Arsip Blog

[FF/PG-15/Prolog] LOVE FOR THE DARKNESS

CAST: Yuri – Jessica – Siwon – Hyoyeon – Sooyoung – Donghae

OTHER: Yunho – Kyuhyun

GENRE: Romance – Friendship

TYPE: SERIES 

Read the rest of this entry

Iklan

My Everything (part 2)

My Everything (Part 2)

 

Author: 킴 례 출 a.k.a Raisa Widiastari

Cast:

Lee Taemin

Kim Hwang Mi (You)

Suppor cast:

Kim Ryechul

SHINee

Rating: PG-15

Length: [2/…]

Genre: Romance, Sad Romance

Read the rest of this entry

[FF/G] Story in Mineral Town – Prolog

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Sung Mi-Cha (OC), Park Minra (OC)

Other Cast : SM Ent. artists

Genre : Fantasy, Comedy, Friendship and lil bit romance(?)

Rating : G

Length : Chapter

Annyeong, saya author baru (ngepost) disini.  kalau mau kenalan lebih lanjut silahkan hubungi saya di twitter ato fb *promosi terselubung* happy reading ^^

-Seoul, 11.00 KST-

KYUHYUN POV

“Kyaaa!!! Kyuhyun oppa, tunggu!!” “Kyuhyun oppa, SARANGHAE!!” “Kyu oppa! Jangan lari!!” …

“Hoshh, aduh aku capek dikejar terus dari tadi. Apa mereka tidak capek?” gumamku terengah-engah setelah berlari menghindari kumpulan sparKYU itu.
Read the rest of this entry

[FF/G/1S] MEMORIES

Annyeong!!! Kali ini aku memberikan Kibum peran sebagai laki-laki (emang Kibum laki-laki kan??). Dan sebagai bonus dan sebagai tanda minta maafku karena memberikan Kibum karakter menyebalkan di FF Brother Complex, kali ini Kibum aku kasih peran utama..ahahaha..
Berhubung ini FF serius perdanaku, RCL kalian sangat kunantikan..
selamat membaca..

Cast:
Kim Kibum
Lee Taemin
Lizzy
Kim Jonghyun (T^T)

Genre: Sad Romance Friendship

Leght: Oneshot

Rating: G
Read the rest of this entry

[FF/PG-13] Oneshot–> A Wall Between Us

Tittle : A Wall Between Us

Author : yuki.chan

Genre: Friendship, Family

Cast:

– Hangeng

– Heechul

– Leeteuk

– Donghae

– other member Super Junior

Read the rest of this entry

Dead Friendship

Dead Friendship

Author: Kim Ryechul a.k.a Raisa Widiastari

Cast:

Kim Kibum (SHINee)

Kim Jonghyun

Suppor cast:

Choi Minho

Lee Taemin

Lee Jinki

Rating: G

Length: oneshot

Genre: Friendship

A/N: Annyeong! FF pertama bergenre ONLY FRIENDSHIP. Tidak ada Romance-nya sama sekali *akhirnya*. Okay, just enjoy this FanFic. Don’t forget to RCL okay? Kamsahamnida! GO AWAY PLAGIATORS!!

***

Read the rest of this entry

[FF/S/5/PG-15] Can You Love Me??? (Part 5)

TITTLE : CAN YOU LOVE ME???

AUTHOR : aLma_cchu

CAST : Lee Taemin a.k.a Taemin/Taeminnie

Lee Donghae a.k.a Donghae/Hae

Myuu Ki

SUPORT CAST : All SHINee member

LENGTH : Series

GENRE : Family, Friendship, Romance

RATING : PG-15

Langsung aja yuu ah^^ tak mau banyak cuap-cuap XD

yg mau baca part sebelumnya buka ini aja : part1part2part3, dan part 4

Happy reading 🙂

 

 

~Myuu POV~

“Myuu… gwenchana?”

Suara ini,, begitu jelas ditelingaku.

“Minnie…” sontak aku refleks memeluknya. Merasa ada sedikit kelegaan dalam hatiku.

“Gwenchana yo…” Taemin mengusap halus punggungku. Membuatku mempererat pelukanku.

“Hae-oppa dan kau tak kan meninggalkanku kan?” tanyaku masih terisak.

Diam. Taemin tak bergeming. Ku rengangkan pelukanku. Menatapnya. Tatapan sendunya sulit ku artikan. Sesaat kemudian ia tersenyum, senyum parau yang tak pernah ku lihat sebelumnya dari bibirnya. Kembali menyesakkanku.

“Hae-oppa mana?” tanyaku lirih.

“Mianhae, myuu…” jawabnya tak kalah lirih.

“Aku tak butuh permintaan maafmu! Aku tanya, hae-oppa mana??” bentakku. Meluapkan segala kagalauanku padanya.

“Jeongmal mianhae, myuu…” lirihnya lagi.

“Pabo namja! Hae-oppa mana?” kesalku memukul-mukul bahu dan dadanya.

“Mianhae…”

“Jangan jawab maaf! Aku mau hae-oppa…”

Segala berkecambuk dihatiku. Marah, kesal, sakit hati, dan kegalauan. Entah sudah berapa banyak air mata ini mengalir. Tak habis-habis, terus saja mengalir. Membuatku semakin sesak.

Jahatkah aku? Melampiaskannya semua pada Taemin, melampiaskan sakitku padanya, membagi beban sakit hatiku padanya. Maaf,, tapi aku tak tahan menanggung semua ini seorang diri.

“Kau jahat, minnie! Jahat…” aku masih saja memukul-mukuli dadanya. Ia pasrah. Namun tiba-tiba ia menahan tanganku tepat dadanya. Aku mencoba meronta, tapi ia menahannya kuat. Aku mendongak memandang wajahnya. Ia pun menangis, sontak membuatku kaget. Ini pertama kalinya aku melihanya menangis lagi semenjak  pemakaman appa ku.

Entah mengapa ini tambah membuatku sakit, tapi kegalauan yang merancauku memaksaku untuk acuh, tak pedulikan namja dihadapanku yang mungkin merasakan sakit yang sama.

Aku memaksa lepas dari genggamannya.

“Aku membencimu, Taemin…”

“Aku akan menggantikan hyung menjagamu, myuu…” lirihnya masih terisak, memotong pembicaraanku.

Ini membuatku geram, ada apa sebenarnya denganku?. Sebenarnya aku senang, setidaknya aku tidak sendiri. Ada taemin bersamaku, tapi… kegalauanku seakan-akan merancauku untuk marah, kesal. Mengapa bukan hae-oppa?. Kenapa harus selalu taemin?. Ketidak bersyukuranku terus saja merancau, merajai otak dan hatiku. Semakin membuatku bimbang.

“Pabo! Aku tidak butuh kau! Aku hanya butuh Hae-oppa!!”

Plakk

Akhirnya aku malah mengucapkan kata jahat itu padanya. Ditambah menamparnya keras dan pergi, lari meninggalkanya begitu saja.

Jahatkah aku?? Taemin juga jahat. Dan Hae-oppa juga jahat.

Ya, kami bertiga jahat. Saling menyakiti.

***

~Taemin POV~

“Aku membencimu, Taemin…”

“Aku akan menggantikan hyung menjagamu, Myuu…” lirihku masih terisak. Sakit,, tak tau kah kau Myuu, ini juga menyakitkanku. Tapi seakan-akan kau melimpahkan semua ini padaku.

Ia terdiam, membiarkan keheningan menyelimuti kami sejenak. Aku tak berani memandang wajahnya.

“Pabo! Aku tak butuh kau! Aku hanya butuh Hae-oppa!!”

Plakk

Sebuah tamparan keras melayang ke pipiku. Sontak membuatku kaget. Lebih tepatnya membuatku sakit, sakit yang tak akan mudah terobati hanya dengan obat merah atau obat apapun. Kata-katanya yang begitu menyakitkanku.

Pergi meninggalkan aku dalam luka yang semakin dalam.

Sebegitu tak berartinyakah aku dimatamu, Myuu…

“Terus apa yang harus aku lakukan sekarang? Alasanku tetap disini hanya karenamu,, tapi sedikitpun kau tak peduli dengan keberadaanku. Haha. Kau menyedihkan, Taemin…” tawaku getir, miris dengan semua yang terjadi denganku.

Entahlah,, sekarang kemana kaki ini akan melangkah, maka ke situlah aku.

***

~Author POV~

Myuu keluar kamarnya dengan keadaan yang masih ‘kusut’. Mengucek-ucek matanya yang masih bengkak dan sembab karena menangis seharian dari kemarin. Kakinya reflek melangkah ke arah dapur karena wangi masakan untuk makan malam.

“Umma, wangi sekali masakan…nya…” Ia tersontak kaget, karena sosok yang menambahi sakitnya pagi tadi kini ada di hadapannya, tepatnya duduk dimeja makan.

“Ahh.. Myuu, kamu sudah bangun. Ayo bantu bereskan masakan di meja makan! umma sudah selesai memasaknya.” Seru umma seraya tangannya sibuk menuang masakan yang masih berada di panci ke dalam mangkuk.

“Ne, umma…” mata Myuu tak lepas menatap namja itu, Taemin. Ya, namja itu taemin. Taemin hanya tersenyum kecil, tanpa mengatakan sepatah katapun. Pipinya masih merah, bisa dibilang lebam. Dan matanya juga, masih sembab.

Keadaan tampak hening saat makan malam. Umma bergantian tengak-tengok dari Myuu ke Taemin. Mungkin merasa ada yang aneh. Suasana tampak canggung. Auranya tampak tak mengenakkan.

“Ahh, Myuu,, karena sekarang Taemin tinggal sendiri di seoul, untuk sementara Taemin tinggal dengan kita, bagaimana?” tanya umma memecahkan keheningan.

“Jangan bicara saat sedang makan…” jawabnya ‘dingin’.

Keadaan kembali hening dalam kecanggungan.

Taemin tidak bergeming, tetap melahap makanannya perlahan, walau mungkin tak bernafsu sama sekali karena keadaan yang tidak mengenakkan seperti ini.

“Taemin-ah, nanti kamu SMP dimana? Bareng dengan Myuu lagi kan?” Tanya Umma pada Taemin, mencoba menetralisir keadaan yang aneh ini.

Taemin hanya tersenyum miris, Senyum yang sulit diartikan.

Brakk

Tiba-tiba Myuu menggebrak meja, membuat Umma dan Taemin sontak memandangnya kaget. Tatapan tajamnya mengarah ke Taemin.

“Kau dengarkan aku baik-baik LEE TAEMIN,, jangan masuk sekolah yang sama denganku! Karena aku muak denganmu LEE TAEMIN. Aku tak mau satu sekolah lagi denganmu. Titik!” bentak Myuu. Bergegas lari ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya keras.

Sontak membuat Umma kaget. Taemin hanya diam menunduk.

“Taemin,, maaf… ahjumma benar-benar tidak tau ada apa dengan Myuu, jadi…”

“Gwenchana ahjumma,, aku mengerti…” lirih taemin, memotong pembicaraan umma Myuu.

Taemin berjalan gontai menuju kamar tamu, kamar yang kini ditempatinya untuk sementara.

***

~Taemin POV~

Ternyata kau benar-benar membenciku, Myuu. Sakit hatiku bukan hanya seperti teriris, tapi bagai remuk, atau malahan telah hancur.

Teganya kau, Myuu. Tak cukupkah kau monolakku waktu kita kecil dulu, kini kau tambah lukaku dengan luka yang lebih besar. Aku juga punya perasaan, sakitmu sakitku juga,, tapi malah kau tusuk lagi lukaku yang belum sembuh dengan belati karatmu.

“ANDWAE~ Ingat ya Oppa, dan Kau Lee Taemin… AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU MENIKAH DENGANMU LEE TAEMIN…”

Terngiang kembali kata-katanya yang cukup membuatku shock.

Kuhempaskan tubuhku dikasur. Ingin aku menghilangkan semua beban ini, satu-satunya yang bisa menenangkanku atau paling tidak menghilangkan sedikit bebanku adalah bermain piano.

Tiba-tiba pikiranku beralih mengingat suatu hal. Ku raih amplop coklat besar di atas meja belajar. Perlahan ku buka. Ya, ini adalah surat beasiswa penerimaan siswa baru School of Music. Karena aku termasuk kandidat peserta lomba piano yang terselenggara minggu depan, School of Music menawari beasiswa selama 3 tahun sekolah musik dan beasiswa juga dapat dilanjutkan sampai SMA.

Kini  keputusanku bulat. Aku akan masuk School of Music, dan asrama di sana. Sudah tak ada alasan lagi aku di sini. Myuu tak pernah mengharapkanku, mungkin memang lebih baik aku pergi dari kehidupannya. Dan bila Hae-oppa kembali nanti,, semua akan kembali seperti biasa. Toh,, ada dan tak adanya aku dikehidupan mereka tak berarti apapun.

Aku tinggal disini hanya sampai upacara kelulusan. Tidak lebih.

***

~Myuu POV~

Bodoh,

Aku pikir aku bodoh

Meninggalkan semua yang kumiliki

Akankah mereka hilang dan tak kembali?

 

Mulutku tak sanggup bicara,

Mataku tak mau terbuka

Telingaku tak dapat mendengar

Tertutup semua indera…

 

Hatiku bagai tercabik-cabik,, sakit rasanya…

Kebodohan ini meracuni pikiranku

Merancauku,,

 

Aku tak dapat berpikir,

Merasapun tak bisa…

‘MATI’

Semua rasa dan indera

 

Menangis,, lagi-lagi saat seperti ini aku hanya dapat menangis. Mengeluarkan semua sakit dan bebanku lewat air mata yang mengalir deras membasahi pipiku. Peluh yang mengalirpun tak terasa kini membanjiri seluruh tubuhku.

Jahatnya aku,, sangatlah jahat dirimu, Myuu… sadarkah kau?

Aku sadar aku jahat, tapi entah mengapa itu terus saja kulakukan. Aku tau itu semua bukan sepenuhnya salah Taeminnie, tapi kenapa aku melimpahkan semuanya padanya. Bodoh. Bodoh. Bodoh… Dasar Myuu Bodoh!. Pikiranku terus saja bergelut tak karuan.

***

~Author POV~

Sudah hampir seminggu keadaan antara Myuu dan Taemin masih tidak baik. Myuu selalu menghindari Taemin bila bertemu atau hanya sekedar papasan. Sama seperti saat kejadian Myuu dan Hae. Myuu selalu menghindar bila ia merasa ia bersalah dan bila tak mau mendengar berita buruk. Seakan-akan cuek tak peduli, padahal ia hanya tidak siap bila dibenci dan tidak mau lagi-lagi mendapat sakit hati terus-menerus.

Sebentar lagi mendekati lomba piano se-seoul. Taemin kini sendiri, tak ada yang bisa diharapkan datang ke acara pertunjukannya kecuali, umma Myuu dan Myuu. Itu dulu, sebelum keadaannya kini buruk dengan myuu. Kini ia hanya berteman piano yang akan mengiringinya,, tanpa keluarga, maupun…teman.

***

~Taemin POV~

Kini aku berada diruang musik, mencoba berlatih untuk perlombaan besok. Tapi, sudah lebih dari satu jam aku disini, tak satu tuts pun yang terdengar. Tepatnya,, aku merasa tak sanggup. Tak ada yang menjadi alasan ku untuk melantunkan tuts-tuts indah ini. Untuk siapa kau melantunkannya?? Untukku? Ya, untuk diriku yang menyedihkan ini.

~~~

Ini adalah saat yang harusnya kutunggu-tunggu. Detik-detik dimana aku akan mempersembahkan lantunan pianoku untuk keluargaku, dan sahabatku.

Tapi,, pupus semua harapanku. Itu dulu, kini aku berdiri diatas beribu orang yang menanti permainan pianoku tanpa aku kenal siapa mereka. Tiada orang tuaku, Hae-hyung, Umma Myuu, bahkan Myuu pun tak terlihat diantara beribu penonton itu. Aku hanya akan melantunkannya untuk aku yang ‘menyedihkan’ ini.

*River Flows In You*

(bayanginnya perform taemin yang waktu di Music Core 2009-07-04)

***

~Myuu POV~

Hari ini acara yang seharusnya di tunggu-tunggu taemin, lomba piano se-seoul. Dari beberapa bulan yang lalu kami selalu membicarakan untuk menghadiri acara ini bersama-sama,, tapi ini malah aku sembunyi-sembunyi menghadirinya. Kasian Minnie, Hae-oppa dan orang tuanya tak hadir. Umma juga tak bisa hadir karena ada acara mendadak. Dan aku,, malah sembunyi-sembunyi seperti ini.

Taemin telah bersiap, ia sangat tampan dengan toxedo abu-abunya.

Perform Taemin dimulai. “River Flows In You…” gumamku pelan.

Dulu, hae-oppa dan taeminnie sering melantunkannya bersama-sama. Saling menghayati. Aku masih hapal betul bagaimana mereka tersenyum bahagia melantunkannya bersama-sama.

Tak terasa air mataku kembali mengalir. Aku merasa sangat sangatlah jahat. Harusnya aku bersyukur aku masih punya Taeminnie yang mau menemaniku dan menjagaku, tapi aku malah ‘menjahati’ nya. Aku takut taemin membenciku.

Aku putuskan. Setelah acara ini selesai, aku akan menghampirinya. Memeluknya dan meminta maaf padanya. Aku tak ingin persahabatanku hancur karena keegoisanku. Sekarang aku hanya punya Taemin, bodohnya aku bila melepaskannya. Membiarkan aku terpuruk pada kesendirian.

***

~Author POV~

Akhirnya acara selesai, para pengunjung sebagian berbaur keluar aula. Sebagian ada yang memberi rangkaian bunga pada para peserta lomba.

Myuu berjalan perlahan mencoba menghampiri Taemin yang tengah berbicara dengan seorang ahjusshi. Dengan rangkaian bunga mawar putih cantik yang telah siap di tangannya. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat seorang yeoja menghampiri Taemin dan memeluknya. Tepatnya ia tau siapa yeoja itu. Hyu Ri, yeoja yang waktu itu bersama Hae-oppa.

Myuu mengurungkan niatnya untuk menghampiri taemin. Ia jongkok bersembunyi dibalik kursi ke tiga dari depan. Mencoba mengdengar kilas-kilas apa yang mereka bicarakan.

“Taemin-ah, chukkae~” ucap Hyu Ri mengageti taemin karena langsung memeluknya. Taemin membalas pelukan yeoja yang lebih tua 5 tahun darinya itu. Berusaha tersenyum dan bersikap seperti biasa.

“gomawo Hyu Ri noona…”

“Cheonmaneyo…” Hyu Ri merenggangkan pelukanya dan langsung memberikan rangkaian bunga yang sedari tadi dipegangnya.

“Ah,, Ini…”

“hahha… noona, tidak usah merepotkan begitu… kamsahanmida noona…”

“seperti dengan siapa saja, ahh… iya, ini…” Hyu Ri menimbang-nimbang handycam ditangannya.

“Noona merekam perform ku?”

“haha… tentu saja…” mereka saling tertawa akrab.

“maaf ya noona kalau mengecewakan…” taemin merendah.

“Ahh, iya sini aku bisiki,, aku ingin mengatakan sesuatu…” Hyu Ri berbisik ditelinga taemin, setelahnya Taemin terlonjak kaget dan saling tertawa.

Tak jauh dari tempat mereka tak menyadari bahwa sedari tadi ada yang memperhatikan mereka. Myuu merasa geram. Sejak kapan mereka jadi seakrab itu? Pikirnya sambil menghentak-hentak kakinya kesal. Ia berniat keluar dari persembunyiannya setelah Taemin dan Hyu Ri keluar aula.

“Kalau begitu,, ayo noona, kita bersiap ke bandara…”ajak taemin pada Hyo Rin. Seraya jalan berlalu menuju pintu keluar keluar aula.

“Bandara???” sontak Myuu terlonjak kaget.

TBC

#maaf~ disini fokus ama taemin n’ Myuu,, hehhe lengkapnya baca lanjutannya nanti ya~~

hahha… lagi2 gaje ya 😀 mian *bow* ^^

tapi beginilah kemampuanku XP

hm… yg abis baca komen ya^^

^^arigatChuu~

[FF/S/1/PG] Can You Love Me??? (part 1)

TITTLE : CAN YOU LOVE ME???

AUTHOR : aLma_cchu

CAST : Lee Taemin a.k.a Taemin/Taeminnie

Lee Donghae a.k.a Donghae/Hae

Myuu Ki

SUPORT CAST : All SHINee member

LENGTH : Series

GENRE : Family, Friendship, Romance

RATING : PG

Ini alurnya maju mundur,, jadi maaf ya klo ngebingungin^^ haha

Happy reading chingu~

 

“Hae-oppa~ kita main menikah-menikahan. Aku jadi pengantin wanitamu dan Hae-oppa jadi pengantin priaku” pinta Myuu manja sambil bergelayun di tangan Donghae. Ya, itulah ucapan polos gadis kecil berusia 6 tahun kepada Donghae yang jauh berjarak 6 tahun darinya.

“Taemin bagaimana, Myuu? kita main yang lain saja ya!” sanggah Donghae lembut.

Walaupun dia berjarak jauh 6 tahun darinya dan Donghae adalah seorang laki-laki, ia tetap dengan senang hati menjaganya. Lee Taemin adalah adik laki-laki Donghae satu-satunya dan Myuu Ki adalah tetangganya. Mereka bersama sejak kecil bahkan sejak Taemin dan Myuu ki baru lahir. Donghae sangat menyanyangi Myuu Ki, ia sudah menganggap Myuu Ki sebagai adiknya juga.

“Taeminnie,, kamu jadi anakku dan Hae-oppa saja, bagaimana?” jawab Myuu polos dan tampak berbinar-binar.

“ANDWAE~ aku tidak mau…” tegas taemin, tampaknya marah.

“Taeminnie~ aku mohon~” pinta Myuu memelas *puppy eyes*

“Hae-hyung~ aku tidak mau menjadi anak kalian (lagi)” Taemin memohon juga pada hyungnya denagn wajah memelas.

“Kalian ini, dongsaengku… jangan ribut seperti ini. Siapa yang mau mengalah? Taemin,, atau Myuu?” ucap Hae bijak sambil mengelus kedua kepala saeng-saengnya.

Myuu tampak memakai jurus mautnya, wajah memelas, mata berkaca-kaca dan akhirnya mengeluarkan beberapa butiran-butiran air matanya. Ya, itu senjata ampuhnya untuk membuat Taemin mengalah.

“Ya,, Baiklah… Aku jadi anak.” Taemin akhirnya mengalah. Tak tahan melihat raut wajah Myuu yang seperti itu.

“Jinjja???, Hyaa~ Taeminnie gomapta… Kamu memang anak perempuanku yang cantik” Myuu memeluk Taemin, seraya ia benar-benar menganggap taemin itu anak perempuannya (?).

“Lepaskan! aku bukan anak perempuanmu!” sanggah taemin kasar, melepas pelukan Myuu dan menjauh.

“Ahh, Hae-oppa… Anak kita kenapa ya?” dengan polosnya ia berkata itu pada Donghae.

Donghae hanya tersenyum melihat tingkah saeng-saengnya.

“Aku lupa,, aku mau pulang dulu mengambil sesuatu…” Myuu berlari menuju rumahnya, entah apa yang mau ia ambil.

“Taemin,, kau kenapa hanya duduk di sini? tidak menikmati permainan ini?”

“… ti,, tidak hyung- aku baik-baik saja…” jawab taemin terbata

“Mianhae… Taemin…” ucap Donghae, mengusap halus punggung Taemin, dan menebar senyum yang dapat menenangkan adiknya.

“Ini dia…” Myuu tiba-tiba datang mengageti, sambil  menunjukkan apa yang dibawanya. Sebuah ikat rambut dan jepitan berbentuk kupu-kupu berwarna kuning.

“Untuk apa itu Myuu?” Tanya Donghae heran.

“Untuk taeminnie kita oppa…” jawab Myuu polos.

Taemin terlihat kesal dan hanya mengalihkan pandangannya. Supaya tak terpengaruh oleh wajah memelas Myuu yang selama ini adalah kelemahan taemin.

“Minnie~” panggil Myuu manja, seraya memainkan jepitan itu ke arah taemin. Taemin hanya sedikit menghindar dan berlindung di balik punggung Donghae.

“Yya-, Myuu, jangan begitu… kasian Taemin. Dia kan bukan anak perempuan. Kamu saja yang pakai” Dongahae mengambil jepitan yang ada di tangan Myuu dengan lembut, tak tertinggal senyum yang selalu menebar dari bibirya. Myuu balas tersenyum tapi malah menyembunyikan jepitannya belakang badannya, mundur selangkah, memiringkan badabnya ke kiri dan akhirnya berhasil menarik taemin.

“Hyaa~ minnie,, pakai ini ya! aku mohon~” lagi-lagi Myuu memasang wajah memelasnya.

Entah ada sihir apa yang merasuki tubuh taemin, membuatnya begitu saja mengangguk. Membiarkan sepasang jepitan kupu-kupu kuning melekat di rambutnya. Tentu saja Myuu hanya melompat-lompat kegirangan. Ia merasa Taemin memang lebih cantik seperti ini. Tak lupa ia membangga-banggakannya pada donghae. Donghae hanya tersenyum manis melihat tingkah lucu saeng-saengnya. Taemin yang mencibirkan bibirnya kesal dengan tingkah Myuu tapi tidak bisa berbuat apa-apa, Myuu yang selalu memperlakukan taemin seperti perempuan tampak senang dengan hasil make over-nya terhadap taemin.

Donghae mengambil ponsel cameranya, secara diam-diam ia memotret Taemin dan Myuu. Mereka terlihat sangat bahagia. Donghae menyukai itu. Tidak ingin membuat salah satunya terluka.

 

“Nahh, Myuu… bagaimana kalau kita gantian,,” ucap Donghae tiba-tiba.

“Mwo??” tanya Taemin dan Myuu bersamaan.

“Ne,, gantian- Kamu tetap jadi pengantin wanita,, dan yang menjadi pengantin laki-laki… Taemin.”

Ucapan Donghae benar-benar mengaggetkan Myuu. Raut wajahnya berubah. Tampak cemberut dan terlihat ingin sekali menolak. Taemin hanya diam tak bergeming.

“bagaimana??” tanya Donghae memastikan.

“ANDWAE~ SHIREOYO~ Aku tidak mau!” teriak Myuu tiba-tiba.

“kenapa Myuu? inikan hanya main-main. Kita harus bergantian. Biar aku yang menjadi pendampingmu.” jelas Donghae halus.

“TIDAK MAUU!!” lagi-lagi Myuu teriak.

“Sudahlah hyung,, aku juga tidak mau pura-pura menikah dengan dia… nanti aku setiap hari di suruh pake pakaian wanita lagi (?)” ledek Taemin berusaha mencairkan suasana.

“Aku juga tidak mau menikah denganmu! Taemin jelek!!” Myuu mulai ‘terpancing’ dengan ledekan Taemin.

“issh,, kau yang selalu memperlakukanku seperti anak perempuan,, mana mau donghae oppa menikah denganmu!” tegas taemin semakin menjadi meledek Myuu.

“Kaunya saja yang memang sudah seperti perempuan”

Donghae bingung harus berbuat apa bila saeng-saengnya sudah menjadi-jadi seperti ini. Ya, ini salahnya memancing keadaan yang semula baik-baik saja. Tapi memang tak di duga sebelumnya.

“Sudah.. sudah… Mianhae… aku minta maaf, aku kan hanya ingin bergantian dengan Taemin. Biarkan dia merasakan pura-pura menjadi pengantin priamu Myuu…” jelas Donghae di sela-sela pertengkaran saeng-saengnya.

 

“ANDWAE~ Ingat ya Oppa, dan Kau Lee Taemin… AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU MENIKAH DENGANMU LEE TAEMIN…”

 

***

 

~Myuu POV~

“Hahaha… Kau masih saja mengingatnya Minnie…” godaku pada Taemin yang sedang mencibirnya bibirnya.

“issh,, Berhenti memanggiku ‘Minnie’ >,<” sepertinya aku sukses membuat taemin ngambek. Taemin masih saja mencibirkan bibirnya. Aku hanya terkekeh kecil melihat sikap taemin.

Ya,, kami sedang bernostalgia kenangan 6 tahun yang lalu waktu umur kami masih 6 tahun, sekarang kami sudah kelas 6 SD. Hae-oppa kelas 3 SMA, jadi sudah jarang menemani kami bermain. Aku tau pasti dia sangat sibuk mengurusi tugas sekolahnya dan juga untuk menghadapi ujian kelulusan dan ujian masuk perguruan tinggi.

Kami duduk di bangku taman tempat kami sering bermain dari dulu. Suasana tampak hening sejenak. Taemin masih saja mengalihkan wajahnya dariku. Ia memainkan kakinya mengayun-ayunkan seperti bermain ayunan.

“Taeminnie…” panggilku tampaknya mengageti ia yang sedang melamun.

“Mwo?” tanyanya mengerutkan keningnya.

” -hm…  apa kita dengan Hae-oppa bisa seperti dulu? Aku… Aku…” ucapku sedikit ragu-ragu.

“Kau masih menyukai Hae-hyung ya?” Pertanyaan taemin membuatku tambah gugup.

Aku hanya mengangguk pelan, aku tau taemin pasti mengerti. Karena selama ini memang hanya dia yang mengerti keadaanku. Aku tau jarak umurku dan Hae-oppa terbilang cukup jauh, tapi apa daya. Dari dulu aku menyukainya, entah kenapa, mungkin selama ini hanya dialah yang selalu menjagaku. Senyumnya sangat membuatku senang. Sikapnya yang tenang dan dewasa juga sangat membuatku nyaman berada di sisinya. Mungkin,, karena aku tak punya sosok seorang ayah yang dapat membuatku tenang kala aku galau, mendekapku kala aku menangis, menasehatiku kala aku berbuat salah, dan selalu menyemangatiku dalam keadaan apapun.

Tapi akhir-akhir ini Hae-oppa tampak menghindariku. Membuatku berpikir keras apa aku tanpa sengaja telah membuatnya marah. Walau bila bertemu atau berpapasan dia tetap memberi senyum termanisnya padaku, tapi tetap saja aku tak tenang bila seperti ini.

“Heii~ kenapa kau jadi bengong begitu?” Taemin mengibas-ibaskan tangannya di depan wajahku dan memandangku bingung. Wajahnya mendekati wajahku, jarak wajah kami kurang lebih mungkin hanya sekitar 7 senti.

Aku mengedip-kedipkan mataku kaget, wajah taemin terlalu dekat. Membuatku kaget dan refleks mendorongnya menjauh.

“Yya~ apa yang kau lakukan?” jujur Taemin membuatku kaget.

“issh,, tapi kau tak perlu mendorongku sekeras itukan!” marah taemin “lagian kau yang bengong seperti itu…” lajut taemin menatapku kesal.

“ahh,, Minhae Taeminnie~” sesalku sambil membantunya bangun. Tapi taemin menepis tanganku.

“Aku bisa bangun sendiri…”

Aku hanya diam dan menundukkan kepala. Sepertinya taemin masih memandangku dengan tatapan kesal.

“Myuu, Taemin, apa yang kalian lakukan?” Tanya seseorang tiba-tiba, ahh, rupanya Hae-oppa.

Aku hanya tersenyum. aku senang sekali Hae-oppa mau menghampiriku duluan, walau yaa, tentunya karena ada Taemin pula. Tapi aku tetap senang.

“issh,, kenapa kau senyam-senyum sendiri seperti itu?” tanya taemin masih kesal dan menghampiri Hae-oppa.

“a- aniyo-” jawabku terbata.

“Hyung,, Kau tidak les? tadi umma menyuruhku untuk tidak mengganggumu untuk latihan piano dalam dua bulan kedepan”

“ahh, Ne… Gwenchana Taemin-ah,, nanti kita tetap latihan… bulan depan kau ada kompetisi kan?”

“Tapi hyung, nanti umma marah padaku…”

“issh,, aku di kacangin…” ku potong ucapan taemin, mereka memandangku bingung.

“Anni- bukan begitu Myuu…” selah hae-oppa. Dan tersenyum padaku.

“hehhe,, gwenchana oppa, aku becanda” aku senang melihat senyumnya padaku. Membuat jantungku berdebar kencang, huhh rasanya jantungku seperti ingin lompat keluar dari rongga dadaku.

“Hyung,, tadi kan aku tanya, kau tidak les? nanti umma dan appa marah…” omel Taemin, ahh… mengganggu saja Taemin ini, tidak tau sikon yang tepat.

Aku memandang Taemin sinis. iss-mengganggu-saja-kau-taemin. Tapi taemin malah tertawa sinis. Sepertinya ia sengaja ingin mengganggu aku yang baru saja ngobrol dengan Hae-oppa.

“Ne,, Taemin-ah… Myuu,, aku pergi dulu ya, annyeong~” pamit Hae-oppa sambil mengusap lembut kepalaku dan menebar senyum manisnya seperti biasa.

“Ne, annyeong oppa~” mengangguk kepalaku dan melambaikan tanganku padanya yang baru saja berlalu.

issh,, aku mengalihkan pandanganku pada taemin. Memandangnya kesal. Tapi taemin malah mengacuhkanku dan terkekeh kecil.

Ahh, aku jadi ingat sesuatu, ada yang ingin aku bicarakan dengan Hae-oppa.

“…ahh, Hae-oppa!!” panggilku, Hae-oppa belum terlalu jauh perginya.

“Mwo, Myuu?” Hae-oppa menghentikan langkahnya.

Aku berlari menghampirinya, tidak memperdulikan taemin yang sedari tadi menyebalkan sekali tampangnya.

“…Oppa,, boleh aku memohon sesuatu padamu???”

“Mwo??”

“Hm… Hae-oppa bilang kalau cerpenku berhasil dimuat di majalah, oppa akan mengajakku ke taman bermain. Apa itu boleh ku tagih?” tanyaku sedikit ragu.

“Cerpenmu berhasil dimuat Myuu?” tanya Hae-oppa seperti tak percaya.

“Ne, oppa…” jawabku malu-malu.

“Yya~ tapi kan aku bilang aku akan membacanya dulu sebelum aku tepati janjiku…”

“…Tapi, oppa…” belum sempat menjelaskan tapi oppa sudah memotong ucapanku.

“Baiklah,, setelah aku membacanya… kita bertiga akan ke taman bermain..Hebatnya saengku…” ia mengusap-usap halus kepalaku.

ehh, tapi nanti dulu, bertiga??? dengan taemin?? ahh… tidak! aku kan hanya ingin berdua dengan Hae-oppa, kenapa harus dengan taemin yang menyebalkan itu. Tidak sudi dan tidak boleh!. aku hanya dapat bergerutu dalam hati. menggigit bibir bawahku menahan kesal.

Hae-oppa pamit pergi dan berlalu hilang dari pandanganku.

Kini pandanganku ku alihkan pada taemin yang tampaknya terkekeh dengan ucapan Hae-oppa, Dia tau jelas bahwa aku hanya ingin pergi dengan Hae-oppa tapi, Hae-oppa malah meminta pergi bertiga dengan taemin juga. iss, menyebalkan.

Aku pandang taemin sinis, dia makin terkekeh.

“Hei,, Myuu! kenapa dengan wajahmu? tampak panik begitu…” taemin makin meledek dengan ucapannya.

“Issh,, kenapa Hae-oppa harus mengajak kau juga? kau tak boleh ikut~”

“Hehh?? Yang mengajakku itu Hae-hyung,, kau saja yang bilang kalau tidak mau aku ikut…” timbal Taemin.

“Hahh… Kau ini menyebalkan sekali>,< pokoknya kau tak boleh ikut!!”

Ahh, aku memakai jurusku saja memohon padanya dengan wajah memelasku. gumamku dengan dalam hati.

“Taeminnie,, aku mohon~ tak maukah kau membiarkan aku pergi berdua dengan Hae-oppa? Taeminnie, kau kan teman baikku, aku mohon~”

“issh,, kau kira aku taemin 6 tahun lalu yang lemah akan wajah melasmu itu., kau tidak akan bisa pergi berdua dengannya. hahha…” ledek taemin semakin menjadi dan tertawa sinis.

Aku hanya cemberut kesal, aku sebal sekali dengan sikap taemin yang seperti ini.

“Hehh… Myuu Ki, lagian sebenarnya yang kau khawatirkan itu kita pergi bertiga atau…” taemin mencubit kedua pipiku.

“… cerpen itu??” lanjutnya dengan menaikan satu alis matanya, raut wajahnya benar-benar memperlihatkan kalau dia benar-benar sedang meledekku. eh?? tapi nanti dulu… Cerpen??? oh, iya.. isi cerpen itu kan tentang Hae-oppa, bagaimana kalau ia benar-benar membacanya?? hyaaa~ ottokhae?? >,<

“issh,, benarkan kau tidak menyadarinya. kau pikir aku tak tau isi cerpenmu. Ingatkah kau kalau kau meminta aku yang mengedit sebelum kau kirim ke penerbit??”

“ahh… aku lupa…” aku mulai gelagapan dan jadi tak tenang.

Taemin hanya terkekeh melihat betapa gelagapannya aku, double gelagapan.. yang pertama karena harus pergi ke taman bermain bertiga dengan taemin, huhh padahal aku hanya ingin berdua dengan hae-oppa. Dan yang kedua,, isi cerpen itu sangat-sangat memperlihatkan kalau itu tentang hae-oppa.

“Hyaa~ Ottokhae??? >,<”

 

***TBC***

==========================================================================================

Maaf ya klo cast ini2 aja yg aku pake 🙂

cz susah lagi nii klo mau diganti :p

jangan bosen2 ya :DD hahha

Makasih udah baca 🙂

jangan lupa COMMENT ya sehabis baca!!

 

^^arigatChuu~

********************************************************************************************************************

©2011 S3FFIndo

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

 

%d blogger menyukai ini: