Category Archives: Seongrin Park

[FF/1S/PG-15] “Pokky, I meet Hwang Chansung”

TITLE : “Pokky, I meet Hwang Chansung”

AUTHOR : Seongrin_Park

LENGHT : 1S

GENRE : ROMANCE, HUMOR

CAST :

Lee Donghae, Park Seongrin, Hwang Chansung, Park Jungsoo, Min SooJin, Lee Yoora, other cast from 2PM and SUJU

———————————————————————


Donghae menimang ponsel bluft black ditangannya dengan tampang kusut. Sekali lagi di cek-nya sisa saldo telfon, masih saja 0,32 Yuan, tak bertambah sama sekali. Padahal dia sudah pesan ke temannya Henry yang kebetulan jualan pulsa di Taipe..

“Kangen Lopphy…” racaunya..

Siwon keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, “Sms, kalau nggak ya telfon aja, Hae. Tapi jangan lama-lama, kita ada Syuting sejam lagi..”

Donghae manyun, melempar ponselnya keatas karpet, “Pulsa sekarat tuh! Padahal kemarin lusa baru beli 10 ribu. Eh, buat telfon Teuki hyung sekali aja udah abis. Mana pake putus-putus lagi. Padahal katanya murah terus sinyalnya bagus..”

“Berani jamin?” cletuk Eunhyuk yang sedari tadi sibuk baca komik Yadong.

“Heh?”

“Apanya yang berani jamin?”

Eunhyuk nyengir monyet (?), lalu sedetik kemudian ia sudah memamerkan HP CDMA-nya yang terbaru. CDMA warna hijau kayak baju tante-tante nyinyir yang pada mau arisan, “Operator lain, cuma bisa ngumbar janji tapi nggak bisa berani jamin! PAKAI ESIA!! TARIF MURAH, SINYAL KUAT! BERANI JAMIN! Telfon putus, kami ganti..”

“Aishhh… Mu24h itu IM3…” Siwon bersenandung kecil seraya melenggang menuju kamar.

Donghae masih cengo, “Hyuk..”

“Ya? Mau beli Esia?” Eunhyuk nengok girang, “Yang pulsa 5ribu harganya 18ribu!!”

“Aniyo… Minta pulsa dong!!” pinta Donghae sambil melempar tatapan ‘Ayolah-kangen-Seongrin-nih!-nanti-gue-downloadin-video-yadong-baru’

Eunhyuk terlihat berfikir sebentar hingga kemudian melempar HP LG Cr78-nya ke pangkuan Donghae, membuat si ikan Mokpo itu tertawa bahagia, “Ahh.. Xie Xie… My lovely kunyuk-kunyuk-kunyukku sayang!! Telfon Lopphy ahh..”

‘Tuttt…. Tuuutttt….’

“YA!! KUNYUK!! MONKEY! BERISIK! NGAPAIN KAU PAKE TELFON-TELFON? HAH? KANGEN? MAAF YA, SAYA UDAH ADA YANG PUNYA!!”

Donghae buru-buru menjauhkan telinganya dari speaker phone, sementara Eunhyuk terkekeh puas dibalik komiknya, “Hey, ini aku..”

“IYA, AKU TAU INI KAU! APA? MINTA PISANG? BELI SENDIRI SONOH! SAYA LAGI EDITING FOTO! TAU KAN SAYA SIBUK?? JURNALIS UTAMA MAJALAH CECI GITU LOHH..” potong suara Seongrin dari seberang.

“Park Seongrin..”

“NGGAK! PROGRAM EDITINGNYA NGGAK BISA MBENERIN GUSI!”

“LOPPHY!!!!” geram Donghae sakit gregetannya, sementara si pemilik HP masih cengar cengir nggak jelas sambil ‘pura-pura’ focus baca komik.

“Ehh.. Pokky ya?” suara Seongrin melembut seketika.

Donghae menghela nafas, “Kau dendam apa sih sama Hyuk?”

“Hehehe… nggak ada sih. Cuma dia enak dimarah-marahin..”

Donghae melirik kearah Eunhyuk sambil mentautkan alisnya, “Mwo? Kau bilang apa, Lopphy?”

“Lupakan!” tukas Seongrin, “Eumh.. Pokky, kangen….” Lanjutnya kemudian, dengan suara khas yang terdengar begitu manja.

“Kangen Lopphy juga.. muachhh.. muachh…”

“Muachh.. Muachh.. Muachh.. Love Pokky..” balasan gesture kiss dari Seongrin membuat Donghae semakin cenat cenut kayak marmut, “Eumh, besok ultahku, Pokky nggak bisa pulang ya?”

Donghae langsung cemberut mengingat itu. Benar-benar kesal. Besok 5 Mei. Hari ulang tahun Seongrin. Dan sayangnya dia tidak bisa kembali ke Seoul karena jadwal yang menumpuk, kesibukan Syuting terutama, “Susah Lopphy, mianhaeyo..”

“Gwaencha… aku paham kok..” terdengar dengusan kecil Seongrin, “Eh, sekarang lagi sibuk Syuting ya, Pokky? Ada adegan mesra-mesraan sama Ivy Chen ya? Ada adegan kiss ya? Ada adegan romantis-romantis gitu ya?” introgasinya kemudian.

“Ada adegan ranjang..” cletuk Donghae, asal.

“YA!! CARI MATI?? BERANI LAKUKAN ADEGAN SEPERTI ITU, KUBUNUH KAU!”

‘Gompyyanngggg….’

Terdengar suara benda logam jatuh dari sambungan telfon Seongrin. Disusul dengan lengkingan kaget seorang gadis yang dikenali sebagai Lee Yoora, “YA!! Onnie mau bunuh siapa?”

“KECOAK!!”

“Hahaaha.. Orinku sayang cemburu nih..” kekeh Donghae begitu mendengar nada jutek Seongrin saat meneriakkan ‘kecoak’ pada Yoora.

“Nananana… Nanana… Nanana… aduh, ada kucing terbang..” asal Seongrin. Detik berikutnya hanya terdengar ketukan-ketukan cepat dari tuts keyboard.

“Ihiyy.. yang cemburu jadi salah tingkah..” goda Donghae lagi.

Seongrin malah asyik nyanyi-nyanyi sendiri, “I’ll be, Itsu no himo kimi ni. With me, Egao wo tayasanai. Ima koko de chikaitai. You and Me..”

“Ige Mwoya??”

“Lagu Take off, Partnya CHANSUNG..”

Chansung? Hwang Chansung? Magnae 2PM yang belakangan disukai Seongrin? Yang katanya Sexy, tinggi, terus cool itu?? Saingan terbesarnya? Donghae langsung manyun, “Owhh.. Seneng ya ama part-partnya itu orang?”

“Pasti. Seneng banget..” Seongrin manas-manasin sambil senyum-senyum geli di Seoul sana, “Pokky, Besok aku mau nglewatin hari ulang tahun bareng anak-anak 2PM loh..”

“MWOOOO????? KAU INGIN AKU MATI GANTUNG DIRI??”

Teriakan menggelegar dari Donghae membuat seisi Dorm gempar. Eunhyuk langsung meninggalkan komiknya dan melotot kaget, “JANGAN! KAU BELUM BIKIN ASURANSI, DONGHAE YA!”

.Siwon yang masih cuma pake kolor melongokkan kepala dari kamar, “LEE DONGHAE! KAU GILA? BUNUH DIRI ITU DOSA BESAR!”

.“JANGAN HYUNG! AKU MASIH BUTUH HYUNG DISISIKU…” Ryeowook yang sedari tadi sibuk ngepel teras langsung melesat ke ruang tengah.

.Sementara Zhoumy yang dari tadi ngitungin duit langsung menoleh pada Henry yang lagi latian biola di sebelahnya, “Donghae kenapa ribut-ribut sih?”

.Henry yang juga masih belum ‘ngeh’ sama bahasa Korea Cuma jawab asal, “Kaget kali Ge , liat video Yadong punya Gege Hyuk..” dan Zhoumy Cuma manggut-manggut paham.

.Sungmin yang kaget langsung bangkit dari tidurnya, “Heh? Hae mau bunuh diri? Owh…” lalu dia kembali tidur dan memeluk gulingnya (?)

.Kyuhyun langsung berlari masuk meninggalkan warnet-nya, “Hae hyung! Mau gantung diri pake tali tambang atau tali raffia??”

***

“Cari gara-gara!” Leeteuk langsung menjitak adik kesayangannya itu tanpa ampun..

“Aishhh.. Oppa.. Appo!!” dengus Seongrin seraya mengusap-usap kepalanya, “Aku kan cuma terima Job yang menarik aja, Oppa! Lagian aku memang fans 2PM..”

“Eitsss.. Fans Hwang Chansung!!” koreksi Yoora yang langsung ikut menghempaskan diri di tengah Seongrin dan SooJin.

Seongrin melotot, “Apa kau? ANAK DURHAKA!!”

“Sudahlah Sunbae, toh ini juga baik untuk karir Seongrin di dunia Jurnalistik. Bekerja di Ceci yang notabenya majalah fashion wanita saja tidak cukup. Dan tawaran dari Numero kali ini toh bisa menambah pengalaman Seongrin..” SooJin angkat bicara.

“Pengalaman cari cowok Sexy..” cletuk Yoora.

“YA! YOOL!! Akan kuadukan pada Jonghyun kalau kau suka Dongwoon B2ST!!” ancam Seongrin yang membuat Yoora langsung membekap mulutnya.

“Tapi masalahnya, INI 2PM loh! ADA CHANSUNG! LEE DONGHAE bisa ngamuk, SooJin ahh..” Leeteuk mengacak-acak rambutnya dengan gusar. Park Seongrin. Adiknya ini, baru jadi Jurnalis utama majalah Fashion aja udah suka bikin sensasi..

“Aku tau itu. Tapi ini masalah Profesionalisme, sunbae..” tekan SooJin yang langsung disambut anggukan dari Seongrin. “Begini deh, karena aku yang ajak Seongrin dalam Job ini, maka aku yang tanggung jawab kalau nanti OrinHae sampai ada problem. Otthoke?”

Leeteuk melirik Seongrin sebentar, “Oke. Aku percayakan semuanya padamu, SooJin ahh. Aku tau kau Jurnalis yang handal..”

“Jadi? Boleh?” girang Seongrin, Leeteuk mengangguk setuju.

“DAEBAK!! NANTI SOOJIN ONNIE BISA PDKT SAMA WOOYOUNG OPPA!! UPSSS….” Yoora langsung membekap mulutnya lagi begitu SooJin melempar tatapan membunuh.

***

Aku mencintaimu..

Sebuah kalimat sederhana yang penuh makna bukan?

Aku mencintaimu, bidadariku..

Jangan pernah tanyakan, tentang ‘Mengapa aku mencintaimu?’

Karena kau tak akan menemukan jawaban apa pun..

Tapi tanyakanlah, tentang ‘Apa yang membuatku mencintaimu?’

Maka kau akan menemukan jawaban… “SEMUA”

Karena ada SELURUH CINTA, tapi tak ada SEBAGIAN CINTA.

Aku mencintaimu…

Dan yang membuatku merasakan cinta itu adalah,

Keseluruhan dari dirimu..

LOPPHY, SAENGIL CHUKKAE!!! Muachh.. :*”

………………………………………

Send e-mail…

To: ParkSeongrinku@yahoo.co.id

Donghae tersenyum puas begitu mengirimkan email berisi puisi yang dikarangnya untuk Seongrin sebagai kado wajib. Namja itu lalu bergegas keluar dari kamarnya. Sepi, semua orang masih tertidur lelap. Jelas saja, ini masih jam 3 pagi. Donghae mengendap-endap masuk kedalam kamar manager hyung yang juga menginap di Dorm..

“Hyung… Hyung… bangun dong! Penting nih!”

Sosok yang diharapkan itu hanya menggeliat kecil lalu pulas lagi, Donghae mengguncang tubuhnya lebih kuat kali ini, “Hyungie.. ayolah.. Darurat..”

“HYUNG!! YA AMPUN! ITU SI AMBER SEXI BANGET CUMA PAKE BIKINI!!”

Sang manager hyung langsung melek dan bangkit dari tidurnya, “HAH? AMBER PAKE BIKINI?? MANA-MANA? EMANG ADA DADANYA??”

“Hehehe.. ketauan! Suka Amber ya?” ledek Donghae sambil cengar-cengir.

Manager hyung manyun, kantuknya balik lagi setelah tau cuma dikerjain, “LEE DONGHAE!! Kau tidak ada kerjaan ya? Ini jam berapa? Masih pagi-pagi buta!!”

“Hyung.. aku mau pemotretan Numero..”

Dahi manager hyung langsung berkerut heran, “Numero? Yang China apa Korea? Kan dulu SUJU-M udah pernah! Banyak sesi lagi..”

“Tapi kan dulu Jurnalisnya bukan Seongrin..” Donghae manyun.

“Heh?”

Donghae dengan manjanya langsung pasang puppy eye sambil narik-narik tali kolor manager hyung-nya itu, “Pokoknya aku mau pemotretan Numero ya hyung! Kalo nggak boleh, aku nangis nih..”

“Eishh.. Kapan?” tanggap manager hyung setengah nggak sadar..

“Sekarang..” Donghae tersenyum penuh arti.

“Eh? Ya.. Terserah kau lah, aku masih ngantuk…” si manager hyung balik tidur lagi, seolah menganggap kata-kata Donghae barusan hanyalah sebuah Morning Joke.

***

“OMONA.. Cakepnya… Aihh.. Sexi..” decak Seongrin sambil terus menonton pemotretan member 2PM untuk majalah Numero itu.

Seseorang menepuk pundaknya, “Seongrin ahh, kau kenapa terus-terusan ngiler disini? Skrip untuk rubric Black chief bagaimana?”

“Sudah Oke, Py!”

“Kita sedang kerja, panggil ‘Onnie..’ Jangan pake ‘Cosspy..’!!” dengus SooJin sambil meraih beberapa lembar centre Skrip yang dibuat Seongrin, “Kau itu kalau sudah menyangkut 2PM kerjanya kilat ya??”

“Ya Ampun.. Itu Chansung.. ototnya Waww…” Seongrin masih asyik sendiri.

SooJin cengar cengir sambil geleng-geleng kepala, “Eh.. ngomong-ngomong, setelah ini bisa kenalan langsung loh sama anak-anak 2PM..”

“JINCHA?? Woow.. Kyaa.. Taecyeon senyumnya manis. Chansung lagi.. Aishhh… gelap! Ini apaan sih?” dengus Seongrin saat sepasang tangan tiba-tiba menutup matanya.

“Jangan liat-liat yang begituan! Nanti kau naksir!” orang itu melepaskan tangannya.

Seongrin melet, “Suka-suka dong, HeeChul onnie..”

“OPPA!!” HeeChul langsung mencubit gemas pipi Seongrin, SooJin hanya terkekeh kecil.. “Kau itu jangan terlalu nafsu sama Chansung, ahh! Kalau Donghae tau, dia bakal ngamuk di Dorm, dan koleksi kuteks-ku akan jadi sasaran!”

“Sunbae kesini diutus Donghae jadi mata-mata?” Tanya SooJin.

“Bukan mata-mata, tapi Pengawal. Bertugas menjaga Seongrin..” sahut HeeChul sambil mendekap erat tubuh Seongrin hingga gadis itu nyaris mati sesak nafas.. (?)

“OPPA! SE… SAK!! AKU.. Hmffttt.. SUMPAHIN JERAWATAN!!”

“Annyeong haseyo…” terdengar sapaan kompak yang familiar dari arah belakang. Siapa itu? 2PM! Ada Nickhun, Junho, WooYoung, dan.. CHANSUNG?? Seongrin langsung terpesona..

Junho memutar matanya jahil, “Ahh.. ini kekasihnya HeeChul sunbae?”

Seongrin yang menyadari posisinya dalam dekapan HeeChul, langsung buru-buru melepaskan diri dan mendorong tubuh oppanya itu, “JANGAN SAMPAI!!”

Keempat member 2PM itu terkekeh. Chansung terutama, “Hahaha.. kau ini kalau tidak salah adiknya Leeteuk sunbae kan? Hobi teriak-teriak ya?”

“Ahh… ani. Aku berteriak karena HeeChul oppa menyiksaku..” Seongrin salting, mukanya sedikit memerah karena malu. YA!! Yang tadi ngomong sama dia itu HWANG CHANSUNG loh!!

“Kalau nggak disiksa, nanti jelalatan! Kau kan sama saja dengan Leeteuk hyung..” cletuk HeeChul yang langsung disambut gelak tawa yang lain.

SooJin yang melihat situasi makin hancur langsung mengambil alih keadaan, “Ahhh.. Annyeong haseyo, Min SooJin imnida. Dan dia Park Seongrin, benar, adik Leeteuk Super Junior. Kami disini dari majalah Ceci yang kebetulan mendapat Job menjadi jurnalis sementara di Numero..”

“Ahhh.. kau pernah meliput Big Bang dan DBSK juga di beberapa Seoul Magazine, benar? Aku sangat suka semua Skrip yang kau buat..” tanggap WooYoung,

Entah kenapa wajah SooJin memerah, tersipu, “Jincha? Gomapta…”

“Buruan..” Seongrin menyikut lengan onnienya itu tiba-tiba.

SooJin melotot, “Apa sih?”

“Itu loh,,, Itu …”

“Heh? Auchhhh…” erang SooJin saat Seongrin menginjak kakinya dengan sengaja.

“Eihh.. Waeyo? Kau baik-baik saja SooJin shhi?” kaget Junho.

Seongrin malah nyengir tanpa dosa, “Itu Oppa, SooJin onnie kebetulan sedang Diare, melilit..”

“Tunggu, rasanya aku punya…” Nickhun tiba-tiba merogoh kantong celananya dan mengeluarkan.. “Ini.. dari bahan alami jambu biji, khasiatnya terbukti! Diare, Ya Diapet..”

“Heh?”

Seongrin menatap ilfeel, cakep-cakep kok aneh, “Aduh, mending di anter ke toilet aja deh, ya? WooYoung oppa bisa antar SooJin onnie tidak?”

“Me?” WooYoung menunjuk wajahnya sendiri, “Oke. Ayo SooJin shhi. Sampai toilet keluarin aja..” ia langsung menggandeng lengan SooJin dan menuntunnya menuju toilet. SooJin menoleh sekilas dan melotot ke arah Seongrin, tapi yang dipelototin malah Cuma cengar cengir nggak jelas.

“Kacang sekilo 15juta..” cletuk HeeChul, tapi masih aja dikacangin.

Junho menenggak air mineral yang dibawanya, “Eh, Seongrin shhi sudah lama jadi jurnalis?”

“Ani, baru setahun ini, Oppa.. itu pun belum terlalu professional seperti SooJin onnie..”

“Aigoo.. manisnya. Kau memanggil kami semua oppa padahal baru bertemu ya?” puji Chansung yang membuat Seongrin makin deg deg seerr tak karuan.

HeeChul merengut, “Dia tidak semanis itu di depan anak-anak Super Junior..”

“Eumh, Sebenarnya aku mulai tertarik dengan 2PM sejak beberapa bulan ini, oppa..” terang Seongrin.

“Jinchayo? Wooww…”

“Ne. Sejak melihat MV Without You dan mengikuti WGM Khuntoria, jadi tertarik. Oppa punya image yang cool tapi sebenarnya funny..” Seongrin mulai hanyut sendiri dengan obrolannya bersama anak-anak 2PM, sebodo amat deh sama sosok Cinderella Kim di belakangnya..

“Ahhh.. kau ikuti WGM? Pasti tertarik padaku?” Tanya Nickhun dengan PD-nya.

Seongrin menggeleng malu, “Aniyo.. biasku di 2PM itu Chansung oppa..”

Junho dan Nickhun sontak langsung melempar tatapan jahil pada Chansung dan menggodanya, “Cieee.. Cieeee… Ahhhh.. Uri magnae…”

HeeChul Cuma geleng-geleng kepala, “Matilah! Harga kacang udah sampai 60juta sekilo..”

***

Seongrin mengaduk caramel coffee-nya dengan sedikit canggung. Bagaimana tidak? Ada seorang Hwang Chansung yang tengah menemaninya minum kopi di café kecil ini. Dari keempat personil 2PM yang mengobrol dengannya tadi, memang hanya Chansung yang punya waktu senggang untuk ngobrol. Lalu HeeChul? Sudah pergi sejak tadi untuk membeli kacang yang harganya 60juta sekilo..

“Seongrin shhi, aku benar-benar biasmu di 2PM? Menurutmu, aku ini bagaimana?”

“Bagaimana ya?” Seongrin berpikir sejenak sambil melahap sepotong cherry cake-nya, “Menurutku, kau ini orangnya ramah dan sopan pada wanita..”

“Fisik?”

Seongrin memicingkan matanya, menatap setiap inci wajah Chansung, kemudian turun ke bawah, rasanya ia mulai bisa beradaptasi dengan magnae 2PM ini, “Kau bisa menyimpulkan sendiri kan? Tinggi, tampan.. dan eumh.. Sexi!! Hehe.. semua yeoja juga pasti berpikir begitu..”

“Eumh.. Kau suka padaku, Seongrin shhi?” Chansung langsung to de point..

Suka? Seongrin sedikit tersentak. Gadis itu memainkan cherry diatas potongan cake-nya sambil berfikir. Ia suka Chansung, memang. Ia bahkan menyukai saat-saat ini walau terkadang pikirannya melayang ke Taipe. Entah kenapa wajah Donghae selalu mengusik benaknya. Donghae? Pokky? Apa Pokky akan marah jika ia bilang ia suka Chansung? Ayolah, ini hanya sekedar ‘suka’, bukan ‘cinta’. Tapi di lain sisi, Donghae adalah tipe orang yang..

“Hey!! Kau sedang memikirkan seseorang?” Chansung menepuk pundak kanan Seongrin, membuat gadis itu sadar dan tersenyum kikuk tanda mengiyakan.

“Jadi kau sudah punya kekasih, Seongrin shhi?”

Seongrin mengangguk semangat, “Ne.. aku ada kekasih, tapi sekarang dia sedang sibuk. Kami tidak bisa bertemu dulu untuk waktu yang cukup lama..” dengusnya sambil meniup-niupkan poni, “Hufftt.. Padahal ini hari ulang tahunku..”

“AHH… Jincha? Kau ulang tahun tepat hari ini?”

“Ne, 5 Mei. Hari ini..”

“Chukkaeyo..” pekik Chansung seraya menyuapkan sepotong tiramisu kedalam mulut Seongrin, entah kenapa gadis itu tidak menolak. “Mau kunyanyikan sebuah lagu?? Reff take off?”

Seongrin tersenyum girang sambil terus melumat potongan tiramisu di mulutnya, “AKU MAU!! JEBAL!! Aku paling suka bagian Reff Junho dan Junsu oppa…”

Chansung terkekeh kecil melihat antusiasme Seongrin, ia menyesap hot frapuchinonya sebentar, lalu mulai bersenandung sambil mengetuk-ngetukkan jarinya pada sisi meja,

“Ready, Ready, Ready for the take off..

Michinaru sekai e to. Maiagarunda.. Dakara.. sono te hanasanaide..

Ready, Ready, Ready for the take off..

Yume ga mezasu basho e. Tsukanda kono.. Kizuna.. Nigiri.. Shimete..”

“Aiggoo… Merdunya…” puji Seongrin sambil tepuk tangan. Beberapa pelanggan yang ada di café juga ikut bertepuk tangan.

“Baiklah, itu kado dariku..” Chansung tersenyum sambil iseng memainkan sendok tiramisunya, “Apa itu kado terbaikmu hari ini?”

“Aniyo…”

Hwang Chansung membulatkan matanya sambil manyun, “MWO?? Hadiah dari seorang Chansung 2PM tidak menjadi kado terbaik?”

“Haha.. Mianhae, tapi aku lebih suka puisi dari kekasihmu..” Seongrin tersipu malu sambil mengeluarkan ponsel bluft black dari celananya dan membaca ulang puisi singkat yang dikirimkan Donghae tadi pagi, lalu menyodorkannya pada Chansung…

“Woowww.. Kekasihmu pandai membuat puisi? Romantisnya..”

Seongrin tersenyum bangga, entah kenapa dia bisa begitu terbuka pada Chansung, padahal mereka baru kenal sekitar 2 jam yang lalu, “He is the one for me…”

Chansung tiba-tiba mendekatkan wajahnya kearah Seongrin, membuat gadis itu bingung setengah mati. Hingga akhirnya magnae 2PM itu mengusap sudut bibir bawahnya, “Ada sisa toping..”

…………………………………………

……………………………………………..

“Owh.. ternyata kayak gitu ya..” sinis seorang pria yang berdiri di depan pintu café. Wajahnya tak terlihat jelas, tertutup topi, masker dan kacamata hitam. Tapi Seongrin tau betul siapa itu. Suara namja yang setiap pagi selalu menelfonnya dan mengumbar kata rindu..

“Pokky?”

“Terserah kau, Park Seongrin..” ketus pria itu seraya berjalan cepat meninggalkan pintu café.

***

“Pokky!! Tunggu dulu!!” Seongrin mengejar Donghae yang berlalu masuk kedalam mini studio Numero beberapa menit lalu, tapi namja itu sudah hilang begitu saja..

Seorang asisten fotografer menatap Seongrin dengan bingung, “Bukankah tadi sudah pulang? Apa kau mencari seseorang Seongrin shhi?”

Seongrin mengatur nafas sejenak, raut wajahnya tampak begitu cemas, “Kau lihat Pokky?”

“Heh? Pokky??”

“Maksudku, aku mencari Lee….” Kalimat itu terhenti saat sepasang mata Seongrin menangkap pemandangan di depan Frame 3SR, “Aniyo. Bukan siapa-siapa..”

Park Seongrin menelan ludah. IGE MWOYA? Donghae tiba-tiba datang kesini dalam sikon yang kurang tepat saja sudah membuatnya panik. Lalu di tambah ini? Donghae ikut pemotretan Numero dengan bertelanjang dada?? Ditambah dengan SUNYE yang menjadi pasangannya?? INI APA-APAAN!! MAKSUDNYA MAU BALAS DENDAM??

“Ya! Bagus Donghae shhi.. ayolah, lebih intim lagi. Peluk pinggang Sunye..”

“Ne..”

Sesak! Mual! Ingin muntah! Semua rasa menjijikan itu bergejolak dalam diri Seongrin. Pemandangan yang amat memuakkan! Seongrin menggigit bibir bawah, matanya memanas, namun ia buru-buru menyeka air matanya sebelum mengalir keluar. Dari jarak ini, ia bisa melihat sepasang mata sendu Donghae yang juga menatapnya dengan penuh kekecewaan..

“Kalau mau balas dendam, jangan begini. Harusnya dengarkan aku dulu..” desis Seongrin, lirih, begitu lirih. Batinnya teramat perih..

‘CKREEEKKKK..’

Sementara bunyi jepretan kamera dan lampu blitz terus tertuju pada sosok Donghae dan Sunye, Seongrin segera berlari ke luar studio. Gadis itu berlari dengan air mata yang mulai mengalir deras di sudut mata coklatnya. Ia terus berlari tanpa berfikir tentang arah, dan entah kenapa, langkah justru membawanya menuju Dorm Super Junior.

***

Seongrin terisak, gadis itu memeluk lututnya dan meringkuk di depan pintu Dorm Super Junior. Ia sama sekali tak ingin masuk kedalam, walau beberapa office boy yang lewat terus menatapnya dengan heran. Ia ingin tetap disini, menunggu, setidaknya hingga Donghae kemari. Ada banyak hal yang harus dibicarakan mengenai Chansung..

“Kau, kenapa disini? Bukankah harusnya kau ada di Dorm 2PM?”

‘PLAKKKK…..’

Satu tamparan keras dari Seongrin mendarat mulus di pipi kanan Donghae, “BERHENTI MENYALAHKANKU!! BERHENTI MEMANDANGKU DENGAN SIKAP PECEMBURU ITU! KAU BUKAN ANAK KECIL LAGI, LEE DONGHAE!!”

Donghae menekan pipi kananya sambil menatap sinis, “Anak kecil kau bilang?? Hey… Aku bela-belain kesini dari Taipe, untuk menemanimu di hari ulang tahun, TAPI PEMANDANGAN APA YANG KEMUDIAN MENYAMBUTKU, PARK SEONGRIN??

“Hae, aku sudah bilang padamu kemarin kan? Aku akan bertemu 2PM karena Job, dan..”

“HWANG CHANSUNG!!” potong Donghae, dingin, “Kau hanya bersama…”

Seongrin menunduk takut sambil meremas tangannya sendiri dengan gusar, ia tau bahwa ia yang salah dalam masalah ini, tapi ia punya alasan, “Tadinya aku dengan member 2PM yang lain, Hae. Dengan SooJin onnie juga, tapi lalu..”

“Lalu kau pergi kencan dengan CHANSUNG!!” Donghae menatap tajam kearah gadis di depannya itu.

Seongrin menelan ludah, “BERHENTI MEMOTONG UCAPANKU!”

“BERHENTI JADI GADIS MUNAFIK YANG SELALU BERPURA-PURA SETIA PADAKU!!” teriak Donghae sambil melayangkan tinju kearah tembok di belakang Seongrin. Meninggalkan suara debuman keras yang membuat Seongrin tersentak. Matanya yang berkilat tajam itu disisi lain terlihat sendu dan berair, Seongrin bisa melihat itu dengan jelas.

“Aku hanya mencintaimu, Hae… bisakah kau percaya itu??” suara Seongrin melemah, terdengar begitu parau. Sepasang mata coklatnya yang sembab itu menatap Donghae dengan penuh kesungguhan.

Tetes bening itu perlahan mulai menyeruak dari ujung mata Donghae, “Haruskah aku percaya setelah melihatmu dan magnae 2PM itu bermesra-mesraan di Croff Café?”

Seongrin meraih tangan Donghae yang terluka karena meninju tembok tadi, lalu menggenggamnya dengan erat, “Aku tidak bermesraan dengannya, Sungguh! Kami hanya ngobrol!”

“HEY!! BERHENTI MENYANGKAL! Aku bukan orang bodoh yang bisa kau kelabui, Noona Park!” Donghae menyentak tangannya dengan kasar..

“Bisakah kita tidak bertengkar? INI HARI ULANG TAHUNKU, LEE DONGHAE!!” Jerit Seongrin, begitu ringkih. Ia benar-benar menangis sekarang..

“DAN KAU SUDAH MERAYAKANNYA DENGAN HWANG CHANSUNG!! Bagaimana? Senang karena bisa kencan dengan cowok SEXI itu??”

“Kau juga senang bisa berfoto Erotis dengan SUNYE?? Senang perutmu diraba-raba?? PUAS MELAKUKAN SEMUA ITU DI DEPAN KEKASIHMU?? KAU SENGAJA, LEE DONGHAE!! AKU TAU ITU!” balas Seongrin, emosinya mulai tersulut lagi saat mengingat kejadian di studio Numero tadi.

“Cihhhh.. terlalu percaya diri..”

“Kau menyakitiku lagi, Lee Donghae..”

Donghae mencoba tidak mengacuhkan Seongrin, ia mengeluarkan kunci dari saku celana, lalu membuka pintu dorm dan masuk kedalam sambil melirik sekilas kearah kekasihnya itu,“Kau pikir dirimu tidak?”

‘BRAAAAAKKKKKGGGGHHH……’

“AKU TIDAK SUKA CARAMU YANG KEKANAK-KANAKAN ITU!! AKU TIDAK SUKA CARA BALAS DENDAMMU!! KAU PICIK!!” maki Seongrin, gadis itu mengusap air matanya sebentar. Tapi semakin ia usap, air mata itu justru semakin mengalir deras..

“HEh? LIHAT DIRIMU DULU SEBELUM MEMAKIKU! AKU SUDAH RELA KABUR DARI TAIWAN HANYA UNTUKMU, TAPI KAU SAMA SEKALI TAK MENGHARGAINYA, PARK SEONGRIN!!” balas Donghae dari dalam, sekilas terdengar decitan bunyi benda kayu yang diseret..

Batin Seongrin menjeri semakin ringkih, gadis itu menyandarkan punggungnya di balik pintu Dorm sambil mendesis, “Kau salah besar!! Aku…”

‘BUUGGGGHHHhh….’

“AKhhhh.. AKhhhh.. AHHhhhh…”

Tiba-tiba terdengar suara debuman benda yang terjatuh dari dalam, disusul dengan erangan pilu yang membuat mata Seongrin membulat kaget. Suara erangan itu.. Suara Donghae??

“Pokky?”

…………………………………………..

Pokky, Besok aku mau nglewatin hari ulang tahun bareng anak-anak 2PM loh..”

MWOOOO????? KAU INGIN AKU MATI GANTUNG DIRI??”

…………………………………………..

Sebersit pikiran buruk tentang kata-kata waktu itu melintas di otak Seongrin, ia buru-buru menggedor pintu Dorm sekuat tenaga, “POKKY!!!!”

“Pokky!! JAWAB AKU!! BUKA PINTUNYA!!” kepanikannya makin menjadi saat tak juga ada sahutan dari dalam. Isak kecemasannya memenuhi lorong. Mungkinkah Donghae senekat itu??

Seongrin mulai menendang-nendang pintu dengan kakinya, tangisnya makin kuat, “LEE DONGHAE, KATAKAN BAHWA KAU BAIK-BAIK SAJA!! JAWAB AKU!!”

“Shiiittt..” umpat Seongrin. Gadis itu menelan ludah, tak ada pilihan lain. Ia sedikit berlari menjauh dari pintu, kemudian mengambil ancang-ancang, dan mendobragnya sekuat tenaga..

…………………………………………..

‘BRRAAAAAAGGGHHH….’

***

‘BRAAAAAGGGGGHHHH….’

…………………………………………..

Dan yang terlihat kemudian bukanlah sebuah pemandangan mengenaskan. Sama sekali bukan. Tidak ada tali gantung mau pun sosok Donghae yang terkapar di lantai. Suasana di dalam Dorm justru tampak remang, hanya ada lilin-lilin kecil yang menyala redup membentuk sebuah tulisan di lantai marmer.. ‘Saengil Chukkae Uri Seongrin..’

Tunggu! Tidak hanya itu. Didalam sana sudah ada Leeteuk, SooJin, Yoora, Jonghyun, HeeChul, Yesung, Shindong, WooYoung, Chansung, dan.. Donghae yang tersenyum hangat menyambutnya. Juga sebuah cherry cake besar beserta lilin kecil yang sudah siap diatas meja trolli..

“Sialan..” Seongrin mendesis, terkekeh kecil seraya terisak sekaligus. Ia menutup mukanya yang memerah dengan kedua tangan. Lagi-lagi menangis.. tapi kali ini tangis haru..

Sementara Yesung mulai mengambil posisi duduk di depan piano di sudut ruang depan, diikuti Jonghyun dan Shindong yang mulai memetik gitar mereka. Sebuah intro indah pun mengalun lembut. Tidak asing. Seongrin mendongak, ini.. salah satu lagu kesukaannya??

“Gyeoure taeeonan, aremdaun dangsineun..

Nuncheoreom kkaekkeuthan, namanui dangsin..”

Suara lembut Wooyoung dan SooJin membuka lagu berjudul ‘Winter Child’ itu. Ya, ini adalah lagu yang pernah dinyanyikan Suzy dalam drama Dream High.

“Gyeoure taeeonan, sarangseureon dangsineun..

Nuncheoreom malgeun, namanui dangsin..”

Chansung melanjutkan dengan suara khasnya yang berat. Namja itu berjalan mendekati Seongrin sambil memberikan setangkai.. Bunga. Ya, mawar putih, lambang persahabatan. Seongrin melirik sekilas kea rah Donghae, seolah meminta persetujuan, dan kekasihnya itu mengangguk..

“Hajiman bom, yeoreumgwa gaeul kyeoul..

Eonjena.. malgo kkaekkeuthan..”

HeeChul berlari kecil lalu mencubit gemas pipi Seongrin seperti biasa, membuat gadis itu jengkel. Disusul Leeteuk yang mengecup pipi kanan Seongrin dan mengacak-acak rambut adiknya itu dengan sayang..

“Gyeoure taeeonan, aremdaun dangsineun..

Nuncheoreom kkaekkeuthan, namanui dangsin..”

Musik intro klasik gubahan Jonghyun dimainkan sejenak. Kemudian Donghae langsung berlari kecil menghampiri Seongrin sambil membawa sesuatu di tangannya. Bubble Cherry cup. Ia menyuapkan sesendok demi sesendok Cherry Ice cream ke mulut Seongrin, membuat gadis itu terkekeh bahagia walau masih terisak haru untuk beberapa saat..

“Saengil Chukkahamnida… Saengil Chukkahamnida…

Saengil Chukkahamnida… Dangsinui saengireul..”

Jonghyun meninggalkan gitarnya. Bersama Yoora ia buru-buru mendorong Troli berisi cherry cake itu kearah Seongrin. Sementara yang lain bertepuk tangan dan ikut menyanyi, Seongrin mulai membuat harapan dan meniup semua lilin kecil diatas cake..

“Happy Birthday To you.. Happy Birthday To you..

Happy Birthday To you.. Happy Birthday To you..

Happy Birthday To you.. Happy Birthday To you..”

Leeteuk mengangkat tubuh sang adik dengan jahil lalu memutar-mutarkannya, membuat Seongrin menjerit-jerit kesal di tegah gelak tawa yang lain. Lagu terus mengalun dengan kombinasi suara Yoora dan Jonghyun lagi..

“Happy Birthday To you.. (Happy Birthday To you..)

Happy Birthday To you.. (Happy Birthday To you..)

Happy Birthday To you.. Happy Birthday To you.. Happy Birthday To you..”

Donghae menarik Seongrin dalam dekapannya secara tiba-tiba, ia mengecup kening Seongrin lalu memlingkarkan sesuatu di leher jenjang Seongrin. Sebuah kalung perak dengan bandul Cherry berukir inisial PL. Pokky, Lopphy, “Happy Birthday To you..”

Tepat saat lagu berakhir, Seongrin sudah berada dalam pelukan Donghae. Air matanya masih mengalir, ia meninju lengan kekasihnya itu sambil tertawa kecil, “Ishhh.. Mengerjaiku sejak awal ya? Dasar ikan!! Pokky, Saranghae..”

“Na Do Saranghae.. Mian ya Lopphy, membuatmu menangis..” Donghae mempererat pelukannya.

..

“Rasanya kita juga harus cari cowok ya Heechul ahh? Kita sudah tua loh..”

“Hyung punya adik lagi nggak? Aku mau satu dong! Nanti.. Aishh… JANGAN DIJITAK DONG!!”

..

“Yool, pelukan juga yuk? Kayak mereka..”

“OGAH!! Kurang romatis. Popo aja ya??.. muachhh.. muach… jjong sayang..”

“YA!! KAU PAKAI LIPSTIK??”

..

“SooJin ahh..”

“Ya, wooyoung shhi?”

“Nggak.. Nggak papa, Cuma manggil..”

..

“Chansung ahh, Shindong ahh.. kita kayak pajangan disini ya?”

“He’eh.. eh, Cake-nya sisa banyak, buat aku ya?”

“Enak aja, masa sexi gini dijadiin pajangan?? Eh, ini masih lama nggak sunbae? Besok sudah harus ke Jepang lagi promosi take off nih..”

..

Seongrin dan Donghae terkekeh geli mendengar keributan orang-orang disekitar mereka. Keduanya berpelukan makin erat, hingga kemudian Seongrin menjijit kakinya lalu mengecup bibir Donghae dengan cepat, “Pokky, kau bilang tidak suka Chansung, kok ngajak-ngajak dia buat ngerjain aku?”

“Kau senang..”

“Eumh.. lumayan sih, tapi..”

Donghae mendekatkan bibirnya ke telinga Seongrin lalu berbisik,

“Aku benci kau menyukainya. Tapi semua itu tak penting lagi, saat aku ingat bahwa kau hanya mencintaiku..”

==__END__==

Iklan

[FF/1S/PG-15]: “Pokky, Caramel Coffe??”

Author : Seongrin Park

Cast: Park Seongrin, Lee Donghae, Leeteuk, other member Super Junior

Lenght : 1SHOT

Genre : Comedy Romance

Ratting: PG-15

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Read the rest of this entry

[FF/S/PG-15] “SAPPHIRE DIAMOND” {Part 1 of 8}

Title : “Sapphire Diamond”

Author : Orin_Park

Cast : Seoka Izume, Hwang Chansung, Jang WooYoung, Shim Changmin, Lee Donghae, Kim Jongwoon, Shin HeeChan, Min SooJin, Im seulong

Lenght : Series, 1 of 8

Rating : [PG-15]

———————————————————


Jeungdo, kota kecil penghasil garam di sisi selatan pulau Sinan itu nampak ramai seperti biasa. Beberapa nelayan garam sibuk menguapkan air laut di petak masing-masing, sedang sebagian besar orang dewasa lainnya mulai menyibukkan diri dengan mesin-mesin pabrik kecil tempat mereka bekerja. Anak-anak kecil tertawa riang, kaki-kaki mungil itu berlarian di atas pasir putih Sinan, seiring beberapa perahu yang terlihat mulai berlayar menuju Mokpo.

Sementara di sebuah rumah kecil dekat pantai, suasana tampak legam. Rumah minimalis bercat abu-abu dengan aksen bebatuan marmer dan rerumputan panjang yang tumbuh liar di halaman depan itu terlihat sejuk sekaligus menakutkan. Di ruang tengah, seorang pria dengan syal putih yang terlilit di lehernya, nampak terdiam di depan sebuah lemari besar. Lemari yang terisi penuh dengan berbagai batu-batu krystal berwarna biru sapphire. Begitu indah, mewah, glamour, dan menyilaukan.

Cukup dengan melihat saja, semua orang bisa tau, bahwa dia adalah seorang kolektor Krystal Sapphire blue yang ambisius. Ya, kalau saja orang melihat semua itu. Tapi nyatanya? Tidak. Pria itu lebih memilih hidup dalam kesepian, mengurung diri dirumah sambil memandangi krystal-krystal Sapphire blue kebanggaannya. Hanya kadang, sesekali pergi tanpa alasan yang jelas, kemudian kembali dengan membawa Krystal Sapphire blue yang lain..

“Hey, Rich… Appa akan membersihkanmu sekarang. Kau senang?” pria itu tersenyum, memandang batu ‘Sapphire Blue Swan’ di tangannya dengan penuh damba.

Perlahan, pria itu mulai membersih ‘Sapphire Blue Swan’ dengan pandangan berbinar, mengelapnya, menyemprotkan sedikit cairan bening dari botol kecil di atas rak perapian, dan terakhir mengecupnya. Terlihat seperti orang sinting memang, tapi ia memang sudah menganggap krystal-krystal itu seperti anaknya sendiri.

“Waahh… hebat, indah sekali..”

Suara pekikkan nyaring itu membuat sang pria tersentak kaget. Ia buru-buru menengok dan menemukan sesosok pria kecil berusia sekitar 7 tahun, sudah berdiri tak jauh di belakangnya, mata mungilnya terbelalak kagum menatap isi lemari-lemari itu.

“Hey, Bocah!! Lancang sekali kau masuk kemari!” bentak sang Pria seraya meletakan kembali ‘Swan Sapphire Blue’nya dengan hati-hati.

“Maaf Jongwoon ahjusshi, Hyo mau pinjam pompa, ban sepeda Hyo kempes..” pria kecil itu menyunggingkan senyuman kecil, “Ahh.. hampir lupa, Hyo itu namaku. Hyojin..” tambahnya.

Jongwoon membulatkan matanya, “Darimana kau tau namaku?”

Hyojin tertawa, “Hahaha.. Ahjusshi terkenal tau!! Teman-teman Hyo bilang, rumah ahjusshi ini rumah hantu. Terus katanya lagi, ahjusshi itu seperti Vampire, tidak pernah senyum..”

Detik itu juga Jongwoon mendengus. Sebentar, ia semakin menguatkan pikirannya sendiri bahwa ia memang benci anak-anak. Anak-anak memang jujur, ia tau itu. Tapi kadang, kejujuran yang dibawa anak-anak itu menyakitkan. Kenapa anak-anak tidak bisa diam dan duduk manis saja? Kenapa anak-anak tidak bisa seperti Krystal-Krystal miliknya?

“Kuambilkan pompanya, lalu kau segera pulang! Mengerti?” ujar Jongwoon kemudian. Ia segera berlalu mencari pompa setelah sebelumnya melihat Hyojin mengangguk paham.

Sedetik, dua detik, tiga detik, merambat lebih. Ini lama, teramat lama, bahkan sangat lama bagi seorang bocah yang menantikan sebuah pompa untuk sepeda kesayangannya. Bosan, dan Hyojin pun dengan iseng mengamati lemari-lemari disekitarnya.

Bocah itu mengambil krystal berbentuk segitiga lempeng yang menarik perhatiannya, “Woow… Hyo tidak tau Jongwoon ahjusshi punya batu-batu cantik seperti ini..”

“JANGAN SENTUH APA PUN!” Jongwoon tiba-tiba sudah ada di ruang tengah dengan pompa kecil ditangan kananya. Pria itu mendelikkan matanya dengan tajam, tanda tidak suka dengan apa yang diperbuat Hyojin pada kystal-kystalnya.

“Aishh.. baiklah..” Hyojin mendengus, ia meletakan batu krystal itu lagi ke tempatnya, “Padahal Hyo hanya ingin bilang kalau Hyo pernah lihat batu-batu seperti ini, bahkan yang lebih besar!! Hyo hebat kan? Hahaha..” tambahnya sembari tertawa kecil membanggakan diri.

Detik itu juga, mata Jongwoon menyipit, penuh rasa ingin tau, “Yang lebih besar?”

“Heeh.. Namanya cantik sekali, Eumh.. Sapi Mon.. eh.. Supir amon.. Duh, apa ya??”

“Sapphire Diamond??”

“YA! ITU! Seratus untuk ahjusshi..” Hyojin memekik girang sambil mengacungkan kedua jempolnya, “Changmin Appa bilang, batu super keren itu akan dipamerkan di Museum Seoul beberapa hari lagi..”

Kim Jongwoon tersenyum, semakin lebar, semakin lebar, hingga segurat senyuman itu berubah menjadi seringai penuh ambisi. Keinginan untuk mendapatkan Sapphire diamond, berlian yang merupakan symbol keindahan Korea Selatan.

***

Busan, bukan sebuah kota yang terlalu ramai seperti Seoul, bukan sebuah tempat yang sangat indah seperti Jeju Island, tapi bukan juga kota kecil yang sepi seperti Pyeongtek. Busan hanyalah sebuah kota di tepi pantai, yang disebut-sebut sebagai salah satu kota romantis di Korea Selatan karena panorama langit dan lautnya yang menawan.

Namun tidak semua hal di Busan bisa kita sebut indah dan romantis. Ada beberapa yang terkadang selalu mengecewakan dan tak berakhir bahagia. Seperti hal-nya di kota lain, di Busan juga ada kisah tentang seorang pria yang terus mengejar cinta seorang wanita, walau sang wanita tak pernah membalas atau pun peduli dengan rasa cintanya. Seperti yang terjadi di teras kecil sebuah rumah ini..

“Aku mencintaimu, Jung..” pria itu terus menekan, sorot matanya menyiratkan rasa harap sekaligus kecewa yang teramat sangat.

“Hentikan hal konyol itu, Im Seulong!” cibir si wanita dengan angkuhnya.

“Tapi aku benar-benar mencintaimu, Han EunJung! Aku sudah berkorban banyak..”

“Berkorban banyak, katamu?” Wanita bernama EunJung itu memutar matanya

Seulong menghela nafas pendek, “Baiklah, apa lagi yang harus kulakukan agar kau mau menerima cintaku, Han EunJung? Katakan!!”

EunJung tersenyum licik. Ia tau siapa Im Seulong. Pria yang begitu tergila-gila padanya selama 5 tahun ini. Pria yang selalu menuruti semua keinginannya selama ini. Pria yang begitu ambisius untuk mendapatkan cintanya dengan segala cara. Ya, segala macam cara. Bahkan dengan cara yang begitu bodoh dan tak masuk akal sekali pun.

“Eumh.. Korbankan nyawamu…”

“Ehh? Jung, aku.. tidak…” mimik wajah Seulong berubah tak yakin detik itu juga.

“Kau bilang kau ingin mendapatkan cintaku, bukan?” EunJung menyibak rambutnya, tersenyum mengejek pada pria dihadapannya.

“Aku tidak bodoh, Jung! Kalau aku mati, aku sama saja tidak akan mendapatkanmu. Berikan syarat lain, apa pun aku lakukan asal jangan dengan taruhan nyawa..” Seulong berujar pasti, pria itu menelan ludah, menguatkan perasaannya sendiri.

“Apa pun?” tantang EunJung. Seulong mengangguk mantap, tidak pernah ia seyakin ini mengiyakan sesuatu yang bahkan ia sendiri belum tau apa itu.

EunJung terdiam sejenak, gadis berambut coklat itu menyapukan matanya keseluruh sisi teras, Nampak berpikir keras. Hingga kemudian, pandangannya tertuju pada sebuah majalah yang tergeletak di depan pintu masuk. Majalah bercover berlian kebanggaan Korea Selatan.

“Bagaimana kalau… kau berikan aku Sapphire Diamond??”

Seulong tersentak, ia tau betul tentang benda yang dimintai EunJung tadi. Berlian kebanggaan Korea Selatan yang menjadi lambang kota Seoul. Salah satu dari 3 berlian terindah dan termahal di dunia. Berlian yang beberapa hari lagi akan dipamerkan selama 5 jam di Museum National dengan penjagaan yang pastinya sangat amat ketat.

“Kalau kau tidak bisa, lebih baik jangan temui aku lagi…” tandas EunJung.

Seulong menatap gadis yang begitu dicintainya itu lamat-lamat, kemudian menggeleng.. “Aku akan mendapatkannya untukmu. Pasti!!”

***

Hujan yang mengguyur Mokpo dengan ganas, membuat malam terasa semakin mengigil. Semua orang menyalakan perapian rumahnya, menghangatkan diri dalam balutan jaket tebal dan sarung tangan, tak terkecuali untuk pria bernama Lee Donghae. Ia duduk di depan televisi sambil menyeruput secangkir coklat panas setelah sebelumnnya menidurkan Hyewon, sang putri tercinta.

Donghae beberapa kali memainkan remote di tangannya dengan sedikit malas. Mengganti-ganti Chanel yang kebanyakan hanya menayangkan Drama Romance, hingga kemudian ditemukannya sebuah tayangan yang cukup berbobot untuk malam ini, Night News..

‘Siapa yang tak tau Sapphire Diamond? Berlian kebanggaan Korea Selatan yang merupakan lambang keindahan Seoul ini, akan dipamerkan secara umum untuk pertama kalinya di National Museum…..’

“Membosankan…” gumam Donghae, ia baru saja hendak kembali mengganti Chanel, tapi sosok yang kemudian tertampil dalam mini VCR tayangan Night News itu membuatnya mengurungkan niat..

‘……………. Inspektur Hwang selaku Kepala Kepolisian setempat, diberi tanggung jawab sepenuhnya dalam penjalanan sistem keamaan dan penjagaan terhadap Sapphire Diamond tersebut selama dipamerkan. Dalam hal ini……….’

“Inspektur Hwang. Hwang Chansung…” desis Donghae tiba-tiba, sinis..

Pria itu kemudian mengalihkan pandangannya sejenak, lalu mengambil sebuah foto yang terbingkai rapi di atas meja kecil di samping sofa, “Aku, Lee Donghae!! sudah bersumpah untuk menghancurkannya. Kau ingat kan, sayang?”

Dikecupnya sosok wanita yang tengah tersenyum dalam foto itu. Senyum sinisnya perlahan tegurat, bersamaan dengan sorot kebencian dan dendam yang terpancar jelas dari matanya. Benci. Begitu benci. Teramat benci pada seseorang yang telah merenggut kebahagiaan rumah tangganya.

Donghae kembali menatap kearah layar televisi, masih dengan senyum sinis penuh kebencian yang sama, “Jika Sapphire diamond hilang, bukankah itu akan menghancurkan karirmu sebagai Inspektur utama kepolisian Seoul, Hwang Chansung?”

“Appa….”

Donghae meletakan figura itu kembali dan menoleh seketika. Didapatinya sang putri kecil sudah berdiri di depan pintu kamar sambil mengucek-ucek matanya, “Hyewon, kenapa bangun?”

“Eomma kapan pulang?” Hyewon kecil balik bertanya sambil melangkah gontai mendekati Papanya.

“Hemh? Kenapa Hyewon tiba-tiba menanyakan Eomma?” tanya Donghae sembari mengangkat putri kecilnya itu keatas pangkuan.

“Hyewon mimpi bertemu Eomma. Hyewon kangen Eomma…”

“Appa juga. Appa juga kangen Eomma…” sahut Donghae sembari tersenyum kecil. Digendongnya Hyewon perlahan. Didekapnya gadis kecil itu erat-erat. Dipeluknya dalam kasih sayang seorang Ayah..

‘Semuanya akan baik-baik saja sayang, semua akan kembali. Kita akan segera berkumpul kembali dengan Eomma, setelah Appa membunuh inspektur biadab itu…’ bisik Donghae dalam hati.

***

‘DESSHHHIINGGGG…..’

Itu adalah suara desingan terakhir yang terdengar. Disusul seluruh asap yang menghiasi heningnya malam. Dan setiap asap tersebut menyembul keluar dari letusan tembakan pistol Magnum. Keheningan malam ini membuat setiap orang yang berada di kawasan pergudangan Seongnam itu tegang. Salah langkah satu saja dapat mengakibatkan nyawa melayang..

“Hey, Boys…”

Tiba-tiba seorang gadis dengan jacket kulit hitam keluar dari salah satu sekat, meniup sisa-sisa kepulan asap di ujung salah satu magnum yang ia pegang. Tubuhnya tinggi tegap, sorot matanya begitu tajam, rambutnya hitam pekat, wajahnya cantik namun terlihat keras. Ia memutar pandangan ke seluruh area pergudangan sembari menyunggingkan sebuah seringai sinis..

“Your Death, Boss!!” seru seorang pria dengan kaos singlet hitam yang muncul dari balik pilar besi.

Disusul dengan beberapa pria dengan pakaian serupa yang keluar dari belakang drum dan kardus-kardus. Posisi mereka melingkar, mengarahkan sebuah Slepty magnum kearah gadis yang masih menyunggingkan seringainya di tengah area pergudangan itu.

“Hentikan lelucon ini, aku lelah..” Gadis itu mengibaskan tangannya..

Dan yang terdengar berikutnya adalah suara Slepty magnum yang bertubi-tubi ditembakkan. Namun kosong. Hampa. Hanya udara. Tak ada satu biji pun peluru dalam magnum-magnum itu. Si gadis tadi menyeringai semakin lebar, lalu menjatuhkan dirinya diatas tumpukan jerami..

“Jadi kau sudah tau bahwa peluru kami habis, Shin HeeChan??” Tanya pria dengan kaos singlet hitam tadi sambil ikut merebahkan diri di samping kawannya..

HeeChan tersenyum, “Kau tau, Dong YoungBae?? Ini membosankan. Aku tidak mau lagi..”

“What?? Apa maksudmu? Kau Ingin mengkhianati Korea Utara? Kau ingin lepas tangan dari masalah ini? Dimana kau letakan otakkmu, HAH??” pekik YoungBae, matanya membulat tajam.

YoungBae tak bisa membayangkan jika nanti ia harus berjuang sendiri menyerang Korea Selatan. Ya, walau dengan cara diam-diam. Ia yakin hanya HeeChan yang bisa menjalankan semua rencana ini dengan mulus. Sosok gadis paling cerdas, kuat, dan pemberani dari semua gadis yang pernah ditemuinya. Ia bahkan lebih hebat dari mata-mata Korea Utara yang lain selama 2 tahun ini.

“Bodoh! Maksudku, bukan tentang menjadi mata-mata Korea Utara untuk menghancurkan Negara ini..” sahut HeeChan tak lama kemudian.

YoungBae menghela nafas lega, “Jadi?”

“Aku punya cara yang lebih asyik untuk menyerang Korea Selatan, diluar cara terorisme yang selama ini kita lakukan..” HeeChan beranjak dari posisi tidur, kemudian memilih bersandar pada pilar besi dibelakangnya sambil melemaskan otot-otot leher..

YoungBae ikut mengambil posisi duduk, menyamping dari arah HeeChan, “Apa itu?”

HeeChan memicingkan matanya dan mengeluarkan sebuah Cluft Spok dari saku jaket. Semacam pisau bedah, tapi lebih tipis, dan lebih tajam tentunya. Masih dengan seringai khas-nya, HeeChan menjilat sisi tajam pisau itu dengan begitu tenang.

“Berhenti melakukan itu! Kau membuatku merinding!! Apa kau ti…..” ucapan YoungBae seketika terhenti begitu Heechan mengarahkan mata pisau itu kearahnya.

YoungBae menegang, “Kau, jangan main-main, Shin HeeChan..”

HeeChan menyeringai puas, “Aku tidak pernah main-main, Dong Youngbae…” sedetik kemudian Cluft Spok itu pun terlempar begitu cepat dari tangannya..

‘CCCLLEEEBBBBBB!!!’

Dan mata pisau itu menancap dalam, tepat di sana. Menancap pada sebuah poster berukuran sedang yang tertempel lusuh di dinding belakang sosok YoungBae. Poster dengan gambar sebuah berlian biru sapphire yang mendominasi seluruh isinya..

YoungBae memutar badannya, “Maksudmu? Sapphire Diamond??”

***

Tokyo tower menjulang indah dengan segelintir lampu-lampu temaram yang menghiasinya. Jalanan Guang street terlihat ramai malam ini. Malam minggu yang menyenangkan, semua orang sibuk. Namun beberapa lebih memilih menghabiskan waktu di dalam rumah, seperti yang dilakukan seorang gadis di apartement no.256 GimZang.

“Ya, aku paham Fukuda-chan, kau tenang saja…” Gadis cantik berambut coklat ikal itu tampak sibuk dengan ponsel yang ia himpit dipundak, sementara kedua tangannya sibuk membuat secangkir kopi..

“Oke! Kau tidak perlu menceramahiku! Aku lebih paham segalanya. Mengerti?” Dengan kesal, gadis itu kemudian mematikan ponsel bluft black kesayangannya dan melempar benda itu sembarang.

Gadis itu meletakan secangkir kopi panasnya diatas meja, kemudian menghempaskan diri diatas sofa. Ia lelah, teramat lelah. Dikeluarkannya beberapa magnum mini dan pistol bius dari saku celana, kemudian mengelap benda-benda itu sebentar sebelum memasukkannya kedalam mantel hitam yang tergeletak disamping sofa. Setelah itu, ditekannya tombol power pada remote televisi..

‘…………..Siapa yang tak tau Sapphire Diamond? Berlian kebanggaan Korea Selatan yang merupakan lambang keindahan Seoul ini, akan dipamerkan secara umum untuk pertama kalinya di National Museum dengan penjagaan yang ketat…..’

“Heumh, berlian kebanggaan South Korea itu ya..” gumamnya sambil sedikit mengeraskan volume.

‘………………….Bagi anda yang penasaran untuk melihat berlian kebanggaan Korea Selatan ini secara langsung. Silahkan berkunjung ke Seoul National Museum, lusa, pukul 8 pagi….’

Gadis itu mematikan televisi beberapa saat kemudian, lalu mulai menyeruput kopinya, “Banyak pencuri cerdik yang mengincar benda berharga itu. Aku yakin. Sekarang, tinggal melihat seberapa hebat para prajurit dan polisi negara itu bisa menjaganya…”

‘Tok.. tok… tok…’

Suara ketukan nyaring dari luar membuat gadis itu mau tak mau menghentikan kegiatan menyeruput secangkir kopinya. Ia segera beranjak dari duduk, melangkah menuju pintu apartement, kemudian membukanya dengan cepat tanpa memeriksa lebih dulu..

“Seoka-chan!! Gawat!!” pekik seorang gadis berambut cepak yang sudah berdiri di depan pintu.

Seoka mentautkan alisnya, “Ya?”

“Direktur Mizawa ditemukan tewas di perpustakan pribadinya!!”

Mendengar hal itu, seketika sepasang mata hitamnya membulat kaget, dengan reflek ia merogoh kantong celana dan menyerahkan serantai kunci pada gadis dihadapannya, “Kyo, Panaskan mobilku!! Kita kesana sekarang..”

Gadis berambut cepak yang dipanggil ‘Kyo’ itu mengangguk paham dan segera berlari menuju lift. Sementara Seoka tak tinggal diam, ia segera mengambil luph, selotip, sarung tangan, pinset, dan beberapa perlengkapan lain, kemudian memasukan semua benda itu kedalam little bag kecilnya.

Sebentar ia meraih ponselnya, mengetik pesan singkat kepada Aori Makoto, patner kerjanya. Seoka melirik jam tangannya, 20.03. Diraihnya mantel hitam panjang yang dilengkapi mini magnum dan pistol bius itu, kemudian ia segera berlari keluar…

Ia berlari begitu cepat menuruni tangga, membuat mantel hitamnya berkibar, menunjukan sebuah papan nama kecil yang tertambat di bagian dada sebelah kanan…

‘Detektif Seoka Izume..’

***

Seoul, ibukota Korea Selatan itu malam ini terlihat ramai seperti biasa. Tapi ada yang sedikit berbeda dari malam-malam sebelumnya. Air mancur dari jembatan banpo serta cahaya-cahaya dari Seoul Tower yang biasanya menjadi pusat pemandangan utama, kini tergeser oleh sebuah bangunan kapur putih megah di dekat gedung pemerintahan.

Bisa kalian tebak bangunan apa itu? Seoul National Museum. Tepat. Tempat itu selalu terlihat indah gemerlap beberapa hari belakangan, karena pemerintah mengadakan pesta kembang api 3 malam penuh sebelum ‘Sapphire Diamond’ dipamerkan secara umum..

Namun yang perlu kalian intip sekarang bukanlah keadaan dengan penuh sesak penjaga dan polisi di dalam Museum itu. Melainkan keadaan disebuah Motel kecil yang berjarak sekitar 300 meter dari Museum. Tempat dimana sepasang suami istri yang merupakan anggota utama kepolisian Seoul itu tinggal untuk sementara..

“Shittt… dasar keras kepala!!” seorang wanita berambut bob acak-acakkan, dengan kesal membanting ponselnya keatas Sofa.

Seorang pria dengan setelan jas hitam keluar dari kamar, “Kau baik-baik saja SooJin ahh?”

“Iya, tadinya. Sebelum si otak batu itu mematikan telfon sebelum aku selesai bicara..” gerutu SooJin. Wanita itu kini sibuk merapikan tumpukan diktatnya sambil terus bersungut.

“Siapa yang kau bicarakan, sayang?”

“SIAPA PUN!!” SooJin berdiri sambil menghimpit tumpukan berkas dan agenda di tangannya, “Kau tidak perlu ikut campur, WooYoung-ku sayang..”

‘BUUUGGGhhhhh….’

Berkas-berkas dan agenda itu terjatuh begitu saja saat SooJin hendak berlalu ke dalam kamar. Semua kertas didalamnya berserakan. Membuat Min SooJin, inspektur wanita dari Kepolisian Incheon itu kembali mendengus kesal sambil membereskan semuanya.

“Sayang, Foto siapa itu?” WooYoung menyipitkan matanya pada selembar foto yang sedikit menyembul keluar dari agenda sang istri. Sepertinya ia tidak asing dengan..

SooJin buru-buru meraih agendanya dan menyelipkan foto itu dalam-dalam, “Bukan siapa-siapa! Hanya Leeteuk Super Junior!!” sahutnya seraya bergegas masuk kedalam kamar.

Sementara WooYoung masih terdiam memandanginya dengan kedua alis yang bertaut. Istrinya itu aneh sekali belakangan ini. Dan foto tadi, walau hanya melihat sedikit, tapi WooYoung yakin benar kalau pria dalam foto itu tidak asing baginya. Jelas itu bukan Leeteuk Super Junior..

‘KKringgg…. Kriiinggg….’

WooYoung mengangkat telfon didepannya dengan sedikit enggan, “Yoboseyo?”

Suara tegas yang kemudian mengoceh dari seberang membuatnya mulai serius, “Ah, Baik Inspektur Hwang. Ne, saya mengerti..”

“Seperti yang inspektur minta, saya dan Shim Changmin sudah menyiapkan system keamanan terbaik untuk penjagaan lusa. Jadi Inspektur tenang saja..”

–To be continued…

PS: “I HATE SILENT READERS!!”

[FF/PG-17/S/Teaser] “Sapphire Diamond”

Main Cast: Seok Izume (Me), Hwang Chansung (2PM), Min SooJin (Mitha onnie), Shim Changmin (TVXQ), Jang WooYoung (2PM), Lee Donghae(SuJu), Shin HeeChan (Dea Onnie), Im Seulong (2AM), Kim Jongwoon (SuJu)

—-

‘…………..Siapa yang tak tau Sapphire Diamond? Berlian kebanggaan Korea Selatan yang merupakan lambang keindahan Seoul ini, akan dipamerkan secara umum untuk pertama kalinya di National Museum dengan penjagaan yang ketat…..’

—-

“JANGAN SENTUH APA PUN!!”

Hyojin mendengus, ia meletakan batu krystal itu lagi ke tempatnya, “Padahal Hyo hanya ingin bilang kalau Hyo pernah lihat batu-batu seperti ini, bahkan yang lebih besar!! Hyo hebat kan? Hahaha..” tambahnya sembari tertawa kecil membanggakan diri.

Detik itu juga, mata Jongwoon menyipit, penuh rasa ingin tau, “Yang lebih besar?”

“Heeh.. Namanya cantik sekali, Eumh.. Sapi Mon.. eh.. Supir amon.. Duh, apa ya?? Ahh.. Hyo ingat sekarang! Sapphire Diamond!!”

—-

“Kau bilang kau ingin mendapatkan cintaku, bukan?” EunJung menyibak rambutnya, tersenyum mengejek pada pria dihadapannya.

“Aku tidak bodoh, Jung! Kalau aku mati, aku sama saja tidak akan mendapatkanmu. Berikan syarat lain, apa pun aku lakukan asal jangan dengan taruhan nyawa..” Seulong berujar pasti, pria itu menelan ludah, menguatkan perasaannya sendiri.

“Apa pun?” tantang EunJung. Seulong mengangguk mantap, tidak pernah ia seyakin ini mengiyakan sesuatu yang bahkan ia sendiri belum tau apa itu.

—-

“Inspektur Hwang. Hwang Chansung…” desis Donghae tiba-tiba, sinis..

Pria itu kemudian mengalihkan pandangannya sejenak, lalu mengambil sebuah foto yang terbingkai rapi di atas meja kecil di samping sofa, “Aku, Lee Donghae!! sudah bersumpah untuk menghancurkannya. Kau ingat kan, sayang?”

Dikecupnya sosok wanita yang tengah tersenyum dalam foto itu. Senyum sinisnya perlahan tegurat, bersamaan dengan sorot kebencian dan dendam yang terpancar jelas dari matanya. Benci. Begitu benci. Teramat benci pada seseorang yang telah merenggut kebahagiaan rumah tangganya.

—-

“Hentikan lelucon ini, aku lelah..” Gadis itu mengibaskan tangannya..

Dan yang terdengar berikutnya adalah suara Slepty magnum yang bertubi-tubi ditembakkan. Namun kosong. Hampa. Hanya udara. Tak ada satu biji pun peluru dalam magnum-magnum itu. Si gadis tadi menyeringai semakin lebar, lalu menjatuhkan dirinya diatas tumpukan jerami..

“Jadi kau sudah tau bahwa peluru kami habis, Shin HeeChan??” Tanya pria dengan kaos singlet hitam tadi sambil ikut merebahkan diri di samping kawannya..

HeeChan tersenyum, “Kau tau, Dong YoungBae?? Ini membosankan. Aku tidak mau lagi..”

“What?? Apa maksudmu? Kau Ingin mengkhianati Korea Utara? Kau ingin lepas tangan dari masalah ini? Dimana kau letakan otakkmu, HAH??” pekik YoungBae, matanya membulat tajam.

—-

Suara ketukan nyaring dari luar membuat gadis itu mau tak mau menghentikan kegiatan menyeruput secangkir kopinya. Ia segera beranjak dari duduk, melangkah menuju pintu apartement, kemudian membukanya dengan cepat tanpa memeriksa lebih dulu..

“Seoka-chan!! Gawat!!” pekik seorang gadis berambut cepak yang sudah berdiri di depan pintu.

Seoka mentautkan alisnya, “Ya?”

“Direktur Mizawa ditemukan tewas di perpustakan pribadinya!!”

Mendengar hal itu, seketika sepasang mata hitamnya membulat kaget, dengan reflek ia merogoh kantong celana dan menyerahkan serantai kunci pada gadis dihadapannya, “Kyo, Panaskan mobilku!! Kita kesana sekarang..”

—-

“Shittt… dasar keras kepala!!” seorang wanita berambut bob acak-acakkan, dengan kesal membanting ponselnya keatas Sofa.

Seorang pria dengan setelan jas hitam keluar dari kamar, “Kau baik-baik saja SooJin ahh?”

“Iya, tentu. Aku baik-baik saja WooYoungku sayang..” sahut SooJin tak meyakinkan, ia berlalu masuk kedalam ruang kerjanya begitu saja.

‘KKringgg…. Kriiinggg….’

WooYoung mengangkat telfon didepannya dengan sedikit enggan, “Yoboseyo?”

Suara tegas yang kemudian mengoceh dari seberang membuatnya mulai serius, “Ah, Baik Inspektur Hwang. Ne, saya dan Shim Changmin sudah menyiapkan system keamanan terbaik untuk penjagaan lusa. Jadi Inspektur tenang saja..”

—-

Tertarik?? Coment please… ^o^

Add me, FB: Akoe_elf @yahoo.co.id

Follow me, Twit: @OrinKaHae

[FF/S/4/PG-13] “My Love or My Brother??”

 

Tittle: “My Love or My Brother?”

Author : Seongrin Park

Cast: Park Seongrin, Lee Donghae, Leeteuk, Heechul, Kyuhyun, Yesung, Kibum, Hankyung.

Lenght : Chaptered [4]

Genre : Comedy Romance

Ratting: PG-15

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Read the rest of this entry

[FF/1S/PG-15] “ERANTHIS”

 

Tittle      : “Eranthis” –> (Memory Of  Denmark)

Author    : Assri’Elf Luph Fishy @ SSSFI

Genre     : Romance

Rating    : PG-15,

Lenght   : Oneshoot

Setting   : Denmark

CAST      :

– Selly a.k.a Author

– Aiden a.k.a Lee Donghae

– Nathan a.k.a Kim Ryeowook

……………………….

“Aku bersedia menjadi Eranthis. Aku bersedia memulai hidup yang baru. Tapi hanya denganmu…”

……………………….

Read the rest of this entry

[FF/S/3/PG-13] “My Love or My Brother??”

Tittle: “My Love or My Brother?”

Author : Seongrin Park

Cast: Park Seongrin, Lee Donghae, Leeteuk, Heechul, Kyuhyun, Yesung, Kibum, Hankyung.

Lenght : Chaptered [3]

Genre : Comedy Romance

Ratting: PG-15

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Read the rest of this entry

[FF/1S/PG-13] “The Bottle”

 

Tittle : “The Bottle”

Genre : Romance

Rate : PG-15, Oneshoot

A/N :

Versi Asli =http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150094514317468

Author:

Assi’Elf Luph Fishy @S3FFI

Edited By :

Rhanthy Hapssary

 

CAST :

Cho Kyuhyun (SuJu),

Shin Eun Ki [YOU-Readers]

Kim Jong Woon/Kim Yesung (SUJU),

Park Seongrin (Author),

Lee Yoonsa [YOU-Readers]

 

……………………….

“suatu saat, jika kau tidak lagi mengharapkan dia, menengoklah ke belakang. Aku akan selalu ada dan menunggumu disana, dibalik punggung rapuhmu..”

……………………….

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Read the rest of this entry

[FF/S/2/PG-13] “My Love or My Brother??”

Disclaimer : Untuk Part ini, bukan buatanku penuh juga ya!! Ini juga kolaborasi ama Kak Riza. hehehe… Ada yang kenal Kak Riza?? Kalo sering mampir di Lautan Indo, pasti kenal dia. Tapi Kak Riza ilang 5bulan lalu, ga tau tuh, ketelen bumi.. Huft.. *kok Curhat??*

==========================================
“Siapa namamu?” aku mengulurkan tanganku kearahnya..

“Kibum, Kim Kibum..” Dia menjabat tanganku

“dan namaku…” kalimatku terputus

“Park Seongrin, Putri siswi teladan di angkatan 5 Naran high school. Telah memenangkan 6 penghargaan di bidang sosial, selalu ranking 1 dari awal, tidak punya catatan kepribadian buruk. Dan, kau mempuyai 4 kakak, 2 diantaranya juga sekolah disini..”

WOoooww!! Amazing..
aku sontak hanya bisa berbengong-bengong ria setelah mendengar semua yang dipaparkannya. Read the rest of this entry

[FF/S/1] “My Love or My Brother??”

Disclaimer : Untuk Part ini, bukan buatanku penuh ya!! Ini aku bikin udah lama banget, kolaborasi ama Kak Riza. hehehe… Ada yang kenal Kak Riza?? Kalo sering mampir di Lautan Indo, pasti kenal dia.. ^0^

==========================================

~Seongrin POV~

Namaku Park Seongrin, umurku 16 tahun.

Aku seorang siswi di Naran High school..
Siswi yang selalu meraih peringkat 1
Siswi yang telah memenangkan berbagai penghargaan di sekolah
Siswi yang dicap sebagai siswi teladan.
Senang rasanya bisa membanggakan diriku sendiri. Hahhaaa…

Dan kini, sang siswi teladan itu sedang ada dalam maasalah yang BENAR BENAR BESAR!!
Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: