Arsip Blog

[FF/G] I Just wanna say “I Love You” ~ Part 1

Cast : -Cho Kyuhyun
– Seohyun
– Kim Kyu Rin
– Han rin kyu
A/N : Annyeonghasaeyo ^^ author ~Fishy balik lagi nih dengan FF yg gaje ini ._.v kkkkk~ semoga kalian suka ya 😀 jangan lupa comment nya~ Oh iya! Yg mau kenal lebih deket sm aku ini twitter ku : @rasass (Promosi) xD hahaha DON’T BE PLAGIATOR !!! v^^v
Read the rest of this entry

Iklan

[FF/S/3/G] Falling In Love With a Friend “kiss make me crazy”

Falling In Love With a Friend (kiss make me crazy)

Genre : Teen Romance

Length : Series

Author : Bela Cigi *nyonya ryeowook*

Cast :

– Kim Ryeowook as him self (wookie)

– Lee Yeon Hee as yeoja

– Lee Donghae as him self

– Cho Kyuhyun as him self

– and all (belum kefikiran)

Part 1 :: Part 2
Read the rest of this entry

[FF/G] You always in my heart Part 3

Muka hye rin memerah, ia menunduk kan kepala nya agar kibum tidak melihat muka nya. “O-oppa? Sudah lah jangan menggodaku!!” “Hahaha… Ne ne, mianhae chagiya..” Kibum pun langsung memeluk hye rin mesra dan hye rin terbenam di dada kibum.

“Chagiya, boleh aku bertanya sesuatu?” Pinta kibum dengan hati – hati. “Tentu.. Apa yang ingin kau tanyakan?.” Hye rin pun menjawab ya dengan santai. “Jika aku hanya mempermainkan mu bagaimana?”

**** Read the rest of this entry

[FF/G] You always in my heart Part 2

Setelah Hye rin menjawab pertanyaa kibum. Tak lama Kyuhyun pun datang. Mereka pun pulang. Di dalam mobil, suasan nya sangat sunyi, hanya suara radio saja yang menemani mereka. Sampai akhirnya, kibum memulai pembicaraan. “Kyuhyun! Kau tidak memberi selamat kepadaku dan hye rin?” Seru kibum semangat. Read the rest of this entry

[FF/G] You always in my heart – part 1

Cast : -Hye rin (readers)
-Cho Kyuhyun ( Super Junior )
-KimKibum ( Super Junior )

Read the rest of this entry

Diproteksi: [FF/PG-13] Death Song Chapter 2

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Diproteksi: [FF/NC21] Kau adalah milikku selamanya!

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

[FF/PG 13] A WINTER EVENING Chapt. 1

Note : Thanks To Nadya for your poster to FF me~ I VERY VERY LIKE IT!

Tittle : A Winter Evening

Written By : ArNy KIMTaemin

Length : Series [1/?]

Type : Romance, Friendship

Rating : PG-13

Mian Cast : – [Super Junior] Cho Kyuhyun, – [OCs] Cha Youngmi

Supported Cast : nanti kalian akan tau sendiri kalo terus baca… kekeke*dicekek~*

Backsound Song : ~Don’t Leave & Time Please Stop—Davichi ~Forever—SNSD ~Bukan Cinta Biasa—Afgan *ini song paporitku spnjg zaman jd jgn hrn kenapa kujadiin BS* ~I Hope—FT Island ~Lets Not…—SJ K.R.Y

Disc : KYU IS MINE! THIS FF IS MINE! Kyuhyun belonged to SME & GOD, and Cha Youngmi belonged to My Imagination.. oe, other Cast belonged to GOD.

A/N      : Hello, Guys! *tebar2 bunga bangkai*  sebelumnyaarny minta maap udah lama banget gak mampir ke Blog nih.. soalnya kemarin-kemarin arny sibuk ama urusan disekolah.. dan kali ini saya kembali dengan FF baru. ada yang kangen dengan saya kah? *PLAK* hehehe maap jika A/N’a kepanjangan. jadi, sdkit bercerita ttg FF ini.. FF ini terinspirasi dari sebuah Film Hollywood yang arny tonton dan sebuah novel yang pernah arny baca. tapi jelas plot di FF ini berbeda dan ini hasil karya arny sendiri. so~ DONT COPY, OKEY! Oa~ satu lagi, FF ini sebenarnya FF lamaku yang udh pernah kupost sblumnya di FB*udh lama bgt wktu SMP*  tapi di cerita kali ini jdul Ff dan beberapa plotnya berubah. So~ jgn heran kalo yang dulu pernh baca FF ini sblumnya d FB arny yaa.. *sekedar cat: jdul dlunya : Forever*

Setelah membaca, TOLONG TINGGALKAN JEJAK KALIAN!!! tolonglah hargai segala hasil jerih payah orang lain setelah buat cerita yang sampai bisa kalian baca. so~ sebagai seorang reader, arny yakin kalian pasti tau cara2 be a good reader, guys. Maaf jika banyak byk typo, kesalahan waktu dan tempat (?) *Reader : Alah~ kelamaan lo ngomong! Udah! Mana Ffnya*

Yaodah, langsung aja yaa..

CEKIDOT!

==

::… A WINTER EVENING …::

“Sometimes life is very enjoyable. But, Sometimes can be painful.

Trust that person something beautiful and fun. But, be carefull! Coz without our unexpectedly could also fall..

Coz of too trusting. Every person that could change at any second…” -_-

***

AKU BENCI HIDUPKU SENDIRI !!!

Kyuhyun berteriak keras dalam hati sambil memandang langit-langit ruang olahraga tempat ia berada sekarang. Kyuhyun tak tau sudah berapa lama ia berada disana. tapi yang jelas, ia sudah membolos pelajaran sejak tadi pagi, saat semua penghuni sekolah melaksanakan upacara yang sudah menjadi suatu keharusan untuk mereka lakukan setiap senin pagi.

Kini, Kyuhyun duduk ditepi jendela dengan sebatang rokok ditangannya. Perlahan, Kyuhyun kembali memasukkan rokok itu kedalam mulutnya, menghisapnya dan membiarkan aroma menyakitkan hidung dari asap rokok itu keluar, melayang diudara, dan kemudian terhirup oleh hidungnya yang sudah berulang kali menghirup asap yang sama. Kyuhyun mencoba mengingat sudah berapa batang rokok yang dihisapnya hari ini. hal itu membuat bibirnya menyunggingkan senyum sinis. Terus terang ia tidak ingat, tapi yang jelas sangat banyak. hal itu terbukti dari sisa-sisa putung rokok yang tak sengaja ia lihat berserakkan dilantai ruangan.

Tidak ingat? Benar. Ia tidak ingat sama sekali, sama seperti ia tidak mengingat sudah berapa sekolah yang ia masuki selama 2 bulan ini. sepuluh sekolah dan semuanya mengeluarkan dia. tidak, lebih tepatnya ia sendiri yang mencari masalah sehingga mengundang timbulnya perasaan kesal, marah dan benci dari semua pihak sekolah di sekolah barunya tersebut. Satu sekolah saja, tak pernah bisa bertahan selama 5 hari ia tercatat sebagai pelajar disana. Paling lama ia berada di suatu sekolah hanyalah selama 4 hari.

Sungguh miris? apa kalimat itu yang terfikirkan dipikiran kalian tentang kehidupan seorang Cho Kyuhyun?

Benar sekali. Kyuhyun juga merasakan kehidupannya sungguh M.I.R.I.S. bahkan L.E.B.I.H M.I.R.I.S ketika semua kejadian itu terjadi. Ketidak pedulian Kyuhyun terhadap hal apapun, baik itu tidak peduli terhadap sekolahnya yang entah bagaimana sekarang keadaannya, tidak peduli sudah berapa banyak temannya dulu yang kini beralih membencinya, tidak peduli pada tubuhnya sendiri yang sudah seperti mayat hidup dikarenakan tubuhnya yang tinggi itu sudah mulai menampakkan tulang-tulang rusuk dibagian dada. Semua ketidak pedulian itu bersumber dari satu sebab.

Untuk kedua kalinya, Kyuhyun tersenyum sinis. Dikepalanya sekarang, muncul beberapa kenangan yang sebenarnya tidak ingin lagi ia ingat. Kenangan yang sudah berapa kali ia coba musnahkan daro otaknya karena sudah terlalu membuatnya merasa kesakitan, namun setiap kali itu pula percobaannya selalu gagal, gagal, dan gagal. Ingatan itu masih saja terus berbesit di benaknya. Bermain-main ria sampai hari ini. padahal kenangan itu sudah terjadi setahun yang lalu.

Kyuhyun masih ingat jelas, seberapa banyak air mata yang ia tumpahkan setahun yang lalu sehingga membuat sprei ranjang tidurnya kebanjiran saat kejadian itu terjadi. Kyuhyun masih ingat jelas, seberapa besarnya rasa benci yang tumbuh pada dirinya terhadap dirinya sendiri karena ia telah melakukan sesuatu yang menurutnya sangat tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang pria. Apalagi pria sejati, dan Kyuhyun yang selalu menganggap bahwa dirinya adalah seorang pria sejati sedari dulu, langsung menghapus predikat itu dari dirinya ketika ia sadar bahwa ia telah kalah telak melawan salah satu tantangan paling fatal untuk menjadi seorang pria sejati. Menangis, itu tantangannya..

Malam itu, di malam yang penuh dengan hawa dingin terasa menusuk kulit itu, entah itu berasal dari faktor cuaca atau dari faktor lainnya, tapi Kyuhyun jelas merasakan hawa tersebut. hawa yang paling mengerikan yang pernah dirasa sepanjang hidupnya. Hawa yang tak pernah ia bayang-bayangkan sebelumnya akan datang menimpanya.

Dibalik pintu kamarnya yang tertutup rapat, Kyuhyun terduduk lemas dengan kepala yang tertunduk. Sekuat tenaga ia menahan agar butiran airmata yang entah sejak kapan menggumpal disudut matanya tidak jatuh. Sambil memeluk kedua lututnya, ia mengepalkan kedua tangan kuat-kuat. Bibir bawahnya yang bergetar ia tahan dengan sebuah gigitan keras.

Ketukan keras pint yang berasal dari luar, serta sebuah suara panggilan yang meneriaki namanya dan berusaha membujuknya untuk mau keluar kamar, kini terdengar lagi. Semakin keras teriakan itu bahkan kini terdengar suara isakan tangis seorang perempuan. Namun Kyuhyun tidak menyahut panggilan itu. ia tidak peduli! Bahkan tidak mau peduli! Ia Cuma berusaha menahan tangisnya agar tidak terdengar oleh kedua orang yang berada luar, berdiri tepat didepan pintu kamarnya.

“PERGI! JANGAN GANGGU AKU! AKU BENCI KALIAN! AKU BENCI EOMMA! AKU BENCI APPA!! PERGIIIIII!!!!”jerit Kyuhyun dengan wajah yang sangat menampakkan ketersiksaan. Ya, dan memang benar, batinnya tersiksa. Sangat.

Sangat disayangkan oleh Kyuhyun, Jeritannya ternyata tak dapat menjadi penghalang bagi kedua orang itu untuk terus mengetuk pintu kamar dan mengajak Kyuhyun untuk keluar. Satu hal yang mereka fikirkan saat itu adalah, memberikan penjelasan yang terbaik bagi anak kandung mereka satu-satunya, Cho Kyuhyun.

Merasa kesal karena perintah usirannya tak ditanggapi oleh kedua orang tuanya, sontak Kyuhyun beranjak berdiri dan dengan cepat ia menarik cepat sebuah bingkai foto berwarna biru saphire yang ada dinding atas sebelah lemari pakaian dalam kamarnya, dan lalu ia membanting bingkai foto itu keatas lantai sampai pecah sehingga menimbulkan suara jatuh yang keras.

“PERGI KALIAN! PERGI!! KALIAN JAHAT PADAKU! AKU BENCI KALIAN! PERGIIIIIIIIIIIII,” teriak Kyuhyun lagi dan seketika itu juga suara gedoran pada pintu berhenti. bahkan kedepannya. Suara itu tak terdengar lagi sama sekali. Kyuhyun hanya mendengar derap langkah kaki menuruni tangga.

Seusai kepergian kedua orang tuanya, Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke foto yang kini sudah menjadi sungai kepingan kaca di atas lantai. Lama Kyuhyun menatap nanar kepingan kaca yang berada dihadapannya itu. hingga akhirnya matanya terpaku pada sebuah foto. Foto yang terlempar keluar dari dalam bingkai tempat letaknya sebelumnya. Dengan hati-hati, Kyuhyun mengambil foto itu.

Kyuhyun tersenyum perih menatap wajah tiga orang yang sedang tersenyum bahagia di dalam foto itu. seorang laki-laki dewasa yang tinggi dan tegap, merangkul mesra seorang perempuan berwajah cantik disebelah kanannya sementara tangannya yang lain memegang bahu seorang namja kecil berusia 8 tahun yang berada ditengah-tengah ia dan perempuan dewasa tadi. ketiga orang difoto itu menampakkan senyuma bahagia.

‘sungguh foto sebuah keluarga yang harmonis, tapi apa itu tidak akan berlaku lagi sekarang?’ teriak Kyuhyun dalam hati bertanya-tanya.

Kyuhyun menatap langit-langit kamarnya, berharap akan menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri dari benda mati pelindung kamar itu.

Pikiran Kyuhyun menerawang. Kyuhyun tak habis pikir dengan apa yang difikirkan oleh kedua orang tuanya, Tuan Cho dan nyonya Lee. Kenapa mereka berdua harus mengambil jalan dengan cara yang menorehkan rasa sakit yang terlalu dalam dihatinya. Kyuhyun tak habis pikir dengan semua itu. memilih jalan dengan cara perpisahan?

“apa yang telah kalian lakukan, huh? Apa kalian sudah tak menyayangiku lagi? Apa kalian sudah tak menginginkanku lagi untuk menjadi anak kalian? kenapa kalian malah memilih ‘ bercerai’ sebgai jalan keluar dari masalah ini??!!!!… Kenapa, HUUUH!! KENAPAAAA???!!!!!!” Kyuhyun meninju dengan keras kaca rias kamarnya sendiri. Darah segar pun langsung mengalir di sela-sela jari tangan kanannya. Kyuhyun tak perduli dengan rasa sakit yang ditimbulkan. Kyuhyun bahkan tak perduli memikirkan kemungkinan bahwa tangannya bisa saja hancur jika ia terus meninju kaca tersebut. sementara kaca itu semakin pecah dan kini telah menjadi beberapa kepingan kaca lantaran tinjuan sekali lagi yang di berikan oleh Kyuhyun pada dirinya sebagai benda mati yang tak tau apa-apa tapi malah jadi alat penumpas kekesalan.

Rasa sakit yang ditimbulkan oleh tangannya yang berdarah itu tak sebanding dengan rasa sakit yang luar biasa dahsyat Kyuhyun rasa dihatinya. Perasaan Kyuhyun benar-benar hancur. Tanpa ia sadari, tangan kirinya yang kini mengepal kuat sudah meremaskan foto keluarga Cho yang ia pegang sebelumnya.

*

Suara gemuruh tepuk tangan di sebuah gedung mewah yang berlokasi di pusat kota Nowon, mengiringi langkah pelan seorang gadis diatas panggung yang sedang berjalan kearah sebuah piano besar dihadapannya yang berada di tengah-tengah panggung. Sesekali terdengar beberapa teriakan yang menyebut nama gadis itu.

“Cha Youngmi! Cha Youngmi! We Love you, our ‘Angel Pianist’! HWAITING CHA YOUNGMI!!”

Youngmi tersenyum tipis menanggapi teriakan demi teriakan itu. ia ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang duduk di kursi penonton dan sudah membentuk lautan manusia itu. tapi ia tidak bisa melakukannya, untuk saat ini. ia harus fokus dulu dengan para juri didepannya yang sekarang sedang melihatnya dengan pandangan seksama.

Youngmi membungkuk, memberi hormat kepada para juri dan penonton. Lalu ia bergerak kedepan piano dan duduk disana dengan tenang. Ia menarik napas dan menghembuskannya, sebagai cara mempersiapkan diri. Sekarang, Jemari-jemari indah milik gadis itu sudah berada diatas tuts piano. Untuk kedua kalinya, Youngmi menarik napas namun kali ini sambil menutup kedua matanya. Dan, ketika matanya sudah terbuka kembali, jari-jari indah Youngmi sudah mulai menekan tuts-tuts dihadapannya itu. dentingan musik Canon In D-Pachebel pun kini mulai terdengar keseluruh penjuru gedung.

*

Cho Kyuhyun. Seorang namja berusia 17 tahun adalah seorang pelajar teladan di Asrama khusus pria bernama ‘Chunsang Senior High School’ dari tahun pertama ia masuk sekolah dasar hingga menempati sekolah menengah atas. sebuah Asrama ternama yang paling terkenal di Nowon karena murid-murid yang tercatat sebagai pelajar di sekolah itu adalah murid-murid yang berprestasi dalam berbagai bidang pelajaran Eksa maupun dibidang olahraga serta bidang seni.

Seorang Cho Kyuhyun bahkan sanggup mendapatkan prediket ‘murid terbaik’ di Asramanya itu. dengan kemampuan ilmu pelajarannya yang tinggi, terutama dibidang matematika, juga keahliannya dibidang lain seperti seni dan olahraga, membuatnya dijadikan ‘anak emas’ dari Asramanya tersebut. semua guru-guru menyukainya dan menaruh rasa bangga tersendiri terhadap laki-laki penyuka permainan olahraga ski itu.

Namun, semuanya berubah ketika umur Kyuhyun akan beranjak 18 tahun. Disemester terakhir pada kelas XII nya, kepribadian Kyuhyun berubah TOTAL. Ia sering membangkang perintah guru-gurunya, berbuat onar dikelas, menjahili teman-temannya sendiri sehingga lama kelamaan teman-temannya pergi menjauhinya, bahkan yang lebih parah ia pernah mencoret nama baik Asramanya sendiri dengan kasus paling menghebohkan selama bulan kejadian itu. sebuah scandal yang sampai masuk ke Koran kota Nowon itu dengan bertopikkan berita ‘ SEORANG ‘ANAK EMAS’ ASRAMA CHUNSANG TELAH MELEMPARKAN SEPATU KEKEPALA KEPALA ASRAMANYA SENDIRI’.

Semenjak scandal itu terjadi, semua orang di Asramapun secara perlahan-lahan mulai membencinya. Tak ada lagi yang mau berdekatan dengannya, bahkan teman karibnya sekalipun. Tapi, Kyuhyun cuek bebek saja dengan semua hal itu. karena memang itu hasil yang ia harapkan selama itu. hasil atas jerih payahnya beralih dari seorang ‘murid teladan’ menjadi seorang ‘murid pembangkang’.

Yang Kyuhyun fikirkan hanya satu disaat semua guru-gurunya sudah beberapa kali memperingatkan dia, sebab biar bagaimana pun para gurunya itu sangat menyayangi Kyuhyun dan mereka tidak mau masa depan laki-laki itu berakhir suram jika terus-terusan berbuat masalah seperti yang pernah ia hadapi sebelum-sebelumnya. Ya, yang ia fikirkan hanya satu… Yaitu… dari hasil kerja kerasnya menjadi murid pembangkang selama itu, akan membuat ayah dan ibunya sadar dengan sesuatu yang Kyuhyun anggap sebagai kesalahan mereka berdua. Kesalahan yang membuat Kyuhyun berada diambang ketersiksaan selama 6 bulan belakangan itu. sekali lagi, masa-masa Kyuhyun menjadi seorang ‘murid pembangkang’.

Lain hal, Kyuhyun merasa tidak ada yang dapat mengerti bagaimana perasaannya. Sahabat-sahabatnya, wali kelasnya, guru-gurunya. Bahkan orang tuanya sendiri.

Dari dulu, Kyuhyun tidak pernah dekat dengan ibunya. Ia lebih dekat dengan ayahnya yang lebih mempunyai waktu luang untuk dirinya dibandingkan ibunya yang terus sibuk mengurusi pekerjaan di perusahaan yang dikelola oleh Nyonya Lee itu sendiri. karena itu, ketika Kyuhyun mengetahui dari kedua orang tuanya bahwa mereka telah bercerai, perasaan Kyuhyun benar-benar hancur. Bahkan, lebih hancur berkeping-keping dan tersayat lagi ketika ia mengetahui bahwa ayahnya akan meninggalkan ia keluar negeri, Amerika.

Kyuhyun tak habis pikir, orang yang paling ia andalkan selama ini akan pergi dari kehidupannya. Lalu, bagaimana bisa ia terus bertahan hidup, huh? Pertanyaan itu selalu menempel di otak Kyuhyun namun jawaban dari pertanyaan itu belum muncul juga sampai masa enam bulan semenjak kedua  orang tuanya resmi bercerai dan ayahnya benar-benar pergi meninggalkan dia dan ibunya di Korea Selatan. Hanya tinggal mereka berdua.

*

Nyonya Lee sangat marah besar dengan semua perubahan total yang terjadi pada diri anak semata wayangnya, Cho Kyuhyun. Pihak Asrama Kyuhyun menerangkan pada beliau bahwa mereka akan segera mengeluarkan Kyuhyun akibat segala perbuatan-perbuatan Kyuhyun yang telah mencemarkan nama baik Asrama selama itu. Nyonya Lee sudah mencoba agar Asrama Chunsang masih mau memberikan Kyuhyun kesempatan, tapi sungguh sangat disayangkan olehnya, ternyata Asrama itu tak mau lagi memberika Kyuhyun kesempatan. mereka sudah tak sanggup lagi dengan Kyuhyun. Semakin diberikan hukuman, Kyuhyun malah semakin melawan.

Akhirnya, Malam itu, saat Kyuhyun hendak keluar dari kamarnya untuk pergi keluar membeli makanan (karena ia tak pernah mau lagi makan bersama dengan ibunya Ia hanya akan makan dirumah ketika ibunya sedang tidak ada), ibunya mengajaknya berbicara dengan baik-baik. Namun Kyuhyun yang merasa kesal karena niatnya untk pergi keluar tertunda Cuma gara-gara ibunya, tidak menanggapi semua ucapan ibunya yang berupa nasihat itu. selama ibunya berbicara, tak sedikitpun ia mendengarkan. Kyuhyun hanya duduk disofa sambil mengunyah permen karet dimulutnya dan tangannya memain-mainkan kunci motornya. ia tak pernah berinisiatip sediitpun menoleh pada ibunya yang tengah menatapnya sekarang. Saat ibunya merasa kesal, karena ucapannya tak ditanggapi, ibunya berteriak pada Kyuhyun dan kontan saja hal itu langsung membuat Kyuhyun melemparkan tatapan penuh kebencian pada ibu kandungnya sendiri.

Nyonya Lee terdiam. sebenarnya, beliau merasa takut dengan pancaran kebencian yang tersirat dari bola mata hitam pekat milik anak semata wayangnya itu. dengan lembut, Nyonya Lee mencoba berbicara lagi pada Kyuhyun namun Kyuhyun malah menyela ucapannya dengan satu kalimat yang langsung membuat Nyonya Lee terpaku kaget ditempat.

“Jangan pedulikan aku lagi! Kau urus saja pekerjaanmu disana sehingga kau tak perlu repot-repot mengurusiku!”

Kyuhyun berlari menaiki anak tangga dengan langkah cepat, niatnya yang semula ingin pergi keluar rumah kali ini benar-benar batal karena ia sudah muak melihat ibunya. Pembicaraannya bersama ibunya barusan telah membuatnya benar-benar kehilangan nafsu makan. Dan kali ini, ia hanya memerlukan sebatang rokok untuk menghapus rasa sakitnya yang lagi-lagi kumat.

Sementara itu, Nyonya Lee yang masih berdiri dilantai bawah, benar-benar merasa kaget dengan ucapan anaknya sendiri barusan. Ia masih saja berdiri dengan pandangan tidak percaya saat suara bantingan pintu kamar yang berasal dari lantai atas terdengar. Lima detik kedepannya, Nyonya Lee sudah terduduk lemas sambil memegangi dadanya yang mulai terasa sesak setelah kepergian Kyuhyun.

“Apa lagi?….. apa lagi yang harus ibu lakukan, Kyuhyun-ah, agar kau mau memaafkan ibu?” isak Nyonya Lee histeris.

*

hari ini Nyonya Lee membawa Kyuhyun kesebuah rumah sakit yang berpusat dikota Nowon. Tepatnya kepada seorang psikiater handal yang bekerja dirumah sakit ternama itu. meskipun, Nyonya Lee dapat membawa Kyuhyun setelah memaksa Kyuhyun habis-habisan. Tapi mau bagaimana lagi? Nyonya Lee tak mungkin membiarkan Kyuhyun terus tumbuh dalam kehidupan yang parah setelah perceraiannya dengan suaminya 7 bulan lalu, kan?!

sangat disayangkan lagi-lagi.. saat diperiksa, ternyata psikiater tersebut juga angkat tangan. Sebab Kyuhyun sama sekali tak mau menjawab semua pertanyaan yang diberikan olehnya. bahkan Kyuhyun sama sekali tak berbicara satu patahpun. dehaman sekalipun, tidak. Kyuhyun hanya menatap psikiater yang duduk dihadapannya dengan pandangan nyalang, kosong, dan hampa. Sama sekali tak bereaksi.

*

Kyuhyun telah benar-benar dikeluarkan dari Asrama Chunsang. Ibunya terus meminta pengertian dari para guru-guru Kyuhyun di Asrama itu dengan berkata bahwa beliau akan segera memulihkan Kyuhyun kembali menjadi laki-laki baik seperti dulu. tapi, sayang pihak Asrama tidak bisa menerima permintaan itu. mereka sudah benar-benar tidak bisa memberi Kyuhyun kesempatan.

Berbeda dari ibunya yang merasa cemas, Lain hal nya dengan Kyuhyun. Laki-laki itu sangat merasa santai. Ia justru merasa sangat senang karena telah dapat keluar juga akhirnya dari Asrama yang meurutnya sangat membosankan itu. bosan? Kenapa? Tentu saja karena ia sudah tak bisa menjahili pelajar-pelajar Asrama itu lagi disebabkan seluruh pelajar di Asrama itu sudah habis semuanya menjadi bahan kejahilannya.

Merasa bahwa kelangsungan sekolah anaknya tak bisa terus-terusan seperti itu, Nyonya Lee langsung berusaha mencari sekolah lain untuk sekolah baru Kyuhyun. Setelah kompromi dengan 3 sekolah dan tiga-tiganya menolak kehadiran Kyu lantaran pihak sekolah tersebut mengetahui latar belakang dari sejarah Kyu selama ia menjadi murid pembangkang di Asrama Chunsang, Nyonya Lee terus mencoba mencari sekolah lainnya. Ia sama sekali tak pernah menyerah. Terus mencari dan mencari….

Hingga akhirnya perjuangan Nyonya Lee tak sia-sia. Ia berhasil mendapatkan sebuah sekolah yang bersedia menerima Kyuhyun disana namun dengan syarat Kyuhyun akan merubah etikanya setelah masuk kesekolah baru itu.

sekolah yang berpusat di kota lain, yakni, di Daejeon city itu adalah sebuah sekolah ternama dan terpandang di masyarakat Daejeon. sekolah yang memiliki anak-anak berprestasi namun tidak terlalu memiliki kesan mewah dari gedung dan kebiasaan di dalamnya. Nyonya Lee sebenarnya lebih suka type sekolah seperti itu untuk Kyuhyun.

Ya, Nyonya Lee dan Kyu memang menetap di Daejeon sekarang, pergi dari kota Nowon yang telah menghasilkan berbagai kenangan-kenangan pahit juga buruk dalam hidup keduanya. ia sengaja memindahkan Kyuhyun kesekolah yang terletak di luar kota karena berharap, dengan melakukan perpindahan rumah dan sekolah itu, akan membuat Kyuhyun mendapatkan segala awal yang baru dan lingkungan yang baru sehingga bisa membuat Kyuhyun bisa berubah.

Tapi, sayangnya. Semua harapan itu terjawab dengan hasil tak memuaskan. Kenyataannya, mendapatkan sekolah dan lingkungan yang baru sama sekali tak membuat kyuhyun merubahkan minatnya untuk menjadi seorang ‘murid pembangkang’ disekolah barunya yang lain. jadilah akhirnya ia diberi hukuman oleh pihak sekolah. Namun, Diberi hukuman separah apapun, Kyuhyun tetap tidak perduli, malah hal itu membuatnya lebih nakal lagi.

Akhirnya Kyuhyun dikeluarkan dan ia dimasukkan kesekolah lain yang masih berpusat sama di Daejeon City juga oleh Nyonya Lee. Tapi sama saja seperti disekolah-sekolah yang sebelumnya, Kyuhyun selalu meninggalkan jejak onar dan meninggalkan kesan benci di hati setiap pihak sekolah dan murid-murid sekolah itu. hingga akhirnya selama di Daejeon ia telah memasuki hampir 5 sekolah dan dari satupun sekolah itu tak ada yang pernah mau bertahan menampung Kyuhyun lebih dari 4 hari.

*

Kyuhyun menatap sekeliling ruangan olahraganya yang sepi sambil menikmati rokoknya. Sudah pasti beberapa saat lagi para guru akan mulai mencarinya.

Kyuhyun mengangkat ujung bibirnya. Yeah, ini adalah sekolah ke 6 yang ia masuki selama berada di Daejeon City ini. Baru satu hari, yakni hari ini. hari pertama masuk kesekolah tapi sudah membolos. Memang benar-benar seorang murid pembangkang sejati, pikir Kyuhyun sambil tertawa singkat.

Kyuhyun perlahan membuka kaca jendela ruang olahraga. Ia berniat untuk kabur melalui jendela. Kyuhyun membuang sisa rokoknya keluar jendela dan mengambil batang rokok lainnya dari dalam saku seragamnya yang tidak pernah terpakai rapih, selalu saja baju itu dikeluarkan dan celananya tidak pernah memakai tali pinggang sesuai dengan kaidah berpakaian yang berlaku di setiap sekolah yang dimasukinya. Tak lupa pula, Kyuhyun mengambil sebuah korek api dari dalam kantong lainnya untuk menyalakan putung rokok yang kini sudah berada lagi didalam mulutnya. Setelah menyalakannya , Kyuhyun membuang korek api itu sembarangan sehingga tanpa sengaja api korek itu mengenai tirai jendela. Kyuhyun yang masih sibuk mengisap rokoknya sama sekali tak menyadari dengan api yang mulai menjalar. Dengan cepat api membakar tirai-tirai yang tipis itu.

“Ouch! Sial!” umpat Kyuhyun saat sadar akan apa yang terjadi. Lalu ia melompat dari duduknya ditepi jendela dan segera berlari mencari air di kamar mandi yang ada disebelah ruang olahraga. ia menyambar sebuah ember yang langsung dilihatnya pertama kali ada diatas westafel kamar mandi, namun, sungguh sangat disayangkan olehnya, tak ada air setetespun air di bak mandi tersebut. Kyuhyun yang mulai panik pun lantas berlari ke WC di sebelah kamar mandi. NIHIL. Sama saja. bak mandinya tak terisi air sedikitpun. Kosong. Tak ada cara lain, akhirnya sambil mengumpat kesal Kyuhyun membuka kran air dan menatap pasrah ketika kucuran air yang kecil itu masuk kedalam ember.

*

Dentingan permainan Youngmi benar-benar membuat semua orang yang melihatnya ketika itu terpukau. Tak jarang beberapa penonton berteriak-teriak memanggil namanya namun segera diam kembali ketika salah seorang petugas acara mempeloti mereka. Para juri yang duduk dimeja mereka masing-masing juga kerap saling berbisik-bisik satu sama lain sambil beberapa kali melirik ke Youngmi yang masih saja terus memainkan pianonya. Jari-jari tangan Youngmi seakan tak lelah untuk terus menekan tuts-tuts benda berukuran besar dan berwarna hitam mengkilat itu.

Sementara itu, Youngmi yang sedang bermain dengan anak-anak piano sibuk dengan pikirannya sendiri. bagi dirinya, bermain piano adalah segalanya. Hal terpenting di hidupnya. Piano sudah menjadi seperti kekasihnya sendiri. Youngmi yang sudah mahir memainkan piano sejak kecil itu, saat ini tengah berfikir tentang sesuatu hal..

Ya.. suatu hal.. Youngmi adalah type gadis yang selalu mengungkapkan isi hatinya dengan memainkan piano. Dari permainan termudah hingga yang terpayah, semua permainan piano bisa dikuasainya dengan sa.ngat.ba.ik. Sama seperti sekarang. Youngmi memainkan piano karena ia merasakan sesuatu hal yang membuatnya bahagia. Apa itu?

Youngmi tersenyum lebar dan tepat pada saat itu juga beat permainan pianonya mulai berangsur-angsur  cepat, sehingga membuat seluruh penonton dan juri-juri semakin bertambah terpukau dengan keahlian gadis berumur 17 tahun itu dalam memainkan piano. masih muda tapi sudah berbakat. Kalimat itu yang cocok sekali diberikan untuk seorang gadis bernama lengkap Cha Youngmi. Anak dari sebuah keluarga bermarga ‘Cha’ yang terdiri atas Tuan Cha Han Seo dan Nyonya Nam Geurim.

Bersyukur. Yaa…. seorang Cha Youngmi, saat ini mau memainkan piano dengan indah nya bukan untuk memenangkan perlombaan ‘bermain piano’ tingkat nasonal yang tahun ini diselenggarakan di Daejeon city dan ia ikuti lagi kali ini semata. Melainkan, karena ia merasa bersyukur. Youngmi mengungkapkan rasa syukurnya dengan memainkan tuts-tuts piano dengan alunan dentingan yang indah dan terdengar sangat menarik perhatian bagi siapa saja yang mendengarnya.

Youngmi,….. benar-benar merasa bersyukur kepada Tuhan karena masih memberikannya kesempatan untuk hidup sampai saat ini sehingga, ia masih bisa melihat wajah senyum diwajah kedua orang tuanya, serta melihat wajah bahagia dari orang-orang lain disekitarnya yang sangat menyayangi ia. Youngmi sangat bersyukur mendapatkan semua hal itu.

*

Kepulan asap yang keluar dari ruang olahraga, sontak membuat seluruh murid SMA Hangyeong Daejeon terkejut. Merekapun berbondong-bondong berlari keluar kelas dan mencoba membantu memadamkan api yang terus saja berkobar besar.

*

Gemuruh tepuk tangan terdengar sangat keras ketika Youngmi menerima piala sebagai pemenang pertama dalam ajang Lomba Piano Tingkat Nasional tahun ini. Youngmi menyalami para juri dengan senyuman lebar yang tak kunjung lepas dari bibir merahnya. Wajah mungil dan manis Youngmi terlihat berseri dan bahagia.

Para Fans Youngmi pun bertepuk tangan bahagia, mereka senang karena Youngmi, idola mereka yang telah berkali-kali memenangkan Lomba Piano sebagai pemenang pertama diberbagai ajang yang pernah ia ikuti sebelum ajang ini, kali ini berhasil memenangkan ajang lomba piano tingkat Nasional lagi.

Bercerita tentang keahlian Youngmi sebagai seorang pianist, gadis itu sudah menjadi seorang pianist sejak umurnya 5 tahun. Bahkan ketika beranjak ke usia 6 tahun ia telah menjadi seorang pianist berbakat yang selalu memenangkan setiap ajang lomba piano yang diikutinya serta menjadi satu-satunya pianist cilik terbaik sepanjang sejarah pianist cilik di Korea Selatan. Gelar itu masih belum hilang juga sampai umur Youngmi berusia 17 tahun seperti sekarang. Kemampuannya memainkan piano yang sudah setara dengan kemampuan orang dewasa bermain itu, membuat Youngmi tak hanya memenangkan lomba piano di dalam negerinya saja. Tapi, Youngmi juga pernah mengikuti lomba piano tingkat internasional ketika umur dia 12 tahun untuk mewakili negara asalnya yakni KorSel diajang ‘American Internasional Phiano Awards’ yang diadakan tahun itu, dan ia menang. Ia menyabet juara pertama sehingga membuatnya sangat dibangga-banggakan oleh masyarakat KorSel. Sebab gadis cilik satu itu telah mengharumkan nama bangsa di ajang Perlombaan Dunia.

Dan, Diantara ratusan fans-fans yang berkumpul membentuk sebuah lautan manusia itu, terdapat ditengah-tengah kursi penonton berdiri Tuan dan Nyonya Cha. Keduanya memandang bangga anak perempuan mereka satu-satunya yang kini tengah berfoto ria bersama para dewan juri. Nyonya Cha menangis bahagia sedangkan Tuan Cha Cuma tersenyum melihat Youngmi.

“sampai saat ini, aku masih tidak menyangka, Pa.. kalau ternyata… anak kita masih bertahan hingga sekarang.. “ ucap Nyonya Cha dengan mata yang masih berlinangan airmata. Airmata bahagia? Yeah.. benar. happy tears dan air mata syukur… Nyonya Cha merasakannya kali ini.

“gadis kecil kita kini masih berada bersama kita pa.. menemani kita, membanggakan kita dengan kepintarannya dan kebaikkannya terhadap orang lain disekitar dia.. juga kedewasaannya.. semua hal yang ia punya.. Appa tau? setiap kali mengingat hasil ronsen Youngmi dulu saat ia berusia 2 tahun, aku selalu berfikir betapa kuasanya Tuhan. hasil itu sangat berbanding jauh sekali dengan keadaannya sekarang..” ujar Nyonya Cha lagi yang suaranya lebih mirip sebuah bisikan. Perlahan, Tuan Cha pun memeluk tubuh istrinya yang masih menangis terisak-isak itu. beliau memberikan Nyonya Cha waktu yang cukup lama untuk menangis, agar semua gundah-gundah didalam hati perempuan setengah baya itu dapat keluar supaya tak lagi membebani hatinya. Tak lama kemudian, saat tangisan Nyonya Cha mulai mereda, suaminya melihat di seberang sana Youngmi tampak tengah berlari menghampiri mereka berdua sambil melambai-lambaikan tangan. Senyum masih saja tak hilang dari wajah gadis itu berdarah Korea-Indonesia itu.

Tuan Cha segera berbisik di telinga istrinya dengan kedua mata yang tak pernah melarikan diri sedikitpun dari sosok Youngmi didepan sana. “anak kita adalah anak yang kuat, ma.. Cha Youngmi adalah seorang gadis yang kekuatannya jauh lebih kuat dari apa yang kita bayangkan.. ”

*

Api sudah padam sepenuhnya. Namun terlihat jelas di beberapa bagian, dinding ruang olahraga telah gosong akibat kebakaran yang terjadi beberapa menit yang lalu.

Kepala Sekolah Kim masuk kedalam ruang olahraga dan terkejut melihat ruangan itu. lalu pandangan matanya jatuh pada satu titik, yaitu pada sosok Kyuhyun yang duduk santai ditepi jendela dan bermaksud hendak menyalakan rokoknya lagi.

“CHO KYUHYUUUUN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriaknya histeris.

*

Sebulan kemudian..

[Kyuhyun’s POV]

Aku berjalan memasuki sekolah baruku. Hari masih pagi. Belum ada seseorang pun disana. Mentari pagi menyinari rambutku yang berwarna merah. Aku memandang sekolah baru ku sepintas lalu, dan mendesah. berapa kalipun aku masuk kesekolah baru, hasilnya hanya akan membuatku kesal. Toh aku memang sudah tidak ada minat untuk sekolah lagi.

Kali ini aku mendesah untuk kesekian kali. ini pasti akan terasa membosankan. Karena di kelas yang baru ini, aku harus mengulang materi pelajaran yang sama seperti tahun lalu. Karena tahun kemarin aku tak lulus Ujian SMA. Eomma tampaknya benar-benar kecewa padaku. Jadi entah kenapa setelah ia berdiam diri selama sebentar, ia mengatakan tiba-tiba saja bahwa kami akan segera pindah keluar kota. Dan di daerah ini sekarang. Daerah yang belum pernah aku datangi. Daejeon. Aku tahu, sangat tahu. Ibuku itu pasti mengharapkan awal yang baru dan lingkungan yang baru dapat membuatku berubah.

‘oh, ya? Kita lihat saja nanti!’ batinku sambil terus berjalan.

Kini, Aku berhenti tepat di lorong kelas baruku.

‘Jadi ini sekolah baruku!’ kataku masih dalam hati.

samar-samar telingaku menangkap sebuah suara merdu yang mengalun dari ruangan di lorong ini. Ini seperti suara… piano.

Suara piano itu semakin lama semakin terdengar jernih dan indah, membuat kakiku bergerak mendekati, mencari tau asal suara tersebut.

Aku menoleh ke arah dalam ruangan dari balik pintu yang ternyata terbuka. Ternyata, Di dalamnya ada seorang gadis mungil yang sedang memainkan piano.

Aku terus mendengarkan permainan piano gadis itu. Entah kenapa, rasanya setiap dentingan tuts piano yang dimainkan gadis itu perlahan-lahan membuatnya hatiku merasa tenang dan tentram. lima menit kemudian permainan piano itu berakhir, namun aku masih terdiam di daun pintu sambil memandangi gadis yang membelakangiku itu. Sampai tiba-tiba, tatapan kami bertemu.

gadis itu tersenyum. Akupun membalas senyumannya dan menyapa, “ Hy~!”

“Hy~!”

mataku memperhatikan gadis yang duduk beberapa meter dari hadapanku itu dengan seksama. Melihatnya dari atas kebawah, lalu keatas kembali. Pakaiannya sangat rapi. Rambutnya hitam panjang dan terlihat berkilau. Sangat cantik. Sungguh penampilan yang kontras sekali dengan penampilanku yang sangat berantakan. ‘Tipe murid baik!’ diam-diam aku mendesah, menatap gadis itu.

“Kau murid baru ya?” gadis itu tiba-tiba bertanya, menyadarkan aku dari lamunan yang terus saja menatap gadis tersebut. “ Rasanya aku belum pernah melihatmu disini sebelumnya!” lanjutnya.

Aku tertertawa kecil. “Ya. Baru pindah hari ini..”

“Kalau begitu selamat datang!” Katanya lagi sambil masih tersenyum.

Kata-kata itu sempat membuatku kaget sebentar. Bukan kata-katanya. Tapi entah mengapa cara ia bicara bukan seperti cara bicara orang lain yang biasanya bertanya padaku. Perkataan dia tenang.

Tapi aku meyakinkan hati bahwa itu palingan juga hanya dikarenakan perawakan dia sebagai tipe murid baik. Aku mendesah. Murid-murid tipe murid baik seperti itu sama saja. Aku tidak mau bergaul dengan murid seperti gadis dihadapanku itu. Terlalu membosankan.

“Tidak usah bersikap ramah!” ketusku padanya. Dan bisa kulihat dengan jelas, gadis itu terkejut mendengar perkataanku.

“Kenapa memangnya?”ia bertanya lagi. Dan kali ini kujawab dengan sebuah sunggingan senyum sinis.”Kenapa?” aku berhenti tersenyum lalu menatapnya tajam. “ Kau akan tahu satu atau dua minggu lagi, saat kau akan mengucapkan selamat tinggal padaku!”

Setelah berkata seperti itu, segera aku membalikkan tubuh dan pergi meninggalkan ruangan itu. meninggalkan gadis pemain piano itu sendiri yang sepertinya masih berusaha mencerna kata-kataku barusan di dalam ruangan yang ditempatinya.

*

[Youngmi’s POV]

Aku terus menekan tuts-tuts piano dihadapanku dan memainkan sebuah lagu. lagu miliknya kangta ”confession”, satu-satunya lagu favoritku. Piano itu seakan mengerti perasaan pemainnya, ia terus mengeluarkan bunyi dentingan yang indah setiap kali aku menekan tutsnya, sama persis dengan perasaanku saat ini.

Saat dentingan tuts terakhir yang aku mainkan, aku berhenti dan membuka mataku yang tadi terpejam selama bermain. Samar-samar aku mendengar ada langkah sesorang yang menghampiri pintu ruangan musik, tempatku berada saat ini. Sebenarnya aku sudah mendengarnya dari tadi saat masih bermain piano. Tetapi aku memilih untuk terus bermain. Dan, sekarang aku mendengarkan langkah itu lagi. Lebih jelas dengan kali ini ditambah perasaanku yang berkata bahwa sepertinya ada yang sedang memerhatikanku. Akupun menoleh kebelakang. tatapanku jatuh pada sesosok laki-laki yang berdiri di pintu masuk ruangan musik sekolah.

Laki-laki itu memakai seragam yang sama seperti halnya seragam laki-laki di sekolah ini. Tapi, aku belum pernah melihat dia sebelumnya. But, itu tidak akan jadi alasanku untuk tidak menyapanya, kan?

“ Hy~!!” baru saja aku hendak menyapa laki-laki itu, laki-laki itu sudah menyapaku lebih dulu.

“Hy~!” aku membalas sapaannya sambil tersenyum. kuperhatikan untuk beberapa detik lamanya, laki-laki itu sepertinya sedang memperhatikanku dari atas hingga bawah. Lalu manggut-manggut sendiri, seolah menyimpulkan sesuatu tentang diriku.

“Kau anak baru ya? Rasanya aku belum pernah melihatmu disekolah ini sebelumnya!” tanyaku tiba-tiba pada laki-laki itu.

“Ya! Baru pindah hari ini!” jawab laki-laki itu.

“Kalau begitu selamat datang!” kataku lagi, masih tersenyum.

Aku melihat laki-laki itu mendesah beberapa saat, lalu ia menjawab dengan ketus. Jawaban yang sempat membuatku sangat terkejut. “Tidak usah bersikap ramah!”

“kenapa memangnya?” tanyaku lagi, bingung.

“kenapa?” Laki-laki itu tertawa sinis sebentar lalu menatapku tajam. “Kau akan tahu satu atau dua minggu lagi, saat kau mengucapkan selamat tinggal padaku!” katanya dan sesudah berkata seperti itu, laki-laki berambut merah menyala itu langsung membalikkan badannya membelakangiku dan pergi keluar dari ruangan.
aku terdiam beberapa saat. berusaha mencerna maksud ucapan terakhir dari lelaki itu tadi..aku tertawa pelan.

“Baru kali ini aku bertemu laki-laki yang sikapnya lain dari yang lain!” gumamku pelan disela tawa.

KRIIIIIIIIIIIIIIIIIING~~! Suara bel sekolah yang berbunyi nyaring sontak membuatku tersadar dari tawa.

‘Aduh, jam pejaran pertama pelajarannya Minrin Saengin. Aku tidak boleh terlambat karena kalau sampai itu terjadi, bias dibunuh aku dengan guru pelajaran Bahasa Inggris kami yang sangat, sangat, dan sangat terkenal G.A.L.A.K itu!’

 …::::TBC::::…

WARNING : JANGAN TANYA KENAPA PANJANG BGT! Jujur, nulis dlm tulisan yang panjaaaaaaang sekali itu adalah slh stu ciri khas/ kebiasaan arny. Wktu lagi nulis gak tau kenapa semua kata-kata itu meluncur begitu saja bak peluru dalam medan perang (??) jdi makanya kdg2 srg gbisa terkontrol. Kalo gak suka yah, gak ush baca. Tp bg yang mau menerimanya arny ucapin makasi yang besar sebesar buah duren (?). saat ini arny jg sedang dlm proses pembelajaran cara membuat FF singkat sehingga tidak panjang lagi seperti FF arny sbelum-sebelumnya dan tentunya supaya para Reader gak bingung dgn FF ini. hehehe, ^_______^ Gomawoo~~*BOW*

[FF/PG-13] Death Song Chap 1

Tittle                      : Death Song

Author                  : Yutzapricha aka Denis

Length                  : Chaptered

Chap                      : 1 of ?

Genre                   : Mystical, AU, Fantasy (sebenarnya gak tau ini termasuk Fantasy atau bukan)

Rate                       : PG-13

Cast                       :

-Lee Sungmin as  Vincent Lee

-Lee Hyukjae as Spencer Lee

-Lee Donghae as Aiden Lee

-Choi Siwon as Andrew Choi

-Cho Kyuhyun as Marcus Choi

-Shin DongHee as Matthew Shin

(Cast lain menyusul sesuai jalan pikiran author)

Read the rest of this entry

[FF/1SHOOT] PROMISE

FANFICTION     : “PROMISE”

GO AWAY PLAGIATORS!

Title                 : PROMISE

Written By   : ArNy KIMTaemin

Genre              : Romance

Rating             : PG-13

Type                : 1Shoot

Cast                 :

  • [Super Junior] Cho Kyuhyun
  • [YOU] Shin ____________

Other Cast      :

  • [Super Junior] Lee Donghae
  • [Davichi] Kang Minkyung

Disclaim                      : Kyuhyun & Donghae belonged to Super Junior, Minkyung belonged to Davichi.

Backsound      Songs   :

  • SuJu K.R.Y-Coagulation
  • SNSD-Mistake
  • SHINee-Life
  • Kerispatih-Tertatih (jangan tanya kenapa arny pake’ lagu Indo. Tapi mungkin,

karena Arny suka sama Band Kerispatih kali ya.. mereka itu Band Indo Favourite Arny *gak ada yg tanya* hehehe –Pease..-)

A/N                  : THIS FF PLOT IS MINE! DON’T COPY, OKEY, Coz I NOW YOU’R A GOOD someone. And, One again, Please, RCL! (Mianh kalo banyak typo yaa. Harap dimaklumi soalnya saya lagi badmood nihh..iksiks..

Note                : Tulisan warna Ungu = Flashback yaa..

========

“Oppa~~ aku suka padamu. Terimalah cintaku ini! Kumohon!”

“apa kau serius dengan ucapanmu itu?”

“aku serius. Aku sudah lama menyukai Oppa dan aku sangat suka pada Oppa. Karena itu aku memberanikan diriku untu menyatakan cintaku padamu. Dan Oppa harus menerimaku menjadi kekasihmu!!”

Cho Kyuhyun tertawa renyah. Ditatapnya gadis yang tengah membungkukkan badan dan memberikan suatu kertas pink kehadapannya itu dengan satu senyuman. “baiklah. Aku terima kau jadi menjadi kekasihku.” Katanya kemudian sambil tersenyum.

%%%

“hehehe, Oppa, kau mau coklat ini?”

“untukku?”

“ye. Aku buat sendiri untuk kuberikan padamu, lho~ Oppa mau, kan, menerimanya.”

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. “tentu saja!”

“aku harap Oppa suka dengan coklatnya.”

Kyuhyun melahap coklat yangdiberikan gadisnya. Sementara Gadis itu yang duduk disebelah dirinya hanya menanti tanggapan Kyuhyun dengan raut wajah tidak sabar. “bagaimana rasanya Oppa?” tanyanya setelah Kyuhyun menghabiskan satu bongkah coklat pemberiannya.

Kening Kyuhyun mengerut. Wajahnya mulai menampakkan kemualan. Tapi, ia tetap mengunyah coklatnya.

“tidak enak ya Oppa? Maaf yah, habisnya aku baru pertama kali membuat coklat, sih.. Itu juga aku minta bantuan Eommaku. Haha, aku tahu kalau akan tidak enak. Maaf yah, Oppa. maaf. Jongmal-jongmal Mianhamnida..“

“Emm~~ enak sekali!!! Delicious~~!” seru Kyuhyun tiba-tiba. Gadis disebelahnya mengerutkan kening. Kyuhyun hanya tersenyum menatapnya. “kau pandai sekali membuat kue, ____________________ !”

“benarkah?”

Kyuhyun mengangguk tegas dalam diamnya yang sedang mencoba menguyah coklatnya kembali. Meski terasa masam, tapi ia tetap terus menguyahnya.

Gadis disebelahnya tersenyum senang.

Hati Kyuhyun berangsur-angsur bahagia melihat senyuman itu. Yah, itu yang dia harapkan sedari tadi.

Ia menggenggam sebatang coklat ditangannya dengan erat. Ia berencana akan menghabiskan coklat itu, Tak akan disisakannya secuilpun, karena itu adalah pemberian dari gadis yang sangat ia sukai.

%%%

“Oppa. Kau bicara apa? Aku kan sudah bilang padamu bahwa aku tadi hanya kebetulan bertemu dengan Kibum Oppa. Kami tak melakukan apapun meski terkurung digudang olahraga itu.”

Kyuhyun menatap tajam gadis dihadapannya. Ada pancaran kemarahan yang keluar dari bola mata laki-laki itu. Saat ini ia merasa bahwa hatinya masih panas. Benar-benar panas.

Ia sama sekali tidak suka sekali nama pria itu terdengar ditelinganya. Apalagi dikeluarkan dari mulut gadis dihadapannya sekarang yang tengah berusaha meyakinkannya bahwa apa yang dikatakan orang-orang terhadap diri gadis itu tidak benar.

Yah, dia tau apa yang dikatakan gadis itu memang benar. Dia juga sama sekali tidak percaya dan tidak perduli pada apa pendapat teman-teman kampusnya yang tidak suka dengan hubungan ia dan gadis dihadapannya sekarang ini.

lima menit terlewati. Kyuhyun masih saja tak menjawab. Ia hanya mampu menatap gadis dihadapannya melalui ekor matanya saja.

“percaya padaku, Oppa. Aku tidak mungkin mengkhianatimu. Aku dijebak. Aku tidak tahu kalau Han Yoori dan teman-temannya telah membohongiku dengan mengatakan padaku bahwa kau mau menemuiku digudang olahraga sekolah. Aku tak tahu kalau akan begitu jadinya.. aku.. aku.. maaf, Oppa.” Kyuhyun mendengar suara gadis itu lagi. Suaranya terdengar sangat serak dan terdapat isakan tangis disela-selanya.

Hati Kyuhyun teriris melihat gadis itu menangis. Tapi hatinya lebih sakit dengan apa yang dia lihat tadi ketika menemukan gadis yang dicintainya berduaan didalam gedung olahraga sekolah dalam keadaan sedang berciuman.

Dia tahu, gadis itu mencoba berontak. Tapi tetap saja, ia benar-benar merasa kesal dan sangat membenci kejadian yang dilihatnya beberapa saat yang lalu itu. Rasanya, saat itu ia hendak ingin membunuh pria yang berusaha menodai kekasihnya itu dengan tangannya sendiri. namun teman-teman Han Yoori dan juga gadis itu sendiri mencegatnya. Itulah yang membuatnya lebih merasa kesal lagi. Ia benci gadis itu membela pria brengsek yang bahkan hampir berhasil dibunuh olehnya.

“aku tidak bohong Oppa. Aku mohon kau percaya padaku. “ mata gadis itu sudah memerah karena kebanyakan menangis. Suaranya sangat lirih seakan tak sanggup lagi untuk mengeluarkan suara. Tak kuasa melihat gadis itu menangis, Kyuhyun langsung meraih tubuh gadis itu dan memeluknya dengan erat. Sangat erat. Ia memejamkan kedua matanya dan merenung.

Sekarang ia sadar, tak seharusnya ia marah kepada gadis yang dicintainya. Gadis itu sudah cukup tertekan dengan apa yang baru saja dialaminya dengan pria brengsek bernama Kim Kibum, musuhnya itu. Seharusnya, sebagai kekasihnya, ia harus menenangkan gadis itu. Ia harus menghilangkan ketakutan gadis itu agar ia tidak mengalami trauma. Itu yang seharusnya dilakukan oleh dirinya, kan.

%%%

“kau ingin aku menjanjikan sesuatu untukmu?”

Gadis itu mengangguk. Kyuhyun yang sedang duduk ditepi sungai memperhatikan gadis yang tengah berdiri didalam sungai itu dengan tatapan keheranan dan satu alis terangkat. Air sungai yang mengalir lancar membasahi rok gadis itu yang hanya selutut. Gadis itu merentangkan tangannya. Kyuhyun tak tahu apa yang sedang dilakukan gadis itu namun ia dapat mendengarkan suaranya.

“dalam ulang tahunku yang ke-19 tahun ini.. aku ingin kau mengucapkan sebuah janji padaku. Dan ingat, harus kau tepati, Oppa.”

“Hey, untuk apa aku melakukan itu?”

“hanya ingin tahu kesungguhanmu kepadaku saja..”

“Apa?” Kyuhyun mengerutkan keningnya. Ia merasa lucu sekali dengan permintaan kekasihnya itu.

“ayo Oppa. Katakan apa janjimu.”

“kau habis baca komik apa sih sebenarnya?” tanya Kyuhyun seraya tiba-tiba bangkit berdiri.

Gadis itu mengerutkan kening. “huh?”

Tanpa gadis itu sadari, Kyuhyun sudah menghampirinya. Pria itu berjalan masuk kedalam sungai.

“kau kan biasanya selalu berkata yang aneh-aneh setiap kali usai membaca sebuah komik. Seperti yang lalu-lalu kau katakan dan kau minta padaku. Sekarang kau malah, memintaku untuk berjanji padamu. Apa yang harus kujanjikan, kau itu ada-ada saja..”

Gadis itu tertawa kecil mendengarkan penuturan Kyuhyun. Yah , semua perkataan pria itu tadi  memang benar. Tapi, ia tetap bersikeras dengan pikirannya. Ia tetap harus mendapatkan janji dari Kyuhyun , Laki-laki yang sudah 3 tahun lebih menjadi kekasihnya itu. Menjadi satu-satunya sosok laki-laki dalam hidupnya. Kyuhyun sudah seperti pengganti ayah baginya, seperti ibu baginya, seperti saudaranya sendiri. Kyuhyunlah satu-satunya yang ia punyai di dunia ini. karena kedua orang tuanya sudah lama meninggalkan dunia. karena itu, ia tak ingin Kyuhyun meninggalkannya juga.

“terserah apa kata Oppa, tapi kau harus tetap menjanjikan suatu hal padaku. Ayolah, Oppa~~” paksa gadis itu tetap pada pendiriannya membuat Kyuhyun yang sudah berada didekatnya, hanya mendesah.

Gadis itu merasakan pinggangnya dipeluk perlahan. Sebuah dagu bersandar dibahu kanannya.

“baiklah. Aku akan berjanji..”

Gadis itu tersenyum senang. “apa yang ingin kau janjikan?”

“aku berjanji.. demi Tuhan, demi dunia ini, dan demi semua makhluk ciptaan-Nya, bahwa aku.. Cho Kyuhyun.. akan selalu mencintaimu… Shin ____________________. Aku juga berjanji, bahwa aku akan selalu menjaga dan melindungi dirimu walau harus mengorbankan nyawaku. Satu lagi, aku juga berjanji bahwa aku akan selamanya bersamamu.. tidak akan pernah meninggalkanmu.. karena aku.. sangat mencintaimu.. kekasihku..”

Gadis itu tersenyum lembut. Perlahan, Kyuhyun mencium pipinya. “saranghae..” bisik Kyuhyun tepat disebelah telinga gadis itu membuat gadis itu semakin melebarkan senyum manisnya. Ia senang sekali dengan janji yang diucapkan Kyuhyun untuknya. Khusus untuknya.

“Oppa janji, kan?” tanya gadis itu lagi.

Kyuhyun mengangguk mantap. “aku janji.”

“Oppa akan menepatinya, kan?”

“tentu!”

Keduanya tersenyum. Untuk beberapa saat lamanya, keduanya terlarut dalam keadaan alam yang begitu menenangkan. Angin disore hari itu begitu sepoi-sepoi. Keduanya saling terdiam dalam keadaan masih berpelukan.

“____________________,” Kyuhyun tiba-tiba memecah kebisuan.

“eemm??”

“tadi, kan, aku sudah berjanji padamu. Nah, sekarang kau yang harus janji padaku.”

“Heeh??” kaget gadis itu.

“memangnya aku saja yang harus berjanji? Enak saja! Kau juga harus berjanji! Ayo cepat katakan apa janjimu kepadaku! Hanya untukku, lho~!” kata Kyuhyun, menggembungkan pipinya.

“dasar Oppa ini…” tawa gadis itu. Perlahan, ia merasakan tangan yang melingkar dipinggangnya mendekapnya lebih erat lagi. Sangat erat seolah jika tangan itu bisa berkata, maka ia akan berkata “jangan kau pisahkan pinggang ini dariku, karena aku tak ingin melepaskannya. Aku tak ingin ia lari dariku.”

“ayo katakan cepat..” terdengar suara Kyuhyun lagi sehingga menyadarkan gadis itu dari lamunannya. Setelah memantapkan hati, perlahan gadis itu berkata sambil tersenyum lembut, “aku juga berjanji bahwa aku akan selalu mencintai Oppa. Aku juga berjanji bahwa aku akan selalu menjaga dan melindungi Oppa, serta bersama Oppa selamanya.. sampai kapanpun, seumur hidupku tidak akan pernah meninggalkan Oppa. “

“benarkah.”

“benar!”

“kau janji?”

Gadis itu mengangguk mantap. “ percaya padaku! aku tidak akan mengingkarinya!”

Kyuhyun tersenyum penuh kebahagiaan dan dipeluknya gadis itu lebih erat lagi.. lebih.. dan lebih erat…

Cuaca sungai Han yang dingin, namun menentramkan hati itu kini dirasakan oleh keduanya kembali.

%%%

Seorang gadis menangis dalam derasnya hujan pada sore hari itu. Ice cream yang ada ditangannya berangsur-angsur meleleh terkena air hujan dan kemudian jatuh ketanah taman yang lembab karena tangan gadis itu terlalu bergemetar.

Tatapan heran orang-orang yang lewat disekitar taman Seoul yang melihatnya menangis itu sama sekali tak dihiraukan olehnya. Gadis tersebut tetap terus menangis dalam kesendiriannya.

Menangisi kecerobohan dirinya sendiri dan  bahkan kalau bisa ingin membenci dirinya sendiri. ia telah melakukan kesalahan.. kesalahan yang fatal sekali menurutnya.

Tiba-tiba ada sebuah tangan memeluk pinggang gadis itu dari belakang, membuat gadis tersebut terkejut.

“mianheyo.. ____________________-ah..” Gadis itu menahan napasnya katika mengenali suara itu. Suara pria yang sangat khas ditelinganya. Kepala pria itu bersandar pada pundak gadis tersebut.

“bukan maksudku untuk memarahimu, ____________________-ah. Aku hanya tidak ingin kau makan Ice cream karena makanan itu akan membuat sakit flu dan demammu tambah parah. Aku kan sudah bilang agar kau menjaga makananmu, tapi kau malah tidak menghiraukannya, karena itu aku kesal. Aku kesal.. bagaimana jika kau tambah sakit lagi? Bagaimana jika kau sampai kenapa-kenapa,… aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku nantinya jika kau sampai kenapa-kenapa.. mianheyo sekali lagi, karena aku telah menyakitimu dengan memarahimu tadi.. kau harus tahu, kalau aku menyayangimu..“ kata pria itu dengan suara pelan.

Disela isak tangisnya perlahan gadis itu tersenyum lembut. Dalam hatinya, ia berkata : “aku semakin mencintaimu, Kyuhyun Oppa.”

“jika kau tidak mau memaafkanku maka aku akan membenci diriku sendiri..” kata pria itu lagi.

Perlahan, gadis itu meraih tangan pria yang memeluknya dan menggenggamnya erat. “mianhe Kyuhyun Oppa.. karena aku tak menghiraukan perintahmu..”

%%%

“hati-hati jalannya. Jangan cepat-cepat, ____________________” kata Kyuhyun pada gadis yang sedang ia pegang tangannya. saat ini, ia sedang menuntun jalan gadis yang ada disebelahnya dengan keadaan mata terpejam karena tertutupi sehelai kain hitam tebal.

“Oppa, kita mau kemanakah?” tanya gadis itu merasa sangat pensaran Kyuhyun membawanya kemana. Dalam hati, ia masih merasa lucu dengan permintaan Kyuhyun datang kerumahnya tadi pagi-pagi sekali dan mengajaknya pergi keluar namun sama sekali tak memberitahu bahwa mereka akan pergi kemana. Gadis itu hanya mengikuti saja akhirnya dan juga lagi-lagi sama sekali tak menolak permintaan Kyuhyun yang menyuruhnya menutup mata kemudian mengikat matanya dengan sebuah kain hitam yang telah disiapkan Kyuhyun.

Sampai sekarang pun, gadis itu masih merasa heran dengan sikap Kyuhyun yang tak biasa hari ini.

Langkah mereka masih terus berlanjut.

“Oppa, apa kita masih lama?”

“sebentar lagi………. nah kita sudah sampai.. sekarang buka kainnya..” perintah Kyuhyun. gadis itu bergegas membuka ikatan kain dikepalanya dan Kyuhyun membantunya. Alangkah terkejutnya gadis tersebut ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. ‘sungguh pemandangan yang indah dan menakjubkan!’ batinnya.

“waaoww~~ indah sekali Oppa!” kata gadis itu senang, menoleh kebelakangnya. Kyuhyun tertawa renyah. Ia senang melihat gadisnya senang. Kemudian ia berjalan menuju sebuah meja yang telah ada di atas rumput yang tebal.

Melihat itu, gadis tersebut mengikuti Kyuhyun.

“duduklah, “ kata Kyuhyun menarik sebuah kursi untuk gadis itu. Gadis itu mengukir senyum lalu duduk. Ia melihati sekelilinya. ia masih terkesima dengan apa yang dilihatnya. Sebuah daerah yang penuh dengan hamparan bunga-bunga dan rumput-rumput yang luas. Air terjun dengan air yang jernih dan suara gemericikan airnya yang membuat suasana tidak terasa sunyi tapi justru terasa asri. Serta sebuah sebuah meja yang sudah dipenuhi makanan diatas mejanya dan dua buah kursi yang mereka duduki sat ini.

Gadis itu mencoba menghirup udara yang lewat disekitarnya. Ia dapat mencium aroma tanah yang bercampur dengan rumput dari udara itu. Membuat hatinya bertambah tenang dan tertram. Ia merasakan kedamaian saat itu.

“kau suka?”

Gadis itu tersentak. Pikirannya yang melayang tadi telah terganggu oleh suara Kyuhyun sehingga membuatnya kini ia mulai memfokuskan penglihatannya pada seseorang yang ada didepannya. Yaitu Kyuhyun.

“kau suka dengan tempat ini?” Kyuhyun bertanya sekali lagi.

“mm.. “ gadis itu mengangguk. “ aku suka sekali. Tempat ini benar-benar indah dan keren Oppa. Aku sama sekali tak menyangka kalau kau akan membawaku kemari.. terima kasih ya.. aku senang sekali.” Kata gadis itu tersenyum semanis mungkin. Kyuhyun hanya dapat balas tersenyum juga.

“baguslah jika kau senang. Itu berarti, kerja kerasku tidak sia-sia.”

Gadis itu mengerutkan keningnya. Ia menatap Kyuhyun dengan penuh selidik. “Oppa, apa kau yang telah mengatur semua ini?”

“mengatur? Mengatur apanya?” tanya Kyuhyun dengan  wajah seolah-olah tak terjadi apa-apa. Terlihat polos intinya.

“Oucch~ Oppa ini.. selalu saja pura-pura polos. Maksudku itu adalah,Oppa kah yang telah mengatur meja dan kursi ini lengkap dengan banyak makanan dan minumannya sehingga berada ditaman air terjun yang indah ini? iya, kan?!! mengaku sajalah..”

Kyuhyun mengerutkan keningnya menatap gadis yang duduk dihadsapannya. Sementara gadis itu sudha mengangkat satu alisnya, menatap Kyuhyun tajam.

“haha..” tawa Kyuhyun perlahan.

“kenapa Oppa malah tertawa?”

“ternyata aku memang tidak dapat berbohong dengan mu, ____________________-ah! Kau selalu tahu kelemahanku..” ujar Kyuhyun membuat gadis itu menarik senyum penuh kemenangannya.

“itulah hebatnya aku.. Shin ____________________!” ucap gadis itu bangga yang langsung membuat Kyuhyun kembali tersenyum, bahkan tertawa lepas.

Gadis itu memandangi wajah Kyuhyun yang sedang tertawa dengan lama. Ia mendesah. “sudah lama sekali aku tak melihat Oppa tertawa selepas ini..”

Tawa Kyuhyun lenyap mendengar ucapan gadis itu dan wajahnya langsung berubah keheranan.

“”memangnya selama ini aku tidak pernah tertawa lepas apa?”

Kyuhyun melihat gadis itu menggeleng. Membuatnya semakin bertambah bingung.

“Oppa kan terlalu stress dengan pekerjaan Oppa sampai-sampai tak ada waktu untuk tertawa ataupun untuk sekedar tersenyum walau sedetik saja. Wajah Oppa beberapa bulan ini, terlihat begitu kusut dan lelah. karena itu, aku sering merasa kasihan terhadapmu Oppa. Kau jadinya tidak dapat menjaga tubuhmu sampai-sampai kau masuk kerumah sakit gara-gara kena Tyfus seperti  seminggu yang lalu. Sekarang kau sudah sembuh, dan kau sudah bisa tersenyum lagi. Juga tertawa. Itu benar-benar membuatku bahagia sekali.. hanya senyum dan tawamu yang dapat membuatku bahagia. Hanya itu, ” kata gadis itu sambil tersenyum lembut.

Kyuhyun kembali tersenyum karena ucapan kekasihnya itu.

“gomawo ____________________-ah. Karena kau, aku juga sudah dapat tersenyum kembali. ”

Gadis itu mengangguk mantap. Matanya menyusuri makanan-makanan dan minuman yang terhidang diatas meja. “ah, iya, ngomong-ngomong, ada apa sebenarnya Oppa membawaku kesini? Kok tiba-tiba sekali dan tidak beritahu aku terlebih dahul. Kenapa, Huh?”

Kyuhyun tak menjawab. Pria itu hanya duduk terdiam dikursinya dengan wajah gelisah. Melihat kelainan pada diri kekasihnya itu, gadis tadi kembali bersuara hingga menyebabkan Kyuhyun tersadar dari lamunannya.

“Oppa, kau kenapa? Kok malah diam ? ayo katakan ada apa sebenarnya kau membawaku tiba-tiba sekali kemari..?”

“err.. itu…. aku.. aku..”

Gadis itu mengangkat satu alisnya, Namun kini tangannya sudah mulai mengaduk-aduk beberapa jenis makanan. Ia tidak sabar untuk segera mencicipnya. Tapi, ia tetap harus menunggu sampai Senghyun mempersilahkannya untuk makan dan juga minum hidangan itu. Tidak mungkin dong, ia makan duluan, sedangkan Kyuhyun lah yang telah membawanya ketempat itu.

“aku..” Kyuhyun masih berusaha menyusun kata-katanya. tangannya mulai terasa dingin. mulutnya digembung-gembungkan karena ia berusaha untuk menarik napas dan mengaturnya. Ia merasa gugup sekali. Perasaannya benar-benar gelisah saat ini, tidak tenang. ‘katakan atau tidak yah?’ tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Melihat sikap Kyuhyun yang tampak gelisah itu membuat gadis tadi berhenti mengaduk makanan dan pandangan matanya kembali tertuju pada Kyuhyun . “ada apa sih, Oppa?” gadis itu mengulang kembali pertanyaannya.

Gadis itu merasakan Kyuhyun sedang menatapnya ragu-ragu, namun kemudian menarik dan menghela napas berat, tiba-tiba saja laki-laki itu berdiri, bangkit dari kursinya. Gadis itu agak mengerutkan kening ketika Kyuhyun berjalan menghampirinya.

“Oppa, kenapa kau ma—“ Kyuhyun menahan perkataan gadis itu dengan berlutut dihadapan gadis tersebut.

Gadis itu tentu saja kaget. Apalagi ketika Kyuhyun mengulurkan tangannya dan meraih tangan kanannya lalu diciumi oleh pria itu punggung tangannya. kening gadis itu semakin berkerut. Dia benar-benar heran dan juga kaget dengan tindakan Kyuhyun padanya barusan.

Laki-laki itu masih berlutut dan lalu menatap mata gadis itu dengan dalam.

“____________________, kau masih ingat, kan, dengan janji yang pernah kita buat berdua?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“janji? Janji,, yang mana yah, Oppa?”

“dasar gadis pikun, “ gerutu Kyuhyun karena wanitanya itu sama sekali tak mengingat janji mereka berdua itu, membuat gadis itu menyemberutkan wajahnya karena kesal lantaran Kyuhyun menyebutnya ‘gadis pikun’ dan lantas ia segera memutar otaknya untuk mengingat kembali ‘janji’ ia dengan Kyuhyun yang telah dilupakan olehnya.

“aaah!” seru gadis itu tiba-tiba sambil bertepuk tangan sekali dengan wajah yang tersenyum senang. Ia menatap Kyuhyun lagi dengan pandangan aku-telah-tau-jawabannya-apa-!. Sementara itu Kyuhyun langsung memasang senyum sumringah, ia bersyukur karena ternyata gadis itu maish mengingat janjinya.

“kau ingat?” tanya Kyuhyun penasaran. Gadis itu mengangguk tegas. “hmm, aku tahu! Janji… yang.. janji  kalau kau kalah taruhan nonton bola dengan ku malam minggu nanti, maka kau akan mentraktiriku, kan? iya kan, janji itu kan!”

“Heeeh??” Kyuhyun melotot. Bagai ada anak panah yang tertancap dikepalanya. Ia benar-benar merasa kesal pada gadis itu.

“ars~~ kau ini bicara apa sih?! kenapa malah nyasar kejanji itu. Itu janji lain lagi. Jangan bercanda dong, _____________________, aku ini serius tahu!”

“aku juga serius kok.”

“____________________,masa’ kau sama sekali tidak ingat sih?” tanya Kyuhyun dengan nada suara keras.

“aah.. jadi bukan itu yaah.. yah, sayang sekali kalau bukan itu. Lalu, Kalau begitu apa dong?” gadis itu memasang wajah polos membuat Kyuhyun semakin murka. Namun pria itu tetap berusaha bersabar dan tenang.

“kau ingat tidak, tentang janji yang kita buat setahun yang lalu disungai Han ketika hari ulang tahunmu yang ke-19? Saat itu kau memintaku untuk berjanji satu hal padamu. Lalu, setelah itu, aku kemudian memintamu untuk mengucapkan janji juga padaku. apa kau ingat?”

Gadis itu terperangah sesaat, namun ia langsung berusaha berfikir. Berusaha menggali memori otaknya. Tiba-tiba, “Iya iya! Aku tahu! Yang kau janji padaku bahwa kau akan terus mencintaiku, bersama selamanya denganku, tak akan meningggalku, menjagaku dan melindungiku walau..”

“harus mengorbankan nyawaku sendiri.. “ potong Kyuhyun . gadis itu tersenyum perlahan, “aku ingat sekarang kan! jadi jangan mengataiki ‘pikun’ lagi!”

Kyuhyun tertawa renyah. “baiklah. berhubung kau sudah tahu, jadi sekarang aku bisa mulai.”

“mulai apa? Main petak umpet yah?”

gadis itu langsung terdiam begitu melihat pelototan Kyuhyun yang terarah kepadanya lagi. Ia hanya diam dan duduk tenang, tak mengeluarkan sepatah kata lagipun.

Kyuhyun memejamkan matanya kuat-kuat, berusaha menenangkan dirinya dan setelah memantapkan hati, ia berkata kembali, “aku pernah berjanji tentang satu hal padamu dulu.. dan sekarang.. aku akan mewujudkan janjiku itu..”

Gadis itu terkesiap. Ia segera memutar kepalanya dan menatap Kyuhyun lagi dengan satu alis terangkat. “mewujudkan janjimu? Bagaimana caranya?”

Kyuhyun membuka pejaman matanya perlahan, ditatapnya gadis yang ada dihadapannya itu sekarang dengan tatapan dalam sampai menusuk jiwa gadis itu yang kaget dengan pancaran yang keluar dari mata Kyuhyun dan ditangkap olehnya.

“____________________-ah.. izinkan aku untuk terus mencintaimu, menjaga dan melindungimu dengan seluruh tenagaku sampai habis, juga bersama dengan mu selamanya dengan cara… “Kyuhyun menarik napasnya. Ia sedang berusaha kuat mengatakan sesuatu. Sementara gadis yang duduk itu menanti kelanjutan ucapannya dengan tidak sabar.

“menikahimu.. izinkan aku menjadi pria mu selamanya!”

Gadis itu terkesiap. Ia memandangi Kyuhyun dengan pandangan tidak percaya. Ia merasa seolah dirinya berada dialam sadar dan alam tidak sadar.

“Shin ____________________, pada hari ini, pada jam dan detik ini, aku sedang melamarmu..”

“…………………………….”

“Would you marry me, Shin ____________________ ?”

Tenggorokan gadis bernama lengkap Shin ____________________ itu langsung tercekat begitu Kyuhyun menyelesaikan ucapannya.

Air matanya hampir jatuh. Tapi ia berusaha menahannya agar tidak jatuh. Ia tidak ingin Kyuhyun melihat airmatanya dan tahu bahwa ia sedang menangis.

Yah, gadis itu memang sedang berada diantara senang, bahagia.. namun juga sedih… perasaannya begitu terharu dengan ucapan Kyuhyun yang ditujukan kepadanya.

Sudah lama ia menantikan saat ini, tapi disaat waktu ini tiba, ia malah harus menahan perasaannya sendiri.. Meski begitu, hatinya tetap merasa bahagia karena Kyuhyun melamarnya.. sungguh! Ia sangat bahagia !

Perlahan dapat dirasakan olehnya, tangan Kyuhyun yang menggenggam tangannya. menggenggam tangannya dengan sangat erat, seolah tak ingin tangannya lepas dan menjauh dari tangan pria yang masih berlutut dihadapannya itu. Namun, entah kenapa, keeratan genggaman itu justru menambah kesedihan gadis tersebut dan secara perlahan tetesan air matapun mulai kembali mengalir dipipinya yang putih. Ia tak mampu lagi untuk membendung luapan perasaan sedihnya..

Ia menangis demikian keras.. diantara waktu mulainya turun gerimis yang hanya tinggal beberapa detik lagi akan berubah menjadi hujan deras pada pagi hari yang mencekam itu.

%%%

Senja hari yang tenang. Angin melambai-lambai diudara mengeluarkan kesejukan namun juga kedinginan. sebentar lagi matahari akan segera terbenam. Sungguh, keadaan alam yang sangat asri dan menenangkan, Namun justru terasa kelabu bagi seorang pria yang saat ini tengah berdiri didepan sebuah makam yang berada di permakaman daerah Gwangju, kota kelahiran seseorang yang pernah berarti dalam hidupnya. Malah yang paling berarti.

Pria bertubuh tinggi dan tegap itu menatap lirih ke nisan makam dihadapannya. tiba-tiba seseorang memukul pundaknya sehingga membuatnya menoleh kaget. “Kyuhyun -ah.. ayo cepat.. kedua orang tuamu sudah menunggu dimobil..”

pria itu tak bergerak ditempatnya. Pria bernama Kyuhyun itu tetap saja masih tak bergeming. Ia masih menatap makam dihadapannya dengan pandangan sendu dan lirih. Melihat tatapan lirih sahabatnya itu, Lee Donghae, pria yang menepuk pundak Kyuhyun tadi, kini mendesah pelan.

Jujur, ia sangat merasa kasihan dengan Kyuhyun , sahabatnya sejak kecil itu.

Tanpa perintah, Donghae mengikuti arah tatapan Kyuhyun. ia ikut melihat makam yang berjarak kurang lebih semeter dari hadapan mereka, makam yang terlihat masih baru sekali itu. Donghae tersenyum samar melihat makam itu meski hatinya terasa sedih. Namun ia siap. Tidak seperti Kyuhyun yang ia yakini kalau laki-laki itu tidak siap. Dan Donghaepun, tidak tahu kapan laki-laki itu akan siap. Siap menerima kepergian seseorang yang ia tahu telah membuat hidup sahabatnya itu penuh warna karena itu pasti akan sangat susah bagi Kyuhyun untuk dapat melupakan seseorang itu.

Ia menolehi Kyuhyun sekali lagi. Kyuhyun melirik Donghae dengan ekor matanya ketika pria yang tubuhnya hanya pendek beberapa cm dari dirinya itu menepuk pundaknya untuk kedua kali.

“percayalah. ____________________ pasti sudah tenang disana.. dia memang senang melihatmu disini.. karena kau melihatnya.. tapi, aku yakin, dia juga pasti akan sangat sedih melihatmu terus-terusan menangis didepan makamnya seperti sekarang ini. ”

Kyuhyun tersenyum samar mendengar perkataan Donghae. Donghae kembali melanjutkan ucapannya, “setidaknya ambil satu hikmah dari semua ini.”

Sentak Kyuhyun menatap Donghae dengan tatapan tidak suka. Ia kaget dan tidak senang dengan ucapan Donghae barusan. hikmah? Hikmah apanya? Batin Kyuhyun berontak sendiri. mengerti arti tatapan sahabatnya itu, Donghae langsung kembali berkata dan perkataan itu membuat Kyuhyun terpaku.

Perkataan Donghae : “ hikmahnya…. setidaknya ____________________ tidak perlu merasa kesakitan lagi dengan penyakitnya yang telah ia derita lebih dari 4 tahun itu, yang bahkan sempat membuatnya koma selama 2 tahun dan tak bisa melihat juga bicara sekalipun.. bukankah dengan ia pergi dalam keadaan tenang seperti ini, itu akan lebih baik?! Dia sudah bisa bebas sekarang dan tak lagi merasakan kepedihan dan kesakitan yang sangat menyakiti tubuhnya selama ini?”

“Yah, kau benar Donghae. Seharusnya aku bahagia karena ia tak lagi kesakitan. Aku tidak lagi melihat gadis yang kucintai seumur hidupku itu kesakitan.. ” Ucap Kyuhyun dengan suara lirih. Bahkan sangat pelan. Seolah tak sanggup lagi mengucapkan kalimat lain. Donghae tersenyum samar..

“tapi..”

Donghae mengerutkan keningnya, disaat wajah Kyuhyun mulai menampakkan keraguan.

“Entah kenapa, Hae.. aku.. aku.. aku memang mengikhlaskan kepergiannya.. tapi, aku belum bisa menerima kenyataan bahwa aku akan hidup tanpa dia.. aku tidak yakin kalau aku akan sanggup menjalani hari esok tanpa dirinya disampingku.. kau tahu, kan, kalau aku sangat mencintainya, Hae!”

Untuk kesekian kalinya, Donghae mengukir senyuman lembut. Senyuman layaknya seorang sahabat yang sedang berusaha menghibur sahabatnya yang sedang berada di ambang kesedihan. Donghae mengusap-usap punggung Kyuhyun dengan pelan. Senyumannya masih samar. Jujur, ia sendiri merasa sedih. Sedih yang mendalam tapi ia yakin bahwa Kyuhyun jauh lebih merasakan kesedihan yang SANGAT mendalam.

“aku tahu.’ Suara Donghae terdengar lagi. ‘Aku adalah orang yang paling tahu bahwa kau sangat mencintai ____________________, dan juga paling tahu bahwa dia sama mencintaimu seperti kau mencintainya. Tapi, percaya padaku, Kyu.. kalau kau pasti sanggup. Mungkin awalnya akan berat.. tapi setelah berjalannya waktu, kau akan dapat melakukan itu,”

Kyuhyun terdiam. ia tak tahu harus mengatakan apa. Omongan Donghae sangat benar baginya. Tapi setiap kali otaknya berusaha mati-matian untuk membenarkan hal atau mungkin kenyataan yang Donghae katakan.. setiap kali itu pula ia menjumpai dirinya ‘menggila’. Ia ‘Gila’ karena tak sanggup membedakan antara kenyataan dan khayalan yang diinginkannya menjadi nyata. Khayalan bahwa gadis yang dicintainya akan hidup kembali. Mustahil? Tentu. Tapi, apa yang harus Kyuhyun lakukan untuk dapat menanamkan erat kata ‘Mustahil’ itu di otaknya agar ia tak lagi ‘menggila’ seperti sebelumnya? Bisakah kalian katakan jawabannya?

“Selain itu.. apa kau lupa dengan kata-kata ____________________ beberapa hari sebelum ia pergi?

Kyuhyun kembali diam.

“Oppa! kau tahu apa yang kuyakini selama ini?! …. hehehehe….. tentu saja kau tidak tahu karena aku belum memberitaumu.. kau ingin tahu? Baiklah.. aku akan katakan….. aku yakin….. jika suatu hari nanti akan ada seorang gadis yang dapat mencintaimu dengan tulus sama seperti cinta tulus ku terhadapmu. Dan gadis itu akan menjaga Oppa dengan baik sampai Oppa tiada lagi di dunia ini. kalian akan hidup bersama selamanya sampai maut yang memisahkan. Dan percayalah, meski raga ku tak tampak olehmu.. hatiku ini.. meski hanya sebahagian.. tapi ia selalu ada dalam hati gadis tersebut.. hati yang seutuhnya mencintaimu.. seutuhnya menjadi milikmu. Sampai maut mendatangi, bahkan sampai dikehidupan lain setelah dunia… yeah, kau harus yakin semua hal itu! Arraeseo!”

Kyuhyun membisu dalam tangisnya yang tertahan. Meski lama-kelamaan tangis itu justru pecah. Masih dengan suara pelan dan sengaja di tahan-tahan. Lee Donghae yang melihat kejadian itu langsung memeluk tubuh sahabat yang berdiri di depannya itu.

‘semoga saja! Semoga saja kau akan menemukan gadis itu Kyuhyun ! karena aku tak ingin melihatmu terus terluka karena kepergian ____________________ !’ Donghae membatin dan perlahan, ia mengangkat kepalanya, menoleh kearah sebuah makam yang masih penuh dengan kubangan bunga, tepat berada beberapa meter dihadapan Kyuhyun dan dirinya itu.

foto seorang wanita yang sedang tersenyum manis terpajang dalam bingkai foto yang disangkutkan pada batu nisan itu. Dan, entah yang keberapa kalinya dengan kali ini, Donghae kembali tersenyum samar.

Ia berkata dalam hatinya sendiri, ‘bukankah.. Kau juga berfikir sama sepertiku, kan, ____________________-ah?’

%%%

(FLASHBACK)

“maaf, Kyuhyun Oppa. Tapi aku.. aku tidak bisa menikah denganmu..”

Kyuhyun terkesiap. Ditatapnya ____________________ dengan pandangan tidak percaya. “apa maksudmu, ____________________? Kau ini bicara apa?”

“maaf, Oppa. Tapi.., aku benar-benar tidak bisa menikah denganmu.. “____________________  kembali berkata disela isak tangisnya yang sudah semakin menjadi-jadi. Awalnya, Kyuhyun mengira tangis gadis itu adalah tangisan bahagia, tapi ternyata ia salah.

____________________ tiba-tiba menarik tangannya yang digenggam Kyuhyun, membuat Kyuhyun tersentak. Keningnya berkerut ketika gadis itu bangkit berdiri dari duduknya. ____________________ baru melangkah 3 langkah sebelum Kyuhyun mencegat pergelangan tangan miliknya.

“katakan padaku kenapa? Apa alasannya kau menolak lamaranku? Apa alasannya kau tidak mau dan tidak bisa menikah dengan ku? Bukankah selama ini kau mencintaiku? Ayo, ____________________, katakan! KATAKAN PADAKU!” teriak Kyuhyun membuat ____________________ menelan ludahnya sendiri. ia memejamkan matanya dan berkata perlahan dengan suara yang sudah serak dan pelan, “aku.. sudah.. tidak.. mencintaimu Oppa.. jadi maafkan aku!”

Kyuhyun terperangah. Perlahan kemudian, ia hanya bisa menggeleng tidak percaya. “aku tidak percaya! Kau bohong, kan! mana mungkin kau tidak mencintaiku lagi, Huh, sementara selama ini kau selalu berhubungan denganku??!!” suara Kyuhyun sudah semakin meninggi. Tangannya begitu kuat mencegat pergelangan tangan ____________________, membuat ____________________ tak bisa melepaskan tangannya sedikitpun.

“katakan padaku apa alasannya sebenarnya… KATAKAN, ____________________-AH!!”

“BUKANKAH SUDAH KUKATAKAN KALAU AKU MEMANG SUDAH TIDAK MENCINTAIMU LAGI! APA KAU TIDAK DENGAR TADI, HUH??!” balas ____________________ berteriak tak kalah kerasnya. “Selama ini aku hanya belum berani menyatakan hal ini padamu.. dan kurasa, saat inilah saat yang paling tepat untuk mengatakannya! Jadi, berhenti bertanya lagi padaku apa alasanku karena aku sudah mengatakannya!” lanjutnya.

____________________ segera menarik tangannya dengan satu gerakan kuat sampai dan langsung berlalu dari hadapan Kyuhyun . sementara laki-laki itu, Kyuhyun , ia hanya dapat berdiri bagai patung ditempatnya. Tangan dan bibirnya bergetar. Ia tak percaya atas apa yang didengarnya. Ia masih berharap bahwa semua ini adalah mimpi buruk. Ia berharap bahwa ia akan terbangun dan tersadar dari mimpi buruknya ini namun, ketika berulang kali memukul-mukul pipinya keadaannya masih sama. Ia masih berada ditempat ia membawa ____________________ tadi.

Udara perlahan berubah dingin. Dingin sekali hingga menembus jaket tebal Kyuhyun. menusuk kulitnya hingga terasa sakit. Namun, sakit pada kulitnya itu sama sekali tak terasa olehnya karena hatinya sekarang jauh-jauh lebih menggoreskan rasa sakit.

Kyuhyun terduduk lemas. Airmatanya mulai jatuh. Ia memegangi dadanya sendiri yang terasa sesak sejak kepergian ______________________, sambil terus-terusan berusaha menarik napas.

%%%

Waktu berjalan sebulan setelah kejadian di taman hari itu.

“____________________, dia sebenarnya mengidap penyakit Kanker Otak selama ini, Kyuhyun Oppa.”

Kyuhyun berdiri kaku mendengar kalimat Minkyung. Minkyung adalah sahabatnya____________________ dan juga tunangan dari Donghae. Saat ini, Minkyung tengah menelponnya dengan ponsel dalam keadaan cuaca yang dingin karena hujan turun.

“dia sama sekali tak ingin memberitahumu.. dan dia juga melarangku untuk mengatakan tentang penyakitnya itu padamu.” Kata Minkyung lagi di ponsel, dengan suara yang sudah mulai terisak. Sepertinya gadis itu sudah menangis. Pikir Kyuhyun .

‘jadi itu.. alasannya ia menolak lamaranku?!’ batin Kyuhyun .

Tangan Kyuhyun bergetar dan ponsel ditangannya hampir saja jatuh jika saat itu ia tidak segera sadar karena suara Minkyung yang memanggili namanya.

“Oppa, kau harus kesini sekarang! Aku tak tahu harus menyuruh siapa lagi, keadaan ____________________ sudah semakin parah. Darah yang keluar dari mulutnya begitu banyak, Oppa.. aku tidak kuasa melihatnya, dan aku juga bingung karena selama koma, ia terus-terusan mengigau namamu.. kau harus kesini sekarang juga, Oppa! bantu aku! Kumohon! Aku tak tau harus bagaimana lagi!”

Kyuhyun merasakan ada suara petir yang menyambar dirinya. ‘gadis itu sedang tidak sadarkan diri? Ya Tuhan!’ teriaknya dalam hati. ia mulai merasakan kekhawatiran yang berlebih. Setelah mendapatkan keterangan tentang keberadaan Minkyung dan dirumah sakit manakah ____________________ dirawat, Kyuhyun segera melesat pergi dari pasar. Meninggalkan Eommanya sendirian yang tadinya sedang berada dalam toko menjadi berteriak kaget memanggili nama Kyuhyun karena putranya itu pergi begitu saja tanpa pamit dulu padanya.

Kyuhyun berlari sekuat mungkin. Tak perduli, tubuhnya berulang kali terserempet beberapa kendaraan yang ada dijalan raya disebabkan karena Kyuhyun berlari tak melihat-lihat keadaan jalanan Seoul. berulang kalipula, Kyuhyun harus membungkuk, meminta maaf pada orang-orang yang ditabraknya ketika ia sedang berlari.

Kini.. Yang ia fikirkan hanya satu, Ia harus segera sampai dirumah sakit dan melihat keadaan ____________________ untuk memastikan gadis itu baik-baik saja.

%%%

“kau tahu, Oppa, aku bahagia sekali bisa melihatmu ada disini.. menemaniku..” kata ____________________ dengan suara pelan. Kyuhyun tersenyum melihat gadis itu tersenyum. Meski jujur, sebenarnya ada seberkas perasaan sedih timbul di hatinya ketika melihat wajah gadis itu yang putih memucat dengan bibir merah yang kering. Namun ada berkas rasa senang lainnya pula hinggap di hati Kyuhyun. Kyuhyun bersyukur masih bisa mendapatkan satu tatapan hangat dari mata sendu gadis itu serta bersyukur hingga saat ini ia masih bisa melihat gadis itu. Gadis yang berulang kali ia harus mengucapkannya.. dan harus kalian tekankan dalam hati. Gadis yang Kyuhyun cintai sepenuh hati!

Kyuhyun mengusap pelan puncak kepala gadis itu. “makanya, lain kali kau jangan pernah merahasiakan apapun lagi dariku.. kau mengerti, kan! memangnya kau mau apa terus-terusan memanggili namaku disaat kau sedang berbaring dirumah sakit yang membosankan ini, huh?”

____________________ tersenyum kecil dan kemudian menggeleng. “aku tahu. Maafkan aku, ya, Oppa.”

Kyuhyun tersenyum dan memeluk gadis itu.

“____________________, ada yang ingin kukatakan sekali lagi padamu…” bisik Kyuhyun ditelinga ____________________.

“apa?”

“meski bukan dalam keadaan tempat yang romantis. Meski saat ini kita hanya berada ditaman rumah sakit, aku ingin kembali melamarmu.”

____________________ tersentak. Ia segera melepas tubuhnya dari pelukan Kyuhyun dan lalu menggeleng pelan. “kenapa?” tanya Kyuhyun .

“jangan bercanda, Oppa. Kau, kan, tahu sendiri, bahwa hidupku hanya akan berangsur beberapa bulan lagi, seperti kata dokter. Bahwa hidupku tidak akan lama la—“ ucapan ____________________ terpotong karena Kyuhyun menaruh jari telunjuk tangan kanan laki-laki itu dibibirnya yang merah namun kering.

_______________________ dapat merasakan kalau saat ini Kyuhyun tengah menatap matanya dalam-dalam. “dengarkan aku.. aku .. tidak.. perduli! Aku mencintaimu, ____________________. dan aku mau menikah hanya denganmu!! meski, kemungkinan besar, apa yang akan terjadi nantinya sama seperti kata Dokter Goo, tapi aku tetap ingin menikah denganmu, wanitaku yang sangat kucintai dari sejak SMA dulu. kau mengerti, itu, kan? jadi, anggaplah sekarang ini.. aku dan kau adalah dua orang yang dalam keadaan sehat dan sedang merasakan kebahagiaan dalam cinta.. dan aku, Cho Kyuhyun, sedang melamarmu, lalu kau menerimaku karena kau juga mencintaiku.. bisa, kan seperti itu?”

____________________ tak tahu harus berkata apa. Yang ia tahu, pipinya mulai terasa panas. Tenggorokannya pun tercekat. Airmatanya perlahan bergulir turun. Dan beberapa detik kemudian, gadis berdarah Korea-Inggris itu menganggukkan kepalanya membuat Kyuhyun lantas tersenyum dan langsung memeluk gadis itu kembali.

____________________ tak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Ia hanya berharap, bahwa jika suatu hari nanti ia benar-benar akan pergi, semoga saja Kyuhyun , laki-laki yang sangat dicintainya ini akan menerima kepergiannya dengan perasaan yang tulus dan ikhlas.

%%%

“kau sungguh cantik, _____________..”  ____________________ hanya bisa tersenyum mendengar pengakuan ibu dari seseorang yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Pasangan hidup dan .. mungkin.. matinya.

“ayo, ____________________. Kyuhyun dan para tamu sudah menunggumu..” sekarang giliran pria tua berbadan tegap yang berdiri di sebelah ____________________ berucap pada ___________________. Pria yang kira-kira berumur antara 50-an itu baru saja masuk keruang dandan lalu setelah berbicara sebentar dengan istrinya, Nyonya Cho, ayah Kyuhyun itu menghampiri ____________________  dan lantas mengulurkan tangannya pada ____________________.

____________________ menerima uluran itu dengan senyum mengembang yang terlalu mereka di wajah cantinya pagi itu. Ia membiarkan dirinya dituntun begitu saja menuju kesebuah altar. Dimana diatas altar tersebut, sudah berdiri Kyuhyun yang telah menunggunya dengan sebuah senyuman hangat.

Kyuhyun berbalik dan langsung terkesima sesaat begitu melihat ____________________. Dimatanya, gadis itu begitu cantik hari ini. dengan menggenakan gaun pengantin putih yang dipenuhi kilauan emas dipinggir gaunnya, mempercantik tubuh gadis itu. Penampilannya dan wajahnya jauh lebih cantik dari biasanya. Kyuhyun merasa sangat bersyukur menerima kenyataam bahwa dirinya akan sebentar lagi memiliki gadis itu seutuhnya, menjadi miliknya selamanya.

Ketika sudah sampai di Altar, ayah Kyuhyun melepaskan tangan ____________________ yang terkait dilengan kirinya lalu memberika tangan itu pada Kyuhyun . Kyuhyun menerima tangan __________________ dan membungkuk sopan pada ayahnya.

Pastur mulai mengucapkan beberapa doa, lalu tibalah pada acara puncak. Dimana mereka berdua harus mengucapkan janji bersama.

“Cho Kyuhyun, apakah kau berjanji akan mencinta Shin____________________ selamanya, seumur hidupmu dan menjaganya?” tanya Sang pastur.

“YA! AKU BERJANJI! AKU AKAN SELALU MENCINTAI DAN MENJAGA SHIN ____________________ SEUMUR HIDUPKU!”

Pastur itu beralih pada ____________________. Ia bertanya pertanyaan yang sama lagi.

____________________ memejamkan matanya untuk menarik napas sebentar sebelum menjawab lantang.  “YA! AKU BERJANJI!”

Kyuhyun melirik ____________________ dan ternyata ____________________ juga sedang meliriknya. Keduanya lantas tersenyum bersamaan.

:::::~~

Udara gunung SOUNGNIM hari ini begitu cerah. Secerah hati sepasang insan yang sedang berfoto bersama.

“kenapa fotoku begini jelek?”

“biar jelek kau tetap kelihatan cantik, kok, Chagiya’ku.. ”

“Oppa, kau mau menipuku lagi, yah?”

“tidak. Aku tidak menipumu. Dengar yah, “ Kyuhyun berbisik ditelinga ____________________, “kau sangat cantik hari ini..” perlahan ____________________ tersenyum. Namun,

“AAW!! YA! KENAPA KAU MENENDANG KAKIKU?” teriak Kyuhyun membuat ____________________ tersenyum penuh kemenangan. “salah sendiri kau mengataiku cantik hanya hari ini saja! Jadi, maksudmu kemarin-kemarin aku tidak cantik, begitu kan?!”

Kyuhyun terperangah, namun beberapa saat setelahnya ia menyunggingkan senyum, bahkan tertawa kecil.

____________________ baru saja hendak melangkah pergi sebelum langkah nya tercegat tangan Kyuhyun menarik pinggangnya dari belakang. Kyuhyun memeluki gadis itu.

“kau tidak percaya padaku? Shin____________________, sekalipun kau adalah gadis paling jelek didunia ini.. tapi rasa cintaku terhadapmu, tidak akan pernah berubah. Dan tidak akan pernah berubah. Kau harus camkan itu baik-baik, okey~ Chagiya~”

Kyuhyun hendak menciumi pipi ____________________. tapi gadis itu malah menendang kaki nya lagi, membuatnya langsung kembali mengaduh kesakitan.

“CHAGI~ KENAPA KAU DEMEN TERUS-TERUSAN MENYIKSA KAKI KU, HUH?”

“Waah~~ pengantin baru ini, sudah mesra sekali ya!” tiba-tiba Minkyung datang bersama Donghae disampingnya. Mereka tersenyum sendiri melihat tingkah kedua sahabat mereka yang langsung terlihat salah tingkah ketika mereka datang itu.

“Minkyung, kau itu bicara apa sih? mesra apaan?” kata ____________________ dengan wajah yang bisa dikatakan kalau setiap orang yang melihat wajahnya saat ini akan yakin sekali kalau wajah gadis itu sudah memerah seperti kepiting rebus.

Kyuhyun tak menjawab. Ia masih sibuk mengusapu-usap kakinya yang kesakitan karena ditendang oleh istinya sendiri. Donghae yang melihat apa yang sedang di lakukan Kyuhyun itu hanya tertawa saja. tawanya bahkan  tak lenyap juga meski Kyuhyun sudah mempelototinya.

“sudahlah, ____________________-ah. Tidak usah malu-malu begitu.” Goda Minkyung lagi sementara sang gadis yang di goda olehnya hanya dapat menundukkan kepala, menyembunyikan matanya yang merasa malu-malu dibawah poni. “Hhhh..” Minkyung menghela napas panjang tiba-tiba. “Tidak disangka, ya, padahal aku dan Donghae yang tunangan duluan, tapi ternyata kalian berdua yang duluan menikah.” kata minkyung lagi membuat Donghae dan Kyuhyun yang sudah berdiri tegak kembali ikut tertawa bersama dirinya. Sedangkan ____________________ hanya menyemberutkan wajahnya. Ia tak tahu harus berkata apa.

“Oh. Iya, ____________________.. ngomong-ngomong, kau dan Kyuhyun rencananya akan punya anak berapa?”

“EEEH?!!” kaget Kyuhyun , Donghae apalagi ____________________ dibuat terperangah oleh ucapan pertanyaan Minkyung yang tiba-tiba saja terlontar.

“aah, Minkyung-ah.. k-kau ini bicara a—“

“lima! Kami baru punya rencana untuk memiliki 5 orang anak! Tapi itu baru rencana saja.. karena mungkin kami akan punya enam orang anak, 7 orang anak, delapan orang anak, atau sembilan, bahkan mungkin sepp—UUmmmPPP!!!”

____________________ mengunci mulut Kyuhyun dengan tangannya.

“jangan hiraukan dia, Minkyung, Donghae. Lagipula, kami ini kan baru tadi pagi menikah. Belum berfikir untuk memiliki anak dulu..”

“kalau begitu kita bisa membuatnya nanti malam, jagiya! AAAAAWWWW!!!!”

Kyuhyun meringis lagi sedangkan Donghae dan Minkyung langsung tertawa lepas. Mereka berdua sudah tidak tahan lagi menahan tawa keduanya gara-gara tingkah Kyuhyun dan juga ____________________.

Namun tiba-tiba, ____________________ terkesiap. Sentak ia memegangi dadanya. Tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing sekali. Dan lama-kelamaan penglihatannya semakin tidak jelas. Sosok wajah Kyuhyun yang tadi sedang menggerutu dilihatnya kini tak tampak lagi.

Kening Kyuhyun berkerut melihat wajah ____________________ yang terlihat pucat tiba-tiba. Ah, tidak. Sebenarnya sudah sejak tadi ia melihat wajah gadis itu pucat, tapi tadi ia hanya mencoba berfikir positif, mengira bahwa sebab pucatnya wajah ____________________ adalah karena udara gunung SOUNGNIM yang dingin.

Namun kali ini berbeda, wajah ____________________ terlihat lebih pucat dari sebelumnya dan gadis itu berhasil membuat Kyuhyun terkesiap ketika melihat cairan merah yang keluar dari hidung ____________________. ____________________ masih memegangi kepalanya dengan kedua tangan dan tiba-tiba saja tubuhnya hendak ambruk namun tangan Kyuhyun dengan cepat menahan tubuh lemah gadis itu.

“____________________-ah!!” seru Kyuhyun , Minkyung dan Donghae bersamaan.

Sebuah perasaan cemas mulai melanda Kyuhyun entah darimana.

“____________________-AH!!!” teriak Minkyung menggoyang-goyangkan bahu ____________________. Namun gadis itu sama sekali tak bergerak dan matanya benar-benar terpejam. terpejam kuat.

“MINKYUNG-AH! CEPAT TELFON AMBULANS! CEPAT!!” teriak Kyuhyun yang mendapati dirinya hampir menggila karena perasaan ‘cemas’ benar-benar menghinggapi hatinya sekarang.

%%%

Suara alat medis memenuhi sebuah ruang kamar rawat rumah Sakit di Incheon. seorang gadis terbaring lemah tak berdaya diatas ranjang kamar dengan puluhan selang ditubuhnya.

CKLEEK!!

Seorang pria membuka pintu kamar dan masuk kedalamnya. Ia berjalan menghampiri ranjang kamar dan menarik kursi lalu duduk dipingir ranjang seperti biasanya. Ia tersenyum samar menatap wajah gadis yang sedang terbaring dengan keadaan lemah itu. Perlahan, ia mengulurkan tangannya dan mengenggam tangan gadis itu, penu kehati-hatian, takut kalau-kalau gerakan tangannya akan melukai tubuh gadis itu.

Lagi. Gadis itu masih belum juga membuka matanya. Dan pria itu tak tahu kapan gadis itu akan membuka matanya kembali. Yang ia tahu, gadis itu sudah berada dikamar ini, berbaring dalam keadaan mata terpejam dan bergerak sama sekali selama satu tahun lebih.

Pria itu menatap wajah gadis yang tak lain adalah istrinya sendiri dengan sebuah senyuma perih dan sakit. Kemudian, dikecupnya dengan lembut punggung tangan gadis itu yang terasa dingin sekali.

“bangunlah, ____________________-ah. Kumohon, bangunlah..” ucap Pria itu pelan disela tangisnya yang teredam.

%%%

Kyuhyun mengenggam kedua tangannya sendiri dengan erat. Perasaannya benar-benar cemas. Kyuhyun terus berjalan mondar-mandir dilorong rumah sakit dengan menyatukan kedua telapak tangannya. Berulang kali ia memanjangkan lehernya, berusaha melihat kearah kamar dari pintu kamar yang terbuat dari kaca. Tapi, tak ada siapapun yang keluar dari sana. Tak ada siapapun yang memberi taukan padanya bagaimana perkembangan yang terjadi didalam kamar rawat itu.

Sementara dibangku tunggu, Nyonya Cho duduk gelisah. Dari wajahnya yang sudah mulai keriput itu menampakkan kecemasan yang mendalam.

Ia cemas sekali dengan keadaan menantunya yang sedang berada didalam kamar rumah sakit, sedang dalam keadaan diperiksa oleh dokter karena keadaannya sedang kritis.

“bagaimana keadaan ____________________-ah, suamiku? Aku khawatir sekali padanya. Ya Tuhan…” kata Nyonya Cho pada suaminya yang saat ini berdiri disebelahnya. Berulang kali ia bertanya pertanyaan seperti itu. Namun berulang kali juga, suaminya tetap menjawabnya dengan sabar, “tenanglah, istriku. Dia pasti akan baik-baik saja. “

Ayah Kyuhyun itu berusaha menenangkan istrinya dengan terus mengelus-elus punggung wanita tua itu. Meski dirinya sendiri sesungguhnya merasakan ketkhawatiran dan kecemasan yang mendalam juga. tapi hingga saat ini ia masih bisa berusaha menahan dirinya untuk bersikap tenang, agar ia bisa menangkan orang-orang di sekelilingnya saat ini yang sangat ia yakini bhawa orang-orang tersebut merasakan kecemasan yang sama seperti yang ia rasakan.

Sementara itu, dengan punggung yang bersander pada dinding lorong ruangan rumah sakit di lantai 12 itu, Minkyung terus-terusan menangis tanpa henti dalam diamnya. Meski suaranya tak terdengar tapi, air matanya terus bergulir turun. Sama sekali tak dapat berhenti. perasaannya benar-benar dilanda rasa ketakutan dan kecemasan yang sangat.

Donghae yang berada disampingnya hanya bisa menenangkan gadis itu dengan menggenggam erat tangan kanannya.

‘kemana sih dokter-dokter itu? Apa dokter-dokter itu bodoh sekali sampai-sampai menangani ____________________ saja sampai selama ini??’ batin Kyuhyun tidak tenang.

CKLEEK!!

Pintu kamar terbuka sehingga mengagetkan Kyuhyun dan semua yang ada dilorong rumah sakit pukul 1 dini hari itu.

seorang Dokter keluar dari kamar rawat itu. Minkyung dan ibunya langsung menyerbu Dokter tersebut.

“bagaimana keadaan menantu saya, Dokter Goo? Bagaimana keadaannya?” tanya ibu Kyuhyun tidak sabaran.

“Dok! Dia tidak apa-apa, kan! ____________________ tidak kenapa-kenapa kan?” tanya Minkyung tiba-tiba yang sudah berada disamping ibu Kyuhyun.

Kyuhyun tak mampu mengeluarkan suara. Ia hanya berdiri dibelakang dua wanita yang sedang berusaha bertanya pada dokter. Sebenarnya, ada banyak sekali pertanyaan yang ingin ia lontarkan kepada dokter yang menangani ____________________ langsung itu, tapi Ia terlalu tak punya tenaga untuk mengeluarkan suara sepatah katapun, karena perasaannya begitu diliputi rasa ketakutan dan juga kecemasan yang begitu mendalam. Ketakutan akan kehilangan sesuatu.. dan ya, ini yang ia benci. Entah kenapa rasa itu tiba-tiba saja dan entah darimana datangnya menerobos hati dan pikirannya.

Sementara itu, Dokter Goo hanya mampu memandang keluarga salah satu pasien yang penderita Kanker otak yang ia tangani dengan tatapan prihatin. Ia menggeleng perlahan, “maaf. Kami sudah berusaha sekuat yang kami bisa. Tapi… Tuhan berkata lain…… maaf sekali lagi, kami tak bisa menolongnya.”

Dari dalam terdengar suara panjang alat medis. Kyuhyun terpaku kaku mendengar suara itu. Suara yang ia tahu apa artinya. Bukan suara alat medis yang biasanya ia dengar setiap kali ia masuk keruangan kamar rawat ____________________. Kali ini, suaranya terdengar lebih panjang dan memekikkan telinga.

Minkyung menangis lagi, tubuhnya hampir jatuh namun Donghae langsung menaruh kepala gadis itu dibahunya. Meredamkan suara tangis gadis itu di bahu kekarnya. Tangis Minkyung semakin lama semakin terdengar keras. Sangat keras. Sama hal nya yang terjadi dengan ibu Kyuhyun yang sudah terduduk lemas, sedangkan ayah Kyuhyun bersimpuh di sampingnya. Menyuruh istrinya untuk tenang dan dapat mengontrolkan diri.

Dan, Kyuhyun?

Kyuhyun merasakan kehancuran! Ia sadar ini adalah awal dari ia akan menjadi ‘Gila’ . sepertinya begitu baginya…

Perasaan Kyuhyun benar-benar sangatlah hancur. Ia jatuh terduduk dilantai dalam keadaan tubuh yang bergetar hebat.  Kedua tangannya tak mau lepas membungkam mulutnya.

Koridor rumah sakit Incheon itu kini diwarnai dengan pecahan tangisan diantara derasnya suara air hujan yang terlihat dari luar jendela. Dan juga diantara kerasnya suara lengkingan mesin medis yang berasal dari dalam kamar rawat tempat __________________ terakhir kali membuka matanya dan terakhir kali wanita itu menghembuskan napas.

“TTTIIIIIIIIIITTTTTTTTTTT……………………….”

‘aku mencintaimu, ____________________, dan kau sudah janji padaku kan kalau kita akan pergi meninggalkan dunia ini bersama-sama. Tapi, tapi kenapa sekarang kau yang malah pergi duluan?’ batin Kyuhyun menjerit dengan matanya yang terpejam erat dan usaha hidungnya yang mencari oksigen di lorong rumah sakit.

(FLASHBACK END)

%%%

“Kyuhyun Oppa..”

“Hmm..?”

“janji satu hal padaku, ya!“

“apa?”

“kau akan tepati janjimu yang pernah kau ucapkan padaku ketika hari Ultahku yang ke19…”

“eh? Oh, Iya, tentu saja aku janji akan hal itu..”

“kau harus janji kalau kau akan menepatinya meski janji itu kau tepati pada gadis lain jika saja suatu hari nanti aku sudah tidak ada lagi.”

Kyuhyun tertegun. Ia menjitak pelan kepala ____________________ dengan tangannya. “kau ini bicara apa sih?”

“janji padaku, Oppa. Kau akan melakukannya. Janji bahwa jika aku sudah tidak ada lagi didunia  ini, kau tidak boleh menangisinya terlalu lama. Karena aku.. tidak suka melihatmu menangis.. kau mengerti, kan?”

Meski tidak suka dengan arah pembicaran ____________________, tapi akhirnya, Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya saja.

“gamawo, Kyu Oppa. Aku senang sekali!! Aku sayaaaaang sekali padamu~~ Kyu Oppa~~ “ seru ____________________ senang sambil meraih tubuh Kyuhyun dan memelukinya erat. Kyuhyun tertawa dan balas memeluk ____________________ tak kalah erat pula. Dielus-elusnya puncak kepala ____________________ dan ditatapnya setiap jengkal wajah manis dihadapannya yang mempunyai bibir merah mungil, hidung mancung dengan sorot mata lembut namun tegas yang kini tengah menatap dirinya.

“aku cinta sekali padamu, Shin ____________________” ujar Kyuhyun perlahan. ____________________ dihadapannya perlahan mengukir senyum indah. “aku tahu. Aku juga.” dan akhirnya, ____________________ memejamkan kelopak matanya dan membiarkan Kyuhyun menyentuhkan sesuatu kelembutan yang hangat dibibir kecilnya.

‘kau tahu, ____________________. Kebahagiaanku adalah jika kau merasa bahagia..’

=THE END=

Ayooyoyoyooe… arny minta Komentnya Readers ^^ Like juga gapapa deh asal jangan BASHING!, okey!*ngedip-ngedipin mata*



 

%d blogger menyukai ini: