[FF/G] MY GHOST MY HERO Part – 5

Main Cast:
Lee Jinki as Lee Eunsook
Kim Jonghyun
Kim Kibum
Choi Minho as Choi Minjung
Lee Taemin

Support Cast:
Jung Yunho as Nyonya Yunah
Kim Jaejong
Go Hara

Genre: Horor Comedy
Rating General
Leght: Sequel

Masih ingatkah dengan FF ini?
Kalau sudah lupa baca lagi aja dr part 1.. wkwkwkwkkwkwk *author sengene*
Sebenernya nulis part ini aku sangat tertekan. Gak gak gak kuat ngebayangin Jonghyun gentayangan~

RCL Please~


Terkadang cinta tumbuh dari rasa bersalah. Rasa bersalah yang berubah menjadi rasa kasihan. Rasa belas kasih tersebut membuat kita memberikan perhatian yang lebih. Perhatian yang diberikan setiap saat karena merasa apa yang kita berikan belum cukup untuk membayar rasa bersalah kita. Setiap hari bertemu maka kita akan kehilangan saat dia tak ada. Sedikit demi sedikit namun pasti, cinta akan datang karena biasa.

Jonghyun POV

Tubuhnya berkeringat, menarik nafasnya dalam-dalam. Memaksakan diri meskipun tubuhnya perlu istirahat. Hanya karena mendapat telefon dari umma untuk segera menemuinya dirumah, yeoja pabo ini membobol sisa tabungannya untuk membayar taxi. Jika saja dia bilang sedang sakit pun umma pasti akan memaklumi.

Lee Eunsook.
Sebenarnya dia terbuat dari apa?

“Stop! Stop!”

Entahlah.
Perasaaku tidak enak. Aku mendahului Eunsook yang sedang membayar taxi. Hatiku semakin kesal ketika melihat mobil Hara terparkir dihalaman rumahku.

Aku menengok kearah Eunsook. Yeoja itu berjalan sambil menundukkan kepalanya dan jontai. Dia pasti tidak akan melihat mobil Hara. Aisshhh! Lagipula dia tidak akan tahu kalau itu mobil Hara.

“Besok aku kembali lagi.”

Mendengar suara Hara membuatku berhenti seketika. Yeoja yang pernah aku puja itu berusaha menyusul langkah Kibum yang lebih cepat darinya.

“Tidak usah kembali. Pulanglah kealammu!”
“Kibumie~ jangan galak seperti itu. Kau kesal karena aku memutuskan hubungan kita bukan?”

Go Hara.
Tidak pernah berubah. Masih pandai merayu seperti dulu.

“Cih! Hubungan kita sudah berakhir bahkan sebelum hyung pergi. Kau saja yang tak tahu malu masih menganggapku namjacingumu.”
“Ahni~ Jonghyun oppa belum pergi.”
“Mwo??”

Apa maksudnya?
Apa mungkin Hara berfikiran sama seperti Minjung?
Aku mulai mendekati mereka. Hara berhasil menyusul Kibum dan berdiri didepan dongsaengku.

“Ah~ kau cemburu bukan jika aku kembali pada hyungmu?”
“Eoh??”
“Baiklah. Agar kau tidak sedih akan kuberikan kau goodbye hug.”

Kibum memutar bola matanya dan melayani permainan Hara. Aku tidak yakin Hara hanya akan memeluk Kibum.

Bingo! Hara mencuri cium dari Kibum. Sudah kuduga.

Apa?
Ya! Kenapa yeoja pabo ini datang disaat yang tidak tepat?
Eunsook hanya diam melihat Hara mencium Kibum. Omo! Hidungnya mulai memerah! Air matanya mulai menggenang diujung matanya.

“Eunsook noona!”

Baik Kibum maupun Hara tampak terkejut melihat keberadaan Eunsook. Mereka berdua tampak khawatir apabila Eunsook melihat adegan beberapa menit yang lalu, dan Eunsook memang melihatnya.
Kibum berlari menghampiri Eunsook yang diam mematung dengan mata yang dipenuhi air mata. Air mata itu belum turun setetes pun, si pemiliknya belum mengijinkan.

“Eunsook noona! Gwenchana?”

Apa maksud Kibum menanyakan keadaan Eunsook? Atau jangan-jangan dia tahu perasaan Eunsook yang sebenarnya?

“Ne~ Gwenchana.”

Menjawab dengan suara parau, dan air mata itu akhirnya turun meskipun bibirnya ditarik membuat sebuah senyuman.

“Noona.”

Kibum terlihat ragu-ragu untuk menghapus air mata Eunsook. Didalam hatinya pasti dia merasa bersalah.

“Noona, kau mau menemui umma?”
“Aku mau pulang.”
“Wae?”
“Aku lapar. Annyeong~”

Lapar? Pantaskah itu dijadikan alasan?

Ternyata Eunsook masih manusia.
Tidak dapat menahan rasa sakitnya, dia berlari meninggalkan rumah ini.
Dan ada yang salah pada Hara. Seharusnya dia senang melihat saingannya menangis. Tapi Hara justru terdiam dengan wajah kebingungan.

“Eunsook noona!!”

Aku tidak mau melihat adegan selanjutnya.
Buang-buang waktuku karena hanya akan melihat dua manusia bodoh yang saling mengejar.

Whoaaammm~
Haruskah aku campur tangan? Merepotkan saja!

********

Kibum POV

Sudah lama sekali semenjak kelahiran Taemin Eunsook tidak menangis. Sejak usianya dua tahun Eunsook sudah dapat menipu orang dewasa kalau dia tidak sedang bersedih, dia akan tersenyum sangat lebar.
Perkataan nyonya Lee beberapa saat yang lalu itu membuatku jadi merasa bersalah pada Eunsook.

Aku tidak tahu apa yang mendorongku mengejar Eunsook hingga kerumahnya. Mungkin perasaan bersalahku karena membiarkan Hara menciumku.

Aiisshhhhh!!! Kenapa rasa bersalah ini tidak hilang juga??? Aku masih terjaga ditempat tidurku padahal jam di dindingku sudah menunujukan pukul dua pagi.
Eunsook tidak pernah menangis sebelumnya? Apa memang benar dia sudah dirasuki Jonghyun hyung? Bukankah Jonghyun hyung mudah sekali menangis?

Tik tok tik tok

Suara detak jam dinding terdengar seperti didekat telingaku. Aku mulai mencari-cari apa persamaan antara Jonghyun hyung dan Eunsook noona. Apa yang menyebabkan Minjung begitu yakin kalau Eunsook adalah reinkarnasi Jonghyun hyung?

Tik tok

Ahni! Jonghyun hyung tidak suka coklat, tapi kenapa Eunsook noona menyimpan coklat disakunya?
Lagi pula Jonghyun hyung bukanlah tipe orang yang disukai anak-anak. Tapi mengapa Yoogeun dan anak lainnya suka pada Eunsook noona?

Tik tok tik

Tapi~ hanya Jonghyun hyung yang memanggil Onew dengan sebutan Hara. Dan kenapa wangi parfum mereka sama?

Tik tok

Tik tok

Ah! Jonghyun hyung tidak makan sebanyak Eunsook noona.
Lagipula dia sudah menjadi noonanya Taemin sejak dulu. Jika memang Eunsook noona adalah reinkarnasi Jonghyun hyung, bukankah seharusnya dia masih bayi?

Tik tok tik tok

Aarrrrgghhh!!! Aiishhh! Sebenarnya kenapa dengan diriku?
Di satu sisi aku begitu yakin jika Eunsook noona bukanlah Jonghyun hyung. Tapi disisi lain aku merasa bersalah pada Eunsook noona karena membiarkan Hara mencuri cium dariku. Rasa bersalah yang sama seperti saat aku memenuhi permintaan Jonghyun hyung untuk menerima Hara.

Tik tok

Jonghyun hyung, apa kau masih berada disekitar kami?

Tok! Tok! Tok!

Eehh~ siapa yang mengetuk pintu pagi buta begini?
Kulihat jam dindingku, sedikit terkejut karena sudah pukul lima pagi. Daebak~ aku belum tidur semalaman.

Tok! Tok! Tok!

Aku mulai berjalan agak malas menuju pintu sambil menggaruk belakang kepalaku yang gatal. Sedetik aku sempat berfikir kalau ada yang terlupakan.

Cklek~

“PAGIIIII!! Ayo kita senam jasmani!!!”

Haahh~ seharusnya aku sudah tahu kalau yang mengetuk adalah umma. Hari ini hari Jum’at. Pagi hari senam jasmani kemudian membersihkan rumah. Yah, Jum’at sehat. Salah satu program keluarga kami.

******

Aisshhhh~
Berkali-kali aku tidak dapat menyelaraskan gerakanku dengan musik. Bukan karena melihat appa yang selalu mencolek umma. Atau karena umma yang dengan tiba-tiba akan melakukan gerakan poppin dan wave setiap kali appa mencoleknya. Tapi karena mataku tak dapat lepas dari noona didepanku.

Biasanya kami melakukan senam jasmani berempat saja bersama Minjung sebagai instrukturnya. Tapi hari ini kami kedatangan tiga tamu. Hara yang datang terlambat dan mengikuti gerakan dengan baik disampingku, Taemin dan Eunsook noona yang sangat bersemangat sudah lebih dulu mengambil tempat didepanku.

Arrggghh! Mataku tak dapat lepas dari Eunsook noona! Kenapa gerakannya seperti itu?? Baru kali ini aku malihat gerakan senam seorang yeoja yang hyper tidak jelas.
Tuhan tolong bantu Eunsook noona mengendalikan tubuhnya. Bahkan gerakan Taemin lebih enak untuk dilihat.

******

Aku tak dapat sarapan dengan tenang.
Bukan karena appa terus menyuapi umma. Atau karena umma yang meminta appa untuk menggerakan sendok makannya melakukan manufer-manufer bak pesawat terbang sebelum mendarat dimulutnya. Tapi karena aku tak dapat mengalihkan pandanganku dari noona yang duduk di depanku.

Aku tahu dia butuh energy setelah berolah raga. Tapi apa dua omelet tidak cukup? Minjung berbaik hati memberikan omeletnya pada Eunsook noona. Dan Noona masih tersenyum lebar saat Hara memberikan jatah omelet dipiringnya. Jangan sampai dia mengincar omeletku!

Chakkama!!!
Sejak kapan Hara bersikap manis pada Eunsook noona??

******

Noona itu sudah membuatku gila!!!

“Minjung ah~ kau lihat Eunsook noona?”
“Dia sedang membersihkan ruang keluarga. Wae?”
“Tidak apa-apa. Hanya ingin bertanya.”

Benar! Hanya ingin bertanya. Sekedar hanya ingin tahu dimana keberadaan Eunsook noona. Apa yang dilakukannya sekarang? Bagaimana jika dia merusak perabotan rumah?

Omomomooo~ bagaimana kalau Eunsook noona menyentuh hartaku!!!!!

“Kibum ah! Kau sudah selesai membersihkan kandang Hara?”

Kuhentikan langkahku yang terburu. Menyempatkan diri untuk menoleh kebelakang dan menjawab pertanyaan Minjung.

“Tentu saja sudah.”

Dia pikir sudah berapa lama dia berkutat pada pekerjaannya? Tidak butuh lebih dari dua jam untuk sekedar menyiram tanaman. Terlebih lagi pekerjaan itu dilakukan berdua dengan Taemin. Csk~

Hanya membersihkan kandang. Cukup dengan tiga puluh menit. Bahkan tidak lebih lama dari usahaku mengusir Hara. Satu jam kuhabiskan untuk membuat yeoja itu diam dengan pertanyaan-pertanyaan bodohnya tentang Eunsook noona. Dan kemudian menyuruhnya pulang karena dia mulai bertanya tentang Jonghyun hyung.

Sudahlah lupakan Minjung dan Taemin yang mungkin saja sudah bersahabat dekat dengan bungan mawar appaku. Hartaku lebih penting. Berbahaya jika sampai Eunsook noona menyentuhnya!!

Tap tap tap tap

Arrrgghhh!! Bahkan mendengar suara langkahku sendiri membuatku semakin gila.

Tap tap tap

Tidak terdengar suara bising dari ruang keluarga. Aku akan bersyukur jika saja Eunsook noona tertidur karena kekenyangan. Dan tidak sempat menyentuh apapun.

Aku membuka pintu perlahan. Masuk kedalam ruang keluarga setenang mungkin. Dan mulai mengedarkan pandanganku leseluruh ruangan.
Haaahhhhh~ sayangnya tebakanku salah. Eunsook noona justru sedang melakukan apa yang aku khawatirkan. Aku berjalan tanpa suara mendekati noona, agar tidak mengejutkannya dan justru akan menghancurkan hartaku.

“Noona.”

Kutepuk pelan bahunya. Dan benar saja. Dia tampak sangat terkejut dengan kedatanganku.

“Apa kau menyentuh Libertiku? Noona?”
“Eoh?”

Pandanganku beralih kearah sebuah rak yang dipenuhi harta-hartaku. Bagai dihujami bola baseball berikut tongkatnya. Kakiku lemas melihat Libertiku bersandar pada Eiffel, sambil menyaksikan Doraemon dan David Beckham bertarung diatas Borobudur.

“Noo.. Noo. noona. apa yang kau lakukan?”
“A.. akk.. aku..”

Dan ini! Apa ini! Tidak seharusnya gajah Thailand menikah dengan koala???? Terlebih lagi penari hula-hula sebagai penghulunya! Lalu bagaimana dengan nasib gajah betina yang aku beli dari India??

“Kibum? Kau tidak apa-apa?”

Nafasku semakin sesak. Tubuhku lemah. Tanganku tidak kuat lagi bertahan pada kepala kursi. Mataku mulai berkunang. Samar-samar aku melihat maid lion sudah memiliki mobil pribadi. Cukup menenangkan, walau ferarri tampak terlalu hebat untuknya.

“Kibum!!”

Bruughh!

********

Entah ada apa denganku.

Seharusnya aku masih marah padanya.
Huuffftt~ kenapa kini aku merasa bersalah padanya? Umma mengatakan kalau kaki Eunsook noona bengkak. Dan itu karena menggendongku ke kamar. Aku tidak meminta noona memindahkanku ke kamar. Yah, walau harus kuakui memang nyaman berbaring di tempat tidur sendiri saat tidak sadarkan diri.

“TUNGGU SEBENTAR!!!”

Teriakan Eunsook noona terdengar cukup kencang. Aku tidak yakin dia sedang sakit. Haruskah aku menuruti perintah umma untuk meminta ma’af padanya?

“Aku sudah siap.”

Eunsook noona. Dia sudah berdiri tegap didepanku. Aku mencium ada yang tidak beres padanya.
Apa yang dia maksud dengan ‘siap’? Lalu mengapa harus mengenakan sepatu? Lip glossnya sedikit berantakan. Terlalu rapih untuk dandanan rumah.

Jangan-jangan?

“Kalian mau kencan kemana?”

KENCAN??
Ada apa dengan Taemin goon? Dengan santainya dia bertanya kepadaku tentang kencan? Terlebih dengan noonanya? Dia seharusnya tahu kencan ini tidak mungkin!

“Kau mau saran hyung? Eunsook noona lebih suka alam liar.”

Mwo?

“Ahni! Tidak masalah bagiku kemanapun kau mengajakku.”

Eh?
Ini pasti ulah umma! Kenapa harus kencan sebagai permintaan maaf?

“Kalau begitu selamat bersenang-senang.”

Hanya itu ucapan dari Taemin. Dia pergi meninggalkan kami berdua dengan langkah yang sangat ringan. Menggaruk belakang kepalanya sambil menguap.
Dan Eunsook noona. Matanya menatapku dengan sangat berbinar. Huufft~ bagaimana ini?

“Apa kita akan pergi?”

Eunsook noona terlihat khawatir. Apa dia akan kecewa jika aku tidak jadi mengajaknya kencan? Baiklah. Demi pergelangan kakinya yang bengkak.

******

“Lepas sepatumu.”

“Wae?”

“Kakimu bisa semakin parah.”

Noona sedikit kesulitan saat mencoba untuk melepas sepatunya. Kepalanya sempat terkantuk dashboard. Dan sikutnya membentur pintu mobil cukup keras. Kuputuskan untuk membantunya melepas sepatu. Dan O-Mo-Na. Bagaimana noona dapat berjalan dengan kaki yang begitu bengkak? Apa dia menahannya? Apa dia tidak merasa sakit? Apa dia wonder woman?

“Kita kerumah sakit saja.”
“Mwo? Aku tidak mau, kencan dirumah sakit~”

Tidak tega melihatnya begitu lemas. Hanya menundukan kepalanya. Tidak berani untuk memintaku atau terlalu takut untuk melawanku.

“Baiklah! Baiklah! Tapi kita kencan dengan caraku.”

Kulihat sekelilingku. Taman ini cukup ramai.

******

Eunsook POV

Kubuat gambar hati pada tanggal hari ini. Akan kuingat selalu hari penuh cinta ini. Kyaaaaa!!!!! >.< . atau kutandai saja semua tanggal dengan gambar hati? Semoga saja setiap hari akan seperti hari ini. Hihihihi.

“Apa yang sedang kau lakukan?”
“Mengabadikan hari ini. Wae? Kau darimana saja?”

Hari yang indah dan berbunga. Apa perlu aku menggambar bunga? Kira-kira bunga apa yang harus kugambar?

“Hey!!”

Jonghyun mengambil bolpoinku. Membawa serta kalenderku melayang bersamanya. Tertawa renyah sambil mencoba mengeja tulisanku pada kalender tersebut. Dan senyuman itu menghilang dari bibirnya.

“Hari ini kau mendapat first poppo?? Pantas saja kau tidak marah aku menghilang selama dua hari.”
“Kami pergi ketaman Gangnam.”
“Aku tidak mengerti mengapa Kibum mau mengajakmu berkencan?”
“Kau tahu aku kencan dengan Kibum?”
“Apa ada namja bodoh lainnya yang mau mendekatimu selain Kibum?”

Aiisshh! Kupikir menghilang lebih dari 48 jam membuatnya lebih berbaik hati. Ternyata masih si hantu menyebalkan yang dulu.

“Apa kau mengancam akan membunuhnya jika dia tidak menciummu?”

Ck! Tidak kuhiraukan ocehan yang dapat merusak hari bahagiaku. Kurebahkan tubuhku walau hanya beralaskan karpet. Memandang langit-langit kamarku dan mengingat kembali kejadian siang ini.

“Atau Kibum kalah taruhan. Dan hukumannya adalah menciummu?”

“Saat itu banyak orang ditaman. Mereka semua memperhatikanku dan Kibum. Awalnya aku merasa risih. Namun Kibum menenangkanku.”

“Ah! Atau jangan-jangan Kibum sedang kemasukan setan?”

“Kibum menawarkan punggungnya untuk kunaiki. Dia menggendongku mengelilingi taman. Kibumie sangat menghawatirkan kakiku.”

“Mungkinkah Kibum salah makan obat?”

“Aku sempat ketakutan saat Kibum meninggalkanku sendirian dibangku taman. Dia pergi untuk membeli minum. Dan banyak orang masih memperhatikanku.”

“Mungkin saja Kibum yang sebenarnya diculik oleh alien. Dan yang pergi berkencan adalah alien kesepian.”

“Hatiku sangat senang saat melihatnya kembali membawa dua kaleng minuman untukku. Dan satu kaleng kopi untuknya. Walau hanya obrolan ringan. Tapi tangannya sempat menyentuh tanganku.”

“Lalu dimana bagian dia menciummu?”

“Ternyata kau mendengar ceritaku?”
“Aku hanya berharap pada akhirnya bukan Kibum yang menciummu.”

Hah! Lebih baik aku tidak meneruskan ceritaku.

“Selamat malam.”
“Apa?”

Aku bangkit dan memposisikan tubuhku senyaman mungkin ditempat tidur. Semoga malam ini mimpi indah.

“Tidak diperbolehkan tidur sebelum mengnyelesaikan ceritamu.”

Jonghyun mengibaskan selimut yang menutupi tubuhku. Mengambil serta bantal dan guling lepekku. Aku menyerah dan bangun. Tidak tahan dengan getaran tempat tidurku yang sepertinya siap untuk terbang.

“Beberapa anak laki-laki berlarian didekat kami. Karena takut salah satu dari mereka akan menginjak kakiku, maka Kibum berniat untuk menggendongku ketempat yang lebih aman.”

MWO???
Sejak kapan teman-teman Jonghyun ikut mendengarkan ceritaku?? Kukira hanya Jonghyun dan aku dikamarku.

“Apa teman-temanmu akan menginap lagi malam ini? Jjong ah?”

Jonghyun menoleh kebelakang. Melihat satu-persatu temannya yang ikut duduk manis dibelakang Jonghyun. Kemudian Jonghyun kembali menatapku.

“Ahni. Mereka hanya baru saja mengantarku pulang. Dan sepertinya mereka juga ingin tahu kelanjutan ceritamu.”

Syukurlah~ malam ini tidak aka nada lagi suara bising dari sekelompok hantu yang bergosip.
Baru saja aku membuka mulutku untuk melanjutkan cerita. Tapi kuurungkan. Teman-teman Jonghyun membuatku takut. Mereka terlalu antusias. Dan aku baru mengetahui, ekspresi hantu yang paling menakutkan adalah disaat mereka antusias.

“Lalu?”

“Karena terlalu senang. Saat Kibum menggendongku. Aku memeluknya terlalu kuat. Memeluk lehernya. Sehingga dia kesulitan bernafas dan menjatuhkanku.”

Tidak tersirat ekspresi lain dari hantu-hantu didepanku, selain menunggu dengan manis setiap kata yang keluar dari mulutku.

“Kibum merasa bersalah dan hendak menolongku. Tapi..”

Sial! Hantu-hantu ini benar-benar mendengarkan dengan baik.

“Tapi anak laki-laki itu menyenggol Kibum. Sehingga Kibum ja-tuh me.. menimpaku. Dan..”

“Oooohhh~ ternyata hanya kecelakaan.”

“Tapi. Tapi..”
Tidak lama setelah ceritaku berakhir, hantu-hantu itu pun menghilang. Pergi seakan tidak pernah mendengarkan ceritaku.

“Kau tidak mau tahu aku darimana?”
“Tidak perlu.”
“Aku dan teman-temanku, baru saja menyelesaikan kursus kilat ilmu hati.”
“Kau pikir aku peduli?”
“Kalau kau mau Kibum menciummu for real, seharusnya kau peduli.”
“Huh! Wae?”
“Ilmu yang kupelajari termasuk ilmu terlarang. Ilmu yang dapat mengendalikan hati manusia dan perasaannya. Termasuk cinta.”
“Bisa membuat Kibum mencintaiku??!”
“Yup!”
“Secara instan!?”
“Yeah baby~.”
“AKU MAUU!! AKU PEDULI!!”

Kencan setiap hari! Kencan setiap hari! Kencan setiap hari! Kyaaaaaa!!!!!!!

“Eunsook ah~”
“Ne?”
“Apa luka dibibirmu itu akibat dari kecelakaan ‘itu’?”
“Benar. Dan karena itulah Kibum membawaku kerumah sakit.”

*******

Hari ini mendapat pesan dari Kibum. Dia menanyakan bagaimana lukaku. Aku bilang kalau aku baik-baik saja. Tapi Kibum ingin memastikannya sendiri. Oleh karena itu aku berusaha semaksimal mungkin untuk tampil cantik.

“Kau mengikalkan rambutmu?”

Kedatangan Taemin yang sangat tiba-tiba mengejutkanku. Dia sudah rapih dengan seragamnya. Tampak siap untuk berangkat kesekolah.

“Kau juga menggunakan jam tangan pinkku??”
“Hehe.. aku pinjam.”

Taemin melepas paksa jam tangan yang kupakai. Walau aku halangi tetap saja Taemin akan memukul tanganku agar aku tidak menghalanginya.

“Kau pelit sekali Taemin. tidak akan kubantu mendekati Minjung.”

Kukira dia akan ketakutan atau bertekuk lutut didepanku. Tapi tidak. Dia terlihat tidak peduli dengan ancamanku.

“Jam tangan ini model lama. Jika Kibum hyung melihatnya, dia akan mengeluarkanmu dari mobilnya.”
“Benarkah?”
“Pakai saja jam tangan milikku.”

Jam tangan berwarna baby blue. Dilepaskan oleh pemiliknya dan diberikan padaku. Cukup lega karena jam tangan ini pun tampak bagus ditanganku.

“Ingat! Noona harus tetap membantuku.”
“Yakseok!”

Sepintas aku melihat wajah Jonghyun yang masam. Ya Tuhan aku lupa kalau Jonghyun masih dikamarku.

Taemin membantuku menuruni anak tangga. Dibawah sana Kibum sudah menunggu sambil berkaca pinggang.

“Kau bilang kau baik-baik saja noona?”

Walaupun terlihat kesal, namun Kibum masih menawarkan punggungnya untukku.

“Cepat naik kepunggungku. Selama kakimu masih bengkak, aku akan selalu menggendongmu.”

Aku takut. Karena Kibum beranggapan bengkak dikakiku ini adalah kesalahannya. Bagaimana jika dia tahu yang sebenarnya? Masihkah dia memperhatikanku?

*******

Seluruh sekolah melihatku. Banyak diantara mereka yang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Beberapa murid menghentikan aktifitasnya ketika melihat Kibum menggendongku. Melihat kami dengan mulut menganga. Lalu menjatuhkan benda apapun yang mereka pegang.
Banyak yeoja yang berpelukan terisak sambil sesekali memeriksa make up mereka dicermin. Mereka menangisi harapan mereka yang pupus. Kim Kibum tidak lagi single. Itu yang mereka pikirkan.

Dengan hati-hati Kibum mendudukanku dibangkuku. Semua mata teman kelasku tertuju pada kami. Melihat Kibum yang bahkan merapihkan mejaku, lalu menata alat tulisku diatas meja.

“Pulang sekolah tunggu aku disini.”
“Eum.”

Aku mengangguk. Dan Kibum terlihat terburu-buru pergi kesekolahnya. Semoga dia dan Taemin tidak terlambat.

Apa ini? Sesuatu terkait pada kancing lengan seragamku. Sebuah kalung. Ah! Dengan liontin cincin yang serupa dengan milik Minjung. Ini milik Kibum. Aku menyimpannya disakuku. Kukembalikan saat pulang sekolah saja.

BRAAAKKHH!!!

Omona! Seorang yeoja jangkung membuka pintu kelas dengan cukup kasar. Nafasnya terengah. Rambutnya sedikit berantakan. Dia mencari sesuatu dikelas ini. Dan tersenyum saat matanya menemukanku.

“Eunsook eonni! Kau tidak apa-apa? Kakimu semakin parah?”

Minjung memeriksa kakiku yang dibalut gips. Lalu memeriksa tanganku, jari-jariku, hingga kepalaku. Layaknya seorang dokter, Minjung memeriksa setiap inci wajahku, termasuk gigiku.

“Aku tidak apa-apa.”
“Taemin bilang padaku kalau Kibum melemparmu.”
“Apa!”
“Ne. Taemin juga menambahkan kalau kau akan diracuni Kibum sepulang sekolah. Apa Kibum masih marah padaku karena kau menyentuh hartanya?”
“Mwo? Taemin berkata seperti itu? Itu tidak benar.”
“Tapi luka dibibirmu itu?”
“Oh. Ini ulah anak kecil.”
“Sungguh?”
“Ne.”

Kenapa Taemin menceritakan hal seperti itu pada Minjung?

“Eonni.”
“Ne?”
“Tidak pernah ada orang yang selamat dari siksaan Kibum. Dia tidak pernah pandang bulu, siapa pun yang menyentuh hartanya. Mati!”
“Jinjja?”
“Dan kau orang pertama yang selamat. Ahni. Sudah dua kali kau selamat.”
“Maksudmu?”
“Sebenarnya dia sangat tidak suka jika ada yang memasuki kandang Hara.”
“Ooo~”

*******

Jonghyun benar-benar sangat berguna.
Sudah beberapa hari ini Kibum selalu mengajakku kencan. Mengantarku kesekolah. Menjemputku pulang. Membuatku kembali menerima surat beracun. Bukan dari fans Taemin atau Minjung. Tapi dari fans Kibum.
Tidak masalah bagiku. Selama tidak ada bom dilokerku. Dan selama ada Taemin yang mendukungku.

“Apa kau merasa akhir-akhir ini ada yang mengikuti kita?”
“Ahni. Wae?”

Kibum mengedarkan pandangannya keseluruh café. Dia terlihat tidak nyaman.

“Noona tunggu disini.”
“N. ne.”

Kibum pergi kepojok café. Dia menghampiri seorang yeoja menggunakan topi dan kacamata hitam. Mereka terlihat bersiteru. Tak lama kemudian yeoja itu menyeret Kibum kearah tempat dudukku. Semakin dekat, dan aku mulai mengenali yeoja tersebut. Dia terlihat seperti Hara.

“Ayo cepat mengaku!”
“Apa?”

Hara menyerangku. Secara tiba-tiba.

“Hentikan. Sudah kubilang dia itu Eunsook noona.”
“Dia itu Jonghyun!.”

Apa?

“Hyung sudah tidak ada.”
“Dia ada.”

Hara menarik tanganku, terpaksa membuatku berdiri. sedikit terpapah karena kakiku masih sakit.

“Ya! Kakinya masih sakit! Jangan terlalu kasar!”

Hara tidak memperdulikan Kibum. Tatapannya tajam mengarah pada mataku.

“Apa maksudmu berubah menjadi perempuan!”
“Eoh?”

Kibum menarikku dan menyembunyikanku dibelakangnya. Agar Hara tidak dapat meraihku lagi.

“Namanya Eunsook. Bukan Jonghyun.”
“Dia Jonghyun. Minjung sudah menceritakannya padaku. Lagipula aku dapat merasakan aura Jonghyun bila didekatnya.”
“Dia Eunsook noona.”
“Buktinya dia menangis saat aku menciummu. Pasti karena Jonghyun cemburu! Benar bukan?”
“Noona cemburu padaku. Bukan padamu Hara.”
“Ahni! Dia cemburu padaku.”

Kibum berdecak kesal. Dia meraih bahuku. Mengarahkanku menghadapnya.

“Kau cemburu padaku kan noona? Jika iya maka aku akan sangat senang. Karena aku juga mencintaimu.”

Tunggu! Apa Kibum baru saja menyatakan cintanya padaku?

-bersambung-

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About sicantikbersinar

being bad or good is depend of our

Posted on 15 September 2011, in GeGey, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Kereeennn!!!!
    Apalagi pas bagian kibum bilang ke eunsook kalo dia mencintainya #eaaa😄
    FFnya masih gila seperti biasa😄
    aq udah nunggu nih FF lama banget lhooo
    lanjut yaaa X)
    author daebak!!!

  2. Kyaa~ akhirnya nie lanjuttan ff’a ada juga!! ♥(>̯┌┐<)•°
    ckckck…. rada sebel nie ma si hara gangguin si Key ma Eunsook ja nih!! (" `з´)_,/*(x,☉")
    =))ωªªkªª =)) ☺ =))
    kayaknya sih Key oppa mulai suka ma si Eunsook nie \(´▽`)/
    Lanjut dah thorr~~ ✿◕ ‿ ◕✿

  3. keren banget…
    Please dong author jngn lama2 kelanjutannya… Penasaraaan…

  4. wooohooo……
    Next part’a cepet yah chingu!!!!
    Dh gx sbar neh pngen tw lanjutan’a..

    Sneng deh..
    Udh lma gx bka wp in eh pas bka ad lanjutan ff yg kutunggu2..
    Hehehe..
    Daebak chinguuu….
    Next part q tunggu yaahhhh…..

  5. kyaaa….akhirny udah sekian lama nunggu nih ff muncul,, kekeke~

    aiihh….q suka bnget pas pov nya key,,

    aisshh….si hara ganggu aja deh…

    lanjuuutttttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: