[FF/S/2/PG-15] Maybe..Yes?!

TITLE: Maybee..Yes?!

MAIN CAST: SNSD YURI – SUPER JUNIOR SIWON

OTHER CAST: SNSD and Super Junior members

GENRE: ROMANCE

TYPE: SERIES [4SHOT]

RATING: +15

Part 1

.::PART TWO::.

“Yuri-ya….kau bodoh..!!” gerutu Jessica yang menatap malas pada Yuri yang sedang menatap dirinya di cermin, sesekali Yuri meembenahi gaun pengantin yang sedang ia gunakan.

“Tidak juga..aku rasa ini sudah jadi takdir mereka…” gumam Taeyeon yang juga ikut memperhatikan pemampilan Yuri, gadis itu terlihat cantik hari ini, lebih cantik dari hari biasanya.

Gaun putih yang ia kenakan membuat Yuri terlihat sangat manis dan anggun. Kulit Yuri yang sedikit kecoklatan membuatnya terlihat eksotis.

“Hm..aku jadi ingin menikah juga…” Sooyoung menghela napas berat.

Yuri hanya tersenyum datar mendengarkan teman-temannya, hari ini ia sangat gugup, tentu saja karena ini adalah hari pernikahannya.

“Ok..apa sampai sekarang kamu masih tak mau katakan siapa calon suamimu pada kami?” tanya Jessica mengingatkan Yuri yang belakangan ini masih menyembunyikan jati diri calon suaminya.

“Memangnya tadi kalian tidak melihat foto pre-wedding kami di depan pintu masuk?!” Yuri malah balik bertanya. Ia sedikit cemas dengan reaksi teman-temannya bila mengetahui siapa suaminya nanti.

“Memangnya ada?” Sooyoung ikut bertanya karena ia sama sekali tak memperhatikan sekelilingnya.

Yuri berbalik dan menatap ketiga temannya. Ternyata mereka memang belum tahu, Yuri tersenyum kecil.

“Aku rasa kalian nanti akan terkejut melihat dia..”

“Cih!! Memangnya sehebat apa pria itu? Apa dia itu tipemu?” cibir Jessica, Yuri tertawa dan menghampiri Jessica, ia tak bisa bayangkan bagaimana reaksi Jessica saat bertemu dengan Siwon nanti, si-pria-idaman-nya.

“Sica, hm…apa tipemu masih seperti pria yanng berciuman di cafe dulu?!” tanya Yuri.

“Sudahlah jangan bahas tentang pria gay itu lagi, gara-gara dia aku jadi malas dengan pria berkharisma prince seperti itu…” enggan Jessica, ia menyesal sempat menyukai Siwon, Yuri kembali tersenyum, ia tak tahu harus merasa bersalah atau lega mendengar ucapan Jessica tadi.

“Onnie..” Tiba-tiba Seohyun masuk menghampiri Yuri.

“Semuanya sudah siap, ayo..upacaranya akan dimulai..” ajak Seohyun.

Yuri tersenyum dan mengajak ketiga temannya menuju ke tempat upacara.

Nanti ini akan jadi sesuatu yang lucu, saat ketiga temannya bertemu dengan Choi Siwon, si gay yang mereka temui di cafe dulu.

Yuri berusaha menyembunyikan senyumnya dari ketiga kawannya itu.

Acara pernikahan akhirnya dimulai, Yuri yang seorang yatim piatu menghampiri kakeknya yang menjadi pendampingnya, wajah kakeknya terlihat sangat bahagia, bagi Yuri itu membuat beban hutang budinya sedikit terbayar.

“Kamu cantik Yul…mirip sekali dengan ibumu..aku rasa kedua orang tuamu sangat bahagia hari ini.” bisik sang kakek, Yuri segera memeluk erat kakeknya. Ada sebesit rasa bersalah dalam dirinya karena merasa mempermainkan kewajibannya sebagai seorang cucu karena ia tidak bersungguh-sungguh menikah dengan Siwon, tapi mau bagaimana lagi, ia sama sekali tak tertarik pada pria gay itu walaupun jujur ia beberapa kali terpesona oleh senyum Siwon yang manis.

Dari dalam ruangan terdengar aba-aba agar si pengantin wanita masuk, itu membuat Yuri bersiap.

Setelah menarik napas dalam-dalam iapun melangkah dengan yakin memasuki ruangan, ia telah berada sejauh ini, ia tak mungkin mundur atau merubah pikirannya.

Dari altar Siwon berbalik ke arah Yuri yang sedang berjalan ke arahnya, senyum bahagia terus terhias di wajahnya, hari ini Yuri terlihat sangat cantik, ia merasa sangat bersyukur dapat menikahi gadis itu.

Sedangkan di kursi para tamu, 3 sahabat Yuri sedang terperangah tak percaya melihat siapa yang menjadi calon suami Yuri. Wajah Siwon yang tampan langsung mengingatkan mereka pada sosok pria yang pernah mereka lihat di cafe beberapa waktu lalu, dan yang membuat mereka tak dapat melupakan pertemuan mereka adalah aksi ciuman Siwon dengan Donghae yang membuat mereka jijik, tertlebih lagi Jessica yang sebelumnya sempat menyukai Siwon, tapi rasa sukanya langsuung lenyap begitu mengetahui ketidaknormalan Siwon.

“Ya Tuhan..jangan bilang kalau saat ini aku sedang berhalusinasi..” Jessica meremas erat lengan Taeyeon, ia bagai melihat si-pria-idaman-nya-yang-gay sedang berdiri gagah di altar menunnggu Yuri yang sedang berjalan menghampiri Siwon calon suaminya.

“Sooyoung-ah apa kamu juga melihat apa yang sedang aku lihat? Aku seperti melihat laki-laki di cafe waktu itu?” Taeyeon mencoba memastikan penglihatannya. Ketiganya saling berpandangan.

“Jadi kamu juga?!” Sooyoung masih tak percaya.

“Yuri sudah gila…!?!” bisik Jessica karena Yuri tak pernah mengatakann apapun padanya tentang calon suaminya itu yang ternyata pria yang pernah Jessica suka.

“Pantas saja tiap aku tanya dia selalu menghindar, tapi kenapa? Bukannya dia tahu laki-laki itu gay?!” bingung Sooyoung.

“Ah..aku juga ingat, tadi dia juga sempat tanya tentang pria itu padaku…dasar Kwon Yuri sakit jiwa, sejak kapan ia menyukai pria yang jadi tipe-ku..diakan sellalu menghina semua tipe-idamanku…dan yang paling tidak masuk akal, dia malah menikahi seorang gay?!!!”

Ketiganya hanya mampu menatap ke arah pengantin dengan penuh tanda tanya.

Dia altar Siwon membungkuk sopan pada sang kakek yang menyerahkan Yuri pada Siwon.

Acarapun dimulai, keduanya dan semua isi ruangan mengikuti dengan hikmat, sehingga semuannya berjalan dengan lancar.

*@*@*@

Hari yang melelahkan~

Itu yang Yuri rasakan saat ini, akhirnya ia telah menyelesaikan upacara pernikahannya dengan pria yang masih terasa asing baginya..Choi Siwon.

Seusai menyelesaikan upacara dan resepsi, mereka berdua langsung menuju ke apartemen Siwon yang berada di kawasan Gangnam.

Kewajibannya kepada sang kakek telah ia jalani, nanti tinggal kewajibannya untuk menjelaskan semuanya pada ketiga sahabatnya yang sejak tahu Siwon adalah suaminya terus saja mengejar Yuri bagai para penagih hutang.

Untung saja Yuri di kelilingi oleh para tamu dan terus berada di samping Siwon sehingga ketiganya tak sampai menggeroyokinya dengan segala pertanyaan mereka tentang Siwon.

Tapi Yuri harus bersiap karena beberapa hari lagi ketiga ‘hantu’ itu akan datang mengunjunginya dan menuntut penjelasan.

“Masuklah..” ajak Siwon begitu membuka pintu apartemennya.

Wajahnya terlihat sangat bahagia dan bersemangat, padahal Yuri telah kelelahan dan kehabisan tenaganya.

“Selamat datang di rumah kecil kita..” sambut Siwon.

Rumah kecil…kita??
Yuri melangkah masuk dengan sedikit gugup, ini adalah dunia barunya. Ia akan tinggal sendiri tanpa ada keluarga di sisinya, ia hanya hidup bersama dengan…suaminya ini.

Hm~rasanya aneh menggunakan kata ‘suami’, rasanya saat ini ia belum benar-benar menikah, ini seperti sebuah khayalan yang baru ia mulai..

“Bagaimana, apa kamu suka?” tanya Siwon, ia sedikit cemas, takut Yuri tak menyukai dekorasi rumah mereka ini.

“Bagus..”puji Yuri datar sambil melihat-lihat.

“Eh Yuri-ssi, kamar kita yang ini…” panggil Siwon saat Yuri menuju ke sebuah ruangan.

“Lalu ini apa?”

“Itu kamar tamu..”

Yuri mengangguk pelan.

“Berarti di sini ada dua kamar?”

“Iya, kadang-kadang temanku Donghae menginap di sini..jadi…”

“Donghae?!” Yuri tiba-tiba mengingat sosok laki-laki yang mencium Siwon di cafe dulu, kalau tak salah waktu itu wanita yang menampar pacar Siwon menyebut nama Donghae.

“Iya, apa kamu mengenalnya? Sayang sekali tadi dia tidak bisa datang kepernikahan kita..dia sedang berada di luar negri..mungkin sabtu ini dia baru kembali ke Korea…” terang Siwon sambil membuka jas pernikahannya.

Yuri hanya diam memperhatikan tingkah Siwon, ia sama sekali tak tertarik untuk membantu Siwon membuka jasnya.

Kening Yuri mengerut, pria itu dengan sangat tenang menceritakan tentang kekasih-gay-nya pada wanita yang telah resmi menjadi istrinya saat ini…sebenarnya pria seperti apa Choi Siwon ini??

“Hei ada apa?” tanya Siwon yang mendapati Yuri sedang menatapnya.

Siwon tersenyum lembut dan menghampiri Yuri yang masih terpaku dengan lamunannya.

“Apa kamu lelah?!” tanya Siwon seraya membelai lembut rambut Yuri membuat gadis itu terkejut, dengan cepat ia menghindar dari Siwon.

“Hm..apa kamar ini boleh aku pakai?” tanya Yuri segera masuk ke kamar tamu.

“Apa? Kenapa​​? Kamar kitakan di sebelah sana?!” heran Siwon sambil mengikuti Yuri ke dalam kamar tamu.

“Aku ingin di sini, kita sebaiknya pisah kamar..” ujar Yuri santai membuat emosi Siwon muncul, ia tak suka dengan ide Yuri.

“Kenapa?!” tanya Siwon seraya menarik tangan Yuri yang ingin menghindarinya.

Yuri tersenyum sinis, ia menatap Siwon dengan datar.

“Kamu tahu alasannya Siwon-ssi..”

“Alasan?!!”

Siwon menatap Yuri dengan tajam namun akhirnya perlahan melembut, ternyata gadis ini masih penyuka sesama jenis, apa karena itu ia ingin mereka pisah kamar?

“Apapun alasanya, sekarang ini kita telah menikah…kita telah menjadi suami istri…aku mau kita hidup di satu rumah dan berada di satu kamar pula..” tegas Siwon, tekatnya ingin menjadikan Yuri seorang gadis normal semakin kuat.

Yuri kembali tersenyum sinis, pria ini semakin aneh dengan mengatakan hal itu.

Apa pria ini ingin memiliki dirinya tapi tetap berhubungan dengan pacar-gay-nya itu??

Yuri berusaha mencari kesungguhan dari ucapan Siwonn yang ia anggap bohong.

“Aku tahu rahasiamu Choi Siwon..” bisik Yuri sinis.

“Rahasia?!” kening Siwon mengerut heran.

Memangnya ia punya rahasia apa, hingga membuat Yuri terlihat kesal padanya.

“Kamu…gay. Iya kan?”

“APA?!!!” kaget Siwon.

Yuri ingin tertawa melihat ekspresi Siwon yang terkejut, pria ini memang tampan dan menarik, tapi tetap saja, dia seorang gay.

Siwon tersenyum bahkan kini ia tertawa mendengar tuduhan Yuri padanya…

Gay???!!

Dari mana gadis itu berpikir dirinya seorang gay??

Apa karena ia setuju menikahi gadis lesbian ini maka dia dituduh sebagai penyuka sesama jenis juga??

“Aku pria normal…” kata Siwon pelan, ia tak ingin mengatakan bahwa Yurilah orang yang tak normal di sini, itu bisa melukai harga diri gadis itu.

Yuri tersenyum kecil, ia menatap lekat wajah Siwon, sorot mata Siwon seperti sedang berusaha menyakinkan dirinya bahwa dia adalah laki-laki normal.

“Siwon-ssi…tenanglah..aku tak keberatan kalau kamu memang penyuka sesama jenis..aku bisa terima itu..karena itu aku setuju menikah denganmu..”

“APA?!!” Kepala Siwon bagai dihantam oleh sesuatu yang keras dan berat.

Ia menatap tak percaya pada Yuri, jadi gadis itu menyetujui pernikahan ini karena menganggap dirinya seorang gay…​​??!!!

Ia tahu, Yuri mungkin tak mencintainya..tapi ia sama sekali tak pernah berpikir bahwa Yuri menggunakan alasan seperti itu untuk menyetujui pernikahan mereka.

Siwon mencoba menatap Yuri dengan segenap emosinya yang mulai naik. Kini rasa kecewa dan marah mulai menyelubungi pikiran Siwon.

“Yuri-ssi..sekali lagi aku tegaskan..aku ini pria normal…aku menikahimu karena aku memang menyukaimu….!!” suara Siwon terdengar kesal, tatapannya mengarah tajam pada Yuri membuat gadis itu sedikit merinding takut.

“Baiklah..terserah…” balas Yuri pelan, ia tak suka dengan tatapan Siwon yang menakutkan, mungkin pria itu marah karena jati dirinya sebagai gay telah ia ungkapkan.

“Kamu tak percaya kan?!!!” dengan kasar kedua tangan Siwon memegang pundak Yuri, kini gadis itu benar-benar ketakutan dengan sikap Siwon.

“Siwon-ssi..jangan begini..!!” Yuri berusaha melepaskan tangan Siwon dari pundaknya.

Namun yang dilakukan Yuri makin membuat Siwon emosi, gadis itu pasti tak ingin di sentuh olehnya yang jelas-jelas kini telah resmi menjadi suaminya, apa gadis itu masih memikirkan pacar-wanita-nya yang tadi juga datang kepernikahan mereka.

Mengingat itu emosi Siwon makin meluap kesal. Yuri sama sekali tak sungkan mengundang kekasih-lesbian-nya keupacara pernikahan mereka.

Dengan kasar Siwon berusaha mencium bibir Yuri, mendorong paksa tubuh Yuri ke tempat tidur yang ada di dekat mereka.

“Aku akan buktikan kalau aku pria normal…!!!”

Yuri berusaha meronta sekuat tenaganya, sosok Siwon yang tenang telah berubah menjadi mengerikan, Siwon terus berusaha mencium bibir Yuri yang terus saja melakukan penolakan.

Begitu jatuh ke atas tempat tidur, Siwon segera menindihi tubuh Yuri dan terus mengunci bibir gadis itu dengan bibirnya, lalu ciumannya berpindah ke leher dan mulai beranjak turun.

“Si-Siwon-ssi…ja..ngan…” airmata Yuri mulai mengalir, ia tak pernah membayangkan Siwon akan memperlakukan didirinya sekasar ini.

“To..long jangan..begini…aku mohon…” ratap Yuri, tangisnya makin menjadi.

Dengan nafas tersengal Siwon akhirnya menghentikan ciumannya, kini rasa kesalnya malah berubah menjadi rasa bersalah. Yuri sedang menangis karenanya.

Siwon bangkit dan duduk disebelah Yuri, sedangkan gadis itu masih di posisi tidur, ia terus menangis dan membalikkan badannya membelakangi Siwon.

“Maaf…” bisik Siwon merasa bersalah.

“Pergi…tolong pergilah..!!” pinta Yuri yang tak ingin melihat Siwon.

Siwon menatap punggung Yuri yang masih bergetar hebat.

Ia ingin memeluk gadis itu, namun hal itu mungkin akan membuat Yuri makin ketakutan padanya.

Dengan lemas akhirnya Siwon beranjak meninggalkan kamar itu, begitu pintu kamar di tutup oleh Siwon tangis Yuri makin meledak, ia marah dan sakit hati atas perlakuan kasar Siwon tadi…itu sangat menyakitkan baginya…

Bersambung~

Posted on 6 September 2011, in AUTHOR, HeLLeN Hoon, SM Town, Super Fanfiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Akhirnya ada lanjutannya… Nitip jempol dulu,🙂

  2. Wah… Wah… Seru onn,, ya ampun complicated bgt ya jadinya… Saling tuduh menuduh gay-lesbian….wkwkwk… Gak sabar cerita endingnya (?) Siwon Yul baikan kan?😛

  3. 10 jempol deh buat author !! Fighting eon ^^

  4. Wah..emang bener-bener daebak dech…

    Cerita2 hellen unn emang keren2…

    Unn mash inget aku kan?yg gak pernah bisa ngomen di wp unn,jd aku kmen di fb unn….

    Hua….seneng..sekarang bisa kmen..:-D

  5. Waaa ceritanya seru aku suka n,n

  6. Waa, pendek ya tiap part.a…

  7. Ya ampyun mereka bner” slh paham

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: