Category Archives: Mia Mentari

[FFS/PG-15] Magic Spell ? #3

—-

Saat sinar matahari masuk dan menyilaukan mata Hana yang masih tertutup, Hana mengerang pelan sambil menggeliat-liat kecil di tempat tidurnya. “Sudah pagi ya ?”, gumamnya sambil menguap lalu membuka matanya.

Hana segera bangun dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi. Tak berapa lama kemudian ia sudah rapi dengan seragam sekolah, dan rambut yang di sanggul tinggi.
Read the rest of this entry

Iklan

[FFS/PG-15] Magic Spell #2

Langit sudah gelap. Hana menghela napasnya yang lelah. Sepanjang sore tadi dihabiskannya dengan mengikuti kegiatan klub sampai malam begini. Tapi hanya dengan begini setiap harinya ia tidak akan merasa bosan. Pagi sampai sore dia akan berada di sekolah yang ramai dengan teman-teman. Malam..dia akan sendiri di rumahnya yang sepi.
Read the rest of this entry

[FFS/PG-15] Magic Spell #1

P.S. 

Boleh baca sambil denger lagu-lagunya OST Secret Garden^^~

—-

 

Siang itu hangat karena wajah matahari hanya sedikit menyembul dari balik awan. Hana tersenyum dan meletakkan sebelah tangannya untuk menutupi pandangan matanya agar tidak silau.
Read the rest of this entry

[FF/oneshoot] When Eomma Sing a Lullaby

 

Cahaya di rumah itu tinggal remang-remang. Sepertinya semua penghuninya sudah terlelap semua. Kyuhyun memelankan laju mobilnya masuk ke garasi agar tidak membangunkan siapa pun. Setelah mobilnya terpakir dengan benar, pria itu mulai mematikan mesin dan mengecek jam di ponselnya sebelum turun. Read the rest of this entry

[FFS/PG-15] A lady who I like it -chap 3-

——–

Sungmin menghela nafasnya. Sekarang dia sedang berada dalam perjalanan pulang dari rumah orang tuanya. Ibunya menelponnya lagi kemarin, memintanya pulang. Dia tak keberatan untuk pulang, karena dengan itu dia bisa menghindari ajakan makan siang bersama Saera.

Tapi saat Yesung mengirimnya pesan kalau Hana datang ke acara makan siang, dia menyesal setengah mati. Laki-laki itu merindukan Hana setelah beberapa hari tak bertemu dengannya. Gadis itu menghindarinya. Lagi. Tapi kali ini dia merasa kalau Hana juga menghindari Kyuhyun. Apa gadis itu sudah tahu alasan kenapa akhir-akhir ini hubungannya dengan Kyuhyun merenggang ?
Read the rest of this entry

[FF/PG-15] A Lady Who I Like it -chap 2-

A Lady Who I Like It !

Annyong 😀

Ini ff lamaku juga~^^

Yang belum baca chap sebelumnya, bisa lihat disini

>>Chap #1<<

======================

Read the rest of this entry

[FFS/3/last] Is it A Love ? -chap 3-

Is it a Love ?

(LAST PART) 

chap 3

“Dengarkan aku…”

“Mulai sekarang aku ingin kao melihatku bukan sebagai orang yang kao lihat dengan matamu, tapi dengan hatimu”

“Lihatlah aku sebagai orang yang kao cintai, bukan sebagai periii, kumohonnnn~~~”

Aku tak ingin mata ini hilang dari pandanganku, aku tak ingin suara ini hilang dari telingaku.. Tapi hatiku tak ingin aku menjadi egois

 
Read the rest of this entry

[FF/PG-13] Is it A love ? chap 2

Is it a Love ?

chap 2

Key ^^ ♥

Cast :

Kim Kibum SHINEE

Lee Donghae SUJU

Lee Hana

‘Kao tahu ? Kupikirkan yang kao rasakan itu bukan cinta, kao hanya terbiasa dengan keberadaan Donghae yang selalu ada di dekatmu. Saat Saera tiba-tiba muncul, kao merasa Donghae adalah belahan jiwamu yang hilang. Padahal sebenarnya tidak, yang kao rasakan sebenarnya hanya sekedar kehilangan seorang sahabat saja’

 

 

Previously~~~ 

“ANNYOOOONG~~~YOROBUNN !!!” aku menoleh ke arah Key yang berteriak keras. Semua orang melihat ke arahnya. Kenapa dia berteriak keras begitu ? “AKU INGIN MENGUMUMKAN SESUATUU” aku memandang bingung peri aneh di sebelahku. Wajahnyaa….tampak bahagia. “MULAI HARI INI….HANA ! LEE HANA ! ADALAH MILIKKU”

Aku terperangah cukup lebar, sementara yang lain mulai brtepuk tangan dan mengucapkan selamat padaku. Aishhh~~kenapa dia tersenyum riang begitu ? Apa maksudnya ? Omooo~~apa-apaan dia

_______________________________

-tamankota-

Bulan tampak besar malam ini. Cahayanya juga lebih terang daripada di malam-malam pada musim lainnya. Kao akan lebih mudah melihat sekitar taman walau tanpa lampu seperti sekarang ini. Aku tak menyangka kalau bulan di musim panas akan sehangat dan seindah ini. Hmmm……*trpesona*

Aishhh~~LEE HANA ! SADARLAH ! INI BUKAN SAATNYA TERPESONA DENGAN BULAN !

Aku kembali memasang muka cemberutku menunggu Key. Katanya pergi membeli es krim, kan ? Kenapa selama ini ?

“Jagiyaaa~~”, aku menoleh ke sebelahku yang ternyata sudah diduduki Key, ntah sejak kapan. “Ini es krimmu” ucapnya sambil menyodorkan es krim rasa tiramisu kepadaku.

Aku menjitak kepalanya sebelum menerima es krimku, “Jangan panggil aku jagiya”. Key meringis kesakitan akibat jitakanku, lalu mulai menjilati eskrimnya.

Sambil menjilati es krimku, diam-diam aku tersenyum sendiri. Karena ternyata aku sama saja sepertinya yang bertingkah seperti anak kecil. Aku tadi marah pada Key, tapi sekarang sudah padam karena hanya sebuah es krim ?

“Es krimnya enak, kan ?”, tanya Key tanpa berhenti menjilati es krimnya. Aku tak suka berbohong tanpa alasan, jadi aku mengangguk saja.

Tak lama setelah es krim kami habis, Key mendongak dan menatap bulan. “Huoohhh~~bulannya besar sekali !”, ucapnya riang dan kagum. Aku memandangnya sambil cekikan dalam hati, tadi di pesta dia bertingkah seperti orang dewasa yang penuh kharisma, sekarang dia malah tampak seperti anak kecil berumur tiga tahun.

Ahhh~~benar PESTA !! Pesta masih berlangsung kan di sana ? Hufftt…padahal kukira pesta pertamaku ini akan berakhir menyenangkan. Tapi belum sempat aku menyentuh makanan dan berdansa, aku malah menarik Key untuk pulang tadi !. Aishh~~seandainya tadi Key tidak membuatku malu, aku pasti sekarang masih berada di sana.

Tiba-tiba Key bangkit dari kursi taman, dan mengulurkan tangannya kepadaku, “Ayo kita selesaikan pesta kita !”

Selesaikan ? Maksudnya…kembali ke pesta ? “Anni~~aku tak mau kembali ke pesta itu”, jawabku malas. Kembali ke sana setelah Key mengumumkan yang tidak-tidak pada semua orang ? Huh, SHIROO !! Aku malu kembali ke sana >///<

“Phaboya ! Tentu saja tidak”, aku memandang Key tak mengerti. Kalau tidak, jadi maksudnya apa ?

Dalam sekejap, key berhasil membuatku bangkit dari kursi taman dengan sekali tarikan. Aku hampir berteriak marah, tapi Key segera memelukku. Kau tahu ?, memelukku seperti orang yang akan melakukan dansa.

“Kao sudah makan es krim tadi kan ? Sekarang tinggal melakukan dansa untuk menyelesaikan pesta kita”, katanya sambil meletakkan kedua tanganku di lehernya.

Jarak kami sangat dekat sekarang, dan wajar saja aku menundukkan wajahku malu. Lagipula aku sama sekali tak bisa berdansa ! Aku hanya pernah melihatnya di film-film, tapi tak pernah mempraktekkannya.

“Angkat wajahmu !”, ucap Key sambil mengangkat daguku.

“Key…”. Aku menelan ludahku saat mengatakan ini, “akuuu… tak bisa berdansaa…”, ucapku pelan dan hampir tak terdengar di akhir kata.

Kulihat Key hanya tersenyum miring, lalu mulai bergerak kesana kemari. Awalnya sangat sulit mengikuti gerakannya, tapi Key dengan sabarnya memelankan langkahnya, memberiku kesempatan untuk belajar. Hohoo..aku bisa juga

“Lumayan untuk seorang pemula”, ejeknya sambil tersenyum miring lagi. Karena kesal, kuinjak kakinya, “Aishh~~sakit Hana-yaa”

Aku hanya tersenyum puas dan menikmati lagi dansa kami. Ntah kenapa aku berharap, aku dan Donghae lah yang kini berdansa bersama. Huffttt…boleh kan aku berharap lebih padanya ? Sikapnya tadiiii… Omoo~~seperti menunjukkan kalo dia kaget aku menjadi yeojachingunya Key. Diaaa… Apa dia mencintaiku ?

“Jangan berharap lebih padanya..”, ucap key tiba-tiba yang lantas membuatku kaget. “itu akan menyakitimu”

Omooo~~bagaimana dia bisa tahu apa yang sedang kupikirkan ? Kenapa dia bersikap seolah-olah bisa membaca pikiranku ?

“Sudah kubilang jangan pasang muka bodohmu itu !”, kesal Key sambil memalingkan mukanya dariku. Kudengar dia menggerutu-gerutu tak jelas. Kenapa dia ?

“Key..boleh kutanya sesuatu ?” Key tak menoleh ke arahku, tapi dia berhenti menggerutu. Kuanggap itu jawaban ‘iya..boleh’ darinya. “Apa kao peri yang bisa membaca pikiran orang ?”

Key menoleh cepat ke arahku dan mulai tertawa keras. DEG ! Baru kali ini aku melihatnya tertawa lepas begini. Annii (tidak)~~ini pertama kalinya Key tertawa di depanku. Kao tahu ? Suaranya begitu renyahh dannnn..sexy ? Sejenak aku terpesona melihatnya tertawa. Omo~~ternyata seorang peri bisa terlihat tampan juga ya ?

YAAA~~LEE HANA ! SADARLAHHH !!!

“Kao ini phabo atau apa sih ?” tanya Key geli sambil mengusap air mata yang keluar karena menertawakan aku. “Memangnya ada peri seperti itu ? Tentu saja tidak ada”

“Lalu bagaimana kao bisa tahu apa yang kupikirkan ?”, tanyaku tak mengerti

Saat Key mulai tertawa lagi, segera kugembungkan pipiku padanya sampai dia diam. Lama-lama tawanya itu menjengkelkan juga. “Mukamu itu seperti monitor yang menggambarkan apa saja yang kao pikirkan. Semua orang akan tahu apa yang kao pikirkan dengan wajah bodohmu itu”

Semua orang ? Benarkah ? Apa Lee Donghae juga bisa membaca pikiranku ?

“Tapi kurasa Donghae tak pandai membacanya”

Benarkah ? Hmm~~yahh kurasa yang dikatakan Key benar. Tak mungkin Donghae pandai membacanya. Kalo dia pandai, dia pasti tahu kalau aku mencintainya, kan ?

“Nah..ayo kita pulang !” ujar Key sambil melepaskan tanganku yang melingkar di lehernya. “Besok kao harus bersiap-siap menjadi pacarku, arraso ?”

_________________________________________

-Esok pagi-

 

Berita tentang Key yang menjadi pacarku sudah merebak ke seluruh sekolah. Key dinilai sebagai murid baru yang keren, karena berani mengumumkan hal itu di pesta sekolah. Dia segera menjadi pujaan gadis-gadis di sekolah, setelah mereka tahu kalo Key juga jago menyanyi dan menari. Sementara aku ? Aku dinilai sebagai gadis beruntung yang mendapatkan hati Key hanya dalam waktu dua hari.

“Beruntung ?”, gumamku dengan nada ejek sambil memainkan pensil di tanganku. Aku sedang memangkukan dagu di tangan yang lain sambil memandang keluar jendela, tepatnya ke arah gerbang sekolah.

Hari ini Donghae tak berangkat ke sekolah bersamaku seperti biasa. Dan jam segeni dia juga belum datang, kemana dia ? Tidak biasanya dia telat begini. Apa sesuatu sudah terjadi padanya ?

‘Kao tahu ? Kupikirkan yang kao rasakan itu bukan cinta, kao hanya terbiasa dengan keberadaan Donghae yang selalu ada di dekatmu. Saat Saera tiba-tiba muncul, kao merasa Donghae adalah belahan jiwamu yang hilang. Padahal sebenarnya tidak, yang kao rasakan sebenarnya hanya sekedar kehilangan seorang sahabat saja…’

 

Aishhh~~Kenapa tiba-tiba aku teringat ucapan Key semalam ?

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan meyakinkan diri kalau ini bukan sekedar perasaan kehilangan sahabat saja. Ini perasaan kehilangan sebelah hatiku. Aku mencintai Donghae. Ne..aku mencintainya.

‘..karena itu.., kupikir dengan aku yang selalu berada di dekatmu, akan mengusir perasaan kehilanganmu itu. Tentu saja dengan aku menjadi namjachingumu (pacar), bukan sebagai sahabat. Ini akan lebih cepat dan lebih mudah menghilangkan perasaanmu pada Donghae. Karena perasaan itu akan tergantikan dengan perasaanmu padaku …’

 

Aku menggeleng-geleng lebih cepat karena takut kata-kata Key yang selanjutnyanya akan muncul di kepalaku. ‘… kao akan jatuh cinta pada perimuu, nonaaa !^^’.

Huweee~~aku merasakan mual yang amat sangat mengingat senyum Key semalam saat mengatakan kalimat itu. Dia percaya diri sekali kalau aku akan jatuh cinta padanya. Itu tak mungkin terjadi ! Tak mungkinnnn !! ><

“Hana-ssi ? Hana-ssi ?” tiba-tiba aku melihat bayangan telapak tangan yang terkibas-kibas di depan mukaku. Aku mengerjap-ngerjap dan melihat Saera yang melakukannya. “Gwenchanayo ?”, tanya Saera khawatir.

“Ne..gwenchanayo”, jawabku sambil tersenyum manis, berusaha membuatnya untuk tidak khawatir pada keadaanku. Hmm~~kenapa dia ada di sini ya, di kelasku ?. “Apa yang sedang kao lakukan disini, Saera ?” Ahh~~tntu saja untuk mencari donghae, kan ? Kenapa aku malah menanyakan pertanyaan bodoh ?. “Mencari donghae ?. Aku tak melihatnya sejak dari tadi”

“Geuraeyo ? Tapi bukannya kalian sering berangkat bersama ? Kenapa hari ini tidak ?”, tanya Saera dengan raut muka khawatir. “Apa dia sakit ?”

DEG ! Benar juga..mungkin dia sakit.

“Jangan panik dulu !” aku menoleh ke arah Key yang entah sejak kapan duduk di sebelahku. “Mungkin saja dia hanya terlambat bangun. Jangan berpikir yang tidak-tidak dulu”

Saera mengangguk-angguk setuju dengan peryataan Key. Tapi tidak denganku, karena aku tahu Donghae tak mungkin terlambat bangun. Donghae adalah orang yang sangat disiplin dengan waktu, jadi tak mungkin dia telat bangun. Sementara Saera dan Key mengobrol, diam-diam aku mengirimkan sms ke Donghae

To : Donghae Nae Chingu..chingu

Kao di mana ? Apa kao sakit

Key sempat curiga dengan tingkahku, tapi aku diselamatkan oleh bunyi bel dan pertanyaan Saera.

“Bagaimana ini ?, Donghae belum juga datang. Apa sebaiknya aku sms saja ya ?”, tanya Saera pada Key.

“Ne..sebaiknya begitu. Tapi kao kembalilah ke kelasmu sebelum seosangnim kembali”, ujar Key yang lalu disambut anggukan dari Saera. Aku menghela napasku saat Saera sudah pergi, tapi Key masih duduk disampingku, “Apa yang kao sembunyikan ?”

“O-oopseo..”, bohongku. Ya Tuhann..jangan sampai Key bisa membaca kebohonganku.

Key masih tak bergeming dari bangku di sebelahku. Dia masih menatapku curiga, sampai teman sebangkuku  mengusirnya dari bangku itu. Key akhirnya bangkit dari bangku di sebelahku sambil menggerutu-gerutu kesal. Huffttt…untung saja.

Ddrddrtt *bunyi hp bergetar* Aku membuka pesan masukku.

SENDER : Donghae Nae Chingu..chingu

Hanya kecelakaan sedikit.  Apa kao bisa menemaniku sekarang ?

Bagaimana ini ? Aku ingin sekali bolos pelajaran sekarang, tapi Key sedang mengawasiku sekarang. Kalau dia tahu aku akan menemui Donghae sekarang, dia pasti akan marah. Dia akan memarahiku karena aku mengingkari janjiku untuk melupakan Donghae. Tapi sekarang aku malah menemuinya, ini akan membuatku tambah susah melupakan Donghae.

Seosangnim (guru) terus memberikan materi pelajaran, sementara aku hanya gelisah tak menentu. Aku berpikir keras cara bolos tanpa diketahui Key. Tapi bagaimana caranya ?

“Lee Hana !”, suara seosangnim membuatku terkejut. “Kao kenapa ? Apa kao sakit ?” tanya seosangnim sambil berjalan mendekat ke arahku.

Sakit ? Hmm..aku tahu cara bolos dari sini. “Ne..”, jawabku dengan nada lemah. Aku memijat-mijat kepalaku, beraking seperti orang sakit kepala. “Pusing sekali”, desahku pura-pura. Aku melihat ekspresi khawatir seosangnim. Berhasil ! Seosangnim tertipu dengan aktingku.

“Kao istirahat saja di UKS ! Mintalah pada ibu dokter obat agar kao lekas sembuh”, aku mengangguk pada seosangnim (guru), tapi bukan dengan anggukan semangat yang sering kubuat. Ini adalah anggukan lemah seorang Lee Hana. Hoho..ternyata aku jago juga berakting.

Segera saja aku keluar dari kelas. Aku tak membawa serta tasku, karena ini hanya bolos sementara. Aku tak boleh lama-lama bolos, karena itu akan membuat Key curiga.

Saat aku melewati kelas Saera, tiba-tiba saja timbul rasa tidak enak padanya. Aku tak memberitahu Saera tentang kabar Donghae, itu tak baikkan ?. Segera saja kukirimkan sms padanya.

To : Saera-ssi^^

Donghae mengalami kecelakaan kecil. Tak usah khawatir karena aku akan menjenguknya sekarang. Aku akan kembali dengan cepat dan memberitahumu bagaimana keadaannya

Setelah smsku terkirim, aku segera mengendap-endap keluar sekolah dengan memanjati tembok pagarnya. Setelah berhasil keluar, aku menelpon Donghae untuk menanyakan keberadaannya.

“Yeobseo ?” terdengar suara Donghae dari seberang telepon.

“Gwenchana ? Kecelakaanmu tak parahkan ?”, tanyaku cemas.

“Gwenchanayo..aku tak kecelakaan. Hanya membohongimu saja”

“Mwo ??!!!” membohongiku ? KETERLALUAN !!

“Kao bisa menemaniku kan ?” aku hampir memarahinya, tapi Donghae lebih dulu memberitahuku, “Aku akan berziarah ke Mokpo hari ini. Kao mau menemaniku kan ?”

Aku menggigit bibirku, cemas. Mokpo ?. Itu kan jauh sekali dari Seoul, bagaimana ini ? Key bisa curiga kalau aku lama sekali kembali.

“Aku hanya rindu pada Appaku. Kalau kau tak mauu ak-..”

“Aku mau..”, potongku cepat. Sejenak kupandangi matahari yang cukup panas untuk menghilangkan rasa cemas karena takut dimarahi Key. Ini hanya ziarah, aku akan tetap pada pendirianku untuk melupakan Donghae. Aku hanya akan menemani Donghae sebagai sahabat, tak lebih “Ayo kita ke Mokpo !”

________________________________________________

-Laut Mokpo, sore hari-

 

“Kyaaa~~hentikan itu Donghae !”, teriakku pada Donghae yang sedang mencipratkan air ke mukaku. Donghae tak berhenti, dan malah semakin tertawa.

Hari ini cukup menyenangkan !. Setelah turun dari Bandara Mokpo, aku dan Donghae langsung berziarah ke makam Aboji (ayah)*Hana udah terbiasa manggil ayah Donghae ‘Aboji’ sejak mereka kecil* Setelah itu, kami jalan-jalan keliling Mokpo dan diakhiri dengan pergi ke lautnya. Walau tak seindah laut di pulau Jeju, tapi aku cukup senang melihat air laut yang biru dan burung-burung camarnya. Hmmm..aku sudah lama tak pergi ke laut sejak hari itu.

“YAA !! Kao tak mau ikut aku ke tengah ?”, teriak Donghae dari tengah  laut.

Aku yang mandi di pinggir, hanya memandanginya saja. “Aku tak mau !”

“Ya sudah kalau begitu”, ucap Donghae yang lalu mulai berenang lebih ke tengah.

Aku menatap sedih jauh ke tengah laut sambil berjalan keluar dari air. Rasanya ingin sekali berenang jauh ke sana, tapi aku tak bisa. Kakiku bisa kram kalau lama-lama berendam di air. Hari itu juga, saat aku dan keluargaku berlibur di laut pulau Jeju. Aku hampir tenggelam karena nekat masuk ke air. Umurku waktu itu adalah tujuh tahun, dan oemma cukup panik waktu itu. Jadi dia lah yang menyelamatkan aku.

Lama sekali kutunggu di tepi pantai, tapi Donghae tak muncul juga. Aku yang mulai khawatir dengan keadaannya, mulai berjalan ke tepi laut. “Donghae-yaa !! Ayo kita pulang~~”, teriakku. Tapi tak ada jawaban, dan tak ada bayangan orang yang mandi di tengah kecuali perahu-perahu nelayan. “Donghaeee !!!!!”, teriakku lebih keras, karena ketakutan.

 

———-

Annyong~ (^___^)/~

Makasi buat yg uda komen d chap sblum nya. Tnyata xan org2 bae smua, hohoho xDD *ngrayu*

Buat skedar informasi aj..

Ini ff emang uda pernah d kluarin d grup fb

Maka nya mungkin banyak yang udah pernah baca (.___.)

Sekali lagi.. Mian yaa~ ngasih ff lama *bow*

Semoga kalian menikmati ff lama ini ^^~

Keep komen, ok ?

Yang bae silahkan komen, yang merasa bukan org bae, yaa~ gak usah komen uga gak apa-apa. Itukan urusan anda dgn hati dan Tuhan semata 🙂

 

FF/PG-13/14 GLAMOURE

GLAMOURE CHAP 14


Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

 

===================================================

Heechul berhasil mengikuti bibinya sampai di depan sebuah ruangan. Tapi sebelum dia bergerak cepat, Haemi sudah dimasukkan ke dalam ruangan itu, sementara bibi dan bodyguardnya itu diluar.

“Oouu..sepertinya keponakanku sudah gila”, sindir Daera sambil memandang remeh baju yang dikenakan Heechul.

Meski dia kesal diejek seperti itu, Heechul tidak berkomentar apa-apa. Tangannya menggepal keras, dan pandangannya lurus dan tajam ke wajah bibinya.

“Apa ? Ada yang ingin kao katakan padaku Heechul ?”, tanya Daera sombong

“Memangnya ada yang perlu kutanyakan padamu, bibi ?”, tanya Heechul balik dengan senyum miringnya yang khas.

Pertanyaan yang mengena untuk Choi Daera ! Dia merasa tersudut dan jengkel dengan sikap keponakannya. “Kao ! Ah sudah laaah..bereskan saja dia”, perintahnya pada para bodyguardnya.

Heechul sudah memasang kuda-kudanya. Dia siap menghadapi empat orang pria itu. “Jangan pernah menyesal..”, gerutu Heechul sebelum akhirnya melompat dan menyerang.

*************************************************************************************

Haemi PoV~~

“Oemma !”, teriakku mengejar oemma. Tapi oemma tak pernah mendengarku dan malaah terus berlari menjauh.

Aku ketakutan setengah mati, karena setiap inchi nya aku berlari, kegelapan semakin melebar di belakangku seakan-akan ingin menelanku hidup-hidup.

“Oemma~~kumohon berhenti”, ucapku yang mulai lelah. Tanganku terulur ke depan berusaha menggapai oemma, tapi tak bisa. Akhirnya kakiku terkulai lemas dan jatuh ke lantai yang dingin. Serta merta aku merasakan dingin dan gelap menelanku.

‘ZSREEEETTTHHHHH’ Aku tersentak kaget dari pingsanku. Ternyata tadi hanya mimpi. Aku mengerjap-ngerjap dan mendadak mataku terbelalak. Cermin ! Cermin ! Cermin ! Cermin ! Sejauh mataku memandang, aku hanya melihat cermin dimana-mana. Sekujur tubuhku mulai bergetar hebat, aku yakin sebentar lagi monster di tubuhku itu akan mengamuk.

“Bagaimana rasanya ?”

“HYAAAAAAAAAAAAAAA !!!!!!!!!!!!!”, teriakku keras. Bukannya menjawab pertanyaan Daera, si wanita bule jahat itu kepadaku, aku malah berteriak keras.

Tawa nenek lampirnya mulai menggema. Dan aku segera berbalik cepat. Aku merasakan sekujur tubuhku membara panas, dan bisa kupastikan mataku melotot hampir keluar.

Daera tampak kaget melihatku berubah. Lalu sesuatu merasuki otakku, dan memerintah kakiku untuk bergerak cepat mendekati Daera.

Mungkin karena sekarang aku terlihat menakutkan, Daera mundur menjauhiku, “Kao mau apa ?”

Aku mengerang semenakutkan mungkin, lalu mendorongnya keras hingga terpental keras ke dinding. Daera pingsan dan kepalanya mengeluarkan darah.

Aku kembali berteriak histeris dan menjambaki rambutku yang tertata rapi. Gaunku juga sudah robek sana sini, karena aku menariknya kuat-kuat. Semua bayangan diriku di cermin tiba-tiba berputar cepat dan seakan berbicara padaku. ‘Kao jelek Haemi ! Si buruk rupa Haemi ! Haemi si Perkasa !’

Telingaku berdesis keras, kepalaku sakit. Aku mengerang sekali lagi. Lalu berjalan cepat ke cermin dan memukulnya hingga retak. Tingkahku sudah seperti orang gila.

*************************************************************************************

Author’s PoV~~

“HYAAAAAAAAAA !!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Heechul berhenti sebentar ketika mendengar jeritan Haemi. Haemi berteriak denagn perih dan meyayat hati siapa pun yang mendengarnya. Heechul merasa perih mendengar lolongan itu.

‘BUG!’ Selagi Heechul berhenti, ternyata seorang pria menumbuknya tepat dibagian luka tadi pagi yang didapatinya. Sebenarnya luka itu belum sembuh benar, tapi demi Haemi, Heechul berbohong dan mengatakan lukanya sudah tak apa-apa.

Heechul meringis pelan, dan menguatkan dirinya untuk bangkit lagi. Dia berhasil memukul laki-laki itu, ketika Haemi menjerit lagi. Kali ini lebih terdengar seperti lolongan aneh.

Hati Heechul makin perih, dengan ganas dia memukuli semua pria itu tanpa ampun. Tadinya gerakannya sangat berirama dan masih tergolong biasa karena dia tak berniat untuk membunuh para pria itu. Tapi karena takut dan cemas karena Haemi, laki-laki kurus ramping itu berubah ganas dengan hawa pembunuh.

Tak berapa lama kemudian, Heechul sudah berhasil menjatuhkan seluruh pria itu. Sebagian dari mereka pingsan, dan sebagian lagi mungkin sudah mati karena pukulannya itu.

Heechul segera meninggalkan mereka dan masuk ke ruangan tempat Haemi dikurung.

Awalnya Heechul pikir akan mendapati Haemi yang terkulai lemah disana. Tapi yang dilihatnya malah bibinya yang terkulai lemah. Spontan karena hati nurani, Heechul bergerak cepat mendekati bibinya. Sang bibi ternyata pingsan dan sedikit luka di kepala. Heechul bernafas lega dan berniat akan menggendong bibinya keluar saat tiba-tiba dia mendengar lolongan Haemi lagi.

Heechul mendapati hatinya terluka lagi. Dengan cepat, Heechul meletakkan hati-hati bibinya di lantai lagi dan berlari ke arah sumber suara.

Selama berlari, kepala Heechul tak henti-hentinya melirik sana sini ke pecahan kaca. Ruangan itu memang ruangan cermin, seluruh dinding itu tertempel cermin panjang. Tapi sekarang, cermin-cermin itu pecah, dan menjadi puing.

“Haemiiiii !!”, panggil Heechul khawatir. Kepalanya sudah dipenuhi pikiran-pikiran aneh. Sebagian memikirkan kalau Haemi mungkin diculik monster dan monster itu mengamuk-ngamuk mengejarnya yang berlari ketakutan. Tapi sebagian lagi mengatakan kalau Haemi lah monsternya. Haemi mengamuk-ngamuk marah karena diculik bibinya.

“Haemiii ?”, suara Heechul nyaris lirih karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Matanya membulat melihat gadis yang dicintainya itu meng-antuk-antukkan tubuhnya ke cermin. Tubuh gadis itu penuh luka dan darah

“Haemiii…hentikan !”, Heechul sekarang berusaha menghentikannya dengan memeluknya.

Gadis itu mengerang keras, lalu mencakar tangan Heechul yang mencoba merangkulnya.

Heechul mau tak mau, melepas tangannya karena kulitnya perih terkena cakaran. “Haemiii”, dengusnya pelan. Haemi sedang menunduk dan pundaknya turun naik turun naik dengan berirama. Heechul yakin kalau gadis itu sedang menenangkan dirinya.

Dengan perlahan, Heechul mengulurkan tangannya, mencoba menyentuh Haemi. Tapi Haemi mendongak cepat, dan mendorong Heechul hingga jatuh menimpa dinding cermin lagi.

Heechul jatuh tepat mengenai lukanya. Tubuhnya sudah tak kuat lagi. Bibirnya mulai mengeluarkan cairan darah dan dia meringis sakit.

Haemi mulai mengantuk-antukan lagi tubuhnya ke cermin dan itu membuat hati Heechul makin perih. Secara perlahan, Heechul bangkit dan mulai merangkul gadis itu lagi dari belakang. Kali ini Heechul sengaja memeluknya erat, berharap kehangatan tubuhnya akan membuat gadis itu sadar.

“Haemii..hentikan~~”, bisik Heechul di telinga gadis itu.

Berhasil ! Haemi memang diam dan berhenti, tapi air matanya mulai mengalir.

“Jangan menangis…”, Heechul menciumi bahunya. “Kao tetap gadis yang paling indah yang aku temui”

Entah apa yang mendorong Heechul berkata seperti itu. Tapi Haemi berhasil kembali normal. Walau tubuhnya masih bergetar-getar, Haemi berusaha mengatakan sesuatu.

“Apa ?”, tanya Heechul memastikan. Dia yakin tadi mendengar Haemi mengatakan ‘Saranghaeyo’, tapi karena bisikannya cukup lirih, Heechul jadi kurang mendengarnya.

“Sss..sarang, hah.. Saranghaeyo”, ucap Haemi dengan nafas tersengal-sengal.

Heechul tersenyum tapi kemudian jatuh pingsan. Luka di tubuhnya sudah tak bisa diajak kompromi lagi. Tapi dia merasa lega. Lega karena akhirnya Haemi membalas cintanya.

*************************************************************************************

Haemi PoV~~

Mataku tak henti-hentinya menatap sosok yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit saat ini. Karena sikapku, Heechul jadi terbaring lemah sekarang.

“Kao tak mau makan dulu Haemi ?”, tanya nona Victoria, yang ternyata nenekku dan sodara-sodaraku itu.

Aku mengeleng-geleng lalu mengembangkan senyumku, “Aku belum lapar. Tapi nanti aku akan makan setelah Heechul bangun”

Nona Victoria, menarik sebuah kursi dan duduk di dekatku, “Kao—“ Aku melihatnya yang ragu-ragu mengatakan sesuatu, “kao seorang mirrorphobia ?”

Aku mengangguk lemah dengan helaian nafas, “Mm..aku seorang mirrorphobia”

“Lalu kao anaknya Inyeong ?”

Lagi-lagi aku mengangguk, “Mm..”

“Sudah kuduga ! Kao memang mirip sekali dengannya”

Aku tak tahu apa yang membuat wanita setengah baya itu terdengar riang. Dan jujur aku malas menebaknya. Aku cukup pusing dengan semua masalahku.

“Kao ingin menjadi normal lagi ?”, tanya Nona Victoria tiba-tiba. “Maksudku..kao mau tidak ikut terapi penyakit itu ?”

Alisku terangkat, “Mianhee, tapi memangnya penyakitku itu bisa diobati ?”

“Semua penyakit itu pasti ada obatnya !”, jawabnya mantap. “Aku kenal baik dokter-dokter hebat di Prancis. Kao bisa ikut aku pulang ke sana, kalau kau mau..”

Prancis ? Ya ampunn..kota impianku ! Tapi aku tak punya cukup uang ke sana.

“Tak perlu cemas soal uang”, jawab Nona Victoria. Heh ? Bagaimana dia tahu apa yang kupikirkan ? “Aku kan nenekmu…kau ingat ?”

“Gamsahamnida”, ucapku yang lalu disambut pelukan oleh Nona Victoria.

*************************************************************************************

Author’s PoV~~

Heechul membuka matanya perlahan-lahan. Orang yang pertama ingin dilihatnya dalah Haemi. Tapi kemana pun Heechul melihat, dia tak menemukan gadis itu.

“Ceritakan pada kami apa terjadi antara kao dan Haemi”, kata Ryeowook sambil melipat tangannya di dada. Dia, Enhyuk, dan Donghae sedang berdiri di tepi ranjang Heechul.

“Kalian tidak tanya aku bagaimana ? Tak saying pada sodara sendiri ?”, kata Heechul mencoba melucu.

Enhyuk melotot, “Kao jadi aneh chullie ! Sejak kapan kao suka melucu ?”

“Hah ?”, Heechul bingung lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Sejak aku mendengar Haemi bilang cinta padaku, mungkin”, ucapnya dengan suara pelan.

“APA ?”, pekik kaget Enhyuk dan Ryeowook.

Heechul tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya lagi. Dia merasa malu membicarakan ini pada sodara-sodaranya.

Sementara Enhyuk dan Ryeowook merengek-rengek minta diceritakan bagaimana kejadiannya pada Heechul, Donghae menghela nafasnya. Sejak tadi tubuhnya menegang mendengar cerita Heechul. Dia juga sempat curiga dengan sikap Haemi yang perhatian sekali pada Heechul. Ternyata hal yang ditakutinya benar-benar terjadi. Sekarang apa yang harus dilakukannya ?

Enhyuk dan Ryeowook mengangguk-angguk mengerti mendengar cerita Heechul. “Jadi adik seksiku ternyata mencintai chullie juga ?”, Enhyuk tampak berpikir. “Mungkin aku harus menyerah sekarang”

“Mm..aku juga”, Ryeowook mengangguk juga.

Heechul tersenyum menatap kedua sodaranya. Lalu dia menatap Donghae dengan pandangan bersalah dan maaf, “Mianhee”

Donghae mencoba tersenyum pada sodaranya, “Gwenchana. Kao dan Haemi memang cocok”

Heechul tersenyum terima kasih pada Donghae. Dia merasa lega karena akhirnya Donghae bisa menerimanya.

*************************************************************************************

Malam pun tiba. Mereka semua akhirnya bisa tidur dengan lega. Sekarang Haemi tak akan diganggu siapa pun lagi. Daera sekarang sudah berada di rumah sakit jiwa, karena diklaim telah mengalami gangguan jiwa karena stress. Angela juga sudah merelakan kalau ibunya itu gila, dia menerimanya dan akan selalu menemani ibunya sampai sembuh nanti.

Haemi menatap koper-kopernya. Helaian nafas muncul dari bibir mungilnya saat mengingat Heechul. Dia akan pergi tanpa memberitahu Heechul. Benarkah yang dilakukannya sekarang ?

“Haeminie-yaa~~”, panggil Victoria dari ambang pintu kamar Hotel. “Kao yakin tak memberitahu siapa pun kao akan pergi ? Lalu tak mau pergi denganku juga ?”, tanya sang Nenek dengan bertubi-tubi.

Haemi tersenyum, “Ini yang terbaik nek..” Lagi-lagi dia menghela nafasnya, “Tapi aku akan memberitahu Heechul”, gumamnya pelan.

“Kao akan ke rumah sakit sekarang ?”

Haemi mengangguk, lalu bertanya, “Apa nenek melihat Ahjussi dimana ?”

“Saya disini agashii”, jawab Hankyung lalu memeperlihatkan dirinya yang berdiri di belakang Victoria.

“Aku akan pergi”, Haemi berlari dan memeluk Hankyung. “Aku akan sangat merindukan Ahjussi”

“Saya juga agashii. Jagalah diri anda baik-baik”

“Ahjussi mau lakukan sesuatu untukku ?”

Alis Hankyung terangkat, “Melakukan apa ?”

Haemi melepaskan pelukannya, “Jangan bilang pada siapa-siapa kemana aku akan pergi, arraso ?”, ucapnya sambil mengulurkan kelingkingnnya pada Hankyung.

“Ne..arra”, ucap Hankyung penuh senyum lalu mengikat kelingkingnya dengan kelingking Haemi. Tapi kemudia kening Hankyung berkerut, “Pada ibu koki juga ?”, tanya Hankyung yang merujuk pada tetangga Haemi yang bekerja sebagai koki.

Haemi menggeleng lemah, “Tidak juga pada ahjumma” Haemi menghela nafas, “Ahjumma sudah tua. Aku tak mau dia khawatir padaku”

*************************************************************************************

Haemi membuka perlahan pintu kamar Heechul tanpa suara. Seharusnya ini bukan jam membesuk lagi, tapi gadis itu memohon pada seorang perawat agar mengijinkannya. Si perawat akhirnya menyetujuinya setelah mendengar cerita Haemi.

Haemi tersenyum ketika melihat Heechul yang tertidur pulas di kasurnya. Cahaya rembulan menerpa wajah Heechul membuat wajah laki-laki itu semakin damai.

Haemi mengelus kepala Heechul lembut, “Sekarang tak ada yang perlu kao mimpi burukkan lagi, chullii—ups, maksudku Heechul”

Heechul membuka matanya dan menangkap tangan Haemi cepat, “Kenapa baru membesukku sekarang ?”

Haemi tersentak kaget. Dia membuka mulutnya untuk membantah, tapi menutupnya lagi. Kepalanya tertunduk, “Mianhee..”

Heechul membuat posisinya jadi setengah duduk sekarang, “Mianhee ? Hanya itu ?”

“Lalu kao mau apa ?”, tanya Haemi sambil mengangkat kepalanya lagi.

“Katakan sekali lagi…”

“Apa ?”

Heechul membuka mulutnya, tapi menutupnya lagi. Dia agak malu menyuruh gadis itu mengucapkan ‘Saranghaeyo’ kepadanya. “Aaah~~tidak jadi”

Haemi mendengus pelan, “Bodoh !”

Heechul menjitak jidat Haemi kesal, “Apa kao bilang ?”

Haemi meringis sambil mengelus-elus jidatnya, tapi kemudian tersenyum, “Mau jalan-jalan ke atap sebentar ?”

*************************************************************************************

“Kao sedang ingin hal-hal yang romantis ya ?”, goda Heechul sambil memperhatikan pemandangan gelap yang terpampar di atap

Haemi hanya diam sambil menatap langit yang menggelap.

“Yaa ! Aku sedang bicara padamu !”, kesal Heechul sambil berlari mendekati Haemi. Dia hampir menjitak kepala Haemi lagi saat dia melihat wajah sedih gadis itu, Heechul mengurungkan niatnya. “Kao sedang ada masalah ?”

“Kao suka awan ?”, tanya Haemi tiba-tiba.

“Hah ? Apa ?”, Heechul kaget karena tiba-tiba gadis bertanya yang aneh-aneh. “Mm..ya. Tapi tidak terlalu” Heechul memutar kepalanya dan melihat ke sekitar. Wajahnya penuh raut gembira saat melihat sesuatu, “Heii..lihat ! Matahari terbit di dekat patung Kristus yang kita kunjungi kemarin”

“Heechul…”, panggil lirih Haemi

“Ya ?”, jawab Heechul menoleh kepadanya.

“Kita…” Haemi menunduk dan mengigit bibirnya, baginya sulit sekali mengatakan ini. “Kita tak bisa bersama..”

“APA ?”, pekik Heechul tak percaya. “Kao sudah mulai merasa kalau kao menyukai Donghae ?”

Haemi mengangkat kepalanya, “Yaa ! Donghae dan aku hanya kakak adik. Jangan berpikir yang macam-macam”

Heechul tersenyum, tapi langsung pudar karena melihat mata gadis itu berkaca-kaca. “Kao kenapa ?”

Haemi membiarkan tangan Heechul menghapus air matanya. Tiba-tiba dia merasa hangat ketika tangan itu menyentuhnya. Tapi disisi lain, hatinya seperti teriris. Dia tak sanggup menghadapi kenyataan pahit.

“Haemi ? Kao baik-baik saja ?”, tanya Heechul khawatir saat tiba-tiba air mata gadis itu makin deras.

Haemi menggeleng-geleng, “Aku…aku…”

********************************************************************

©2011 S3FFIndo

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

********************************************************************

Gomawo for my all reader #hug ♥

Karena kalian uda setia dengan cerita ini dari awal, aku akan ngpost dua chapter hari ini, hehe 🙂

Silahkan lanjut ke part END na yaa ~~ ^O^//



[FF/PG-13] GLAMOURE Part 13

GLAMOURE CHAP 13


Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

 

===================================================

Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: