[FF/S/3/PG-15] Maybe..Yes?!

TITLE: Maybee..Yes?!

MAIN CAST: SNSD YURI – SUPER JUNIOR SIWON

OTHER CAST: SNSD and Super Junior members

GENRE: ROMANCE

TYPE: SERIES [4SHOT]

Part 1 :: Part 2

.::PART THREE::.

Dingin~

Itulah yang Yuri dan Siwon alami saat ini…

Sejak kejadian malam itu, mereka belum saling berbicara sama sekali.

Yuri terus berusaha menghindari Siwon, saat ia keluar kamar dan mendapati Siwon sedang berada di ruang tengah yang berada tepat di depan kamarnya, maka ia akan kembali masuk ke kamarnya.

Saat ia ingin ke dapur dan mendapati Siwon di sana, ia akan segera berbalik masuk ke kamarnya. Saat keluar rumahpun ia menunggu Siwon berangkat kerja, dan ia akan kembali ke rumah sebelum Siwon belum tiba di rumah, sedapat mungkin ia menghindari Siwon.

Melihat sikap Yuri yang terus saja menghindarinya membuat Siwon sedih dan terluka, ia tak pernah ingin membuat Yuri menjauhinya, ia ingin meminta maaf dan kembali bicara dengan Yuri namun Yuri selalu terlihat takut dan terus menghindarinya.

Akhirnya Siwon lebih memilih menyibukkan diri dengan pekerjaannya karena percuma untuk mendekati Yuri saat ini.

Dingin~!!
Itulah istilah untuk hubungan mereka saat ini.

TING!! TONG!!!

Terdengar bel pintu berbunyi, Siwon yang sedang sibuk di ruang kerjanya tak mendengar bunyi bel.

CEKLEK!!

Dengan hati-hati Yuri keluar dari kamarnya dan segera menuju pintu.

“Sica..!!” Yuri langsung memeluk erat Jessica yang masih berdiri di depan pintu, merasa ada yang tak beres dengan keadaan Yuri, Jessica hanya diam membiarkan Yuri memeluknya padahal biasanya ia paling risih untuk berpelukan dengan orang lain.

“Yul ada apa?” cemas Jessica karena kini Yuri malah menangis dipelukannya.

Di dalam, Siwon yang baru menyelesaikan pekerjaannya keluar dari ruang kerja dan keheranan karena pintu luar terbuka, tapi langkahnya langsung tertahan saat melihat Yuri sedang berpelukan dengan kekasih-lesbian-nya.

Siwon hanya mampu melihat mereka dengan luka, antara sedih dan cemburu.

“Eh?!” Jessica yang melihat Siwon segera melepas pelukan mereka.

“Apa kabar..?” sapa Jessica pada Siwon yang masih membatu menatap kedua gadis itu.

Yuri segera menghapus airmatanya.

Ia mencoba untuk kuat lalu berbalik menatap Siwon.

“Apa aku boleh keluar sebentar?” tanya Yuri dengan sorot mata memohon.

Siwon menghela nafasnya, apa Yuri akan pergi berkencan dengan pacarnya itu, tapi kenapa ia dengan sangat berani meminta izin dari suaminya sendiri.

“Aku ingin bertemu sebentar dengan teman-temanku..” terang Yuri yang merindukan para sahabatnya.

“Pergilah..” kata Siwon pelan dan sangat berat, ia sekarang bagai seorang pria bodoh yang sedang memberi izin pada istrinya untuk berselingkuh.

Yuri mencoba tersenyum pada Siwon.

“Terima kasih..”senang Yuri dan mengandeng tangan Jessica.

“Kami permisi dulu, tenang saja aku nanti akan mengantar Yuri pulang..” Jessica membungkuk kecil lalu pergi bersama Yuri.

Siwon masih membisu di tempatnya, hatinya bagai tertusuk oleh ribuan pisau.

Ia sangat terluka saat ini, Yuri terang-terang menggenggam tangan kekasihnya dihadapan suaminya sendiri, ini sangat menyakitkan.

Ternyata mencintai gadis itu tak semudah yang Siwon bayangkan sebelumnya.

*@*@*@*

Malamnya~

Yuri menekan bel apartemen mereka, tak lama kemudian pintu terbuka dan Siwon muncul dari dalam. Keduanya sempat membisu gugup.

“Masuklah..” akhirnya Siwon mundur dan memberi Yuri jalan.

“Yuri-ssi…” panggil Siwon saat gadis itu berjalan cepat menuju ke kamarnya.

Yuri menoleh, ia sedikit takut menatap Siwon.

“Bagaimana kalau kita makan malam bersama..?” ajak Siwon lembut.

“Aku sudah makan…”

“Kalau begitu..apa mau temani aku sebentar…”pinta Siwon.

Yuri ingin menolak tapi ia tak tega melihat Siwon yang belum makan, padahal jam makan malam telah lama terlewat.

Yuri mengangguk pelan membuat senyum Siwon mengembang senang.

“Terima kasih..”

Yuri hanya tersenyum kaku dan mengikuti Siwon menuju dapur.

“Ah…apa mau minum se-sesuatu?” tanya Siwon sedikit gugup dan salah tingkah.

“Tidak perlu, aku bisa ambil sendiri..”datar Yuri, Siwon hanya mengangguk dan mulai menyiapkan makan malamnya.

Yuri duduk di salah satu kursi dan memperhatikan Siwon, pria itu terlihat gugup dan sedikit panik, itu membuatnya terlihat tampan dan..lucu.

“Siwon-ssi, kamu sedang apa? Apa makan malammu belum siap??” heran Yuri akhirnya peduli dengan Siwon, ia pikir hanya menemani Siwon untuk makan, tapi sepertinya ia tak punya makanan untuk dimakan.

“Eh..aku tadi lupa untuk delivery order, karena itu aku mau membuat ramen..” terang Siwon yang sedang memilih mie yang akan ia masak.

“Ramen?”

Yuri akhirnya beranjak dan menuju ke kulkas, karena seingatnya di sana ada banyak bahan masakan.

“Kenapa tidak masak saja, kamu punya banyak bahan masakan?” tanya Yuri lagi.

“Itu…aku tidak bisa masak…” aku Siwon sambil tersenyum malu membuat Yuri tak mampu menyembunyikan tawanya, ekspresi Siwon terlihat lucu saat mengatakan ia tak dapat memasak.

Tanpa sadar, kekakuan diantara mereka mencair dengan sendirinya.

“Lalu kenapa di sini banyak bahan masakan?”

“Itu untukmu..aku tak tahu kamu suka masak apa karena itu aku beli saja berbagai macam bahan…” terang Siwon sambil tertawa bodoh, keduanya akhirnya malah tertawa bersama.

Pria ini ternyata lucu dan perhatian juga..

Yuri menghela nafas.

“Duduklah, aku akan buatkan sesuatu..” perintah Yuri sambil meneliti bahan-bahan yang ada di kulkas.

“Benarkah??!!” tanya Siwon tak percaya.

“Tunggu sebentar, mungkin sekitar 15 menit..”

Yuri langsung larut dengan kesibukannya memasak, Siwon yang senang dengan sikap Yuri hanya mampu dia memandangi Yuri yang sedang sibuk.

Sekali lagi Yuri membuat Siwon terpanah, gadis itu sangat terampil dan cekatan, saat memasak wajahnya terlihat serius namun tetap terlihat cantik, arah mata Siwon terus saja mengikuti segala gerak-gerik Yuri, segala kekesalan dan amarahnya yang tadi sempat muncul karena melihat kepergian Yuri dengan Jessica kini telah terlupakan oleh Siwon.

“Selesai…” Yuri membawa panci isi makanan ke hadapan Siwon.

“Hm..sepertinya tadi ada kimchi..” Yuri kembali sibuk mencari kimchi di kulkas lalu memanaskannya sebentar, iapun mengambilkan nasi dan menaruhnya di depan Siwon.

“Siwon-ssi..makanlah..”

Siwon mengangguk patuh dan memulai makan malamnya, sedangkan Yuri hanya duduk di hadapannya bagai seorang ibu yang sedang menunggui anaknya yang sedang makan.

“Terima kasih..” haru Siwon, baru kali ini ia diperlakukan seperti ini oleh seorang gadis, Yuri mengangguk dan tersenyum kecil, ia senang melihat Siwon yang makan dengan lahap. Pria itu terlihat sangat manis.

“Kau tau, ternyata sangat menyenangkan memiliki istri yang pintar memasak…terima kasih Yuri-ssi..” kata Siwon lagi disela-sela kegiatannya mengunyah.

Istri????

Ucapan Siwon membuatnya kembali tersadar akan statusnya yang telah menjadi istri Siwon.

Walaupun tadi ketiga temannya telah mengingatkan hal itu, namun saat ini ucapan Siwonlah yang telah menggugah hati dan pikirannya tentang statusnya itu.

Ternyata seperti ini rasanya menjadi seorang istri, Yuri tersenyum kecil.

Tiba-tiba Yuri beranjak dari duduknya membuat Siwon menghentikan kesibukan makannya.

“Mau ke mana, akukan belum selesai makan?” tanya Siwon sedikit kecewa karena Yuri bangkit dari duduknya.

“Teruskan makanmu..” Ternyata Yuri membuatkan segelas teh hangat untuk Siwon.

Siwon kembali terharu dengan sikap Yuri yang baik padanya.

“Terima kasih Yuri-ssi..”

“Habiskan semuanya…” perintah Yuri, Siwon mengangguk patuh dan meneruskan makannya.

Setelah makan malam…

“Sekali lagi terima kasih untuk makanannya..” senang Siwon, Yuri kembali mengangguk pelan, mereka berjalan bersama menuju ruang tengah, namun senyum Siwon perlahan menghilang karena Yuri berbelok menuju kamar tamu.

“Yuri-ssi..” panggil Siwon.

“Hm..?”

“Apa kita akan tetap pisah kamar?”

Yuri tak bisa menjawab pertanyaan Siwon, ia hanya membisu bingung.

“Baiklah, tak apa…aku akan tunggu..” kata Siwon tak ingin memaksakan keinginannya.

“Selamat malam…” Siwonpun menuju ke kamar utama, kamar yang seharusnya di tempati dirinya bersama Yuri.

Saat Siwon masuk dan menutup pintunya, entah mengapa Yuri merasa sedikit kecewa.

Ia pun merasa sedih dengan sorot mata Siwon tadi.

Tapi iapun makin bingung dengan jati diri Siwon yang sesungguhnya.

Apa pria itu benar-benar lelaki normal??
Ataukah dia sudah sembuh dari ketidaknormalannya sebagai penyuka sesama jenis??

Yuri menggeleng pelan dengan semua pertanyaan baru yang muncul di benaknya, iapun segera masuk ke kamarnya dan mencoba untuk mengistirahatkan pikirannya yang terasa berat.

*@*@*@

Paginya~

“Pagi..” sapa Siwon yang mendapati Yuri di dapur, gadis itu tengah menyiapkan sarapan.

“Pagi…duduklah, ayo sarapan..” ajak Yuri tanpa melihat Siwon.

Siwon tersenyum senang, tapi bukannya menurut dan segera duduk ia malah menghampiri Yuri yang masih sibuk.

“Buat apa..?!” tanya Siwon sambil melihat apa yang Yuri kerjakan.

“Tunggu saja, sudah sana..” usir Yuri yang spontan mendorong Siwon untuk menjauhi wilayah masaknya.

“Iya-iya…” patuh Siwon sambil mengelus lembut rambut Yuri, membuat Yuri terkejut.

Tapi Siwon hanya tersenyum dan segera duduk.

Jantung Yuri memberi reaksi aneh..jantungnya tiba-tiba saja berdebar cepat, namun ia suka dengan debaran itu.

Akhirnya setelah menyiapkan semuanya keduanya duduk dan sarapan bersama.

“Hm..Yuri-ssi, apa akhir pekan ini aku boleh mengundang seorang teman ke sini, aku ingin memperkenalkannya padamu…”

“Silahkan..inikan rumahmu..” jawab Yuri datar.

“Rumah kita…ini sudah jadi rumah kita…” ralat Siwon, Yuri melihat Siwon yang menatap lurus padanya.
“Ok..” jawab Yuri.

“Kamu juga boleh mengundang temanmu sekalian, biar kita semua lebih akrab..”

“Benarkah?” Yuri langsung bersemangat.

“Akhir minggu ini, ok..”

Yuri mengangguk senang.

“Baiklah aku harus berangkat kerja…mungkin aku akan pulang terlambat…”terang Siwon sambil beranjak dan merapikan pakaiannya.

“Yuri-ssi, apa bisa bantu aku sebentar?” tanya Siwon sambil menunjuk dasinya yang miring, Yuri tersenyum kaku dan akhirnya berdiri membenahi dasi Siwon.

“Seperti ini?” tanya Yuri sedikit kikuk karena merasa jarak mereka terlalu dekat.

“Hm..iya. Terima kasih..” senang Siwon lalu mencium kening Yuri.

“Aku berangkat..” pamitnya tanpa menunggu reaksi Yuri atas ciumannya itu.

Siwon pergi dengan senyum puas, ia ingin membuat hubungan mereka senormal mungkin seperti pasangan suami-istri lainnya.

Ia sadar, Yuri mungkin tidak merasakan apapun atas sikapnya pagi ini, tapi inilah yang ingin Siwon lakukan, ia ingin menjadikan Yuri gadis normal yang menyukai lawan jenisnya. Lagipula Siwon juga sangat menikmati hal ini, ia dapat leluasa menunjukkan rasa cintanya pada Yuri dan mengubah pemikiran Yuri bahwa ia adalah gay.

Sedangkan Yuri, gadis itu masih membatu walaupun Siwon telah pergi meninggalkan apartemen mereka.

Rasa apa ini??
Kenapa ia bisa berdebar-debar seperti ini??
Yuri menyentuh dadanya…

Apa sikap Siwon terhadapnya itu sebuah hal yang wajar dilakukan oleh seorang gay???
Apa Siwon juga melakukan hal serupa pada semua orang??
Baik pada wanita juga pada pria yang dekat dengannya??

Yuri menggeleng cepat.

“Jangan sampai aku menyukainya…aku bisa gila kalau menyukai seorang gay yang jelas-jelas tak tertarik pada wanita…”

Yuri menghela nafas panjang..

Membayangkan ia harus bersaing dengan pacar-gay-nya Siwon membuatnya tiba-tiba merinding.

“Kwon Yuri wake-up!!” serunya tak ingin membayangkan hal yang menurutnya menyeramkan.

Iapun memilih untuk bersiap-siap berangkat kerja, dia harus menceritakan kekalutannya ini pada para sahabatnya.

Bersambung~

Jujur..sebenarnya agak merasa was-was dengan fanfic ini karena peminatnya semakin sedikit dibandingkan dichap 1 [dilihat dari komen] makanya aku agak telat postingnya..

ya..mungkin ceritanya kurang menarik..

jadi harap maklum dan nikmati saja ya^^”

dan terima kasih buat temen-temn yang masih mengikuti cerita ini^^

Posted on 9 September 2011, in AUTHOR, HeLLeN Hoon, SM Town, Super Fanfiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Annyeong…baru nemu ni ff,truz bca dr part 1 pe part in..critanya menarix qo cingu..smuanya ini cuma xarna xesalahfahaman..aizh..si dong2 c paxe cium2 bibir siwon segala..gmana axhir crita ini?d tunggu part slanjutnya cingu..pasti lebih seru

  2. Perasaaan author aja ah! Ini ff menarik bgt, original belom prnh aku liat ff yg mendekati ide cerita ini🙂
    Paart 1-2 itu daebaakk! Berasa terbawa dlm situasi mrk >,< tp kok di part 3 *mian* krg greget? Rada terburu2 ceritany😦
    Tetep lanjutin ff ini ya, author fighting ^^

  3. Bagus kak! Like this, tapi di chapt ini nekanin penyelesaian ya? Krg gregret si… Tapi tetep bagus kok! Suka sama Alur Ceritanya ^,^

  4. Bagus…Terus berkarya..🙂🙂

  5. Huaaa disini masih salah sangka y
    Kasian siwon oppa sma yuri eonni

    Semangat y

  6. nice thor,,😀 bru liat ff ini, hehhee
    semangka😀

  7. Menurut ak menarik..

  8. Waaah makin seruuu nih
    yul mulai suka nih ma siwon

  1. Ping-balik: [FF/S/4/PG-15] Maybe..Yes?! – End « ミ SHINee Super Shinki FF Indo ♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: