saat ini ada berbagai pemandangan yang indah namun tak satupun obyek yang membuatnya tertarik.

“OMMAA…AKU PASTI AKAN JADI ANAK YANG BERBAKTIIIII!!!!!”

Yuri melihat ke arah Jessica yang sedang bediri di tepi pantai.

“SEKARANG..AKU SUDAH MERESTUIMU…JADI HIDUPLAH DENGAN BAHAGIA….!!” teriak Jessica lagi.

“Dia sedang apa?!” heran Yuri.

Di tepi pantai Jessica tersenyum kepada lautan.

“OMMA…AKU SEKARANG SADAR..ASAL KAMU BAHAGIA DAN SELALU TERSENYUM…AKU..AKU PASTI AKAN TERSENYUM DENGAN SENDIRINYA…!!” teriaknya lalu tertunduk sambil mengatur nafasnya yang mulai tersengal-sengal karena berteriak dengan sekuat tenaganya.

“YAH KIM KISEOB..KALAU KALAU BERANI MENYAKITI IBUKU..MAKA KAU AKAN MATI..!!!” teriak Jessica lagi.

“OMMA…AKU PASTI BISA JADI ANAK YANG BERBAKTI..JADI TOLONG TUNGGU SEBENTAR LAGI…!!!!” kini airmata Jessica mulai mengalir, ia merasa sangat bersalah atas sikap kasarnya karena menentang pernikahan ibunya dengan seorang mantan narapidana yang membunuh seorang sahabatnya.

Ia sangat membenci pria itu walaupun semua orang berusaha menyakinkannya bahwa pria itu sudah bertobat.

Tanpa Jessica sadari kini Yuri telah berada tepat di belakangnya, entah kekuatan apa yang telah menggiring Yuri untuk menghampiri gadis ceria yang kini sedang menunjukkan sisi lemahnya.

“Seohyun-ah…apa yang aku lakukan ini sesuatu yang benar?? Apa kamu juga sudah memaafkan pria itu?? Pria yang sudah membunuhmu…pria yang akan jadi ayah tiriku itu..” airmata Jessica makin deras mengalir.

“Maaf, maafkan aku Seohyun-ah..aku…aku bukan sahabat yang baik….maaf…!!!” tubuh Jessica menjadi lemas hingga gadis itu jatuh terduduk di pasir, Yuri yang masih berdiri di belakangnya hanya mampu menatap prihatin.

Ternyata gadis yang selalu tampak ceria dan sedikit menyebalkan itu menyimpan sesuatu yang menyakitkan pula. Sejenak Yuri hanya menghela nafas dan dengan hati-hati meninggalkan Jessica yang masih menangis, ia tak ingin mengganggu gadis itu.

Yuri kembali ke tempatnya untuk melukis namun ia tak menyentuh kanvasnya, ia malah meraih tasnya dan mengambil ponselnya lalu menghidupkannya.

“Apa kamu juga terluka..?!” bisik Yuri sambil menatap nomer ponsel Yunho, dengan ragu iapun menekan dan menghubungi Yunho.

“Yuri..?!” terdengar suara Yunho saat panggilannya tersambung.

Mendengar suara itu, sebuah rasa nyeri kembali merayap ke dalam hatinya.

Keduanya akhirnya cuma membisu…

Walau Yuri tak mengatakan apapun tapi Yunho sudah merasa bahagia karena gadis itu masih menghubunginya. Sayup-sayup Yunho dapat mendengar suara deburan ombak, samar-samar ia tersenyum, kini ia tahu di mana gadis itu kini berada…

Rasanya kini Yunho ingin sekali menyusul Yuri ke tempat itu, namun kini ia sadar hubungan mereka sudah sangat berjarak, menampakkan diri di hadapan Yuri hanya akan membuat gadis itu makin membencinya.

Ia pun sudah berjanji tidak akan menggangu Yuri lagi, makanya tadi saat mengetahui Yuri menelponnya ia sangat terkejut.

“Oppa…” akhirnya Yuri bersuara.

“Ya?”

“………”

“………”

“Hm…maaf sudah mengganggumu…”

“Apa?!” heran Yunho.

“Tut..tut..tut…!!!” sambungan terputus.

“Yuri…??” desah Yunho kecewa.

“Kenapa Yul..?” bisik Yunho sedih menatap handphonenya..

Yuri menghela nafas.

“Bodoh..seharusnnya aku tak menghubunginya..!!” Yuri menyalahkan diri sendiri.

“HEY KWON YURIIIII..!!!!” tiba-tiba terdengar suara Jessica memanggilnya, Yuri melihat ke arah gadis itu, kini ia sedang melambaikan tangan ke arahnya dan tersenyum dengan lebar.

“Gadis itu….?!” kening Yuri mengerut melihat Jessica yang melambaikan tangan memanggilnya.

“KE SINILAH..ADA YANG MAU AKU TUNJUKKAN..!!!” panggilnya.

Yuri masih terpaku menatap gadis itu, rasanya mereka tidak akrab bahkan sikapnya sangat dingin pada gadis itu, tapi kenapa gadis itu bisa mudah bersikap seperti itu padanya, seperti seorang….TEMAN!!

Dengan enggan Yuri akhirnya menghampiri Jessica yang sedang menamati sesuatu.

“Ada apa?!” tanya Yuri dengan datar.

“Sini..lihat itu..!!” Jessica segera menarik tangan Yuri.

“Itu..?!!” Yuri terperangah melihat sebuah sarang burung di mana terdapat beberapa telur yang sedang dalam proses penetasan.

“Indahkan..?!” bisik Jessica takjub.

Yuri melirik sekilas ke arah Jessica, gadis itu nampak tersenyum dan mengagumi peristiwa yang sedang berlangsung ini.

“Kehidupan baru akan dimulai..” bisik Jessica lagi, kali ini Yuri melirik tangannya yang masih digenggam oleh Jessica.

Hangat~

Tangan gadis itu terasa hangat, sama seperti tangan hangatnya tangan seseorang yang ia kenal…Jung Yunho, pria yang ia cintai namun tak berani ia raih.

“Aku…aku juga ingin seperti itu..” kata Jessica sambil tersenyum pada Yuri.

“Apa?!”

“Lahir kembali…menjadi manusia baru dan menjalani hidup dengan perasaan yang baru..”

Yuri terpaku melihat senyum gadis itu dan juga ucapannya.

“Kita lahir dari hasil cinta…karena itu aku ingin menyebarkan cinta pula…apa menurutmu itu aneh?!” tanya Jessica.

DEG!!!

Ucapan gadis itu seperti menusuk sebuah sisi di hatinya.

“Terima kasih Kwon Yuri karena mau mengajakku ke tempat ini…” Jessica kembali tersenyum lebar pada Yuri.

“Kau…” Kini Yuri tak bisa lagi memalingkan tatapannya dari Jessica, gadis di hadapannya ini bagai memberinya madu sekaligus racun disaat yang bersamaan. Ia bagai merasakan ada kesejukkan dan irisan yang menyakitkan di hati atas ucapan dan senyuman gadis itu.

“Ah maaf..” Jessica tersadar ia masih menggengam tangan Yuri, iapun melepaskan tangannya, tapi dengan cepat Yuri menahannya.

“Eng?!” Jessica sedikit terkejut.

“Apa boleh…” Yuri menatap ragu.

“Apa?!”

“Memelukmu..sebentar..saja?!”

“APA?!!” kaget Jessica.

“Aku…aku rasa…aku juga ingin sepertimu…”

Jessica menatap Yuri, raut wajah gadis itu terlihat sedang menyimpan beban yang berat.

“Aku ingin…menjadi manusia baru..dan memulai semuanya dari awal..juga…”

DUK!!!
Belum sempat Yuri menyelesaikan ucapannya, Jessica tiba-tiba saja menabrak tubuhnya dan memeluknya dengan erat.

“Hwaiting…!!” bisik Jessica pada Yuri yang tak bergerak sama sekali.

Bersambung~~~

Posted on 13 Agustus 2011, in AUTHOR. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. xixixixi…
    Ngakak bca kta2 hyoyeon yg blng tuhan lupa ngasih senyum bwt sooyoung..
    Hahahaha…
    Ad2 ajh..
    Daebak chinguu..
    Msih pnasaran sma donghae, siwon, hyoyeon dan ksah hdup’a yuri..
    Kutunggu next part’a yah chinguu…

  2. novianti sitorus

    kyaaaa seruu😀
    Siwon suka sooyoung kah??
    Aah penasaran lanjuut yaa😀

  3. ahahaha kocak itu siwoonn😀
    ahh donghae nya penasaran nih~
    ayo lanjuuttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: