let’s Move (chapter-1)

Author: Berlian Astrid Genre: Angst, AU (Alternate Universe) Rating: PG-15 Length: Chaptered Main cast:

  • Kim Kibum
  • Park Heerin

Disclaimer: ini semua cuma karanganku yang di dapet kalo lagi ngalamun, so ini semua cuma halusinasiku yang berhasil tersalurkan. semoga tidak ada pihak yang merasa di rugikan ^^

***


Aku melangkah mantap dengan tangan ku berada di lengan Ayah. Aku berusaha tersenyum walau rasanya ingin sekali aku memeluk laki-laki yang sekarang sedang menggandeng tanganku ini. Ayah, gwenchanayo? Apa jika aku sudah menikah Ayah akan baik-baik saja ? maafkan aku Ayah, aku tidak bisa mengajakmu tinggal bersama. Tapi aku janji aku akan sering mengunjungimu. Unnie pasti juga begitu kalau dia schedulenya tidak sesibuk sekarang, mungkin dia akan sering mengunjungimu. Ayah, aku ingin memelukmu.Aku meramas lengan Ayahku. dia memandangku sekilas. “Heerin~ah, aku tidak apa-apa” Aku menoleh ke  arahnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Aku tersenyum padanya, jangan sampai dia tau apa yang aku cemaskan. Aku kembali memandang ke depan, aku melihat laki-laki itu tersenyum kepadaku, Kibum~ssi dialah laki-laki yang selama 7 tahun ini berpacaran denganku. Senyumku semakin lebar ketika melihat dia tersenyum padaku. Kami sudah sampai di hadapan Kibum, Ayah memberikan tanganku pada Kibum. “Kibum~ssi jaga dia.” Aku menoleh ke  arah Ayah yang tersenyum dan mengangguk kepadaku. Kibum menggenggam tanganku mantap. Aku membalas genggaman tangannya dengan mantap. “bisa kita mulai?” pendeta menanyai kami. Aku dan Kibum mengangguk bersama. “Tuan Kim Kibum. Apakah saudara bersedia menerima Park Heerin sebagai istri dengan tulus dan ikhlas hati?” tanya sang pendeta pada Kibum “Ya. Saya bersedia”

****

Aku bangun dari tidurku ketika kami sampai di Incheon airport, kami baru saja pulang dari acara bulan madu kami. Aku masih sedikit pusing melihat keadaan sekitar, mungkin karena pengaruh jet lag. “Hee, gwenchanayo?” Aku mengangguk dan tersenyum pada Kibum~ku. “ne, aku tidak apa-apa Kibum~ssi” Entah seperti sebuah naluri atau kebiasaan tangannya tiba-tiba melingkari pinggangku. Aku tersenyum mengetahuinya, rasa aman tiba-tiba menjalari seluruh tubuhku. “ahjussi” Aku tersenyum pada laki-laki seperuh baya yang berdiri di depan kami. “annyeong haseyo, ahjussi” aku membungkukkan badanku. “annyeong haseyo heerin~ssi. Annyeong haseyo Kibum~ssi” “ahjussi, apakah kau sudah lama menunggu? Aku ingin segera pulang.”Kibum menjabat tangan laki-laki ini. Dia adalah supir pribada Ayah Kibum. “ah ne Kibum~ssi. Aku akan membawamu kerumah besar terlebih dahulu.” “gwenchanayo?” Kibum menanyaiku ketika kami berdua sudah sama-sama masuk ke mobil. “emm?” aku hanya mendongakkan wajahku menatapnya dan tersenyum. Aku menyandarkan kepalu di bahunya, entah kenapa kepalaku sangat sakit.

***

15 menit kemudian kami sampai di rumah keluarga Kibum. Dia kembali melingkarkan tangannya di pinggangku. “Kibum~ssi, aku tidak apa-apa”, aku terseyum untuk meyakinkannya. Dia melirik padaku, “aku juga tidak apa-apa”. Aku menyerah dan berusaha berjalan normal. “Kibum~ah” seorang wanita paruh baya berlari menghampiri kami. Kibum melentangkan tangannya yang bebas dan tangan yang satunya masih berada di pinggangku. “ahh rasanya sudah setahun aku tidak bertemu denganmu.” Wanita itu memandangi Kibum dengan sayang. “ya omma! Jangan berkata begitu di depan istriku.” Wanita itu tertawa dan melihatku sambil tersenyum, tiba-tiba matanya terlihat cemas. “heerin~ah, gwenchanayo ?” “emm?” aku mengerjapkan mataku. “ne, aku tidak apa-apa omma. Omma, tidakkah kau ingin memelukku?” Wanita itu terlihat kaget dan langsung tertawa, “hahaha mianhe heerin~ah, aku terpaku melihatmu yang pucat begitu.” Dia memelukku dan mengelus rambutku. “omma….” Aku merasakan kepalaku sakit dan tiba-tiba semuanya gelap.

****

Aku mencium bau parfum ruangan khas Kibum. aku masih membiarkan mataku tertutup dan menikmati sensasi bau ruangan ini. Aku rindu dengan bau ini, ah bukan, bukan pada bau ini tapi kepada pemilikknya, Kibum~ssi. Mengingatnya membuatku tiba-tiba segera membuka mata. Aku melihat ke sekeliling ruangan, tidak ada orang. Aku kembali mengingat kejadian terakhir kali aku berada. Aku ingat, aku waktu itu ada di rumah keluarga Kibum. berarti aku sekarang sedang ada di rumahnya. Aku mencoba duduk. “aaauuu!” aku merasa kepala belakangku berdengung keras, namun aku bertahan duduk selama beberapa menit. Setelah agak mendingan aku mencoba turun dari ranjang. Aku berjalan ke arah pintu dan berjalan keluar. Hari sudah terlihat sore, ketika aku melihat jam ternyata ini masih pukul 4. Aku berjalan menuju arah taman belakang rumah ini. Aku berdiri di depan pintu dan memandangi kebun luas yang terhampar di depanku. Di tengah-tengahnya terdapat air mancur yang sangat indah. Aku selalu merasa damai ketika di taman ini. Tiba-tiba ada tangan kekar yang melingkari pinggangku. “Heerin~ssi aku mencarimu, aku lihat di kamar dan kau sudah tidak ada, kau membuatku cemas.” Dia mengeratkan pelukannya dan mencium punggungku. “Kibum~ssi” aku sedikit kaget dia tiba-tiba memelukku. Tapi aku hanya diam saja dan melingkarkan tanganku di atas tangannya. “kau mau makan? Apa yang ingin kau makan Heerin~ssi?” Aku menimbang-nimbang sejenak. “aku ingin makan…….ramen” Kibum melihatku penasaran, “kau yakin?” Aku mengangguk mantap. Dia tersenyum padaku, “tunggu sebentar, aku akan menyuruh mereka memasaknya.”

****

Aku duduk di ayunan taman itu ditemani Kibum. “kau menyukai suasana seperti ini bukan, Heerin~ssi?” Aku mengangguk di bahunya. “Kibum~ssi, apakah tadi aku pingsan?”, aku mengangkat kepalaku dan menatapnya. Air mukanya terlihat berubah. “kau terlalu kelelahan Heerin~ah.” Aku tersenyum, “tapi sekarang aku sudah merasa segar.” Aku memberikan senyuman terlebarku untuk meyakinkannya. Dia tiba-tiba menarikku kedalam pelukannya. “kau tau, aku hampir mati mencemaskanmu.” Aku terkikik pelannya di pelukannya. Dia melepaskan pelukannya, “ya kenapa kau malah tertawa ?” Aku malah tertawa semakin girang, “kau tidak akan mati hanya karena mencemaskanku Kibum~ssi”, aku memegangi mulutku untuk mencegahnya agar tidak tertawa lagi gara-gara melihat wajah Kibum yang sangat serius. Aku memegang wajahnya dan menatap matanya sangat dalam, “aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan mencemaskanmu. Araci ?” dia tersenyum dan mencium keningku.

***

Aku sedang membantu tukang yang mendekorasi rumah kami, aku memandangi keadaan ruang keluarga kami, aku tidak sabar untuk tinggal disini bersama Kibum dan anak kami, aku tersenyum membayangkannya. Aku akan menjadi istri dan ibu yang paling bahagia nantinya. “m..m..maaf nona ada seseorang yang mancari anda.” Aku melihat ke  arah tukang yang ada di belakangku. “benarkah? Siapa ?” aku berjalan menuju ruang depan rumah kami yang masih berantakan. “ahjussi.” Laki-laki paruh baya itu terlihat cemas sedari tadi dia melap keringatnya dengan tangan. “Heerin~ssi, Kibum~ssi” “Kibum~ssi? Ahjussi, apa yang terjadi pada Kibum~ssi?” aku mulai merasakan aura dingin menjalar ke seluruh tubuhku. “Kibum~ssi…” “ahjussi ! cepat katakan apa yang terjadi pada Kibum~ssi?” kepalaku terasa berat entah kenapa. “Kibum~ssi mengalami kecelakaan. Dia jatuh dari jembatan Banpo. “ Perutku tiba-tibe terasa sangat mulas seperti ketika akan kedatangan tamu. “ahjussi, kau berbohong kau pasti berbohong. Apakah Kibum menyuruhmu berbohong karena hari ini adalah tepat sebulan kami menikah ? bercandamu keterlaluan ahjussi, Kibum~ssi kenapa kau mengerjaiku seperti ini?” aku menggelengkan kepalaku mencoba berpikir jernih. “m..m.maaf Heerin~ssi aku tidak berbohong untuk ini.” Aku memandangi Ahjussi yang terlihat sangat cemas. “Heerin~ssi, Kibum~ssi ada di Seoul Hospital saat ini. Keadaannya sangat kritis, ikutlah aku.” Aku menelungkupkan tanganku di wajahku menahan air mataku. Kibum~ssi kau membuatku cemas hingga hampir mati.Aku segera mendongakkan wajahku dan menyambar tasku, “ahjussi bawa aku ketempat Kibum~ssi sekarang”

***

Annyeong haseyo semuanya ^^ waaah setelah sekian lama hiatus akhirnya aku kembali lagi dengan cerita yang lebih baru wkwkwkwk…untuk sementara cast nya baru itu, tapi tunggu saja ya di chapter selanjutnya hahahaha Butuh banget nih ya RCL nya J mohon kritik dan sarannya, atau kalian bisa kasih saran di twitter aku @berlianastrid. Gamsahamnida all ^^

*tbc*

©2011 S3FFIndo Publishing Dont Forget! : – Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY? – UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^ – Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Posted on 22 Oktober 2011, in Berlian Astrid, SHINee Fanfiction, Super Fanfiction and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: