MIDNIGHT SUN/OKI★KIM/PART1

Author             :           Oki★Kim

Chapter           :           1

Main Cast        :           Song Sun Hye – Lee Jin Ki

Support Cast   :           Han Jin Kyu

Ayah Sun Hye

Ibu Sun Hye

Length             :           series

Rating                         :           PG-15

Genre              :           Friendship, Romance, AU

Disclaimer       :           Para cast dan cameo menjadi diri mereka sendiri dalam ff ini dan alur cerita ini secara garis besar saya ambil dari film jepang Taiyou No Uta. Saya selaku penulis hanya sebagai pengembang dari cerita ini.Jangan hakimi saya jika ada yang tidak sesuai dengan kehidupan nyata ataupun karena cerita ini sangat mirip dengan film Taiyou No Uta karena cerita ini memang sepenuhnya berasal dari skrip asli film tersebut dan saya tergerak untuk menulisnya dalam bentuk fanfiction dan dibumbui dengan imajinasi liar saya.Jadi tolong jangan hakimi saya sebagai plagiat karena niat awal saya bukan memplagiat tapi menuliskan kembali dan menambah atau merombak beberapa bagian yang saya rasa perlu.Terima kasih.

Note                :           saya Oki★Kim, tolong jangan panggil saya Onnie karena saya LAKI-LAKI dan berhenti memanggil saya thor, karena nama saya bukan jonthor, bathor, kunthor, dll. Cukup panggil saya Oki atau Oppa. Tolong berikan komentarnya baik berupa kritik, saran, koreksi, atau pujian😉 asal jangan bashing, semuanya akan saya terima dengan kerendahan hati.  Terima kasih.

Sekali lagi cerita ini selebihnya hanya fiksi, bukan untuk menjatuhkan harkat dan martabat pihak manapun.Terima kasih.

Ada baiknya membaca ff ini sambil mendengarkan lagu YUI – GoodBye Days.😀

Jangan lupa RCL jika sayang bias!

HAPPY READING!

Part 1

Setelah sedikit berdebat dengan ayahku karena ia ingin datang melihatku bernyanyi dan aku melarangnya, aku bergegas menuju ke stasiun. Tujuanku adalah trotoar yang ada di depan stasiun. Di tempat itu aku biasanya menyanyi menghabiskan malam.Sejak dilarang oleh kedua orang tuaku keluar rumah pada siang hari, aku selalu menghabiskan malamku dengan bernyanyi di rumah dan setahun belakangan ini aku baru diperbolehkan keluar rumah dan aku memutuskan untuk bernyanyi di trotoar dekat stasiun karena ayahku hanya mengijinkan untuk bernyanyi disini.Selain itu aku merasa nyaman dengan tempat ini karena banyak bunga matahari, di trotoar ini juga aman karena polisi selalu berpatroli di sekitarnya dan selalu ramai karena stasiun adalah satu satunya tempat di daerahku ini yang ramai dua puluh empat jam. Setelah kubersihkan dari sedikit sampah rokok yang berhamburan, aku duduk dan menghidupkan sebuah lilin yang akan sedikit menghangatkan tubuhku. Aku menyetel gitarku agar nada yang kuhasilkan nanti pas dan kemudian aku mulai bernyanyi.

 

There's a song that's inside of my soul
It's the one that I've tried to write over and over again
I'm awake in the infinite cold
But You sing to me over and over and over again
 
So I lay my head back down
And I lift my hands
And pray to be only Yours
I pray to be only Yours
I know now you're my only hope
 
Sing to me the song of the stars
Of Your galaxy dancing and laughing
And laughing again
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that You have for me over again
 
So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours
I pray to be only yours
I know now you're my only hope
 
I give You my destiny
I'm giving You all of me
I want Your symphony
Singing in all that I am
At the top of my lungs I'm giving it back
 
So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours
I pray to be only yours
I pray to be only yours
I know now you're my only hope
 
(Mandy Moore - Only Hope)

Kuselesaikan bait terakhir lagu only hope yang dipopulerkan oleh mandy moore. Hari ini entah mengapa aku ingin sekali menyanyikan lagu ini.Mungkin karena aku merasa lagu inilah yang pas menggambarkan bagaimana aku berharap jika suatu saat nanti aku bisa bertemu dengan pemuda yang setiap pagi kuperhatikan itu. Aku merasa jika hanya dalam harapanku saja kami berdua bisa bertemu dan tersenyum satu sama lain.

Aku memasukkan kembali gitarku pada tempatnya dan berjalan pulang. Aku melangkah sambil membayangkan jika suatu saat aku bertemu dengan pemuda itu dan aku memikirkan hal hal yang akan kulakukan. Aku tersadar karena langkahku terhenti dan bukan di depan rumah, aku berdiri di sebelah halte tempat dimana pemuda yang selama ini kuperhatikan selalu menunggu temannya. Aku iseng melakukan hal-hal yang biasa ia lakukan, memasukkan koin ke mesin penjual minuman otomatis lalu mengambil minuman yang biasa diminum pemuda itu, kemudian aku duduk dan meminumnya sedikit. Aku membaringkan tubuhku seperti yang biasa pemuda itu lakukan.Aku memejamkan mata membayangkan jika aku bisa berada disini pada siang hari dan duduk disebelahnya, ahh betapa menyenangkannya.

****

Humph… aku terjaga, ternyata aku tertidur dibangku halte ini. Ahh untunglah hari masih gelap.Berbahaya jika aku tertidur disini sampai matahari terbit walaupun sebenarnya aku mengharapan hal itu agar aku dapat bertemu dengan pemuda itu tapi tetap saja hal itu beresiko mengakhiri hidupku sendiri.Aku juga tidak ingin bertemu dengannya, tersenyum, lalu berkenalan dan keesokan harinya aku sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Eh, aku menyadari sesuatu. Rambu halte! benda yang selalu menghalangiku melihat pemuda itu tiap kali ia duduk dan melamun. Kurasa ini saatnya aku untuk mengenyahkan benda ini, pikirku dalam hati.Aku berusaha mengangkatnya sekuat tenaga, bermaksud melemparnya ke jalan. Huuh..fheeew… ternyata berat! Kuputuskan untuk menggesernya saja. Menggeserkan ke tempat dimana benda ini tidak akan menghalangiku. Sekuat tenaga aku menariknya dengan tubuh kecilku hingga akhirnya tergeser dan berdiri di sisi lain bangku halte. huuuuhhh… aku menarik nafas lega.

****

Seperti biasa, aku berdiri di pinggir jendela kamarku memperhatikan pemuda yang kini duduk di bangku halte seperti biasa.Namun tidak seperti biasanya karena kali ini aku bisa melihat wajahnya yang saat ini sedang melamun memperhatikan papan surfingnya.Wajah tampannya sungguh imut ketika melamun, batinku. Eh, pemuda itu menyadari jika rambu halte itu telah berpindah tempat. Ekspresinya lucu sekali.Sedikit belebihan dan heboh sendiri. Sangtae!, ujarku dalam hari.

****

Pemuda itu sudah pergi sejak tadi.Namun aku masih berdiri di sini. Menyebalkan! Seorang petugas bus sedang memindahkan rambu halte kembali ketempatnya semula. Lihat saja nanti malam akan kupindahkan lagi!

“yya! Sedang memperhatikan apa kamu?” teriak Jin Kyu, sahabatku yang muncul tiba-tiba.

“ahh.. ahni… tidak ada apa-apa…” ujarku lalu beranjak ke tempat tidur, sudah waktunya untuk tidur, pikirku.

“Sun Hye-ah… aku bolos hari ini untuk menemanimu, jangan mengabaikanku” Jin Kyu kembali berteriak.

“jika kau bolos untuk menemaniku, sini tidur disebelahku! Kau tahu kan siang hari bagimu adalah malam bagiku…”

****

Aku bahagia sekali malam ini, Jin Kyu, menemaniku sejak pagi tadi dan malam ini ia kembali menemaniku bernyanyi dan tadi kami bersepeda menuju stasiun. Sekarang aku sedang memetik gitarku dan menyanyikan lagu ciptaanku sendiri yang belum ketentukan judulnya.Di tengah-tengah lagu, petikan gitarku terhenti, sosok yang amat kuhapal bentuk tubuh dan wajahnya kini berjalan di trotoar seberang. Mataku menangkap sosok tubuhnya sejak ia keluar dari gerbang stasiun dan mataku terpaku dan seakan tidak bisa lepas memandang dirinya.

Tubuhnya ternyata lebih tinggi dari yang kuduga, dadanya lebih bidang dari yang kukira, pipinya lebih chubby dari yang kubayangkan, namun sorot matanya teduh sesuai dengan apa yang kulihat selama ini. Seakan dijatuhi matahari, ia sedikit menoleh dan melihat sejenak kearahku lalu kembali melihat kedepan. Aku masih terpaku menatapnya hingga sosoknya hilang di sudut jalan.Aku menyerahkan gitarku pada Jin Kyu lalu aku bergegas bangkit dan mengejar pemuda itu.Ternyata tidak hanya dalam bayanganku saya kami bisa bertemu, tuhan mendengar doaku dan memberiku kesempatan untuk bertemu dengan pemuda itu.

Tidak akan kusia-siakan sedikitpun kesempatan yang telah diberikan kepadaku untuk bertemu dengannya. Kukejar pemuda itu seengan sekuat tenaga namun sepertinya tidak akan terkejar. Ia melangkah santai seperti itu pun seperti tidak bisa tersusul olehku yang sudah sekuat tenaga mengayunkan kaki kecilku agar dapat mengejarnya. Aku hampir saja menyerah sebelum kulihat ia berhenti di depan palang pintu kereta api karena kereta api sedang melaju kencang di depannya. Kulihat palang pintu kereta api sedang terangkat dan terbuka karena kereta api sudah lewat. Aku berusaha sekuat tenagaku untuk berhenti tepat disisinya lalu memperkenalkan diri namun ternyata aku tidak dapat mengendalikan langkahku hingga menabraknya lalu membuatnya jatuh dan aku ikut terhempas diatas tubuhnya.

“arhghh” erangnya pelan.

Aku yang berada diatas tubuhnya terdiam dan kuperhatikan dari belakang sepertinya saat ini ia mengerang dan kesakitan. Ia sepertinya kesakitan karena tubuhnya mendarat mendadak pada aspal ditambah lagi tubuhku menimpanya dari belakang. Aku bangkit dan membantunya memutar tubuh menghadap ke arahku.Ia menampakkan ekspresi heran melihatku yang telah menabraknya dan bukannya membantunya berdiri malah membuatnya duduk menghadap kearahku yang kini berdiri didepannya. Aku gugup karena ia memperhatikanku dan aku segera menunduk meminta maaf padanya.

“auuggh” ia meringgis begitupun aku.

Aku membungkuk terlalu rendah dan keningku membentur bibirnya.Aku mengelus keningku yang sedikit basah lalu mengusapnya pelan karena sdikit sakit.Kulihat pemuda dihadapanku atau tepatnya dibawahku juga mengelus bibirnya yang tadi menjadi tempat keningku mendarat.

“ahh… anu… maaf… aku tidak sengaja… maaf” ujarku lalu memberinya sapu tanganku karena kulihat bibirnya sedikit berdarah.

Tanpa mempedulikannya yang masih kesakitan aku memperkenalkan diriku.

“Namaku Song Sun Hye”

“Heh?” pemuda itu heran.

“Namaku Song Sun Hye!”

“ Jadi?” tanyanya.

“Umurku 16 tahun, tinggal bersama orang tuaku, hobiku musik, kepribadianku agak cepat emosi, dan aku..aku.. aku tidak punya pacar!” seruku.

“Heh?” ia makin keheranan.

“Aku selalu memperhatikanmu selama ini!aku tidak punya pacar”

“eh? Tentang ini… tunggu sebentar…”

“Aku belum pernah punya pacar”aku masih tidak menyerah.

“Baik..bukan itu tunggu sebentar” ujarnya berusaha menahanku.

“Hewan favoritku cheetah dan untuk makanan aku suka pisang”

“Eh?”

“Music favoritklu sangat banyak, mulai dari mana ya… hmmm”

Tiba-tiba Jin Kyu datang lalu menarikku pergi setelah meminta maaf pada pemuda itu.Ia menarikku kuat sekali dan aku mencoba berontak.

“jangan menghalangiku!” aku berteriak pada Jin Kyu.

“apa maksudmu menghalangimu, apa yang kau lakukan disana tadi? ‘Hewan favoritku cheetah’, huh?”Jin Kyu menggodaku.

Awalnya aku mengira Jin Kyu menarikku pergi karena ia ingin mengahalangiku memperkenalkan diri pada pemuda itu, ternyata ia berniat baik menyelamatkanku atas kekonyolanku sendiri.

“aku memaklumi jika kau seperti itu tadi. kau tidak pernah bertemu pria sejak Sekolah Dasar kan? Jadi bagaimana dia tadi?” godanya lagi.

“eh?”

****

Kudengar suara gaduh di tangga, aku yakin itu Jin Kyu.Kebiasaanya jika menaiki tangga ke kamarku, selalu menghentak-hentakkan langkahnya. Seperti kemarin, ia bolos lagi dari sekolahnya. Gadis yang aneh! Pada saat semua orang begitu menikmati masa-masa SMA, ia malah tidak menyukai kenyataan jika ia adalah seorang murid SMA. Ia sering bolos dan kabur kerumahku, alasannya selalu sama jika ditanya dan dimarahi ayahku, ia hanya ingin menjagaku dan menemaniku.

Aku kembali memperhatikan pemuda yang bahkan belum kuketahui namanya yang kini sedang bercanda dengan teman-temannya.Ia sepertinya menceritakan sesuatu yang seru kepada temannya namun teman-temannya menggoda dan mengejeknya.

“sepertinya ia sedang menceritakan kejadian kalian semalam kepada teman-temannya” ujar Jin Kyu yang sudah duduk disampingku.

Aku mengangguk tanpa suara, kurasa mukaku memerah karena malu.

“kenapa kau tidak menemuinya dengan baju pelindungmu? Bukankah dengan baju itu kau bisa bebas keluar di siang hari?”

“aku akan terlihat aneh dengan baju itu. Ia tidak akan menyukaiku, malah ia akan menganggapku mahluk asing!”

“eh, sepertinya aku satu sekolah dengan mereka! Tapi kenapa aku tidak mengenal mereka ya?”Tanya Jin Kyu pada dirinya sediri.

“itulah akibatnya jika kau sering bolos, Han Jin Kyu!” ujarku menggodanya.

Jin Kyu menangguk mengiyakan.Lalu tertawa.

“aku akan kesekolah hari ini dan merekamnya untukmu. Bagaimana?Kau suka?” Tanya Jin Kyu.

****

Aku tertawa melihat rekaman yang diberikan Jin Kyu.Sepanjang jalan aku terus memutarnya berulang-ulang dan memperhatikan betapa konyolnya pemuda idolaku disekolahnya. Mengantuk ketika guru mengajar, mengusapkan air dari tangannya ke kepala sahabat-sahabatnya ketika ia keluar dari kamar kecil. Konyol sekali! Aku tidak bisa berhenti tersenyum simpul melihat tingkahnya.

Malam ini aku akan melaksanakan rencanaku yang tertunda yaitu memindahkan lagi rambu halte yang sudah dikembalikan oleh petugas bus ke tempatnya semula. Jika perlu aku akan menempel tulisan di rambu itu pada petugas halte agar tidak memindahkannya lagi.

****

Setelah bersusah payah, aku berhasil memindahkan rambu halte itu lagi agar tidak menghalangiku lagi untuk melihat wajah pemuda itu.Aku duduk di bangku halte, mengistirahatkan diri setelah menguras tenaga memindahkan rambu yang lumayan berat.Entah mengapa aku ingin bernyanyi disini.Aku mengeluarkan gitarku dan menyanyikan lagu ciptaanku sendiri. Aku mencoba menghayati tiap bait yang sudah kuhapal diluar kepala, kupejamkan mata agar lebih menjiwai laguku.

 

Theres a reason why I decided to meet you
I wanted you to listen to this song in my pocket
 
Slowly I turn the volume louder to ensure that everything is alright
 
Now Good-bye days
I've known this feeling will change
Until yesterdays that we have gone trough feels like so long
Forbidden days but memorable
When I was with you
 
Giving you other side of my earphone
Slowly, when the song began to sound
(I was thinking) if I could loving you betterly?
And sometimes I feel indecisive.
Now , goodbye days.
Everything began to change, but something in my heart just fine
Like before, forbidden days but it's memorable
Just like when you with me, now
 
If I can, I wouldn't be sad, how unprepared my feelings to you
But you were there, right?
At that moment, you smiled, didn't know how I will say "Hey Friend" nicely
 
When I hum the same song as you hum
I wish I was right beside you
Day parting is not fun, but I'm glad to meet you
 
(Yui - Goodbye days (Ost. Taiyou no Uta))
 
 
INDONESIA TRANSLATE:
 
Ada alasannya mengapa sekarang aku memutuskan untuk menemuimu
Aku ingin memperdengarkan padamu sepotong lagu dalam sakuku ini
Sambil pelan-pelan menaikkan suaranya volume untuk memastikan semua baik-baik saja
 
Sekarang, hari perpisahan
Aku tahu perasaan ini akan berubah
Sampai kemarin hari-hari yang kita lalui terasa begitu lama
Hari-hari yang terlarang tapi tetap berkesan
Saat aku bersama denganmu
 
Menyerahkan padamu salah satu sisi earphone-ku
Perlahan-lahan saat lagu mulai terdengar
Aku pun berpikir apakah aku bisa mencintaimu dengan baik?
Dan sesekali aku merasa bimbang
 
Sekarang, hari perpisahan
Segalanya mulai berubah, tapi sesuatu dalam hatiku baik-baik saja
Seperti sebelumnya, hari-hari yang terlarang tapi tetap berkesan
Saat aku bersama denganmu, sekarang
 
Kalau bisa aku tidak ingin bersedih, bagaimana tidak siapnya perasaanku
Tapi kau datang kan?
Waktu itu dengan tersenyum, tak tahu bagaimana aku akan mengatakan "Hai, teman" dengan baik
 
Saat menyenandungkan lagu yang sama
Aku berharap ada di sisimu
Hari perpisahan yang tidak menyenangkan
Tapi aku senang bertemu denganmu.

Ketika aku menyelesaikan petikan terakhir gitarku dan membuka mata.Dihadapanku, pemuda idolaku ternyata memperhatikanku dengan mulut menganga. Aku terdiam, ia juga diam. Tercipa keheningan sejenak.

“kau yang kemarin kan?” tanyanya.

-TBC-

makasih buat yang udah baca ff ini dan tidak mau meninggalkan komentar. saya tidak memaksa kalian tapi seharusnya jika kalian berperikemanusiaan tolong lakukan apa yang seharusnya layak kalian lakukan. semoga kalian mengerti apa yang saya maksud.

About Oktabri

procrastinator

Posted on 13 Desember 2011, in Oki Kim★fiksikopat, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Akhirnya nemu blog ini juga~ tapi kok kayalx jarang update ya?:/ penasaran nih lanjutanx tuh yeoja pabo bgt yak ><" bikin malu aja baru di depan umum lagi hahaha… Kasian amat😛 ayo author lanjut ya? Kkk~ ^^

  2. annyeong….
    mm….kok gak da part 2 ny lg….
    lanjut y chingu….aq masih pnasaran ma ff ny….
    lanjut ya y y….
    fighting…..

  3. shim hyun gi is aiu luph benedictbridgerton

    Annyeong!
    Part 2nya udh ad blum?

  4. Aish bsa dbyangkan klo sun hye itu sya. Haha #ngarep
    Hmmmm lanjut bca ke part selanjutnya deh🙂 keep writing ^^

  5. Ih? Author nya marah…😀 hehe. Iya nih gue komen… Bagus… Bagus… (gak tau mau komen apa lagi)
    Bagus la pokonya…

  1. Ping-balik: MIDNIGHT SUN/OKI★KIM/PART2 « ミ SHINee Super Shinki FF Indo ♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: