[FF/S/4/PG-17] SCANDAL !!!

Title : SCANDAL

Author : Mithaa Charinyoung a.k.a Min Soo Jin @ S3FFI

Genre : Romance

Length : Series (4th chapter)

Main Cast :

Choi Min Ho (SHINee)

Hwang Min Hee (or YOU-readers)

Supported Cast :

All SHINee member, Hwang Bo Ra, and other ^^

[A/N] yang belom baca previous chapternya, search di sini aja ya. ada kok. keywordnya tulis Mithaa Charinyoung aja, dan akan muncul semuanya. haha…. ^^

Min Hee mengedarkan pandangannya mengitari sebuah restoran masakan Indonesia (ciehh), tempat syuting MNET Scandal akan berlangsung. Ia masih mengenakan seragam SMAnya, bahkan belum sempat ke kamar mandi sekedar mengecek kembali penampilannya. Ia akhirnya menemukan Min Ho dan kru acara di salah satu spot di restoran itu. Min Ho terlihat menunggu seraya menikmati minumannya. Rupanya syuting telah dimulai.

Min Hee menghembuskan nafas terakhirnya (MATI dong) dan merapikan pakaiannya. Ia mendekati spot itu dan berusaha bersikap santai. Kru acara pun mendapatinya dan segera mengarahkan kamera padanya. Ia hanya terus berusaha untuk tersenyum meski bagaimanapun ia masih salah tingkah bila berhadapan dengan Min Ho mengingat kejadian semalam diantara mereka.

“Hey. Sudah lama?”, tanya Min Hee ketika ia sudah berada di depan Min Ho. Ia meletakkan tasnya di kursi kosong sampingnya sembari terus tersenyum meski terpaksa. Karena tuntutan skenario, ia juga akhirnya terbiasa untuk melakukan semuanya.

“Emm tidak juga. Mau pesan apa?”, tanya Min Ho ramah.

“Ah kebetulan sekali. Aku sangat lapar. Kau traktir ya”, ujar Min Hee memelas. Ia mencoba mencairkan suasana, lebih tepatnya melakukan tindakan yang membuat dirinya tidak grogi. Min Ho akhirnya mengangguk pelan mengiyakan.

“Of course, sweetheart”

“Jangan memanggilku seperti itu”, tegur Min Hee malu. Ia menunduk berpura-pura sibuk melihati menu. Sedangkan Min Ho hanya tertawa ringan.

“1 porsi sop buntut + pecellele + sayur asem + nasi uduk”, sahut gadis itu cepat dan segera dicatat oleh seorang pelayan restoran disampingnya (sejak kapan nih pelayan restoran nongol). “Minumnya cukup Es teh”, tambahnya.

(A/N : Jangan mengerutkan kening liat pesanannya yah. Kan tadi udah disebutin restoran Indonesia. Dan lagi, si author nulisnya lagi keadaan laper ._. Jadi ya, sante aja yah. HAHAHAHAHAHAAAAAAAA….)

“Kau yakin akan menghabiskan semuanya?”, tanya Min Ho setelah pelayan tadi meninggalkan mereka.

“Kalau aku tidak mampu menghabisinya, akan kusedekahkan padamu”, jawab Min Hee seadanya kemudian menimbulkan tawa dari Min Ho. Bahkan beberapa kru MNET Scandal ikut tertawa menyaksikan pemandangan di depan mereka.

“So.. How is your school?”

“Heem yeah seperti biasa. Nothing special”, jawab Min Hee santai. Obrolan mereka pun akhirnya semakin berlanjut.

(keliatan banget yee authornya males XDDD)

“Hari ini syuting terakhir kita”, ujar Min Ho tiba-tiba saat ia telah selesai menyantap hidangannya sedangkan Min Hee baru saja menikmati hidangan sop buntut hangat di hadapannya.

“Hemm. Yeah. Sepertinya akan sedih”, balas Min Hee dengan mulut nyaris penuh. Keduanya hanya tertawa sumbang meski sebenarnya Min Hee memang sungguh-sungguh mengatakan hal itu.

“Setelah ini mungkin kita tidak akan ketemu. Maksudku, aku akan tetap sibuk dengan kegiatanku demikian juga halnya denganmu”

“Heemm yeah”, sahut Min Hee menanggapi.

“Any wish? Aku akan mengabulkannya”, Min Ho menatap Min Hee lekat-lekat dan menunggu jawaban dari gadis itu. Di saat itu juga Min Hee telah selesai menikmati semua santapannya (alamak! Cepet banget yee makannya) Ia mengelap mulutnya dengan tisu sebentar kemudian membalas menatap Min Ho.

“Aku ingin ke ChungNam Elementary School”

“MWO? O.o”

***

ChungNam Elementary School, salah satu sekolah dasar yang cukup populer di Seoul. Selain karena kualitas pengajarannya, sekolah ini juga dilengkapi fasilitas-fasilitas layaknya sekolah internasional. Sebuah taman yang hampir menyerupai taman bermain tertata rapi dengan beberapa permainan untuk anak-anak pada umumnya, menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi orang-orang, termasuk Min Ho dan Min Hee saat ini (beserta seluruh kru MNET Scandal juga tentunya)

“Aku tidak percaya sekolah ini begitu berubah”, ujar Min Ho setelah lelah mengelilingi sekolah itu bersama Min Hee. Mereka duduk bersebelahan di salah satu ayunan di taman itu.

“Kau pernah sekolah disini?”, tanya Min Hee yang sekarang mulai menggerakkan ayunannya maju-mundur (emang ada gitu ayunan atas-bawah?). Ia hanya berpura-pura tidak tahu akan hal itu, padahal sebenarnya Min Hee sangat tahu jawabannya. ChungNam Elementary School adalah sekolahnya dulu, dan Min Ho adalah temannya, lebih tepatnya saingan terberatnya. Di situlah mereka pertama kali bertemu.

“Heem. Kau juga?”, tanya Min Ho balik meski sebenarnya ia tahu mereka sedang dalam aktingnya dan menjalani peran masing-masing. Min Hee mengangguk sebentar dan tersenyum. Malam itu terlewat begitu saja dengan sendirinya. Entah sudah berapa cerita berupa pengalaman di sekolah itu yang saling mereka ungkapkan. Dan seperti sebelumnya direncanakan, mereka bercerita seolah-olah mereka tidak saling kenal sebelumnya.

“Sudah malam. Sepertinya aku harus pulang”, ujar Min Hee seraya melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.

“Ya sudah. Ayo, kuantar”

“Anni. Tidak perlu. Aku pulang sendiri saja”

“Hey, mana ada pria sejati membiarkan wanita pulang sendirian di malam hari?”

“Pria sejati? Kau?”, Min Hee mengerutkan keningnya dan tertawa pelan.

“I’m not kidding, Miss”

“Yeah, I know it, Sir. Tidak usah merasa menjadi pria sejati ynga harus menemani wanita pulang ke rumahnya. Jam segini kan masih banyak orang yang baru pulang kerja, jadi jalanan tidak akan terlalu sepi. Aku naik bus saja. I’ll be fine”, ia menyunggingkan sebuah senyuman manis.

“Kau masih punya banyak schedule besok, Tuan Choi. Lebih baik kau gunakan waktu luangmu untuk istirahat”, sahut Min Hee seraya menepuk pundak pria dihadapannya itu.

Sejenak untuk beberapa detik dua insan itu saling diam. Hari itu, malam itu, dan detik itu juga mereka berpisah dan berhenti menjadi sepasang kekasih. Baik dalam reality show mereka, maupun dikehidupan sebenarnya. Apa secepat ini hubungan mereka? Cuma 3 hari?

“Emm.. Aku pulang. Annyeong”, sahut Min Hee dengan suara bergetar.

Min Ho menarik tangan Min Hee pelan sehingga badannya kembali menghadap Min Ho. Lelaki itu menatap lekat gadis dihadapannya dan detik kemudian ia melayangkan sebuah ciuman hangat di pipi kanannya. Min Hee hanya terpaku dengan perlakuan tiba-tiba Min Ho. Ia memegang pipinya yang masih hangat.

“Goodbye kiss?”, seru Min Ho membuyarkan lamunan Min Hee. Mereka berdua tertawa canggung dan akhirnya Min Hee benar-benar melangkah pergi meninggalkan Min Ho. Min Ho menatap miris punggung gadis yang sebenarnya dicintainya itu mulai menjauh.

“Saranghanda, Hwang Min Hee”, seru Min Ho dalam hati.

***

Few months later..

“Kau baik-baik saja?”, tanya Soo Jin pada Min Hee. Mereka berdua sedang menghabiskan sore di sebuah kedai kopi.

“Memang tampangku terlihat seperti memiliki penyakit kronis ya?”, balas Min Hee cuek.

“Haiissss selalu saja begini. Kau belum menghubunginya?”

“Menghubungi siapa?”, tanya Min Hee balik sambil mengaduk vanilla lattenya.

“Pemilik kedai kopi ini. Aissh jinjja. Ya tentu saja Choi Min Ho, nona Hwang”

“Cishh kau gila? Aku seorang wanita, Soo Jin”

“Dan aku juga tidak pernah mengatakan kalau kau seorang waria, eh. Berhenti bersikap gengsi seperti itu. Hubungi dia. Setidaknya tanyakan kabar”, terang Soo Jin dan hanya dibalas oleh cibiran khas Min Hee.

“Dengar Hwang Min Hee, bahkan orang bodoh pun tahu kalau kau memang sedang rindu pada pria itu. Dan aku sudah muak menghadapi sikapmu yang uring-uringan seperti ini”

“Hey, aku tidak seperti itu!”, protes Min Hee.

“Terserahlah, Min Hee. Tidak ada salahnya kau menghubunginya. Lupakan kisah cinta kalian yang sedikit….Oops sorry”, Soo Jin segera menghentikan kata-katanya ketika sebuah cubitan ringan mendarat di pergelangan tangannya. Min Hee menghela nafas panjang. Ia juga merasa bosan jika selalu diceramahi seperti ini oleh sahabatnya.

“Berhenti menceramahiku. Aku akan lakukan yang kau perintahkan itu, nona”, Soo Jin tersenyum puas mendengar pernyataan Min Hee itu.

***

Min He mengetikkan beberapa kalimat di ponselnya. Sesekali ia menghapus bagian-bagian yang menurutnya sedikit berlebihan. Dan akhirnya hanya menjadi sederet kalimat, “Hai, apa kabar?”

Ia bersiap menekan tombol SEND untuk mengirim pesan singkat itu ke Min Ho, namun diurungkan kembali niatnya itu dan malah menutup flip ponselnya. Ia menghela nafas panjang dan kemudian menatap nanar kembali ponselnya. Ia membuka flipnya dan menutupnya, kemudian membukanya dan kembali menutupnya lagi. Kegiatan itu bahkan sudah hampir puluhan kali dilakukannya, yaitu hanya membuka dan menutup flip ponselnya.

Min Hee akhirnya membulatkan satu tekad untuk segera mengirim pesan singkat tadi ke Min Ho. Sesaat kemudian, muncul sebuah laporan pengiriman di layar ponselnya.

“Mati aku! Aku benar-benar mengirimkannya sms? Aissh jinjja. Kau begitu bodoh, Hwang Min Hee”, serunya sambil mengacak-acak rambutnya kasar.

Ia pun memutuskan untuk mematikan ponselnya dan segera menuju kamarnya untuk beristirahat sejenak. Saat ia sudah sampai di kamarnya, ia mendengar sebuah ringtone yang juga berasal dari kamarnya. Min Hee melirik ponselnya namun tidak terjadi apa-apa di ponselnya. Ponselnya bahkan sudah dimatikan olehnya tadi. Lalu ringtone tadi milik siapa?

Min Hee segera menyalakan lampu kamarnya untuk memberi penerangan. Dan ia hanya bisa membekap mulut dengan kedua tangannya ketika melihat seseorang sedang duduk santai di kusen jendelanya.

“-Hai, apa kabar-. Wah smsmu baru sampai”, pria itu tersenyum manis setelah membaca sms dari ponselnya. Ia menatap Min Hee dengan senyuman maut andalannya yang masih terpampang indah di wajahnya. Pria itu, Choi Min Ho.

“A.. A.. Ap.. Apa yang…kau lakukann…”, tanya Min Hee yang masih belum percaya pria itu benar-benar ada dikamarnya.

“Apa aku terlihat semenyeramkan itu, eh? Ayolah. Aku Min Ho. Kekasihmu”

Min Hee hanya memberikan satu ekspresi -apa.yang.kau.katakan- pada Min Ho. Ia berkali-kali menghela nafas pelan untuk menormalkan kondisinya yang sedikit…gugup?

“Kau terlihat kurusan, sayang”, ucap Min Ho lembut seraya menyentuh pipi Min Hee pelan. Gadis itu masih saja diam menatap pria di hadapannya. Ia meneliti semua komponen (?) di wajahnya, sekedar memastikan bahwa pria itu memang sedang berdiri di depannya.

“Kau benar Choi Min Ho?”

“YA! Memang ada Choi Min Ho lain yang mengalahkan pesonaku?”, tanya Min Ho balik dengan ekspresi percaya dirinya. Min Hee menggeleng pelan dan hanya mengucapkan, “Ahni..”

Min Ho menarik tubuh Min Hee ke pelukannya. Lengannya yang besar nan berotot itu sudah melingkari tubuh Min Hee.

“Aku lelah. Aku lelah merindukanmu”

Sebuah senyuman kecil terbentuk di bibir Min Hee. Ia merasa sangat hangat dalam pelukan Min Ho, dan akhirnya ia membalas pelukan pria itu. “Nado bogoshippo~”, gumamnya.

“Be my girl, miss Hwang”, ucap Min Ho pelan dengan senyuman khasnya. Ia melepas pelukannya perlahan dan kembali menatap Min Hee intens.

“Dan tidak boleh ada penolakan”, tambahnya.

“Kau curang, Min Ho”, ucap Min Hee seraya memukul dada bidang Min Ho pelan.

“Eonni aku ingin makan diluar. Bisakah kita…. Op..Oppa? Min Ho oppa?”, tiba-tiba seorang gadis kecil menyeruak masuk ke kamar Min Hee. Ia masih berdiri di ambang pintu ketika Min Ho datang menghampirinya.

“Hai, little Min Hee”, sapa Min Ho akrab. Ia mengacak pelan rambut Bora, adik Min Hee.

“Oppa sedang apa? Lama tak bertemu, Oppa”, sahutnya riang. Ia memeluk Min Ho sebentar kemudian kembali ke posisinya.

“Aku hanya berjalan-jalan gadis kecil”

“Lalu tadi kalian sedang apa? Berpelukan?”, tanya Bora polos dan membuat wajah Min Hee bersemu merah. Ia bahkan mengumpat kecil ketika mendengar pertanyaan bodoh adiknya.

“Emm menurutmu? Itu kan hal yang wajar bagi sepasang kekasih, kan?”

“Mmmm??”

“Aku baru saja berjanji, untuk segera mengganti marga kakakmu menjadi Choi”, tambah Min Ho dan malah membuat Bora semakin mengerutkan keningnya. Sedangkan Min Hee hanya membelalakkan matanya.

“MWO???”

END

Tadaaaaaaa………….

hahahahahhaaa selesailah FF ga mutu ini *smirk*

Ada yang cari ga ya? *celingak-celinguk* oh ga ada. yaudah *jongkok ala shinchan*

*abaikan pemirsa pemirsa* XDDDD

mohon komennya ya. sy ga maksa kok tenang aja. cuma mohon keikhlasan😀

kalo males komen di sini, bisa mention langsung ke twitter ku @charinyoung aja.

oke oke…

FF baru akan segera nyusul. Dan sy butuh cast loh…….. ayo ayo ayo *sapeh juga yang mau*

ahahahaha…

thanks semuanyahhhh…

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Posted on 2 September 2011, in Mithaa Charinyoung, SHINee Fanfiction and tagged , . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. akhirnya nie ff tamat juga thor~~ lama bgt yak bru kluar:/ tp nice ff ^^;; lanjut2 di tggu karya slanjutnya~~ butuh cast thor?? msukin ja namkorku “jung jiheen” gpp kok wkwkwk😛

  2. akhrnya ff yg selalu aku tnggu2 d publish jg.heu
    happy ending lg hoaa senangnya.hahahaXD
    #KTawa ala bonamana
    tp tp tp koq gada kisseunya?/plakk=,=
    tp tp tp DAEBAK KOq.hehe
    oia,author btuh cast y?aku mau donk.heu
    namkor aku park chaeyoung.heu
    d tnggu bgt next ffnya=D

  3. LIKE LIKE LIKE LIKE THIS! Wakakaka,,, Assoy mamen… BAGUS LAH ONN… Bahasanya ringan enak dimakan (?) Minho seronok tuh, asal masuk kamar orang #plak Kutunggu FF BARUMU ONN!!!

  4. Si minho malem” manjat jendela rumah orang. Untung aja kagak disangkain maling.. Rattingnya menipu, kirain ada adegan nc *ditabok author*

  5. Huaaaa~
    Sudah end aja thor ? Kekeke~

    Kok Minho tiba-tiba ada dalam kamar Min Hee ?
    Ajib-ajib dah ini ..
    Happy end ! Bakal ada sequelnya nda ini thor ? #plak *reader baru lgsg mnta sequel aja*
    hhee …

  6. YAAMPUN ! Thor aku nunggu nie ff sampe ubanan ! Baru keluar sekarang eh pas di baca sedikit ayooo thor bikin sequelnya atau gemana ? Biar puas thor nunggu berbulan bulan ini -_-”
    Ini ff suka B.G.T !! ♥(>˛┌┐ <)°

  7. JINJA!! udah lama bgt sya gg ngnjungin blog ini..
    Ckckck~
    Wuaaahhh…
    Akhirnya END jugaa…uda lama di tunggu2 loh eonni…smpe kelupaan malahh..
    Wkwkwkwk..
    DAEBAK!! Sya suka FF nya #wlau sbnarnya lbih suka Minho
    :p

  8. rasanya ceritanya terlalu cpet
    part 4 nie pndek bgt
    tp lmyan suka ceritanya

  9. kya oppa,,siapa yg ngjarin manjat2 rumh org malem2 gtu..T.T,.*abaikan*dah sls nie thor,,o.o.?????jgn dong…=_=…*narik2 celana author,,*

  10. tampak berjalan begitu cepat😀
    kya buru2 bgt *telat komen XDD
    niatnya iseng main doang padahal iseng main doang ehh… tnyata😀 syukurlah tamat juga :3
    hohho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: