Late to Realize (HyoHyuk Ver.)

Author: 킴 례 출 a.k.a Raisa Widiastari

Cast:

Kim Hyoyeon

Lee Hyukjae (Eunhyuk)

Rating: PG-13

Length: ONESHOT

Genre: Romance, Sad Romance, ANGST

A/N: FF COMEBACK SELAMA BERBULAN2! Kangen ngga sama aku? hehehe, ini aku ngetik via HP jadi maaf kalo pendek! Happy reading🙂 GO AWAY PLAGIATORS!!

—Author’s POV (06:00 PM)

“Hyukjae-a!” Ucap Donghae ketika ia melihat sahabat karibnya hendak keluar dari dorm. Hari ini, memang Eunhyuk dan Leeteuk akan siaran di Sukira. Namun, masih beberapa jam lagi untuk on air. Mengapa ia sudah ingin pergi? Dan biasanya Eunhyuk dan Leeteuk akan pergi bersama. Namun, dimana leader Super Junior itu? Mengapa ia tidak terlihat bersama Eunhyuk?

“Wae?” Ucapnya terlihat malas. Raut wajahnya terkesan pucat dan lesu. Seperti tidak ada semangat hidup. Tentu saja hal tersebut mengundang tanda tanya di hati Donghae. Tidak biasanya pairingnya di Super Junior ini terlihat seperti ini. Tidak biasanya Eunhyuk tidak menunjukan senyum aegyo yang lebih terlihat seperti seekor monyet nyengir. Pasti ada masalah. Namun, mengapa ia tidak menceritakannya atau bahkan setidaknya memberitahu Donghae bahwa ia sedang ada masalah? Bukan Eunhyuk yang biasanya memang.

“Harusnya aku yang bertanya, Hyukjae-a. Gwenchanayo?” Ucap Donghae terkesan hati-hati. Ia mengenal Eunhyuk dengan baik. Malah sepertinya ia lebih mengenal Eunhyuk daripada dirinya sendiri. “Gwenchana. Aku harus pergi sekarang. Mian tidak bisa mengobrol lama-lama. Annyeong.” Ucap Eunhyuk seraya menutup pintu dormnya.

Entah apa yang berada didalam fikiran Eunhyuk. Kegelisahan macam apa yang tidak ia bisa bagikan kepada Donghae yang merupakan sahabat dan member Super Junior terdekatnya? Pasti sangatlah berat.

–Eunhyuk’s POV (06:15 PM)

Belum ada kabar sedikitpun dari YoonA, Yul, Sooyoung, ataupun Taeng. Kemana mereka semua? Bukankah mereka sudah berjanji akan memberi kabar apabila ada sesuatu yang terjadi? Entah perkembangan atau penurunan…yah, aku tidak ingin berfikir adanya penurunan sih. Tetapi, apa yang tidak mungkin di dunia ini? Bahkan mendadak aku tertabrak sebuah truk karena melaju terlalu cepat dengan mobilku saja bisa.

Hatiku kalut. Bagaimana bisa aku tenang mendengar kejadian dua minggu lalu yang sungguh sangat menyayat hati. Sahabatku, Kim Hyoyeon, tertabrak mobil disaat ia sedang ingin menyebrang jalan. Kondisinya yang sangat sedang tidak baik saat itu membuatnya berjalan sempoyongan dan tidak melihat bahwa lampu lalulintas sudah berubah menjadi merah dan ada sebuah mobil Porsche putih yang menabraknya dan membuatnya terpental sejauh sepuluh meter. Mirisnya, yang menabrak adalah seorang Junsu, sahabatku sendiri sejak kecil. Meskipun didalam hatiku, aku marah kepadanya, tetapi hati kecilku tetap bisa memaafkannya. Namun, nyawa Hyoyeon sedang ditarik ulur. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaannya dan bagaimana perkembangannya karena dokter sendiri sudah pasrah dengan apapun yang tuhan kendaki. Dan bodohnya, aku baru bisa menjenguk Hyoyeon hari ini karena aku baru saja pulang dari Bangkok untuk melaksanakan Super Show 4–akhir dari perjalanan Super Show 4. Sementara member SNSD sedang istirahat dari promosi album The Boys mereka yang berjalan selama berbulan-bulan.

Decitan mobilku ketika sudah sampai di Incheon terdengar sangat nyaring. Ya, disinilah Kim Hyoyeon berbaring lemah tak sadarkan diri. Dirumah aslinya yang sangat ia rindukan. Terlihat ada sepuluh orang yang berada disekitarnya. Disekitar tubuh Hyoyeon yang ditutupi oleh selimut sampai dada. Betapa lesunya wajah gadis cantik yang biasanya dipenuhi oleh senyuman itu. Pucat pasi. Dan jujur, aku pribadi sangat ingin menangis melihat keadaannya. Kulihat eomma Hyoraeng sedang dipeluk oleh adik gadis tersebut, dan member SNSD lainnya saling menggenggam tangan satu sama lain seraya melihat Hyoyeon. Menangis dalam diam bahkan disaat aku berada disini.

“Annyeonghaseyo..” Ucapnya memecah keheningan yang menyendu, “Annyeong, ah! Hyukjae-a.” Ucap eomma Hyo sambil menghapus air matanya dan membungkuk kearahku untuk membalas sapaanku tadi. Senyum sendu ditampilkan oleh wajah tua eomma Hyoyeon. Terlihat Mingoo mengulas kurva dibibirnya yang terkesan memaksakan untuk tersenyum dengan biasanya dan menyapaku dengan suara bergetar, “Ah, annyeong hyung.. Kenapa baru datang?” Ya, aku memang salah besar karena baru datang menjenguk Hyoyeon sekarang padahal hal tersebut sudah terjadi 2 minggu yang lalu.

“Mianhae, Mingoo-a. Aku baru pulang dari Bangkok.” Ucapku sambil mengacak rambut adik laki-laki Hyoyeon tersebut, “–Taeng, bisa keluar sebentar?” Ucapku seraya menengok kearah ke delapan member SNSD. Kulihat Taeng berbisik sebentar ke Sica dan menghampiriku. Setelah tersenyum meminta izin kepada eomma Hyoyeon, aku menarik Taeyeon keluar dari ruangan tersebut. Matanya kelewat sembab dan member SNSD tidak ada yang memakai make up sama sekali hari ini. Sehingga membuat mata mereka terlihat jauh dari sipit. Apalagi ketika mereka menangis.

“Ada perkembangan?” Ucap Hyuk kepada Taeyeon yang merupakan kekasih Leeteuk, leader Super Junior. “Ani, aku khawatir oppa….. Kau tidak memberitahu siapapun kan tentang Hyo? Aku tidak ingin media mencium hal tentang ini. Bisa-bisa Junsu oppa dituntut karena menabrak Hyo.” Ucap Taeyeon menahan air matanya. “Gwenchana, aku tidak memberitahu siapapun kok. Aku sangat khawatir dengan keadaannya. Kalian malam ini pulang?” Lanjutku dan langsung dibalas dengan suara terlewat pelan olet Taeyeon, “Ne, oppa. Oppa sendiri? Menginap?” Kubalas dengan anggukan singkat dan kembali ke kamar Hyoyeon untuk menemui yang lainnya. Ku sms Teuki hyung untuk meminta Onew menggantikanku karena aku tidak bisa siaran SUKIRA malam ini. Toh Jinki juga sedang tidak sibuk malam ini, promosi Sherlock sedang diliburkan seminggu karena JongKey sedang sakit.

Dan aku akan menemani Hyoyeon sampai ia membuka matanya.

—Author’s POV (09:00 PM)

“Eunhyukie, ayok dimakan dulu makanannya,” ucap eomma Hyoyeon yang memanggil Eunhyuk yang sedaritadi menggenggam tangan Hyoyeon sambil berdoa agar sahabatnya tersebut sadar dari koma yang sedang ia alami. Member SNSD juga sudah pulang semenjak jam setengah sembilan tadi. Jadi, hanya ada Eunhyuk, Mingoo, dan eomma Hyoyeon yang tersisa dan masih bisa membuka mata saat ini. Kuanggukan kepalaku sebentar sambil melepas headset yang kukenakan untuk mendengarkan siaran radio yang dibawakan oleh LeeNew (Leeteuk&Onew). Tetapi, gerakanku terhenti ketika tiba-tiba saja Leeteuk hyung berbicara tentang diriku,

“Jewels! Mianhae hari ini monyet itu tidak bisa datang. Yah, seperti yang kalian tau, kami baru saja pulang dari Bangkok dan semuanya capek sekali. Kalau aku pribadi sih senang melihat ELFs yang sedang berjajar diluar ruang siaran, tetapi untuk Uri Dancing Machine sendiri, entah sepertinya ia sedang ada masalah atau apa entahlah. Kita doakan saja supaya ia lekas sembuh dan kembali ke lautan biru safir, okey? Lagipula, disini ada dongsaeng NG terkeren di dunia juga, Jinki…”

“Ne, aku memang ker…”

“Sudahlah, Jinki-a, kita putarkan lagu terbaru dari boyband yang baru saja comeback, SHERLOCK dari SHINee”

“Mwo? Kenapa harus laguku? Aah jadi malu,”

SHINee’s back–SHINee’s back–

Ternyata hyung memperhatikanku, ya? Aku hanya bisa tersenyum singkat dan memilih untuk langsung pergi ke meja makan untuk setidaknya menghibur Mingoo dan eomma Hyo. Kupasang tampang bodohku dan mulai berceloteh untuk mencairkan suasana. Walaupun hatiku miris, aku tidak boleh membiarkan mereka selalu menangis, bukan? Toh eomma Hyo tertawa sudah mengurangi keteganganku. Setidaknya beliau masih bisa tertawa…..

—Author’s POV (10:47 PM)

“Hyung, ayo pergi tidur, sudah larut nih.” Ucap Mingoo tiba-tiba dari arah belakang. Laki-laki itu sudah tidak terlihat lagi wajahnya karena lampu sudah diredupkan dan mata sipit Mingoo membuatnya seperti orang yang sedang mengigau dan tidur berjalan. Segera saja Eunhyuk menghampirinya dan berjongkok dihadapan pria tersebut, “Kau duluan saja, nanti aku menyusul.” Ucapnya dengan piss sign dan senyum yang lebar. Entah mengapa, perasaan Eunhyuk selalu ingin berada didekat sahabatnya. Mungkin ia merasa bersalah akibat ulah yang ditimbulkan oleh sahabatnya, Junsu? Entahlah. Ah iya! Ia lupa menanyakannya,

“Mingoo-a! Siapa saja laki-laki yang sudah datang kesini?”

“Hm? Oh. Itu Junsu hyung dan…err… Doojoon hyung.”

“Mwo?! Ah, arra arra. Gomawo, Mingoo-a.”

“Ne, selamat malam hyung.”

Doojoon? Siapa yang memberitahu bahwa Hyoyeon sedang sakit kepada Doojoon? Ucapnya dalam hati. Entah mengapa, ia mempunyai rasa bahwa ia dan Doojoon harus bersaing. Dalam hal apa, entahlah. Tetapi, siapa yang memberitahu Doojoon, eh? Mungkinkah Miyoung? Mungkin. Iakan DooHyo shipper. Namun, bukankah baik dari Eunhyuk dan SNSD sudah sepakat bahwa yang tahu kejadian ini hanyalah mereka-mereka saja dan Junsu? Aneh.

Eunhyuk memandang kearah wajah Hyoyeon yang diterangi oleh sinar bulan yang menerobos dari sela-sela jendela. Dan saat itu juga, jantungnya berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya. Kecantikan sempurna dari wajah polos Hyoyeon begitu terpancar dan membuat diri Eunhyuk tercengang. Pemilik surai cokelat kemerahan tersebut hanya bisa tersenyum polos melihatnya dan mendekat kearah Hyoyeon seraya duduk diatas kursi yang sudah dua jam ia tempati. Menggenggam tangan Hyoyeon dengan sangat kuat dan mengucapkan kalimat demi kalimat secara tidak sadarkan diri. Mungkin ini adalah hatinya yang memerintahkan untuk berbicara, bukanlah otaknya.

“Yak! Kim Hyoyeon!! Mengapa kau tidur saja sih? Kau memang tidak mau menyambut kedatanganku dari Bangkok selama berbulan-bulan kita berpisah? Hei, aku lapar ini. Dan jujur saja–” ucapnya sambil merapatkan dirinya ketubuh Hyoyeon. Bibirnya berada ditelinga gadis tersebut, “–masakanmu jauh lebih enak daripada ahjumma.” Kembali menarik diri dan tersenyum simpul melihat entitas yang sedang diajak berbicara bergeming tidak sadarkan diri, “Jadi, cepatlah sadar, kau tidak ingin oppamu ini setres dan tidak melanjutkan aktifitas bukan? Yeah, bukan lebay sih. Cuman memang aku terfikirkan olehmu terus, tau! Kau tau? Saat aku berada diatas panggung untuk dance solo, aku sampai lupa gerakan karena Taeng meneleponmu setelah kejadian itu. Jadi, cepatlah bangun, YulSang!! Ireonnaaaa palli!!!!”

Dan disaat itulah, lagu di handphonenya yang sedang kudengarkan menggunakan earphone adalah The Reason nya SHINee yang membuatnya sadar akan sesuatu….

‘Geu eoduun georireul honja geotdeon naege

Heureuneun nunmuljochado mollatdeon naege

Neoneun nunbusin biccheoreom dagawa nareul bichwosseo

Neoui soni gajyeogan geon nae nunmurieosseumeul

Nan ijeya kkaedarasseo.’

—Eunhyuk’s POV (11:11 PM)

‘Neowa hamkke haetdeon manheun sigandeuri (Moreugo jinaen haengbokhaetdeon sungandeuri)’

Semua hal yang kita lewati tidak pernah terasa, Hyoyeon-a. Tidak ada hal yang tidak menyenangkan ketika aku bersamamu. Dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, aku menganggapnya sebagai sebuah hiburan. Canda tawamu, suaramu, semuanya bagaikan nyanyian dari surga yang bisa meredam semuanya. Mulai dari tangis dari kesedihan maupun dendam mendalam yang kurasakan. Aku tidak pernah merasa bahwa kita akan berpisah. Karena aku tahu, kita dibuat untuk saling melengkapi. Kau yang keibuan namun terlalu galak dengan aku yang terlalu anak kecil dan terkesan penakut. Kita adalah sahabat yang sangat ditakdirkan untuk tidak saling meninggalkan satu sama lain.

‘Ijekkeot naega georeowatdeon gireul (Ulmyeo oeropge honjaseo geotdeon gireul)’

Aku masih sangat ingat dimana seorang Lee Hyukjae adalah orang yang sangat membuat orang lain kesal. Bahkan Junsu sekalipun. Aku tahu, sifatku yang sangat percaya diri membuat orang-orang kesal dengan diriku. Begitu pula dengan dirimu, kan Hyoraeng? Haha! Aku ingat dimana kita battle dance dan kau kalah sehingga aku bisa memakai ruangan sepuas diriku padahal kau ada didalam sana duluan. Dan aku masih ingat kau marah sejadi-jadinya kepadaku. Dan jujur, aku tidak pernah dimarahi oleh gadis manapun kecuali eommaku. Dan omonganmu sangat menusuk, YulSang. Dan itu membuat diriku mengerti dan merubah diriku. Kaulah cahaya didalam jalan gelap yang kubuat. Kaulah seorang gadis penyelamatku dari sebuah penjara hitam yang kubuat sendiri, gomawo, Hyoyeon-a.

‘Neon modu dallajige mandeun geoya’

Kedatanganmu ke duniaku membuat segalanya menjadi berwarna. Hidupku yang hanya dipenuhi oleh warna hitam putih, mendadak menjadi muncul warna-warna lain. Kau yang membawa hidupku, Kim Hyoyeon. Kau yang membuatku hidup. Kau yang mengajariku bagaimana cara untuk bertahan, bernafas, berjalan, dan bagaimana cara melihat dunia. Dan yang terpenting, kaulah yang mengajariku untuk melihat cinta yang sebenarnya.

‘Ijeseoya alge dwaesseo, Nae ape i giri itorok areumdaun iyureul’

Dan aku baru sadar….

Bahwa aku mencintaimu…..

Karena, kau segalanya bagiku……

—Author’s POV (06:14 AM)

Sinar matahari menerobos jendela kamar Hyoyeon dan membuat Eunhyuk terbangun dari tidurnya. Matanya masih sebab akibat tangisan yang ia lakukan semalam. Tersenyum simpul melihat gadis yang ia baru sadar bahwa ia cintai masih dalam keadaan tidur. Mengecek semuanya apakah semuanya masih normal atau tidak termasuk detak jantungnya yang terdeteksi oleh alat pendeteksi jantung yang terus berbunyi selama dua minggu terakhir. Eunhyuk hanya bisa melihat miris kearah keadaan gadis cantik tersebut. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga gadis tersebut dan berkata sangat pelan,

“Ohayogozaimasu, nae hyeonie. Saranghae, jeongmal saranghae…”

Kemudian Eunhyuk mengecup bibir Hyoyeon dengan sangat lembut, tersenyum melihat gadis itu tetap bergeming dan kembali mencium dengan sangat hati-hati seperti takut menyakiti sang empunya. Ia melumat bibir gadis itu sambil menangis. Menangis dalam diam karena dirinya sangat bodoh. Menyadari bahwa ia mencintai gadis yang selama ini berada didekatnya sangat telat. Menyadari disaat gadis itu sedang meregang nyawa.

Sedetik kemudian, Hyukjae menyadari bahwa air matanya bercampur dengan sesuatu yang lain. Segera saja laki-laki bermarga Lee tersebut mendongak dan melihat ada sungai kecil yang terbentuk di pipi Hyoraeng yang berasal dari matanya. Hyoyeon sadar bahwa Eunhyuk menciumnya! Hyoyeon sadar bahwa Eunhyuk mencintainya!! Segera saja Eunhyuk memeluk Hyo dan disitulah ia menangis sesegukan.

“Hyoyeon-a, buka matamu…jebal…. Aku tahu kau mendengarku!! Hyo, aku mencintaimu!!! Aku tidak peduli orang berkata kau menyukai Doojoon, GDragon, Junsu, ataupun Yunho hyung, ataupun siapapun yang aku tidak kenal. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu–” ia menarik nafasnya sejenak, “–jebal Hyo, aku ingin mendengar jawabanmu… Aku mencintaimu lebih dari apapun, jebal…. Ireona…..”

Dan disaat ia menarik nafasnya untuk berbicara kembali, disitulah ia mendengar sebuah bunyi nyaring yang sangat panjang. Bunyi yang sama sekali tidak ingin ia dengar. Bunyi yang harus dimasukan kedalam alam mimpi saja, bukan kenyataan. Saat itu juga, dua entitas datang dengan terburu-buru. Eomma Hyo dan Mingoo berada disana dan menangis sejadi-jadinya, dan disitulah…Eunhyuk melihat mesin pendeteksi jantung yang digunakan untuk mendeteksi detak jantung Hyo. Garis panjang tanpa adanya gerigi yang menghiasi garis tersebut.

She’s gone………

—(EPILOG + Eunhyuk’s POV)

“Eunhyuk oppa, ini..” Ucap Sunkyu seraya menyerahkan sebuah buku berwarna hijau kepadaku. “Apa ini?” Balasku cepat. Penasaran dengan apa isinya, “Bacalah oppa, kau akan menemuka sesuatu disetiap lembaran-lembaran yang kau buka.”

Sekarang, gundukan tanah merah yang sedang kupandangi sudah sepi. Setengah jam yang lalu, ahjumma dan Mingoo sudah pulang karena eomma Hyoyeon itu sduah kecapekan dan sudah tidak bisa lagi berdiri terlalu lama. Keadaannya juga tidak terlalu baik dan ia harus banyak beristirahat. Anggota SNSD dan seluruh artist SM Entertainment maupun seluruh penghuni Korea ikut berkabung disekitar gundukan tanah merah ini. Dunia berkabung melalui media masa. Dan semuanya menangis sejadi-jadinya. Terutama sang Yoon Doojoon. Yah, laki-laki itu memang benar-benar mencintai Hyoyeon dan ia memang mengeksposnya secara terang-terangan. Namun, aku tetap teguh dengan diriku sendiri bahwa Hyoyeon mencintaiku lebih daripada Doojoon.

Kubuka halaman pertama buku hijau yang diberikan Sunkyu tadi…

***

Dear Diary,

Aku lolos audisi SM!! Akhirnya mimpiku sebagai dancer kelak akan terwujud! Dan buku ini akan menjadi catatan perjalananku selama berkarir di SM. Namun, yang aku bingungkan, mengapa aku dimasukan kedalam kelas dance laki-laki, ya? Hmm. Mungkin Sooman-ssi ingin membuat group yang berisikan wanita dan pria? Molla~ yang jelas, aku tidak sabar untuk memulai hariku di SM!! Hwaiting Hyoyeon-a!! ^^

***

Kubuka lembar kedua, seterusnya dan seterusnya. Curahan hati Hyoyeon yang membuatku membuat kurva kecil sampai tertawa terbahak-bahak. Sampai akhirnya, aku menemukan goresan namaku diatas kertas creme yang menjadi isi dari journal pribadi tersebut….

***

Dear Diary,

Hari ini aku akhirnya berkenalan dengan idolaku kedua setelah Yunho oppa! Namanya Lee Hyukjae. Yap! Dia adalah pe-dancer terkeren kedua setekha Yunho oppa. Namun, tabiatnya…. Astaga!! DIA SONGONG AJA!! Gapake banget kok. Tapi sumpah ngeselin banget. Tapi….tetep aja aku sendiri tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku menyukai gerakannya. Sudahlah, aku sudah terlalu capek. Annyeooong~

***

Dear Diary,

Hari ini aku melakukan battle dance dengan Hyukjae. Okay, dia sangat mengesalkan. Aku berada didalam ruangan dance itu duluan! Dan dia mengambil dengan seenak jidatnya. Cih! Mengesalkan. Tidak sadarkah bahwa sebagai seorang namja ia tidak boleh melakukan hal seperti itu kepada yeoja? Dasar aneh. KESEEEEEL!!!!!

***

Sekesal itukah Hyoyeon kepadaku? Astaga, ini lucu sekali! Hyoyeon-a, bersahabat denganmu dan mencintaimu rasanya seperti mimpi, kau tahu? Senyumku mengembang dengan sendirinya saat membaca lembar demi lembar sampai kutemukan lembaran yang membuat diriku miris melihatnya…

***

Dear Diary,

Hari ini aku mendapatkan kabar entah bahagia atau tidak dari pihak SM. Yunho oppa akan debut bulan depan! Disatu sisi, aku sangat senang karena akhirnya namja itu memulai karirnya sebagai artis. Tetapi, disatu sisi, aku pasti akan sangat merindukannya karena hanya dialah yang menjadi tempat dimana aku membuang semua perasaanku. Dan sebentar lagi, aku akan kehilangannya…

Dan hari ini juga, pertama kalinya Hyukjae berbicara kepadaku dengan sangat lembut. Bahkan, ia menyenderkan kepalanya dibahuku. Padahal, sebisa mungkin aku menolaknya, tetapi ia tetap memaksa. Dan akhirnya ia memelukku karena ia sedih akan ditinggal oleh Junsu, sahabatnya. Yah, kami berdua benar-benar senasib. Mungkinkah ini awal dari persahabatan kami?

***

Lembar-lembar selanjutnya diceritakan bagaimana kehidupannya ketika ada aku disampingnya. Kutahan nafasku ketika aku menemukan sebuah lembaran yang merupakan tiga lembaran terakhir….

***

Dear Diary,

Ada apa dengan diriku? Sudah lama aku tidak menulis ditubuhmu. Aku hanya ingin mengaku….atau bertanya? Aku bingung dengan perasaanku sendiri. Aku menyukai Eunhyuk oppa. Aku….mencintainya? Entahlah. Aku bingung dengan perasaanku sendiri. Ia sekarang sudah berubah. Bukan Hyukjaeku lagi.

***

Dear Diary,

Sudah berbulan-bulan aku tidak menulis disini. Aku hari ini cemburu maksimal! WGM Hyukjae sangat membuatku emosi. Sungguh, aku cemburu…. Walaupun aku tahu aku tidak boleh melakukan itu. Tetapi, aku mencintainya…..ya aku mencintainya. Aku sadar ketika di MAMA ketika ia memandangku dengan cara yang berbeda. Namun, untuk apa aku mencintainya? Harapan kosong. Bukankah ia mencintai G.Na? (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩ƪ)

***

Dear Diary,

Maaf aku baru menulis (lagi). Hari ini ia sedang melakukan Super Show 4. Dan sebentar lagi ia akan pulang ke Korea lagi!! Akhirnya aku bertemu dengannya. Tapi, jujur. Yang kuinginkan adalah Hyukjae oppa. Bukanlah Eunhyuk oppa. Namun, memangnya kau siapa, Kim Hyoyeon?! Yah sudahlah, memang aku tidak mungkin ditakdirkan dengannya. Dan memang hanya dibuku inilah aku bisa mengatakan bahwa aku benar-benar mencintainya…….

Geudael saranghamnida, Lee Hyukjae oppa….

***

ajikdo nae ane namainneun eoduun gieogi

jogeumssik neol darma bicheuro muldeureoga

geu bichi kkeojyeogaji anke dowajwo

eonjerado neol bichul su itge

neowa hamkke haneun modeun sigandeuri

ijekkeot naega georeowatdeon gireul

I promise you

ije gateun sigan sogeul saraga ige jeonbu da neoyeosseo

nae ape i giri itorok areumdaun iyureur….

About raisawidiastari

crooked.

Posted on 27 Maret 2012, in Kim Ryechul, SM Town, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. oh my God… ff nya sedih bgt….gak nyangka author keren bgt bs bikin cerita yg ky gini…daebakkkk daebakkk…

    aku tunggu ff hyohyuk selanjutnya😀😀

    • raisawidiastari

      Terima kasih atas komennya yaa! aku kira pada gasuka HyoHyuk jadinya sempet takut buat publish FF ini >.<
      Keep support me yaa buat bikin HyoHyuk lagi :')
      Bytheway, ada FF YunHyo looh~ cek juga ya!

  2. sedih…hyoyeon mninggal…aq kira dy bkal sadar….
    py gpp lah toh khyukjae dah taw kalo hyoyeon jg mencintainy….

    • raisawidiastari

      nde, aku juga sedih bacanya. tapi, lebih baik kita ditolak ketimbang ngga menyatakan perasaan kita sendiri loh :’)
      Bytheway, ada FF YunHyo looh~ cek juga ya!

  3. Huhuhuuuuuuuu
    author gomawooooooo
    y’yeeee dapat ff hyohyuk
    *ditunggu lagi y

  4. Omona~ endingnya nyesek abis (˘̩̩̩.˘̩ƪ)”
    Keren deh ffnya :3

  5. soshideeryoona

    sad ending😦
    author daebak🙂
    feel sedihnya dpt banget …
    FF ini bener2 bikin nyesek dan bikin banjir air mata😥

  6. Ngena banget thorrr… tapi bagus banget! aku sukaaaa..
    tapi kenapa hyo hrs meninggal? – . –

  7. Huuuaaa
    Aku sebagai Hyounnies sampe nangis baca ff ni
    Kirain Hyo akan sadar trus pacaran ma Hyuk
    Dan doojoon cemburu
    Kemudian Hyo dan Hyuk nikah
    Dan mereka hidup bahagia
    #Kok aku malah bercerita

    *Ditampar Author*

  8. @Desya_Ningtyas1

    Sampe nangis bacanya…..
    Terharu banget…..
    Kasian Eunhyuk oppa ditinggal Hyoyeon eonni…..
    .,😥

  9. Kok endingnya gitu sih bikin nangis…..
    T_T

  10. Oke fine cha, lo emang bisa banget ngebolak balikin perasaan orang -_- you’re good at it, bunny :3 hahaha. Kenapa si hyo harus meninggal? Kenapa ga happy ending!? Kenapa!? Kenapa!? -____- *digetok*

    Mau kyu dong cha *digebukin kebanyakan request* eheheheh :3 kyu chaaaa! Jadi iblis juga boleh cha, anything you like deh *dibakar*
    Lopu yu cha❤

    -girl that love kyu, you know me-

  11. bagus, kata2nya nyentuh bngt. ;’) sayangnya kurang panjang. buat versi panjangnya dong.😀

  12. Cool bgtt..

  13. Amie loveYoonwon

    Sad ff tpi daebaaakk. . .aku sampai ngluarin air mata. . .good job author

  14. Huaaaa,,😥
    sad ending

  15. Daebak! Aduh hebat banget FF nya ;-;b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: